Cara Investasi Syariah Di SBSN

Ryandy H 28 Oct 2019 699
Dibaca Normal 5 Menit

SBSN dapat dijadikan rujukan investor dalam memilih produk investasi. Selain menguntungkan, instrumen ini dikatakan aman karena bersifat syariah dan di bawah naungan pemerintah.



Pada dasarnya, seorang muslim menginginkan investasi yang halal dan bersyariah dalam penggunaanya. Dari latar belakang itu, pemerintah Indonesia membuat kebijakan yang mengatur investasi syariah tersebut. Penduduk Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam ini membuat investasi pada instrumen yang bersyariah sangat menarik untuk dicoba, salah satunya adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Tak kenal maka tak sayang. Istilah tersebut sering kita dengar, sebelum kita mengenali dan menggali informasi baru. Maka dari itu, artikel ini akan membahas tentang SBSN.

investasi sbsn

 

Mengenal Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Seperti yang dilansir di Wikipedia, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap Aset SBSN, baik dalam mata uang Rupiah maupun valuta asing. Hal ini diatur dalam UU No.19 Tahun 2008.

Sementara itu, sukuk yaitu Efek Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi (syuyu’ atau undivided share). Menurut Kementerian Keuangan, ada dua jenis SBSN untuk investor individu, sebagai berikut.

Sukuk RitelIndikator PembedaSukuk Tabungan
Rp5 jutaMinimum PemesananRp2 juta
Rp5 miliarMaksimum PemesananRp5 miliar
3 tahunJangka Waktu2 tahun
Dapat diperjualbelikan di pasar sekunderTradabilitytidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, tapi ada opsi early redemption.
Tetap dan dibayarkan setiap bulanImbalanTetap dan dibayarkan setiap bulan
Instrumen investasiManfaat Bagi InvestorTabungan investasi

 

Simulasi Investasi Bagi Investor

Investor AInvestor BInvestor C

Investor A membeli Sukuk Ritel di pasar perdana sebesar Rp70 juta, dengan tingkat imbalan 7% per tahun. Jika Sukuk Ritel tersebut tidak dijual sampai dengan jatuh tempo, maka hasil yang diperoleh adalah:

  • Imbalan= (Rp70.000.000 x 7% x 1/12)= Rp408,333 (diterima setiap bulan sampai dengan jatuh tempo).
  • Nilai Nominal= Pada saat jatuh tempo, investor A menerima kembali nilai nominal Sukuk Ritel sebesar Rp70 juta.

Investor B membeli Sukuk Ritel di pasar perdana sebesar Rp70 juta, dengan tingkat imbalan 7% per tahun. Jika Sukuk Ritel tersebut dijual di pasar sekunder dengan harga 102%, maka hasil yang diperoleh adalah:



  • Imbalan= (Rp70,000,000 x 7% x 1/12)= Rp408,333 (diterima setiap bulan sampai dengan saat dijual).
  • Capital gain= Rp70,000,000 x (102-100)% = Rp1,400,000.
  • Total hasil yang diterima adalah Rp71,400,000 (nilai nominal Sukuk Ritel + capital gain).

Investor C membeli Sukuk Ritel di pasar perdana sebesar Rp70 juta, dengan tingkat imbalan 7% per tahun. Jika Sukuk Ritel tersebut dijual di pasar sekunder dengan harga 98%, maka hasil yang diperoleh adalah: 

  • Imbalan = (Rp70,000,000 x 7% x 1/12)= Rp408,333 (diterima setiap bulan sampai dengan saat dijual).
  • Capital loss = Rp70,000.000 x (98-100)% = - Rp1,400,000.
  • Total hasil yang diterima adalah Rp68,600,000 (nilai nominal Sukuk Ritel - capital loss).

Dari ketiga ilustrasi yang ditunjukkan pada tabel di atas, perhitungan instrumen investasi syariah yang paling menguntungkan dan menarik adalah investor B, karena pola perkembangan yang menguntungkan investor dan dapat ditransaksikan dengan baik sehingga menciptakan gain.

Saat artikel ini ditulis, rilis SBSN terbaru adalah penerbitan dari pemerintah senilai Rp8 triliun dalam lelang rutin bulan Juli 2019. Jumlah tersebut sudah sesuai dengan target pemerintah. Kabar positif itu mendorong ketertarikan investor muslim untuk berinvestasi SBSN. Berdasarkan rilis Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu pada pertengahan 2019, nilai penawaran peserta lelang sukuk mencapai Rp36.83 triliun.

Pada tahun ini, pemerintah turut aktif dalam memberikan investasi syariah, salah satunya berupa Sukuk Tabungan seri ST005 dan Sukuk Negara Ritel Seri SR-011 sepanjang tahun 2019. Seri ST005 memiliki tenor dua tahun dan menawarkan imbalan minimal (floating with floor) sebesar 7.40%, yang tidak berubah sampai dengan jatuh tempo. Tingkat imbalan berikutnya akan disesuaikan setiap tiga bulan dengan tanggal yang sudah ditentukan hingga jatuh tempo.

Di sisi lain, Seri SR-011 memiliki tenor 3 tahun dan memberikan imbalan tetap yang diberikan setiap bulannya sebesar 8.05%. Dalam lelang SBSN atau Sukuk Negara pada 17 September lalu, pemerintah sukses mendapatkan dana sebesar Rp7.05 triliun dari total penawaran yang masuk Rp29.03 triliun. Kejadian ini menjadi hal positif, karena hasilnya sedikit lebih tinggi dibandingkan pencapaian lelang sukuk sebelumnya, yaitu Rp7 triliun dari total penawaran masuk sebesar Rp 21.81 triliun.

 

sukuk(Baca Juga: Cara Investasi Obligasi Bagi Investor Bermodal Kecil)

 

Kesimpulan

Adanya peran pemerintah yang membantu dengan memberikan pilihan instrumen investasi pada umat muslim perlu diapresiasi. Dukungan yang dilakukan pemerintah ini sebaiknya kita jadikan ajang "simbiosis mutualisme" antara investor dan pemerintah. Investasi SBSN dapat dijadikan sebagai pilihan tepat bagi umat muslim, karena telah memilki regulasi dan ada fatwa DSN MUI yang telah mengaturnya.



Hal utama yang menarik dan menguntungkan bagi investor yaitu tingkat bebas risiko. Berdasarkan data Direktorat Pembiayaan Syariah, apabila terjadi sesuatu yang menyebabkan perusahaan tidak mampu membayarnya, maka investor mendapatkan jaminan pengembalian 100% dari pemerintah.

 

Setelah membaca artikel di atas, apakah Anda tertarik untuk menjelajahi investasi obligasi lebih lanjut? Anda dapat menambah pengetahuan dengan mengetahui beragam jenis obligasi di Indonesia. Dengan begitu, Anda dapat menentukan pilihan dengan tepat.

Forum

Ahmas Hasan (02 Mar 2016)

Bang tolong jelasin ..maksudnya sistem tu yang gimana yaa..kan sistem juga kunci sukses forex

Selengkapnya...

BANK1 Bulan
BANK DBS INDONESIA4.25
BANK MAYBANK INDONESIA4.25
BANK MEGA2.50
BANK CENTRAL ASIA 2.85
BANK TABUNGAN NEGARA3.25
BANK MANDIRI2.00
BANK PERMATA 4.00
BANK RAKYAT INDONESIA2.85
STANDARD CHARTERED BANK4.00
BANK ANZ INDONESIA2.75

Kirim Komentar/Reply Baru


Mulai Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pensiun?
Mulai Kapan Sebaiknya Mempersiapkan Dana Pensiun?
Linlindua   26 Apr 2021   149  
Pola Chart Mana Yang Konsisten Muncul?
Baru belajar tentang pola chart, ternyata ada banyak sekali macamnya. Masing - masing nampaknya bisa dijadikan sinyal baik untuk penerusan atau pembalikan. Karena banyaknya ini, jadi penasaran pola mana yang paling konsisten muncul dan bisa diandalkan untuk entry? Trims

Arga 16 Dec 2015

Reply:

Basir (17 Dec 2015 09:01)

 

Ada tiga jenis pola chart yang digunakan atau terdapat dalam Mt4 / Platform trading yaitu :
1. Chart Bar
2. Candlestick
3. Chart Garis.

Diantara ke tiga pola chart, yang saya perhatikan banyak di gunakan adalak jenis Candlestick. Pola candle ada ribuan bentuknya. Namun ternyata ada pola yang sering muncul dan sekaligus paling menguntungkan atau efek noise signalnya kecil.

Candlestick merupakan metode charting kuno dari Jepang yang telah terbukti akurasinya hingga berabad-abad sampai sekarang. Meskipun telah digunakan begitu lama, namun kepopulerannya telah menjadi bagian dari analisa teknikal populer yang digunakan oleh berbagai kalangan trader.

Dan anda bisa membaca ulasan mengenai candlestick  dan penjelasannya ini.

Thanks.

Rani (02 Aug 2018 09:38)

Meluruskan, mungkin memang yang dimaksud adalah pola Chart atau pola candlestick. Bukan jenis harganya pak. Jadi mungkin gw tanya ulang aja ya.

1. Pola candlestick apa yang sering muncul pada chart?

2. Pola harga apa yang sering muncul dalam chart?

Admin (03 Aug 2018 09:43)

@Rani

1. Pola Candlestick yang sering muncul

Jika pertanyaannya mengenai pola candlestick yang paling sering muncul, jawabannya tergantung pada time frame berapa dulu. Misalkan nih perhatikan contoh di bawah ini:

Candlestick pattern pada tf Daily selama 2 bulan terakhir:

 

candlestick pattern

 

Berikut candlestick pattern yang terjadi di tf M15 selama 1 hari terakhir:

 

candlestick pattern 2

Pada TF daily kemunculan candlestick pattern memang sangat jarang, namun tingkat validitasnya sangat tinggi. Berbeda dengan M15, banyak candlestick pattern yang muncul namun tingkat validitasnya rendah sehingga kurang bisa diandalkan.

 

Kalau berbicara secara Overall, pola-pola 1 candle seperti Pin Bar, Doji, Marubozu yang sering muncul.

 

2. Pola harga yang sering muncul.

Mengenai pola harga sendiri juga sebenarnya sama dengan pola candle. Semakin kecil time framenya, maka akan semakin sering muncul, namun kurang bisa diandalkan. Semakin tinggi time frame-nya, maka semakin jarang muncul, namun bisa diandalkan. 

Mengenai pola yang sering muncul adalah pola-pola seperti Rectangle, Flag, Wedge, serta HnS/Inverse HnS.

Rani (04 Aug 2018 09:56)

Terima kasih pak atas infonya.

Bolehkah saya tau, bapak dapat indikator candle seperti itu darimana? Saya cari-cari digoogle tidak ketemu sampai sekarang pak. 

Admin (09 Aug 2018 09:58)

Untuk platform Metatrader 4 sendiri saya juga belum pernah menemukan bu indikator dengan keterangan pola candle seperti ini.

Untuk SS di atas, saya menggunakan platform Tradingview. Platform ini adalah semacam media sosial untuk trader yang ingin berbagi analisanya. Kumpulan indikator yang dimiliki pun sangat beragam. Anda tidak perlu mendownload dan install lagi seperti yang ada di MT4.

Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Investasi ETF Vs Reksadana, Mana Yang Terbaik?
Febrian Surya   22 Sep 2020   935  
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Pilihan Investasi Menguntungkan Saat New Normal
Febrian Surya   25 Aug 2020   1223  
Investasi SBN: Aksi Bangun Negara Pasca Pandemi Corona
Investasi SBN: Aksi Bangun Negara Pasca Pandemi Corona
Aditya Perdana   1 Jul 2020   466  
Pro Kontra Investasi Junk Bond
Pro Kontra Investasi Junk Bond
Aditya Perdana   22 Jun 2020   565  
Kenali 3 Risiko Investasi Di Sukuk Ritel SR012
Kenali 3 Risiko Investasi Di Sukuk Ritel SR012
Wahyudi   16 Jun 2020   580  
Apa Itu Junk Bond?
Apa Itu Junk Bond?
Aditya Perdana   9 Jun 2020   836  
Tips Efektif Investasi SBN Agar Untung
Tips Efektif Investasi SBN Agar Untung
Febrian Surya   27 May 2020   620