Cara Deteksi Reversal Dengan Pola Hammer Dan Hanging Man

Febrian Surya 20 Jul 2020Dibaca Normal 4 Menit
forex>strategi>   #hammer   #reversal   #hanging
Hammer dan Hanging Man merupakan dua contoh pola candlestick yang sering muncul dan mudah dikenali untuk mendeteksi reversal. Berikut cara penggunaannya.

Sebagai trader mungkin saat ini kamu sudah familiar dengan pola candlestick dasar seperti Spinning Top, Marubozu, dan doji. Pada artikel ini, sedikit banyaknya kamu akan diajari bagaimana cara deteksi reversal dengan pola Hammer dan Hanging Man.

Ketika pola-pola tersebut muncul di chart, harga berpotensi mengalami pembalikan (reversal). Hammer menandakan reversal dari penurunan menuju kenaikan, sedangkan Hanging Man mengindikasikan pembalikan dari trend naik menjadi trend turun. Bagaimana cara mengenali kedua pola tersebut? Dan seperti apa aplikasinya dalam trading?

 

Formasi Hammer Dan Hanging Man

Pola Hammer dan Hanging Man terlihat persis sama tetapi memiliki arti yang berbeda saat pergerakan harga sedang downtrend maupun uptrend. Keduanya sama-sama mempunyai bentuk layaknya palu, dengan body kecil dan sumbu panjang di bawah melebihi ukuran body.

Bedanya, pola Hammer muncul selama harga sedang downtrend dengan bentuk palu (body) berwarna putih, sementara Hanging Man muncul selama harga sedang uptrend dengan bentuk palu (body) berwarna hitam.

Hammer dan Hanging Man(Baca juga: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan)

Walaupun sering dinilai berakurasi rendah karena merupakan pola 1 candle, Hammer dan Hanging Man tetap memiliki arti penting yang menyiratkan perubahan kekuatan pasar sebelum terjadi perubahan arah trend.

Ketika harga jatuh, palu memberi sinyal bahwa harga terbuka dan tertutup di level yang berdekatan. Sumbu panjang di bawah menandakan tekanan seller yang kuat, tapi buyer pada akhirnya menguasai pertarungan karena harga tertutup di atas level pembukaan (body berwarna putih). Inilah yang kemudian menyebabkan terbentuknya pola Hammer.

Di sisi lain, ketika palu terbentuk saat harga sedang naik, sumbu panjang di bawah mengindikasikan dorongan seller yang kuat. Buyer berusaha mempertahankan posisi, tapi akhirnya menyerah dan membiarkan seller memenangkan pertarungan; ini terlihat dari body palu yang kemudian berwarna hitam, mengisyaratkan harga ditutup di level lebih rendah daripada harga pembukaan. Inilah yang menyebabkan terbentuknya pola Hanging Man.

 

Cara Trading Dengan Pola Candlestick Hammer Dan Hanging Man

Ketika menemukan pola Hammer ataupun Hanging Man, bukan berarti kamu secara otomatis disarankan membuka order buy atau sell sesuai indikasi reversal. Bagaimanapun juga, keduanya merupakan pola satu candlestick sehingga akurasinya lebih rendah jika dibandingkan dengan sinyal reversal dari pola dua candlestick maupun tiga candlestick. Untuk meningkatkan akurasi, kamu bisa memperhatikan kriteria Hammer dan Hanging Man yang valid, contohnya sebagai berikut:

Kriteria Pola Hammer Dan Hanging Man

  • Sumbu bawah menunjukkan panjang sekitar dua sampai tiga kali dari body.
  • Sedikit atau tidak ada sumbu atas.
  • Body berada di posisi ujung atas dari trading range.

Setelah memastikan validitasnya, kamu bisa gunakan metode analisa teknikal lain untuk mencari petunjuk entry atau konfirmator. Kamu dapat memanfaatkan indikator, Support Resistance, atau bahkan analisa lain seperti divergence dan pola chart. Infografis di bawah ini bisa dijadikan acuan untuk mengenali pola Hammer dan Hanging Man.

Deteksi pola Hammer dan Hanging Man

 

Inverted Hammer Dan Shooting Star

Saat belajar cara trading dengan Hammer dan Hanging Man, ada dua pola candlestick lain yang sebenarnya juga wajib dipelajari. Hal itu karena keduanya merupakan formasi kebalikan dari Hammer dan Hanging Man, serta sama-sama menunjukkan sinyal reversal.

Dikenal sebagai pola Inverted Hammer dan Shooting Star, kedua pola ini memiliki lokasi sumbu yang berbeda dari Hammer dan Hanging Man. Inverted Hammer dan Shooting Star sama-sama mempunyai body (palu) kecil, tapi sumbu panjangnya terletak di bagian atas, sementara sumbu bawahnya sangat kecil atau bahkan tidak ada. Jika terbentuk di puncak uptrend atau downtrend, maka pembalikan bisa segera terjadi.

Inverted Hammer dan Shooting Star(Baca juga: Mengupas Tiga Strategi Trading Forex Dengan Trend Reversal)

Yang perlu diperhatikan, trading dengan pola candlestick apapun sebaiknya tidak dilakukan tanpa konfirmator sama sekali. Selalu gunakan alat bantu lain untuk mengkonfirmasi sinyal, karena berpedoman pada pola candlestick saja bukan merupakan pilihan trading yang bijak. Suatu strategi buy yang didukung dengan Inverted Hammer saja akan dianggap memiliki akurasi yang lebih rendah ketimbang persiapan buy atas dasar terbentuknya Inverted Hammer dan persilangan garis-garis Moving Average.

 

Jika kamu tertarik mempelajari trading reversal dengan sinyal pola candle, ada pola-pola 3 candlestick yang dianggap lebih akurat daripada Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer, dan Shooting Star. Apa sajakah itu? Simak dalam Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Leo |  18 Aug 2016
Bagaimana cara membedakan konsolidasi yang akan meneruskan trend dan yang akan reversal?

Lihat Reply [1]

 Fadli |  5 Dec 2016
apakah candle hammer berlaku buat time frame H4 keatas atau berlaku juga buat time frame H4 kebawah?

Lihat Reply [1]

 Muhammad Yusuf |  12 Nov 2017
Salam hormat para master master seputarforex.com, saat ini saya sedang mendalami price action. saya ingin bertanya apakah sebuah price pattern reversal atau continu dibentuk dari garis horizontal dan garis trend yang di break? lalu apakah hammer dan shoting star tergantung dari arah sumbunya menghadap keatas/kebawah atau warnanya (bearish atau bullish)? formasi pin bar apa yang paling profitable? trims master

Lihat Reply [3]

 Thoriq |  27 Aug 2021

Min saya mau tanya, apakah candlestick pin bar dan hammer itu sama cuma beda nama aja?

Lihat Reply [3]

 Ongky Putra |  30 Sep 2021

Untuk mengetahui akan terjadinya reversal, apakah analisa candlestick saja sudah cukup?

Lihat Reply [3]

 

Komentar @inbizia

@FxNubi:Spinning tops menandakan kebuntuan dan juga kemungkinan reversal, sedangkan hammer mengisyaratkan reversal bullish sementara hanging man mengindikasikan reversal bearish. Untuk shooting star lebih menunjukkan isyarat reversal bearish, beda pola ini dengan hanging man adalah saat kemunculannya, yaitu ketika ada lonjakan harga. Semoga membantu.
 Idris Alfian |  22 Jan 2014
Halaman: Apa Yang Dimaksud Shadow Candle Forex
@Yunus: Ada pola-pola single candle yang hanya memerlukan analisa pada satu candle saja untuk bisa memperkirakan adanya reversal. Yang paling umum biasanya hammer sama hanging man. Untuk menandai reversal bullish, yang diamati adalah pola hammer, dimana candle akan memiliki batang candle bullish yang kecil dan lower shadow yang lebih panjang 2-3 kali lipat dari besar batang candle itu sendiri.

Tapi bagaimanapun masih tetap disarankan untuk melihat bentuk candle selanjutnya sebelum melakukan entry position. Jika dapat dikonfirmasi lebih lanjut dengan indikator ocillator maka akan lebih baik lagi.
 Rusman Pradana |  7 Apr 2013
Halaman: Mencari Sinyal Buy Dengan Pola Bullish Engulfing
Pas ada doji lbh baik jgn buru2 op dulu, dsn kliatan bgt nunjukin psr yg lg g trending jd msh krg profitable dbndng analisa pake pola hammer atau hanging man...
 M. Pranata ... |  11 Oct 2013
Halaman: Mengenal Pola Candlestick Harami
Klo pola candlestick single yg reversal bisa lihat hammer/hanging man, itu sm2 candle dgn body kecil dan ekor panjang. Bedanya hammer utk reversal bullish, munculnya di akhir downtrend sementara hanging man tanda reversal bearish munculnya di akhir uptrend.

Moga bisa bantu
 Hadrian Jule |  13 Apr 2015
Halaman: Mencari Sinyal Buy Dengan Pola Bullish Engulfing
Nih artikel yang jelasin apa itu inside bar, ciri khasnya itu satu bar lebih besar dari bar yang satunya lagi, itu biasanya pertanda reversal akan terjadi, ampuh bener, sering banget sesuai prediksi apalagi kalo deket garis support ma resistance
 Seupetoengfx |  21 Jun 2016
Halaman: Tips Trading Jangka Pendek Dari Barbara Rockefeller
@Lusi Sinarsih:
Memang pin bar, yaitu candle yang ditengah. Dari gambar diatas: candle B untuk yang morning star dan candle E untuk yang evening star. Keduanya memang berbentuk pin bar, atau doji, atau hammer / shooting star yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) dari arah trend sebelumnya, bukan penerusan trend.

Tidak tergantung dari resistance atau support, jika terbentuk pola morning star atau evening star kemungkinan akan terjadi pembalikan arah trend. Tetapi jika pola tersebut terbentuk dekat atau pada level resistance atau support maka akan lebih memperkuat kemungkinan tersebut (lebih valid). Yaitu pola evening star yang terbentuk pada atau dekat level resistance dan pola morning star yang terbentuk pada atau dekat level support.
 M Singgih |  16 Dec 2016
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star

Kamus Candlestick

Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Morning Star
Morning Star
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama merupakan candlestick bearish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap turun dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sejajar). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bullish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal Morning Star.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Harami Bullish
Harami Bullish
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bearish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bullish. Pola ini menandakan downtrend mulai kehilangan momentum. Meski bisa menambah akurasi sinyal, sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip