Belajar Pola Candle Penerusan Untuk Trader Pemula

Cahyaning 7 Dec 2021Dibaca Normal 8 Menit
forex>candlestick>   #pola-candle   #trader-pemula
Mempelajari pola candle penerusan tak kalah penting dari belajar candle reversal. Apa saja candle yang bisa digunakan untuk trading mengikuti trend?

Candlestick merupakan bentuk grafik harga yang paling disukai oleh trader. Alasan utamanya adalah karena tampilan yang menarik dan memudahkan trader untuk melakukan analisa. Tak heran jika candlestick sering digunakan untuk acuan membaca pegerakan harga, termasuk untuk mengenali sinyal trend following melalui pola candle penerusan.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Layaknya Trader Profesional

 

Mengenal Candlestick Penerusan

Pola candle penerusan adalah formasi candlestick yang terbentuk sebelum harga melanjutkan trend ke arah pergerakan sebelumnya. Sebetulnya, ada dua cara membaca pola penerusan pada grafik harga. Yang pertama disebut dengan classic chart continuation patterns (pola segitiga, Flag, Wedge, dsb.). Sedangkan cara kedua disebut sebagai candlestick chart continuation patterns yang memanfaatkan candlestick. Kebanyakan trader lebih memilih cara kedua karena dianggap lebih mudah dipahami.

Belajar pola candle penerusan

Classic Pattern umumnya dibentuk dari 10 hingga 50 candle, sedangkan pola candlestick penerusan biasanya hanya terdiri dari 1 sampai 5 candle. Hal ini membuat pola candle penerusan cocok untuk trading jangka menengah atau pendek. Biasanya, pola ini muncul ketika market sedang sideways. Tetapi, tak jarang terjadi Gap atau jarak yang mengindikasikan bahwa harga sedang bergerak dengan cepat.

Pola candle penerusan kerap kali dimanfaatkan oleh trader yang memanfaatkan strategi trend following. Mereka menggunakannya untuk memastikan bahwa trend masih bergerak ke arah sebelumnya dan belum menuju Reversal atau pembalikan harga. Misalnya, ketika harga sedang membentuk kenaikan, umumnya para trend followers akan mencari tahu apakah pergerakan tersebut masih bisa berlajut atau akan berbalik turun. Kemunculan pola candle penerusan bullish dalam hal ini bisa menjadi sinyal untuk mereka.

Meskipun pola candlestick pembalikan (reversal) lebih populer di kalangan trader, namun penggunaannya dianggap cukup riskan. Pemula yang kurang berhati-hati sering terjebak sinyal palsu karena terburu-buru menganggap bahwa pembalikan harga akan terjadi. Jadi, tak heran jika banyak trader sukses menyarankan strategi trend following dibandingkan dengan reversal.

Ada 5 pola candlestick penerusan yang paling sering digunakan untuk melihat kelanjutan tren. Apa saja?

 

Gaps

Gaps merupakan salah satu pola trading jangka pendek yang penggunaannya cukup umum di kalangan trader. Pola ini tak hanya digunakan pada Japanese Candlestick saja, namun juga pada jenis-jenis chart lain. Kemunculan bullish gap terjadi karena harga pembukaan candle kedua lebih tinggi dari harga penutupan candle pertama atau sebaliknya. Sehingga titik low pada candle kedua tak menyentuh level penutupan dari candle pertama. Umumnya, candle ini menunjukkan bahwa kekuatan buyer berhasil mengungguli seller pada sesi trading baru. Ada beberapa jenis pola Gap yang perlu diperhatikan.

 

1. Tasuki Gap

Tasuki Gap terdiri dari 3 candlestick. Candle pertama dan kedua memiliki Gap, candle ketiga seolah 'menutup' jarak di antara kedua candle sebelumnya. Umumnya, ketika Gap terjadi, pasar akan berusaha untuk menutup gap tersebut. Tetapi pasar masih berpotensi untuk kembali melanjutkan tren yang sudah muncul. Sayangnya, Tasuki Gap sering kali dianggap memiliki kekurangan karena bisa menjebak trader dengan sinyal palsu. Oleh karena itu, trader wajib menunggu konfirmasi dari candle keempat. Jika candle ini meneruskan trend sebelumnya, maka sinyal kemungkinan besar valid. Contoh Tasuki Gap dapat dilihat pada gambar berikut.

Tasuki Gap

Baca juga: 4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader

 

2. Gapping Play

Gapping Play merupakan pola candle penerusan yang terdiri dari satu candle dengan body besar, dan dua atau tiga candle kecil yang bergerak ke satu arah trend. Pola ini bisa dibagi menjadi dua yaitu High Price Gapping Play dan Low Price Gapping Play.

High Price Gapping Play ditandai dengan kemunculan candle bullish besar yang diikuti dengan retracement dalam bentuk candle bearish kecil, untuk kemudian dilanjutkan dengan candle bullish sebagai konfirmator penerusan trend. Sedangkan Low Price Gapping Play diawali dengan candle bearish besar, dilanjutkan dengan candle bullish kecil, dan ditutup dengan candle bearish. Berikut contoh bentuk Gapping Play.

Pola Gapping Play

 

3. Side by Side White Lines

Pola candle Side by Side White Lines sebetulnya tidak jauh berbeda dengan Tasuki Gap. Bedanya, semua candle dalam pola ini memiliki sifat bullish atau bearish yang sama. Jadi apabila Side by Side White Lines terbentuk di Uptrend, maka semua candle-nya berjenis bullish, dengan candle pertama dan kedua yang membentuk Gap naik. Di sisi lain, pola yang teridentifikasi di Downtrend terdiri dari 3 candle bearish dengan candle pertama dan kedua mengalami Gap turun.

 

Three White Soldiers dan Three Black Crows

Tak jarang, Three White Soldiers dan Three Black Crows digunakan untuk trading Reversal. Namun, kemunculan kedua pola ini sebenarnya bertujuan untuk memastikan kelanjutan tren yang terjadi setelah pembalikan harga. Pola ini cukup mudah di temukan, karena hanya terdiri dari tiga candlestick yang bergerak berurutan ke satu arah seperti contoh pada gambar di bawah. Umumnya, ketiga candle tersebut memiliki sumbu dan ekor yang pendek. Three White Soldiers muncul saat uptrend, sedangkan Three Black Crows muncul pada saat downtrend.

Three White Soldiers/ Three Black Crows

 

Rising Three Methods dan Falling Three Methods

Sesuai namanya, Rising Three Methods muncul pada saat bullish, sedangkan Falling Three Methods muncul saat pasar sedang bearish. Namun, keduanya sama-sama menunjukkan kelanjutan tren. Pola Rising Three yang ideal memliki tiga candle bearish kecil diapit dengan dua candle bullish besar. Sedangkan Falling Three memiliki tiga candle bullish kecil yang diapit dua candle bearish besar.

Rising Three Methods / Falling Three Methods

Baca juga: Cara Jitu Analisa Trend Dengan Pola Candlestick

 

Separating lines

Bullish Separating Lines atau sering disebut sebagai Dividing Lines terdiri dari 2 candle yang muncul pada saat Uptrend. Candle pertama merupakan bearish candle dengan body panjang, sedangkan formasi kedua adalah candle bullish dengan body panjang. Yang perlu dipastikan adalah opening candle kedua harus sama dengan atau mendekati opening candle pertama. Pada bearish Separating Line, yang terjadi adalah sebaliknya. Berikut ilustrasi pola Separating Lines untuk mempermudah pemahaman Anda.

Separating Lines

 

Matching High dan Matching Low

Pola candle penerusan ini terdiri dari minimal 2 candle dengan titik terendah yang sama (Downtrend) atau titik tertinggi yang setara (Uptrend). Jika kemunculannya terjadi pada time frame kecil, seringkali pola ini menunjukkan pengujian batas Support atau Resistance. Tak jarang pola candlestick ini digunakan trader untuk mengantisipasi breakout.

Matching High / Matching Low

 

Hal yang Harus Diperhatikan

Trading dengan memanfaatkan tren tentu akan lebih mudah dilakukan jika mengandalkan pola candle penerusan di atas. Tetapi bukan berarti trader akan 100% untung hanya dengan mengikuti trend. Pasar finansial seperti forex dikenal memiliki pergerakan harga yang tidak terduga. Penggunaan candlestick memang berfungsi untuk membantu trader dalam membaca arah pergerakan trend, tetapi harga tidak selalu sesuai hasil analisa karena berbagai sebab.

Baca juga: 6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika trading dengan mengikuti trend.

 

1. Jangan Berharap Langsung Mendapat Profit

Seringkali, trader pemula beranggapan bahwa hanya dengan mengandalkan pola candlestick saja, mereka bisa langsung jadi jutawan. Padahal, trading forex tidak sesederhana itu. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan ketika membuka dan menutup posisi. Hanya dengan mengandalkan candlestick saja tidak akan langsung membuat trader jadi kaya mendadak. Dibutuhkan tambahan konfirmasi sinyal seperti kabar-kabar fundamental ataupun analisa teknikal lainnya.

 

2. Gunakan Indikator Teknikal

Selain memastikan kekuatan sinyal, memasang posisi entry yang tepat juga sangat berpengaruh pada kesuksesan trading. Salah satu cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah dengan menggunakan indikator teknikal. Candlestick hanya sebagai pelengkap analisa, bukan faktor utama.

 

3. Pastikan Sinyal Valid

Hanya karena pola candle penerusan muncul pada suatu trend, bukan berarti trader bisa langsung mempercayainya sepenuhnya. Sebab tak jarang pola-pola tersebut akan kebetulan muncul meski harga tidak sedang bergerak ke satu arah. Umpamanya, jika salah satu pola penerusan muncul ketika pasar sedang sideways, maka validitasnya perlu dipertanyakan. Candle penerusan hanya bisa dipercaya jika kemunculannya terjadi saat trend berlangsung.

Baca juga: Prinsip Trading Ed Seykota Untuk Trend Following

 

Kesimpulan

Trend following bisa menjadi strategi trading yang menguntungkan untuk pemula jika dilakukan dengan benar. Sayangnya, seringkali trader kesulitan menebak apakah trend masih akan berlanjut atau justru berbalik arah. Penggunaan pola candle penerusan dalam hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan pola candle saja tidak bisa dijadikan faktor utama untuk menganalisa pergerakan trend. Analisa teknikal dan fundamental sangat diperlukan guna menambah validitas sinyal yang muncul. Jika trader memiliki strategi yang solid, tentu risiko trading bisa diminimalisir.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Mr. Bingung |  10 Feb 2012

Bagus yg mana sih laverage 1:1000 dengan laverage 1:200? katanya klo pemula bagus pakai 1:200, apa betul sih

Lihat Reply [28]

 Nur Cahyo |  11 Nov 2014

Kenapa saat melihat sinyal trading dari pola candlestick, oscillator lebih sering diajukan sebagai indikator yg dapat mengkonfirmasi sinyal tsb?

Lihat Reply [1]

 Oji |  10 Jan 2018

Malem coach....mau nanya nih kalau misalnya ada pola candle three black crows/three white soldiers, untuk konfirmasi valid tidaknya pola tersebut apakah hanya dengan melihat closing 1 candle bar berikutnya? Apakah closing dibwh atau diatas  candle ke 3 dr pola tersebut? Mohon penjelasannya. Makasih

Lihat Reply [2]

 Bobi Syah |  9 Dec 2021

Ketika mendaftar ke broker, fitur trading apa yang paling perlu diperhatikan dan paling penting untuk trader forex?

Lihat Reply [1]

 Eki Safitri |  7 Feb 2022

malam, cara menentukan target profit dari hasil analisa pergerakan harga kalau di kripto bagaimana ya? analisa saya menggunakan pola candlestick seperti doji, pinbar dll.

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

kalau ndak salah, malah ada cara konfirmasi arah harga setelah news dg pola candle.

mungkin sebetulnya bukan di indikator mana yg diperhatiin, tpi bagaimana dn kapan sinyalny digunakan sewaktu ada rilis news.
 Koki |  7 Jun 2015
Halaman: Trading Dengan Pola Engulfing Candle
Saya cukup banyak mencari refresnsi misalnya beli buku, baca artikel di internet atau nonton vidoe di youtube, namun saya belum menemukan penjelasan seperti ini, kebanyakan membahas tentang pola candlestick. Terima kasih pak rio, atas penjelasan dan pembelajarannya serta telah berbagi ilmu. Hal ini sangat bermanfat apalagi trader pemula seperti saya. Semoga tidak pernah bosan untuk berbagi ilmunya pak.
 Viar |  2 Dec 2018
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Salam .... Saya pemula dalam forex, sangat menarik tentang pembahasan Pola Candlestick Morning Star dan Evening Star ini, trims ...
 Muhammad Abduh |  20 Sep 2019
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
harusnya artikel berjudul "Menggunakan Pola Candlestick Three Inside Up Dan Three Inside Down" langsung diberi linknya min biar g nyari dulu aku nya :-(
 Chyntya |  5 Jun 2020
Halaman: Pola Candle Terbaik Penanda Reversal
Salam knal bang Terimakasih atas artikel yang dibuat, jd tambahan ilmu buat trader pemula seperti saya.. Saya ada pertanyaan: di Indonesia broker dgn tipe ecn atau stp yang mengantongi ijin dr ojk adalah? Jika ada, apa nama perusahaannya? Krn saya perhatikan rata-rata broker di indonesia yg beriman dr ojk bertipe broker bandar/dealing desk. Mungkin itu saja pertanyaan saya, mudah2 dapat jawaban. Sekian dan terimakasih. 
 Sahid |  23 Jun 2020
Halaman: Mengenal Apa Itu Broker Stp Dan Keunggulannya
@Dhimas: Untuk akurasi murni menggunakan pola candlestick, time frame yang lebih besar lebih besar akurasinya daripada time frame dibawahnya, contohnya akurasi pola candlestick di Daily lebih besar daripada di time frame H1.

Management resiko sebaiknya mengikuti aturan maksimal 2% resiko dari modal. 
 Kiki R |  14 Jul 2020
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan

Kamus Candlestick

Harami Bullish
Harami Bullish
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bearish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bullish. Pola ini menandakan downtrend mulai kehilangan momentum. Meski bisa menambah akurasi sinyal, sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip