Belajar Pola Rising Wedge dan Falling Wedge

Abideva 7 Jul 2022
Dibaca Normal 5 Menit
forex > belajar >   #falling-wedge   #pola-wedge   #rising-wedge
Pola Rising Wedge dan Falling Wedge merupakan sinyal penerusan trend harga yang dianggap cukup akurat. Bagaimana bentuk pola dan cara tradingnya?
DI

Sebagai trader pemula, rasanya ada banyak sekali pola chart dan indikator yang perlu kita pahami sebelum memasang posisi BUY atau SELL dengan tepat. Bukan cuma untuk mengolah strategi, tetapi soal timing, mengenali sinyal palsu, sampai mendapatkan pip terbesar pada setiap keputusan entry. Pola chart juga memerlukan pemahaman dan ketelitian. Beberapa pola terdengar rumit, tetapi banyak lainnya yang sederhana dan bisa digunakan sebagai sinyal posisi.

Nah, kali ini kita akan membahas sepasang pola chart yang banyak dipakai trader profesional dalam mengenali arah pergerakan harga, yaitu pola Rising Wedge dan Falling Wedge.

 

Apa Itu Rising Wedge dan Falling Wedge?

Dalam pengertiannya, pola Wedge merupakan pola yang menunjukkan timbulnya jeda atau rehat aktivitas pasar saat terjadi tren. Pola ini popular digunakan di berbagai platform dan instrumen trading, termasuk Forex dan Crypto.

Saat tren sedang naik tetapi kemudian trennya melandai, berarti terjadi pelemahan aktivitas beli. Begitu pun sebaliknya; ketika tren sedang turun tetapi percepatan penurunannya dalam grafik mulai terlihat melandai, berarti sedang terjadi pelemahan aktivitas jual. Pola Wedge sering kali jadi pengamatan utama para trader kawakan karena di ujung sebuah pola Wedge, seorang trader dapat memutuskan apakah akan memasang posisi Entry atau tidak.

 

Formasi Rising Wedge

Pola Rising Wedge terbentuk ketika terjadi konsolidasi, di mana aksi harga di pasar membuat garis Support miring ke atas dengan kemiringan lebih terjal ketimbang garis Resistance. Karena menandai pelemahan transaksi atau terjadi jeda aktivitas di pasar, maka dalam grafik Pola Rising Wedge digambarkan seperti Waji (Wedge) yang terbentuk dari kedua garis Support dan Resistance. Karena kemiringan salah satu sisinya lebih landai daripada yang lain, maka pada suatu titik akan terjadi peruncingan sehingga mendekati titik temu (Apex).

Simak contoh gambar berikut:

Pola Rising Wedge
Terlihat dalam gambar, kemiringan garis Support lebih terjal atau lebih tinggi ketimbang garis Resistance. Artinya, titik Support yang lebih tinggi perlahan-lahan mulai terbentuk, dan pada suatu titik akan menembus Apex. Dalam kondisi ini, titik-titik higher low terbentuk lebih cepat ketimbang titik-titik higher high atau Resistance baru. Rising Wedge sering terjadi saat harga dalam perjalanan downtrend, sehingga fenomena ini menggambarkan proses konsolidasi harga. Penembusan ke arah bawah mengindikasikan penerusan tren bearish.

Inilah yang menjelaskan mengapa Rising Wedge sejatinya adalah pola penting yang menandakan pasar sedang "beristirahat" dari pelemahannya. Berakhirnya pola Rising Wedge bisa menjadi waktu yang tepat bagi trader untuk mengambil posisi sell. Penurunan harga yang terjadi setelah penembusan berjarak kira-kira sama dengan tinggi Pola Wedge yang terbentuk sebelumnya.

Baca juga: Trading Menggunakan Pola Pennant Bearish Dan Bullish

 

Formasi Falling Wedge

Karena sifatnya masih termasuk pola Wedge, pola Falling Wedge sejatinya juga merupakan sinyal penerusan tren. Dalam proses konsolidasi harga di pasar, titik-titik Support yang lebih rendah terbentuk seiring dengan titik-titik Resistance yang juga menurun. Jika ditarik garis lurus, maka pola kemiringan titik Support akan tampak lebih landai, sementara garis di titik-titik Resistance tampak curam atau terjal.

Pola Falling Wedge

Sama seperti Rising Wedge, pola Falling Wedge menandakan terjadinya koreksi tren. Bedanya, Falling Wedge merupakan koreksi dari sebuah uptrend. Jadi apabila harga kemudian melakukan penembusan ke arah atas, maka trader dapat membuka open buy untuk memanfaatkan sinyal penerusan tren naik.

Baca juga: Teknik Trading Forex Sesuai Arah Trend

 

Bagaimana Menggunakan Pola Wedge dalam Strategi Trading?

Cara menggunakan pola Rising Wedge dan Falling Wedge dalam trading sebenarnya sederhana saja. Sesuai indikasi breakout yang telah disiratkan di atas, trader dapat memanfaatkan penembusan harga dari Support Rising Wedge atau Resistance Falling Wedge untuk membuka posisi searah tren utama. Sebagai konfirmasi, trader dapat menggunakan indikator tambahan atau metode price action agar tidak terjebak sinyal palsu.

Chart di bawah ini memperlihatkan terbentuknya pola Falling Wedge di tengah uptrend. Karena kondisi tersebut, posisi yang ideal untuk disiapkan adalah buy setelah harga breakout dari garis resistance. Sebagai konfirmator sinyal, digunakan indikator momentum untuk mengukur kekuatan tren dan pengamatan pola candlestick.

Strategi falling wedge

Terlihat bahwa saat harga menembus resistance Falling Wedge, indikator momentum berada di atas level 100, yang menandakan momentum uptrend masih solid. Dalam hal ini, harga berpeluang besar melanjutkan arah pergerakan ke atas. Di saat yang sama, pola candlestick yang terbentuk pada breakout adalah bullish marubozu. Pola ini merupakan salah satu formasi terbaik yang menandakan kekuatan buyer di pasar.

 

Rising Wedge dan Falling Wedge adalah dua contoh dari sekian banyak pola chart yang diperhatikan trader untuk mencari sinyal entry. Selain kedua pola tersebut, masih banyak formasi penting yang bisa mengindikasikan pembalikan atau pembalikan harga. Semuanya terangkum di Teknik Analisa Chart Pattern dalam Strategi Trading Forex.

Terkait Lainnya
 

Kirim Komentar Baru