Bitcoin Naik atau Turun? Ketahui Faktor Pendorong Harganya

Yuvita 16 Nov 2021
Dibaca Normal 5 Menit
kripto > belajar >   #bitcoin
Nilai Bitcoin yang naik turun dengan cepat memang sulit diprediksi. Namun dengan memahami 7 faktor ini, Anda bisa menganalisa harga Bitcoin dengan lebih mudah.

Salah satu sifat Bitcoin yang sangat disukai oleh investor adalah pertumbuhan nilainya yang sangat cepat sehingga memiliki potensi besar untuk meraih keuntungan. Selain itu, saat ini mencari cuan dengan Bitcoin sangatlah mudah karena berbagai macam aplikasi investasi kripto seperti Pluang, Tokocrypto, dan penyedia jasa sejenis yang telah terdaftar secara resmi.

Maka dari itu, tak heran jika mata uang kripto khususnya Bitcoin sangat diminati dan sedang naik daun. Akan tetapi, beberapa hal bisa dengan mudah mempengaruhi nilai Bitcoin meskipun uang digital ini terkenal dengan kemampuannya yang tahan terhadap gejolak politik dan kebijakan otoritas.

Jika tertarik untuk mempelajari Bitcoin dengan lebih detail, cek 6 hal di bawah ini untuk mengetahui apa saja faktor yang menyebabkan harga Bitcoin naik turun.

Bitcoin naik turun

 

1. Ketidakseimbangan Supply dan Demand

Dalam dunia cryptocurrency, naik dan turun harga dapat berganti dengan sangat cepat dan tajam. Dalam satu hari saja, suatu uang kripto bisa naik dari 10% hingga 15% lalu turun dengan persentase yang sama.

Prinsip klasik supply and demand berperan penting dalam pergerakan harga kripto, terutama Bitcoin. Ketika permintaan (demand) terhadap koin terus naik sementara persediaan (supply) tidak mengalami perubahan, maka harganya akan cenderung naik. Di sisi lain, penurunan permintaan atau supply berlebih biasanya mengakibatkan kemerosotan harga.

Baca juga: Panduan Analisa Kripto dengan 3 Indikator Pasar Andalan

 

2. Penggunaan dan Infrastruktur

Di beberapa negara seperti Rusia, Denmark, Amerika Serikat, dan lainnya, uang kripto bisa menjadi alat pembayaran yang legal. Sayangnya, hal ini belum bisa diterapkan di Indonesia dan sejumlah negara lain yang tidak mengizinkan penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran. Semakin banyak pihak yang menggunakan Bitcoin, maka semakin naik pula demand untuk koin ini. Itulah mengapa, penggunaan Bitcoin yang semakin meluas akan berdampak positif pada pergerakan harganya.

Selain skala penggunaan, permintaan pasar akan cryptocurrency juga akan naik seiring dengan adanya infrastruktur yang memadai. Misalnya saja, mesin ATM crypto memungkinkan transaksi Bitcoin dengan lebih mudah di berbagai tempat.

 

3. Ongkos Penambangan Bitcoin

Bagi para penambang Bitcoin, menggunakan perangkat standar saja tak akan memadai. Ada spesifikasi yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi penambang Bitcoin yang menguntungkan, dan hal itu biasanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain untuk membeli hardware, penambang Bitcoin juga perlu mempersiapkan dana ekstra untuk biaya listrik karena aktivitas tersebut membutuhkan sumber daya yang tidak kecil. Jikapun beralih menjadi penambang di komunitas cloud mining, masih ada fee yang perlu dibayarkan ke penyedia fasilitas.

Baca juga: Panduan Menambang Bitcoin Dalam 5 Langkah Mudah

 

4. Potensi Serangan Hacker

Salah satu contoh serangan hacker yang membuat harga Bitcoin turun sangat drastis adalah insiden Mt Gox pada tahun 2014. Sejak saat itu, beragam insiden peretasan muncul silih berganti dengan tingkat pengaruh yang bervariasi. Biasanya, pasar kripto akan sangat terdampak oleh insiden yang dialami exchange besar, mengingat banyaknya dana klien yang terlibat di dalamnya.

Hacker Bitcoin

 

5. Regulasi dari Pemerintah

Regulasi yang dibuat oleh pemerintah suatu negara, baik itu melarang atau mengakui Bitcoin sebagai salah satu alat pembayaran yang sah, tentu berdampak pada naik dan turunnya harga. Misalnya saja, kebijakan Inggris untuk melarang Binance beroperasi memberikan dampak buruk pada pergerakan harga kripto karena hal itu menutup peluang salah satu exchange terbesar di dunia untuk menjangkau klien Inggris. Inggris sendiri merupakan salah satu pusat finansial dunia, sehingga akses ke pasar tersebut dianggap sangat krusial.

Baca juga: Apakah Keuntungan Bitcoin Kena Pajak di Indonesia?

 

6. Media dan Influencer

Berita seperti insiden hacking bisa membuat harga kripto merosot meskipun berita tersebut bisa jadi adalah palsu. Namun sebaliknya, apabila terdapat suatu berita baik seperti suatu negara yang melegalkan Bitcoin, harga di pasar kripto bisa mengalami kenaikan. Hal ini cukup wajar, mengingat pelaku pasar biasanya digerakkan oleh sentimen yang merespon perubahan kondisi tertentu. Tidak sedikit pihak yang biasanya panik dan langsung bertindak begitu sebuah berita menggemparkan meluncur. Inilah yang menyebabkan pergerakan tajam pada harga-harga kripto, termasuk Bitcoin.

Selain pemberitaan media, peran influencer juga sangat diperhitungkan dalam menakar naik turun Bitcoin. Salah satu contohnya adalah Elon Musk yang dianggap berpengaruh karena jumlah investasinya yang besar di Bitcoin. Pernyataan-pernyataan yang ia unggah di akun media sosial atau dikutip di berbagai media seringkali menjadi kontroversi karena bisa memicu aksi pelaku pasar dan menggerakkan harga Bitcoin secara signifikan.

Baca juga: Daftar Tokoh Kripto Terkaya di Dunia

 

7. Faktor Psikologis

Berinvestasi memang bukan tanpa risiko. Seringkali, investor dipenuhi rasa cemas dan buru-buru dalam melakukan jual beli aset. Ketika banyak investor yang terburu-buru untuk membeli uang crypto dalam jumlah banyak saat tidak ada pergerakan di pasar, investor lainnya cenderung ikut melakukan aksi beli sehingga mendorong kenaikan harga. Sebaliknya, ketika harga sudah berada di puncak dan sebagian investor melakukan profit-taking, beberapa pelaku pasar lainnya akan cenderung mengikuti aksi jual tersebut sehingga mendorong harga turun.

Psikologi pasar Bitcoin

 

Nah, itu dia beberapa faktor yang membuat harga Bitcoin naik dan turun. Bisa jadi ada aspek lain yang bermain, tetapi 7 hal di atas adalah katalis paling dominan dan wajib dipelajari untuk bisa menganalisa pergerakan Bitcoin dengan tepat. Jika Anda sudah menguasainya, maka Anda bisa beralih mengeksplor faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam naik turun harga Bitcoin.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Irwansyah |  1 Apr 2021

Apakah menggunakan strategi hedging pada trading kripto khususnya Bitcoin dengan pair lainnya, sangat disarankan?

Dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika mau menggunakan strategi ini. Makasih

Lihat Reply [7]

@ Irwansyah:

Setahu kami semua mata uang kripto dikurs terhadap USD, seperti Bitcoin (BTC/USD), Litecoin (LTC/USD), Ethereum (ETH/USD). Jika satu mata uang kripto harganya naik, maka yang lain akan cenderung naik juga, dan sebaliknya jika harganya turun. Jadi pergerakan harganya cenderung searah.

Dengan demikian menurut kami tidak bisa menggunakan strategi hedging pada mata uang kripto seperti halnya di forex. Di forex ada pair yangkorelasi pergerakannya negatif, misal korelasi pergerakan antara USD/CHF dan EUR/USD negatif, tetapi di mata uang kripto korelasinya selalu positif.

M Singgih   3 Apr 2021

Mungkin bisa dipermudah lagi pak istilah negatif dan positifnya...saya kurang menangkap masud bapak. Makasih

Irwansyah   9 Apr 2021

@ Irwansyah:

Pada 2 pair, jika korelasi pergerakan harganya positif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua juga akan naik, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua juga akan turun.
Jika korelasi pergerakan harganya negatif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua akan turun, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua akan naik.

M Singgih   11 Apr 2021

BNB sama Doge lagi naik-naiknya, kira-kira di pasar kripto lagi ada apa ya?

Aji Pangestu   14 Apr 2021

@ Aji Pangestu:

Harga Binance (BNB) dan Dogecoin melambung karena mengikuti trend bullish dari BTC (Bitcoin). BTC sebagai pelopor mata uang kripto telah dianggap sebagai alternatif save haven selain emas dan US Dollar. Dalam 6 bulan terakhir harga BTC/USD memang terus-menerus menembus rekor tertingginya (break high) sehingga memicu harga mata uang kripto lainnya untuk terus naik.

Sebagai referensi lebih lanjut, strategi hedging kripto bisa dipelajari di sini.

M Singgih   15 Apr 2021

Bitcoin memiliki korelasi positif dengan pair apa ya kak?

Anthony   29 Aug 2022

@Anthony:

Untuk korelasi sendiri, korelasi paling besar BTC ada pada teman-teman sejenisnya di aset kripto seperti ETH, XRP, BNB, dll pak. Untuk instrumen lain di luar kripto sendiri biasanya BTC erat berhubungan dengan indeks saham seperti S&P500, DOW, dll. Untuk lengkapnya mungkin bisa dilihat dari table di bawah ini:

btc-cor-1

Untuk korelasi dengan mata uang sendiri, tercatat BTC memiliki keterkaitan atau korelasi yang cukup tinggi dengan CAD. Nilainya bahkan berada jauh di atas USD (diwakilkan dengan USDT) serta EUR.

btc-cor-2

Nur Salim   29 Aug 2022
 Chris Leon |  20 May 2021

Bitcoin lagi longsor, apakah ini saat yang tepat beli BTC?

waktu terbaik membeli btc

Lihat Reply [25]

@ Chris Leon:

Dari chart daily, belum ada sinyal dari price action untuk buy. Dari penunjukan price action harga masih konsolidasi dengan terbentuknya inside bar. Sementara dari penunjukan indikator teknikal, pergerakan harga masih cenderung bearish.

Saat Yang Tepat Untuk Membeli Bitcoin

M Singgih   21 May 2021

Sekarang ambles lagi ya pak harga Bitcoin dan market kripto lainnya....

kenapa akhir-akhir ini Bitcoin mudah banget ambruknya ya..padahal beberapa waktu lalu sempat nyentuh 900 Juta. 

Chris Leon   24 May 2021

@ Chris Leon:

Nilai Bitcoin anjlok minggu lalu karena pernyataan Elon Musk (pemilik Tesla), pemerintah China dan pemerintah AS. Elon Musk memutuskan untuk menghentikan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin, pemerintah China melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech menyediakan layanan transaksi uang kripto, dan pemerintah AS memberikan regulasi baru yang berupa rambu-rambu terhadap perdagangan mata uang kripto.

 

M Singgih   24 May 2021

Untuk tahu info-info seperti ini gimana pak caranya...agar kedepannya saya bisa mengantisipasinya..makasih

Chris Leon   25 May 2021

@ Chris Leon:

Silahkan baca juga berita-berita pasar dari situs keuangan seperti investing untuk berita kripto, Bloomberg.com, CNBC.com, dll.

 

M Singgih   26 May 2021

@ Khalis:

Karena ulah para spekulan. Pergerakan harga BTC dan juga mata uang kripto lainnya tidak ada dasar fundamental ekonominya, jadi sepenuhnya tergantung dari para spekulan. Mengenai apakah harganya bisa kembali turun, tentu saja bisa.

 

M Singgih   27 Oct 2021

Agar tidak ketinggalan momentum Bitcoin akan segera naik gimana ya pak? Ini saya ketinggalan terus...hehe

Jodi   10 Nov 2021

@ Jodi:

Karena Bitcoin tidak ada dasar fundamentalnya untuk melakukan analisa dan perkiraan, maka satu-satunya cara adalah dengan analisa sentimen pasar melalui pengamatan price action dan penunjukkan indikator teknikal terutama indikator trend.

Dengan demikian Anda harus selalu memonitor peregerakan harga Bitcoin jika tidak ingin ketinggalan momentum untuk entry.

 

M Singgih   11 Nov 2021

@ Gustav:

Setahu kami tidak ada hubungan maupun korelasinya. Kalau korelasi, dengan indeks saham yang mana? Dow Jones kah? Nasdaq kah? Nikkei kah? Hang Seng kah? Atau harga saham apa?

Pergerakan BTC tidak ada dasar fundamental ekonominya. Full spekulasi.

 

M Singgih   3 Dec 2021

Sejak penciptaannya, harga bitcoin sudah sering jatuh bangun. Harga bitcoin bisa jatuh biasanya karena beberapa faktor seperti:

  • Perubahan kebijakan pemerintah tentang aset kripto di salah satu negara utama, misalnya China, AS, dll.
  • Perubahan kebijakan bank sentral. Meskipun peredaran bitcoin tidak diatur oleh bank sentral, tapi kurs bitcoin diperoleh dari transaksi pertukarannya dengan mata uang riil yang dikelola bank sentral. Jadi umpamanya saat ini USD menguat karena bank sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga, maka bitcoin (BTC/USD) melemah.
  • Aksi jual pemilik besar. Misalnya jika ada pihak yang dikenal punya bitcoin dalam jumlah besar mendadak mengumumkan akan menjual portofolionya, maka harga bitcoin bisa jatuh.

Ketiga faktor di atas hanya beberapa contoh saja. Masih banyak lagi faktor yang bisa memengaruhi harga bitcoin, karena status hukumnya yang tidak jelas di banyak negara. 

Bagaimana proyeksinya ke depan? Ya, harga bitcoin kemungkinan akan terus menerus jatuh bangun seperti ini. Mungkin sekarang turun, bulan depan naik, bulan depannya lagi jeblok, lalu naik lagi. Karakteristik bitcoin yang paling mencolok adalah harganya yang sangat fluktuatif, bahkan naik-turunnya lebih tajam daripada mata uang biasa.

Aisha   31 Jan 2022

Apakah hal ini juga berpengaruh kepada koin-koin lainnya? Seperti Dogecoin, ETH, BNB, dll?

Anjas   3 Feb 2022

Ya, faktor-faktor di atas juga berpengaruh pada koin-koin kripto lain.

Selain itu, pada umumnya, nilai koin dapat menguat atau melemah sesuai dengan aplikasi atau pemanfaatannya. Semakin banyak pihak yang menerima/menggunakan koin tersebut, maka nilai semakin tinggi. Semakin sedikit, nilai semakin lemah.

Aisha   4 Feb 2022

Bitcoin dan Ethereum merupakan dua mata uang kripto paling populer saat ini. Namun, keduanya memiliki fitur dan keunggulan berbeda. Fitur dan keunggulan ini memengaruhi prospek nilainya dalam jangka panjang.

Mengingat kripto termasuk teknologi baru yang masih dalam tahap pengembangan, kita tidak dapat memastikan mana yang akan lebih baik dalam jangka panjang. Lalu, bagaimana jika kita ingin berinvestasi pada kripto?

Calon investor hanya dapat menelaah faktor-faktor yang memengaruhi nilai masing-masing saja, kemudian berinvestasi pada Bitcoin atau Ethereum sesuai dengan minat atau kebutuhannya. Berikut ini dua faktor utama yang perlu diperhatikan:

  • Adopsi di kalangan lembaga-lembaga bermodal besar: Bitcoin unggul dalam hal ini. Banyak gerai online dan offline telah menyediakan bitcoin sebagai opsi pembayaran untuk belanja online, booking hotel, dll. Perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Tesla telah mulai memborong bitcoin demi mendapatkan keuntungan investasi darinya. Bitcoin juga merupakan mata uang kripto pertama yang diadopsi dalam kontrak futures oleh bursa CME asal Amerika Serikat. Sedangkan, perusahaan-perusahaan besar kebanyakan hanya memanfaatkan blockchain ethereum saja untuk kebutuhan lain dan tidak membeli ETH sebagai persediaan cash ataupun investasi.
  • Masalah regulasi: Banyak negara lebih ramah terhadap ethereum daripada bitcoin. Karena banyak pemanfaatan blockchain ethereum di luar fungsinya sebagai "currency". Sedangkan bitcoin sering menghadapi pelarangan khusus karena bersaing dengan mata uang resmi yang berlaku.

Intinya, fungsi bitcoin lebih condong sebagai mata uang dan komoditas. Sedangkan fungsi ethereum lebih luas sebagai kerangka infrastruktur bagi banyak orang untuk membangun platform atau aplikasi baru.

Aisha   15 Feb 2022

Kalo untuk management risiko investasi di kripto seperti apa kak? Harganya kan naik turun ekstrim gitu

Zidni   15 Feb 2022

Sederhana saja: Investasi di kripo dengan hanya menggunakan uang sisa yang tidak akan dipakai untuk kebutuhan lain (uang dingin), sehingga kamu nggak akan pusing kalau nilainya turun dan kamu juga nggak akan depresi kalau investasinya hangus total.

Setelah itu, bagi modal dari uang sisa tadi ke dalam beberapa kelompok. Sebagian untuk belajar, sebagian lagi untuk kelak investasi beneran setelah paham dunia kripto. Dari bagian yang untuk belajar, dibagi lagi menjadi beberapa bagian agar kamu nggak langsung kehabisan modal saat baru coba-coba invest pada kripto.

Lebih baik invest dana sedikit-sedikit sambil belajar. Sangat tidak disarankan untuk langsung setor banyak sekaligus, padahal masih belum memahami lika-liku dunia kripto.

Aisha   15 Feb 2022

Ini saya mau beli BTC di Binance, kenapa diblokir ya kak situsnya? Apakah Binance memang sudah scam?

Abas   16 Feb 2022

Pemblokiran situs Binance di Indonesia bukan karena scam, melainkan karena Binance tidak memiliki izin dari pemerintah Indonesia.

Dari pihak Binance mungkin merasa tak perlu mengajukan izin khusus karena operasionalnya bersifat internasional. Tapi dari sisi pemerintah Indonesia, perusahaan apa saja yang beroperasi di sini harus dapat izin dulu. 

Banyak investor kripto Indonesia tetap join Binance, meskipun situsnya diblokir pemerintah. Cara paling praktis adalah dengan mengunduh aplikasi Binance via ponsel. Sedangkan kalau ingin mengakses via PC atau laptop, caranya bisa dengan memasang VPN, mengakses via proxy, atau mengubah DNS kita.

Aisha   17 Feb 2022

@Muh Dirga:

Selamat pagi, memang betul akan selalu terdapat perbedaan antara harga BTC di MT5 ataupun di Exchange kripto secara khusus. Bukan hanya itu, sejatinya di antara Exchange terbesar di Indonesia seperti IndoDax dan TokoCrpto bahkan yang terkenal secara global seperti Binance dan CoinBase juga akan berbeda satu sama lain. Hal ini umumnya terjadi karena sifat BTC sebagai Decentralized Digital Currency yang tidak memiliki nilai patokan khusus dalam satu waktu.

Selain itu ada juga faktor perbedaan lain seperti Fee yang diterapkan, Spread, Volatilitas dari tiap Exchange ataupun broker MT5 yang digunakan yang akan mempengaruhi produk hasil atau harga yang tampak pada Chart Anda. Ada juga faktor teknis seperti perbedaan waktu server serta jadwal Maintenance berkala yang diberlakukan di setiap Exchange atau broker.

Mengenai perbedaan bentuk Candlestick dalam Chart memang bisa dan sering terjadi. Namun hal ini biasanya terjadi pada time frame kecil seperti M30, M15, M5 atau M1. Pengaruh perbedaan harga ini umumnya tidak akan tampak jika diaplikasikan pada time frame yang lebih besar seperti H1, H4 dan Daily.

susunan Candlestick di MT5 Broker FXCE:

cs-beda-1

susunan Candlestick di Coinbase:

cs-beda-2

Namun kalau tujuannya memang untuk trading di time frame kecil maka saran saya gunakan patokan harga yang ada di tempat Anda trading saja. Meskipun harga atau pola Candlestick yang dihasilkan dapat berbeda, namun secara umum pola yang terbentuk umumnya akan sama. Contohnya jika di salah satu Exchange muncul pola Candlestick reversal Bearish Engulf, maka ditempat lain kemungkinan akan muncul pola reversal pula meskipun tidak berbentuk Bearish Engulf. Selain itu, adapula faktor Order Book ataupun Supply And Demand yang berbeda di setiap broker ataupun Exchange. Meskipun pada akhir penutupan hari atau time frame besar tidak akan terlalu berpengaruh karena order telah di Sync dengan yang lain, namun pergerakan jangka pendek harga (M1 atau Tick) umumnya akan sangat jelas pengaruhnya.

Nur Salim   29 Mar 2022

@Yanjun:

Untuk alasan mengapa Bitcoin melambung dalam beberapa hari belakangan ini sebenarnya tidak bisa disimpulkan  dengan pasti. Hal ini karena banyaknya faktor yang bisa menggerakan harga Bitcoin seperti kondisi ekonomi-politik yang sedang terjadi di dunia . Namun disinyalir penyebab utama harga Bitcoin naik karena adanya transaksi pembelian besar-besaran dari Terra (LUNA) sebagai aset backup untuk kepentingan StableCoin mereka. Menurut keterangan yang ada bahkan hingga saat ini mereka total telah membeli sebanyak 31,000 BTC dalam beberapa waktu belakangan. 

Kalau dari teknikal sendiri, BTC baru saja Breakout dari Resistance dan Chart Pattern Rectancle-nya beberapa waktu lalu. Saat ini BTC sedang berusaha membentuk tren naiknya di time frame Daily.

btc-analisa

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   31 Mar 2022

Faktor apa yang menyebabkan harga bitcoin melambung naik?

Yanjun   31 Mar 2022

Harga bitcoin kenapa jatuh lagi, perkiraannya kedepannya gimana kak?

Anjas   24 Jan 2022

Akhir-akhir ini harga bitcoin kembali menggila, itu kenapa ya gan bisa begitu? Apakah ada kesempatan harganya bisa turun lagi? Pengen coba investasi BTC..hehe

Khalis   26 Oct 2021

Ethereum VS Bitcoin, mana yang lebih baik untuk jangka panjang?

Zidni   11 Feb 2022

saat saya analisa kripto di mt5 saya baru sadar kalau harganya ternyata berbeda dengan di exchange? mengapa bisa demikian? candlestick yang terbentuk jg terkadang bisa berbeda. adakah solusi untuk ini? saya menggunakan analisa pola candlestick dan terasa cukup terganggu karena masalah ini.

Muh Dirga   29 Mar 2022

Ada kawan di grup yang menyebutkan bahwa harga BTC berkorelasi dengan harga saham. Apakah beanr demikian?

Gustav   3 Dec 2021
 Sandi |  28 Jul 2022

2 koin terpopuler saat ini adalah Bitcoin dan Ethereum. Namun yang menjadi pertanyaan, apa perbedaan antara dua koin ini? Dan mengapa Bitcoin dan Ethereum memiliki nilai tertinggi dibanding koin-koin lainnya? Terima kasih

Lihat Reply [13]

Solana dan Ethereum sama-sama merupakan platform yang dapat dipergunakan untuk hosting proyek blockchain. Ethereum dirilis lebih awal pada tahun 2014, sedangkan Solana baru dirilis pada 2020.

Bagi sejumlah pihak, mungkin Solana yang lebih baru dianggap lebih baik. Realitanya, Solana memang memberikan opsi platform blockchain yang lebih murah dan cepat dibanding Ethereum (untuk saat ini).

Namun, Ethereum sebenarnya justru menawarkan jaringan terdesentralisasi yang lebih matang. Itulah sebabnya, sampai sekarang pun lebih banyak lembaga yang memilih Ethereum sebagai basis proyek mereka.

Bagaimana jika untuk investasi? Sejauh ini, Ethereum masih lebih baik. Ada dua alasan utama yang mendasari:

  • Platform Ethereum lebih diakui dan lebih banyak diadopsi oleh lembaga dan perusahaan besar.
  • Platform Ethereum merupakan pelopor NFT (Non-Fungible Token), sehingga prospek aplikasinya ke depan tetap sangat luas.

Ibaratnya, Ethereum sudah "diwisuda" sedangkan Solana masih seperti anak-anak yang baru masuk sekolah. Jika ingin trading jangka pendek, dua-duanya mungkin menarik. Tapi dari sudut pandang investasi, Ethereum lebih baik.

Aisha   3 Aug 2022

Secara garis besar, perbedaan antara BTC dan ETH terletak pada:

1. Tujuan. Bitcoin merupakan mata uang digital, sementara Ethereum adalah token yang menjadi fasilitator dari Smart Contract. Berbeda dengan Bitcoin yang hanya bisa dijadikan mata uang virtual, Ethereum menjadi teknologi yang bisa diterapkan ke dalam berbagai sistem.

Cek di sini: Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

2. Simbol yang digunakan. Bitcoin dilambangkan dengan BTC, sementara Ethereum bersimbolkan ETH.

3. Tahun peluncuran. Bitcoin lebih dulu muncul pada tahun 2009, sementara Ethereum baru menyusul 6 tahun kemudian pada Juli 2015.

4. Jumlah koin yang terdistribusi. Bitcoin memiliki total koin sebanyak 21 juta keping, sementara Ethereum mengeluarkan 18 juta keping setiap tahunnya.

5. Pendiri. Hingga saat ini, pendiri Bitcoin masih misterius dan hanya memiliki alias "Satoshi Nakamoto". Sementara itu, Ethereum secara terbuka memperkenalkan Vitalik Buterin, Joseph Lubin, dkk sebagai penggagasnya.

Alasan kenapa Bitcoin dan Ethereum memiliki nilai tertinggi adalah karena kedua koin tersebut bisa dibilang sebagai yang tertua dan dipercaya, sehingga mendapatkan banyak dukungan dari komunitas Crypto-enthusiast.

Berikut adalah tabel perbedaan antara Bitcoin dan Ethereum.

bitcoin vs ethereum

Ananta   29 Jul 2022

Apakah Bitcoin juga akan bermigrarsi ke PoS seperti Ethereum yang juga berencana akan melakukan the Merge?

Bagas   3 Aug 2022

Selain 2 koin tersebut, apakah ada rekomendasi koin lain yang cocok diinvestasikan di tahun 2022?

Mahmud   11 Aug 2022

Jika memang keperluannya untuk investasi jangka panjang maka menurut saya pribadi tidak ada yang lebih baik dari keduanya. Saran saya, jika ingin coba investasi pada kripto lain selain BTC dan ETH, cukup alokasikan total dana di bawah 10% mengingat fluktuasi tinggi yang mungkin muncul dari kripto lain. Mengenai pilihannya sendiri, bapak mungkin bisa memulai dari 10 daftar koin kripto terbaik kami ini. 

Nur Salim   14 Aug 2022

Apa yang terjadi setelah supply Bitcoin sudah habis?

Mamat   19 Aug 2022

@Mamat:

Bapak ingin tahu kondisi dari sisi apa terlebih dahulu? Jika untuk harga, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi:

1. Harga terus meroket karena permintaan atau Demand yang meningkat.

2. Harga bisa Stack di Certain Price karena permintaan atau Demand-nya tetap.

3. Harga bisa turun karena kurangnya Demand atau permintaan.

Hal ini sendiri belum bisa diketahui karena Bitcoin masih dalam proses pengembangan serta belum bisa diterima secara Global. Jadi mungkin tunggu tanggal mainnya saja. Para ahli sendiri memperkirakan bahwa Bitcoin akan menyentuh batas atas Supply-nya di 21 Juta Bitcoin pada 2140. Masih lebih dari 100 tahun kok, jadi masih banyak waktu untuk perkembangan atau perbaikan sistem di Bitcoin sendiri.

Dampak atau pengaruh yang sudah pasti sendiri ada pada Miner atau penambang Bitcoin. Saat jumlah Supply ini terpenuhi, Miner tidak akan mampu mendapatkan keuntungan lagi dari proses penambagan ini. 

Nur Salim   24 Aug 2022

Iya pak saya ingin tahu dari segi harganya,...terima kasih sudah dijelaskan..

Namun, kalo benar Bitcoin baru habis di tahun 2140 kok aneh ya kak...padahal untuk menghabiskan supply 19 juta aja membutuhkan waktu 13 tahun dari tahun awal peluncurannya di tahun 2009.

Padahal kalo tertulis di koin marketcap supplynya hanya tinggal 2 jutaan saja. Mengapa bisa demikian? 

Mamat   24 Aug 2022

@Mamat:

Kalau untuk penjelasan teknisnya karena sistem dari penambangan BTC sendiri akan terus berkurang karena Reward akan selalu terbagi 2 selama 4 tahun sekali. Awal rilis sendiri, Reward Per Block yang diperoleh dari Mining adalah sekitar 50 BTC, saat ini sendiri Reward telah berkurang jauh di kisaran 6.5 BTC dan akan terus berkurang seiring berjalannya waktu. Kalau dari perhitungan matematikanya itu kurang lebih baru tahun 2140 keseluruhan BTC akan selesai diproduksi.

Nur Salim   26 Aug 2022

Jika dilihat dari karakteristik penggunanya, Bitcoin sepertinya agak susah untuk bermigrasi ke PoS. Hal ini kembali lagi ke sistem PoW yang membuat Bitcoin diminati banyak orang. 

Pertama-tama, kita harus memahami beda PoW dan PoS. 

  • Proof of Work (PoW): Kelebihan PoW bisa terlihat dari fungsinya dalam jaringan blockchain. Kunci utama dari PoW adalah konsensus, dimana semua transaksi Bitcoin tercatat dan diatur di dalam blok.
  • Proof oF Stake (PoS): di PoS, penambang hanya bisa mengakses aset kripto dan memvalidasi transaksi sesuai dengan kepemilikan asetnya. 

Ethereum memakai PoS untuk meningkatkan skalabitasnya, sementara peminat Bitcoin menggunakan BTC karena tidak ingin ada ketimpangan antara pemilik aset yang banyak vs sedikit. Karena itu, besar kemungkinan komunitas Bitcoin tidak melakukan perubahan radikal pada blockchain kecuali terpaksa. 

Ananta   29 Aug 2022

Mengapa Max Supply Ethereum tidak dimunculkan di CoinMarketCap?

max supply Eth

Sambo   29 Aug 2022

@Sambo:

Bukan tidak dimunculkan pak. ETH memang memiliki Unlimited Supply atau tidak ada batasnya. Oleh karena itu tidak ada nilai yang cantumkan di sana.

Nur Salim   29 Aug 2022

Maaf OOT....Kalau ETH dibandingkan dengan Solana, apakah Solana lebih baik dibandingkan ETH?

Abang Crypto   2 Aug 2022
 

Komentar @inbizia

pahami terlebih dahulu tentang bitcoin, cara kerjanya, kelebihan dan kekurangannnya serta gaya trading yg ingin digunakan
info lengkap di artikel ini kak
 Aryo Sianturi |  23 May 2022
Halaman: Strategi Trading Bitcoin Dari Perintis Indodax
Resiko paling tinggi dari penyimpanan uang kripto adalah pencurian dana lewat hacking maupun phising. Perbedaan antara hacking dengan phising terletak pada behaviour pelakunya. Hacking adalah peretasan ketika orang lain mencoba membobol masuk ke dompet anda. Untuk mengantisipasinya, bisa dengan hal-hal berikut: menggunakan Cold Wallet (tidak terkoneksi ke internet) menyimpan private key di luar jaringan (dicatat di kertas atau ingatan) menggunakan backup wallet, serta keamanan multi signature (OTP dan email berlapis) Sementara itu, phising berbentuk formulir atau permintaan proses yang meminta Anda untuk memasukkan data pribadi atau info rahasia. Untuk mencegahnya, lakukan tips-tips berikut: Jangan sembarangan klik tautan mencurigakan yang meminta Anda memasukkan email dan password Ganti password secara berkala Hanya login pada device dan website yang Anda percaya Di Indonesia sendiri sudah banyak exchanger yang berintegrasi dengan wallet keamanan tinggi. Anda bisa membaca selengkpanya di artikel "Cara Memilih Wallet yang Aman dan Terpercaya"
 Ananta |  3 Jun 2022
Halaman: Kasus Penipuan Kripto Terbesar
@Rendy: Untuk level individual saya rasa tidak akan terlalu menguntungkan pak. Kecuali bapak siap menggocek modal yang cukup besar untuk menyusun Mining Rig yang bisa bersaing di pasaran. Sekedar info, 10% dari total Miner Bitcoin saat ini menguasai lebih dari 90% total Bitcoin yang dihasilkan oleh Mining saat ini. 10% ini terdiri dari perusahaan-perusahaan besar dengan sumber daya tinggi untuk keperluan Mining Rig dan kapasitas listrik hingga MegaWatt.
 Nur Salim |  10 Jun 2022
Halaman: Panduan Menambang Bitcoin Dalam Langkah Mudah
Melihat staking seperti ini makin populer, saya jadi penasaran... Lebih prospek mana yhaa antara mining bitcoin sendiri sama jadi solo staking?
 Jeje Hanum |  18 Jul 2022
Halaman: Cara Dapat Passive Income Di Fitur Staking Triv
Kayaknya mining Bitcoin udah mulai ditinggalin sist, selain nggak ramah pemula, ngabisin resources yang nggak sedikit, dapatnya juga udah nggak semudah dulu lagi. Saran sih lebih prospek ikut staking coin, apalagi kan kalo staking gini pilihan koinnya banyak, gak cuma BTC. Modal awalnya juga nggak segede mining BTC yang nyedot tenaga listrik dan komputer ugal-ugalan. Saya sendiri juga ikut staking di Triv ini sih, modal mini2 aja dulu, hehe.
 Ramzi |  29 Jul 2022
Halaman: Cara Dapat Passive Income Di Fitur Staking Triv
Saya lihat ke grafik bitcoin sejak tahun lalu sih, kok harganya malah turun mulu yah. Tahun lalu sempat hampir sampai 70ribu, sekarang malah di 20ribuan.
 Quill |  12 Aug 2022
Halaman: Jenis Mata Uang Kripto Paling Populer Selain Bitcoin
Event

LunoXperience Part 2

09 September 2022 - 08 Oktober 2022
Belajar Kripto

Luno

Airdrop LUNA Tahap 3

01 November 2022
Airdrop

Pintu

Airdrop LUNA 2.0 Tahap 2

01 Desember 2022 - 01 Desember 2024
Airdrop

Indodax

LunoXperience Part 3

14 Oktober 2022 - 12 November 2022
Belajar Kripto

Luno

Promosi

TikTok Star Tokocrypto

01 September 2022 - 15 Desember 2022
Total hadiah ribuan Dolar

Tokocrypto

Buy & Hold Krypton DAO

19 September 2022 - 03 Oktober 2022
5000 USDT

Indodax

PINTU Review Challenge Season 2

01 September 2022 - 29 September 2022
Rp45 juta

Pintu


Kirim Komentar Baru