Bisakah Menentukan Support Resistance Akurat dengan MA?

Fatma Adriana 12 Jan 2022Dibaca Normal 9 Menit
forex>indikator>   #support-resistance   #support   #resistance
Selain menunjukkan trend, benarkah MA juga bisa diaplikasikan untuk menentukan Support Resistance akurat? Strategi apa yang sebaiknya digunakan?

Tak ada yang menampik jika Support dan Resistance adalah salah satu komponen terpenting dalam analisa trading. Yang jadi dilema adalah, bagaimana cara menentukan Support Resistance akurat dan bisa diandalkan?

Hal ini jadi pertimbangan khusus lantaran banyaknya cara menarik garis Support dan Resistance. Apalagi, setiap trader bisa memiliki persepsi Support dan Resistance yang berbeda-beda. Metode paling simpel biasanya adalah dengan melihat titik-titik tertinggi (High) dan terendah (Low) harga, atau menggunakan level bulat sebagai acuan. Namun pada prakteknya, ada juga yang menggunakan Fibonacci atau bahkan Pivot Point yang cara penempatannya tidak harus "dikira-kira" sendiri.

Support Resistance dinamis

Dari sini, kemudian muncul juga penggunaan indikator trend sebagai Support Resistance, khususnya yang berupa garis dinamis seperti Moving Average (MA). Trader tidak perlu repot-repot mengidentifikasi Swing High dan Low untuk menarik Support Resistance, karena indikator bisa tinggal dipasang di chart dan tampil secara otomatis. Tidak perlu pula trader sibuk memikirkan apakah garis Support Resistance yang ditarik sudah akurat atau belum, ataupun rutin mengupdate level ketika harga mengalami perubahan dinamika pergerakan yang signifikan.

 

Cara Menggunakan MA Sebagai Support Resistance Dinamis

Banyak trader di luar sana yang menggunakan Moving Average sebagai Support Resistance kunci. Mereka biasanya mencari peluang dari pullback, sehingga memakai MA sebagai acuan balik harga kembali ke trend utama.

Baca juga: Teknik Trading Forex Sesuai Arah Trend

Coba perhatikan chart GBP/USD di bawah ini. Garis MA 50 yang bergerak di bawah uptrend berfungsi sebagai Support harga. Ketika harga mengalami pullback, Anda bisa menunggu sampai terjadi pengujian di MA 50 untuk mengantisipasi sinyal buy. Teorinya, pergerakan harga yang gagal menembus Support akan memantul naik. Jadi apabila pantulan terjadi di akhir pullback, maka hal ini menandai kembalinya harga ke jalur uptrend.

Cara Menggunakan MA Sebagai Support Resistance Dinamis

Lantas apa yang terjadi bila harga ternyata berhasil menembus garis MA? Terdapat 2 skenario yang mungkin terjadi, yakni False Breakout dan Breakout. False Breakout merupakan penembusan sementara yang tidak diikuti dengan pergerakan harga lebih lanjut di luar Support Resistance. Sebaliknya, Breakout menunjukkan kesuksesan penembusan harga yang kemudian diikuti dengan pergerakan harga di luar Support Resistance.

Baca juga: Apa Itu Breakout Trading?

Seperti Support Resistance pada umumnya, MA akan mengalami perubahan "status" apabila harga sukses melakukan Breakout. Chart di bawah ini menunjukkan MA 50 yang tadinya bergerak sebagai Resistance saat downtrend. Namun kemudian, Breakout terjadi dan garis MA pun berpindah posisi di bawah harga. Dalam hal ini, MA 50 telah beralih menjadi Support.

Perubahan Posisi MA

 

Apakah Jenis MA Yang Paling Akurat?

Support Resistance dinamis dari MA cukup bisa diandalkan karena alasan yang tidak jauh berbeda dengan price action; MA merupakan indikator yang sangat populer sehingga digunakan oleh hampir semua trader di seluruh dunia. Pengamatan dari parameter yang sama pada akhirnya akan membentuk persepsi dan aksi pasar yang serupa, sehingga MA bisa menjadi self-fulfilling indicator.

Yang jadi perdebatan selanjutnya adalah, MA mana yang paling akurat? Moving Average terdiri dari berbagai jenis dan bisa dipasang dengan berbagai periode. Semakin besar periodenya, semakin lambat respon MA terhadap pergerakan harga. Ada sejumlah teori yang menjelaskan prinsip penggunaan periode MA, namun secara umum, para ahli merangkum jika periode-periode MA inilah yang paling banyak digunakan untuk mendapatkan Support Resistance dinamis ideal:

  • MA 10
  • MA 20
  • MA 50
  • MA 100
  • MA 200

Justin Bennet dari Daily Price Action bahkan berpendapat jika 90% trader cenderung menggunakan salah satu periode MA di atas sebagai Support Resistance dinamis.

Karena kemudahan penggunaan dan analisanya, tidak sedikit trader yang lebih memilih untuk menggunakan MA ketimbang garis Support Resistance yang lain. Mereka bahkan menganggap Support Resistance dinamis lebih akurat karena bisa mengikuti perubahan harga secara otomatis. Namun, benarkah faktanya demikian?

 

Support Resistance dengan MA Hanya Akurat Jika...

Ada konfirmasi tambahan dari metode analisa atau indikator lain.

Justin Bennet secara terang-terangan mengatakan bahwa Support Resistance dinamis sebenarnya kurang bisa diandalkan jika dibandingkan dengan level Support Resistance pada umumnya. Yang membuat Support Resistance dinamis menjadi akurat adalah adanya konfluensi sinyal dengan parameter lain seperti Price Action atau mungkin indikator tambahan.

Baca juga: Cara Trading Support Resistance Dengan Price Action

Contohnya saja, Anda tidak bisa menggunakan MA saja sebagai acuan Support Resistance, tapi bisa menindaklanjuti sinyal Pin Bar yang memantul dari MA. Dengan demikian, ketika mengidentifikasi pembalikan harga yang ditandai oleh Pin Bar, Anda juga menggunakan MA sebagai titik balik atau Support Resistance.

Menentukan Support Resistance akurat

 

4 Kiat Menentukan Support Resistance Akurat dengan MA

Pada dasarnya, Moving Average memang tidak bisa menjadi Support Resistance yang dapat diandalkan apabila digunakan sendiri. Untuk itu, ada beberapa cara menentukan Support Resistance akurat dengan MA sebagai solusinya:

 

1. Tambahkan MA Untuk Membentuk Zona Support Resistance

Perbedaan False Breakout dan Breakout yang begitu signifikan membutuhkan respon berbeda agar Anda tak terjebak kerugian. False Breakout paling ideal untuk membuka open posisi dari pembalikan di level Support Resistance, sedangkan Breakout justru sebaliknya. Namun seringkali, banyak trader kesulitan memastikan apakah penembusan harga saat ini hanya False Breakout atau benar-benar Breakout.

Mengantisipasi False Breakout

Salah satu cara paling sederhana memfilter False Breakout adalah dengan menggunakan zona Support Resistance. Jika memakai MA, maka Anda bisa menambahkan 1 lagi MA dengan periode lebih tinggi. Dengan demikian, ruang di antara 2 MA yang tampak akan befungsi sebagai zona Support Resistance.

Zona Support Resistance dengan MA

Grafik di atas menampilkan penggunaan MA 50 dan MA 100 yang menciptakan zona Resistance. Dapat dilihat bahwa meskipun harga beberapa kali menembus MA 50, level MA 100 tak pernah terlampaui sehingga harga sebenarnya masih bergerak dalam zona Resistance. Dengan kata lain, Breakout belum terjadi dan akan sangat berbahaya untuk menjadikan penembusan harga tersebut sebagai sinyal buy. Pengamatan seperti ini bisa sangat membantu Anda mengeliminasi kesalahan entry posisi dari False Breakout.

 

2. Hindari Pasar Sideways

Sesuai kaidahnya sebagai indikator trend, Moving Average sangat efektif ketika pasar sedang trending. Sayangnya, pasar tidak selalu membentuk uptrend ataupun downtrend. Ketika kekuatan buyer dan seller cenderung seimbang, harga akan membentuk gelombang sideways yang pergerakannya cenderung mendatar. Dalam situasi seperti ini, MA hampir tidak bisa digunakan baik sebagai indikator trend maupun Support Resistance dinamis.

Baca juga: Cara Trading Forex di Pasar Sideways

Menurut Mark Rose dari Trade's Bulletin, salah satu cara agar tak terjebak di pasar sideways adalah dengan melihat kondisi ADX. Average Directional Index (ADX) pada dasarnya adalah indikator yang bisa mengukur kekuatan trend. Trend yang kekuatannya sedang melemah cenderung menciptakan kondisi sideways, sehingga Anda bisa mengaplikasikan pembacaan ADX untuk mengetahui kekuatan trend saat ini.

Filter Sideways dengan ADX

Chart di atas memperlihatkan bahwa harga bergerak mendatar di antara MA 50 setiap kali ADX tertekan di level rendah. Sebagai patokan, Anda bisa menggunakan level 20 untuk mengetahui pelemahan trend. Meskipun pengukuran ADX relatif, sejumlah trader menganggap jika level ADX di antara 20-40 menandakan kekuatan trend yang ideal dan bisa ditradingkan. Itu artinya, pergerakan ADX yang jatuh di bawah 20 mencirikan kondisi trend lemah (sideways) dan sebaiknya dihindari.

 

3. Perhatikan Price Action di Sekitar MA

Seperti yang telah disinggung pada bagian sebelumnya, price action bisa menjadi sinyal yang ampuh dalam analisa Support Resistance dinamis dengan MA. Biasanya, pola-pola candlestick pembalikan menjadi elemen penting yang wajib diwaspadai.

Tidak hanya Pin Bar, formasi lain seperti Doji, Hammer, Inside Bar, atau pola 3 candle seperti Morning Star dan Evening Star menjadi sangat krusial apabila terbentuk di sekitar Support Resistance.

Di luar itu, Anda juga perlu memahami prinsip analisa candlestick itu sendiri untuk bisa menyikapi reaksi harga di sekitar Support Resistance dengan lebih baik. Misalnya saja, apabila harga sedang menembus level Support tanpa membentuk pola candle pembalikan, Anda bisa menunggu sampai candle bearish berikutnya ditutup di bawah Support untuk mengkonfirmasi Breakout.

 

4. Sesuaikan Stop Loss Sebaik Mungkin

Selain memicu entry, pantulan harga dari Support Resistance dinamis juga bisa menjadi patokan memindahkan Stop Loss. Hal ini terutama karena MA sendiri adalah indikator trend, sehingga kegagalan harga menembus garis MA pada hakikatnya merupakan sinyal penerusan trend.

Dengan demikian, Anda bisa memindahkan Stop Loss untuk mengunci keuntungan yang sebelumnya telah diperoleh. Jadi apabila harga tiba-tiba berbalik sebelum Anda sempat menekan tombol close, Anda akan keluar di level Stop Loss yang lebih menguntungkan.

Cara Memindahkan Stop Loss

Grafik di atas menunjukkan bagaimana harga mulanya bergerak dalam downtrend dengan MA 50 bertindak sebagai Resistance dinamis. Ketika harga melakukan pullback pertama di titik A, Anda memasang entry sell di A1 dengan Stop Loss di titik B. Selanjutnya, harga kembali menguji Resistance dan memantul turun (titik C). Pada tahap ini, Anda bisa memindahkan Stop Loss ke titik A.

Begitu harga lagi-lagi menyentuh Resistance di titik E, Stop Loss dapat digeser lagi ke poin D. Jadi saat harga kemudian naik hingga menembus Resistance, posisi sell Anda sudah akan tertutup di titik F dengan keuntungan yang terkumpul dari selisih titik A1 ke titik F. Apabila tidak memindahkan Stop Loss sama sekali, posisi Anda secara natural akan ditutup di level G, yang berarti Anda telah merugi.

Baca juga: Awas 3 Kesalahan Fatal Memasang Stop Loss Dan Take Profit

Untung rugi dalam trading memang wajar, terutama jika sebelumnya Anda sudah mengantisipasinya dengan Stop Loss. Namun dalam kondisi pasar trending, Anda bisa mengubah risiko menjadi keuntungan jika mengetahui bagaimana cara mengkonfirmasi penerusan trend. Dalam hal ini, pembalikan harga dari Support Resistance MA merupakan sinyal penerusan untuk memindahkan Stop Loss.

 

Akhir Kata

Menentukan Support Resistance akurat bisa dilakukan dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan memasang MA. Akan tetapi, MA tidak bisa berjalan sendiri sebagai Support Resistance dinamis jika ingin dikatakan akurat. Diperlukan pengamatan price action dan bisa juga indikator lain untuk menambah akurasi sinyal trading dari Support Resistance MA.

 

Apapun strategi yang Anda gunakan, jangan lupa mengujinya terlebih dulu untuk meminimalisir kerugian finansial dari penggunaan strategi yang kurang tepat sasaran. Dalam trading forex, backtest strategi biasanya dilakukan di akun demo yang tersedia secara luas dan gratis di broker-broker forex.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Izt_0307 |  1 Mar 2012

mas,saya slalu mengikuti analisa harian maupun mingguan dari seputar forex ini. mohon ilmunya bagaimana menentukan garis-garis kuning,lalu support resistense dan formula dari indikator yang digunakan??? terima kasih banyak.

Lihat Reply [2]

 Arif |  29 May 2012

sy trader pemula...mau tanya ttg Support resistance dan pivot....bs dijelaskan pengaplikasiaanya pada grafik?kapan kita buy dan kapan waktu yg tepat untuk sell...dan pada TF berapa dasar untuk perhitungananya

Lihat Reply [1]

 Abraham17 |  5 Jun 2014

permisi master saya mau tanya tentang garis support dan resinstence,

apakah benar jika garis / titik support tertembus maka akan melanjutkan down trend dan apabila garis / titik resistannce tertembus maka akan melanjutkan uptrend ?

kalau misalkan itu benar berarti market akan berbalik arah jika menemukan titik suport resistance yang baru seperti itu?

terimakasih sebelumnya.

Lihat Reply [1]

 Muhammad Yusuf |  23 Nov 2017
Izin bertanya mastah, apakah semua suport yang di break dengan valid menjadi resistance baru? (Support become resistance) bgitupun sebaliknya (Resistance become suport)? bagamana jika setelah break suport terjadi resistance baru tapi tidak berada di satu level pasti?

dan jika kita menemukan suport/resistance yang diuji beberapa kali tidak tembus amankah untuk entry disana dengan mencari price actionnya? apakah ada batasan misal sesudah 3/4 kali diuji maka benteng suport tsb rapuh

Lihat Reply [1]

 Donny Sihombing |  5 Jan 2018
bagaimana cara menentukan margin, R1,R2, R3, S1, S2, S3??  trims

beginner Pak.

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

@Budi:

Pada umumnya trader (termasuk trader profesional) menentukan level Stop Loss (SL) dan Take Profit (TP) dengan mengacu pada level-level resistance dan support, dengan risk/reward ratio minimal 1:1.

Pertama kali tentukan berapa persen risiko yang diinginkan dari balance / equity, kemudian tentukan SL dalam satuan pip. Dari position sizing ini akan ketahuan ukuran lot untuk entry. Setelah itu tentukan risk/reward ratio (sebaiknya minimal 1:1), misal 1:2, maka besarnya TP dalam satuan pip adalah 2 kali dari SL, dan disesuaikan dengan level support atau resistance yang dekat dengan perhitungan tsb.

Tetapi kalau pergerakan harga sedang trending dengan kuat (bisa diamati dari indikator ADX), maka sebaiknya menggunakan fasilitas trailing stop, supaya profitnya bisa maksimal.
 M Singgih |  15 Feb 2019
Halaman: Strategi Trading Dengan Indikator Ema Untuk Trader Harian
Salam sukses
Apakah di setiap perubahan satu candle dari bullish ke bearish (atau sebaliknya), apa sudah bisa di bilang Support Resistance?
Thanks...
 Haikal |  4 Aug 2019
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
@ Haikal:

Belum tentu, harus diamati dari keseluruhan pergerakan harga. Apakah perubahan candle dari bullish ke bearish atau sebaliknya (terbentuknya swing high dan swing low) memang mewakili level support atau resistance dari keseluruhan pergerakan harga.
Untuk pengujian sebaiknya dimulai dari time frame yang paling tinggi. Baca: Beberapa Tips Dalam Menentukan Support Dan Resistance

 M Singgih ... |  6 Aug 2019
Halaman: Cara Sederhana Untuk Menentukan Support Dan Resistance
Hai admin, saya adalah newbie yang sedang belajar dasar dan teori forex, dan untuk pelajaran tentang indikator Bollinger Bands yang Anda tulis di atas, ada pertanyaan yang terlintas di pikiran saya;

Pada tulisan di atas disebutkan untuk nilai default parameter indikator Bollinger Bands adalah Periodnya 20 dan standar deviasinya adalah 2. Lalu apakah nilai default tersebut berlaku untuk semua timeframe (M1, M5, M15, H1, H4, dst) yang digunakan untuk trading ataukah ada suatu kaidah jika timeframe tertentu maka setingan nilai parameter Bollinger Bands nya yang optimal adalah sekian?

untuk nilai Shift-nya berapakah yang harus di isi, begitu juga dengan Apply to-nya mana yang harus dipilih, bila melihat di aplikasi MetaTrader?

Di atas dikatakan bahwa indikator Bollinger Bands lazimnya cocok digunakan saat pasar sedang sideways, karena upper dan lower band-nya bisa berfungsi sebagai support & resistance sehingga bisa terlihat ada peluang buy-sell jika candlesticknya menyentuh masing-masing band-tersebut, cmiiw.

Yang ingin saya tanyakan adalah jika terjadi perubahan trend menjadi uptrend atau downtrend, lalu apakah Bollinger Bands masih bisa di andalkan untuk melihat adanya sinyal peluang untuk buy-sell lewat terjadinya retracement harga (cmiiw)? Ataukah sebaiknya menggunakan indikator lain untuk mengkonfirmasi adanya sinyal peluang buy-sell jika terjadi perubahan menjadi trending? jika ya - maka indikator apa sebaiknya yang bisa dipakai ?
 Kurniawan |  9 May 2020
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands
sedikit tips cara menghindari false breakout yang sebenarnya sangat sederhana dan mudah, yaitu jangan langsung masuk posisi seketika setelah breakout terjadi. sebaiknya tunggulah sampai harga ditutup diatas resistance untuk Buy atau dibawah Support untuk Sell
 Rena Anggun |  11 Jun 2020
Halaman: Strategi False Breakout Memanfaatkan Peluang Dari Sebuah Kepalsuan
Ada yang worth it, ada yang tidak. Sebaiknya ditentukan dulu sebelum trading. Ciri-cirinya jika range grafik naik-turun antara resistance dan support masih konstan dan teratur kayak di gambar atas.
 Xavier |  29 Jan 2021
Halaman: Cara Trading Forex Di Pasar Sideways

Kamus Forex

Support

Level imajiner yang berada di bawah harga saat ini, umumnya ditarik berdasarkan level-level harga terendah sebelumnya. Ketika mencapai Support, harga kerap diekspektasikan untuk memantul naik.

Resistance, Resisten

Level imajiner di atas harga saat ini dan umumnya ditarik berdasarkan level harga tertinggi sebelumnya. Pelaku pasar diekspektasikan untuk membuka posisi sell apabila harga mencapai level resistance.

Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip