Cara Hedging Dan Manfaatnya Untuk Portofolio Investasi

Nandini 27 Nov 2020 383

Ada banyak sekali jenis-jenis strategi Hedging serta manfaat yang ditawarkannya. Salah satunya ialah untuk melindungi portofolio investasi. Bagaimana caranya?

Selama trading, Anda tentu tidak ingin mengalami Loss, bukan? Nah, untuk menyiasatinya, Anda bisa menggunakan strategi Hedging. Simak penjelasan mengenai Hedging berikut ini.

 

Mengenal Apa Itu Hedging

Hedging disebut juga dengan lindung nilai. Secara lebih lengkapnya, Hedging adalah sebuah strategi yang bertujuan melindungi nilai/dana dari fluktuasi nilai tukar mata uang. Penting bagi para pelaku investasi atau trader untuk menerapkan strategi Hedging. Tujuan utama dari Hedging adalah melindungi nilai agar investor maupun trader tidak menderita kerugian (Loss) apabila harga aset di market tiba-tiba berubah ke arah yang tidak diinginkan.

Mengenal hedging

Konsep dasar dari Hedging dalam forex adalah membuka dua instrumen atau dua posisi dengan arah yang berlawanan. Jadi, jika kita sudah membuka satu posisi order Sell di suatu pair mata uang, maka posisi lainnya dibuka untuk order Buy. Sekilas memang Hedging ini mirip dengan asuransi karena mencegah terjadinya kerugian dari suatu hal/kejadian saat melakukan investasi. Bahkan, Hedging juga telah dipraktikkan di mana-mana. Misalnya saja, saat Anda membeli rumah atau mobil, Anda pasti mengasuransikannya jika suatu saat ada hal-hal yang buruk terjadi.

Hedging dapat diterapkan di pada beberapa sektor pasar, antara lain:

 

Jenis-jenis Strategi Hedging

Ada beberapa contoh strategi Hedging yang bisa Anda terapkan, bisa berdasarkan tujuannya maupun berdasarkan jangka waktunya. Simak ulasan lebih lengkap berikut ini.

 

A. Hedging Berdasarkan Tujuannya

  1. Diversifikasi, yaitu suatu strategi lindung nilai di mana investor tidak melakukan investasi di satu bidang saja. Diversifikasi dibedakan menjadi dua, yaitu diversifikasi horizontal dan vertikal, dan diversifikasi konglomerasi.
  2. Arbitrase, yaitu pembelian suatu produk investasi yang nantinya akan dijual di tempat lain yang harganya lebih tinggi untuk mendapatkan profit.

    Hedging Arbitrase
  3. Average Down, yaitu suatu strategi investasi di mana para investor akan melakukan pembelian saham secara bertahap saat terjadi penurunan harga.
  4. Tetap tunai, yaitu strategi investasi yang memungkinkan para investor untuk menyimpan uangnya sebagai antisipasi apabila sewaktu-waktu harga saham mengalami penurunan atau harganya bergerak tidak menentu.

 

B. Hedging Berdasarkan Jangka Waktu

1. Teknik Hedging Jangka Pendek

Teknik ini biasanya digunakan untuk melindungi sebagian atau seluruh transaksi. Beberapa yang termasuk dalam strategi ini antara lain:

Hedging Jangka Pendek

 

2. Hedging Jangka Panjang

Teknik Hedging ini biasanya digunakan untuk melindungi exposure jangka panjang. Beberapa yang termasuk adalah:

 

Keuntungan Dan Kerugian Hedging

Setiap strategi pasti memiliki keuntungan dan kerugiannya, begitu juga dengan Hedging. Keuntungan dari menerapkan strategi Hedging, antara lain:

  1. Seperti tujuannya, Hedging diterapkan sebagai pelindung untuk mencegah terjadinya kerugian besar (Loss) pada investor atau trader di saat kondisi ekonomi sedang kurang stabil.
  2. Hedging dapat meningkatkan likuiditas karena memfasilitasi investor sehingga mereka bisa berinvestasi pada berbagai macam aset yang berbeda.
  3. Hedging membutuhkan margin outlay yang lebih rendah sehingga mekanisme harga yang dimilikinya fleksibel.
  4. Bagi perusahaan, mereka memiliki keleluasaan untuk menentukan jumlah tagihan di masa mendatang secara pasti sehingga bisa menetapkan dasar anggaran perusahaan secara lebih akurat.

Hedging Trading Forex(Baca Juga: Kupas Tuntas Hedging Dalam Trading Forex)

Sedangkan kekurangan atau kerugian dari strategi Hedging antara lain:

  1. Tidak langsung bisa mendapatkan keuntungan/profit.
  2. Harus menunggu waktu yang tepat untuk menerapkannya.
  3. Anda harus memiliki kesabaran ekstra.
  4. Harus memiliki analisa yang tepat.

Hedging ini sekilas memang terlihat simple, tetapi apabila dipraktikkan ternyata membingungkan. Apabila Anda tetap nekat menerapkan strategi ini, Anda harus siap dengan risikonya. Sebenarnya ada solusi mudah untuk mengatasi risiko Hedging. Simpel saja, jangan pernah lakukan Hedging. Namun jika Anda tetap ingin menerapkannya, belajarlah terlebih dahulu mengenai strategi ini.

 

Cara Melakukan Hedging

Untuk melakukan Hedging, trader pertama-tama harus memastikan apakah broker mengizinkan Hedging. Hal itu karena tidak semua broker memperbolehkan Hedging. Jikapun mengizinkan, biasanya ada beberapa broker yang membatasi transaksi dengan strategi Hedging. Salah satu contohnya adalah broker yang hanya memperolehkan Hedging di pair-pair tertentu, atau tidak memperkenankan Hedging di waktu-waktu tertentu. Dalam hal ini, pengetahuan akan layanan broker forex dan aturan-aturannya sangat diperlukan.

Broker Untuk Hedging(Baca Juga: Tips Mencari Broker Forex Terbaik Untuk Hedging)

Untuk menyiasatinya, biasanya trader memilih beberapa mata uang yang saling berkorelasi. Untuk korelasi mata uang yang negatif, Anda hanya bisa menerapkan Hedging di posisi yang searah, yaitu posisi Sell dan Sell atau Buy dan Buy. Sebaliknya jika pair mata uang memiliki korelasi positif, Anda bisa membuka posisi Sell dan Buy secara bersamaan.

Contoh dari korelasi negatif adalah pasangan mata uang EUR/USD dan USD/CHF. Katakanlah Anda membuka posisi Buy EUR/USD. Kemudian saat harga mulai bergerak turun, Anda bisa membuka posisi Buy lagi di pair mata uang USD/CHF. Apabila USD menguat, pair EUR/USD pasti akan turun, sementara untuk USD/CHF akan naik. Untuk itu, Anda bisa cut loss di pair EUR/USD dan mendapatkan keuntungan dari pair USD/CHF.

Sementara untuk korelasi positifnya bisa dicontohkan di mana selain Anda membuka posisi Buy di pasangan USD/CHF, Anda bisa membuka posisi Buy pada EUR/USD dan posisi Sell pada GBP/USD.

Selain memanfaatkan korelasi, strategi Hedging juga bisa dilakukan secara langsung. Misalnya, Anda bisa membuka posisi Sell sekaligus posisi Buy untuk pair mata uang EUR/USD. Jika Anda membuka posisi Buy pada harga 1.2800 kemudian harganya bergerak turun. Pada saat itu, Anda membuka posisi Sell, misalnya saat harga 1.2700, untuk meminimalisir dari kerugian Buy.

 

Poin Penting Dalam Hedging

Beberapa poin penting dari pemahaman tentang strategi Hedging adalah:

Mayoritas para investor mengidolakan kontrak derivatif, tetapi ada juga yang enggan menggunakannya. Mereka yang mengidolakan tampaknya tidak mementingkan fluktuasi jangka pendek dalam kegiatan Buy and Hold. Bagi yang mengabaikannya, mereka berpikir bahwa tidak ada gunanya untuk terlibat dengan lindung nilai karena mereka membiarkan investasi mereka berkembang secara keseluruhan di pasar.

 

Mengenal Portofolio Hedging

Menurut pakar keuangan Ellen May, portofolio adalah sekumpulan aset investasi yang dimiliki oleh suatu pihak (perorangan atau perusahaan) bisa berupa properti, deposito, saham, obligasi, valuta, dan lain sebagainya. Portofolio ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena akan menentukan return atau hasil yang Anda harapkan.

Portofolio Hedging(Baca Juga: 5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi)

Seperti yang sudah dibahas di penjelasan sebelumnya, tujuan utama dari penerapan strategi Hedging adalah melindungi nilai aset atau investasi. Lantas, apakah ada hubungannya dengan portofolio investasi/aset yang kita investasikan? Jawabannya, tentu saja ada. Manfaat utama strategi Hedging adalah untuk melindungi nilai portofolio. Oleh karenanya, keuntungan dari lindung nilai atau Hedging ini mengimbangi seluruh atau sebagian kerugian portofolio Anda.

Portofolio Hedging tidak hanya melindungi modal, tetapi dapat bermanfaat untuk volatilitas, inflasi, risiko mata uang, risiko suku bunga, dan risiko durasi. Semua ini tergantung pada jenis portofolio investasi yang Anda lakukan. Misalnya saja, apabila Anda memiliki portofolio saham, maka penerapan Hedging ini akan melindungi nilai saham Anda terhadap volatilitas dan kehilangan modal.

 

Cara Kerja Hedging

Para investor menerapkan Hedging untuk keamanan mereka. Jika mereka sadar bahwa ada banyak risiko yang dibawanya, sangat masuk akal jika mereka mengurangi dan bahkan menutup posisi. Katakanlah para investor saham, mereka akan cenderung melindungi seluruh portofolio saham mereka dari risiko pasar daripada risiko tertentu. Oleh karena itu, mereka akan melakukan Hedging portofolio dengan instrumen lain dalam indeks pasar.

Mitos dan Fakta Hedging(Baca Juga: Mitos Dan Fakta Strategi Hedging)

Terdapat dua cara melakukan Hedging di sini; bisa membeli aset lain, atau menjual asetnya secara singkat. Membeli aset adalah pilihan untuk mengalihkan risiko ke pihak lain. Untuk penjualan aset, itu termasuk dalam bentuk langsung eksekusi dari Hedging atau lindung nilai. Di banyak kasus, sebenarnya Hedging ini hanya akan melindungi sebagian dari portofolio karena tujuannya untuk mengurangi risiko pada level yang dapat diterima daripada menghilangkannya.

 

Cara Hedging Portofolio

Seperti yang sudah kita ketahui, ada beberapa cara untuk melakukan Hedging. Dalam investasi saham, misalnya, kita dapat menggunakan pendekatan dengan opsi. Kontrak opsi adalah perjanjian yang memberi pembeli hak, tetapi bukan kewajiban untuk membeli atau menjual aset dengan harga tertentu. Dalam beberapa kasus, opsi dapat dieksekusi kapan saja sebelum tanggal kadaluarsa (expiry date) dan dapat juga dilakukan di tanggal kadaluarsa di beberapa kasus.

Tujuan dari Hedging opsi adalah untuk mengurangi dampak penurunan pasar pada portofolio. Investor dapat menggunakan satu opsi, atau kombinasi dari dua atau tiga opsi. Berikut ini adalah lima opsi strategi Hedging yang biasa digunakan oleh manajer portofolio investasi saham untuk mengurangi risiko:

  1. Long-put position, yaitu opsi yang paling sederhana, tetapi juga opsi lindung nilai yang paling mahal. Biasanya opsi dengan harga kesepakatan 5 atau 10% di bawah harga pasar saat ini akan digunakan. Opsi ini akan lebih murah, tetapi tidak akan melindungi portofolio dari 5 atau 10% pertama yang turun indeks.
  2. Collar, yaitu opsi yang memerlukan pembelian opsi jual dan penjualan opsi beli. Dengan menjual opsi beli, sebagian biaya opsi jual telah tercakup. Imbalannya adalah sisi atas akan dibatasi. Jika indeks naik di atas harga kesepakatan opsi call, ini akan mengakibatkan kerugian dan akan diimbangi dengan keuntungan dalam portofolio.

    Options
  3. Put Spread, yaitu opsi yang terdiri dari posisi long dan short put. Sebagai contoh, manajer portofolio dapat membeli put dengan strike price pada 95% harga spot, kemudian menjual put dengan strike 85%. Sekali lagi, penjualan put akan mengimbangi sebagian dari biaya put yang dibeli. Dalam contoh ini, hanya portofolio yang akan dilindungi nilainya, sementara pasar turun dari 95% menjadi 85% dari strike awal. Jika harga spot jatuh di bawah strike yang lebih rendah, keuntungan long put akan sama dengan kerugian short put.
  4. Fence, yaitu opsi kombinasi Collar dan Put Spread. Hal ini memerlukan pembelian put dengan strike price tepat di bawah tingkat pasar saat ini dan penjualan put dengan harga kesepakatan yang lebih rendah dan opsi call dengan harga kesepakatan yang jauh lebih tinggi. Akibatnya, struktur berbiaya rendahlah yang melindungi sebagian dari sisi negatifnya yang kemudian memungkinkan beberapa sisi naik.
  5. Covered Call, yaitu strategi Hedging yang melibatkan pembelian saham terlebih dahulu dan di saat yang bersamaan menjual opsi jualnya. Kondisi ini terjadi jika penjualan opsi dinilai akan rugi jika saham naik. Sebenarnya, hal ini tidak benar-benar mengurangi risiko kerugian, tetapi premi yang diperoleh memang mengimbangi potensi kerugian sampai batas tertentu. Strategi ini biasanya digunakan pada saham individu. Jika harga saham naik di atas harga kesepakatan, kerugian pada posisi opsi mengimbangi keuntungan pada posisi ekuitas.

Ekuitas

Sementara pendekatan Hedging yang tanpa opsi di antaranya:

  1. Holding cash, yaitu pendekatan yang biasanya digunakan untuk volatilitas dan risiko penurunan. Semakin sedikit portofolio dialokasikan ke aset berisiko seperti ekuitas, semakin sedikit kerugiannya ketika pasar saham jatuh. Namun, return yang dihasilkan akan sedikit dan daya belinya bisa hilang karena inflasi.
  2. Diversifikasi, yaitu salah satu cara paling efektif untuk melindungi nilai portofolio dalam jangka panjang. Teknik ini biasanya digunakan untuk mengurangi risiko sistematis. Cara kerja dari teknik ini adalah jika ada suatu saham di portofolio sedang buruk, maka kinerja saham lainnya yang sedang bagus akan menolongnya.

 

Cara Memilih Hedging Untuk Portofolio Investasi

Sebenarnya belum ada cara yang pas dan tepat untuk melakukan Hedging portofolio investasi. Untuk memilih cara/opsi yang sesuai, itu semua tergantung pada diri Anda sendiri. Namun sebelum itu, ada baiknya Anda mempertimbangkan pro dan kontra dari masing-masing opsi yang ada. Selain itu, putuskan dulu berapa banyak portofolio yang akan dilindungi.

Jika Anda sudah melakukan Hedging atas portofolio ekuitas yang sudah terdiversifikasi, itu artinya seluruh portofolio Anda sudah terlindungi pada batas tertentu. Di sisi lain, jika semua kekayaan Anda ada dalam ekuitas, Anda mungkin ingin melakukan lindung nilai setidaknya 50%. Anda juga perlu mempertimbangkan portofolio dan menentukan indeks pasar mana yang paling cocok dengan portofolio. Anda juga harus menghitung beta rata-rata dari saham yang dimiliki. Beta yang lebih tinggi akan membutuhkan lindung nilai yang lebih besar.

Yang juga patut dipertimbangkan adalah berapa banyak keuntungan yang akan Anda siapkan. Menjual opsi call dapat mengurangi biaya lindung nilai, tetapi itu juga akan membatasi keuntungan. Menjual kontrak berjangka juga akan membatasi keuntungan Anda.

Contract Futures

Setelah memutuskan jenis Hedging yang akan digunakan, jangan lupa perhatikan beberapa harga indikatif untuk menentukan berapa biaya strategi yang tepat. Untuk opsi S&P, Anda dapat melihat daftar kontrak opsi likuid terlebih dahulu. Untuk indeks lainnya, Anda dapat mencari "rantai opsi indeks X" untuk mendapatkan gambaran tentang harga. Setelah Anda memiliki gambaran tentang biaya, Anda dapat mempertimbangkan strategi yang berbeda, serta berapa biaya masing-masing dan tingkat perlindungan yang mereka tawarkan.

Perlu Anda ketahui bahwa dalam menerapkan Hedging portofolio juga memakan biaya. Hedging saham dengan opsi membutuhkan pembayaran premi. Premi ini bergantung pada beberapa variabel termasuk harga instrumen pokok saat ini, harga kesepakatan, suku bunga saat ini, waktu kedaluwarsa, dividen yang diharapkan, dan volatilitas yang diharapkan. Meskipun sebagian besar input ini cukup statis, volatilitas bergantung pada penawaran dan permintaan (Supply and Demand).

 

Kerugian Hedging Portofolio

Setiap proses yang kita lakukan saat melakukan trading atau investasi pasti ada plus dan minusnya, begitu pun juga teknik Hedging untuk portofolio investasi Anda. Kerugian dari portofolio Hedging adalah biasanya ada biaya dan tidak ada jaminan bahwa lindung nilai akan berjalan sesuai rencana.

Kemudian, risiko Hedging lainnya yang signifikan adalah berasal dari ketidaksesuaian antara portofolio yang dilindungi nilainya dan instrumen yang digunakan untuk lindung nilai. Membangun lindung nilai yang secara akurat cocok dengan portofolio sangat mahal, sehingga seringnya jika ada ketidakcocokan ya harus diterima.

 

Kesimpulan

Seperti yang sudah dipahami, dalam melakukan suatu investasi atau bertrading di pasar forex, risiko akan berjalan seiring dengan manfaatnya. Yang perlu dipahami, sebenarnya risiko-risiko yang ditimbulkan bisa dicegah oleh kemampuan investor atau trader itu sendiri. Semakin pelaku investasi itu pandai membaca kondisi pasar, semakin kecil pula risiko yang diterima. Tidak dipungkiri juga bahwa pengalaman turut menentukan. Mereka yang sering melakukan investasi/trading di pasar forex pastinya sudah tahu betul strategi apa yang akan mereka gunakan untuk meminimalisir risiko.

Kirim Komentar/Reply Baru


Apakah Ketika Jual Saham Akan Langsung Terjual?

Saya mau tanya.. apakah ketika kita beli suatu saham emiten, akan langsung terbeli? dan apakah ketika kita menjualnya akan langsung terjual? dan bagaimana saja cara untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham tersebut.. terimakasih..

Reno Leonardo 20 Jan 2015

Reply:

Basir (27 Jan 2015 06:42)

Trading online memungkinkan seseorang saat dia melakukan transaksi akan terjadi aktivitas jual beli. Ketika anda BUY misalnya, maka akan terlihat dalam platform trading anda nilai beli yang anda beli, begitupun saat melakukan jual.

Thanks.

Faris Wijaya (04 Feb 2015 08:58)

yang bisa langsung terbeli itu khusus untuk trading online sajakah atau untuk semua model trading saham bisa?
saya juga penasaran sama cara mendapatkan keuntungan dari investasi saham..
mohon dijelaskan lebih lanjut....

M Singgih (06 Feb 2015 14:53)

@ reno leonardo, @ faris wijaya :
- apakah ketika kita beli suatu saham emiten, akan langsung terbeli???

setahu saya tidak Pak, baik trading on-line maupun via pialang saham. Tergantung dari ada tidaknya yang mau menjual sesuai dengan harga yang Anda inginkan. Kalaupun ada, belum tentu jumlah yang Anda inginkan terpenuhi semuanya. Misalkan Anda ingin membeli saham ABCD sebanyak 10 lot, tetapi yang tersedia dengan harga beli Anda hanya 5 lot maka yang Anda inginkan hanya terpenuhi sebagian. Untuk itulah Anda mesti antri dan menunggu hingga ada yang menjual sesuai dengan harga yang Anda inginkan, karena mungkin yang ingin membeli saham ABCD dengan harga tersebut tidak hanya Anda, jadi mana yang duluan.

Demikian juga jika Anda menjual saham. Tergantung dari ada tidaknya yang mau membeli sesuai dengan harga yang Anda inginkan.
Persedian saham itu jauh lebih terbatas jika dibandingkan dengan mata uang.

 

- dan bagaimana saja cara untuk mendapatkan keuntungan dari investasi saham tersebut..

untuk trading di pasar saham, Anda hanya bisa membeli (buy), dan jika harga telah naik Anda bisa menjualnya. Keuntungan yang Anda peroleh biasanya akan dipotong biaya transaksi oleh pialang Anda. Jadi Anda tidak bisa open posisi sell seperti trafing forex, kecuali Anda telah punya barangnya (saham yang akan Anda jual).
Keuntungan lain adalah pembagian dividen dari perusahaan yang Anda beli sahamnya (biasanya dibagikan tiap tahun).

Anna (29 Dec 2016 10:55)

Cara untuk mendapatkan keuntungan dari saham ada dua: dari dividen dan dari capital gain.

Dividen biasanya dibagikan setiap tahun untuk pemegang saham per cum date. Jadwal dividen dan besarnya berbeda-beda untuk setiap emiten, tetapi umumnya asalkan Anda membeli sebelum hari H cum date saja, maka Anda berhak mendapatkan dividen tersebut. Namun, harga saham biasanya bergolak di sekitar tanggal cum date dan ex date, sehingga bisa menjebak investor untuk membeli di harga tinggi sebelum cum date, kemudian jatuh setelah lewat ex date.

Capital gain diperoleh dari selisih harga jual dan harga beli saham. Setiap transaksi beli maupun jual akan dikenakan fee oleh broker, yang menjadi biaya trading bagi investor saham sendiri. Kunci untuk mendapatkan profit dari Capital Gain adalah membeli saham di harga tertentu, untuk dijual kembali di tingkat harga lebih tinggi hingga mampu meng-cover biaya trading tadi plus ada kelebihan sebagai profit.

Transaksi jual-beli saham bisa dilakukan secara online. Di platform trading saham, akan muncul penampilan seperti ini:

gambar jual beli saham

Bisa dilihat di sana, ada kolom Bid dan kolom Offer. Kolom Bid merupakan daftar harga dimana para investor ingin membeli saham BBNI. Jadi, misal Anda punya saham BBNI, dan ingin menjualnya pada harga 5400, maka Anda akan langsung mendapatkan pembeli. Namun, bila Anda ingin menjualnya pada harga 5450, maka akan masuk sebagai antrian baru di daftar Offer, dan baru tereksekusi jika ada investor yang setuju membeli di harga 5450.

Demikian pula, di kolom Offer merupakan daftar harga dimana para investor yang memiliki saham BBNI ingin menjual sahamnya. Apabila Anda sedang mencari saham BBNI, dan setuju untuk membeli di harga 5425, maka saham BBNI yang dipesan akan langsung terbeli. Namun, jika Anda ingin membeli di tingkat harga berbeda, misalnya 5400, maka akan masuk antrian di kolom Bid, dan baru tereksekusi jika ada investor yang menurunkan harga jual sahamnya.

Perlu diperhatikan juga angka lot di sebelah Bid/Offer, yang menunjukkan seberapa banyak volume saham yang ditawarkan/akan dibeli pada tingkat harga Bid/Offer terkait. Jika ingin membeli saham BBNI di harga 5425 sebanyak 1000 lot, misalnya, maka yang akan tereksekusi hanya 583 lot saja, karena yang tersedia di pasar pada harga itu hanya segitu. Sedangkan sisa pesanan sebanyak 417 lot akan masuk antrian.

Faiz (27 Jun 2018 18:04)

Terus ketika kita memesan saham it harus menyesuaikan dep uang nya ap ,uang bisa menyusul

M Singgih (29 Jun 2018 06:29)

@ Faiz:

Setahu saya disesuaikan dengan dana yang ada di saldo akun Anda, tidak bisa menyusul (bayar belakangan) alias ngutang.

Sonny (16 Jun 2019 09:53)

Mau tanya misal kita punya saham 100 lot ,bisakah jualnya sebgian aja misal cuma 50 lot aja? Untuk investasi dgn mengharapkan dividen untuk hasil yg optimal setidaknya keep berapa lama ? Dan skrg 1 lot ada berapa lembar saham (juni 2019) 

Erik T (17 Jun 2019 22:37)

Untuk Sonny,

“...misal kita punya saham 100 lot ,bisakah jualnya sebgian aja misal cuma 50 lot aja?...”

Bisa. Hal itu tergantung dari platform trading yang digunakan dan juga dari ketentuan broker yang bersangkutan.

“...Untuk investasi dgn mengharapkan dividen untuk hasil yg optimal setidaknya keep berapa lama ?...”

Semua itu tergantung dari keputusan Anda sendiri. Karena hasil pembagian dividen selalu berbeda-beda untuk tiap tahunnya. Sehingga, tidak ada acuan baku mengenai berapa lama sebaiknya menyimpan saham tersebut.

“...Dan skrg 1 lot ada berapa lembar saham…”

Data terakhir yang kami terima, 1 lot masih berjumlah sebesar 100 lembar saham.

Semoga bisa membantu.

Edo (11 Nov 2019 10:24)

Bagaimana cara mendapatkan antrian pertama di jual/beli saham,karna harga saham yg di tembok oleh bandar berjuta2 lot?

M Singgih (26 Nov 2019 14:56)

@ Edo:

Setahu saya kalau ingin antrian yang cepat, kalau Anda ingin beli harganya harus lebih tinggi dari harga pasaran saat itu, dan kalau Anda ingin jual, harganya harus lebih rendah dari harga pasaran.

Baca juga:

Apa Itu Saham dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Radit (18 Mar 2020 23:04)

Maaf pemula,kalau investasi saham,misalnya dalam kurun waktu 5 tahun ingin berinvestasi saham,ternyata dalam tahun ke tiga tidak dapat melanjutkan ,itu gimana ya?

pernah sy baca misalnya,setiap bulan nya berinvestasi 1 juta setiap bulan nya berarti 1 Thn 12 juta .
tetapi di tahun ke 3 stop karna problem yang ada. Dana kita itu bagaimana dan selanjutnya gimna.

terimakasih maaf pemula sekali.
5 Tips Diversifikasi Portofolio Investasi
Febrian Surya 660
Emas  
Panduan Memilih Sekuritas Untuk Pemula
Jujun Kurniawan 594
Data Historis Saham
Sistem 4112
Saham  
Jadwal Dividen Saham Indonesia
Sistem 1364
Saham Paling Aktif Hari Ini
Sistem 1164
Saham