Cara Jitu Analisa Trend Dengan Pola Candlestick

SAM 2 Jun 2020 8241

Masih percaya dengan frasa "trend adalah sahabat terbaik Anda?" Jika benar, Anda sudah tahu bukan, bahwa kelangsungan suatu trend dipengaruhi oleh sentimen pasar? Tidak perlu repot cari referensi dari tumpukan sumber informasi, Anda bisa mengamati hal tersebut dengan pola candlestick.

analisa trend dengan pola candlestick

Berbekal pengetahuan ini, Anda bisa memanfaatkan analisa trend untuk mengembangkan trading setup, terutama strategi menentukan entry dan exit position. Caranya relatif sederhana, amati kemunculan pola-pola candlestick berikut dan tentukan SL (stop loss) dan TP (take profit) posisi Anda.

 

Pola Candlestick Tiga Bersaudara: Trend Bar, Doji, dan Marubozu

Oke, Anda perlu mengetahui kisah bagaimana si Tiga Bersaudara itu mampu menunjukkan ke mana dan berapa lama suatu trend akan berjalan berdasarkan sentimen pasar. Mari kita mulai dari Trend Bar.

a. Trend Bar (kekuatan trend)
Trend Bar adalah sebuah bar candlestick dengan panjang badan minimal 50 persen dari total jarak high (harga tinggi) dan low-nya (harga rendah).

trend Bar

Anda bisa mengetahui apakah trend bar tersebut bearish atau bullish, dengan memeriksa posisi harga opening dan closing candle. Trend bar dikatakan bullish jika ditutup (close) lebih tinggi dari harga open, dan bearish jika harga ditutup di bawah harga open.

Dua bar candlestick trend bar dengan arah sama mengindikasikan kekuatan dominan salah satu pihak (buyer atau seller) dalam pasar Forex. Misalnya, dua bar candlestick bullish menunjukkan bahwa para buyer sedang memimpin pasar. Begitu juga sebaliknya.

Namun jika dua trend bar tadi saling berlawanan arah, artinya sedang terjadi tarik menarik antara seller dan buyer. Bersiaplah untuk menanti siapa yang akan bertahan.


b. Marubozu dan Doji (sentimen pasar)

Dua bar candlestick ini mewakili sentimen pasar pada periode di mana pola candlestick tersebut telah terbentuk. Artinya, Anda bisa mengetahui seberapa intens sentimen pasar dari salah satu pihak saat terbentuk bar candlestick Marubozu atau Doji ini.

Pola Candlestick Marubozu menunjukkan sentimen pasar yang kuat pada salah satu pihak karena panjang badannya penuh menutupi seluruh harga high dan low-nya. Pola candlestick tersebut relatif jarang terbentuk pada time frame daily namun memiliki sinyal cukup akurat.

marubozu

Sedangkan pola candlestick Doji menunjukkan sentimen pasar lemah di mana buyer dan seller masih ragu dalam mengeluarkan kekuatan penuh mereka, terbukti dari harga closing nyaris tak bergerak dari harga opening. Di saat pola candlestick Doji ini terbentuk, beberapa kemungkinan yang akan terjadi bergantung pada kondisi trend saat itu.

doji

Jika dalam kondisi uptrend atau downtrend, pola candlestick Doji merepresentasikan tendensi kedua pihak untuk berkonsolidasi (wait and see) supaya mengetahui siapa yang lebih kuat. Akan ada kemungkinan trend kembali berlanjut di hari esoknya atau malah menjadi sideways. Namun jika pola candlestick Doji menyentuh batas resistence atau support, maka akan ada kemungkinan besar terjadi reversal.


Aplikasi Pola Candlestick Untuk Mengidentifikasi Kekuatan Trend

Butuh ketelitian dan kesabaran untuk menangkap sinyal berkualitas baik dari ketiga pola candlestick tersebut. Jika Anda masih baru belajar trading, gunakan timeframe daily (D1) untuk mengurangi resiko sinyal palsu.

Langkah pertama untuk mengetahui seberapa lama trend terkini akan berjalan adalah dengan cara mengindentifikasi kekuatan pembeli vs. penjual. Agar suatu trend terus berjalan, salah satu pihak harus mendominasi pihak lain, hal tersebut bisa kita ketahui dengan cara berikut:

1. Ketahui Kekuatan Buyer VS Seller dengan Trend Bar

Secara sederhana, Anda hanya perlu memperhatikan relasi antara satu pola candlestick trend bar dengan trend bar lain. Dua trend bar bullish (kotak kuning) pada gambar di bawah ini menunjukkan bahwa uptrend masih akan berlangsung kuat.

trend Bar uptrend

Gambar 1

Apabila trend bar bullish dah bearish silih berganti (kotak merah), berarti kondisi pasar sedang sideways. Perhatikan pula jika sebuah trend bar telah menyentuh batas resistence atau support (kotak hijau), karena kemungkinan reversal bisa terjadi.


2. Awasi Pola Candlestick Doji dan Marubozu

Pusatkan perhatian pola candlestik doji dan Marubozu setelah Anda mengetahui kekuatan trend terkini. Jika Anda memanfaatkan chart TradingView, pastikan bahwa chart Anda menggunakan chart New York Close (5 hari/minggu) supaya tidak ada pola-pola doji tak berguna di hari Sabtu dan Minggu.

Pola candlestick Doji #1 dan #2 pada gambar 1 menunjukkan keraguan (sentimen pasar lemah) seller dan buyer, namun pada hari berikutnya harga kembali bullish selama uptrend berjalan karena belum menyentuh batas resistence.

Pola Candlestick Doji #3 dan #4 terjadi semasa pasar dalam kondisi terkonsolidasi (sideways), maka dari itu doji hanya akan memberi sinyal bahwa pasar akan berlanjut dalam pergerakan harga ranging (high dan low stagnan, lambat).

Masih di gambar 1, dalam kondisi uptrend (kanal warna biru), Anda bisa membuka posisi dengan Pending Order beberapa pip di atas harga high-nya (garis merah putus-putus). Mengingat pada saat itu pasar belum mengetahui sejauh mana trending akan berlanjut, maka sebaiknya Anda memasang rasio risk/reward 1:2 sebagai manajemen resiko. Jadi semisal Anda hanya berani menanggung loss 10 pip, maka anda bisa meletakkan TP hingga 20 pip.

Lain cerita jika batas resistansi telah diketahui sebelumnya dan batang Doji menyentuh batas tersebut (prediksi harga akan mengalami reversal). Sebaiknya, entry order beberapa pip di bawah harga low-nya, SL di ujung harga High-nya dan Anda bisa menarik garis fibonacci dari swing high ke low lalu meletakkan TP di antara range 0.5.

Sedangkan pada Marubozu, pola candlestick ini jarang muncul dalam chart dan biasanya hanya terbentuk selama terjadi trend kuat berkepanjangan. Namun kualitas sinyalnya memiliki akurasi lebih baik daripada pola candlestick doji.

marubozu

Gambar 2

Jika Marubozu terbentuk pada saat kondisi pasar sedang sideways, kemungkinan besar akan terjadi breakout (menembus batas support atau resistance).

marubozu_sell

Gambar 3

Demikian cara jitu analisa trend dengan menggunakan tiga pola candlestick di atas. Perlu diingat bahwa pola-pola tersebut hanya sebagian kecil dari trading setup untuk entry dan exit posisi. Anda masih bisa mengembangkan sendiri strategi trading forex berdasarkan ketrampilan dasar dalam menganalisa chart dengan price action.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1

Martinus S 27 AUG 2019
bagaimana jika marubozu muncul saat trend bearish telah mencapai support? Apakah masih bisa dipercaya atau tidak?
reply
Admin 27 SEP 2019
Mohon maaf penulis di atas saat ini sudah tidak aktif, sehingga pertanyaan Anda tidak bisa kami sampaikan untuk di follow-up. Terima kasih
SHARE Analisa Teknikal. Indikator Apa Saja Yang Anda Gunakan?

Sore Admin SF dan Member yg lain. Ijinkan Newbie mengais info dmari. Saya mau tanya,  karena ada puluhan-ratusan indikator dalam analisa teknikal. 

1. Kalian pakai indikator apa saja dlm analisa 

2. Metode analisa teknikal sprt apa yg kalian 

3. Dalam membuat keputusan sblm place order Buy/Sell, urutan indikator apa saja yg kalian pakai utk ambil keputusan? Misal, cek MA dlu, lalu cek RSI, 

4. Adakah bacaan/sumber yg bisa saya baca yg menjelaskan langkah/urutan indikator yg dipakai dlm Analisa Teknikal? 

Dlm menjawab pertanyaan datas, kesampingkan dlu Analisa Fundamental (News).

Terimakasih sebelumnya. 

RenStev 23 Nov 2018

Reply:

M Singgih (28 Nov 2018 03:03)

@ RenStev:

- 1. Kalian pakai indikator apa saja dlm analisa

Untuk analisa teknikal, indikator yang digunakan ada 3 jenis. Sesuai dengan prioritasnya, urutannya adalah sbb:

1. Indikator yang menunjukkan arah trend. Yang sering digunakan adalah moving average, MACD, ADX, parabolic SAR.
2. Indikator yang menunjukkan momentum, yaitu RSI, stochastic, CCI.
3.Indikator yang menunjukkan volatilitas (sekaligus range), yaitu Bollinger Bands, ATR (Average True Range).

Perlu diketahui bahwa garis support dan resistance (termasuk trend line), dan juga Fibonacci serta pivot point bukan indikator, melainkan alat bantu (tools) dalam menentukan support dan resistance.

- 2. Metode analisa teknikal sprt apa yg kalian

Dalam analisa pergerakan harga, pertama kali harus mengetahui kondisi arah pergerakan, apakah trending atau sideways. Oleh karena itu prioritas pertama adalah mengetahui arah trend dengan mengamati indikator trend.

Setelah tahu arah trend, untuk entry tunggu saat atau momentum yang tepat, dengan mengamati indikator momentum.
Setelah tahu level entry yang tepat, Stop Loss (SL) dan Target Profit (TP) ditentukan berdasarkan volatilitas pergerakan harga saat itu, yang mengacu pada level-level support dan resistance. Jika volatilitas sedang tinggi, SL dan TP tentu akan lebih besar ketika volatilitas rendah.

- 3. Dalam membuat keputusan sblm place order Buy/Sell, urutan indikator apa saja yg kalian pakai utk ambil keputusan?

Urutan berdasarkan pengamatan trend, kemudian momentum, seperti pada jawaban point 1 dan 2.
Misal saat ini disimpulkan sedang uptrend, keputusan tentunya entry buy. Tetapi kapan entrynya, tunggu momentum yang tepat seperti yang ditunjukkan oleh indikator momentum.

- 4. Adakah bacaan/sumber yg bisa saya baca yg menjelaskan langkah/urutan indikator yg dipakai dlm Analisa Teknikal?

Silahkan baca di kumpulan artikel ini.

Sebenarnya urutan seperti yang Anda maksud bisa disimpulkan sendiri. Untuk entry Anda tentunya harus tahu arah trend dulu, baru cari momentum yang tepat.
Kalau ingin yang spesifik, sebelum melihat arah trend, tentukan dulu level-level support dan resistance, bisa dengan garis horisontal atau garis trend, atau Fibonacci retracement. Dengan mengetahui support dan resistance, Anda akan mudah menentukan SL dan TP pada saat entry.

Febrian Surya 555
Forex  
Febrian Surya 464
Forex