Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 2 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 2 jam lalu, #Saham Indonesia   |   PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 2 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 2 jam lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

Kiki R 30 May 2023
Dibaca Normal 9 Menit
forex > broker > belajar >   #mifx   #peluang   #trendline
Mau tahu panduan praktis dan langkah-langkah yang jelas untuk mengidentifikasi tren harga? Pelajari cara mendeteksi peluang trading menguntungkan menggunakan trendline ala MIFX.

Salah satu alat atau tools yang terbukti efektif dalam membantu mendeteksi peluang trading adalah trendline. Trendline dapat membantu trader mengidentifikasi pola harga, tren, serta titik entry dan exit yang strategis. Namun, untuk dapat memanfaatkan trendline dengan baik, diperlukan pemahaman yang mendalam dan pengalaman yang teruji.

Dalam artikel ini, kami akan memberikan panduan praktis yang lengkap tentang bagaimana mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang trading dengan menggunakan trendline ala MIFX.

Kami akan menjelaskan secara terperinci tentang apa itu trendline, cara menggambar trendline dengan tepat, hingga strategi trading yang dapat digunakan dengan memanfaatkan trendline.

Mari ikuti artikel ini untuk mendapatkan wawasan yang berharga dan meningkatkan kemampuan Anda dalam mendeteksi peluang trading dengan menggunakan trendline ala MIFX.

deteksi peluang trading

 

Apa Itu Trendline?

Trendline merupakan garis yang digambar pada grafik harga dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengkonfirmasi tren yang sedang terjadi. Trendline digunakan dalam trading untuk menggambarkan arah umum pergerakan harga dalam suatu pasar. Seperti yang kita ketahui, trend yang terjadi di pasar hanya ada tiga yaitu tren naik, trend turun dan sideways/ranging.

Tren naik ditandai dengan adanya harga tertinggi dan terendah yang semakin tinggi (higher highs dan higher lows) dan sebaliknya, tren turun ditandai dengan adanya harga tertinggi dan terendah yang semakin rendah (lower highs dan lower lows). Sedangkan pada kondisi sideways/ranging harga hanya bergerak naik-turun pada range harga tertentu.

Trendline terdiri dari dua jenis utama: trendline naik (uptrend) dan trendline turun (downtrend). Trendline naik dibuat dengan menghubungkan serangkaian harga terendah (lows) yang terus meningkat, sementara trendline turun dibuat dengan menghubungkan serangkaian harga tertinggi (highs) yang terus menurun. Kedua jenis trendline ini memberikan gambaran visual tentang pergerakan harga secara keseluruhan.

Baca Juga:

How to Know When a Trend is Ending

 

Cara Menggambar Trendline

Cara menggambar trendline sangat sederhana. Anda hanya perlu menghubungkan harga tertinggi ke harga tertinggi atau harga terendah ke harga terendah. Agar lebih memahami, perhatikan grafik di bawah ini.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

Dari grafik harga GBPUSD di atas, kita sudah menandai harga tertinggi dan harga terendah yang semakin tinggi. Ini artinya harga dalam tren naik. Selanjutnya kita tinggal menarik garis dari harga terendah ke harga terendah sebelumnya.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

Saya akan berikan contoh lain untuk tren turun. Perhatikan grafik di bawah ini.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

Pada grafik di atas, tren yang sedang berlangsung adalah tren turun. Hal ini ditandai dengan adanya harga tertinggi dan harga terendah yang semakin rendah. Selanjutnya kita tinggal menarik garis dari harga tertinggi ke harga tertinggi.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

 

Cara Trading Dengan Trendline

Cara trading dengan trendline bisa dengan dua cara, yaitu menggunakan kombinasi trendline dengan sinyal price action atau menggunakan kombinasi trendline dengan indikator. Kedua cara ini bisa Anda gunakan untuk mendeteksi peluang trading di pasar.

 

Kombinasi Trendline Dengan Price Action

Kombinasi antara trendline dan price action adalah strategi trading yang populer di kalangan trader. Dalam kombinasi ini, trendline digunakan untuk mengidentifikasi tren pasar yang sedang berlangsung, sedangkan price action digunakan untuk mencari konfirmasi sinyal entry yang valid.

Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang langkah-langkah yang dapat Anda ikuti dalam mengkombinasikan trendline dengan price action:

  1. Identifikasi harga tertinggi dan terendah: Langkah pertama adalah mengidentifikasi harga tertinggi dan harga terendah yang relevan dalam pergerakan harga. Hal ini akan membantu Anda dalam menarik trendline dengan akurat. Anda dapat mencari titik-titik ekstrem, seperti high dan low harga yang signifikan.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

 

  1. Menarik garis trendline dan memproyeksikan garis tersebut: Setelah Anda mengidentifikasi harga tertinggi dan terendah, gunakan garis trendline untuk menghubungkan dua atau lebih titik ekstrem yang relevan. Trendline dapat digambar sebagai garis naik (uptrend) atau garis turun (downtrend), tergantung pada arah tren yang teridentifikasi.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

 

  1. Mengambil posisi saat terbentuk sinyal price action yang valid: Setelah trendline digambar, perhatikan price action yang terbentuk di sekitar garis trendline tersebut. Cari sinyal price action yang memberikan konfirmasi entry yang valid, seperti pola candlestick yang menunjukkan pembalikan arah (reversal) atau penolakan (rejection) harga terhadap garis resisten atau support.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

Misalkan Anda mengidentifikasi sebuah uptrend dengan trendline yang menghubungkan beberapa lembah harga. Ketika harga mencapai garis trendline tersebut dan terbentuk pola candlestick bearish yang menunjukkan penolakan harga, seperti pola "shooting star" atau "engulfing", Anda dapat mempertimbangkan untuk membuka posisi jual (sell).

Sebaliknya, jika harga mencapai garis trendline dan terbentuk pola candlestick bullish yang menunjukkan pembalikan harga, seperti pola "hammer" atau "bullish engulfing", Anda dapat mempertimbangkan untuk membuka posisi beli (buy).

Penting untuk diingat bahwa dalam kombinasi trendline dengan price action, konfirmasi sinyal price action sangatlah penting. Anda harus memperhatikan validitas pola candlestick atau pola grafik yang terbentuk.

Baca Juga: 4 Trik Trading Dengan Price Action Paling Ampuh

 

Kombinasi Trendline Dengan Indikator

Kombinasi antara trendline dengan indikator teknikal, seperti moving average, RSI, stochastic oscillator, dapat memberikan konfirmasi tambahan untuk mendeteksi peluang trading yang lebih kuat. Indikator ini dapat memberikan informasi tentang momentum dan kekuatan tren yang dapat digunakan bersama dengan trendline.

Namun pada kali ini, saya akan menjelaskan tentang cara trading trendline dengan kombinasi indikator stochastic. Berikut adalah penjelasan detail tentang kombinasi tersebut.

  1. Identifikasi harga tertinggi dan terendah: Sama seperti penjelasan di atas, langkah pertama tetap sama dengan mengidentifikasi tren menggunakan trendline. Harga tertinggi dan terendah inilah yang menjadi patokan dalam menarik garis trendline.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

 

  1. Menarik garis trendline dan memproyeksikan garis tersebut: Gunakan titik-titik ekstrem high dan low yang telah diidentifikasi pada langkah pertama di atas untuk menarik garis trendline. Trendline dapat digambar sebagai garis naik (uptrend) atau garis turun (downtrend), tergantung pada arah tren yang teridentifikasi. Pastikan trendline tersebut sesuai dengan pergerakan harga yang ada.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

 

  1. Mengambil posisi saat terbentuk sinyal konfirmasi dari stochastic: Jika trendline menunjukkan adanya uptrend, perhatikan stochastic oscillator. Jika garis %K dan %D menyilang di zona oversold (di bawah 20), ini dapat dianggap sebagai sinyal beli yang memberikan konfirmasi tambahan untuk pembalikan harga ke arah atas. Sebaliknya, jika %K dan %D menyilang di zona overbought (di atas 80), ini dapat dianggap sebagai sinyal jual yang memberikan konfirmasi tambahan untuk pembalikan harga ke arah bawah.

Cara Deteksi Peluang Trading dengan Trendline Ala MIFX

Misalkan Anda menggambar trendline yang menunjukkan uptrend. Ketika harga mendekati trendline dan Stochastic Oscillator menunjukkan %K dan %D yang berada di zona oversold (di bawah 20), ini dapat dianggap sebagai sinyal beli yang kuat. Dalam situasi ini, Anda dapat mempertimbangkan untuk membuka posisi beli (buy) sebagai konfirmasi bahwa harga akan mengalami pembalikan dan bergerak ke arah atas.

Penting untuk diingat bahwa kombinasi trendline dengan indikator seperti Stochastic Oscillator hanya merupakan alat bantu dan tidak menjamin keberhasilan 100% dalam trading. Penting juga untuk menguji strategi ini dalam berbagai situasi pasar dan menggunakan pengelolaan risiko yang tepat untuk melindungi modal Anda.

Baca Juga:

Top 5 Trend Indicators You Should Know

 

Deteksi Peluang Trading Mudah Dari Aplikasi MIFX

Jika Anda menggunakan aplikasi mobile dari broker MIFX, Anda akan menemukan kemudahan dalam menerapkan cara trading menggunakan trendline. Dengan fitur yang disediakan dalam aplikasi, Anda dapat dengan mudah memasukkan trendline ke dalam grafik hanya dengan beberapa klik.

Proses ini sangat sederhana dan intuitif, memungkinkan Anda untuk menggambar dan memanfaatkan trendline dengan cepat dan efisien.

Langkah pertama adalah membuka aplikasi MIFX dan memilih pasangan mata uang atau instrumen keuangan yang ingin Anda analisis. Setelah itu, buka grafik harga untuk instrumen tersebut di aplikasi. Anda akan melihat berbagai opsi dan alat yang tersedia di bagian bawah tampilan grafik.

Ketika Anda ingin menggunakan trendline, cukup klik pada opsi "Drawing" atau "Gambar" yang ditampilkan sebagai ikon pensil atau garis di bagian bawah tampilan grafik. Setelah Anda mengklik opsi tersebut, Anda akan melihat berbagai jenis garis atau alat gambar yang tersedia, termasuk trendline.

Pilih opsi trendline dan mulailah menggambar trendline di grafik dengan menahan dan menggerakkan jari Anda di layar. Anda dapat menghubungkan titik-titik ekstrem yang relevan, seperti puncak atau lembah harga, untuk membentuk trendline yang sesuai dengan pola pergerakan harga yang Anda identifikasi.

Selain itu, aplikasi MIFX seringkali menyediakan fitur tambahan, seperti garis horizontal atau garis Fibonacci, yang dapat mendukung analisis teknikal Anda secara lebih komprehensif. Anda dapat memanfaatkan fitur-fitur ini untuk melengkapi strategi trading Anda dengan lebih baik.

Setelah Anda menggambar trendline di grafik, Anda dapat mengatur parameter dan memodifikasinya sesuai kebutuhan. Misalnya, Anda dapat mengubah warna atau ketebalan garis, menghapus atau memperpanjang trendline, serta menambahkan keterangan atau catatan yang relevan.

Dengan aplikasi mobile MIFX, Anda dapat mengakses dan mengamati grafik harga serta menerapkan strategi trading Anda di mana pun Anda berada. Fitur-fitur yang disediakan dalam aplikasi mempermudah Anda untuk menggambar dan mengatur trendline dengan cepat dan efisien, sehingga Anda dapat segera mengidentifikasi peluang trading yang menarik.

Baca Juga:

Trade Anytime, Anywhere with Mobile Trading

 

Akhir Kata

Dengan menguasai cara deteksi peluang trading menggunakan trendline, Anda dapat meningkatkan kemampuan trading Anda dengan cara yang efektif dan teruji.

Kombinasi antara trendline dengan price action atau indikator teknikal memberikan konfirmasi tambahan yang dapat memperkuat keputusan trading Anda. Namun, penting untuk diingat bahwa tidak ada metode yang sempurna dan hasil trading dapat bervariasi.

Selalu lakukan pengujian dan evaluasi strategi Anda secara teratur, teruslah belajar dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan trading Anda. Selain itu, selalu terapkan manajemen risiko yang baik dan disiplin dalam menjalankan rencana trading Anda.

Dengan memahami dan menggunakan trendline dengan benar, Anda dapat mengidentifikasi peluang trading yang berpotensi menguntungkan, meminimalkan risiko, dan meningkatkan peluang keberhasilan dalam pasar keuangan yang dinamis. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Lewat aplikasi MIFX, selain trading menggunakan trendline Anda juga bisa memanfaatkan fitur trading signal mereka. Simak panduannya dalam artikel berjudul Cara Meningkatkan Peluang Cuan dengan Trading Signal MIFX.

Terkait Lainnya
 
Penjualan Alat Berat Komatsu PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami penurunan 8.4% secara year-on-year (yoy). , 2 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG turun di awal perdagangan hari ini sebesar 0.24% ke 7,263, 2 jam lalu, #Saham Indonesia

PT Carsurin Tbk. (CRSN) dan National Battery Research Institute (NBRI) mengumumkan penandatanganan Strategic Alliance Agreement (SAA) untuk pendirian dan operasional fasilitas pengujian baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, 2 jam lalu, #Saham Indonesia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menyetop perdagangan emiten kelapa sawit PT Pulau Subur Tbk. (PTSP) pada perdagangan hari ini, usai harga sahamnya melonjak hingga ratusan persen, 2 jam lalu, #Saham Indonesia

Menurut analis ING, GBP/USD berpotensi menguji level terendah 14 Februari di kisaran harga 1.2530, 20 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas turun dari Level tertinggi lebih dari dua pekan di tengah kenaikan dolar AS, 22 jam lalu, #Emas Teknikal

EUR/GBP menguat mendekati level 0.8540 menjelang pidato ECB Lagarde, 22 jam lalu, #Forex Teknikal

USD/CAD mencoba memantul dari level 1.3500 karena penguatan dolar As dan penurunan harga minyak, 22 jam lalu, #Forex Teknikal

Setelah ditutup di bawah harga pembukaan minggu lalu, Indeks Dolar membentuk Pin Bar bullish, 1 hari, #Forex Teknikal

Momentum bullish Dolar masih bertahan dalam jangka pendek karena turunnya ekspektasi pasar terhadap prospek pemotongan suku bunga The Fed, 1 hari, #Forex Fundamental

Resistance AUD/USD berada di sekitar 0.6590. Penolakan dari level tersebut akan memicu pergerakan bearish, 1 hari, #Forex Teknikal

USD/JPY membentuk support di harga 149.70, dan berpotensi menguat lagi karena Yen masih relatif melemah, 1 hari, #Forex Teknikal

Sejumlah rilis data penting AS yang akan mempengaruhi EUR/USD akan dirilis pada hari Selasa-Kamis pekan ini, 1 hari, #Forex Fundamental

Laporan Consumer Confidence dijadwalkan terbit pada hari Selasa, GDP AS pada hari Rabu, dan Inflasi PCE pada hari Kamis, 1 hari, #Forex Fundamental

Para pelaku pasar meyakini jika koreksi bearish EUR/USD tidak akan melampaui level 1.08000, 1 hari, #Forex Teknikal

Reli Bitcoin tertahan dalam kisaran sideways setelah menembus level kunci $50,000, 1 hari, #Kripto Teknikal

BTC/USD masih berusaha menembus resistance $52,000 untuk mengkonfirmasi kenaikan lebih lanjut, 1 hari, #Kripto Teknikal

Kapitalisasi pasar Bitcoin kembali melesat di atas $1 triliun, namun dominasinya terhadap Altcoin turun ke 48.6%, 1 hari, #Kripto Fundamental

Ethereum sukses menembus $3000, level yang terakhir kali tercapai pada April 2022 lalu, 1 hari, #Kripto Teknikal

Solana menjadi salah satu Altcoin yang berbias positif setelah berhasil mempertahankan posisi di atas $100, 1 hari, #Kripto Teknikal

Saham emiten produsen beras, PT Wahana Inti Makmur Tbk. (NASI) dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI) terpantau tengah melejit seiring dengan kenaikan harga beras, 1 hari, #Saham Indonesia

Top losers LQ45 terdiri dari: PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -3.23%, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) -2.27%, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) -1.86%, 1 hari, #Saham Indonesia

IHSG turun di awal perdagangan hari ini, sebesar 0,47% ke 7,261, 1 hari, #Saham Indonesia

Industri semen tanah air mencatat kinerja positif di awal tahun 2024. Volume penjualan semen nasional sepanjang Januari 2024 mencapai 5.06 juta ton, 1 hari, #Saham Indonesia


Komentar @inbizia

Jelas, bro! Jadi, penarikan garis tren itu agak flexible ya. Gak ada patokan pasti tentang sudutnya. Tapi ada beberapa hal yang bisa kita perhatiin. Minimal 3 Titik: Buat garis tren yang bener, setidaknya harus ada 3 titik yang nyambungin garisnya. Jadi, paling nggak ada 2 titik di atas atau bawah buat bentukin tren, dan titik ketiga yang konfirmasiin garis tren itu valid. Selain itu, kita mesti hindari garis tren yang terlalu curam, soalnya bisa aja itu cuma ngegambarkan pergerakan harga sebentar dan gak akurat buat jangka panjang. Tapi juga jangan terlalu datar, ya, biar tetep bisa ngikutin tren pasar. Utk kira2 trendline yg bagus itu bsa dilihat di artikel disini. Selain itu, kita bsa boleh coba gambar garis tren dari sudut yang beda-beda dan liat mana yang paling pas dengan pola pergerakan harga. Semoga membantu ya!
 Leonardo |  24 Jul 2023
Halaman: Cara Deteksi Peluang Trading Dengan Trendline Ala Mifx
SEkedar bertanya nihhh soal peluang trading dengan kombinasi antara trendline dngn oschilator. Di artikel di tunjukkan bahwa ketika stochastic oscillator itu garisnyaa itu ke arah angka 80 dan melewati garis 80. Sedangkan di chart, harga itu sepertinya lagi ke arah naik tetapi ga nembus resistance dari lower high sblmnyaa, itu kita langsung buka trading sell, dan ternyata harga kemudian drop dan langsung nembus lower low sblmnya hingga membntuk lower low baru. Disaat harga dah nyentuh angka 20 kebawah, kita langsung diarahkan utk tutup posisi. Menilik dari itu, rasanya kok dngn stochastic oscillator serta trendline ini mudah digunakan ya? Kira2 stochastic oscillator ini memang cara penggunaanya seperti itu yaa?
 Kelvin |  23 Jul 2023
Halaman: Cara Deteksi Peluang Trading Dengan Trendline Ala Mifx
Mengapa sh ketika kita trading gitu, misalkan nih lgi uptrend, dan gue nyari low nyaa trus entry disana, malah tba2 downtrend trus harganya ga bsa nembus level yg gue entry tadi. Jadi berkutat naik turun di bawah harga yg gue entry. Dan akibatnya gue ini floating loss meski ga gede tpi tetap terperangkap dsana. Krna gue day trader, jdi gue akhirnya sering cut loss gitu. Sedangkan utk deteksi trendline yg dimaksudkan di artikel itu klu gue bsa ambil ksimpulan itu make analisis manual. Jd kita yg tetntuin titik tinggi rendah trus kita ambil garis gitu. Permalsahannya gue jg udah ngelakuin hal itu, tetapi bnnrn msh tetap hasilnya sering floating loss. Klu bsa, tolong bntuannya dong dlm ngatsin hasil trading gue yg selalu minus akibat kasus ini
 Heru |  24 Aug 2023
Halaman: Cara Deteksi Peluang Trading Dengan Trendline Ala Mifx
Heru: Bantu jawab yeee! Kyknya sihh yg gue baca dari penjelasan elo yaa, sepertinya elo ibarat salah entry ato entry di waktu ga tepat gan. Misalkan gini, dalam grafik harga, ambil contoh trading dngn situasi bullish. Nah tiap kali bullish itu pergerakannya ga selalu naik terus, bakal ada koreksi kemudian naik. Dan di titik tertentu terkadang koreksi harganya bsa jadi pembalikan harga. Dan mngkn yaa agan sndiri entry diwaktu yg kyk gitu dmana harga udah overbought ato jenuh beli, ato udah ngecapai harga titik tertinggi. Cara ngatasinnya sihh klu gue sndiri pake Stochastic dmana di grafik stochastic kita ngeliat apakah dua garis saling bersilangan trus nembus ke diatas angka 80 ga. KLu misalkan iyaa, berarti itu petanda dari overbought dmana harga kyknya udah ngecapai titik tertinggi. Off course kita jngn lagi entry dngn posisi buy tetapi kita ngeliat lagi di grafik chart apakah ada sinyal lain yg jadi pertanda harga akan turun shngga mngkn kita lbh fokus ke posisi sell. Contoh, liat grafik dibawah ini : Baca Juga: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
 Dion |  28 Aug 2023
Halaman: Cara Deteksi Peluang Trading Dengan Trendline Ala Mifx
Nelson: Benar, ada waktu-waktu tertentu di pasar keuangan yg cenderung lebih aktif dan bergerak lebih volatile. Ini biasanya terjadi selama overlap antara sesi perdagangan di berbagai pasar utama di dunia. Misalnya, untuk trading forex, saat overlap antara sesi Eropa dan sesi Amerika adalah waktu di mana likuiditas tinggi dan pergerakan harga lebih signifikan. Tentu saja, pemilihan waktu yg tepat untuk trading bisa menjadi faktor penting dalam potensi profit. Jika elo melihat bahwa pasangan mata uang atau aset tertentu cenderung bergejolak dan memiliki peluang profit di malam hari, tetapi elo hanya bisa melakukan trading di pagi hari, elo masih bisa mempertimbangkan beberapa solusi salah satunya adalah dengan menggunakan Order Otomatis. tapi yg jelas ini butuh teknik analisis yg cukup akurat ya. Misalkan elo tahu kapan aset yg ingin elo tradingkan cenderung bergejolak, tetapi elo tidak bisa memantau pasar secara langsung, elo bisa menggunakan order otomatis seperti "Limit Order" atau "Stop Order" untuk memasuki atau keluar dari posisi pada tingkat harga tertentu. Ini bisa membantumu tetap terlibat dalam pasar bahkan jika elo tidak bisa memantau chart secara terus-menerus.
 Chandra |  29 Aug 2023
Halaman: Tips Dari Hsb Untuk Memilih Produk Trading
Untuk memudahkan kita memahami definisinya, kita bisa ambil contoh saat kita menukarkan uang di money changer. Saat menukarkan uang, kita harus menyesuaikan antara kurs tukar dan kurs beli, hal tersebut dipengaruhi oleh nilai mata uang yang sedang berlaku saat kita melakukan penukaran. Selisih dari kurs tukar dan kurs beli merupakan spread dalam konteks penukaran uang. Dalam konteks perbankan juga terdapat istilah spread bank. Terdapat selisih harga yang menjadi kewajiban setiap trader untuk dibayar agar bisa melanjutkan transaksi trading forex. Contoh spread EURUSD di atas juga merupakan contoh sederhana dalam cara menghitung bid ask spread. Pada umumnya, perhitungan nilai spread dibagi menjadi tiga jenis, yaitu fixed spread, floating spread, dan zero spread. Fixed Spread : Jika broker menggunakan fixed spread, maka komisinya tidak berubah-ubah sampai kapanpun karena sudah ditetapkan sejak awal dengan perhitungan tersendiri. Jadi, walaupun terjadi pergerakan nilai tukar pair mata uang dalam investasi forex, maka tidak mempengaruhi jumlahnya. Floating Spread : Berkebalikkan dengan fixed spread, floating spread nilainya dapat berubah-ubah, tergantung dengan pergerakan pasar. Jadi, besar kecilnya spread terus mengikuti perubahan. Jika kondisi harga naik terus menerus atau terjadi suatu peristiwa besar, maka kemungkinan akan terjadi kenaikan spread dari harga semula. Hal tersebut sebenarnya membuat trader keberatan, karena tidak bisa memperoleh peluang keuntungan yang maksimal. Zero Spread : yaitu spread 0 pip yang dikenakan broker. Bukan berarti, zero spread broker tidak konstan pada kisaran 0 pip ya. Dalam ketentuan beberapa broker forex, zero spread memiliki arti yang sama dengan spread yang lebih rendah dari 1 pip. Dengan begitu, istilah zero spread juga berlaku untuk kisaran spread 0,5 pip, 0,2 pip, 0,1 pip, dan seterusnya. Selain itu, biasanya broker mengenakan komisi trading di akun zero spread. Beban komisi tersebut biasanya dinyatakan langsung dalam satuan mata uang dan dikenakan untuk setiap trading dengan ukuran tertentu. Setiap jenis spread memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda dapat memilih broker dengan jenis spread yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Jika Anda masih bingung dalam memilihnya, Anda dapat mencoba satu per satu ketika belajar forex melalui akun demo terlebih dahulu. Biasanya setiap broker menawarkan akun demo didalamnya termasuk Maxco dan GKInvest. Saya sarankan untuk mencoba di GKInvest terlebih dahulu mengingat di broker tersebut memiliki akun dengan spread rendah mulai dari 0 pip agar Anda bisa memperoleh peluang keuntungan trading secara maksimal.
 Ganendra |  19 Sep 2023
Halaman: Perbandingan Biaya Trading Broker Maxco Vs Gkinvest
Suku Bunga Deposito
BANK 12 bulan 12 bulan
  Rupiah USD
BNI 46 2.75% %
BCA 2.50% %
MANDIRI 2.50% %
OCBC NISP 3.00% %
PANIN 4.25% %
Lihat Bank Lain
Suku Bunga Kredit
BANK Korporasi Ritel KPR
BRI 8.00% 8.25% 7.25%
BNI 8.05% 8.30% 7.30%
BCA 7.90% 8.10% 7.20%
Mandiri 8.05% 8.30% 7.30%
BTN 8.05% 8.30% 7.30%
OCBC NISP 8.25% 8.75% 8.00%
BTPN 7.64% 10.36% -
Danamon 8.50% 9.00% 8.00%
CIMB Niaga 8.00% 8.75% 7.30%
HSBC Indonesia 7.00% 8.75% 8.00%
Lihat Bank Lain

Komentar[20]    
  Bejo   |   30 May 2023

Seperti apa cara mengidentifikasi perubahan tren menggunakan trendline? Bagaimana caranya?

  Kiki R   |   30 May 2023

Mengidentifikasi perubahan tren menggunakan trendline melibatkan pengamatan pola pergerakan harga dan pembentukan trendline yang menghubungkan titik-titik tertentu. Berikut adalah langkah-langkah untuk mengidentifikasi perubahan tren menggunakan trendline:
1. Mengamati Pola Pergerakan Harga: Langkah pertama adalah mengamati pola pergerakan harga pada grafik. Perhatikan apakah harga mengalami tren naik (uptrend), tren turun (downtrend), atau tidak memiliki tren yang jelas (sideways). Ini dapat dilakukan dengan mengamati pola pergerakan harga yang terbentuk di grafik seperti higher highs (puncak yang lebih tinggi) dan higher lows (lembah yang lebih tinggi) untuk uptrend, lower highs (puncak yang lebih rendah) dan lower lows (lembah yang lebih rendah) untuk downtrend, atau pergerakan harga yang bergerak mendatar untuk sideways.
2. Mengidentifikasi Titik-titik Penting: Setelah mengamati pola pergerakan harga, langkah selanjutnya adalah mengidentifikasi titik-titik penting yang akan digunakan untuk membentuk trendline. Titik-titik ini dapat berupa puncak (high) atau lembah (low) yang signifikan. Semakin banyak titik-titik yang dapat diidentifikasi, semakin kuat dan valid trendline yang akan terbentuk.
3. Menggambar Trendline: Setelah titik-titik penting teridentifikasi, selanjutnya adalah menggambar trendline yang menghubungkan titik-titik tersebut. Untuk uptrend, trendline ditarik dengan menghubungkan lembah-lembah yang lebih tinggi secara diagonal ke atas. Sedangkan untuk downtrend, trendline ditarik dengan menghubungkan puncak-puncak yang lebih rendah secara diagonal ke bawah. Pastikan trendline tidak melalui pergerakan harga yang signifikan di antara titik-titik penting tersebut.
4. Mengkonfirmasi Perubahan Tren: Setelah trendline terbentuk, langkah selanjutnya adalah mengkonfirmasi perubahan tren. Perubahan tren dapat terjadi ketika harga berhasil menembus atau "breakout" dari trendline. Jika harga berhasil menembus trendline dari bawah ke atas dan berlanjut membentuk higher highs dan higher lows, ini dapat mengindikasikan perubahan dari downtrend menjadi uptrend. Sebaliknya, jika harga berhasil menembus trendline dari atas ke bawah dan berlanjut membentuk lower highs dan lower lows, ini dapat mengindikasikan perubahan dari uptrend menjadi downtrend.

Contoh:
Dalam contoh ini, kita akan mengidentifikasi perubahan dari downtrend menjadi uptrend menggunakan trendline. Pada grafik harga xxx/xxx, kita melihat pola pergerakan harga yang membentuk lower highs dan lower lows, menunjukkan adanya downtrend.

Langkah pertama adalah mengidentifikasi titik-titik penting. Pada grafik ini, kita dapat mengidentifikasi tiga lembah yang signifikan: L1, L2, dan L3.

Selanjutnya, kita menggambar trendline dengan menghubungkan lembah-lembah tersebut secara diagonal ke bawah. Trendline yang terbentuk akan memberikan batas untuk downtrend yang sedang terjadi.

Kemudian, kita perhatikan apakah harga berhasil menembus atau "breakout" dari trendline. Jika harga berhasil menembus trendline dari bawah ke atas dan terus membentuk higher highs dan higher lows, ini dapat mengindikasikan perubahan tren menjadi uptrend.

Dalam contoh ini, harga berhasil menembus trendline dari bawah ke atas dan membentuk higher highs dan higher lows setelahnya. Ini mengkonfirmasi perubahan dari downtrend menjadi uptrend.

Dengan demikian, dengan mengidentifikasi pola pergerakan harga, menggambar trendline, dan mengkonfirmasi perubahan tren melalui breakout, kita dapat mengidentifikasi perubahan tren menggunakan trendline.

  Genos   |   30 May 2023

Saya sering FOMO jadinya banyak entry yang seharusnya tidak masuk malahan jadi loss banyak. Gimana ya caranya mengatur emosi saat trading agar tidak FOMO dan overtrading?

  Kiki R   |   30 May 2023

Mengatur emosi saat trading sangat penting untuk menghindari FOMO (Fear Of Missing Out) dan overtrading yang dapat mengakibatkan kerugian yang tidak perlu. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu Anda mengatur emosi saat trading:
1. Miliki Rencana Trading yang Jelas: Sebelum masuk ke pasar, pastikan Anda memiliki rencana trading yang jelas. Rencana ini harus mencakup strategi yang telah Anda pelajari dan pahami dengan baik, termasuk aturan untuk entry dan exit, manajemen risiko, serta target profit dan stop loss. Dengan memiliki rencana yang jelas, Anda akan lebih disiplin dalam mengambil keputusan trading.
2. Tetap Tenang dan Rasional: Saat melihat peluang trading yang menarik atau melihat pasar bergerak dengan cepat, penting untuk tetap tenang dan rasional. Jangan terbawa emosi dan mengambil keputusan impulsif. Ambil waktu sejenak untuk menganalisis situasi dengan jernih sebelum mengambil tindakan. Mengatur emosi Anda dengan tetap tenang dan rasional akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih baik.
3. Gunakan Stop Loss: Salah satu cara untuk menghindari kerugian yang tidak terkendali adalah dengan menggunakan stop loss. Stop loss adalah level harga di mana Anda akan keluar dari posisi trading untuk membatasi kerugian. Dengan menggunakan stop loss, Anda mengontrol risiko dan menghindari kerugian yang berlebihan. Pastikan untuk mengatur stop loss secara realistis berdasarkan analisis dan manajemen risiko Anda.
4. Gunakan Ukuran Posisi yang Tepat: Overtrading sering terjadi ketika Anda membuka terlalu banyak posisi sekaligus. Penting untuk menggunakan ukuran posisi yang tepat berdasarkan ukuran akun Anda dan toleransi risiko. Menggunakan ukuran posisi yang sesuai membantu Anda menghindari overtrading dan mempertahankan manajemen risiko yang sehat.
5. Gunakan Jurnal Trading: Menulis jurnal trading adalah cara yang baik untuk mengendalikan emosi dan mempelajari dari pengalaman trading Anda. Catat semua transaksi trading yang Anda lakukan, termasuk alasan untuk masuk dan keluar dari posisi, hasilnya, dan catatan-catatan lain yang berguna. Dengan melakukan ini, Anda dapat melihat pola-pola emosional yang mungkin muncul dalam trading Anda dan mencari cara untuk memperbaikinya.
6. Lakukan Latihan Mindfulness: Mindfulness adalah praktik yang melibatkan kesadaran diri dan pengendalian diri dalam setiap momen. Latihan mindfulness, seperti meditasi atau latihan pernapasan, dapat membantu Anda mengurangi stres dan kecemasan saat trading. Dengan meningkatkan kesadaran diri, Anda dapat mengidentifikasi emosi yang muncul saat trading dan mengendalikannya dengan lebih baik.
7. Tetapkan Batasan Waktu dan Jumlah Trading: Menetapkan batasan waktu dan jumlah trading adalah cara lain untuk menghindari overtrading. Tentukan berapa lama Anda akan trading dalam sehari atau seminggu, serta berapa banyak posisi trading yang akan Anda buka. Ketika batas waktu atau jumlah trading telah tercapai, berhentilah dan berikan diri Anda waktu untuk istirahat dan merefresh pikiran Anda.

Mengatur emosi saat trading membutuhkan disiplin dan latihan. Penting untuk meluangkan waktu untuk mempelajari strategi trading, menguasai manajemen risiko, dan mengenali emosi yang muncul saat Anda bertrading. Dengan latihan dan pengalaman yang terus-menerus, Anda akan menjadi lebih baik dalam mengatur emosi dan membuat keputusan trading yang lebih baik.

  Indra Brahmanto   |   31 May 2023

Lebih bagus mana konfirmasi entry pakai pola candlestick, pola grafik atau indikator teknikal seperti stochastic? Apa alasannya?

  Kiki R   |   31 May 2023

Tidak ada jawaban yang pasti mengenai apakah konfirmasi entry yang lebih baik antara pola candlestick, pola grafik, atau indikator teknikal seperti stochastic. Pilihan konfirmasi entry yang tepat akan tergantung pada preferensi pribadi dan gaya trading Anda.
1. Pola Candlestick: Pola candlestick dapat memberikan sinyal tentang sentimen pasar dan perubahan harga yang potensial. Pola-pola seperti doji, hammer, engulfing, atau shooting star dapat memberikan petunjuk tentang pembalikan harga atau kelanjutan tren. Keuntungan dari menggunakan pola candlestick adalah bahwa mereka memberikan sinyal yang cepat dan langsung. Anda dapat mengidentifikasi perubahan harga yang mungkin terjadi dengan cepat melalui pola candlestick yang terbentuk. Namun, perlu diingat bahwa pola candlestick harus dikonfirmasi dengan analisis teknikal lainnya sebelum mengambil keputusan trading. Anda dapat mengkombinasikan pola candlestick dengan level support dan resistance, garis tren, atau indikator teknikal untuk meningkatkan validitas sinyal.
2. Pola Grafik: Pola grafik terbentuk oleh pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih panjang dan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang perubahan tren. Pola seperti double top, double bottom, head and shoulders, atau ascending triangle adalah beberapa contoh pola grafik yang umum. Kelebihan menggunakan pola grafik adalah bahwa mereka memberikan pandangan yang lebih holistik tentang pergerakan harga dalam jangka waktu yang lebih lama. Pola grafik juga cenderung memberikan sinyal yang lebih jelas dan kuat karena mereka memerlukan waktu yang lebih lama untuk terbentuk. Namun, seperti halnya pola candlestick, pola grafik juga harus dikonfirmasi dengan analisis teknikal lainnya sebelum mengambil keputusan trading.
3. Indikator Teknikal: Indikator teknikal adalah alat matematis yang digunakan untuk mengidentifikasi sinyal beli atau jual berdasarkan perhitungan mereka sendiri. Contoh indikator teknikal populer adalah stochastic, RSI, MACD, atau moving average. Keuntungan dari menggunakan indikator teknikal adalah bahwa mereka memberikan sinyal yang objektif dan dapat diukur. Anda dapat mengatur parameter indikator sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda. Indikator teknikal dapat membantu Anda mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold, divergensi, atau perpotongan garis yang memberikan sinyal entry. Namun, perlu diingat bahwa indikator teknikal juga dapat menghasilkan sinyal palsu jika digunakan tanpa konfirmasi dari analisis teknikal lainnya. Penting untuk menggabungkan indikator dengan pola candlestick atau pola grafik untuk mendapatkan konfirmasi yang lebih kuat.

Sebagai tambahan, penting untuk diingat bahwa tidak ada metode konfirmasi entry yang sempurna. Setiap metode memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Penting untuk menguji dan eksperimen dengan berbagai metode konfirmasi entry untuk menemukan apa yang paling cocok dengan gaya trading dan preferensi pribadi Anda. Anda juga dapat mengkombinasikan berbagai metode untuk meningkatkan validitas sinyal entry. Selain itu, pelajari dan pahami dengan baik metode konfirmasi yang Anda gunakan, dan kembangkan pemahaman yang mendalam tentang cara mereka berinteraksi dengan kondisi pasar dan strategi trading Anda secara keseluruhan. Hal ini akan membantu Anda membuat keputusan trading yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan sinyal palsu.

  Bima   |   31 May 2023

Gimana cara menghindari false signalnya pak? Soalnya saya coba test di time frame kecil banyak banget lossnya.

  Kiki R   |   31 May 2023

Menghindari sinyal palsu atau false signal adalah tujuan setiap trader. Ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk mengurangi kemungkinan false signal, terutama saat menggunakan metode konfirmasi entry di time frame kecil:
1. Konfirmasi dengan Time Frame Lebih Tinggi: Ketika Anda menggunakan time frame kecil, seperti M5, false signal cenderung lebih sering terjadi. Salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan false signal adalah dengan mengonfirmasi sinyal tersebut dengan melihat time frame yang lebih tinggi, misalnya H1 atau D1. Jika sinyal di time frame kecil sejalan dengan tren di time frame yang lebih tinggi, itu dapat memberikan validitas yang lebih tinggi pada sinyal tersebut.
2. Gunakan Indikator Tambahan: Indikator tambahan dapat membantu mengkonfirmasi sinyal dan mengurangi false signal. Misalnya, jika Anda menggunakan Moving Average di time frame kecil, Anda dapat memperhatikan apakah Moving Average tersebut sejalan dengan tren di time frame yang lebih tinggi. Jika Moving Average di time frame kecil sejalan dengan Moving Average di time frame yang lebih tinggi, itu dapat memberikan indikasi yang lebih kuat tentang keberlanjutan tren.
3. Gunakan Konfirmasi Pola Candlestick: Pola candlestick yang terbentuk di time frame kecil dapat memberikan sinyal yang lebih akurat ketika dikonfirmasi dengan pola candlestick yang terbentuk di time frame yang lebih tinggi. Misalnya, jika Anda melihat pola bullish engulfing di M5, pastikan untuk melihat apakah pola tersebut dikonfirmasi dengan pola atau formasi candlestick yang sama atau sejenis di time frame yang lebih tinggi.
4. Gunakan Filter Volatilitas: Volatilitas yang tinggi di time frame kecil dapat menyebabkan false signal. Anda dapat menggunakan indikator volatilitas, seperti Average True Range (ATR), untuk membantu Anda memfilter sinyal dan menghindari situasi dengan volatilitas yang terlalu tinggi. Anda dapat menetapkan batas volatilitas yang dapat diterima dan hanya mengambil sinyal saat volatilitas berada dalam kisaran tersebut.
5. Latih Keterampilan dan Pengalaman: Mengurangi false signal juga melibatkan pengembangan keterampilan dan pengalaman trading yang lebih baik. Semakin Anda berlatih dan mengalami berbagai situasi pasar, semakin baik Anda akan dapat mengidentifikasi sinyal yang valid dan membedakan antara sinyal yang kuat dan false signal. Penting untuk meluangkan waktu untuk mempelajari dan memahami metode yang Anda gunakan, serta menguji strategi trading Anda dengan hati-hati sebelum menggunakannya secara riil.

Ingatlah bahwa tidak mungkin untuk sepenuhnya menghilangkan false signal. Pasar selalu melibatkan risiko, dan trading melibatkan ketidakpastian. Namun, dengan pendekatan yang hati-hati, konfirmasi yang tepat, dan manajemen risiko yang baik, Anda dapat mengurangi kemungkinan false signal dan meningkatkan peluang kesuksesan dalam trading Anda.

  Fanny   |   31 May 2023

Selama siang kak. Bagusnya di time frame berapa dan lebih cocok di pair apa ya trading pakai trendlinenya? Terus money managementnya gimana? Rasio risk/reward di atas 1/2 ya?

  Kiki R   |   31 May 2023

Selamat siang! Ketika menggunakan trendline sebagai strategi trading, pilihan time frame dan pasangan mata uang yang lebih cocok akan tergantung pada preferensi dan gaya trading Anda. Namun, berikut adalah beberapa panduan umum:
1. Time Frame: Penggunaan trendline dapat diterapkan di berbagai time frame, mulai dari time frame yang lebih rendah seperti M5 atau M15 hingga time frame yang lebih tinggi seperti H1, H4, atau bahkan D1. Time frame yang lebih rendah mungkin lebih cocok untuk trader yang ingin mengidentifikasi pergerakan harga yang lebih cepat, sementara time frame yang lebih tinggi memberikan gambaran yang lebih jelas tentang tren jangka panjang. Anda dapat menguji berbagai time frame dan melihat mana yang memberikan hasil yang lebih konsisten sesuai dengan strategi Anda.
2. Pasangan Mata Uang: Trendline dapat diterapkan pada berbagai pasangan mata uang. Namun, pasangan mata uang yang likuid dan stabil cenderung memberikan hasil yang lebih baik karena mereka menunjukkan tren yang lebih jelas dan berkelanjutan. Pasangan mata uang mayor seperti EUR/USD, GBP/USD, atau USD/JPY sering menjadi pilihan populer bagi trader yang menggunakan trendline.
3. Money Management: Money management adalah bagian penting dari trading yang sukses. Penting untuk menetapkan aturan yang jelas mengenai risiko dan pengelolaan modal Anda. Sebagai contoh, Anda dapat menetapkan batas risiko per trade sebesar 1-2% dari modal Anda. Artinya, jika modal Anda adalah $10.000, Anda hanya akan merisikokan $100-200 per trade. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan aturan stop loss dan target keuntungan yang sesuai dengan rasio risk/reward yang diinginkan.
4. Rasio Risk/Reward: Rasio risk/reward mengacu pada perbandingan antara potensi kerugian dan potensi keuntungan dalam suatu trade. Rasio risk/reward di atas 1/2 berarti Anda mencari peluang di mana potensi keuntungan setidaknya dua kali lipat dari potensi kerugian. Misalnya, jika Anda menempatkan stop loss pada jarak 50 pips, target keuntungan Anda harus setidaknya 100 pips. Tujuannya adalah untuk mencari peluang yang memiliki potensi keuntungan lebih besar daripada risiko yang diambil. Namun, rasio risk/reward yang optimal dapat berbeda untuk setiap trader, dan penting untuk menyesuaikannya dengan gaya dan preferensi trading Anda.

Ingatlah bahwa penggunaan trendline, time frame, dan pasangan mata uang yang tepat hanya merupakan komponen dari keseluruhan strategi trading yang sukses. Anda harus menggabungkannya dengan manajemen risiko yang baik, analisis teknikal yang komprehensif/menyeluruh, dan disiplin yang konsisten dalam menjalankan strategi Anda.

  Gilang   |   29 Jun 2023

Mau tanya nih kak. Dalam menggunakan garis trendline itu ada minimal berapa titik terendah ato tertinggi yg dilalui ama garis trendline itu sndiri ya? Soalnya aku perhatikan di gambar yg udah kakak paparin, itu misalkan di gambar chart yg lg bullish, dimana titik terendah yg terjadi itu ada 3 sngga garis trendline melalui 3 titik terendah tersebut dn brulah keliatan klu pasar tersebut lgi bullish. Bgitu jga sbliknya yaa.

Nah, apakah dngn bgitu, ada aturan dlm trendline yg nngkn ga dijelasin di artikle kyk yg tadi aku paparin tadi. Terus ada ga ketentuan lain dalam menarik garis trendline? Mohon bntuannya

  Juna   |   2 Jul 2023

Gilang: Setau saya begini : dalam menarik garis trendline, sebenarnya tidak ada aturan yang pasti tentang jumlah titik terendah atau tertinggi yang harus dilalui oleh garis tersebut. Namun, umumnya, semakin banyak titik yang dilalui oleh garis trendline, semakin valid dan kuat garis tersebut.

Pada umumnya, trader harus memperhatikan. Dalam menarik garis trend, diperlukan minimal dua titik terendah atau tertinggi untuk menarik garis trendline. Dua titik tersebut membentuk garis trendline awal yang menggambarkan arah tren yang mungkin terjadi. Namun, semakin banyak titik terendah atau tertinggi yang terhubung oleh garis trendline, semakin valid dan signifikan garis tersebut. Maka dari itu, di gambar juga ditunjukkan bahwa titik terendah dari garis atau titik tertinggi garis memiliki lebih dari 2 buah.

  Kelvin   |   23 Jul 2023

SEkedar bertanya nihhh soal peluang trading dengan kombinasi antara trendline dngn oschilator. Di artikel di tunjukkan bahwa ketika stochastic oscillator itu garisnyaa itu ke arah angka 80 dan melewati garis 80. Sedangkan di chart, harga itu sepertinya lagi ke arah naik tetapi ga nembus resistance dari lower high sblmnyaa, itu kita langsung buka trading sell, dan ternyata harga kemudian drop dan langsung nembus lower low sblmnya hingga membntuk lower low baru. Disaat harga dah nyentuh angka 20 kebawah, kita langsung diarahkan utk tutup posisi. Menilik dari itu, rasanya kok dngn stochastic oscillator serta trendline ini mudah digunakan ya? Kira2 stochastic oscillator ini memang cara penggunaanya seperti itu yaa?

  Fred   |   24 Jul 2023

Iya! Sbnrnya penggunaan kombinasi antara trendline dan stochastic oscillator dalam trading bisa memberikan indikasi yang berguna serta mudah dipahami terutama untuk trader pemula, tetapi perlu diingat bahwa tidak ada metode yang 100% akurat dalam trading dan itu sudah diperingatkan oleh penulis. Keduanya adalah alat analisis teknikal yang dapat membantu memberikan gambaran tentang pergerakan harga, tetapi tetap memerlukan pemahaman dan penggunaan yang tepat.

Perlu diketahui bahwa Stochastic oscillator adalah indikator momentum yang memberikan gambaran tentang kekuatan tren dan kondisi jenuh beli (overbought) atau jenuh jual (oversold) pada suatu aset. Ketika garis stochastic oscillator bergerak di atas angka 80 dan kemudian turun di bawah angka 80, itu menunjukkan kemungkinan adanya potensi pembalikan harga atau penurunan. Begitu juga ketika garis stochastic oscillator bergerak di bawah angka 20 dan kemudian naik di atas angka 20, itu menunjukkan potensi pembalikan harga naik atau kenaikan.

  Reka   |   23 Jul 2023

Dari pemaparan berdasarkan artikel ini , kuliat bahwa trendline itu ditarik bila ada beberapa titik yg terbentuk misalkan dari high ke lower high pertama, kmudian lower high kedua dsb misalkan dlm tren bearsih kmudian ada jga dari low hingga ke lower high pertama dan kedua dan ketiga dan seterusnyaa. Terus kita bisa tarik garis dan menandakan bahwa itu lagi trend naik ato bullish.

Yg jadi pertanyaan nihh, dlm penarikan garis trendline itu selain memperhatiakn lower high ato high ato low, kira2 ada perhatiin cara pnarikan garis ga? Mksdnya gini, klu aku tarik garis itu terkadang ga terlalu tajam, terkadang terlalu tajam ke bawah atao ke atas. Kira2 dlm penarikan garis itu ada memperhatikan sudut2 tertentu ga misalkan ga boleh dari 45 derajat gitu?

  Leonardo   |   24 Jul 2023

Jelas, bro! Jadi, penarikan garis tren itu agak flexible ya. Gak ada patokan pasti tentang sudutnya. Tapi ada beberapa hal yang bisa kita perhatiin.

  • Minimal 3 Titik: Buat garis tren yang bener, setidaknya harus ada 3 titik yang nyambungin garisnya. Jadi, paling nggak ada 2 titik di atas atau bawah buat bentukin tren, dan titik ketiga yang konfirmasiin garis tren itu valid.
  • Selain itu, kita mesti hindari garis tren yang terlalu curam, soalnya bisa aja itu cuma ngegambarkan pergerakan harga sebentar dan gak akurat buat jangka panjang. Tapi juga jangan terlalu datar, ya, biar tetep bisa ngikutin tren pasar. Utk kira2 trendline yg bagus itu bsa dilihat di artikel disini.
  • Selain itu, kita bsa boleh coba gambar garis tren dari sudut yang beda-beda dan liat mana yang paling pas dengan pola pergerakan harga.

Semoga membantu ya!

  Roger   |   25 Jul 2023

Setuju! Gue jelaskan simple nyaa dah ! Inti dari cara gambar garis trend yg benar adalah menghindari garis tren yang terlalu curam atau terlalu mendatar. Garis tren yang terlalu curam cenderung kurang akurat karena mungkin hanya mencerminkan pergerakan harga yang singkat dan tidak dapat menggambarkan tren jangka panjang secara valid. Sementara itu, garis tren yang terlalu mendatar mungkin kurang relevan dalam menggambarkan pergerakan harga yang sebenarnya.

Dalam menggambar garis tren, kita ingin mencari keseimbangan antara sudut yang tidak terlalu curam atau tajam, sehingga garis tren dapat mengikuti tren pasar dengan baik. Sudut garis tren yang ideal adalah yang dapat memperlihatkan tren secara jelas dan akurat tanpa terlalu sensitif terhadap fluktuasi harga jangka pendek.

  Heru   |   24 Aug 2023

Mengapa sh ketika kita trading gitu, misalkan nih lgi uptrend, dan gue nyari low nyaa trus entry disana, malah tba2 downtrend trus harganya ga bsa nembus level yg gue entry tadi. Jadi berkutat naik turun di bawah harga yg gue entry. Dan akibatnya gue ini floating loss meski ga gede tpi tetap terperangkap dsana. Krna gue day trader, jdi gue akhirnya sering cut loss gitu.

Sedangkan utk deteksi trendline yg dimaksudkan di artikel itu klu gue bsa ambil ksimpulan itu make analisis manual. Jd kita yg tetntuin titik tinggi rendah trus kita ambil garis gitu. Permalsahannya gue jg udah ngelakuin hal itu, tetapi bnnrn msh tetap hasilnya sering floating loss. Klu bsa, tolong bntuannya dong dlm ngatsin hasil trading gue yg selalu minus akibat kasus ini

  Dion   |   28 Aug 2023

Heru: Bantu jawab yeee! Kyknya sihh yg gue baca dari penjelasan elo yaa, sepertinya elo ibarat salah entry ato entry di waktu ga tepat gan. Misalkan gini, dalam grafik harga, ambil contoh trading dngn situasi bullish. Nah tiap kali bullish itu pergerakannya ga selalu naik terus, bakal ada koreksi kemudian naik. Dan di titik tertentu terkadang koreksi harganya bsa jadi pembalikan harga. Dan mngkn yaa agan sndiri entry diwaktu yg kyk gitu dmana harga udah overbought ato jenuh beli, ato udah ngecapai harga titik tertinggi.

Cara ngatasinnya sihh klu gue sndiri pake Stochastic dmana di grafik stochastic kita ngeliat apakah dua garis saling bersilangan trus nembus ke diatas angka 80 ga. KLu misalkan iyaa, berarti itu petanda dari overbought dmana harga kyknya udah ngecapai titik tertinggi. Off course kita jngn lagi entry dngn posisi buy tetapi kita ngeliat lagi di grafik chart apakah ada sinyal lain yg jadi pertanda harga akan turun shngga mngkn kita lbh fokus ke posisi sell. Contoh, liat grafik dibawah ini :

Cara Deteksi Peluang Trading Dengan Trendline Ala

Baca Juga: Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya

  Shinta   |   23 Oct 2023

Apakah dlm cara deteksi peluang yg disampaikan itu ada memperhatikan support dan resistance?? Kira2 cara deteksi dngn trend line itu bila dibandingkan dngn menentukan support dan resistance, manakah yg mngkn lbh mudah bagi trader pemula? Dan apakah wajib bagi kita sbagai trader pemula utk belajar trendline? Dan ada ga sudut tertentu misalkan berapa derajat gitu dlm menentukan suatu trend? Krna aku lihat di artikel, trendline yg diperlihatkan cendeurung garisnya ga ekstreme ke atas maupun ke bawah, jadi dia bertahap gitu mulai dari bawah ke atas shngga ga landai maupun ga curam garisnyaa..

Trus misalkan trendline ini paling cocok dikombinasikan dngn analisa tools yg mana ya? (Misalkan MA dll gitu)