Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

Wahyudi 30 Apr 2021
Dibaca Normal 14 Menit
kripto > koin >   #bitcoin   #ethereum
Bitcoin dan Ethereum sekarang menjadi mata uang digital yang diincar banyak orang karena potensi kenaikan harganya. Apa beda kedua kripto tersebut? Manakah yang memiliki prospek lebih menjanjikan di masa depan?
DI

Demam mata uang kripto telah melanda dunia, tak hanya dari kinerjanya yang positif, tapi juga berbagai kontroversinya. Ada yang beranggapan kripto haram dan dianggap judi, ada pula yang memprediksinya sebagai prospek investasi menjanjikan.

Maraknya investasi di aset kripto terutama bagi generasi milenial memang tak bisa dihindari seiring populernya Bitcoin dan Ethereum. Hingga sekarang, mata uang kripto dengan market cap terbesar diduduki oleh Bitcoin dan disusul Ethereum di posisi selanjutnya. Kini dua-duanya menjadi mata uang digital sangat berharga yang diincar hampir semua orang.

bitcoin vs ethereum

Terlebih lagi setelah Elon Musk berkicau di media sosial bahwa "Bitcoin is a good thing". Harga Bitcoin langsung melonjak signifikan merespon unggahan tersebut. Yang tahun lalu hanya berkisar di angka 50-70 juta, kini Bitcoin sudah mencapai 700-800 juta per satu keping.

Kunjungi juga: Harga Bitcoin Hari Ini

Mungkin sebagian dari Anda masih awam dengan Bitcoin atau Ethereum, atau bahkan belum paham betul bagaimana kinerja mata uang kripto sendiri. Untuk menjawab rasa penasaran Anda, mari simak artikel berikut ini.

 

Apa Itu Mata Uang Kripto?

Sebelum masuk ke debat Bitcoin vs Ethereum, ada baiknya mengenal apa itu mata uang kripto. Pada dasarnya, mata uang kripto bekerja sangat mirip dengan mata uang fiat seperti Rupiah, Dolar, Euro, Pound, Yen, Rupee, dan sebagainya. Mata uang kripto dan mata uang fiat serupa karena keduanya merupakan alat tukar. Namun, di situlah kesamaannya berakhir.

mata uang kripto

Perbedaan utama dengan mata uang fiat yang paling menonjol yakni desentralisasi mata uang kripto. Desentralisasi mata uang kripto berarti aset digital ini tidak memiliki otoritas pusat layaknya bank atau pemerintah yang mengendalikannya.

Di satu sisi, mata uang kripto menjunjung prinsip demokratis, yakni setiap perubahan yang perlu dilakukan hanya disetujui setelah mayoritas pengguna mata uang kripto menyetujuinya.

Dalam mata uang fiat, kita memiliki bank, pemberi pinjaman, pemerintah, dan sebagainya. Sementara di mata uang kripto, tidak ada keterlibatan pihak ketiga. Terlebih lagi, keamanan mata uang kripto sangat terjamin karena adanya fungsi kriptografi.

Dari semua keistimewaan mata uang kripto, yang paling menarik adalah penggunaan blockchain. Blockchain adalah buku besar terdesentralisasi dari semua transaksi di seluruh jaringan peer-to-peer. Dengan teknologi ini, pengguna dapat melakukan konfirmasi transaksi tanpa memerlukan otoritas pusat, mencakup transfer dana, jual-beli, voting, dan sebagainya.

 

Apa Itu Bitcoin?

Pada tahun 1999, pemenang Nobel bidang ekonomi Milton Friedman yakin bahwa internet akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam mengurangi peran pemerintah. Dia juga berpikir suatu saat nanti akan hadir uang elektronik yang dapat diandalkan sebagai pengganti uang konvensional. Benar saja, satu dekade kemudian lahirlah Bitcoin.

apa itu bitcoin

Bitcoin (BTH) adalah mata uang kripto pertama yang diciptakan dan dirilis pada tahun 2009 oleh Satoshi Nakamoto. Tidak diketahui apakah Satoshi adalah individu atau sekelompok orang atau bagaimana kabarnya sekarang.

Bitcoin memungkinkan pengguna mengirim dan menerima uang secara lintas batas. Seperti disebutkan sebelumnya, transaksi menggunakan Bitcoin dilindungi oleh kriptografi sehingga identitas orang yang mengirim dan menerima uang akan terjaga secara anonim.

Kita semua tahu bahwa ketika melakukan transaksi melalui bank, sejumlah fee atau service charge akan dikenakan. Lalu, apakah perlu biaya tambahan semacam admin fee ketika bertransaksi Bitcoin? Jangan khawatir, biaya transaksi Bitcoin cukup rendah, kok.

Kinerja Bitcoin juga terus berkembang pesat hingga akhirnya dipercaya oleh orang-orang sebagai alat investasi masa depan yang menguntungkan. Bitcoin juga berhasil menarik perhatian investor besar seperti Tesla, Mastercard, hingga BNY Mellon.

Untuk mendapatkan Bitcoin bisa ditempuh melalui dua cara, yaitu pembelian dan menggunakan software tertentu (penambangan). Khusus cara kedua ini Anda membutuhkan teknologi super canggih, sehingga biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang didapatkan kadang tidak sebanding.

Baca juga: Panduan Menambang Bitcoin Dalam 5 Langkah Mudah

 

Apa Itu Ethereum?

Ethereum dirilis pada 2015 oleh seorang peneliti dan programmer bernama Vitalik Buterin sebagai aplikasi terdistribusi dan kontrak pintar (Smart Contract). Platform ini kemudian memiliki mata uang kripto yang bernama Ether (ETH).

Kesalahpahaman umum yang melingkupi kripto ini adalah banyak orang menganggap Ethereum sebagai koin digital. Padahal, Anda tidak bisa membeli Ethereum karena Ethereum adalah jaringan, bukan koin kripto. Sebagai gantinya, Anda bisa membeli Ether untuk digunakan di jaringan Ethereum. Sama seperti Bitcoin dan kripto lainnya, Ether dapat dibeli atau ditransaksikan melalui bursa kripto.

apa itu ethereum

Berbeda dari aplikasi biasa yang kode back end-nya ditempatkan di server terpusat, Ether digunakan untuk membangun dan menerapkan aplikasi terdesentralisasi yang kode back end-nya ditempatkan di jaringan peer-to-peer terdistribusi.

Sama seperti Bitcoin, Ether bisa dimanfaatkan untuk pembayaran peer-to-peer dan membayar layanan daya komputasi yang diperlukan sebelum sebuah blok dapat ditambahkan ke blockchain.

Selain itu, Ethereum dapat digunakan untuk membuat kontrak pintar. Kontrak pintar digunakan sebagai protokol yang memfasilitasi kontrak atau perjanjian antara satu pihak dengan pihak lainnya tanpa melalui pihak ketiga.

Pada awal 2021, Ethereum sempat mencapai nilai tertinggi di Rp30 juta per koin. Ini menjadi catatan yang sangat luar biasa, mengingat setahun sebelumnya harga Ethereum hanya berkisar di angka Rp2 juta.

 

Bitcoin Vs Ethereum

Diantara lebih dari 1,600 mata uang kripto di pasaran, kita tahu bahwa Bitcoin dan Ethereum berada di puncak tiga besar. Bitcoin telah menjadi mata uang kripto paling populer di seluruh dunia dengan kapitalisasi pasar tertinggi. Di satu sisi, Ethereum tidak memiliki efek revolusioner layaknya Bitcoin. Namun, pencipta Ethereum mengambil pelajaran dari Bitcoin untuk menambahkan fungsi-fungsi baru yang tak dimiliki Bitcoin.

Meskipun Bitcoin tampak berjaya di posisi teratas, pada tahun 2018, riset Forbes membuktikan bahwa Ethereum pernah mengambil alih takhta Bitcoin.

Bagaimana tepatnya perbedaan Ethereum dibandingkan dengan Bitcoin dalam hal fitur, penggunaan, serta sisi lainnya? Meski sama-sama digunakan sebagai mata uang kripto, keduanya memiliki perbedaan yang sangat jelas, bahkan bisa dikatakan berlawan. Apa saja? Simak ulasannya di bawah ini:

 

1. Perbedaan Definisi Dasar

Bitcoin merupakan bagian dari blockchain yang dijalankan secara peer-to-peer. Artinya, transaksi bisa dilakukan secara langsung antara kedua belah pihak. Di lain sisi, Ethereum lebih fokus pada operasi atau program terdesentralisasi. Salah satunya ialah program sistem pembayaran bernama Ether.

Dari penjelasan tersebut bisa dikatakan bahwa Bitcoin lebih spesifik sebagai mata uang peer-to-peer, sedangkan Ethereum berfungsi menjalankan berbagai macam software dan program sehingga bisa juga digunakan untuk transaksi pembayaran.

 

2. Tujuan Diciptakan

Bitcoin digunakan untuk melindungi transaksi keuangan yang dilakukan melalui jaringan internet. Bitcoin akan memangkas adanya pihak ketiga yang bisa saja merugikan, supaya proses transaksi akan aman antara dua belah pihak.

Sementara itu, Ethereum mengamankan sistem atau program yang dijalankan pada setiap sistem digital, sehingga pada gilirannya, Ether juga banyak digunakan sebagai mata uang digital.

Bagaimana dengan kecepatan transaksi keduanya? Proses transaksi Bitcoin maupun Ethereum memiliki durasi yang sangat cepat, hanya dalam hitungan menit.

 

3. Bitcoin Vs Ethereum Dalam Angka

Hingga kini, jumlah Bitcoin yang berhasil ditambang berjumlah 17 juta koin, sedangkan ketersediaan Ethereum sudah mencapai 101 juta Ether. Meskipun Ethereum telah melewati angka 100 juta, kapitalisasi pasarnya masih kalah dibandingkan Bitcoin. Bitcoin mencatatkan market cap sebesar $110 miliar, jauh di atas Ethereum yang baru mencapai $28 miliar.

dalam catatan angka

Mengenai perbedaan jumlah volume transaksi, 219,000 transaksi Bitcoin terjadi setiap harinya, sementara ada 659,000 transaksi Ethereum dalam sehari. Adapun jumlah blok yang telah dibuat adalah 537,000 untuk Bitcoin dan 6 juta blok untuk Ethereum.

Perbedaan signifikan ini berkaitan dengan fakta bahwa dibutuhkan lebih sedikit waktu menambahkan satu blok ke Ethereum daripada Bitcoin. Bitcoin mempunyai 628.286 kilobyte, jauh lebih besar ketimbang ukuran Ethereum yang hanya 25.134 kilobyte.

 

4. Konsep Transaksi

Bitcoin bertindak sebagai pengganti mata uang fiat yang memungkinkan transaksi peer-to-peer. Oleh karenanya, Anda tidak perlu membayar biaya transaksi karena tidak ada otoritas terpusat yang mengatur cara kerja Bitcoin.

Ethereum tak hanya memungkinkan transaksi peer-to-peer, tetapi juga menyediakan platform pembuatan kontrak pintar dan aplikasi terdistribusi. Fitur kontrak pintar ini memungkinkan pengguna untuk transaksi aset apa pun, misalnya saham, uang, properti, dan lain-lain.

Agar dapat memahami konsep kontrak pintar, mari kita bayangkan seperti pembelian sebatang cokelat dari mesin penjual otomatis.

Untuk mendapatkan cokelat yang diinginkan, pembeli memasukkan koin pada mesin penjual otomatis lalu menekan tombol yang dipilih. Tombol tersebut, yang dipetakan ke slot tertentu, mengaktifkan tuas di mesin untuk mengeluarkan sebungkus cokelat pilihan Anda. Transaksi tersebut terjadi tanpa membutuhkan kasir atau petugas.

Nah, kontrak pintar mirip dengan mesin penjual otomatis karena menghilangkan kebutuhan akan perantara. Dalam hal ini, mesin penjual otomatis menghapus posisi penjual dan memungkinkan konsumen melakukan pembelian tanpa perantara.

 

5. Biaya Transaksi

Biaya transaksi dalam Bitcoin sepenuhnya ditentukan oleh Anda. Anda boleh membayar lebih banyak uang kepada penambang agar ia memberikan perhatian khusus pada transaksi Anda; namun, apabila Anda tidak membayar satu sen pun, transaksi akan tetap berjalan sesuai protokol.

Di sisi lain, Anda harus menyediakan sejumlah Ether agar transaksi berhasil di Ethereum. Ether yang Anda tawarkan akan diubah menjadi unit yang disebut Gas. Gas ini nantinya mendorong komputasi agar transaksi Anda ditambahkan ke blockchain.

 

6. Waktu Transaksi

Jumlah rata-rata waktu yang diperlukan untuk menambahkan blok ke blockchain dalam Bitcoin dibutuhkan 10 menit. Durasi rata-rata pemindahan blok Bitcoin sebenarnya tergantung pada apakah total hash power jaringan Bitcoin kuat atau lemah. Sehingga, apabila Anda ingin memindahkan 6 blok saja, bisa memakan waktu sekitar 1 jam.

Proses pembuatan blok (atau penambangan) bersifat acak dan setiap blok bisa memakan waktu lebih lama atau hanya sebentar. Namun di Ethereum, pembuatan blok hanya membutuhkan sekitar 12 hingga 15 detik.

 

7. Keamanan

Pemerintah melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Indonesia (Bappebti) pada Februari 2019 lalu telah mengatur soal perdagangan mata uang kripto seperti Bitcoin dan Ethereum sebagai komoditas atau aset legal di Indonesia. Walaupun demikian, masih banyak pihak yang mempertanyakan bagaimana tingkat keamanan kedua mata uang tersebut.

Dilihat dari sisi keamanan, keduanya merupakan teknologi berbasis blockchain dengan tingkat keamanan sangat tinggi. Antara Bitcoin dan Ethereum, tidak ada perbedaan sama sekali dari sisi keamanan; sistem desentralisasi yang digunakan keduanya memiliki keamanan yang sama-sama ketat.

Namun perlu diperhatikan bahwa meskipun tingkat keamanan kripto cukup tinggi, bukan berarti pasar ini mustahil untuk diretas. Faktanya, beberapa kasus penyalahgunaan sempat terjadi dan membuat beberapa startup kewalahan.

Baca Juga: 5 Kasus Penyalahgunaan Kripto Yang Menggegerkan Dunia

 

8. Algoritme Hashing

Algoritme hashing adalah sistem untuk menjaga privasi pengguna kripto dan memastikan keamanan ketika tengah melakukan transaksi. Algoritme hash bekerja memetakan data dari yang bersifat acak menjadi data ukuran tetap. Bitcoin menggunakan algoritme hashing bernama SHA-256, sedangkan Ethereum menggunakan algoritma kriptografi yang disebut Ethash.

 

9. Cara Menambang

Semua mata uang kripto pada umumnya bisa didapatkan dengan cara menambang. Cara pertama menggunakan sistem Proof of Work (PoW) yang melakukan penambangan dengan mengolah sebuah kode sampai mampu dipecahkan.

Sistem PoW membutuhkan komputer super canggih yang pastinya sangat mahal. PoW dipakai jika Anda ingin menambang Bitcoin dan Ethereum. Dengan PoW, penambang di seluruh dunia mencoba memecahkan teka-teki matematika yang rumit untuk menjadi yang pertama menambahkan blok ke blockchain.

Namun demikian, penambangan Ethereum juga bisa menggunakan teknologi lain berupa Proof of Stake (PoS). Sistem ini lebih ringan dan bisa ditambang menggunakan komputer biasa.

Baca Juga: 4 Koin Kripto Ini Bisa Ditambang Dengan Komputer Biasa

Dengan PoS, seseorang dapat menambang atau memvalidasi transaksi dalam satu blok berdasarkan berapa banyak koin yang dimilikinya. Semakin banyak koin yang dipegang seseorang, semakin banyak kekuatan penambangan yang dimiliki.

Antara PoW dan PoS sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal bagaimana Anda memilih mana yang lebih menguntungkan dan sesuai dengan tujuan penambangan.

menambang kripto

Di Bitcoin, setiap kali penambang menambahkan blok ke blockchain, ia diberi hadiah 12.5 Bitcoin. Hadiah ini akan dibagi dua setiap 210,000 blok. Kali berikutnya, hadiah ini bisa dipotong lagi setengahnya.

Di Ethereum, seorang penambang atau validator menerima 3 Ether setiap kali sebuah blok ditambahkan ke blockchain, dan hadiahnya tidak akan pernah dibagi dua.

 

10. Jumlah Ketersediaan Supply

Ketersediaan Bitcoin seperti sudah diketahui memang terbatas pada 21 juta koin. Berbeda dengan Ethereum yang jumlahnya tidak terbatas dan bisa terus bertambah.

Kedua hal yang berbeda ini tentunya memiliki masing-masing keunggulan jika dikaitkan dengan penawaran. Bisa jadi, terbatasnya ketersediaan Bitcoin justru membuat permintaan akan token digital tersebut meningkat, sekaligus membuat harga Bitcoin meroket tinggi.

Kelangkaan dari Bitcoin ini tentunya menjadi senjata investasi yang sangat besar. Karena faktor inilah Ethereum masih belum berhasil mendepat Bitcoin dari posisi teratas. Meski demikian, prospek Ethereum cukup menjanjikan dengan semakin mendekatnya Ether di angka Rp30 juta.

Baca juga: Berapa Investasi Minimal Untuk Trading Bitcoin?

 

11. Teknologi

Seperti sudah dibahas sebelumnya, Ethereum memiliki teknologi lebih canggih dibanding Bitcoin. Sistem yang dibangun Ethereum terus diperbarui sehingga mampu berkembang pesat. Vendor yang tertarik bekerja sama pun terus meningkat sehingga Ethereum selalu memperbaiki kinerjanya.

Meski begitu, posisi Bitcoin sebagai mata uang kripto tertua dan pioner mata uang digital berbasis blockchain tetap tidak bisa tergantikan.

 

Bitcoin vs Ethereum, Mana Yang Akan Dipilih Investor?

Dari semua perbandingan di atas, akan timbul pertanyaan mengenai mana yang lebih baik dimiliki. Apakah Bitcoin atau Ethereum? Pertanyaan ini muncul akibat semakin tingginya nilai Ethereum mendekati Bitcoin. Artinya, orang-orang sudah memprediksi bahwa Ethereum nantinya bisa bersaing melawan Bitcoin.

Hal tersebut semakin terlihat di awal 2021 ini, saat harga Ethereum melampaui Rp30 juta dan diperkirakan terus menguat. Meski selisihnya masih sangat jauh, sedikit demi sedikit Bitcoin bisa saja terkejar suatu hari nanti.

Investasi selalu berisiko, tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa mata uang kripto adalah salah satu pilihan investasi dengan risiko sangat tinggi. Investasi kripto ini semata-mata adalah spekulasi murni, karena tidak berwujud dan belum ada framework undang-undang yang menjaminnya secara global.

Akan tetapi, tak bisa ditampik bahwa mata uang digital merupakan aset populer bagi milenial saat ini. Dalam 12 bulan terakhir, Bitcoin meningkat lebih dari enam kali lipat disusul Ethereum yang meroket hampir 16 kali lipat.

Para analis mata uang kripto memprediksi market cap Bitcoin masih sulit terkalahkan di masa mendatang. Namun, banyak orang juga memproyeksikan suatu hari Ethereum bisa saja menggantikan posisi Bitcoin di urutan pertama, karena sebenarnya Ethereum jauh lebih unggul dari sisi teknologi dan kegunaan. Selain itu, Ethereum memiliki banyak fungsi bermanfaat khususnya dalam pengembangan aplikasi.

Meskipun Bitcoin dan Ethereum mempunyai perbedaan signifikan, dua-duanya berpotensi menjadi investasi menguntungkan di masa depan.

investasi bitcoin vs ethereum(Baca Juga: Siapkan 5 Hal Ini Sebelum Investasi Kripto)

Terus, mana yang sebaiknya dipilih? Bitcoin? Ethereum?

Untuk menjawab pertanyaan ini tentunya harus dilihat dari berbagai sisi. Dari segi investasi, nilai Bitcoin masih lebih tinggi dan supply akan terus menipis seiring naiknya permintaan.

Namun dari sisi teknologi, Ethereum lebih diunggulkan karena banyaknya developer mengandalkan sistem kerja Ethereum untuk mengembangkan program aplikasi. Di sisi lain, Bitcoin hanya digunakan sebagai mata uang digital peer-to-peer.

Setelah memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing, kini silahkan memilih investasi mata uang kripto manakah yang sesuai kondisi dan keinginan Anda. Bitcoin bekerja lebih baik sebagai sistem transaksi peer-to-peer, sedangkan Ethereum berguna apabila Anda perlu menciptakan aplikasi terdistribusi dan kontrak pintar. Jadi bisa disimpulkan bahwa dalam jangka panjang, Ethereum memiliki potensi mengungguli Bitcoin. Namun dalam jangka pendek, Bitcoin masih menawarkan peluang investasi yang jauh lebih menjanjikan dibanding Ethereum.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Irwansyah |  1 Apr 2021

Apakah menggunakan strategi hedging pada trading kripto khususnya Bitcoin dengan pair lainnya, sangat disarankan?

Dan apa saja yang perlu diperhatikan ketika mau menggunakan strategi ini. Makasih

Lihat Reply [5]

@ Irwansyah:

Setahu kami semua mata uang kripto dikurs terhadap USD, seperti Bitcoin (BTC/USD), Litecoin (LTC/USD), Ethereum (ETH/USD). Jika satu mata uang kripto harganya naik, maka yang lain akan cenderung naik juga, dan sebaliknya jika harganya turun. Jadi pergerakan harganya cenderung searah.

Dengan demikian menurut kami tidak bisa menggunakan strategi hedging pada mata uang kripto seperti halnya di forex. Di forex ada pair yangkorelasi pergerakannya negatif, misal korelasi pergerakan antara USD/CHF dan EUR/USD negatif, tetapi di mata uang kripto korelasinya selalu positif.

 

M Singgih   3 Apr 2021

Mungkin bisa dipermudah lagi pak istilah negatif dan positifnya...saya kurang menangkap masud bapak. Makasih

Irwansyah   9 Apr 2021

@ Irwansyah:

Pada 2 pair, jika korelasi pergerakan harganya positif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua juga akan naik, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua juga akan turun.
Jika korelasi pergerakan harganya negatif, maka jika harga pair pertama naik, maka harga pair kedua akan turun, dan sebaliknya jika harga pair pertama turun, maka harga pair kedua akan naik.

M Singgih   11 Apr 2021

BNB sama Doge lagi naik-naiknya, kira-kira di pasar kripto lagi ada apa ya?

Aji Pangestu   14 Apr 2021

@ Aji Pangestu:

Harga Binance (BNB) dan Dogecoin melambung karena mengikuti trend bullish dari BTC (Bitcoin). BTC sebagai pelopor mata uang kripto telah dianggap sebagai alternatif save haven selain emas dan US Dollar. Dalam 6 bulan terakhir harga BTC/USD memang terus-menerus menembus rekor tertingginya (break high) sehingga memicu harga mata uang kripto lainnya untuk terus naik.

Sebagai referensi lebih lanjut, strategi hedging kripto bisa dipelajari di sini.

M Singgih   15 Apr 2021
 Chris Leon |  20 May 2021

Bitcoin lagi longsor, apakah ini saat yang tepat beli BTC?

waktu terbaik membeli btc

Lihat Reply [25]

@ Chris Leon:

Dari chart daily, belum ada sinyal dari price action untuk buy. Dari penunjukan price action harga masih konsolidasi dengan terbentuknya inside bar. Sementara dari penunjukan indikator teknikal, pergerakan harga masih cenderung bearish.

Saat Yang Tepat Untuk Membeli Bitcoin

M Singgih   21 May 2021

Sekarang ambles lagi ya pak harga Bitcoin dan market kripto lainnya....

kenapa akhir-akhir ini Bitcoin mudah banget ambruknya ya..padahal beberapa waktu lalu sempat nyentuh 900 Juta. 

Chris Leon   24 May 2021

@ Chris Leon:

Nilai Bitcoin anjlok minggu lalu karena pernyataan Elon Musk (pemilik Tesla), pemerintah China dan pemerintah AS. Elon Musk memutuskan untuk menghentikan pembelian Tesla menggunakan Bitcoin, pemerintah China melarang lembaga keuangan seperti bank dan fintech menyediakan layanan transaksi uang kripto, dan pemerintah AS memberikan regulasi baru yang berupa rambu-rambu terhadap perdagangan mata uang kripto.

 

M Singgih   24 May 2021

Untuk tahu info-info seperti ini gimana pak caranya...agar kedepannya saya bisa mengantisipasinya..makasih

Chris Leon   25 May 2021

@ Chris Leon:

Silahkan baca juga berita-berita pasar dari situs keuangan seperti investing untuk berita kripto, Bloomberg.com, CNBC.com, dll.

 

M Singgih   26 May 2021

@ Khalis:

Karena ulah para spekulan. Pergerakan harga BTC dan juga mata uang kripto lainnya tidak ada dasar fundamental ekonominya, jadi sepenuhnya tergantung dari para spekulan. Mengenai apakah harganya bisa kembali turun, tentu saja bisa.

 

M Singgih   27 Oct 2021

Agar tidak ketinggalan momentum Bitcoin akan segera naik gimana ya pak? Ini saya ketinggalan terus...hehe

Jodi   10 Nov 2021

@ Jodi:

Karena Bitcoin tidak ada dasar fundamentalnya untuk melakukan analisa dan perkiraan, maka satu-satunya cara adalah dengan analisa sentimen pasar melalui pengamatan price action dan penunjukkan indikator teknikal terutama indikator trend.

Dengan demikian Anda harus selalu memonitor peregerakan harga Bitcoin jika tidak ingin ketinggalan momentum untuk entry.

 

M Singgih   11 Nov 2021

@ Gustav:

Setahu kami tidak ada hubungan maupun korelasinya. Kalau korelasi, dengan indeks saham yang mana? Dow Jones kah? Nasdaq kah? Nikkei kah? Hang Seng kah? Atau harga saham apa?

Pergerakan BTC tidak ada dasar fundamental ekonominya. Full spekulasi.

 

M Singgih   3 Dec 2021

Sejak penciptaannya, harga bitcoin sudah sering jatuh bangun. Harga bitcoin bisa jatuh biasanya karena beberapa faktor seperti:

  • Perubahan kebijakan pemerintah tentang aset kripto di salah satu negara utama, misalnya China, AS, dll.
  • Perubahan kebijakan bank sentral. Meskipun peredaran bitcoin tidak diatur oleh bank sentral, tapi kurs bitcoin diperoleh dari transaksi pertukarannya dengan mata uang riil yang dikelola bank sentral. Jadi umpamanya saat ini USD menguat karena bank sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga, maka bitcoin (BTC/USD) melemah.
  • Aksi jual pemilik besar. Misalnya jika ada pihak yang dikenal punya bitcoin dalam jumlah besar mendadak mengumumkan akan menjual portofolionya, maka harga bitcoin bisa jatuh.

Ketiga faktor di atas hanya beberapa contoh saja. Masih banyak lagi faktor yang bisa memengaruhi harga bitcoin, karena status hukumnya yang tidak jelas di banyak negara. 

Bagaimana proyeksinya ke depan? Ya, harga bitcoin kemungkinan akan terus menerus jatuh bangun seperti ini. Mungkin sekarang turun, bulan depan naik, bulan depannya lagi jeblok, lalu naik lagi. Karakteristik bitcoin yang paling mencolok adalah harganya yang sangat fluktuatif, bahkan naik-turunnya lebih tajam daripada mata uang biasa.

Aisha   31 Jan 2022

Apakah hal ini juga berpengaruh kepada koin-koin lainnya? Seperti Dogecoin, ETH, BNB, dll?

Anjas   3 Feb 2022

Ya, faktor-faktor di atas juga berpengaruh pada koin-koin kripto lain.

Selain itu, pada umumnya, nilai koin dapat menguat atau melemah sesuai dengan aplikasi atau pemanfaatannya. Semakin banyak pihak yang menerima/menggunakan koin tersebut, maka nilai semakin tinggi. Semakin sedikit, nilai semakin lemah.

Aisha   4 Feb 2022

Bitcoin dan Ethereum merupakan dua mata uang kripto paling populer saat ini. Namun, keduanya memiliki fitur dan keunggulan berbeda. Fitur dan keunggulan ini memengaruhi prospek nilainya dalam jangka panjang.

Mengingat kripto termasuk teknologi baru yang masih dalam tahap pengembangan, kita tidak dapat memastikan mana yang akan lebih baik dalam jangka panjang. Lalu, bagaimana jika kita ingin berinvestasi pada kripto?

Calon investor hanya dapat menelaah faktor-faktor yang memengaruhi nilai masing-masing saja, kemudian berinvestasi pada Bitcoin atau Ethereum sesuai dengan minat atau kebutuhannya. Berikut ini dua faktor utama yang perlu diperhatikan:

  • Adopsi di kalangan lembaga-lembaga bermodal besar: Bitcoin unggul dalam hal ini. Banyak gerai online dan offline telah menyediakan bitcoin sebagai opsi pembayaran untuk belanja online, booking hotel, dll. Perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Tesla telah mulai memborong bitcoin demi mendapatkan keuntungan investasi darinya. Bitcoin juga merupakan mata uang kripto pertama yang diadopsi dalam kontrak futures oleh bursa CME asal Amerika Serikat. Sedangkan, perusahaan-perusahaan besar kebanyakan hanya memanfaatkan blockchain ethereum saja untuk kebutuhan lain dan tidak membeli ETH sebagai persediaan cash ataupun investasi.
  • Masalah regulasi: Banyak negara lebih ramah terhadap ethereum daripada bitcoin. Karena banyak pemanfaatan blockchain ethereum di luar fungsinya sebagai "currency". Sedangkan bitcoin sering menghadapi pelarangan khusus karena bersaing dengan mata uang resmi yang berlaku.

Intinya, fungsi bitcoin lebih condong sebagai mata uang dan komoditas. Sedangkan fungsi ethereum lebih luas sebagai kerangka infrastruktur bagi banyak orang untuk membangun platform atau aplikasi baru.

Aisha   15 Feb 2022

Kalo untuk management risiko investasi di kripto seperti apa kak? Harganya kan naik turun ekstrim gitu

Zidni   15 Feb 2022

Sederhana saja: Investasi di kripo dengan hanya menggunakan uang sisa yang tidak akan dipakai untuk kebutuhan lain (uang dingin), sehingga kamu nggak akan pusing kalau nilainya turun dan kamu juga nggak akan depresi kalau investasinya hangus total.

Setelah itu, bagi modal dari uang sisa tadi ke dalam beberapa kelompok. Sebagian untuk belajar, sebagian lagi untuk kelak investasi beneran setelah paham dunia kripto. Dari bagian yang untuk belajar, dibagi lagi menjadi beberapa bagian agar kamu nggak langsung kehabisan modal saat baru coba-coba invest pada kripto.

Lebih baik invest dana sedikit-sedikit sambil belajar. Sangat tidak disarankan untuk langsung setor banyak sekaligus, padahal masih belum memahami lika-liku dunia kripto.

Aisha   15 Feb 2022

Ini saya mau beli BTC di Binance, kenapa diblokir ya kak situsnya? Apakah Binance memang sudah scam?

Abas   16 Feb 2022

Pemblokiran situs Binance di Indonesia bukan karena scam, melainkan karena Binance tidak memiliki izin dari pemerintah Indonesia.

Dari pihak Binance mungkin merasa tak perlu mengajukan izin khusus karena operasionalnya bersifat internasional. Tapi dari sisi pemerintah Indonesia, perusahaan apa saja yang beroperasi di sini harus dapat izin dulu. 

Banyak investor kripto Indonesia tetap join Binance, meskipun situsnya diblokir pemerintah. Cara paling praktis adalah dengan mengunduh aplikasi Binance via ponsel. Sedangkan kalau ingin mengakses via PC atau laptop, caranya bisa dengan memasang VPN, mengakses via proxy, atau mengubah DNS kita.

Aisha   17 Feb 2022

@Muh Dirga:

Selamat pagi, memang betul akan selalu terdapat perbedaan antara harga BTC di MT5 ataupun di Exchange kripto secara khusus. Bukan hanya itu, sejatinya di antara Exchange terbesar di Indonesia seperti IndoDax dan TokoCrpto bahkan yang terkenal secara global seperti Binance dan CoinBase juga akan berbeda satu sama lain. Hal ini umumnya terjadi karena sifat BTC sebagai Decentralized Digital Currency yang tidak memiliki nilai patokan khusus dalam satu waktu.

Selain itu ada juga faktor perbedaan lain seperti Fee yang diterapkan, Spread, Volatilitas dari tiap Exchange ataupun broker MT5 yang digunakan yang akan mempengaruhi produk hasil atau harga yang tampak pada Chart Anda. Ada juga faktor teknis seperti perbedaan waktu server serta jadwal Maintenance berkala yang diberlakukan di setiap Exchange atau broker.

Mengenai perbedaan bentuk Candlestick dalam Chart memang bisa dan sering terjadi. Namun hal ini biasanya terjadi pada time frame kecil seperti M30, M15, M5 atau M1. Pengaruh perbedaan harga ini umumnya tidak akan tampak jika diaplikasikan pada time frame yang lebih besar seperti H1, H4 dan Daily.

susunan Candlestick di MT5 Broker FXCE:

cs-beda-1

susunan Candlestick di Coinbase:

cs-beda-2

Namun kalau tujuannya memang untuk trading di time frame kecil maka saran saya gunakan patokan harga yang ada di tempat Anda trading saja. Meskipun harga atau pola Candlestick yang dihasilkan dapat berbeda, namun secara umum pola yang terbentuk umumnya akan sama. Contohnya jika di salah satu Exchange muncul pola Candlestick reversal Bearish Engulf, maka ditempat lain kemungkinan akan muncul pola reversal pula meskipun tidak berbentuk Bearish Engulf. Selain itu, adapula faktor Order Book ataupun Supply And Demand yang berbeda di setiap broker ataupun Exchange. Meskipun pada akhir penutupan hari atau time frame besar tidak akan terlalu berpengaruh karena order telah di Sync dengan yang lain, namun pergerakan jangka pendek harga (M1 atau Tick) umumnya akan sangat jelas pengaruhnya.

Nur Salim   29 Mar 2022

@Yanjun:

Untuk alasan mengapa Bitcoin melambung dalam beberapa hari belakangan ini sebenarnya tidak bisa disimpulkan  dengan pasti. Hal ini karena banyaknya faktor yang bisa menggerakan harga Bitcoin seperti kondisi ekonomi-politik yang sedang terjadi di dunia . Namun disinyalir penyebab utama harga Bitcoin naik karena adanya transaksi pembelian besar-besaran dari Terra (LUNA) sebagai aset backup untuk kepentingan StableCoin mereka. Menurut keterangan yang ada bahkan hingga saat ini mereka total telah membeli sebanyak 31,000 BTC dalam beberapa waktu belakangan. 

Kalau dari teknikal sendiri, BTC baru saja Breakout dari Resistance dan Chart Pattern Rectancle-nya beberapa waktu lalu. Saat ini BTC sedang berusaha membentuk tren naiknya di time frame Daily.

btc-analisa

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   31 Mar 2022

Faktor apa yang menyebabkan harga bitcoin melambung naik?

Yanjun   31 Mar 2022

Harga bitcoin kenapa jatuh lagi, perkiraannya kedepannya gimana kak?

Anjas   24 Jan 2022

Akhir-akhir ini harga bitcoin kembali menggila, itu kenapa ya gan bisa begitu? Apakah ada kesempatan harganya bisa turun lagi? Pengen coba investasi BTC..hehe

Khalis   26 Oct 2021

Ethereum VS Bitcoin, mana yang lebih baik untuk jangka panjang?

Zidni   11 Feb 2022

saat saya analisa kripto di mt5 saya baru sadar kalau harganya ternyata berbeda dengan di exchange? mengapa bisa demikian? candlestick yang terbentuk jg terkadang bisa berbeda. adakah solusi untuk ini? saya menggunakan analisa pola candlestick dan terasa cukup terganggu karena masalah ini.

Muh Dirga   29 Mar 2022

Ada kawan di grup yang menyebutkan bahwa harga BTC berkorelasi dengan harga saham. Apakah beanr demikian?

Gustav   3 Dec 2021
 Sandi |  28 Jul 2022

2 koin terpopuler saat ini adalah Bitcoin dan Ethereum. Namun yang menjadi pertanyaan, apa perbedaan antara dua koin ini? Dan mengapa Bitcoin dan Ethereum memiliki nilai tertinggi dibanding koin-koin lainnya? Terima kasih

Lihat Reply [3]

Secara garis besar, perbedaan antara BTC dan ETH terletak pada:

1. Tujuan. Bitcoin merupakan mata uang digital, sementara Ethereum adalah token yang menjadi fasilitator dari Smart Contract. Berbeda dengan Bitcoin yang hanya bisa dijadikan mata uang virtual, Ethereum menjadi teknologi yang bisa diterapkan ke dalam berbagai sistem.

Cek di sini: Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?

2. Simbol yang digunakan. Bitcoin dilambangkan dengan BTC, sementara Ethereum bersimbolkan ETH.

3. Tahun peluncuran. Bitcoin lebih dulu muncul pada tahun 2009, sementara Ethereum baru menyusul 6 tahun kemudian pada Juli 2015.

4. Jumlah koin yang terdistribusi. Bitcoin memiliki total koin sebanyak 21 juta keping, sementara Ethereum mengeluarkan 18 juta keping setiap tahunnya.

5. Pendiri. Hingga saat ini, pendiri Bitcoin masih misterius dan hanya memiliki alias "Satoshi Nakamoto". Sementara itu, Ethereum secara terbuka memperkenalkan Vitalik Buterin, Joseph Lubin, dkk sebagai penggagasnya.

Alasan kenapa Bitcoin dan Ethereum memiliki nilai tertinggi adalah karena kedua koin tersebut bisa dibilang sebagai yang tertua dan dipercaya, sehingga mendapatkan banyak dukungan dari komunitas Crypto-enthusiast.

Berikut adalah tabel perbedaan antara Bitcoin dan Ethereum.

bitcoin vs ethereum

Ananta   29 Jul 2022

Apakah Bitcoin juga akan bermigrarsi ke PoS seperti Ethereum yang juga berencana akan melakukan the Merge?

Bagas   3 Aug 2022

Selain 2 koin tersebut, apakah ada rekomendasi koin lain yang cocok diinvestasikan di tahun 2022?

Mahmud   11 Aug 2022
 

Komentar @inbizia

Belakangan gw sring liad nih Triv, kirain aplikasi pembayaran keq ovo ato dana gitu. Ternytaa bt treding bitcoin toh. Nanya skalian deh bg, kalo deposit wdnya kena fee lagi gak ya? ato ada smcm komisi gt? Thanks be4.
 Rafli Romadhoni |  30 Apr 2022
Halaman: Review Exchange Kripto Triv
Saya sempat dengar juga kalau awal mula blundernya $LUNA itu gara-gara si Do Kwon membeli Bitcoin sebanyak $10 juta sebagai cadangan dana TERRA, padahal sudah punya stablecoin sendiri, $UST. Semenjak itu, Do Kwon dapet kritik habis-habisan. Dan mungkin itu juga kenapa $LUNA bisa paling hancur dibanding kripto lainnya ya, karena cadangan dana mereka $BTC juga lagi ambruk. Mohon koreksi kalau ada salah.
 Budi Setiawan |  13 May 2022
Halaman: Pasar Kripto Crash Terra Luna Ambles Nyaris Persen
pahami terlebih dahulu tentang bitcoin, cara kerjanya, kelebihan dan kekurangannnya serta gaya trading yg ingin digunakan
info lengkap di artikel ini kak
 Aryo Sianturi |  23 May 2022
Halaman: Strategi Trading Bitcoin Dari Perintis Indodax
@Yudha Bagas Selain Ethereum dan Solana, NFT juga ada di banyak Blockchain, seperti Polygon, Matic, Binance Smart Chain, EOS, dan lain-lainnya. Dan kenapa Blockchain bisa ada banyak, itu karena adanya pengembangan kegunaan Blockchain dan tentu saja persaingan bisnis. Apabila pengembang Blockchain ingin menciptakan koin sendiri, maka harus memiliki Blockchain sendiri. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa membaca dua artikel mengenai Blockchain, yaitu Mengenal Beragam Lapisan Pada Blockchain dan Apa Saja Jenis Blockchain Yang Perlu Diketahui?
 Evan |  2 Jun 2022
Halaman: Mengenal Ekosistem Nft Berbasis Blockchain Solana
Resiko paling tinggi dari penyimpanan uang kripto adalah pencurian dana lewat hacking maupun phising. Perbedaan antara hacking dengan phising terletak pada behaviour pelakunya. Hacking adalah peretasan ketika orang lain mencoba membobol masuk ke dompet anda. Untuk mengantisipasinya, bisa dengan hal-hal berikut: menggunakan Cold Wallet (tidak terkoneksi ke internet) menyimpan private key di luar jaringan (dicatat di kertas atau ingatan) menggunakan backup wallet, serta keamanan multi signature (OTP dan email berlapis) Sementara itu, phising berbentuk formulir atau permintaan proses yang meminta Anda untuk memasukkan data pribadi atau info rahasia. Untuk mencegahnya, lakukan tips-tips berikut: Jangan sembarangan klik tautan mencurigakan yang meminta Anda memasukkan email dan password Ganti password secara berkala Hanya login pada device dan website yang Anda percaya Di Indonesia sendiri sudah banyak exchanger yang berintegrasi dengan wallet keamanan tinggi. Anda bisa membaca selengkpanya di artikel "Cara Memilih Wallet yang Aman dan Terpercaya"
 Ananta |  3 Jun 2022
Halaman: Kasus Penipuan Kripto Terbesar
Itu Solana termasuk layer 1 ya? Tapi kok sistemnya lebih bagus daripada BTC dan ETH ya? Btw, Ethereum 2.0 bakal tetep di layer 1 atau di layer lainnya? Kayak Shiba yang katanya mau bikin blockchain sendiri di layer 2.
 Joni Pulungan |  7 Jun 2022
Halaman: Mengenal Beragam Lapisan Pada Blockchain
Event

Indodax Short Film Festival

23 Mei 2022 - 08 September 2022
Festival Film

Indodax

Airdrop LUNA Tahap 2

01 September 2022
Airdrop

Pintu

Airdrop LUNA Tahap 3

01 November 2022
Airdrop

Pintu

Airdrop LUNA 2.0 Tahap 2

01 Desember 2022 - 01 Desember 2024
Airdrop

Indodax

Promosi

PINTU Trading Competition Crypto 2022

18 Juli 2022 - 14 Agustus 2022
Total hadiah Rp500 juta

Pintu

Indodax Trading Fest 2022: Trading Beyond The Limits

02 Agustus 2022 - 02 September 2022
Hadiah senilai miliaran rupiah

Indodax

Buy & Hold MBX

20 Juli 2022 - 22 Agustus 2022
Airdrop senilai 10,000 USDT

Indodax


Kirim Komentar Baru