Cara Aman Trading Bitcoin Untuk Pemula


Linlindua 5 May 2021 239Dibaca Normal 15 Menit

Sebelum terjun ke pasar Bitcoin, ada baiknya Anda memahami cara kerja Bitcoin, kelebihan, kekurangan, serta gaya trading apa yang sebaiknya dipilih untuk pemula.



Banyak orang tertarik menjadikan Bitcoin sebagai instrumen investasi menjanjikan di masa mendatang karena kenaikan harganya yang fantastis dalam 1 tahun terakhir. Maka, tak heran jika jumlah volume trading Bitcoin terus bertambah. Di Indonesia sendiri, total pengguna Bitcoin sudah mencapai angka 2 juta user, lho.

trading bitcoin untuk pemula(Baca Juga: Berapa Investasi Minimal Untuk Trading Bitcoin?)

Apa sih keunggulan Bitcoin sehingga orang-orang ramai memburunya? Bagaimanakah cara kerja dari Bitcoin? Apakah trading Bitcoin bisa dilakukan pemula? Temukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan Anda dalam artikel ini.

 

Cara Kerja Bitcoin

Sebagai pengguna baru Bitcoin, sebetulnya Anda tidak perlu tahu secara mendetail bagaimana Bitcoin bekerja karena sangat rumit untuk dijelaskan. Akan tetapi, ada beberapa bagian penting yang sebaiknya Anda ketahui sebagai pengetahuan dasar:

 

1. Blockchain

Dalam trading Bitcoin, selalu ada Blockchain yang mencatat tiap transaksi koin Bitcoin yang pernah terjadi. Jika tidak bisa memasuki Blockchain, artinya transaksi tersebut belum selesai.

Sesuai namanya, Blockchain merupakan rangkaian blok, di mana setiap blok berisi sekumpulan transaksi baru dan saling terhubung dengan blok-blok sebelumnya. Semua orang bisa memvalidasi Blockchain dengan menelusuri seluruh rekaman catatan semua transaksi dari detik ini sampai ke satu dekade ke belakang ketika Satoshi Nakamoto membuat Bitcoin.

Dari pengertian Blockchain di atas, mungkin Anda mulai berpikir keras, siapa pengelola Blockchain ini? Jawabannya, tidak ada sama sekali. Tidak ada organisasi maupun perorangan yang memegang salinan Blockchain.



Dengan kata lain, Blockchain dibuat supaya otomatis bekerja sendiri, sehingga tidak ada yang bisa merusak Blockchain secara sengaja. Blockchain dipegang oleh setiap komputer yang menambang mata uang Bitcoin.

 

2. Miner

Istilah miner ditujukan pada orang-orang yang menambang Bitcoin. Penambang Bitcoin bertugas menjaga transaksi lama dan memastikan transaksi baru tercatat. Selain itu, miner juga membuat atau menambang blok baru.

Blok-blok baru tersebut berfungsi menyimpan transaksi baru yang terjadi. Sebagai kompensasi atas tugasnya menambang blok-blok baru, maka miner diberikan beberapa Bitcoin sebagai bonus. Insentif ini memastikan adanya cukup orang untuk menambang sehingga sistem jaringan Bitcoin tetap berjalan hingga sekarang.

 

3. Wallet

Bagian Bitcoin terakhir yang penting diperhatikan pengguna adalah wallet. Sesuai namanya, wallet merupakan dompet digital yang dimiliki oleh investor Bitcoin.

Sebenarnya, istilah wallet ini sendiri kurang tepat karena fungsinya bukan menyimpan Bitcoin, melainkan menyimpan private key yang mengizinkan pemiliknya untuk menambah transaksi dalam rangkaian blok di public key. Simpanan Bitcoin akan berbentuk catatan transaksi dalam Blockchain tersebut.

Baca juga: Cara Beli Bitcoin Praktis Dan Mudah Untuk Pemula

Secara garis besar, trading Bitcoin untuk pemula dapat dimulai dengan cara menambang atau membeli Bitcoin. Apakah Anda tertarik menambang? Membeli? Atau mungkin masih ragu-ragu soal keamanan investasi Bitcoin? Jangan khawatir, karena keamanan transaksi Bitcoin didukung oleh teknik kriptografi canggih sebagai perlindungan.

 

Pilih Gaya Trading Bitcoin

Trading Bitcoin untuk pemula diawali dengan pemahaman akan kepribadian Anda untuk menentukan gaya trading Bitcoin yang sesuai.

Ditinjau dari segi waktu, gaya trading dibagi menjadi empat jenis yaitu day trading, scalping, swing trading, dan HODL. Setiap gaya trading tersebut memiliki tingkatan jam terbang dan teknik analisis masing-masing. Lebih detailnya, mari simak pembahasannya di bawah ini:

gaya trading bitcoin(Baca Juga: 3 Cara Trading Bitcoin Untuk Meraup Profit)

 

1. Day Trading

Trader dengan gaya ini bisa menggunakan time frame antara H1 sampai H4 dalam menentukan trend dan rencana order. Day trading sangat cocok bagi Anda yang memiliki kesibukan dengan pekerjaan utama. Jadi saat masih bekerja, Anda tidak perlu memperhatikan chart secara terus-menerus.

Seorang day trader cenderung fokus pada arah trend pergerakan yang sedang terjadi. Biasanya, mereka hanya akan membuka 1 atau 2 posisi saja sesuai arah trend dengan entry berdasarkan analisis teknikal dan fundamental yang matang.

Tantangan day trader ialah harus bisa meletakkan titik entry yang tepat dengan tingkat risiko dan target profit yang terukur. Sekali lagi, gaya trading ini memerlukan analisis baik secara teknikal maupun fundamental.

 

2. Scalping

Gaya trading scalping memiliki frekuensi paling sering di antara 3 gaya trading lainnya. Seorang scalper akan mencari peluang pada pergerakan-pergerakan kecil yang terjadi, sehingga dalam sehari bisa melakukan puluhan hingga ratusan entry. Artinya, periode open dan close posisi order scalping terjadi sangat cepat dalam hitungan menit, bahkan detik.

Scalping sangat cocok bagi trader yang memiliki waktu luang 3-4 jam setiap hari untuk trading dan fokus chart dengan time frame seperti M5, M15, dan M30.

Scalper harus cekatan dalam mengeksekusi open/close posisi sehingga tidak ada kata terlalu cepat atau terlambat menutup posisi. Jika berkeinginan menjadi scalper, Anda perlu berbekal manajemen risiko dan pengendalian emosi yang matang untuk disiplin menentukan jumlah posisi dan ukuran transaksi. Selain itu, kecekatan open/close posisi juga sangat dibutuhkan.

Sebagian besar kesalahan umum trader dengan gaya scalping adalah ketidakmampuan mengontrol emosi dan terlalu banyak open posisi tanpa memperhitungkan total risiko sehingga berakibat overtrading.

 

3. Swing Trading

Gaya swing trading fokus mencari kesempatan pada titik-titik reversal tertinggi maupun terendah, baik saat pergerakan bearish atau bullish.

Jenis gaya ini cocok bagi trader yang sudah sibuk dengan pekerjaan utamanya atau tidak betah melihat chart terlalu lama. Dari segi waktu maupun periode open/close entry, swing trading tidak punya waktu khusus karena tujuan utamanya adalah TP (Target Profit).

Baca Juga: Swing Trading, Strategi Ideal Untuk Profit Maksimal

Oleh karena itu, close posisi cenderung dilakukan saat harga sudah mendekat atau menyentuh level TP. Dengan kata lain, periode open/close entry sangat relatif, bergantung pada tiap individu.

Ingin mencoba swing trading? Anda bisa memanfaatkan Fibonacci Retracement sebagai indikator andalan karena bisa membantu menentukan titik stop loss dan target profit.

 

4. HODL

HODL (Hold On for Dear Life) merupakan mantra favorit trader jangka panjang Bitcoin. HODL ini semacam istilah slang dalam komunitas mata uang kripto yang menggambarkan sebuah pendirian untuk tetap investasi dan tidak menyerah jika menghadapi penurunan harga.

HODL menyarankan trader untuk mempertahankan Bitcoin erat-erat dan tidak lengah menjualnya setinggi apapun harga Bitcoin meroket. Ketika harga Bitcoin jatuh, trader HODL tidak menjualnya, tetapi justru berlomba-lomba membeli lebih banyak lagi.

Jika tertarik mencoba gaya trading HODL, perhatikan kondisi keuangan terlebih dulu, ya. Pemilihan gaya trading ini sangat penting karena memengaruhi ketahanan dana Anda sebagai investor.

 

Buat Strategi Trading Yang Jelas

Bagi trader Bitcoin, membuat strategi trading yang jelas sebelum mulai terjun ke pasar patut dilakukan agar berhasil mendapatkan profit yang diinginkan. Setelah menentukan gaya trading yang sesuai, carilah tujuan dan target dari aktivitas trading, analisa kondisi pasar secara cermat, dan estimasi harga pasar dengan baik. Selain itu, jangan lupa untuk belajar banyak tentang serba-serbi Bitcoin, karena pastinya akan membantu Anda saat bertrading nantinya.

 

Perhatikan Money Management

Money management termasuk salah satu aspek penting dalam berinvestasi adi set kripto. Pengelolaan keuangan yang tepat akan menentukan kapan seorang trader harus mulai buka posisi, serta berapa banyak yang harus dibeli. Selain itu, money management juga membantu menentukan kapan Anda harus menjual aset.

Money management menjadi penting dipelajari karena trader seringkali melibatkan emosi dan perasaan saat trading, sehingga berujung pada gagal mendapatkan keuntungan. Agar terhindar dari hal-hal buruk, berikut ini tiga cara yang bisa Anda lakukan untuk merencanakan money management menjadi lebih baik.

  • Tetapkan toleransi risiko kira-kira sebesar 1%-5% dari total balance.
  • Atur tujuan trading dengan memperhatikan target dan rasio risk/reward.
  • Analisa apakah performa money management efektif atau tidak.

 

Jurnal Trading Sebagai Bahan Evaluasi

Jurnal trading merupakan catatan seluruh hasil trading yang telah Anda lakukan, mulai dari riwayat level entry, exit, level stop loss, target profit, ukuran transaksi, dan lain-lain.

Selain mendokumentasi riwayat transaksi, jurnal trading menjadi bahan evaluasi performa trading Anda dalam jangka menengah maupun panjang. Tanpa adanya evaluasi trading yang jelas dan berkelanjutan, trader tidak akan pernah tahu bagaimana hasil trading yang telah diselesaikan, sehingga sulit melakukan evaluasi.

 

Tempat Jual Beli Bitcoin

Secara umum, Anda bisa melakukan transaksi jual beli Bitcoin dan mata uang kripto lainnya melalui exchange terpercaya, baik dari luar negeri maupun lokal Indonesia.

 

1. Luar Negeri

Apabila ingin memakai jasa exchange luar negeri untuk trading Bitcoin, teliti baik-baik exchange tersebut sebelum bergabung. Pasalnya, exchange yang berkedudukan di luar negeri tak berada di bawah payung hukum Indonesia, sehingga jika terjadi masalah, Anda tidak bisa mendapatkan jaminan penyelesaian, kompensasi, dan bentuk perlindungan konsumen lainnya.

 

2. Indonesia

Tak perlu jauh-jauh, kini Indonesia telah memiliki berbagai bursa kripto yang telah mendapatkan izin resmi dari Bappebti, seperti TokoCrypto, Indodax, Pintu, Rekeningku, dan Luno.

Sebagai trader Bitcoin, Anda harus menentukan exchange yang sudah terbukti menjamin keamanan dana investor, sehingga perdagangan kripto dapat berlangsung nyaman. Beberapa tips yang sebaiknya diterapkan terkait hal ini adalah:

  • Tidak mudah tergiur oleh promosi yang menjanjikan bonus sangat besar dan cenderung tidak masuk akal.
  • Untuk exchange lokal, pastikan sudah mendapat izin resmi dari Bappebti. Untuk broker luar negeri, carilah yang sudah berpengalaman dan terdaftar di otoritas tertentu (jika wilayah operasionalnya memberikan regulasi bagi exchange kripto).
  • Perbanyak membaca review dari pengguna broker tersebut.
  • Pilih exchange yang menawarkan banyak aset kripto.
  • Cek kemudahan deposit dan penarikan dana dengan mempertimbangkan tingkat likuiditas exchange.
  • Pilih exchange dengan fitur 2FA untuk menjaga keamanan dana dan data.

 

Cara Alternatif Mendapatkan Bitcoin

Cara mendapatkan Bitcoin paling tepat memang umumnya dengan membeli di exchange terpercaya. Namun, ada alternatif lain melalui mining dan airdrops.

 

1. Mining

Mining atau menambang merupakan cara mudah untuk mendapatkan Bitcoin secara gratis. Namun, banyak yang menganggap jika mining Bitcoin saat ini sudah tidak menguntungkan lagi karena harga listrik yang semakin mahal sementara reward bagi miner terus menurun.

Tapi jika Anda memiliki budget serta perangkat yang memadai dan tertarik untuk menambang, metode cloud mining dan solo mining bisa Anda coba.

  • Cloud Mining: Sistem penambangan tanpa menggunakan alat tambang atau perlengkapan terkait. Anda bisa menyerahkan semua proses penambangan kepada penyedia cloud mining. Namun karena Anda menggunakan pihak ketiga, tentunya keuntungan yang didapat tidak bisa maksimal. Beberapa layanan cloud mining yang bisa dicoba seperti Genesis, Hashnet, dan Hashflare.

  • Solo Mining: Solo mining adalah proses di mana seluruh transaksi dimasukkan dalam public ledger terbuka sehingga semua orang bisa mencatat transaksi tersebut. Dalam dunia kripto, public ledger tersebut disebut Blockchain. Anda juga dituntut memecahkan algoritma matematika yang rumit, sehingga solo mining ini tidak disarankan apabila Anda masih pemula.

 

2. Airdrop

Airdrop adalah metode mendapatkan Bitcoin secara gratis karena diberikan oleh perusahaan tertentu. Hal ini bisa dikatakan sebagai strategi marketing perusahaan untuk menarik calon pembeli dan investor.

Pertanyaannya, apakah perusahaan benar-benar memberikan Anda uang kripto tanpa alasan? Jawabannya bisa ya, tapi bisa juga tidak.

Dikatakan iya karena perusahaan memang memberikannya secara gratis dan nantinya bisa ditukar menjadi uang fiat seperti Rupiah atau Dolar di platform exchange.

Sedangkan, dikatakan tidak gratis karena airdrops dilakukan atas dasar marketing. Biasanya, seseorang harus follow akun, retweet, bergabung group, atau share ke Facebook terlebih dulu jika ingin mendapatkan mata uang kripto tersebut.

 

Kelebihan Trading Bitcoin

Sebagai instrumen investasi yang diperhitungkan, trading Bitcoin memiliki tiga kelebihan sebagai berikut:

  1. Transaksi Aman: Setiap transaksi Bitcoin sangat aman, tidak bisa dibatalkan, dan tidak mengandung informasi pribadi.

  2. Biaya Transaksi Murah: Biaya transaksi Bitcoin lebih murah daripada instrumen pasar uang lainnya. Hal ini karena Bitcoin berbasis mata uang digital dan tidak memerlukan pihak ketiga, sehingga proses transaksi cenderung sangat cepat dan praktis.

  3. Potensi Pertumbuhan Tinggi: Banyak investor mulai tertarik melarikan uangnya ke Bitcoin karena menjanjikan keuntungan yang jelas. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpercayaan investor terhadap uang fiat, di mana nilainya berkaitan erat dengan utang dan perekonomian negara. Imbasnya, investor beralih menggunakan mata uang kripto seperti Bitcoin sebagai cadangan strategis. Ditambah, seiring majunya teknologi, banyak pihak merasa diuntungkan oleh Bitcoin. Kini, akses Bitcoin semakin luas ke masyarakat, mencerminkan potensi pertumbuhannya yang juga terus meningkat.

 

Risiko Trading Bitcoin

Bitcoin sudah diperdagangkan sejak lama di berbagai negara, termasuk Indonesia. Investasi ini semakin digandrungi karena harganya yang diperkirakan terus melonjak. Namun, bukan berarti trading Bitcoin tidak berisiko. Berikut ini risiko trading Bitcoin yang harus diwaspadai agar Anda tidak salah langkah.

 

1. Fluktuasi Harga

Seperti halnya harga mata uang asing yang diperdagangkan di pasar forex, harga Bitcoin pun terus berfluktuasi. Misalnya, pada tanggal 06 November 2018, satu Bitcoin nilainya mencapai US$6,461.01. Namun pada 17 Desember 2017, harganya melonjak hingga US$20,000. Lalu, beberapa hari kemudian tepatnya 24 Desember 2017, nilainya anjlok hingga menjadi kurang dari US$14,626.

Dapat Anda simpulkan bahwa harga Bitcoin bisa naik turun secara drastis karena kondisi pasar yang susah untuk diprediksi. Karena itu, lakukan investasi kecil dulu jika Anda masih pemula dan baru mengenal Bitcoin.

 

2. Regulasi

Pasar Bitcoin beroperasi tanpa adanya pengakuan otoritas di beberapa negara. Bahkan, ada negara yang terang-terangan melarang penggunaan Bitcoin. Sementara itu, ada juga negara yang mengenakan pajak kripto seperti Indonesia.

Fungsi Bitcoin sebagai alat pembayaran digital dapat menimbulkan masalah berupa persaingan dengan mata uang resmi negara, sehingga wajar jika sejumlah otoritas dan pihak perbankan mempermasalahkan penggunaan Bitcoin.

Untuk saat ini, kripto memang bukan mata uang utama yang diterima secara luas. Namun, tidak ada yang tahu bagaimana kiprah kripto di masa mendatang.

 

3. Peretasan Wallet

Basis mata uang kripto adalah teknologi, sehingga akan jadi sasaran empuk kejahatan siber oleh hacker. Jika seandainya Bitcoin Anda dicuri, maka tidak ada cara untuk mengembalikannya.

Banyak kasus terjadi, di mana pembeli kehilangan investasi di bursa dan mengalami kerugian saat penambangan. Peretasan cenderung terjadi ketika pertukaran transaksi berlangsung, meskipun Anda sudah memiliki perlindungan dompet pintar sekalipun.

private key bitcoin

Bagi pemilik wallet yang salah menggunakan atau lupa meletakkan password, maka tidak ada cara untuk membuka dompet kembali. Oleh karena itu, pelajari baik-baik cara penggunaan dompet kripto dengan cermat agar Anda tidak kelimpungan di kemudian hari.

 

4. Penipuan

Tidak hanya peretasan, pasar Bitcoin juga kerap mengalami kasus penipuan. Semakin populernya perdagangan Bitcoin secara online, semakin banyak pula pihak-pihak yang menyalahgunakannya dengan membuat transaksi palsu.

Baca Juga: 5 Kasus Penyalahgunaan Kripto Yang Menggegerkan Dunia

Oleh karena itu, memastikan keamanan adalah faktor pertama sebelum Anda mulai trading. Pada akhirnya, Anda sendirilah yang akan rugi besar jika keamanan transaksi tidak terjamin. Bahkan setelah sistem pengamanan diperketat pun, masih banyak celah-celah bagi penipu untuk memanipulasi dan mengambil uang Anda.

 

5. Penggunaan Terbatas

Satu lagi kekurangan trading Bitcoin ialah penggunaannya yang terbatas. Anda mungkin mengira semakin booming Bitcoin maka semakin banyak platform dan perusahaan yang mempergunakannya untuk transaksi.

Kenyataannya tidak. Jumlah perusahaan yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran masih bisa dihitung dengan jari. Coba tengok ke sekitar Anda, banyak perusahaan yang tidak mengenali Bitcoin sebagai pertukaran sah, bukan?

Dari sepersekian perusahaan, beberapa toko online seperti Overstock, Monoprix, dan Newegg telah mengizinkan pembeli membayar menggunakan Bitcoin. Bitcoin juga bisa dipakai untuk membayar perjalanan lewat AirBaltic, ChapAir.com, dan Air Lituanica.

penggunaan terbatas bitcoin(Baca Juga: Tempat Belanja Dengan Bitcoin Di Indonesia)

 

6. Ketergantungan Teknologi

Pertukaran Bitcoin dilakukan secara online sehingga mau tidak mau Anda harus melek teknologi untuk bisa memanfaatkannya. Tanpa adanya teknologi, maka tidak mungkin mata uang kripto tidak dapat beroperasi; berbeda dengan bentuk mata uang lain yang mudah dijangkau seluruh khalayak masyarakat tanpa dukungan teknologi. Selain itu, investasi Bitcoin tidak memiliki jaminan fisik yang mendukung seperti emas, real estate, obligasi, atau reksadana.

Ketergantungan mata uang Bitcoin pada teknologi membuat Anda harus waspada terhadap ancaman penipuan atau sistem yang tiba-tiba mati.

kesimpulan(Baca Juga: Waktu Yang Tepat Untuk Trading Bitcoin)

Semakin merajalelanya trend investasi Bitcoin membuka peluangnya diterima sebagai alat pertukaran sah di masyarakat luas. Akan tetapi, meskipun dianggap sebagai investasi menggiurkan, trading Bitcoin tetap rentan terhadap penipuan dan pencurian yang bisa mengakibatkan kerugian besar.

Oleh sebab itu, pahami betul cara kerja Bitcoin, gaya trading, tempat jual beli Bitcoin, strategi trading, dan money management dalam investasi Bitcoin. Usahakan juga untuk rutin mengisi jurnal trading sebagai bahan evaluasi agar terhindar dari kesalahan pemula di kemudian hari.

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru
Teknik Trading Kripto Apa Saja yang Menguntungkan?
Teknik Trading Kripto Apa Saja yang Menguntungkan?
Linlindua   15 Jun 2021   10  
Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di Android
Cara Mendapatkan Bitcoin Gratis di Android
Nandini   27 May 2021   53  
10 Chart Gratis Terbaik Untuk Analisa Kripto
10 Chart Gratis Terbaik Untuk Analisa Kripto
Nandini   21 Apr 2021   600  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Linlindua   31 Mar 2021   1659  
Kripto Di 2020, Bagaimana Perkembangannya?
Kripto Di 2020, Bagaimana Perkembangannya?
Jujun Kurniawan   3 Feb 2020   1268  
5 Kesalahan Umum Trader Kripto Pemula
5 Kesalahan Umum Trader Kripto Pemula
Jujun Kurniawan   16 Jan 2020   851  
5 Kasus Penyalahgunaan Kripto Yang Menggegerkan Dunia
5 Kasus Penyalahgunaan Kripto Yang Menggegerkan Dunia
Jujun Kurniawan   26 Dec 2019   649  
5 Mata Uang Kripto Asal Indonesia
5 Mata Uang Kripto Asal Indonesia
SAM   18 Mar 2019   7919