PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 3 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Wahyudi 30 Apr 2021
Dibaca Normal 14 Menit
kripto > koin >   #bitcoin   #ethereum
Bitcoin dan Ethereum sekarang menjadi mata uang digital yang diincar banyak orang karena potensi kenaikan harganya. Apa beda kedua kripto tersebut? Manakah yang memiliki prospek lebih menjanjikan di masa depan?

DI

Demam mata uang kripto telah melanda dunia, tak hanya dari kinerjanya yang positif, tapi juga berbagai kontroversinya. Ada yang beranggapan kripto haram dan dianggap judi, ada pula yang memprediksinya sebagai prospek investasi menjanjikan.

Maraknya investasi di aset kripto terutama bagi generasi milenial memang tak bisa dihindari seiring populernya Bitcoin dan Ethereum. Hingga sekarang, mata uang kripto dengan market cap terbesar diduduki oleh Bitcoin dan disusul Ethereum di posisi selanjutnya. Kini dua-duanya menjadi mata uang digital sangat berharga yang diincar hampir semua orang.

bitcoin vs ethereum

Terlebih lagi setelah Elon Musk berkicau di media sosial bahwa "Bitcoin is a good thing". Harga Bitcoin langsung melonjak signifikan merespon unggahan tersebut. Yang tahun lalu hanya berkisar di angka 50-70 juta, kini Bitcoin sudah mencapai 700-800 juta per satu keping.

Kunjungi juga: Harga Bitcoin Hari Ini

Mungkin sebagian dari Anda masih awam dengan Bitcoin atau Ethereum, atau bahkan belum paham betul bagaimana kinerja mata uang kripto sendiri. Untuk menjawab rasa penasaran Anda, mari simak artikel berikut ini.

 

Apa Itu Mata Uang Kripto?

Sebelum masuk ke debat Bitcoin vs Ethereum, ada baiknya mengenal apa itu mata uang kripto. Pada dasarnya, mata uang kripto bekerja sangat mirip dengan mata uang fiat seperti Rupiah, Dolar, Euro, Pound, Yen, Rupee, dan sebagainya. Mata uang kripto dan mata uang fiat serupa karena keduanya merupakan alat tukar. Namun, di situlah kesamaannya berakhir.

mata uang kripto

Perbedaan utama dengan mata uang fiat yang paling menonjol yakni desentralisasi mata uang kripto. Desentralisasi mata uang kripto berarti aset digital ini tidak memiliki otoritas pusat layaknya bank atau pemerintah yang mengendalikannya.

Di satu sisi, mata uang kripto menjunjung prinsip demokratis, yakni setiap perubahan yang perlu dilakukan hanya disetujui setelah mayoritas pengguna mata uang kripto menyetujuinya.

Dalam mata uang fiat, kita memiliki bank, pemberi pinjaman, pemerintah, dan sebagainya. Sementara di mata uang kripto, tidak ada keterlibatan pihak ketiga. Terlebih lagi, keamanan mata uang kripto sangat terjamin karena adanya fungsi kriptografi.

Dari semua keistimewaan mata uang kripto, yang paling menarik adalah penggunaan blockchain. Blockchain adalah buku besar terdesentralisasi dari semua transaksi di seluruh jaringan peer-to-peer. Dengan teknologi ini, pengguna dapat melakukan konfirmasi transaksi tanpa memerlukan otoritas pusat, mencakup transfer dana, jual-beli, voting, dan sebagainya.

 

Apa Itu Bitcoin?

Pada tahun 1999, pemenang Nobel bidang ekonomi Milton Friedman yakin bahwa internet akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam mengurangi peran pemerintah. Dia juga berpikir suatu saat nanti akan hadir uang elektronik yang dapat diandalkan sebagai pengganti uang konvensional. Benar saja, satu dekade kemudian lahirlah Bitcoin.

apa itu bitcoin

Bitcoin (BTH) adalah mata uang kripto pertama yang diciptakan dan dirilis pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Tidak diketahui apakah Satoshi adalah individu atau sekelompok orang atau bagaimana kabarnya sekarang.

Bitcoin memungkinkan pengguna mengirim dan menerima uang secara lintas batas. Seperti disebutkan sebelumnya, transaksi menggunakan Bitcoin dilindungi oleh kriptografi sehingga identitas orang yang mengirim dan menerima uang akan terjaga secara anonim.

Kita semua tahu bahwa ketika melakukan transaksi melalui bank, sejumlah fee atau service charge akan dikenakan. Lalu, apakah perlu biaya tambahan semacam admin fee ketika bertransaksi Bitcoin? Jangan khawatir, biaya transaksi Bitcoin cukup rendah, kok.

Kinerja Bitcoin juga terus berkembang pesat hingga akhirnya dipercaya oleh orang-orang sebagai alat investasi masa depan yang menguntungkan. Bitcoin juga berhasil menarik perhatian investor besar seperti Tesla, Mastercard, hingga BNY Mellon.

Untuk mendapatkan Bitcoin bisa ditempuh melalui dua cara, yaitu pembelian dan menggunakan software tertentu (penambangan). Khusus cara kedua ini Anda membutuhkan teknologi super canggih, sehingga biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang didapatkan kadang tidak sebanding.

Baca juga: Panduan Menambang Bitcoin Dalam 5 Langkah Mudah

 

Apa Itu Ethereum?

Ethereum dirilis pada 2015 oleh seorang peneliti dan programmer bernama Vitalik Buterin sebagai aplikasi terdistribusi dan kontrak pintar (Smart Contract). Platform ini kemudian memiliki mata uang kripto yang bernama Ether (ETH).

Kesalahpahaman umum yang melingkupi kripto ini adalah banyak orang menganggap Ethereum sebagai koin digital. Padahal, Anda tidak bisa membeli Ethereum karena Ethereum adalah jaringan, bukan koin kripto. Sebagai gantinya, Anda bisa membeli Ether untuk digunakan di jaringan Ethereum. Sama seperti Bitcoin dan kripto lainnya, Ether dapat dibeli atau ditransaksikan melalui bursa kripto.

apa itu ethereum

Berbeda dari aplikasi biasa yang kode back end-nya ditempatkan di server terpusat, Ether digunakan untuk membangun dan menerapkan aplikasi terdesentralisasi yang kode back end-nya ditempatkan di jaringan peer-to-peer terdistribusi.

Sama seperti Bitcoin, Ether bisa dimanfaatkan untuk pembayaran peer-to-peer dan membayar layanan daya komputasi yang diperlukan sebelum sebuah blok dapat ditambahkan ke blockchain.

Selain itu, Ethereum dapat digunakan untuk membuat kontrak pintar. Kontrak pintar digunakan sebagai protokol yang memfasilitasi kontrak atau perjanjian antara satu pihak dengan pihak lainnya tanpa melalui pihak ketiga.

Pada awal 2021, Ethereum sempat mencapai nilai tertinggi di Rp30 juta per koin. Ini menjadi catatan yang sangat luar biasa, mengingat setahun sebelumnya harga Ethereum hanya berkisar di angka Rp2 juta.

 

Bitcoin Vs Ethereum

Diantara lebih dari 1,600 mata uang kripto di pasaran, kita tahu bahwa Bitcoin dan Ethereum berada di puncak tiga besar. Bitcoin telah menjadi mata uang kripto paling populer di seluruh dunia dengan kapitalisasi pasar tertinggi. Di satu sisi, Ethereum tidak memiliki efek revolusioner layaknya Bitcoin. Namun, pencipta Ethereum mengambil pelajaran dari Bitcoin untuk menambahkan fungsi-fungsi baru yang tak dimiliki Bitcoin.

Meskipun Bitcoin tampak berjaya di posisi teratas, pada tahun 2018, riset Forbes membuktikan bahwa Ethereum pernah mengambil alih takhta Bitcoin.

Bagaimana tepatnya perbedaan Ethereum dibandingkan dengan Bitcoin dalam hal fitur, penggunaan, serta sisi lainnya? Meski sama-sama digunakan sebagai mata uang kripto, keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas, bahkan bisa dikatakan berlawan. Apa saja? Simak ulasannya di bawah ini:

 

1. Perbedaan Definisi Dasar

Bitcoin merupakan bagian dari blockchain yang dijalankan secara peer-to-peer. Artinya, transaksi bisa dilakukan secara langsung antara kedua belah pihak. Di lain sisi, Ethereum lebih fokus pada operasi atau program terdesentralisasi. Salah satunya ialah program sistem pembayaran bernama Ether.

Dari penjelasan tersebut bisa dikatakan bahwa Bitcoin lebih spesifik sebagai mata uang peer-to-peer, sedangkan Ethereum berfungsi menjalankan berbagai macam software dan program sehingga bisa juga digunakan untuk transaksi pembayaran.

 

2. Tujuan Diciptakan

Bitcoin digunakan untuk melindungi transaksi keuangan yang dilakukan melalui jaringan internet. Bitcoin akan memangkas adanya pihak ketiga yang bisa saja merugikan, supaya proses transaksi akan aman antara dua belah pihak.

Sementara itu, Ethereum mengamankan sistem atau program yang dijalankan pada setiap sistem digital, sehingga pada gilirannya, Ether juga banyak digunakan sebagai mata uang digital.

Bagaimana dengan kecepatan transaksi keduanya? Proses transaksi Bitcoin maupun Ethereum memiliki durasi yang sangat cepat, hanya dalam hitungan menit.

 

3. Bitcoin Vs Ethereum Dalam Angka

Hingga kini, jumlah Bitcoin yang berhasil ditambang berjumlah 17 juta koin, sedangkan ketersediaan Ethereum sudah mencapai 101 juta Ether. Meskipun Ethereum telah melewati angka 100 juta, kapitalisasi pasarnya masih kalah dibandingkan Bitcoin. Bitcoin mencatatkan market cap sebesar $110 miliar, jauh di atas Ethereum yang baru mencapai $28 miliar.

dalam catatan angka

Mengenai perbedaan jumlah volume transaksi, 219,000 transaksi Bitcoin terjadi setiap harinya, sementara ada 659,000 transaksi Ethereum dalam sehari. Adapun jumlah blok yang telah dibuat adalah 537,000 untuk Bitcoin dan 6 juta blok untuk Ethereum.

Perbedaan signifikan ini berkaitan dengan fakta bahwa dibutuhkan lebih sedikit waktu menambahkan satu blok ke Ethereum daripada Bitcoin. Bitcoin mempunyai 628.286 kilobyte, jauh lebih besar ketimbang ukuran Ethereum yang hanya 25.134 kilobyte.

 

4. Konsep Transaksi

Bitcoin bertindak sebagai pengganti mata uang fiat yang memungkinkan transaksi peer-to-peer. Oleh karenanya, Anda tidak perlu membayar biaya transaksi karena tidak ada otoritas terpusat yang mengatur cara kerja Bitcoin.

Ethereum tak hanya memungkinkan transaksi peer-to-peer, tetapi juga menyediakan platform pembuatan kontrak pintar dan aplikasi terdistribusi. Fitur kontrak pintar ini memungkinkan pengguna untuk transaksi aset apa pun, misalnya saham, uang, properti, dan lain-lain.

Agar dapat memahami konsep kontrak pintar, mari kita bayangkan seperti pembelian sebatang cokelat dari mesin penjual otomatis.

Untuk mendapatkan cokelat yang diinginkan, pembeli memasukkan koin pada mesin penjual otomatis lalu menekan tombol yang dipilih. Tombol tersebut, yang dipetakan ke slot tertentu, mengaktifkan tuas di mesin untuk mengeluarkan sebungkus cokelat pilihan Anda. Transaksi tersebut terjadi tanpa membutuhkan kasir atau petugas.

Nah, kontrak pintar mirip dengan mesin penjual otomatis karena menghilangkan kebutuhan akan perantara. Dalam hal ini, mesin penjual otomatis menghapus posisi penjual dan memungkinkan konsumen melakukan pembelian tanpa perantara.

 

5. Biaya Transaksi

Biaya transaksi dalam Bitcoin sepenuhnya ditentukan oleh Anda. Anda boleh membayar lebih banyak uang kepada penambang agar ia memberikan perhatian khusus pada transaksi Anda; namun, apabila Anda tidak membayar satu sen pun, transaksi akan tetap berjalan sesuai protokol.

Di sisi lain, Anda harus menyediakan sejumlah Ether agar transaksi berhasil di Ethereum. Ether yang Anda tawarkan akan diubah menjadi unit yang disebut Gas. Gas ini nantinya mendorong komputasi agar transaksi Anda ditambahkan ke blockchain.

 

6. Waktu Transaksi

Jumlah rata-rata waktu yang diperlukan untuk menambahkan blok ke blockchain dalam Bitcoin dibutuhkan 10 menit. Durasi rata-rata pemindahan blok Bitcoin sebenarnya tergantung pada apakah total hash power jaringan Bitcoin kuat atau lemah. Sehingga, apabila Anda ingin memindahkan 6 blok saja, bisa memakan waktu sekitar 1 jam.

Proses pembuatan blok (atau penambangan) bersifat acak dan setiap blok bisa memakan waktu lebih lama atau hanya sebentar. Namun di Ethereum, pembuatan blok hanya membutuhkan sekitar 12 hingga 15 detik.

 

7. Keamanan

Pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Indonesia (Bappebti) pada Februari 2019 lalu telah mengatur soal perdagangan mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum sebagai komoditas atau aset legal di Indonesia. Walaupun demikian, masih banyak pihak yang mempertanyakan bagaimana tingkat keamanan kedua mata uang tersebut.

Dilihat dari sisi keamanan, keduanya merupakan teknologi berbasis blockchain dengan tingkat keamanan sangat tinggi. Antara Bitcoin dan Ethereum, tidak ada perbedaan sama sekali dari sisi keamanan; sistem desentralisasi yang digunakan keduanya memiliki keamanan yang sama-sama ketat.

Namun perlu diperhatikan bahwa meskipun tingkat keamanan kripto cukup tinggi, bukan berarti pasar ini mustahil untuk diretas. Faktanya, beberapa kasus penyalahgunaan sempat terjadi dan membuat beberapa startup kewalahan.

Baca Juga: 5 Kasus Penyalahgunaan Kripto Yang Menggegerkan Dunia

 

8. Algoritme Hashing

Algoritme hashing adalah sistem untuk menjaga privasi pengguna kripto dan memastikan keamanan ketika tengah melakukan transaksi. Algoritme hash bekerja memetakan data dari yang bersifat acak menjadi data ukuran tetap. Bitcoin menggunakan algoritme hashing bernama SHA-256, sedangkan Ethereum menggunakan algoritma kriptografi yang disebut Ethash.

 

9. Cara Menambang

Semua mata uang kripto pada umumnya bisa didapatkan dengan cara menambang. Cara pertama menggunakan sistem Proof of Work (PoW) yang melakukan penambangan dengan mengolah sebuah kode sampai mampu dipecahkan.

Sistem PoW membutuhkan komputer super canggih yang pastinya sangat mahal. PoW dipakai jika Anda ingin menambang Bitcoin dan Ethereum. Dengan PoW, penambang di seluruh dunia mencoba memecahkan teka-teki matematika yang rumit untuk menjadi yang pertama menambahkan blok ke blockchain.

Namun demikian, penambangan Ethereum juga bisa menggunakan teknologi lain berupa Proof of Stake (PoS). Sistem ini lebih ringan dan bisa ditambang menggunakan komputer biasa.

Baca Juga: 4 Koin Kripto Ini Bisa Ditambang Dengan Komputer Biasa

Dengan PoS, seseorang dapat menambang atau memvalidasi transaksi dalam satu blok berdasarkan berapa banyak koin yang dimilikinya. Semakin banyak koin yang dipegang seseorang, semakin banyak kekuatan penambangan yang dimiliki.

Antara PoW dan PoS sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal bagaimana Anda memilih mana yang lebih menguntungkan dan sesuai dengan tujuan penambangan.

menambang kripto

Di Bitcoin, setiap kali penambang menambahkan blok ke blockchain, ia diberi hadiah 12.5 Bitcoin. Hadiah ini akan dibagi dua setiap 210,000 blok. Kali berikutnya, hadiah ini bisa dipotong lagi setengahnya.

Di Ethereum, seorang penambang atau validator menerima 3 Ether setiap kali sebuah blok ditambahkan ke blockchain, dan hadiahnya tidak akan pernah dibagi dua.

 

10. Jumlah Ketersediaan Supply

Ketersediaan Bitcoin seperti sudah diketahui memang terbatas pada 21 juta koin. Berbeda dengan Ethereum yang jumlahnya tidak terbatas dan bisa terus bertambah.

Kedua hal yang berbeda ini tentunya memiliki masing-masing keunggulan jika dikaitkan dengan penawaran. Bisa jadi, terbatasnya ketersediaan Bitcoin justru membuat permintaan akan token digital tersebut meningkat, sekaligus membuat harga Bitcoin meroket tinggi.

Kelangkaan dari Bitcoin ini tentunya menjadi senjata investasi yang sangat besar. Karena faktor inilah Ethereum masih belum berhasil mendepat Bitcoin dari posisi teratas. Meski demikian, prospek Ethereum cukup menjanjikan dengan semakin mendekatnya Ether di angka Rp30 juta.

Baca juga: Berapa Investasi Minimal Untuk Trading Bitcoin?

 

11. Teknologi

Seperti sudah dibahas sebelumnya, Ethereum memiliki teknologi lebih canggih dibanding Bitcoin. Sistem yang dibangun Ethereum terus diperbarui sehingga mampu berkembang pesat. Vendor yang tertarik bekerja sama pun terus meningkat sehingga Ethereum selalu memperbaiki kinerjanya.

Meski begitu, posisi Bitcoin sebagai mata uang kripto tertua dan pioner mata uang digital berbasis blockchain tetap tidak bisa tergantikan.

 

Bitcoin vs Ethereum, Mana Yang Akan Dipilih Investor?

Dari semua perbandingan di atas, akan timbul pertanyaan mengenai mana yang lebih baik dimiliki. Apakah Bitcoin atau Ethereum? Pertanyaan ini muncul akibat semakin tingginya nilai Ethereum mendekati Bitcoin. Artinya, orang-orang sudah memprediksi bahwa Ethereum nantinya bisa bersaing melawan Bitcoin.

Hal tersebut semakin terlihat di awal 2021 ini, saat harga Ethereum melampaui Rp30 juta dan diperkirakan terus menguat. Meski selisihnya masih sangat jauh, sedikit demi sedikit Bitcoin bisa saja terkejar suatu hari nanti.

Investasi selalu berisiko, tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa mata uang kripto adalah salah satu pilihan investasi dengan risiko sangat tinggi. Investasi kripto ini semata-mata adalah spekulasi murni, karena tidak berwujud dan belum ada framework undang-undang yang menjaminnya secara global.

Akan tetapi, tak bisa ditampik bahwa mata uang digital merupakan aset populer bagi milenial saat ini. Dalam 12 bulan terakhir, Bitcoin meningkat lebih dari enam kali lipat disusul Ethereum yang meroket hampir 16 kali lipat.

Para analis mata uang kripto memprediksi market cap Bitcoin masih sulit terkalahkan di masa mendatang. Namun, banyak orang juga memproyeksikan suatu hari Ethereum bisa saja menggantikan posisi Bitcoin di urutan pertama, karena sebenarnya Ethereum jauh lebih unggul dari sisi teknologi dan kegunaan. Selain itu, Ethereum memiliki banyak fungsi bermanfaat khususnya dalam pengembangan aplikasi.

Meskipun Bitcoin dan Ethereum mempunyai perbedaan signifikan, dua-duanya berpotensi menjadi investasi menguntungkan di masa depan.

investasi bitcoin vs ethereum(Baca Juga: Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Investasi Kripto)

Terus, mana yang sebaiknya dipilih? Bitcoin? Ethereum?

Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya harus dilihat dari berbagai sisi. Dari segi investasi, nilai Bitcoin masih lebih tinggi dan supply akan terus menipis seiring naiknya permintaan.

Namun dari sisi teknologi, Ethereum lebih diunggulkan karena banyaknya developer mengandalkan sistem kerja Ethereum untuk mengembangkan program aplikasi. Di sisi lain, Bitcoin hanya digunakan sebagai mata uang digital peer-to-peer.

Setelah memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, kini silahkan memilih investasi mata uang kripto manakah yang sesuai kondisi dan keinginan Anda. Bitcoin bekerja lebih baik sebagai sistem transaksi peer-to-peer, sedangkan Ethereum berguna apabila Anda perlu menciptakan aplikasi terdistribusi dan kontrak pintar. Jadi bisa disimpulkan bahwa dalam jangka panjang, Ethereum memiliki potensi mengungguli Bitcoin. Namun dalam jangka pendek, Bitcoin masih menawarkan peluang investasi yang jauh lebih menjanjikan dibanding Ethereum.

Terkait Lainnya
 
PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan penjualan mobil selama periode Januari–Maret 2024, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG dibuka rebound pada perdagangan hari ini, naik 0.35% ke level 7,156, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Pada Rabu (17/April), BEI melakukan pengumuman Unusual Market Activity (UMA) terhadap saham PT Barito Renewables Tbk (BREN), 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Kapitalisasi pasar alias market cap PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) makin menggembung, sudah menembus Rp1,063 triliun, 3 jam lalu, #Saham Indonesia

Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 21 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 21 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 1 hari, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 1 hari, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 1 hari, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 1 hari, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 1 hari, #Saham Indonesia


Forum Terkait

 Irwansyah |  1 Apr 2021

Apakah menggunakan strategi hedging pada trading kripto khususnya Bitcoin dengan pair lainnya, sangat disarankan?

Dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika mau menggunakan strategi ini. Makasih

Lihat Reply [9]

@ Irwansyah:

Setahu kami semua mata uang kripto dikurs terhadap USD, seperti Bitcoin (BTC/USD), Litecoin (LTC/USD), Ethereum (ETH/USD). Jika satu mata uang kripto harganya naik, maka yang lain akan cenderung naik juga, dan sebaliknya jika harganya turun. Jadi pergerakan harganya cenderung searah.

Dengan demikian menurut kami tidak bisa menggunakan strategi hedging pada mata uang kripto seperti halnya di forex. Di forex ada pair yangkorelasi pergerakannya negatif, misal korelasi pergerakan antara USD/CHF dan EUR/USD negatif, tetapi di mata uang kripto korelasinya selalu positif.

M Singgih   3 Apr 2021

Mungkin bisa dipermudah lagi pak istilah negatif dan positifnya...saya kurang menangkap masud bapak. Makasih

Irwansyah   9 Apr 2021

@ Irwansyah:

Pada 2 pair, jika korelasi pergerakan harganya positif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua juga akan naik, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua juga akan turun.
Jika korelasi pergerakan harganya negatif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua akan turun, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua akan naik.

M Singgih   11 Apr 2021

BNB sama Doge lagi naik-naiknya, kira-kira di pasar kripto lagi ada apa ya?

Aji Pangestu   14 Apr 2021

@ Aji Pangestu:

Harga Binance (BNB) dan Dogecoin melambung karena mengikuti trend bullish dari BTC (Bitcoin). BTC sebagai pelopor mata uang kripto telah dianggap sebagai alternatif save haven selain emas dan US Dollar. Dalam 6 bulan terakhir harga BTC/USD memang terus-menerus menembus rekor tertingginya (break high) sehingga memicu harga mata uang kripto lainnya untuk terus naik.

Sebagai referensi lebih lanjut, strategi hedging kripto bisa dipelajari di sini.

M Singgih   15 Apr 2021

Bitcoin memiliki korelasi positif dengan pair apa ya kak?

Anthony   29 Aug 2022

@Anthony:

Untuk korelasi sendiri, korelasi paling besar BTC ada pada teman-teman sejenisnya di aset kripto seperti ETH, XRP, BNB, dll pak. Untuk instrumen lain di luar kripto sendiri biasanya BTC erat berhubungan dengan indeks saham seperti S&P500, DOW, dll. Untuk lengkapnya mungkin bisa dilihat dari table di bawah ini:

btc-cor-1

Untuk korelasi dengan mata uang sendiri, tercatat BTC memiliki keterkaitan atau korelasi yang cukup tinggi dengan CAD. Nilainya bahkan berada jauh di atas USD (diwakilkan dengan USDT) serta EUR.

btc-cor-2

Nur Salim   29 Aug 2022

Di harga Bitcoin saat ini, apakah bagus digunakan untuk teknik hedging?

Raynold   19 Oct 2022

@Raynold:

Hedging dengan tujuan apa terlebih dahulu yang dimaksud di sini pak. Jika tujuan Hedgingnya adalah untuk mengunci keuntungan yang didapat dari hasil Jual atau Beli maka sah-sah saja jika bapak ingin Hedging saat ini. Tapi jika yang mau dilakukan adalah mencari keuntungan saat ini, saya rasa agak sulit.  Meskipun sedang terpantau sedang Sideway dalam beberapa pekan bahkan bulan terakhir, tapi Bitcoin saat ini masih dalam berada tren turun yang kuat. Jadi cukup riskan untuk melakukan Hedging saat ini.

btc-hedging

Nur Salim   23 Oct 2022
 Chris Leon |  20 May 2021

Bitcoin lagi longsor, apakah ini saat yang tepat beli BTC?

waktu terbaik membeli btc

Lihat Reply [29]

@ Chris Leon:

Dari chart daily, belum ada sinyal dari price action untuk buy. Dari penunjukan price action harga masih konsolidasi dengan terbentuknya inside bar. Sementara dari penunjukan indikator teknikal, pergerakan harga masih cenderung bearish.

Saat Yang Tepat Untuk Membeli Bitcoin

M Singgih   21 May 2021

Sekarang ambles lagi ya pak harga Bitcoin dan market kripto lainnya....

kenapa akhir-akhir ini Bitcoin mudah banget ambruknya ya..padahal beberapa waktu lalu sempat nyentuh 900 Juta. 

Chris Leon   24 May 2021

@ Chris Leon:

Nilai Bitcoin anjlok minggu lalu karena pernyataan Elon Musk (pemilik Tesla), pemerintah China dan pemerintah AS. Elon Musk memutuskan untuk menghentikan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin, pemerintah China melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech menyediakan layanan transaksi uang kripto, dan pemerintah AS memberikan regulasi baru yang berupa rambu-rambu terhadap perdagangan mata uang kripto.

 

M Singgih   24 May 2021

Untuk tahu info-info seperti ini gimana pak caranya...agar kedepannya saya bisa mengantisipasinya..makasih

Chris Leon   25 May 2021

@ Chris Leon:

Silahkan baca juga berita-berita pasar dari situs keuangan seperti investing untuk berita kripto, Bloomberg.com, CNBC.com, dll.

 

M Singgih   26 May 2021

@ Khalis:

Karena ulah para spekulan. Pergerakan harga BTC dan juga mata uang kripto lainnya tidak ada dasar fundamental ekonominya, jadi sepenuhnya tergantung dari para spekulan. Mengenai apakah harganya bisa kembali turun, tentu saja bisa.

 

M Singgih   27 Oct 2021

Agar tidak ketinggalan momentum Bitcoin akan segera naik gimana ya pak? Ini saya ketinggalan terus...hehe

Jodi   10 Nov 2021

@ Jodi:

Karena Bitcoin tidak ada dasar fundamentalnya untuk melakukan analisa dan perkiraan, maka satu-satunya cara adalah dengan analisa sentimen pasar melalui pengamatan price action dan penunjukkan indikator teknikal terutama indikator trend.

Dengan demikian Anda harus selalu memonitor peregerakan harga Bitcoin jika tidak ingin ketinggalan momentum untuk entry.

 

M Singgih   11 Nov 2021

@ Gustav:

Setahu kami tidak ada hubungan maupun korelasinya. Kalau korelasi, dengan indeks saham yang mana? Dow Jones kah? Nasdaq kah? Nikkei kah? Hang Seng kah? Atau harga saham apa?

Pergerakan BTC tidak ada dasar fundamental ekonominya. Full spekulasi.

 

M Singgih   3 Dec 2021

Sejak penciptaannya, harga bitcoin sudah sering jatuh bangun. Harga bitcoin bisa jatuh biasanya karena beberapa faktor seperti:

  • Perubahan kebijakan pemerintah tentang aset kripto di salah satu negara utama, misalnya China, AS, dll.
  • Perubahan kebijakan bank sentral. Meskipun peredaran bitcoin tidak diatur oleh bank sentral, tapi kurs bitcoin diperoleh dari transaksi pertukarannya dengan mata uang riil yang dikelola bank sentral. Jadi umpamanya saat ini USD menguat karena bank sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga, maka bitcoin (BTC/USD) melemah.
  • Aksi jual pemilik besar. Misalnya jika ada pihak yang dikenal punya bitcoin dalam jumlah besar mendadak mengumumkan akan menjual portofolionya, maka harga bitcoin bisa jatuh.

Ketiga faktor di atas hanya beberapa contoh saja. Masih banyak lagi faktor yang bisa memengaruhi harga bitcoin, karena status hukumnya yang tidak jelas di banyak negara. 

Bagaimana proyeksinya ke depan? Ya, harga bitcoin kemungkinan akan terus menerus jatuh bangun seperti ini. Mungkin sekarang turun, bulan depan naik, bulan depannya lagi jeblok, lalu naik lagi. Karakteristik bitcoin yang paling mencolok adalah harganya yang sangat fluktuatif, bahkan naik-turunnya lebih tajam daripada mata uang biasa.

Aisha   31 Jan 2022

Apakah hal ini juga berpengaruh kepada koin-koin lainnya? Seperti Dogecoin, ETH, BNB, dll?

Anjas   3 Feb 2022

Ya, faktor-faktor di atas juga berpengaruh pada koin-koin kripto lain.

Selain itu, pada umumnya, nilai koin dapat menguat atau melemah sesuai dengan aplikasi atau pemanfaatannya. Semakin banyak pihak yang menerima/menggunakan koin tersebut, maka nilai semakin tinggi. Semakin sedikit, nilai semakin lemah.

Aisha   4 Feb 2022

Bitcoin dan Ethereum merupakan dua mata uang kripto paling populer saat ini. Namun, keduanya memiliki fitur dan keunggulan berbeda. Fitur dan keunggulan ini memengaruhi prospek nilainya dalam jangka panjang.

Mengingat kripto termasuk teknologi baru yang masih dalam tahap pengembangan, kita tidak dapat memastikan mana yang akan lebih baik dalam jangka panjang. Lalu, bagaimana jika kita ingin berinvestasi pada kripto?

Calon investor hanya dapat menelaah faktor-faktor yang memengaruhi nilai masing-masing saja, kemudian berinvestasi pada Bitcoin atau Ethereum sesuai dengan minat atau kebutuhannya. Berikut ini dua faktor utama yang perlu diperhatikan:

  • Adopsi di kalangan lembaga-lembaga bermodal besar: Bitcoin unggul dalam hal ini. Banyak gerai online dan offline telah menyediakan bitcoin sebagai opsi pembayaran untuk belanja online, booking hotel, dll. Perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Tesla telah mulai memborong bitcoin demi mendapatkan keuntungan investasi darinya. Bitcoin juga merupakan mata uang kripto pertama yang diadopsi dalam kontrak futures oleh bursa CME asal Amerika Serikat. Sedangkan, perusahaan-perusahaan besar kebanyakan hanya memanfaatkan blockchain ethereum saja untuk kebutuhan lain dan tidak membeli ETH sebagai persediaan cash ataupun investasi.
  • Masalah regulasi: Banyak negara lebih ramah terhadap ethereum daripada bitcoin. Karena banyak pemanfaatan blockchain ethereum di luar fungsinya sebagai "currency". Sedangkan bitcoin sering menghadapi pelarangan khusus karena bersaing dengan mata uang resmi yang berlaku.

Intinya, fungsi bitcoin lebih condong sebagai mata uang dan komoditas. Sedangkan fungsi ethereum lebih luas sebagai kerangka infrastruktur bagi banyak orang untuk membangun platform atau aplikasi baru.

Aisha   15 Feb 2022

Kalo untuk management risiko investasi di kripto seperti apa kak? Harganya kan naik turun ekstrim gitu

Zidni   15 Feb 2022

Sederhana saja: Investasi di kripo dengan hanya menggunakan uang sisa yang tidak akan dipakai untuk kebutuhan lain (uang dingin), sehingga kamu nggak akan pusing kalau nilainya turun dan kamu juga nggak akan depresi kalau investasinya hangus total.

Setelah itu, bagi modal dari uang sisa tadi ke dalam beberapa kelompok. Sebagian untuk belajar, sebagian lagi untuk kelak investasi beneran setelah paham dunia kripto. Dari bagian yang untuk belajar, dibagi lagi menjadi beberapa bagian agar kamu nggak langsung kehabisan modal saat baru coba-coba invest pada kripto.

Lebih baik invest dana sedikit-sedikit sambil belajar. Sangat tidak disarankan untuk langsung setor banyak sekaligus, padahal masih belum memahami lika-liku dunia kripto.

Aisha   15 Feb 2022

Ini saya mau beli BTC di Binance, kenapa diblokir ya kak situsnya? Apakah Binance memang sudah scam?

Abas   16 Feb 2022

Pemblokiran situs Binance di Indonesia bukan karena scam, melainkan karena Binance tidak memiliki izin dari pemerintah Indonesia.

Dari pihak Binance mungkin merasa tak perlu mengajukan izin khusus karena operasionalnya bersifat internasional. Tapi dari sisi pemerintah Indonesia, perusahaan apa saja yang beroperasi di sini harus dapat izin dulu. 

Banyak investor kripto Indonesia tetap join Binance, meskipun situsnya diblokir pemerintah. Cara paling praktis adalah dengan mengunduh aplikasi Binance via ponsel. Sedangkan kalau ingin mengakses via PC atau laptop, caranya bisa dengan memasang VPN, mengakses via proxy, atau mengubah DNS kita.

Aisha   17 Feb 2022

@Muh Dirga:

Selamat pagi, memang betul akan selalu terdapat perbedaan antara harga BTC di MT5 ataupun di Exchange kripto secara khusus. Bukan hanya itu, sejatinya di antara Exchange terbesar di Indonesia seperti IndoDax dan TokoCrpto bahkan yang terkenal secara global seperti Binance dan CoinBase juga akan berbeda satu sama lain. Hal ini umumnya terjadi karena sifat BTC sebagai Decentralized Digital Currency yang tidak memiliki nilai patokan khusus dalam satu waktu.

Selain itu ada juga faktor perbedaan lain seperti Fee yang diterapkan, Spread, Volatilitas dari tiap Exchange ataupun broker MT5 yang digunakan yang akan mempengaruhi produk hasil atau harga yang tampak pada Chart Anda. Ada juga faktor teknis seperti perbedaan waktu server serta jadwal Maintenance berkala yang diberlakukan di setiap Exchange atau broker.

Mengenai perbedaan bentuk Candlestick dalam Chart memang bisa dan sering terjadi. Namun hal ini biasanya terjadi pada time frame kecil seperti M30, M15, M5 atau M1. Pengaruh perbedaan harga ini umumnya tidak akan tampak jika diaplikasikan pada time frame yang lebih besar seperti H1, H4 dan Daily.

susunan Candlestick di MT5 Broker FXCE:

cs-beda-1

susunan Candlestick di Coinbase:

cs-beda-2

Namun kalau tujuannya memang untuk trading di time frame kecil maka saran saya gunakan patokan harga yang ada di tempat Anda trading saja. Meskipun harga atau pola Candlestick yang dihasilkan dapat berbeda, namun secara umum pola yang terbentuk umumnya akan sama. Contohnya jika di salah satu Exchange muncul pola Candlestick reversal Bearish Engulf, maka ditempat lain kemungkinan akan muncul pola reversal pula meskipun tidak berbentuk Bearish Engulf. Selain itu, adapula faktor Order Book ataupun Supply And Demand yang berbeda di setiap broker ataupun Exchange. Meskipun pada akhir penutupan hari atau time frame besar tidak akan terlalu berpengaruh karena order telah di Sync dengan yang lain, namun pergerakan jangka pendek harga (M1 atau Tick) umumnya akan sangat jelas pengaruhnya.

Nur Salim   29 Mar 2022

@Yanjun:

Untuk alasan mengapa Bitcoin melambung dalam beberapa hari belakangan ini sebenarnya tidak bisa disimpulkan  dengan pasti. Hal ini karena banyaknya faktor yang bisa menggerakan harga Bitcoin seperti kondisi ekonomi-politik yang sedang terjadi di dunia . Namun disinyalir penyebab utama harga Bitcoin naik karena adanya transaksi pembelian besar-besaran dari Terra (LUNA) sebagai aset backup untuk kepentingan StableCoin mereka. Menurut keterangan yang ada bahkan hingga saat ini mereka total telah membeli sebanyak 31,000 BTC dalam beberapa waktu belakangan. 

Kalau dari teknikal sendiri, BTC baru saja Breakout dari Resistance dan Chart Pattern Rectancle-nya beberapa waktu lalu. Saat ini BTC sedang berusaha membentuk tren naiknya di time frame Daily.

btc-analisa

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   31 Mar 2022

Faktor apa yang menyebabkan harga bitcoin melambung naik?

Yanjun   31 Mar 2022

Harga bitcoin kenapa jatuh lagi, perkiraannya kedepannya gimana kak?

Anjas   24 Jan 2022

Akhir-akhir ini harga bitcoin kembali menggila, itu kenapa ya gan bisa begitu? Apakah ada kesempatan harganya bisa turun lagi? Pengen coba investasi BTC..hehe

Khalis   26 Oct 2021

Ethereum VS Bitcoin, mana yang lebih baik untuk jangka panjang?

Zidni   11 Feb 2022

saat saya analisa kripto di mt5 saya baru sadar kalau harganya ternyata berbeda dengan di exchange? mengapa bisa demikian? candlestick yang terbentuk jg terkadang bisa berbeda. adakah solusi untuk ini? saya menggunakan analisa pola candlestick dan terasa cukup terganggu karena masalah ini.

Muh Dirga   29 Mar 2022

Ada kawan di grup yang menyebutkan bahwa harga BTC berkorelasi dengan harga saham. Apakah beanr demikian?

Gustav   3 Dec 2021

Maaf gan, saya baru baru aja mengikuti berita tentang bitcoin. Saya agak terkejut dengan nilai bitcoin yang mendadak naik drastis dan juga bisa mendadal turun drastis. Ini kira-kira penyebabnya apa ya? saya rasa untuk sektor lain seperti saham dan forex rasanya harganya ga nukik tajam banget deh. dan bahaya ga ya kalau emang mau inves disana? makasih

Nurdin   27 Jan 2023

Nurdin:

Proses kenaikan dan penurunan dari Bitcoin utamanya banyak faktor yang berpengaruh. Ada faktor fundamental positif seperti banyaknya Bitcoin diadopsi untuk alat pembayaran yang dapat menyebabkan harga naik, ada pula berita-berita buruk tentang penipuan yang dapat membuat harga turun, dan berbagai macam hal lainnya.

Tapi pada dasarnya pergerakan ini sendiri didasarkan pada hukum Supply And Demand, dimana jika banyak permintaan akan Bitcoin maka harga akan naik, dan jika permintaan berkurang maka harga akan turun. Banyak yang berpendapat bahwa kripto ini spekulatif sebenarnya ada karena tidak adanya basis yang mendasari nilai dari Bitcoin itu sendiri. Namun hal ini sudah tidak berlaku semenjak tingginya value yang dibutuhkan untuk mencetak 1 Bitcoin dari Mining saat ini. Nilai pencetakan 1 Bitcoin ini biasanya dikenal dengan intrinsik value.

Saham dan Forex juga sejatinya bergerak dengan mengikuti hukum Supply And Demand. Hanya saja karena usianya yang memang tergolong sudah sangat lama, ada banyak faktor lain yang menyebabkan pergerakan harga saham dan forex tidak liar seperti Bitcoin.

Mengenai aman dan tidak amannya sendiri menurut hemat saya, segala jenis investasi pasti akan berisiko tidak peduli apapun jenisnya. Tugas kita sebagai investor lah yang harus menjaga agar risiko tersebut tetap berada pada batas-batas wajar dan dapat diterima oleh diri.

Nur Salim   30 Jan 2023

Nurdin:

Investasi pada Bitcoin, saham, dan forex bisa naik turun drastis karena faktor spekulasi dan sentiment pasar. Kebanyakan investasi ini dianggap berisiko tinggi karena harga yang fluktuatif, tetapi juga memiliki potensi untuk menghasilkan keuntungan yang besar.

Jadi kalau mau invest, harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi harga antara lain: perubahan dalam kebijakan moneter, perubahan dalam kondisi ekonomi global, dan perubahan dalam permintaan dan penawaran.

Kalau soal aman tidaknya, sebaiknya jangan menaruh dana yang terlalu besar hanya dalam 1 aset dan lakukan diversifikasi supaya masih ada safety net saat salah satu aset merugi.

Ananta   6 Feb 2023

Nur Salim:

Harga Bitcoin adalah sebuah harga pasar, dan seperti pasar lainnya, harganya dipengaruhi oleh banyak faktor yang sangat kompleks. Namun, beberapa faktor yang bisa mempengaruhi harga Bitcoin adalah:

  1. Penawaran dan permintaan: Seperti aset investasi lainnya, harga Bitcoin dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan dari investor. Ketika permintaan Bitcoin meningkat dan pasokannya terbatas, maka harganya cenderung meningkat. Sebaliknya, ketika penawaran Bitcoin meningkat dan permintaannya menurun, harga cenderung turun.
  2. Adopsi institusional: Adopsi Bitcoin oleh institusi keuangan dan perusahaan besar seperti Tesla, Microstrategy, dan Paypal telah meningkatkan kepercayaan investor dalam Bitcoin, yang dapat menyebabkan kenaikan harga.
  3. Spekulasi dan Sentimen Pasar: Harga Bitcoin juga dapat dipengaruhi oleh hype (sentimen) dan spekulasi di pasar. Ketika ada kabar atau rumor yang menarik perhatian publik tentang Bitcoin, maka harganya dapat naik secara dramatis karena spekulan dan investor yang mencoba untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga tersebut.
  4. Regulasi dan kebijakan pemerintah: Kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah atau badan pengawas keuangan tertentu juga dapat mempengaruhi harga Bitcoin. Sebagai contoh, ketika China membatasi perdagangan Bitcoin pada tahun 2017, harga Bitcoin turun secara dramatis.
  5. Teknologi Blockchain: Bitcoin adalah salah satu kripto aset pertama yang dibangun di atas teknologi blockchain. Kenaikan minat dan kepercayaan terhadap teknologi blockchain juga dapat mempengaruhi harga Bitcoin.

Perlu dicatat, Bitcoin bukanlah satu-satunya mata uang kripto yang dapat mengalami perubahan harga signifikan karena faktor-faktor yang disebutkan di atas. Banyak koin kripto generasi berikutnya (seperti ETH yang akhirnya berubah dari POW menjadi POS). Oleh karena itu, investor kripto harus terus mengikuti perkembangan terakhir pasar kripto berdasarkan faktor-faktor tersebut.

Sakiyah H.   15 Feb 2023
 Sandi |  28 Jul 2022

2 koin terpopuler saat ini adalah Bitcoin dan Ethereum. Namun yang menjadi pertanyaan, apa perbedaan antara dua koin ini? Dan mengapa Bitcoin dan Ethereum memiliki nilai tertinggi dibanding koin-koin lainnya? Terima kasih

Lihat Reply [27]

Solana dan Ethereum sama-sama merupakan platform yang dapat dipergunakan untuk hosting proyek blockchain. Ethereum dirilis lebih awal pada tahun 2014, sedangkan Solana baru dirilis pada 2020.

Bagi sejumlah pihak, mungkin Solana yang lebih baru dianggap lebih baik. Realitanya, Solana memang memberikan opsi platform blockchain yang lebih murah dan cepat dibanding Ethereum (untuk saat ini).

Namun, Ethereum sebenarnya justru menawarkan jaringan terdesentralisasi yang lebih matang. Itulah sebabnya, sampai sekarang pun lebih banyak lembaga yang memilih Ethereum sebagai basis proyek mereka.

Bagaimana jika untuk investasi? Sejauh ini, Ethereum masih lebih baik. Ada dua alasan utama yang mendasari:

  • Platform Ethereum lebih diakui dan lebih banyak diadopsi oleh lembaga dan perusahaan besar.
  • Platform Ethereum merupakan pelopor NFT (Non-Fungible Token), sehingga prospek aplikasinya ke depan tetap sangat luas.

Ibaratnya, Ethereum sudah "diwisuda" sedangkan Solana masih seperti anak-anak yang baru masuk sekolah. Jika ingin trading jangka pendek, dua-duanya mungkin menarik. Tapi dari sudut pandang investasi, Ethereum lebih baik.

Aisha   3 Aug 2022

Secara garis besar, perbedaan antara BTC dan ETH terletak pada:

1. Tujuan. Bitcoin merupakan mata uang digital, sementara Ethereum adalah token yang menjadi fasilitator dari Smart Contract. Berbeda dengan Bitcoin yang hanya bisa dijadikan mata uang virtual, Ethereum menjadi teknologi yang bisa diterapkan ke dalam berbagai sistem.

Cek di sini: Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

2. Simbol yang digunakan. Bitcoin dilambangkan dengan BTC, sementara Ethereum bersimbolkan ETH.

3. Tahun peluncuran. Bitcoin lebih dulu muncul pada tahun 2009, sementara Ethereum baru menyusul 6 tahun kemudian pada Juli 2015.

4. Jumlah koin yang terdistribusi. Bitcoin memiliki total koin sebanyak 21 juta keping, sementara Ethereum mengeluarkan 18 juta keping setiap tahunnya.

5. Pendiri. Hingga saat ini, pendiri Bitcoin masih misterius dan hanya memiliki alias "Satoshi Nakamoto". Sementara itu, Ethereum secara terbuka memperkenalkan Vitalik Buterin, Joseph Lubin, dkk sebagai penggagasnya.

Alasan kenapa Bitcoin dan Ethereum memiliki nilai tertinggi adalah karena kedua koin tersebut bisa dibilang sebagai yang tertua dan dipercaya, sehingga mendapatkan banyak dukungan dari komunitas Crypto-enthusiast.

Berikut adalah tabel perbedaan antara Bitcoin dan Ethereum.

bitcoin vs ethereum

Ananta   29 Jul 2022

Apakah Bitcoin juga akan bermigrarsi ke PoS seperti Ethereum yang juga berencana akan melakukan the Merge?

Bagas   3 Aug 2022

Selain 2 koin tersebut, apakah ada rekomendasi koin lain yang cocok diinvestasikan di tahun 2022?

Mahmud   11 Aug 2022

Jika memang keperluannya untuk investasi jangka panjang maka menurut saya pribadi tidak ada yang lebih baik dari keduanya. Saran saya, jika ingin coba investasi pada kripto lain selain BTC dan ETH, cukup alokasikan total dana di bawah 10% mengingat fluktuasi tinggi yang mungkin muncul dari kripto lain. Mengenai pilihannya sendiri, bapak mungkin bisa memulai dari 10 daftar koin kripto terbaik kami ini. 

Nur Salim   14 Aug 2022

Apa yang terjadi setelah supply Bitcoin sudah habis?

Mamat   19 Aug 2022

@Mamat:

Bapak ingin tahu kondisi dari sisi apa terlebih dahulu? Jika untuk harga, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi:

1. Harga terus meroket karena permintaan atau Demand yang meningkat.

2. Harga bisa Stack di Certain Price karena permintaan atau Demand-nya tetap.

3. Harga bisa turun karena kurangnya Demand atau permintaan.

Hal ini sendiri belum bisa diketahui karena Bitcoin masih dalam proses pengembangan serta belum bisa diterima secara Global. Jadi mungkin tunggu tanggal mainnya saja. Para ahli sendiri memperkirakan bahwa Bitcoin akan menyentuh batas atas Supply-nya di 21 Juta Bitcoin pada 2140. Masih lebih dari 100 tahun kok, jadi masih banyak waktu untuk perkembangan atau perbaikan sistem di Bitcoin sendiri.

Dampak atau pengaruh yang sudah pasti sendiri ada pada Miner atau penambang Bitcoin. Saat jumlah Supply ini terpenuhi, Miner tidak akan mampu mendapatkan keuntungan lagi dari proses penambagan ini. 

Nur Salim   24 Aug 2022

Iya pak saya ingin tahu dari segi harganya,...terima kasih sudah dijelaskan..

Namun, kalo benar Bitcoin baru habis di tahun 2140 kok aneh ya kak...padahal untuk menghabiskan supply 19 juta aja membutuhkan waktu 13 tahun dari tahun awal peluncurannya di tahun 2009.

Padahal kalo tertulis di koin marketcap supplynya hanya tinggal 2 jutaan saja. Mengapa bisa demikian? 

Mamat   24 Aug 2022

@Mamat:

Kalau untuk penjelasan teknisnya karena sistem dari penambangan BTC sendiri akan terus berkurang karena Reward akan selalu terbagi 2 selama 4 tahun sekali. Awal rilis sendiri, Reward Per Block yang diperoleh dari Mining adalah sekitar 50 BTC, saat ini sendiri Reward telah berkurang jauh di kisaran 6.5 BTC dan akan terus berkurang seiring berjalannya waktu. Kalau dari perhitungan matematikanya itu kurang lebih baru tahun 2140 keseluruhan BTC akan selesai diproduksi.

Nur Salim   26 Aug 2022

Jika dilihat dari karakteristik penggunanya, Bitcoin sepertinya agak susah untuk bermigrasi ke PoS. Hal ini kembali lagi ke sistem PoW yang membuat Bitcoin diminati banyak orang. 

Pertama-tama, kita harus memahami beda PoW dan PoS. 

  • Proof of Work (PoW): Kelebihan PoW bisa terlihat dari fungsinya dalam jaringan blockchain. Kunci utama dari PoW adalah konsensus, dimana semua transaksi Bitcoin tercatat dan diatur di dalam blok.
  • Proof oF Stake (PoS): di PoS, penambang hanya bisa mengakses aset kripto dan memvalidasi transaksi sesuai dengan kepemilikan asetnya. 

Ethereum memakai PoS untuk meningkatkan skalabitasnya, sementara peminat Bitcoin menggunakan BTC karena tidak ingin ada ketimpangan antara pemilik aset yang banyak vs sedikit. Karena itu, besar kemungkinan komunitas Bitcoin tidak melakukan perubahan radikal pada blockchain kecuali terpaksa. 

Ananta   29 Aug 2022

Mengapa Max Supply Ethereum tidak dimunculkan di CoinMarketCap?

max supply Eth

Sambo   29 Aug 2022

@Sambo:

Bukan tidak dimunculkan pak. ETH memang memiliki Unlimited Supply atau tidak ada batasnya. Oleh karena itu tidak ada nilai yang cantumkan di sana.

Nur Salim   29 Aug 2022

Maaf OOT....Kalau ETH dibandingkan dengan Solana, apakah Solana lebih baik dibandingkan ETH?

Abang Crypto   2 Aug 2022

Maaf agak menyimpang...

Wallet yang bagus buat nyimpen aset Bitcoin dan Ethereum apa ya yg rekomended?

Baim   4 Oct 2022

Untuk wallet yang berbasis pada perusahaan lokal Indonesia, sudah jelas sekali: Indodax.

Untuk wallet yang berbasis mancanegara, Coinbase itu paling populer dan cocok untuk pemula.

Aisha   4 Oct 2022

Kalau MetaMask bagus gak kak? 

Baim   6 Oct 2022

Metamask itu setahuku hanya support Ethereum. Jadi, tidak bisa menyimpan bitcoin biasa atau token lain yang tidak berbasis ERC20 pada wallet Metamask.

Satu-satunya cara untuk menyimpan bitcoin di Metamask adalah melalui Wraped Bitcoin (bitcoinnya ditautkan dengan aset kripto lain yang berbasis ERC20). Tapi ini terlalu ruwet untuk pemula. Jadi, sebaiknya pilih wallet lain yang lebih praktis.

Aisha   7 Oct 2022

Bitcoin dan ETH lagi di dump? kok harganya turun banget sampek nyentuh $16,000?

Al Farizi   10 Nov 2022

@Al Farizi:

Istilah di Dump mungkin kurang tepat pak. Penurunan panjang ini sendiri diawali dari pasca kenaikan suku bunga AS dan beberapa faktor lainnya yang menyebabkan USD menguat secara keseluruhan. Jadi tidak hanya BTC dan ETH saja yang terkena dampak ini.

Nur Salim   11 Nov 2022

Iya, heran juga. Ini kenapa ya krisis begini? Apa ada kaitannya sama FTX? Anjlok banget. Apa ada kemungkinan naik lagi? Atau keadaan kayak begini sampai akhir tahun nanti?

Apa ini ada kaitannya sama psikologi trader dan investor yang fear uncertainty doubt gitu?

Lukas Mehra   15 Nov 2022

Menurut saya FTX akan susah bangkit lagi. Udah ada beberapa berita tidak mengenakkan soal FTX seperti skema ponzi yang diterapkan FTX, gaya hidup sang CEO, penggunaan dana trader untuk kampanye untuk partai demokrat, dll (belum pasti kebenarannya, tapi berita seperti ini sudah muncul di situs berita Indonesia). Meski bisa dikatakan rumor tapi itu udah cukup hancurin harga kripto saat ini.

Jadi bukan semata-mata karena situasi ekonomi global saat ini tetapi juga fundamental FTX nyatanya juga kacau.

Dan untuk psikologi trader pastinya doubt mereka akan besar lho. 

Oh iya Bappebti juga sudah menghentikan perdagangan kripto FTX di Indonesia.

William Karyadi   18 Nov 2022

@Lukas Mehra:

Terkait penurunan lanjutan ini memang sepertinya After Effect dari kasus FTX. Apa ini pak yang kemungkinan naik lagi? Kripto secara keseluruhan atau koin FTX-nya sendiri? kalau untuk kripto secara keseluruhan tentu saja kemungkinan harga bisa naik kembali masih ada. Hanya saja memang penurunan ini masih akan berlangsung cukup panjang karena banyaknya ketidakpercayaan yang mulai muncul pada kripto.

Nur Salim   19 Nov 2022

Maaf OOT,

Kalau FTX bangkrut, apakah dana kliennya bisa dikembalikan? Atau hanya lenyap begitu saja?

Arfin   21 Nov 2022

Maaf, Gan. Mau nanya: fundamental FTX yang kacau juga itu yang seperti apa Gan? Kalau nggak salah, malah dua atau tiga tahun FTX sempat membukukan keuntungan yang berkali lipat ya? Lupa sih tepatnya berapa, tapi pas jaman-jaman FTX naik gitulah namanya?

Kris   21 Nov 2022

Mungkin yang dimaksud bapak William mengacu pada berita-berita tidak mengenakkan soal FTX dan mengapa FTX bangkrut. Memang banyak berita liar yang udah keluar semenjak FTX bangkrut seperti perilaku petinggi FTX yang gagal mengelola bisnis mereka yang lain yaitu alameda research, selain itu ada rumor tentang gaya hedon mereka, belum lagi menggunakan dana investor mereka untuk kampanye dll.

Saya mengutip dari pernyataan Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, Christopher Tahir. Dia menjelaskan, kasus FTX menjadi pelajaran bahwa memperhatikan fundamental perusahaan adalah prioritas sebelum berinvestasi.

Menurut Christopher, kasus FTX disebabkan oleh kesalahan dalam manajemen pengelolaan dana nasabah. FTX dan perusahaan afiliasinya yaitu Alameda Research diduga menggunakan dana nasabah untuk menyelamatkan bisnis pribadi. 

Sebelum berinvestasi, pastikan belajar dulu apa itu kripto dan bagaimana teknologinya pahami instrumennya secara mendalam yang menjadi fundamental perusahaan sebelum benar-benar menyetor dana pertama meskipun perusahaan tersebut mencetak rekor keuntungan fantastis.

Welly G   22 Nov 2022

@Arfin:

Mohon maaf pak, untuk masalah ini saya juga kurang mengerti karena masalah kripto ini masih banyak abu-abunya. Tapi setahu saya, pada Terms and Conditions di FTX, terdapat poin yang menyatakan bahwa asset kripto milik klien adalah sepenuhnya milik dan tanggung jawab klien. Sehingga masih ada peluang asset yang dimiliki klien bisa dipulihkan. Keputusan akhirnya sendiri sebenarnya ada pada sidang kebangkrutan di pengadilan nanti. Jadi kita tunggu bersama-sama saja pak.

Nur Salim   22 Nov 2022

Arfin: Dari yang saya tahu, jika suatu perusahaan pialang mengalami kebangkrutan, biasanya ada lembaga perlindungan investor yang diatur oleh pemerintah yang melindungi dana klien. Di Amerika Serikat, lembaga perlindungan investor tersebut disebut Securities Investor Protection Corporation (SIPC), dan di Inggris disebut Financial Services Compensation Scheme (FSCS).

Akan tetapi, perlindungan ini biasanya memiliki batas maksimum tertentu, seperti $500.000 di Amerika Serikat dan £85.000 di Inggris. Oleh karena itu, klien perlu memahami batas perlindungan tersebut dan memperhatikannya serta melakukan diversifikasi investasi di beberapa perusahaan pialang yang berbeda agar risiko kehilangan investasi secara keseluruhan dapat diminimalkan.

Sama halnya dengan broker forex, exchange kripto juga memiliki lembaga yang menaunginya dengan jaminan dari pemerintah. Beberapa negara telah memiliki regulasi khusus untuk exchange kripto, seperti di Amerika Serikat dengan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN), atau di Jepang dengan Financial Services Agency.

Jason   4 May 2023
 Admin |  3 Aug 2022

Halo Sobiz,
Dari dua pilihan koin kripto tepopuler yaitu Bitcoin dan Ethereum, kalian tim mana nih? Dan apa alasannya?

Lihat Reply [1]

Saya pribadi milih Etherum. Soalnya teknologi blockchain 2.0 yang ditawarkan sangat menguntungkan selain itu Etherum sendiri adalah platform perangkat lunak terdesentralisasi  yang fokus ke Dapps dan Smart Contracts jadi ada perjanjian yang meengikat antara pembeli dan penjual dalam bertransaksi sehingga menghindari gangguan dan penipuan dari pihak ketiga. Jadi cocok bagi yang ingin berbisnis.

Yudha   7 Nov 2022
 

Komentar @inbizia

Staking kelihatannya lebih mirip dengan deposito di bank ya? Jadi kalau deposito di bank juga perlu minimal berapa duit dan entar bunga akan ditambahkan tiap bulan ke akun bank. Sedangkan kalau pinjaman kripto Ethereum itu lebih kayak saya yang punya kripto pinjamin ke peminjam dan si penerima pinjaman menjaminkan NFT atau jaminan aset lain yang berkaitan dengan kripto ya? Jadi ibarat kalau gagal bayar, smart contract diaktifkan langsung aset tersebut jadi punya saya begitu? Dan seperti pinjaman pada umumnya, tiap waktu tertentu harus disetor ke saya dengan berupa ETH yang udah ditambahkan bunga kedalamnya? Wah kalau seperti itu, aman banget buat pinjamin ETH ke orang lain asal ada jaminan yang menurut kedua belah pihak worth it, kalau gagal bayar bisa ada smart contract yang bekerja. Benaran aman banget ya!
 Lioyanto |  8 Dec 2022
Halaman: Cara Mendapatkan Passive Income Eth Termudah
Menurut saya penambangan bitcoin sendiri sepertinya harus dipikirkan ulang lagi oleh developer dan saya juga tidak tau apakah developer masih aktif atau tidak terutama Satoshi. Soalnya koin kripto lainnya sudah mulai menggaungkan energi efisien, jadi entah itu dari sumber diesel maupun SDA yang terbarui, mereka berusaha mengalihkan teknik mining ini dengan teknik stake dalam menghasilkan koin kripto, terutama Ethereum 2.0 yang mengusung penghapusan mining menjadi stake (PoW ke PoS). Tapi menilik dari tulisan author tentunya dengan hanya bitcoin yang mungkin masih memakai mining, dan berdasarkan info jumlah bitcoin sendiri sudah sedikit serta penambang juga beralih ke energi bersih saya rasa bitcoin lebih bersih daripada penambangan lain yang secara langsung merusak lingkungan sekitar.
 Sandy |  9 Dec 2022
Halaman: Mitos Mining Bitcoin Yang Masih Banyak Dipercaya
Saya masih kurang mengerti tentang DAO ini secara detail. Tetapi secara garis besar sebenarnya DAO itu organisasi yang dibangun diatas blockchain Ethereum dengan tanpa ada pemimpin organisasi dan dijuga ada smart contract didalamnya. Menurut saya DAO ini kalau saya ga salah pengertian akan sangat berguna bagi organisasi kemanusiaan. Jadi mereka bisa menggalang dana dan agar bisa disalurkan juga ada voting gitu. Ini benaran bisa menghindari terjadinya korupsi maupun pencucian uang dan juga adanya smart contract yang bisa diaktifkan hanya jika syarat terpenuhi. Kalau ada hal tersebut sih, kripto benaran jadi masa depan keuangan yang transparan!
 Kevin |  9 Dec 2022
Halaman: Cara Membuat Dao Untuk Proyek Kripto
Token DeFi itu termasuk generasi baru, dan merupakan token yang dibuat untuk ekosistem DApps. DApps sendiri dirintis oleh ekosistem Ethereum.
 Willi |  12 Dec 2022
Halaman: Kripto Berbasis Defi Tren Blockchain Baru Sarat Manfaat
Sebenarnya, kalau Bitcoin bisa diupdate menjadi PoS akan jauh lebih baik. Selain hemat energi, algoritma PoS bisa membuat transaksi lebih murah dan cepat, bila dibandingkan dengan PoW. Hanya saja, kalau Bitcoin berubah algoritmanya menjadi PoS, kemungkinan besar nilai Bitcoin akan terdepresiasi.
 Evan |  19 Dec 2022
Halaman: Mitos Mining Bitcoin Yang Masih Banyak Dipercaya
Setuju Gan, kripto memiliki perdagangan yang memang satu-satunya yang beroperasi 7x24 jam, berbeda dengan forex yang cuma 5 x 24 jam sehingga perputaran ekonomi dunia juga semakin cepat dan membuka peluang bagi orang agar bisa trading dan mengambil keuntungan dari sana. Mengenai bitcoin sendiri saya juga menganggap bitcoin adalah uang digital pertama tentunya banyak kekurangan yang bisa diperbaiki oleh mata uang lain. Kalau saya ibaratkan bitcoin itu emas nya uang digital.
 Aurelia |  26 Dec 2022
Halaman: Penambangan Bitcoin Bisa Mencegah Perubahan Iklim Mitos Atau Fakta
Event

Airdrop LUNA 2.0 Tahap 2

01 Desember 2022 - 01 Desember 2024
Airdrop

Indodax

Promosi

Buy & Hold DeFi

27 Maret 2024 - 29 April 2024
5000 USDT

Indodax

Hujan Cashback Edisi April 2024

01 April 2024 - 30 April 2024
USDT senilai Rp400 ribu

Indodax

Indodax Trading Warrior April 2024

16 April 2024 - 31 Mei 2024
Rp100 juta dalam USDT

Indodax


Kirim Komentar Baru