Muhammad Yusuf |   12 Nov 2017 |   4385

Cara Memahami Pola Reversal

Salam hormat para master master seputarforex.com, saat ini saya sedang mendalami price action. saya ingin bertanya apakah sebuah price pattern reversal atau continu dibentuk dari garis horizontal dan garis trend yang di break? lalu apakah hammer dan shoting star tergantung dari arah sumbunya menghadap keatas/kebawah atau warnanya (bearish atau bullish)? formasi pin bar apa yang paling profitable? trims master
  M Singgih   |   14 Nov 2017

@ Muhammad Yusuf:

- ….. apakah sebuah price pattern reversal atau continu dibentuk dari garis horizontal dan garis trend yang di break?

Jawaban:
Ya, salah satunya begitu, tetapi sebaiknya dikonfirmasikan dengan indikator. Kalau pattern yang Anda maksud adalah formasi price action seperti pin bar, maka kemungkinan terjadi reversal akan tinggi jika kepala pin bar (bukan ekor) ditembus, tetapi kalau ekornya yang ditembus pergerakan reversal tidak valid dan kemungkinannya akan terjadi penerusan trend (trend continuing).

Berikut contoh pada USD/JPY H1 kemarin (13 November 2017):



Dari indikator MACD dan RSI, pin bar A terkonfirmasi sedang pin bar B tidak terkonfirmasi. Juga bar setelah pin bar A menembus kurva resistance ema 34 dan kurva middle band indikator Bollinger Bands, sedang pin bar B tidak.
Dari chart H1 diatas tampak jelas peran indikator dalam mengkonfirmasi arah pergerakan harga disamping garis level resistance dan support.

- …. apakah hammer dan shoting star tergantung dari arah sumbunya menghadap keatas/kebawah atau warnanya (bearish atau bullish)?

Jawaban:

Hammer dan shooting star adalah 2 formasi candle yang berlawanan. Dalam bahasa price action keduanya termasuk pin bar. Arah sumbu hammer selalu dibawah sedangkan arah sumbu shooting star selalu diatas.
Formasi hammer mengisyaratkan kemungkinan pergerakan bullish sedang shooting star mengisyaratkan kemungkinan pergerakan bearish.

Warna candle tidak berpengaruh. Warna hanya menunjukkan harga pembukaan dan harga penutupan, yang penting diperhatikan adalah valid atau tidaknya formasi candle tersebut.

Berikut contoh formasi shooting star dan hammer yang terjadi paga GBP/USD H4 dan USD/JPY H1 kemarin, keduanya berwarna hitam tetapi sama-sama valid:



Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Formasi Candlestick Dalam Price Action

- formasi pin bar apa yang paling profitable?

Jawaban:

Semua formasi candle yang berbentuk pin bar kemungkinan untuk validnya tinggi asalkan terkonfirmasi, baik oleh candle yang terbentuk sesudahnya maupun oleh indikator teknikal. Formasi candle yang berbentuk pin bar misalnya doji, hammer, shooting star.

Untuk keterangan lebih lanjut silakan baca:
Mengupas Strategi Trading Dengan Pin Bar
3 Tips Trading Dengan Pin Bar

  Muhammad Yusuf   |   14 Nov 2017
Terimakasih banyak master, satu lagi yg saya bingung nih master2 kami, jika setelah pinbar bullish terjadi di bias bearish lalu setelah pinbar tsb terjadi inside bar apakah inside bar tersebut menunjukan continu pin bar(bullish) atau continu bias awalnya (bearish), lalu jika setelah fakey setup terbentuk ada inside bar(kasusnya sama seperti yg diatas) sinyal apa yg terbentuk? bullish/bearish? apakah nial fuller menggunakan 3 formasi inti ini saja master? karena saya ingin sekali mnjadi seperti beliau
  M Singgih   |   20 Nov 2017

@ Muhammad Yusuf:

Inside bar menunjukkan keadaan konsolidasi, tidak mengisyaratkan kemungkinan bullish atau bearish. Anda harus menunggu inside bar tersebut selesai terbentuk apapun bentuk mother bar-nya (bisa berbentuk pin bar, engulfing dsb).

Setelah tampak jelas mother bar dan inside bar, kemudian Anda tunggu bar setelah inside bar, bar tersebut menembus level tertinggi atau terendah dari mother bar. Kalau break level tertinggi maka bisa open buy dan sebaliknya kalau break level terendah bisa open sell.

Berikut contoh untuk yang break level tertinggi mother bar:



Selain itu sebaiknya dikonfirmasi juga dengan level-level resistance / support, dan juga indikator seperti moving avererage, RSI, parabolic SAR, MACD atau Bollinger Bands untuk memastikan validitas sinyalnya. Ini penting karena bisa terjadi sinyal palsu (fakey) setelah inside bar, yaitu seolah-olah break tetapi balik lagi.

Baca: Trading Dengan Sinyal Palsu Setelah Inside Bar

Mengenai Nial Fuller, untuk lebih jelasnya silahkan baca kumpulan artikelnya di sini.

Kategori Forum
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip