Butuh Diajari Soal Pola Candle

Raditya 1 Dec 2014 3065

bagaimana cara menganalisa pola candle?

Kirim Pertanyaan Baru
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 4    

  Reply
Basir
1 DEC 2014

Untuk hal ini, anda bisa menyimak kumpulan artikel belajar candlestick yang sudah disediakan. Thanks

  Reply
M Singgih
20 MAR 2016

@ raditya:
Pola dari candle bisa terdiri atas satu, dua atau tiga candle, dan beberapa candle yang membentuk sebuah pola pergerakan harga tertentu.
Pola yang terdiri atas satu candle misalnya pin bar, doji, hammer (bullish), shooting star (bearish) dsb.
Pola dari 2 candle misalnya engulfing, inside bar, dark cloud cover (bearish) , piercing line (bullish) dsb.
Yang terdiri atas 3 candle misalnya morning star (bullish), evening star (bearish) dsb.
Beberapa candle yang membentuk pola pergerakan harga misalnya: pola flag, triangle (segitiga), wedge, pennant, double top, double bottom, head and shoulders, cup and handle dsb.

Untuk analisa dan penggunaannya dalam trading, Anda harus hafal pola-pola tersebut. Untuk keterangan lebih lanjut dan cara penggunaannya bisa baca:
Formasi Candlestick Dalam Price Action (1)
Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex (1)
Pola Chart Yang Umum Dalam Pasar Forex (2)
Pola Cup And Handle Dalam Pasar Forex

  Reply
Wahyu
21 JAN 2019

Apakah mungkin menganalisa pola chart jika grafiknya bukan Candlestick? Misalkan grafiknya hanya bar atau line saja, apakah pola-pola seperti heads and shoulders tetap bisa dikenali?

  Reply
M Singgih
22 JAN 2019

@ Wahyu:

Kalau jenis chart-nya adalah bar chart, maka masih sama dengan candlestick karena bisa diamati level-level high, low open dan close. Jadi analisa pola chart tidak berbeda dengan chart candlestick.

Tetapi untuk line chart akan tidak akurat karena yang ditampilkan hanya harga penutupan (close) saja, tidak ada level-level high dan low. Baca juga: Jenis Grafik Pada Trading Forex

Dengan demikian misalnya kita ingin mengetahui apakah terbentuk pola head and shoulders, tidak akan tampak apakah level high di head benar lebih tinggi dari level shoulder-nya, atau mungkin malah sebaliknya, level high pada yang kita perkirakan shoulder malah lebih tinggi, sehingga pengamatan kita salah (tidak membentuk pola head and shoulders).

Kirim Komentar/Reply Baru