Cara Deteksi Sinyal Entry dengan Daily Inside Bar dan Trendline

Rida 10 Jun 2022 Dibaca Normal 7 Menit
forex > candlestick >   #inside-bar   #sinyal-entry   #trendline
Pola candlestick Inside Bar sering menjadi pilihan populer karena mudah dikenali serta dikombinasikan dengan indikator pendukung. Strategi kali ini mengupas cara mencari sinyal entry Daily Inside Bar dan Trendline.
DI

Trading forex sebenarnya dapat dilakukan dengan sistem sederhana yang bisa diterapkan mulai dari trader pemula hingga mereka yang sudah makan asam gara-dan-arb-di-bursa-efek-indonesia-283499-34" class="extlink">aram di pasar. Dalam hal ini, pola candlestick Inside Bar sering diperhatikan untuk mencari peluang entry.

Hal mendasar yang harus dipahami terkait penggunaan Inside Bar adalah bahwa formasi ini bukanlah pola satu candlestick, juga bukan pola banyak candlestick.  Simpel saja, Inside Bar adalah susunan dua candlestick dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Candle pertama merupakan candle induk (Mother Candle). Batang kedua di sebelahnya adalah candle turunan yang merupakan Inside Bar itu sendiri.
  • Nilai tertinggi (high) candlestick kedua selalu lebih rendah daripada high candle pertama. Low candle kedua selalu lebih tinggi dari candle induk. Jadi secara visual, candlestick turunan akan selalu berada "di dalam" candle induk.

Tampilannya kurang lebih demikian:

sinyal entry inside bar

Terlihat dari gambar di atas bahwa candlestick pertama terbentuk saat dinamika harga bergerak ke salah satu sisi, sementara candle kedua bergerak sebatas range high dan low candle pertama. Formasi demikian terbilang sering ditemukan pada akhir sebuah tren. Dengan kata lain, Inside Bar merupakan sinyal reversal atau pembalikan arah.

Baca juga: Candle Pembalikan Arah yang Wajib Diketahui Trader Pemula

Bila dicermati lebih jauh, Inside Bar sesungguhnya menunjukkan bahwa penjual tidak mampu menekan harga ke bawah nilai low. Di saat yang sama, pembeli juga gagal mendorong harga ke atas nilai high candlestick sebelumnya.

Lalu bagaimana cara menemukan Inside Bar dalam chart? Trader pemula sering tidak yakin apakah formasi yang diamatinya pada chart sungguh-sungguh Inside Bar. Anda yang sudah punya jam terbang tinggi mungkin tidak menemui kesulitan ini. Namun apabila masih pemula dan sering bingung dalam menemukan Inside Bar dengan mata telanjang, serahkan saja urusan ini kepada chart. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan custom indicator yang secara khusus dapat mengenali dan menampilkan sinyal kemunculan Inside Bar di chart.

 

Variasi Inside Bar

Tampilan Inside Bar di chart memiliki berbagai kemungkinan, di antaranya:

  • Multi-Inside Bar: terdiri dari beberapa Inside Bar dengan satu bar induk yang sama. Ini menunjukan periode ketidakpastian yang panjang dan tanpa trend.
  • Inside Bar Berliku: terjadi ketika ada minimal dua Inside Bar yang membentuk arah seolah berliku ke atas dan mengecil. Hal ini biasanya mensinyalkan kontraksi pasar dengan harga berangsur-angsur menunjukan arah aslinya serta siap menghentak dalam lonjakan yang kentara.
  • Inside Bar Palsu: ini terjadi ketika candle sempat menembus harga tertinggi atau terendah Mother Bar, namun kemudian justru kembali ke dalam kisaran harga atau bahkan melawan arah harga.
  • Pola Ganda (Inside Bar dengan Pin Bar): umumnya menunjukkan penundaan pergerakan harga, dengan munculnya Pin Bar menambah kekuatan sinyal.

 

Beberapa Kesalahan Umum Saat menggunakan Inside Bar

  • Tidak Mempertimbangkan Inside Bar pada Chart Daily

Patut diperhatikan bahwa ketika trading dengan metode price action, maka sinyal-sinyal yang dihasilkan pada time frame rendah banyak mengandung noise. Akibatnya, sinyal yang ditunjuk oleh Inside Bar boleh jadi menipu; tampaknya valid, tapi ternyata gagal menghasilkan profit. Tambahan lagi, trading Inside Bar pada time frame lebih kecil kerap memicu overtrading. Untuk itu, Inside Bar akan sangat tepat digunakan dalam chart daily karena dapat menunjukkan gambaran yang lebih lengkap tentang keadaan pasar.

  • Tidak Memanfaatkan Inside Bar sebagai Trend Following

Trading yang searah dengan pergerakan tren (trend following) cenderung lebih mudah dalam meraup profit, baik itu dalam jangka panjang maupun pendek. Dalam kaitan ini, kendati formasi Inside Bar dapat mengindikasikan potensi reversal, namun kemunculannya dalam tren yang berlanjut juga bermanfaat.

Baca juga: 3 Cara Trading Inside Bar Ini Wajib Dihindari

Tidaklah berlebihan bila dikatakan jika formasi Inside Bar mengindikasikan keraguan pasar di mana terjadi tarik ulur antara trader bull dan trader bear. Inilah yang menyebabkan sinyal entry Inside Bar masih memerlukan dukungan dari indikator lain seperti Bollinger Bands, Moving Average, ataupun tools teknikal seperti trendline.

 

Inside Bar dengan Dukungan Trendline

Nah, paparan selanjutnya akan berfokus pada upaya menerapkan Inside Bar dengan bantuan trendline. Kombinasi keduanya boleh dibilang pendekatan yang relatif tidak memusingkan namun peluang profitnya cukup lumayan.

Penasaran?

Setelah Inside Bar dan variasinya dalam chart ditemukan, mari aplikasikan pola ini untuk trading. Ini dia beberapa aturan agar pemanfaatan Inside Bar efektif:

  1. Temukan Inside Bar dalam chart daily.
  2. Beralih ke chart dengan time frame lebih kecil, misalnya chart 30 menit atau 1 jam untuk menemukan peluang di mana sebuah trendline dapat digambarkan, baik yang sifatnya uptrend maupun downtrend, dengan memanfaatkan high dan low yang bisa ditemukan.
  3. Cermati dan antisipasi bila harga menembus garis tren. Di sini, ada dua hal yang perlu diingat:
  • Bila harga memotong trendline dengan posisi sedikit di atas atau di bawah chart 30 menit atau 1 jam, lakukan order pending buy stop atau sell stop 2 pips di atas atau di bawah candlestick.
  • Penempatan stop loss dapat dilakukan dengan dua alternatif, yaitu 2 pips di bawah low atau high candlestick breakout atau 2 pips di bawah low high terdekat.

    Seperti ini kurang lebih visualisasinya:

    Daily Inside Bar dan Trendline
  1. Tetapkan target profit antara 100-200 pips sambil terus mengikuti kekuatan pasar, untuk menentukan apakah harga benar-benar bergerak ke arah yang diharapkan.
  2. Tunggulah barang satu hingga tiga hari sebelum target profit tercapai. Tentu saja, dalam hal ini trader harus bergeser menggunakan chart daily.

Baca juga: 4 Cara Mengenali Pola Inside Bar Yang Menguntungkan

 

Tips Sukses Trading dengan Inside Bar

  • Harap dicatat bahwa trading Inside Bar hanya memperhitungkan nilai high dan low saja, tanpa memperdulikan posisi body atau badan candle. Tidak masalah jika harga open atau close candle kedua menerobos range badan candle pertama.
  • Inside Bar seringkali muncul sebelum terjadi pergerakan harga besar dan karenanya, formasi ini dapat dikatakan sebagai titik konsolidasi sebelum harga mengalami breakout ke salah satu arah.
  • Indikator pendukung pada tulisan ini adalah trendline. Meski demikian, ini tidak mutlak, dalam arti bahwa trader dapat memodifikasi indikator tambahan yang digunakannya sesuai gaya trading masing-masing. Jadi, faktor keunikan berperan di sini, sehingga tingkat kesuksesannya tidak bisa dibanding-bandingkan antara pelaku pasar satu dengan yang lainya.
  • Inside Bar tidak harus dicari dengan mata telanjang karena ada custom indicator yang dapat menunjukkannya dengan tepat kepada trader.
  • Semakin banyak candle dalam range Daily Inside Bar, semakin kuat sinyal yang ditunjukkan. Ini berarti kisaran harga candle induk cukup kuat sebagai support dan resistance. Begitu resisten Mother Bar tertembus, harga akan bergerak kuat pada satu arah. Inilah yang dinantikan para trader untuk meraup profit maksimal.
  • Hindari Inside Bar ketika harga sedang sideways. Jika terjadi hal demikian, sebaiknya tunggu harga melewati daerah support resisten atau paling tidak wait and see dulu.

 

Tahukah Anda? pasar sideways dan choppy sering dianggap sebagai kondisi trading yang paling kurang menguntungkan sehingga banyak dihindari oleh para trader. Namun selain itu, ada pula beberapa kondisi yang sebaiknya tidak dijadikan acuan untuk melakukan analisa apalagi mengambil posisi. Simak info lengkapnya di 4 Waktu Trading Yang Paling Tidak Tepat Untuk Bermain Forex.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Gunawan |  30 May 2012

Salam Masta..mo minta bantuan ni master ane newbi pngn masang trendline di chart tp bingung nentuinnya pd saat itu trendnya apa start narik garisnya dr mana ama di TF mn aja..kasih contoh ya master maklum msh belajer.. terima kasih master..

Lihat Reply [20]

Untuk Muhamad Suhadi,

Agar object yang sudah digambar dapat terlihat di semua timeframe, maka Anda dapat mengaktifkan opsi “Show on all timeframes”. Untuk mengaktifkan opsi tersebut, klik kanan pada object (dalam hal ini adalah trendline), lalu pilih Trendline Properties untuk merubah preferensi object tersebut.

meta
Pada tab Visualization, beri centang pada opsi “show on all timeframes”, lalu klik OK.

meta
Dengan begitu, object yang sudah Anda buat akan selalu terlihat meskipun Anda sudah berganti timeframe. Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   1 Sep 2019

@ Bayu:

Trendline atau garis trend bisa ditarik pada semua time frame. Hanya saja trendline pada time frame yang tinggi lebih akurat sebagai acuan support dan resistance, dibandingkan dengan time frame yang lebih rendah.

M Singgih   6 May 2020

@Bayu
Semua time frame punya trend sendiri. Misalnya ketika kamu gunakan time frame M5 trend naik, sedangkan ketika kamu lihat time frame H1 trend malah turun. Artinya chart pair itu jika dilihat di time frame H1 atau dalam waktu 14 hari akan terlihat turun, saya biasa melihat chart sampai 14 hari karena chartnya saya perkecil, perkecil aja chartnya supaya jangkauannya jauh kebelakang.

Jika kamu gunakan M5 maka yg terlihat trend naik karena dalam 1 hari itu terjadi koreksi. Jika mau lihat arah trend misalnya di time frame H1 maka perkecil saja chartnya sampai yg terkecil, disitulah terlihat sebenarnya arah harga itu mau kemana. Jika kamu tidak perkecil maka yg terlihat hanya candle-candle.

Untuk melihat trend gunakan indikator SMA periode 200. Sedangkan untuk melihat arah trend gunakan time frame tinggi H1 sedangkan untuk entry gunakan time frame M1 atau M5. Ikuti aja konsep arah trend di TF H1 sama dengan TF M5 dan TF M1. Sebenarnya harga itu punya trend yg bisa dibaca, dengan mengikuti arah trend itu pasti profit.

Mursala Robbi   11 May 2020

Untuk Sodikhin K,

Garis trendline ataupun channel bekerja layaknay support dan resisten. Sehingga adalah normal jika harga bergerak keluar (menembus) garis trendline ataupun channel. Dengan keluarnya harga dari garis trendline atau channel, berarti mengindikasikan harga akan mulai terkoreksi atau bahkan memungkinkan untuk berubah trend. Oleh karena itu, ketika trendline atau channel telah tertembus, maka Anda dapat menggunakan strategi trading breakout.


Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   27 Mar 2019

 Trend line terkait dengan pergerakan Harga sendiri. Trendline hanya lukisan atau coretan coretan area area perkiraan harga yang didasarkan High Low open close harga sebelumnya.

/


/


/

tidak ada yang bisa memastikan  bahwa harga bisa menembus area area tersebut.


thanks

Basir   30 May 2012

@gunawan: penggunaan sistem trading dengan metode trendline biasanya menggunakan time frame besar seperti Daily ke atas. Time frame H1 ke bawah memiliki noise yang banyak, sehingga sangat berpengaruh terhadap winrate dan Risk/reward yang dihasilkan.

Contoh penggunaan trendline Daily.

AUD/JPY Daily

Terdapat area sell berdasarkan trendline Daily yang ditarik dari dua Top sebelumnya. Entry sell dapat dilakukan di time frame H4 atau H1.

Kiki R   19 Sep 2019

@ Rs:
Trend line atau garis trend bisa dibuat pada semua time frame baik M1, M5, H1 atau daily. Semakin tinggi time frame maka akan semakin akurat garis trend tersebut. Cara membuat garis trend adalah dengan menghubungkan titik-titik lembah (bottom) yang berdekatan untuk uptrend, atau menghubungkan titik-titik puncak yang berdekatan untuk downtrend. Berikut contoh garis uptrend dan garis downtrend pada time frame M5 dan daily:



   

M Singgih   10 Nov 2015

Untuk Reddy..

Setelah membuat dan menarig garis trend line. Arahkan Mouse ke chart tersebut. Klik Kanan. Pilih Objects List. Pilih Edit. Pilih parameter. Hilangkan centangan pada Ray.

Anda bisa memperpanjang atau memperpendek trendline dengan klik centang atau menghilangkan centang pada Trendlind di kolom Objects.

Thanks.

Basir   6 Mar 2017
Gampangnya tinggal diklik aja garis trend, terus ada tanda kotak putih kecil di ujung itu bisa diklik 2x terus didrag... digeser ke kanan atau kekiri. dari situ garis trend bisa diperpanjang/diperpendek.
Akbar   7 Mar 2017
Terima kasih Pa / Bu atas informasinya.
 
Salam,
 
Reddy
Reddy   7 Mar 2017

@ Musya:

Untuk menarik garis trend, teorinya menghubungkan minimal 2 titik terendah yang saling berdekatan (untuk uptrend), atau menghubungkan minimal 2 titik tertinggi yang saling berdekatan (untuk downtrend). Tetapi dalam prakteknya, garis trend yang akurat harus disesuaikan dengan level-level support atau resistance.

Berikut contoh garis trend (untuk downtrend) pada AUD/USD H4 hari ini (21 November 2017), dengan time separator seperti yang Anda maksud:



Titik 1 dan 2 memang titik tertinggi yang saling berdekatan, tetapi jika Anda paksakan menarik garis downtrend dari titik 1 dan 2 maka akan tidak relevan dengan kondisi pergerakan harga saat ini karena titik 2 bukan support ataupun resistance yang signifikan. Tampak bahwa titik 3 adalah level resistance yang signifikan, sehingga Anda bisa menghubungkan titik 1 dimana ada level resistance yang signifikan dengan titik 3.

Jadi penarikan garis trend harus disesuaikan dengan level-level support atau resistance yang signifikan untuk menjamin validitasnya. Waktu penarikan dan time separator tidak berpengaruh, yang penting level-level support atau resistancenya.

M Singgih   21 Nov 2017

Selamat sore Pak Martin, mhn bantu dijelaskan. Sy scalper, biasa melihat tren di time frame kecil yg sy gunakan, mentok M15. Dlm hal ini sy perlu jg kah utk menarik trendline di TF besar pak, misalnya H4, D, atau bahkan W? Terima kasih

Pranata Satya   7 Oct 2020

@ Pranata Satya:

Untuk scalping pada time frame M15, menurut saya tidak perlu mengamati arah trend pada time frame yang lebih tinggi. Pada dasarnya trading dengan cara scalping (pada time frame rendah) adalah membuka posisi begitu ada sinyal dari price action yang dikonfirmasi oleh indikator teknikal, dan cepat keluar setelah profit. Jika ternyata salah posisi dan loss, cepat di-cut loss juga.

Jadi untuk scalping tidak harus menyesuaikan arah trend, cukup memanfaatkan volatilitas dari arah pergerakan harga yang ditunjukkan oleh price action.

M Singgih   8 Oct 2020

garis tetap hilang

Hendro Tjahjono   15 Dec 2020
untuk membuat trend line yg paling baik dengan candlestik M1 , M5 atau apa?
Rs   6 Nov 2015
mau bertanya, untuk menarik garis trendline berapa periode ke belakang jika menggunakan TF h4?

jika saya menggunakan separator di h4, apakah utk menarik trendline mis.uptrend dr ttk terendah periode sblmnya ke priode berikutnya?
jd brp minggu kebelakang utk tf h4?
Musya   19 Nov 2017

Saya sudah coba trading pake strategi trendline dan channel, tapi kenapa harga malah menjebol garis trend atau garis channel yg saya buat. Parahnya lagi, mereka benar-benar keluar dari garis dan membentuk trend baru.

Sodikhin K.   27 Mar 2019

saya sudah melukis garis trendline. Ketika pindah TF garis tsb hilang. Setelah kembali ke TF semula sewaktu sya melukis trendline tsb dan garisnya pun ttep hilang. Itu gimana ya pak? Mohon pncerahannya. Trims

Muhamad Suhadi   30 Aug 2019

Mohon maaf master, mau tanya. Apakah semua TF mempunyai trend line? Kalau kita mau menggambar trendline di tf 5 menit apakah kita juga harus menghubungkan titik2 tertinggi dan terendah? Padahal klw d tf rendah kan banyak titik2 tsb. Titik2 mana yg harus kita hubungkan untuk membuat trendline? Apakah titik2 berdasarkan candle terakhir? Terima kasih master

Bayu   4 May 2020
bagaimana cara mengedit garis tren / memotong supaya nggak keliahatan terlalu panjang
Reddy   4 Mar 2017
 Farid Dwiyo |  10 Feb 2016
masta sy lagi belajar candlestick. sy ingin tanya bagaimana y cara membedakan candle inside bar sm harami? krn sy lihat kok keduanya mirip sekali. apa yg membedakan & mana yg lebih sering muncul di chart juga sinyalnya lbh oke? thks

Lihat Reply [8]

Formasi atau pola harami menggambarkan sentimen real time harga yang ada di pasar. Setelah anda melihat pola yang ada dengan menutupi candle, anda dapat melihat ke candle berikutnya untuk mengidentifikasi bias dan titik resiko yang jelas.

Thanks

Basir   10 Nov 2014

Untuk Farid Dwiyo

Inside bar adalah sebuah bar dengan level-level high dan low sepenuhnya berada dalam range bar sebelumnya. Sementara Harami bisa juga dikatakan sebagai turunan dari inside bar.

Harami merupakan salah satu pola pembalikan yang bermanfaat ketika sentimen pasar yang menggerakkan tren berpotensi berhenti sebelum akhirnya berbalik arah.

Konfirmasi harami umumya juga dibantu oleh pola candle ketiga yang semakin memperkuat sinyal pembalikan. Sebagai contoh, bila di akhir downtrend terbentuk bullish harami, maka tanda-tanda reversal uptrend akan semakin terkonfirmasi. Sebaliknya, jika candle ketiga dalam bearish harami adalah candle bearish, maka sinyal pembalikan downtrend akan semakin tervalidasi.

Dalam kondisi ini, tampaknya harus banyak berlatih dan mengasah keterampilan untuk memahami pola candlestick.

Anda bisa menyimak mengenai ulasan harami dan inside bar.

Thanks.

Basir   11 Feb 2016
makasih masta. dari jawaban diatas sy pahamnya kl harami ada konfirmasi candle ke3 sdngkan inside bar tdk ada candle ke3nya?
Farid Dwiyo   11 Feb 2016

Untuk Farid Dwiyo

Itulah yang membedakan antara Harami dan Inside Bar. Dua alasan Inside bar terbentuk adalah:

1. Inside bar terbentuk karena adanya konsolidasi yang terjadi pada pasar saat itu. Secara kasarnya pasar sedang menimbang-nimbang apakah harga sudah oversold apa belum dan sebaliknya.

2. harga tidak bergerak semestinya. yang umumnya cenderung terjadi adalah setelah harga bergerak bervolume besar naik atau turun, pasar mulai konsolidasi dan membentuk inside bar.

Inside bar bisanya terbentuk di sekitar:
1. Zona support & resistance.
2. Pivots.
3. Daily high atau low  candlestick jika Anda trade dalam 1 jam atau jangka waktu 4 jam.
4. Tingkat level  fibonaccie.

Ketika sebuah inside bar terbentuk di sekitar lokasi tersebut, itu dianggap signifikan. Dalam arti signitifikan adalah harus memberikan perhatian lebih untuk menganalisa area tersebut.

Thanks

Basir   12 Feb 2016

@ Muhammad Yusuf:

- …. bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya….

Jawaban:

Sebaiknya memang begitu karena inside bar menunjukkan keadaan konsolidasi. Bar setelah inside bar pun kadang bisa salah (false) yang biasanya disebut dengan sinyal palsu (fakey).

Oleh karena itu untuk menghindari jebakan sinyal palsu, price action termasuk inside bar harus selalu dikonfirmasikan dengan level-level support atau resistance, dan juga indikator teknikal.

-…. atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish?

Jawaban:

Inside bar memang selalu berada dalam range dari bar sebelumnya. Dalam istilah price action, bar atau candle yang berada tepat sebelum inside bar disebut dengan outside bar, tetapi istilah ini tidak lazim digunakan. Yang harus Anda perhatikan bukan bar sebelumnya tetapi bar sesudahnya, break atau tidak.

Saat terbentuk inside bar, pasar sedang konsolidasi, kalau break level tertinggi bar (candle) sebelumnya maka akan cenderung bullish, dan sebaliknya jika break level terendah bar sebelumnya maka akan cenderung bearish.

- …. lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?

Jawaban:

Untuk time frame H1 (1 jam) dan dibawahnya (M30, M15 dsb) bisa, tetapi untuk time frame diatas H1 (H4, daily) gunakan stochastic 14,3,3. Semakin rendah time frrame trading biasanya digunakan parameter yang lebih rendah agar responnya lebih cepat.

M Singgih   16 Nov 2017

Tambahan penjelasan yg sgt baik. thanks

Rindu   20 Oct 2021
Izin bertanya coach, bagaimana melihat sifat inside bar apa harus menunggu candle selanjutnya atau melihat sifat inside bar yang berada di range sebelumnya saja (bullish/bearish? lalu jika kita melakukan price action cocokkah jika dibarengi dengan stochastic 5,3,3 sebagai konfirmasi?
Muhammad Yusuf   12 Nov 2017

Pola harami pada candle yang tepat itu sebenarnya seperti apa?

Anjar Lukito   10 Nov 2014
 Reno |  12 Jan 2022

Pada saat menggunakan 2 garis MA atau lebih. Sinyal entrinya apakah hanya bergantung pada crossover saja?

Lihat Reply [5]

@ Reno:

Sinyal entry utama dari price action yang terbentuk. Crossover MA bisa sebagai konfirmasi.

 

M Singgih   13 Jan 2022

Terima kasih atas jawabannya...

Kalau boleh rekomendasi, pola price action apa yang biasanya dipasangkan dengan MA crosover pak? Saya menggunakan MA-200 dan MA-50. Matur Suwun.

Reno   21 Jan 2022

@ Reno:

Semua bentukan dari price action bisa dianggap sebagai sinyal, baik yang berupa single candle (pin bar, doji, hammer, shooting star dsb), double candle (bullish / bearish engulfing, double top / bottom, dsb), triple candle (morning / evening star, dsb), multi candle (head and shoulders dsb). Crossing MA bisa digunakan sebagai konfirmasi pergerakan bullish atau bearish.

Untuk penjelasan mengenai price action, silahkan baca: Trading Dengan Metode Price Action

 

M Singgih   30 Jan 2022

Antara SMA dan EMA, lebih bagus mana untuk timfrane rendah pak? Misalnya 5 menit dan 15 menit. Terima kasih

Wondo   10 Feb 2022

@ Wondo:

Untuk time frame 5 menit dan 15 menit, kebanyakan trader menganjurkan agar menggunakan EMA karena trader yang menggunakan time frame rendah tentu menginginkan respon yang cepat dari pembobotan yang lebih besar dari harga rata-rata terakhir.

 

M Singgih   11 Feb 2022
 

Komentar @inbizia

untuk hal ini sebaiknya dilakukan tes dulu di akun demo. ketepatan sebuah strategi umumnya bisa berbeda-beda untuk setiap trader. tapi menurut saya ada baiknya untuk tidak menjadikan divergence sebagai sinyal utama. disamping karena divergence ini tidak selalu terjadi, juga masih ada potensi sinyal divergence ini tidak tepat. interpretasi posisi divergence ini pun juga bisa berbeda-beda. jadi lebih baik juga menggunakan indikator lain untuk mengkonfirmasi sinyal entry. memang divergence bisa memberikan sinyal tren yang lebih awal namun bagi trader juga disarankan untuk mengambil langkah hati-hati dan mencari sinyal yang lebih valid agar peluang entrynya semakin bagus.
 Agni Prayitno |  11 Feb 2015
Halaman: Divergence Trading Lebih Akurat Kenali Momentum
Emang udah resiko kekuranganya MA. Lah kalo udah bisa nandai tren, kasih sinyal entry + exit, n sifatnya leading, bisa jadi indikator sempurna dong MA?? Emang udah sewajarnya tiap indikator punya kekurangan, dasarnya alat bantu di chart akurasi prediksinya g ada yg sampe 100 persen. Ini bisa jadi kesulitan sekaligus tantangan buat trader menguasai MA. Tapi bagus juga kalo bisa gabungin MA sama indikator lain. Barangkali indikator yg lebih leading, so bisa ketemu celah2 yg bisa ditutupin.
 Budi Anto |  6 Feb 2015
Halaman: Ingin Berteman Baik Dengan Tren Kenalan Dulu Dengan Moving Average
ya emang mirip2 sama sih, kan harami sama engulfing emang turunan dari inside bar. Bedanya paling di karakteristik detail posisi shadow2nya aja. Basicnya sih sama, bar kedua menunjukkan pola harga sudah mulai berkonsolidasi dari trend yg sudah berjalan, jadi kalau mendekati batas-batas support atau resistance biasanya bisa jadi pertanda reversal tuh inside bar.
 Agus Bastian |  3 Jun 2016
Halaman: Mengenal Pola Candlestick Harami
@ Rubi:
Kalau untuk time frame dibawah D1 (jangka pendek) memang lebih akurat digunakan EMA (Exponential Moving Average) yang responsnya lebih cepat, karena kalau Anda trading jangka pendek tentu Anda menginginkan respons yang lebih cepat untuk bisa memberikan sinyal entry sesegera mungkin.


Namun periode ema-nya tidak harus 50 dan 200, tetapi disesuaikan dengan time frame yang digunakan, semakin rendah time frame semakin kecil periode ema. Periode berapa yang paling cocok bisa diketahui dengan melakukan backtest. SMA periode 200 dan 50 memang biasanya digunakan pada tf daily.

Mengenai perpotongan antara 2 ma, sebaiknya dikonfirmasi dengan indikator sebelum memutuskan untuk entry, baik pada tf D1 maupun tf yang lebih rendah. Berikut ini contoh konfirmasi sebelum entry untuk EUR/USD D1:



Entry buy ketika:
- kurva sma 50 telah memotong kurva sma 200 dari arah bawah dan bergerak diatasnya
- kurva indikator MACD telah memotong kurva sinyal (warna merah) dari arah bawah dan bergerak diatasnya, dan garis histogram OSMA juga telah berada di atas level 0.0
- kurva indikator RSI berada diatas level 50
- garis histogram ADX berwarna hijau yang menunjukkan sentimen bullish.
 M Singgih |  5 Feb 2017
Halaman: Cara Trading Dengan Moving Averages
apakah strategy inside bar ini ..syaratnya harus candle mother dibreakout H/L atau open close saja oleh candle setelahnya ... krn dari cth yg sy lihat ada jg yg ditandai dibreakout cuma body candlenya saja .. yg sy pahami ad breakout H/L ny, ini br akurat ..thanks ..!
 Zuberfx |  3 Feb 2018
Halaman: Trading Dengan Strategi Inside Bar
@Elvin: Jika ingin menggunakan acuan Moving Average untuk acuan exit maupun TP-nya, digunakan sinyal berlawanan dari sinyal Entry. Contohnya jika kita masuk Buy karena harga memotong MA ke atas, maka di Close saat harga memotong balik MA ke bawah. Atau kalau dalam kasus Crossover antara MA, kita tunggu saat MA Crossover balik. Kalau tidak ingin menggunakan MA sebagai patokan untuk Exit dan TP, ada banyak cara lain seperti menggunakan level SnR, atau indikator-indikator lain sebagai acuan. Terima kasih, semoga membantu.
 Admin |  14 Oct 2020
Halaman: Cara Trading Dengan Moving Averages
Komentar[2]    
  Gilang L.   |   10 Jun 2022

Inside bar ini kok kayak harami ya? Apa itu pola candle yang sama?

  Tommy   |   14 Jun 2022

Katanya Harami itu turunan dari inside bar. katanya loh ya

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip