Beragam Dampak Kurs Rupiah Melemah

Anna 17 Dec 2014 59823
Dibaca Normal 5 Menit

Depresiasi, atau penurunan nilai tukar (kurs) suatu mata uang, seringkali dipandang negatif. Kenapa? Padahal sebenarnya, ada juga yang diuntungkan.



Kemerosotan kurs Rupiah hingga nyaris 13,000 per Dolar beberapa hari belakangan telah menjadi berita terpanas menjelang akhir tahun. Beragam faktor menjadi penyebab kurs Rupiah melemah; diantaranya fundamental ekonomi Indonesia yang masih rapuh serta sentimen regional Asia dan negara-negara berkembang yang memburuk dan berakibat pada pelarian modal ke luar negeri.

Depresiasi, atau penurunan nilai tukar (kurs) suatu mata uang, seringkali dipandang negatif. Kenapa? Padahal sebenarnya, ada yang diuntungkan dan ada pula yang dirugikan. Kurs Rupiah melemah memiliki beragam implikasi bagi masyarakat, baik perusahaan maupun individual.

 

1. Nilai Gaji Dalam Dolar AS Meningkat

Tanpa perlu dijabarkan sekalipun, fakta ini sudah umum dipahami. Kurs Rupiah melemah membuat nilai gaji dalam bentuk Dolar AS atau mata uang asing lainnya jadi meningkat saat ditukarkan dengan Rupiah. Kiriman bulanan TKI sebesar 500 USD ke keluarganya di Indonesia, misalnya. Saat kurs Rupiah 12,000 per Dolar AS maka jumlah itu hanya akan setara dengan sekitar 6 juta Rupiah; tetapi bila kurs Rupiah melemah hingga 13,000 per Dolar AS maka nilainya akan meningkat jadi sekitar 6,5 juta Rupiah.

Kurs Rupiah Melemah - ilustrasi

(Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini)

Ini dengan sendirinya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga Indonesia yang kebetulan kerabatnya bekerja di luar negeri, sekaligus membuat makin banyak orang berkeinginan untuk menjadi TKI.

 

2. Meningkatkan Daya Saing Produk Made In Indonesia di Luar Negeri

Sudah umum diketahui juga bahwa dengan kurs Rupiah melemah, harga produk Indonesia akan makin murah bagi konsumen yang berdomisili di luar negeri. Secara teoritis, hal ini bisa meningkatkan pangsa pasar bagi produk-produk Made In Indonesia. Selain itu, perusahaan berorientasi ekspor menerima pembayaran dari luar negeri dalam bentuk Dolar AS yang nilainya semakin tinggi seiring melemahnya Rupiah. Dengan sendirinya, kondisi ini bisa meningkatkan ekspor Indonesia.

Produk Indonesia di Jepang

Jajaran bumbu-bumbu instan produk Indonesia di salah satu toko di Jepang. Nampak label harga dalam Yen.



Meningkatnya daya saing produk Made In Indonesia di luar negeri ini berpotensi memicu ekspor Indonesia dan menguntungkan perusahaan-perusahaan berorientasi ekspor jika biaya produksi barang-barang ekspor itu sendiri bisa dijaga dalam kisaran normal dan produk Indonesia disukai di luar negeri.

 

3. Harga Barang Impor Naik

Salah satu dampak yang langsung terasa saat kurs Rupiah melemah adalah kenaikan harga barang-barang impor. Sebagian besar perdagangan luar negeri Indonesia dijalankan dengan perantaraan Dolar AS, sehingga mahalnya Dolar AS akan membuat harga barang impor juga makin mahal. Apakah ini bagus?

Bagi barang-barang impor dari jenis barang konsumsi, mungkin bagus. Katakanlah harga buah-buahan impor naik, misalnya, maka orang mungkin akan tertarik untuk membeli buah-buahan lokal yang lebih murah dan segar. Jika masyarakat lebih suka buah lokal, maka impor buah pun akan turun. Pendapatan importir buah ikut anjlok, tetapi di saat yang bersamaan akan menggeser rejeki bagi petani dan pedagang buah lokal.

Namun, kenaikan harga barang impor ini akan buruk sekali bagi industri yang berbahan baku impor, misalnya industri Tempe dan Tahu. Kebutuhan kedelai Indonesia sebagian besar dipenuhi dari impor, sehingga bila kurs Rupiah melemah terus menerus, maka harga kedelai akan makin menjulang tinggi, dan dampaknya harga Tempe dan Tahu naik, serta industrinya terancam gulung tikar.

Industri Tempe

Industri Tempe Rumahan

Semakin banyak industri berbahan baku impor di Indonesia, maka dampak kurs rupiah melemah terhadap perekonomian akan semakin berat. Selain karena perusahaan-perusahaan di industri itu terancam tutup, para pegawainya bisa di-PHK, dan pertumbuhan ekonomi juga terancam melambat. Padahal, jumlah industri berbahan baku impor ini banyak sekali, bukan hanya industri Tempe dan Tahu.



 

4. Beban Hutang Negara Dan Swasta Makin Berat

Guna menjalankan pembangunan negara, pemerintah seringkali perlu berhutang, baik secara langsung ke lembaga atau negara tertentu, maupun dengan menerbitkan obligasi (surat utang). Perusahaan-perusahaan swasta pun seringkali perlu berhutang dulu untuk mengembangkan usahanya. Jika hutang-hutang ini dilakukan dalam bentuk Dolar AS, maka pengembaliannya pun harus dilakukan dengan mata uang yang sama, walaupun kurs Rupiah saat pengembalian hutang berbeda dengan saat pemberian hutang.

Umpamakan perusahaan X berhutang 1 juta USD saat kurs Rupiah masih 12,000 per Dolar AS, atau dengan kata lain ia akan mendapatkan dana segar dari sumber hutang sebesar 12 milyar Rupiah. Perjanjiannya, satu tahun kemudian ia harus mengembalikan hutang 1 juta USD itu plus bunga 2% (20,000 USD). Di awal perjanjian, ia mungkin mengira hanya perlu mengembalikan 12 milyar Rupiah plus bunga 240 juta Rupiah. Tetapi bila saat jatuh tempo pengembalian hutang tiba ternyata kurs Rupiah melemah hingga 13,000 per Dolar AS, maka besar jumlah yang harus dikembalikan perusahaan X tersebut adalah 13 milyar Rupiah plus bunga 260 juta Rupiah. Atau dengan kata lain, beban hutangnya berlipat ganda dari pinjaman awal.

Saat krisis tahun 1997/1998 dulu, sebagian besar hutang Indonesia, baik hutang negara maupun hutang swasta, berbasis Dolar Amerika Serikat. Akibatnya, ketika kurs Rupiah melemah drastis, maka perekonomian langsung kolaps. Namun selama beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah lebih banyak berhutang dalam Rupiah, sehingga risiko krisis jadi lebih kecil. Walaupun demikian, sebagian hutang Pemerintah Indonesia masih ada yang berdenominasi Dolar AS, begitu pula banyak sekali hutang-hutang perusahaan swasta dalam mata uang tersebut, sehingga ketika kurs Rupiah melemah akan tetap terasa efeknya.

Demikianlah sejumlah pengaruh signifikan yang menjadi dampak kurs Rupiah melemah. Positif atau negatifnya pelemahan nilai tukar bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Selain empat poin diatas tersebut juga ada sejumlah efek minor lain yang mungkin timbul. Namun dampaknya bagi negara merupakan gabungan dari semua dampak negatif dan positif itu, sehingga ibarat penjumlahan dan pengurangan dalam matematika, apakah menguntungkan atau merugikan hasil akhirnya akan tergantung pada lebih banyak mana antara positif dan negatifnya, dan itupun bervariasi antar sektor ekonomi.

Forum

Rendy (29 Oct 2020)

Salam sejahtera mastah, saya mau tanya, rencana modal saya 50$ dengan ketahanan poin 400 pips, anggap saja dalam 1 transaksi saya stoploss 50 pips, dan saya akan daftar ke akun mikro dengan spesifikasi yang tertera adalah leverange 1:1000, Margin call 40%/10%. Saya harus menggunakan lot berapa? Jika seandainya loss terus,...

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 3    

Alif
15 DEC 2015
bilang ke presiden biar kurs rupiahnya bisa ke angka Rp250/US$!
Alif
15 DEC 2015
beri aja kabar kursnya dinaikin jadi Rp250/US$!
Juminten
19 OCT 2016
denominasi Rp.. ilangin nol nya 3.. beres dah


Kirim Komentar/Reply Baru
Fakta Dinar Si Mata Uang Terkuat Di Dunia
Fakta Dinar Si Mata Uang Terkuat Di Dunia
Yulinda   9 Oct 2020   1153  
Supaya Buy Stop Dan Sell Limit Tereksekusi Bersamaan
Mohon bantuannya,bagaimana supaya po buy stop dan sell limit bisa tereksekusi secara bersamaan,misalnya di titik 1.09050, sudah saya coba menambah dan mengurangi spread tetap saja tidak berhasil. Saya pakai broker fbs dengan fix spread EURUSD 30 pips.

Jacob 28 Jan 2016

Reply:

Basir (29 Jan 2016 08:50)

Untuk Jacob...

Untuk Bisa tereksekusi Pending Order yang anda harapkan, hal yang paling utama harus ada tekanan Sell dan Buyer yang sangat kuat. Hal ini anda bisa saksikan dichart  yang mirip jarum pentul.

Namun demikian trader tak bisa memastikan tekanan ini. Trader bisa mengantisipasi dengan data-data high yang akan dirilis seperti data NFP AS, suku bunga dan yang lainnya. Atau adanya data yang di rilis secara bersamaan semisal dari kawasan Euro dan AS, yang selang waktunya tidak terlalu jauh.

Thanks.

Dede Mistar (30 Jan 2016 21:39)

oh ya sudah

M Singgih (04 Feb 2016 10:43)

@ Jacob:
Anda tentu bermaksud hedging pada waktu dan harga yang sama, atau open buy dan open sell pada harga yang sama dan diwaktu yang bersamaan. Setahu saya hedging pada harga yang sama masih bisa, tetapi kalau eksekusinya pada waktu yang bersamaan tidak diperkenankan karena order Anda akan ambiguous atau tidak jelas.
Misal pada jam 01:00:00 Anda buy EUR/USD pada harga 1.09050, tetapi pada jam 01:00:00 juga Anda sell EUR/USD pada harga 1.09050. Software dari broker akan me-reject order tsb meskipun broker FBS memperbolehkan hedging. Dalam hal ini spread tidak berpengaruh karena Anda menggunakan pending order, jadi kalau harga sudah persis seperti yang Anda inginkan order Anda akan tereksekusi.

Ada 3 alternatif agar supaya bisa menggunakan cara tersebut, yaitu:
1. Pending order dilakukan tidak dalam waktu yang bersamaan. Misal buy stop dahulu, setelah tereksekusi baru pasang sell limit pada harga yang sama. Kelemahan cara ini adalah Anda akan gagal jika harga tidak bergerak kembali ke level yang Anda inginkan.
2. Pakai akun yang berbeda tetapi masih di broker yang sama (kalau belum punya Anda bisa buka akun lagi) sehingga pergerakan harganya akan sama. Dalam hal ini di akun pertama Anda pasang order buy stop EUR/USD di harga 1.09050, dan di akun ke 2 Anda pasang order sell limit EUR/USD di harga 1.09050.
3. Sama seperti cara 2 tetapi pakai 2 broker yang berbeda (jika mungkin Anda kesulitan membuka 2 akun di broker yang sama). Kelemahan cara ini adalah pergerakan harga antara broker 1 dan broker 2 mungkin saja tidak persis sama sehingga mungkin tidak mendukung strategi yang akan Anda jalankan.
Jadi yang paling aman adalah pakai cara ke 2.

By the way saya jadi teringat cara yang mirip seperti ini yang diterapkan untuk strategi trading balance yang merupakan pengembangan dari carry trade..

Jacob (04 Feb 2016 14:49)

Benar sekali pak m singgih,seringnya buystop yang kena duluan,padahal harga sudah melewati sell limit,dan sebelum kena sell limit harga sudah turun duluan,jadi saya harus eksekusi secara manual.
Daftar Swift Code Bank Indonesia
Daftar Swift Code Bank Indonesia
Sistem   5 Aug 2020   6960  
Konversi Indonesian Rupiah
Konversi Indonesian Rupiah
Sistem   5 Aug 2020   3385  
Suku Bunga Deposito Bank
Suku Bunga Deposito Bank
Sistem   5 Aug 2020   2439  
Kalkulator Kurs
Kalkulator Kurs
Sistem   15 Jun 2020   6033  
Kurs Rupiah Hari Ini
Kurs Rupiah Hari Ini
Sistem   11 Jun 2020   8160  
Sosok Pahlawan Indonesia Di Mata Uang Rupiah
Sosok Pahlawan Indonesia Di Mata Uang Rupiah
SAM   19 Sep 2016   22689