Belajar Pola Candle Penerusan Untuk Trader Pemula

Cahyaning 7 Dec 2021 Dibaca Normal 8 Menit
forex > candlestick >   #pola-candle   #trader-pemula
Mempelajari pola candle penerusan tak kalah penting dari belajar candle reversal. Apa saja candle yang bisa digunakan untuk trading mengikuti trend?
DI

Candlestick merupakan bentuk grafik harga yang paling disukai oleh trader. Alasan utamanya adalah karena tampilan yang menarik dan memudahkan trader untuk melakukan analisa. Tak heran jika candlestick sering digunakan untuk acuan membaca pegerakan harga, termasuk untuk mengenali sinyal trend following melalui pola candle penerusan.

Baca juga: Cara Membaca Candlestick Layaknya Trader Profesional

 

Mengenal Candlestick Penerusan

Pola candle penerusan adalah formasi candlestick yang terbentuk sebelum harga melanjutkan trend ke arah pergerakan sebelumnya. Sebetulnya, ada dua cara membaca pola penerusan pada grafik harga. Yang pertama disebut dengan classic chart continuation patterns (pola segitiga, Flag, Wedge, dsb.). Sedangkan cara kedua disebut sebagai candlestick chart continuation patterns yang memanfaatkan candlestick. Kebanyakan trader lebih memilih cara kedua karena dianggap lebih mudah dipahami.

Belajar pola candle penerusan

Classic Pattern umumnya dibentuk dari 10 hingga 50 candle, sedangkan pola candlestick penerusan biasanya hanya terdiri dari 1 sampai 5 candle. Hal ini membuat pola candle penerusan cocok untuk trading jangka menengah atau pendek. Biasanya, pola ini muncul ketika market sedang sideways. Tetapi, tak jarang terjadi Gap atau jarak yang mengindikasikan bahwa harga sedang bergerak dengan cepat.

Pola candle penerusan kerap kali dimanfaatkan oleh trader yang memanfaatkan strategi trend following. Mereka menggunakannya untuk memastikan bahwa trend masih bergerak ke arah sebelumnya dan belum menuju Reversal atau pembalikan harga. Misalnya, ketika harga sedang membentuk kenaikan, umumnya para trend followers akan mencari tahu apakah pergerakan tersebut masih bisa berlajut atau akan berbalik turun. Kemunculan pola candle penerusan bullish dalam hal ini bisa menjadi sinyal untuk mereka.

Meskipun pola candlestick pembalikan (reversal) lebih populer di kalangan trader, namun penggunaannya dianggap cukup riskan. Pemula yang kurang berhati-hati sering terjebak sinyal palsu karena terburu-buru menganggap bahwa pembalikan harga akan terjadi. Jadi, tak heran jika banyak trader sukses menyarankan strategi trend following dibandingkan dengan reversal.

Ada 5 pola candlestick penerusan yang paling sering digunakan untuk melihat kelanjutan tren. Apa saja?

 

Gaps

Gaps merupakan salah satu pola trading jangka pendek yang penggunaannya cukup umum di kalangan trader. Pola ini tak hanya digunakan pada Japanese Candlestick saja, namun juga pada jenis-jenis chart lain. Kemunculan bullish gap terjadi karena harga pembukaan candle kedua lebih tinggi dari harga penutupan candle pertama atau sebaliknya. Sehingga titik low pada candle kedua tak menyentuh level penutupan dari candle pertama. Umumnya, candle ini menunjukkan bahwa kekuatan buyer berhasil mengungguli seller pada sesi trading baru. Ada beberapa jenis pola Gap yang perlu diperhatikan.

 

1. Tasuki Gap

Tasuki Gap terdiri dari 3 candlestick. Candle pertama dan kedua memiliki Gap, candle ketiga seolah 'menutup' jarak di antara kedua candle sebelumnya. Umumnya, ketika Gap terjadi, pasar akan berusaha untuk menutup gap tersebut. Tetapi pasar masih berpotensi untuk kembali melanjutkan tren yang sudah muncul. Sayangnya, Tasuki Gap sering kali dianggap memiliki kekurangan karena bisa menjebak trader dengan sinyal palsu. Oleh karena itu, trader wajib menunggu konfirmasi dari candle keempat. Jika candle ini meneruskan trend sebelumnya, maka sinyal kemungkinan besar valid. Contoh Tasuki Gap dapat dilihat pada gambar berikut.

Tasuki Gap

Baca juga: 4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader

 

2. Gapping Play

Gapping Play merupakan pola candle penerusan yang terdiri dari satu candle dengan body besar, dan dua atau tiga candle kecil yang bergerak ke satu arah trend. Pola ini bisa dibagi menjadi dua yaitu High Price Gapping Play dan Low Price Gapping Play.

High Price Gapping Play ditandai dengan kemunculan candle bullish besar yang diikuti dengan retracement dalam bentuk candle bearish kecil, untuk kemudian dilanjutkan dengan candle bullish sebagai konfirmator penerusan trend. Sedangkan Low Price Gapping Play diawali dengan candle bearish besar, dilanjutkan dengan candle bullish kecil, dan ditutup dengan candle bearish. Berikut contoh bentuk Gapping Play.

Pola Gapping Play

 

3. Side by Side White Lines

Pola candle Side by Side White Lines sebetulnya tidak jauh berbeda dengan Tasuki Gap. Bedanya, semua candle dalam pola ini memiliki sifat bullish atau bearish yang sama. Jadi apabila Side by Side White Lines terbentuk di Uptrend, maka semua candle-nya berjenis bullish, dengan candle pertama dan kedua yang membentuk Gap naik. Di sisi lain, pola yang teridentifikasi di Downtrend terdiri dari 3 candle bearish dengan candle pertama dan kedua mengalami Gap turun.

 

Three White Soldiers dan Three Black Crows

Tak jarang, Three White Soldiers dan Three Black Crows digunakan untuk trading Reversal. Namun, kemunculan kedua pola ini sebenarnya bertujuan untuk memastikan kelanjutan tren yang terjadi setelah pembalikan harga. Pola ini cukup mudah di temukan, karena hanya terdiri dari tiga candlestick yang bergerak berurutan ke satu arah seperti contoh pada gambar di bawah. Umumnya, ketiga candle tersebut memiliki sumbu dan ekor yang pendek. Three White Soldiers muncul saat uptrend, sedangkan Three Black Crows muncul pada saat downtrend.

Three White Soldiers/ Three Black Crows

 

Rising Three Methods dan Falling Three Methods

Sesuai namanya, Rising Three Methods muncul pada saat bullish, sedangkan Falling Three Methods muncul saat pasar sedang bearish. Namun, keduanya sama-sama menunjukkan kelanjutan tren. Pola Rising Three yang ideal memliki tiga candle bearish kecil diapit dengan dua candle bullish besar. Sedangkan Falling Three memiliki tiga candle bullish kecil yang diapit dua candle bearish besar.

Rising Three Methods / Falling Three Methods

Baca juga: Cara Jitu Analisa Trend Dengan Pola Candlestick

 

Separating lines

Bullish Separating Lines atau sering disebut sebagai Dividing Lines terdiri dari 2 candle yang muncul pada saat Uptrend. Candle pertama merupakan bearish candle dengan body panjang, sedangkan formasi kedua adalah candle bullish dengan body panjang. Yang perlu dipastikan adalah opening candle kedua harus sama dengan atau mendekati opening candle pertama. Pada bearish Separating Line, yang terjadi adalah sebaliknya. Berikut ilustrasi pola Separating Lines untuk mempermudah pemahaman Anda.

Separating Lines

 

Matching High dan Matching Low

Pola candle penerusan ini terdiri dari minimal 2 candle dengan titik terendah yang sama (Downtrend) atau titik tertinggi yang setara (Uptrend). Jika kemunculannya terjadi pada time frame kecil, seringkali pola ini menunjukkan pengujian batas Support atau Resistance. Tak jarang pola candlestick ini digunakan trader untuk mengantisipasi breakout.

Matching High / Matching Low

 

Hal yang Harus Diperhatikan

Trading dengan memanfaatkan tren tentu akan lebih mudah dilakukan jika mengandalkan pola candle penerusan di atas. Tetapi bukan berarti trader akan 100% untung hanya dengan mengikuti trend. Pasar finansial seperti forex dikenal memiliki pergerakan harga yang tidak terduga. Penggunaan candlestick memang berfungsi untuk membantu trader dalam membaca arah pergerakan trend, tetapi harga tidak selalu sesuai hasil analisa karena berbagai sebab.

Baca juga: 6 Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Tukar Mata Uang

Untuk itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika trading dengan mengikuti trend.

 

1. Jangan Berharap Langsung Mendapat Profit

Seringkali, trader pemula beranggapan bahwa hanya dengan mengandalkan pola candlestick saja, mereka bisa langsung jadi jutawan. Padahal, trading forex tidak sesederhana itu. Ada banyak faktor yang harus diperhatikan ketika membuka dan menutup posisi. Hanya dengan mengandalkan candlestick saja tidak akan langsung membuat trader jadi kaya mendadak. Dibutuhkan tambahan konfirmasi sinyal seperti kabar-kabar fundamental ataupun analisa teknikal lainnya.

 

2. Gunakan Indikator Teknikal

Selain memastikan kekuatan sinyal, memasang posisi entry yang tepat juga sangat berpengaruh pada kesuksesan trading. Salah satu cara terbaik untuk melakukan hal tersebut adalah dengan menggunakan indikator teknikal. Candlestick hanya sebagai pelengkap analisa, bukan faktor utama.

 

3. Pastikan Sinyal Valid

Hanya karena pola candle penerusan muncul pada suatu trend, bukan berarti trader bisa langsung mempercayainya sepenuhnya. Sebab tak jarang pola-pola tersebut akan kebetulan muncul meski harga tidak sedang bergerak ke satu arah. Umpamanya, jika salah satu pola penerusan muncul ketika pasar sedang sideways, maka validitasnya perlu dipertanyakan. Candle penerusan hanya bisa dipercaya jika kemunculannya terjadi saat trend berlangsung.

Baca juga: Prinsip Trading Ed Seykota Untuk Trend Following

 

Kesimpulan

Trend following bisa menjadi strategi trading yang menguntungkan untuk pemula jika dilakukan dengan benar. Sayangnya, seringkali trader kesulitan menebak apakah trend masih akan berlanjut atau justru berbalik arah. Penggunaan pola candle penerusan dalam hal ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi kesulitan tersebut. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaan pola candle saja tidak bisa dijadikan faktor utama untuk menganalisa pergerakan trend. Analisa teknikal dan fundamental sangat diperlukan guna menambah validitas sinyal yang muncul. Jika trader memiliki strategi yang solid, tentu risiko trading bisa diminimalisir.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Mr. Bingung |  10 Feb 2012

Bagus yg mana sih laverage 1:1000 dengan laverage 1:200? katanya klo pemula bagus pakai 1:200, apa betul sih

Lihat Reply [32]

Leverage yang dipilih ada kaitannya dengan Jumlah Margin yang nanti Broker Kunci saat anda Open trade. bagaimana penghitungannya ? hal ini tergantung dengan jenis akun apa yang anda buka dari broker tersebut.

Leverage adalah pinjaman dari broker yang diberikan kepada trader, sehingga dana trader memiliki daya beli yang lebih besar. Leverage dinotifikasikan sebagai rasio perbandingan, misal 1:1, 1:100, 1:500, dan sebagainya. Artinya, kalau ada dana $100 di leverage 1:100 maka $100 tersebut memiliki kekuatan setara $10.000. Jika leverage 1:500, maka dana $100 tadi memiliki kemampuan untuk melakukan transaksi setara $50.000 atau 500x lipat lebih besar dari nominal dana itu sendiri.

Margin merupakan jaminan yang diberikan kepada broker setiap kali membuka posisi. Besar kecilnya margin dipengaruhi oleh leverage dan besarnya volume trading (lot) yang dibuka oleh trader. Rumus perhitungan margin adalah : Leverage x Volume (Lot) x Contract Size. Jika kita tidak memperhatikan margin, bisa-bisa akun trading kita terkena margin call

===================================
- leverage 1:100 artinya (1/100)x100% = 1%
- leverage 1:200 artinya (1/200)x100% = 0.5%
- leverage 1:500 artinya (1/500)x100% = 0.2%
- leverage 1:600 artinya (1/600)x100% = ?
- leverage 1:1000 artinya (1/1000) x 100% = ?
===================================

Cara menghitung margin (jaminan) yang dipakai untuk bertransaksi Pada umumnya
1 lot = quantity contract size $100,000
0.1 lot = quantity contract size $10,000
0.01 lot = quantity contract size $1000

Margin yang di kunci

Margin = Jumlah Lot x 100000 x %margin

anda bisa mensesuaikan dengan modal / balance yang anda miliki.

Basir   10 Feb 2012
rekomendasi leverage buat pemula berapa bos?
Atin   2 Aug 2017

Untuk Atin..

Anda bisa memulai dengan leverage 1 : 200  - 1 : 500 .  Margin anda kurang lebih senilai 30 - 75 pips dikali satuan lot yang anda buka saat trading.

Thanks.

Basir   3 Aug 2017

Menurut panduan2 dari para profesional trader, semakin besar leverage maka semakin beresiko , karena dengan leverage yang semakin besar maka berarti pinjaman anda kepada pihak broker semakin besar, sehingga jika terjadi loss atau margin call di leverage yang tinggi tersebut maka sisa dana margin yang dikembalikan kepada anda akan lebih sedikit daripada leverage yang lebih rendah.

Jadi misalkan modal $1000 mungkin hanya bisa kembali $10 saja jika trade full lot menggunakan leverage yang tinggi dan terkena margin call

leverage 1:1000 beresiko lebih tinggi daripada leverage 1:200.

dalam memilih leverage lebih aman menggunakan leverage 1:100 atau 1:200.
Biasanya leverage 1:1000 atau keatas disediakan oleh broker yang berjenis bandar.

Stella   4 Aug 2017

Wa alaikum salam...
Untuk Madao..

Trading forex adalah trading margin (jaminan). Dimana seorang trader memberikan jaminan  sekian persen dari balance/modal atas transaksi BUY/SELL yang dilakukannya. Dan saat seorang trade melakukan BUY/SELL, maka sebenaranya ia menggunakan uang pinjaman dari broker. Sementara margin/jaminan akan diminta/dikunci oleh broker tergantung leverage
(daya ungkit)  yang dipilih saat pembukaan akun.

Leverage adalah daya ungkit, sebuah fasilitas yang dibroker terhadap para nasabahnya. Biasanya leverage yang ditawarkan oleh broker adalah :
1 : 1
1 : 100
1 : 200
Dan seterusnya. Semakin besar leverage yang digunakan (di checklist) saat pembukaan account, semakin kecil jaminan yang di minta/dikunci oleh broker. 

Jika anda menyimpan dana sebesar $100 (asumsikan 1 juta Rupiah = $100), dan memilih leverage dengan nilai 1 : 500, maka dana anda secara virtual adalah sebesar 500x lipat dari balance/simpanan  ( 100 x 500 = $ 50.000). Jika anda trade dengan  menggunakan account standar dengan nilai 1 lot = 100.000, maka saat anda trade dengan 1 lot tersebut maka perhitungan marginnya adalah :

Kontak Size * Leverage* Jumlah lot*Harga Beli/Jual kurs mata uang

Contoh Harga EUR/USD  = 1.4000

Maka jika trade dengan :
1 lot, marginnya kurang lebih sebesar  (100.000*1:500*1*1.4000)= $ 280
0.10 lot, marginnya kurang lebih  (100.000*1:500*0.10*1.4000) = $ 28
0.01 lot, marginnya kurang lebih (100.000*1:500*0.01*1.4000) = $ 2.8

Satuan lot sebesar  100.000, adalah ketentuan broker. Ada juga satuan lotnya 10.000, 1.000 Bahkan ada  broker yang menentukan satu lot sebesar 1.000.000

Maka jika demikian  :

1 lot = 1.000,000
0.1 lot = 100.000
0.01 lot =10.0000

Ada istilah akun cent, akun mini, akun micro, akun standar tergantung satuan lotnya. Ini hanya jenis layanan dari broker saja.

Yang mana dengan jaminan kecil, seorang trader bisa open BUY/SELL senilai  100, 1.000, 10.000, dan seterusnya. Jika trading denga lot 0,02, 0.03 tinggal dikalikan saja.

Uraian diatas adalah jaminan berdasarkan perhitungan harga yang dibeli atau dijual. Ad apula jaminan yang sudah ditentukan oleh broker. Misal :

1 lot GBP/USD  Margin sebesar $ 50 dan yang lainnya.
Dalam hal ini hati-hati dengan penggunaan leverage yang sangat besar, karena hal ini bisa membahayakan account.

Sementara perhitungan Margin Call / stop out tiap broker berbeda-beda. Ada yang 100 % total balance setelah dikali leverage, ada yang 50% ada yang 70% dan seterusnya.

Ada pula margin call dihitung berdasarkan margin. Jika margin trading sebesar $ 5, dan order terjadi minus sebesar $-5, maka akan ditutup paksa oleh sistem broker dan balance anda berkurang.

Besarnya margin pun bisa dijadikan ukuran untuk menentukan stop loss, jika margin $5 trade dengan lot 0.01 (1.000) maka minimal stop loss adalah kurang lebih 50 pips.

Saat anda BUY GBP/USD ini bisa diartikan, anda BUY GBP dan SELL EUR
Saat anda SELL EUR/USD ini bisa diartikan, anda SELL EUR dan BUY USD

Thanks

Basir   20 Sep 2016

Izin bertanya coach inbizia yang saya hormati, saya terlalu sibuk mempelajari metode trading sampai lupa konsep dasarnya.

Yg dimaksud dengan margin call itu jika ekuitas sama dengan margin bukan? lalu berapa persen margin level seseorang dalam posisi floating yang dpt menyebabkan margin call tersebut? jika ketentuan kontrak broker saya 1 lot= 100.000$ maka jika leveragenya 1:1000, saya hanya harus membayarkan 100$ untuk transaksi senilai 100.000$?

apakah setiap mata uang nilai perpips nya sama? yaitu perkalian dari jumlah lot dengan selisih dari titik entry? bagaimana dengan emas dan perak? apakah berbeda? terimakasih sebelumnya coach?

Muhammad Yusuf   11 Mar 2018

@ Muhammad Yusuf:

- Kalau margin level = 100%, ketika equity = margin total, maka Anda akan terkena margin call. Kalau margin level = 50%, ketika equity = 50% dari margin total, maka Anda akan terkena margin call.
- Leverage 1:1000 artinya 0.1% dari nilai kontrak. Jadi jika Anda memilih leverage 1:1000 maka margin = USD 100,000 x 0.1% = USD 100.

- Nilai per pip tergantung dari ukuran lot (volume), dan untuk setiap kelompok pasangan mata uang berbeda.
Untuk kelompok XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD), dengan ukuran lot yang sama, nilai per pip-nya berbeda dengan kelompok USD/XXX (USD/JPY, USD/CAD dan USD/CHF).

Untuk kelompok mata uang cross:
Kelompok XXX/JPY (EUR/JPY, GBP/JPY, AUD/JPY, NZD/JPY, CHF/JPY dan CAD/JPY) berbeda dengan kelompok XXX/CHF (EUR/CHF, GBP/CHF, AUD/CHF, NZD/CHF dan CAD/CHF), juga berbeda dengan kelompok XXX/CAD (EUR/CAD, GBP/CAD, AUD/CAD dan NZD/CAD), dan berbeda juga dengan EUR/GBP, EUR/AUD, EUR/NZD, GBP/AUD, GBP/NZD dan AUD/NZD.


- Nilai per pip untuk XAU/USD dan XAG/USD berbeda dengan pasangan mata uang (forex). Nilai kontraknya berbeda., untuk XAU/USD dalam troy ounce.
- Nilai per pip untuk WTI/USD (US Oil) berbeda dengan XAU/USD, XAG/USD dan juga forex. Nilai kontrak WTI dalam barrel.
- Nilai per pip untuk indeks saham (Dow 30, NQ100, HK33, Nikkei225 dan Kospi) berbeda dengan forex, XAU/USD dan XAG/USD, dan juga WTI/USD. Nilai kontraknya tergantung ketentuan broker.

Tanpa mengetahui nilai per pip dan margin Anda tidak bisa menentukan ketahanan modal ketika trading.

Terima kasih

M Singgih   13 Mar 2018

Yang dimaksud jenis akun Standar, Mini dan Micro itu apa? terus adakah pengaruh terhadap poin yang kita hasilkan pada setiap trading?

Contohnya kita trading di akun Standar dengan lot 0,01 itu berapa $ hasil per pipsnya? begitupun di akun Mini dan Micro? Sama saya baca-baca di atas juga kayaknya ada hubungannya sama leverage. Mohon pencerahan

Roni   4 Aug 2018

@ Roni:

Akun standard, mini atau micro dibedakan oleh ukuran kontrak (contract size).
Dalam akun standard, ukuran kontrak 1 lot adalah 100,000 unit,
akun mini ukuran kontrak adalah 10,000 unit, sehingga Anda trading dengan 0.1 lot,
akun micro ukuran kontrak adalah 1,000 unit, sehingga Anda trading dengan 0.01 lot.

- …terus adakah pengaruh terhadap poin yang kita hasilkan pada setiap trading?

Ya, ada, Semakin tinggi nilai kontrak maka semakin besar juga nilai per pip-nya, atau pip value-nya. Sehingga jika Anda profit dengan besarnya pip yang sama pada akun standard dan akun micro, jelas profit di akun standard lebih besar (100 kalinya).
Dalam akun standard 1 lot, untuk pair XXX/USD (EUR/USD. GBP/USD, AUD/USD dan NZD/USD) 1 pip nilainya = USD 10,-. Untuk akun mini 0.1 lot, nilai 1 pip = USD 1,-, sementara untuk akun micro 0.01 lot nilai 1 pip = USD 0.1.

- …Contohnya kita trading di akun Standar dengan lot 0,01 itu berapa $ hasil per pipsnya? begitupun di akun Mini dan Micro?
0.01 lot adalah akun micro, bukan akun standard.

- …. Sama saya baca-baca di atas juga kayaknya ada hubungannya sama leverage

Leverage menentukan besarnya margin atau jaminan untuk posisi yang Anda buka. Leverage tidak mempengaruhi nilai per pip.
Untuk pair XXX/USD, perhitungan margin:
Margin = (USD 100,000)  x (jumlah lot atau volume) x (persentase margin) x harga pasar saat itu

Misal: Anda trading di akun standard dengan leverage 1:200, Anda buy 2 lot EUR/USD pada harga 1.1600, maka margin =  (USD 100.000)  x 2 x 0.5% x 1.1600 = USD 1,160.

Untuk mengetahui apa itu leverage dan margin, silahkan baca ini.

M Singgih   7 Aug 2018

Pak, sy menggunakan broker E*n*ss .. rules menyatakan jika pd saat tjd market weekend maupun rilis berita2 penting maka  akun dgn leverage berapapun akan dirubah sendiri secara otomatis by system mjd leverage 1:200. pertanyaan sy: apakah hal tsb akan berdampak thd equity mjd berkurang drastis gara2 termakan oleh nilai margin yg membesar tiba2 , btw saat ini sy memakai leverage 1:2000. dan udah kontak CS dan ybs hanya menyarankan utk mengikuti pemberitauan mailbox saja agar equity tetap aman. Permasalahannya.. kalau op sy SEDANG floating khan tidak siap utk cut loss demi mengantisipasi pemberitauan mailbox yg datangnya tiba2 tsb. jd, apakah sebaiknya utk amannya mengganti leverage ke 1:200 aja spy tidak perlu dipusingin dg semua reminder tsb? makasih

Dhani   23 Nov 2020

@ Dhani:

- …. pertanyaan sy: apakah hal tsb akan berdampak thd equity mjd berkurang drastis gara2 termakan oleh nilai margin yg membesar tiba2…

Benar.
Balance : jumlah dana dalam akun Anda. Equity = Balance + Floating Profit / Loss
Floating profit adalah posisi terbuka yang sedang profit dan floating loss adalah posisi terbuka yang sedang loss.

Margin berhubungan dengan Leverage. Jika Anda memilih leverage 1:100 maka dana jaminan Anda adalah 1% dari nilai kontrak, jika leverage 1:200 maka dana jaminannya adalah 0.5% dari nilai kontrak, dan jika leverage 1:2000 maka dana jaminannya adalah 0.05% dari nilai kontrak

Nilai kontrak untuk 1 lot adalah USD 100,000. Jika Anda trading XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD), maka Margin = (USD 100,000) x (jumlah lot atau volume) x (persentase leverage) x harga pasar saat itu.

Misal: Anda menggunakan leverage 1:2000, buy atau sell 1 lot EUR/USD pada harga 1.1800, maka margin =  (USD 100,000)  x 1 x 0.05% x 1.1800 = USD 59. Dana sebesar USD 59 ini akan ditahan selama posisi Anda masih open (belum di-closed). Jika balance (misalnya) = USD 5,000, maka saat membuka posisi Equity = USD 5,000 - USD 59 = USD 4,941.

Jika Anda menggunakan leverage 1:200, buy atau sell 1 lot EUR/USD pada harga 1.1800, maka margin =  (USD 100,000)  x 1 x 0.5% x 1.1800 = USD 590. Jika balance = USD 5,000, maka saat membuka posisi Equity = USD 5,000 - USD 590 = USD 4,410. Jadi dengan leverage yang lebih besar, maka equity juga akan lebih besar, karena margin lebih kecil.

- ….. apakah sebaiknya utk amannya mengganti leverage ke 1:200 aja spy tidak perlu dipusingin dg semua reminder tsb?

Menurut kami sebaiknya begitu (ganti leverage).

M Singgih   25 Nov 2020

Kalo dana saya USD 25, leverage yang cocok berapa?

Petra   4 Mar 2021

@ Petra:

Menurut kami, dengan dana USD 25 Anda bisa trading di akun Cent. Pilihlah leverage yang besar agar marginnya kecil, sehingga ketahanan dana bisa besar.

M Singgih   7 Mar 2021

Misal saya depo $10 leverage 1:100 order 1 posisi dgn lot 0.01 dan saya profit / loss $1.02 itu gimana hitungan yg diperoleh ??

Arif   6 May 2021

@ Arif:

Trading di pair apa?
Jika trading pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD) dan Anda buy atau sell 0.01 lot, maka nilai per pip-nya adalah USD 0.1. Profit / loss = +USD 1.02, berarti Anda profit.
Besarnya profit Anda dalam satuan pip adalah = (USD 1.02) / (USD 0.1) = 10.2 pip (dalam hal ini broker menggunakan harga 5 digit).

Jika trading pada pair XAU/USD dan Anda buy atau sell 0.01 lot, maka nilai per pip-nya adalah USD 0.01. Profit / loss = +USD 1.02, berarti Anda profit sebesar = (USD 1.02) / (USD 0.01) = 102 pip.

 

M Singgih   9 May 2021

Jika saya ingin masuk depo $50 atau $100. Lebih cocok pakai Leverage berapa ?

Apakah Leverage ini mempengaruhi besaran Spread ?

Fernando   12 Aug 2021

@ Fernando:

Bisa menggunakan leverage yang besar agar marginnya kecil, misal 1:500 atau 1:1000.
Leverage tidak mempengaruhi besarnya spread. Besarnya spread ditentukan oleh broker.

 

M Singgih   14 Aug 2021

Modal 300$ enaknya pake leverage brp? titik traman klo kena margin call?

LiaMensen   29 Sep 2021

@ Liamensen:

Bisa menggunakan leverage yang besar agar margin atau jaminannya kecil. Dalam hal ini bisa menggunakan leverage 1:500 atau 1:1000.

Mengenai bisa cepat kena Margin Call (MC) atau tidak, tidak tergantung dari leverage yang digunakan, tetapi tergantung dari besarnya lot trading yang disesuaikan dengan ketahanan yang Anda inginkan. Jika ketahanan modalnya kecil maka bisa cepat kena MC kalau salah posisi.

Besarnya lot yang disesuaikan dengan ketahanan bisa dihitung menggunakan prinsip money management, yaitu tentukan risiko dulu kemudian hitung besarnya lot dengan cara position sizing.
Mengenai hal ini, silahkan baca: Cara Bermain Forex Aman Dengan Money Management

M Singgih   30 Sep 2021

Kalau modal $18 

Info Leverage yang baik berapa? Terima kasih

MOHAMAD YANDI   22 Jan 2022

Jika deposit 100 USD cocoknya pakai Levarege berapa ya? 

Iqbal Maulana   4 Feb 2022

@ Iqbal Maulana:

Untuk modal sebesar USD 100 bisa menggunakan akun micro dan trading dengan minimal 0.01 lot. Pilih leverage yang tinggi supaya margin atau jaminannya kecil. Anda bisa menggunakan leverage 1:1000 atau yang lebih besar.

Jika Anda trading pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD), maka dengan 0.01 lot ketahanan modal adalah sekitar: USD 100 / USD 0.1 = 1000 pip (Keterangan: USD 0.1 adalah nilai per pip untuk 0.01 lot pair XXX/USD).

Jika Anda trading pada pair XAU/USD, maka dengan 0.01 lot ketahanan modal adalah sekitar: USD 100 / USD 0.01 = 10000 pip (Keterangan: USD 0.01 adalah nilai per pip untuk 0.01 lot pair XAU/USD).

Mengenai hubungan antara leverage dan margin, silahkan baca:
Leverage Dan Margin Dalam Trading Forex

 

M Singgih   9 Feb 2022

@ Mohamad Yandi:

Untuk modal sebesar USD 18 sebaiknya menggunakan akun Cent dan trading dengan Cent lot. Pilih leverage yang tinggi supaya margin atau jaminannya kecil. Anda bisa menggunakan leverage 1:1000 atau yang lebih besar.

Mengenai hubungan antara leverage dan margin, silahkan baca:

M Singgih   9 Feb 2022

Kalau saya invest $100 dg pilihan laverage 1:200 dg 1:500 berapa pip ketahanan dana saya??

Trimakasih

Johan Dwi Putra   12 Feb 2022

Klo dana saya $4.200 berapa ratio leverage yg aman untuk di gunkan? Maaf sy pemula

YYJC   13 Feb 2022

@ Johan Dwi Putra:

Semakin besar leverage yang digunakan maka akan semakin kecil margin atau jaminan yang diperlukan untuk membuka posisi. Semakin kecil margin atau jaminan, maka akan semakin besar ketahanan modal Anda.
Untuk penjelasan mengenai hubungan antara leverage dan margin silahkan baca:
Leverage Dan Margin Dalam Trading Forex

Modal: USD 100.
Diasumsikan Anda trading EUR/USD sebesar 0.01 lot.

Dengan leverage 1:200 atau 0.5% dari nilai kontrak :

Jika Anda buy atau sell 0.01 lot EUR/USD pada harga 1.1300, maka margin yang diperlukan = (USD 100,000)  x 0.01 x 0.5% x 1.1300 = USD 5.65. (Keterangan: USD 100,000 adalah nilai kontrak dalam forex).

Ketahanan modal Anda = (USD 100 - USD 5.65) / USD 0.1 = 943 pip (Keterangan: USD 0.1 adalah nilai per pip untuk 0.01 lot EUR/USD).

Dengan leverage 1:500 atau 0.2% dari nilai kontrak :
Jika Anda buy atau sell 0.01 lot EUR/USD pada harga 1.1300, maka margin yang diperlukan = (USD 100,000)  x 0.01 x 0.2% x 1.1300 = USD 2.26.

Ketahanan modal Anda = (USD 100 - USD 2.26) / USD 0.1 = 977 pip.

 

M Singgih   15 Feb 2022

@ Yyjc:

Anda bisa menggunakan leverage 1:500 atau 1:1000. Semakin besar leverage yang digunakan maka akan semakin kecil margin atau jaminan yang diperlukan untuk membuka posisi.

Untuk penjelasan mengenai hubungan antara leverage dan margin silahkan baca: Leverage Dan Margin Dalam Trading Forex

M Singgih   15 Feb 2022

@Yuhandri Pane: Pilih leverage 1:500. Jangan lupa selalu menggunakan money management dalam setiap transaksi.

Kiki R   14 Apr 2022
Assalamualaikum,
mau nanya, saya pemula, terus waktu buat akun pertama kali, ada kolom leverage
yang mau saya tanya, bgaimana cara memilih skala leverage yang di sesuaikan dengan jumlah modal, semisal ; untuk modal kecil (1jtan) dengan kualitas trader adalah newbie, kira skala berap yang bagus di gunakan?
Trimakasih sebelumnya
Madao   19 Sep 2016

Dengan modal 300 USD, baiknya memilih leverage berapa ya pak?

Yuhandri Pane   14 Apr 2022

Berapa modal minimal kalau saya pakai leverage 1:400 dan order lot 0,10 di broker F*DD?

Thanks

Jaha   13 Jun 2022

@Jaha: Saya asumsikan akunnya standar, maka:

Volume = 0.1 lot

pergerakan harga per pips senilai $1.

Minimal modal $1000 agar dengan SL 20-50 pips masih masuk hitungan MM 1-3% ($10-$30).

Kiki R   13 Jun 2022
 Oji |  10 Jan 2018

Malem coach....mau nanya nih kalau misalnya ada pola candle three black crows/three white soldiers, untuk konfirmasi valid tidaknya pola tersebut apakah hanya dengan melihat closing 1 candle bar berikutnya? Apakah closing dibwh atau diatas  candle ke 3 dr pola tersebut? Mohon penjelasannya. Makasih

Lihat Reply [2]

@ Oji:

- … untuk konfirmasi valid tdknya pola tersebut apakah hanya dgn melihat closing 1 candle bar berikutnya?

Jawaban:

Tidak, harus dikonfirmasi juga dengan minimal 2 indikator, bisa MACD dan RSI. Agak berbeda dengan pin bar yang hanya 1 candle, pola three white soldiers dan three black crows terdiri dari 3 candle yang mencerminkan arah trend, jadi harus dikonfirmasi dengan indikator trend seperti MACD. Candle setelahnya bisa dilihat setelah terkonfirmasi oleh indikator.
Berikut contoh pada EUR/USD H4:



Pada A terbentuk pola three white soldiers. Candle berikutnya terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD bergerak diatas kurva sinyal dan OSMA diatas level 0.00) dan kurva indikator RSI diatas level 50.0, jadi masih bullish.

Pada B terbentuk pola three white soldiers. Candle berikutnya tidak terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD gagal menembus kurva sinyal dan OSMA masih dibawah level 0.00), jadi bullish tidak berlanjut.

Pada C terbentuk pola three black crows. Candle berikutnya terkonfirmasi oleh indikator MACD (kurva MACD bergerak dibawah kurva sinyal dan OSMA dibawah level 0.00) dan kurva indikator RSI dibawah level 50.0, jadi masih bearish.

- … apakah closing dibwh atau diatas  candle ke 3 dr pola tersebut?

Jawaban:
Mengenai closing candle berikutnya tidak harus ditunggu karena akan terlambat entry. Yang perlu dilihat adalah tertembusnya level tertinggi dari candle terakhir untuk pola three white soldiers, atau tertembusnya level terendah dari candle terakhir untuk pola three black crows. Tetapi candle berikutnya tidak menjamin validitasnya jika tidak terkonfirmasi oleh indikator.

M Singgih   12 Jan 2018
ok terimakasih atas penjelasannya coach....
Oji   12 Jan 2018
 Nenden Kusumawati |  2 Dec 2021

Selamat Siang...

Min...saya belajar trading otodidak berawal dr kekecewaan yg dilakukan oleh broker berjangka. Akhirnya saya cari tahu apa itu trading, dan langsung ketemu artikel inbizia. Mulai dari cara baca candlestick, dan arti dr setiap pola candlestick. Klo utk seusia saya 48th (emak2). Cara yg tepat utk melakukan entry bagaimana ya? yang sdh saya coba ketika Doji, morning star atau evening star. Adakah cara yg lebih tepat utk entry selain itu? Saya suka dg cara scalping M15 dan M30. Makasih...   

Lihat Reply [19]

@ Nenden Kusumawati:

- … Klo utk seusia saya 48th (emak2). Cara yg tepat utk melakukan entry bagaimana ya?

Cara entry tidak ditentukan oleh usia, tetapi pengetahuan dalam membaca arah trend dan price action.
Untuk penjelasan mengenai price action, silahkan baca: Trading Dengan Metode Price Action


- …. Adakah cara yg lebih tepat utk entry selain itu?

Secara umum, untuk entry amati arah trend, lihat apakah ada sinyal dari price action, dan konfirmasikan dengan indikator trend seperti moving average, parabolic SAR, ADX, MACD, Bollinger Bands.
Kalau sedang uptrend (bullish) maka entry buy, dan kalau sedang downtrend (bearish) maka entry sell, setelah ada sinyal dari price action.

M Singgih   3 Dec 2021

@Hestiana: Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengontrol emosi saat trading.

1. Membuat checklist atau daftar isi proses trading Anda.
Salah satu yang membuat kebingungan dan emosi pada saat trading disebabkan karena tidak adanya kejelasan (clarity) mengenai apa yang seharusnya Anda lakukan di market.

Oleh karena itu, checklist akan menjadi sarana Anda untuk menanyakan diri Anda kembali saat kebingungan di market.
Buatlah checklist parameter-parameter penting dalam trading Anda dan selalu ulangi setiap Anda entry.

Dengan cara ini, Anda bisa lebih jelas dan logis dalam trading.

2. Set-and-Forget. Setelah pasang pending order entry posisi, pasang SL dan TP lalu biarkan sampai salah satu terkena atau biarkan beberapa waktu. 

Atur waktu Anda agar jangan terlalu sering membuka chart.

Kiki R   8 Mar 2022

@Bibil Sidiq: Untuk entry sebaiknya dilakukan pada saat market sedang ramai yaitu di sesi London (Eropa) dan New York (Amerika).

Sesi London dan New York harga akan lebih volatil sedangkan pada sesi Tokyo (Asia) biasanya volatilitas tidak terlalu tinggi.

Jadi, untuk volatilitas tinggi Anda masuk di sesi London dan New York sedangkan untuk volatilitas rendah masuk di sesi Tokyo.

Kiki R   6 May 2022

@Pontjo_pontjo: Ini khusus untuk market kripto saja, karena forex tidak trading di weeked (sabtu/minggu).

Jawabannya ada, dilihat volumenya. Pada akhir pekan, harga biasanya volume mengecil namun harga bergerak cukup kuat.

Kiki R   29 Mar 2022

@Ardi Yanto: 

1. Cek apakah memenuhi syarat kriteria entry (sesuai trading plan)

2. Cek lot apakah sudah sesuai dengan risiko (sesuai MM)

3. Cek apakah ada berita/news besar yang akan terjadi sebentar lagi.

Poin 1 menekankan pada kedisiplinan sistem trading.
Poin 2 menekankan pada kedisiplinan menggunakan money management.
Poin 3 untuk pengendalian trade, biasanya kalau ada berita yang sangat kuat seperti suku bunga atau kebijakan bank sental, tidak disarankan entry karena sering terjadi spike (shadow panjang).

Kiki R   18 Apr 2022

@Tri Yoga W: Tipsnya buat jurnal setiap trading Anda dan setelah exit/close posisi, evaluasi hasil trading Anda.

Hanya dengan cara inilah Anda bisa dengan detail menentukan entry dan exit yang tepat.

Timing (waktu) inilah komponen yang paling sulit dari trading.

Kiki R   27 Apr 2022

kalau telat entry itu gimana masta, apa yang harus dilakukan?

Alga Santoso   28 Apr 2022

@Rizka Rahmah:

Selamat malam bu, sebelumnya saya luruskan terlebih dahulu seperti apa timing yang ibu maksud di sini. Soalnya ada timing yang juga berhubung langsung dengan level atau tempat terjadinya Entry. Ada juga timing yang berarti waktu untuk masuk trading setelah sinyal muncul. Keduanya ini berbeda berdasarkan jenis strategi yang digunakan.

Jika pertanyaannya mengacu pada timing yang berkaitan dengan level contohnya seperti terbentuknya Pin Bar pada Moving Average atau garis SnR sebagai penanda reversal ataupun penerusan. Maka timing perannya akan sangat penting di sini. Karena fatal akibatnya jika masuk terlalu cepat (Candle belum resmi ditutup) ataupun terlambat masuk meskipun hanya 1-3 candlestick saja. Saya sarankan lebih baik tidak usah dikejar entry-nya kalau seperti ini dan tinggalkan saja.

pin-bar-entry

Ada juga strategi-strategi jangka panjang yang tidak terlalu terpengaruh pada tempat terjadinya sinyal. Contohnya misalkan strategi trend following yang memanfaatkan Cross Over 2 buah Moving Average. Saat Cross Over ini terjadi, harga bisa saja berada di atas/bawah Moving Average ataupun berada di sekitaran Moving Average. Dalam hal ini tidak akan terlalu berdampak asalkan harga belum jauh dari posisi saat sinyal terbentuk.

ema-cross

Terima kasih, semoga dapat membantu.

Nur Salim   29 Apr 2022

@Alga Santoso: Telat entry adalah salah satu kesalahan yang sering trader lakukan.

Telat entry >> No entry (tidak ada entry)

Kenapa? Karena peluang akan selalu ada, besok, minggu depan, tahun depan market selalu ada.

Market forex sudah ada berpuluh-puluh tahun dan tetap eksis.

Telat entry 5 pips saja tentu akan berpengaruh terhadap rasio risk/reward Anda.

Misalnya yang seharusnya Anda masuk dengan risk/reward 1/2 (20 pips SL/40 pips TP), namun karena telat entry 5 pips, jadi risk reward menjadi 1/1.4 (25 pips/35 pips).

Poin pentingnya adalah pada diri Anda. Atur waktu Anda dan trading Anda agar kejadian telat entry tidak terulang.

Kiki R   29 Apr 2022

@Hafizal Fikrie: Untuk mengetahui waktu yang pas untuk entry dan exit makan Anda harus riset menggunakan jurnal trading.

Sebelum berbicara entry market, Anda harus membaca struktur market terlebih dahulu.

Marketnya sedang kondisi apa sekarang? Trending atau sideways? Lalu kalau sedang trend, trendnnya kuat atau lemah?

Setelah strutkur marketnya jelas, baru Anda menentukan level harga yang bagus untuk entry posisi.

Terakhir, apabila harga memberikan signal positif atau signal valid pada level harga tersebut, baru Anda masuk market.

Jadi prosesnya: Struktur market >> Level >> Signal

Itu untuk proses entry.

Untuk exit, Anda harus meriset juga. Ada trial-and-error (percobaan) untuk melihat seperti apa yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan exit yang optimal.

Entry dan exit ini sangat bervariasi setiap trader sehingga Anda harus menggunakan jurnal sebagai patokan riset Anda.

Tanpa jurnal maka evaluasi proses trading Anda menjadi sangat sulit karena tidak ada data yang konkrit yang dianalisa.

Kiki R   11 May 2022

Cara mengetahui kapan waktu yang pas untuk entry dan exit?

Hafizal Fikrie   11 May 2022

Min, mohon info waktu yang pas untuk entry ketika volatilitas tinggi dan volatilitas rendah?

Bibil Sidiq   4 May 2022

seberapa penting sebenarnya timing yang baik dibutuhkan saat Entry pak? kadang karena tidak memantau market setiap saat sinyal jadi sering terlewat yang akhirnya bikin tidak bisa masuk atau malah masuk asal-asalan.

Rizka Rahmah   29 Apr 2022

Hal-hal apa yang perlu di perhatikan sebelum melakukan entry?

Ardi Yanto   14 Apr 2022

Tips menentukan waktu yg pas untuk entry dan exit?

Tri Yoga W   25 Apr 2022

Apakah ada perbedaan trading di akhir pekan dibandingkan di hari2 biasa dari segi marketnya?

Pontjo_pontjo   28 Mar 2022

Min, mohon info tips atau cara yang benar untuk mengontrol emosi saat trading forex? Trims

Hestiana   8 Mar 2022

Cara entry yang paling bagus untuk pemula apa ya?

Joni   17 Jun 2022

@Joni: Tidak ada satu jawaban pasti mengenai hal ini karena setiap orang punya cara yang berbeda-beda.

Sebagai contoh, sekelompok trader menjawab dengan price action dan kelompok lain menjawab dengan BBMA. Dua-duanya benar selama profitable.

Oleh karena itu, jawabannya adalah kembali kepada apa yang Anda gunakan sekarang.

Saya pribadi menggunakan price action, maka jawaban saya adalah price action. Lalu bagaimana cara entry menggunakan price action:

3 hal: Struktur, Level, Signal

1. Tentukan struktur harga yang sedang terjadi

2. Tentukan level harga mana sebagai area entry

3. Tentukan parameter apa sebagai signal untuk entry market

3 hal inilah yang menjadi poin penting dalam setiap keputusan entry menggunakan metode price action.

Kiki R   21 Jun 2022
 Sindu Aji |  15 Mar 2020

Mohon info Perbedaan MT4 vs MT5, manakah yang cocok untuk pemula?

Lihat Reply [18]

Tidak perlu. ada tinggal login dengan ID dan pasword yang di berikan oleh broker tersebut.

/


/

Klik File dan Masukan Id dan Paswordnya

Thanks

Basir   29 Apr 2021

@ dody:

Tidak harus download dan instal MT4 lagi. Kalau Anda sudah daftar akun real dan mendapatkan login number dan password, maka MT4 yang untuk demo dari broker yang sama bisa digunakan.
Dalam hal ini Anda harus deposit dana dahulu agar MT4-nya aktif atau bisa ditradingkan.

M Singgih   9 May 2021

Waktu yang ada pada platform MT4 untuk setiap broker kadang-kadang memang berbeda. Ini disebabkan oleh letak server dari broker yang bisa berbeda-beda.

 

M Singgih   15 Mar 2021

Apakah waktu servernya mengikuti jam Indonesia? Daerah saya menggunakan waktu WITA...apa perlu setting manual pak?

Randu   19 Mar 2021

@ Randu:

- Apakah waktu servernya mengikuti jam Indonesia?

Tidak, tetapi mengikuti zona waktu server broker.

- Daerah saya menggunakan waktu WITA...apa perlu setting manual pak?

Kalau platform Metatrader tidak bisa diubah setting waktunya. Jadi kita harus tahu selisihnya dengan waktu di lokasi kita.

 

M Singgih   21 Mar 2021

@Sindu Aji: Dua2nya cocok untuk pemula. MT4 dan MT5 hampir mirip cara menggunakannya.

MT4 banyak digunakan oleh para trader yang menggunakan robot/EA.

Kalau Anda trading manual (tanpa EA/robot), saran saya lebih baik Anda gunakan MT5.

Kiki R   16 Mar 2020

@Budi_anto: Berikut kelebihan MT5 dibandingkan MT4:

  • MT5 lebih cepat dari pendahulunya.
  • MT5 bisa digunakan untuk trading saham.
  • MT5 lebih user friendly dengan ikon yang lebih besar
  • Programming MQL di MT5 lebih canggih dan cepat, parameternya mirip dengan C++.
  • Sistem order di MT5 berbeda jauh dengan MT4. Sudah menerapkan prinsip FIFO.
Kiki R   22 Mar 2022

@Alexis Koen: Perbedaan utamanya dari bahasa program keduanya. Ctrader didukung bahasa program C# sedangkan MT4 didukung bahasa program MQL4.

Selain itu, masih banyak perbedaan lainnya contohnya dari segi interface pengguna, kedalaman pasar dan tingkat kostumisasinya.

Kiki R   22 Mar 2022

apakah semua boker sudah menawarkan cTrader master?
dan menurut master sendiri, lebih baik mana antara cTrader vs MT4 untuk trader indonesia? Mohon info master. Trims

Alexis Koen   24 Mar 2022

secara penggunaan lebih mudah mana ya master antara MT4 vs MT5?
Terima kasih

Budi_anto   24 Mar 2022

@Budi_anto: Dua-duanya mudah digunakan dan kalau Anda bisa di MT4, pasti akan bisa di MT5 (begitupun sebaliknya) karena icon dan penempatan tools-nya hampir sama persis.

Saya sarankan pakai MT5, fitur-fiturnya sudah ditingkatkan.

Kiki R   24 Mar 2022

@Alexis Koen: Belum semua, hanya beberapa broker yang menyediakan platform cTrader.

Dua-duanya unggul dari sisi yang berbeda.

  • MT4 unggul dari sisi kesederhaan penggunaan, fleksibilitas, tools bawaan dan EA.
  • Ctrader unggul dari tampilan muka, fungsi kedalaman market, indikator dan time frame yang lebih kompleks dan eksekusi order yang lebih baik.

Saya pribadi sudah terbiasa dengan metatrader, karena waktu awal kena trading (2012) cTrader belum populer dan metatrader jadi pilihan utama.

Untuk trader Indonesia, saya sarankan metatrader karena hampir semua broker menyediakannya sedangkan ctrader tidak.

Jika Anda baru memulai, saya sarankan mencoba keduanya dan membandingkannya secara langsung.

Kiki R   24 Mar 2022

@Kartika Tiara:

Selamat malam juga bu. Kalau memang untuk keperluan membuat robot sendiri atau sekedar menguji sistem trading yang sedang dirancang, maka ada banyak Platform bahkan program Third Party yang lebih unggul dari MT4 dan MT5. Salah satu yang terkenal karena kemudahannya serta fitur yang lengkap adalah TradeStation. Hanya saja memang agak sulit untuk bisa mengakses Platform tersebut karena regulasi yang ditetapkan untuk mendaftar akun cukup rumit. Untuk program yang terkenal dan banyak digunakan saat ini terutama di Indonesia memang ada pada MT4 dan MT5.

Mengenai mana yang lebih baik dari MT4 dan MT5 sendiri menurut saya dua-duanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kelebihan MT4:

- Sumber informasi dan pembelajaran sangat lengkap serta telah banyak beredar di Internet baik itu gratis ataupun berbayar.

- Proses pemrograman sendiri tergolong mudah untuk dipelajari baik untuk pemula ataupun yang sudah mahir. 

- Disupport oleh banyak komunitas sehingga memudahkan jika ada kesalahan atau kebingungan yang tidak bisa dipecahkan sendiri.

- Dukungan dari broker sangat luas mengingat Platform ini sangat terkenal.

Kelebihan MT5:

- Tampilan data hasil pengujian jauh lebih lengkap dari MT4

- Fitur dasar yang digunakan untuk kepentingan pembuatan EA lebih lengkap dari MT4

- Proses pengolahan data lebih baik dibandingkan MT4

- Instrument yang dipilih lebih banyak

Untuk kekurangannya sendiri bisa disimpulkan sendiri berdasarkan kelebihan dari masing-masing Platform seperti pada MT4 penyajian data hanya terbatas pada Equity Curve dan beberapa parameter pengukuran saja, instrumen yang dapat digunakan terbatas. Dan untuk MT5 seperti proses pembelajaran yang sulit karena kurangnya informasi dan dukungan komunitas, bahasa pemrograman baik dari syntax cenderung lebih rumit dari MT4, dll

Kesimpulan saya sih, jika masih dalam tahap awal pembelajaran membuat robot trading sendiri saya sarankan untuk memulai dengan MT4. Di sini nanti ibu bisa belajar dasar pemrograman dan struktur serta bagaimana sebuah robot itu berjalan. Jika sudah mampu atau mahir, baru bisa pindah ke MT5 untuk proses pembuatan yang lebih kompleks namun lebih mudah untuk menganalisa hasil yang didapatkan. Sebagai perbandingan dari salah satu poin yang saya jelaskan berikut gambaran hasil dari backtest robot yang dilakukan di MT4 dan MT5:

MT4:

ea-mt4

MT5:

ea-mt5

Nur Salim   31 Mar 2020

Selamat malam, saya ingin belajar untuk membuat robot sendiri dan kemudian dijalankan sendiri. Platform yang baik untuk memulai yang mana ya? MT4 atau Mt5?

Kartika Tiara   30 Mar 2020

Waktu pada MT4 broker satu berbeda 1 jam dengan yang lain. Apakah memang demikian? Apakah watu pada mt4 setiap broker sama?

Zulhelmi   12 Mar 2021

mas sy sudah punya mt4 untuk demo dan sekarang sy ingin buka yg real apa sy harus download mt4 lg. makacih

Dody   29 Apr 2021

Apa perbedaan utama dari cTrader vs MT4?

Alexis Koen   22 Mar 2022

Apa kelebihan trading dengan menggunakan MT5 dibandingkan MT4?

Budi_anto   22 Mar 2022
 Ine Agustina |  28 Mar 2019

Platform trading apa yang paling cocok digunakan untuk trader pemula?

Lihat Reply [5]

@ Bobi Syah:

Yang paling penting periksa regulasi dari broker tsb. Demi keamanan trading dan dana Anda, kami sarankan untuk memilih broker yang sudah diregulasi oleh badan regulator yang kredibel secara internasional, yaitu: : CFTC, NFA, FCA, FSA, FINMA, MiFID, ASIC dan FMA.

Badan regulator yang kredibel adalah yang telah teruji dan diakui dunia, dan memberikan sanksi dengan tegas kepada broker jika ternyata melanggar ketentuan yang telah disepakati. Badan regulator tersebut juga bertanggung jawab terhadap keamanan dana klien.

Setelah regulasi, bandingkan spesifikasi yang ditawarkan seperti minimal deposit, kemudahan deposit dan withdrawal, platform yang digunakan dan spread yang ditawarkan.

 

M Singgih   10 Dec 2021

@Ine Agustina: Platform metatrader. Bisa gunakan metatrader 4 atau metatrader 5.

Platformnya populer, interfacenya bagus, mudah dioperasikan dan hampir semua broker menyediakan platform ini.

Alternatif lainnya adalah cTrader.

Kiki R   31 Mar 2019

Menjawab pertanyaan cTrader, MIFX tidak menyediakan platform trading cTrader. Informasi lengkap terkait platform trading yang disediakan MIFX dapat dilihat di halaman ini

MIFX Support   9 May 2022

Saya pengguna platform cTrader, dan saya ingin trading di broker Monex. Apakah tersedia?

Teguh S   15 Nov 2021

Ketika mendaftar ke broker, fitur trading apa yang paling perlu diperhatikan dan paling penting untuk trader forex?

Bobi Syah   9 Dec 2021
 

Komentar @inbizia

harusnya artikel berjudul "Menggunakan Pola Candlestick Three Inside Up Dan Three Inside Down" langsung diberi linknya min biar g nyari dulu aku nya :-(
 Chyntya |  5 Jun 2020
Halaman: Pola Candle Terbaik Penanda Reversal
@Dhimas: Untuk akurasi murni menggunakan pola candlestick, time frame yang lebih besar lebih besar akurasinya daripada time frame dibawahnya, contohnya akurasi pola candlestick di Daily lebih besar daripada di time frame H1.

Management resiko sebaiknya mengikuti aturan maksimal 2% resiko dari modal. 
 Kiki R |  14 Jul 2020
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Bantu jawab ya. Pengaruh kok. Ada broker yang bisa membantu para trader pemula baca chart, meng-assist klien satu-satu, ada juga yang membiarkan nasabahnya trading sesuka hati karena mereka sudah pro...
 Satriya |  21 Dec 2020
Halaman: Panduan Memilih Broker Ideal Menurut Kondisi Trading
Terima kasih artikelnya. Sangat bermanfaat. Untuk trader pemula mungkin lebih baik pakai eksekusi market aja kali ya, soalnya saya pernah nyoba yang instan pas pertama kali trading dan bikin bingung.
 Tumini |  23 Dec 2020
Halaman: Pilih Mana Eksekusi Market Atau Eksekusi Instan
Trader pemula sukanya langsung pengen buru-buru ke akun riil, kayak saya ini hehe. Baru tahu kalau harus latihan di akun demo sampai 6 bulan.... lamanya.....
 Newbie Trader |  19 Jan 2021
Halaman: Kesalahan Trader Pemula Paling Fatal Apa Sajakah Itu

"Namun sebaiknya jangan asal mengikuti bonus sebelum Anda benar-benar paham bagaimana syarat dan ketentuannya."
^
bener banget. Soalnya masih banyak trader pemula yang ga baca syarat dan ketentuan, eh pas bonusnya ga bisa di-withdraw malah bilang broker-nya scam.
 Bogel |  22 Feb 2021
Halaman: Cara Tepat Memanfaatkan Bonus Trading Broker Forex

Kamus Candlestick

Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Evening Star
Evening Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap naik dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sama). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bearish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bearish reversal-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Shooting Star
Shooting Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick dan terjadi di puncak uptrend. Formasi candle terdiri dari body yang kecil dan shadow atas panjang, sementara shadow bawahnya jauh lebih pendek atau bahkan tidak ada. Semakin panjang shadow atas dan semakin kecil body-nya, maka semakin valid pula formasi Shooting Star. Sinyal bearish terkonfirmasi apabila candlestick berikutnya dibuka lebih rendah dari body Shooting Star.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Komentar[2]    
  Gema G.   |   8 Jun 2022

Apakah ketika ada gap harga, suatu saat gap tersebut pasti akan tertutup? Soalnya chart BTC di investing.com masih ada gap di harga $20,000-an

  Tama   |   8 Jun 2022

Wih ngeri dong gan kalo harus ketutup.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip