Cara Membaca Candlestick Layaknya Trader Profesional


SAM 1 Jun 2016 10079Dibaca Normal 4 Menit

Refleksi pergerakan harga (price action) pada candlestick cukup mendasar untuk dijadikan indikator dalam memprediksi perubahan harga.



Ada alasannya kenapa candlestick menjadi acuan paling populer bagi beberapa trader profesional. Refleksi pergerakan harga (price action) pada candlestick cukup mendasar untuk dijadikan indikator dalam memprediksi perubahan harga. Oleh karena itu, setiap trader sebaiknya tahu bagaimana cara membaca candlestick.

candlestick

Price action yang ditunjukkan candlestick begitu mendasar, hingga sah-sah saja bila ada trader profesional mempreteli seluruh indikator lainnya, menyisakan candlestick saja sebagai acuan.

Nah, jika Anda tertarik untuk belajar cara membaca candlestick dengan tampilan bersih dan sederhana, mulailah dari memahami dasar-dasarnya terlebih dahulu.


Candlestick Adalah Leading Indicator "Terbaik"

Silahkan bertanya pada sekian banyak trader profesional, dari pengalaman mereka ber-trading mulai dari 0 sampai sekarang, suatu saat mereka pasti dihadapkan dengan pertanyaan, "mana indikator terbaik? Apa metode terbaik?", dan lain sebagainya. Pada suatu titik mereka akan mulai jenuh berputar-putar dalam pencarian tadi dan justru mulai menghilangkan satu per satu variabel dan alat bantu yang menurut mereka sudah tak relevan lagi.

Setelah dilucuti satu per satu, hanya satu indikator bertahan, yap, grafik harga itu sendiri alias candlestick.

Membaca candlestick layaknya menggunakan swiss-knife serbaguna, mampu menunjukkan pergerakan harga berdasarkan dinamika kekuatan antara buyer dan seller, tunggu... bukan cuma itu saja, dalam segala situasi termasuk kondisi pasar sideways,trending, dan bahkan saat sedang diguncang oleh berita berdampak besar.

Bilah-bilah candlestick muncul sesuai interval time frame pilihan kita, misalnya kita pilih H4, maka tiap 4 jam akan muncul satu bilah candlestik baru. Nah, dari formasi bilah-bilah tersebut muncul pola-pola tertentu yang bisa kita gunakan untuk memprediksi arah pasar.


Dasar Cara Membaca Candlestick

Akan muncul pola-pola tertentu saat kita membaca candlestick (doji, marubozu, spinning tops, shooting star, dsb). Pola-pola candlestick tersebut sebenarnya terbentuk dari "pertempuran" antara buyer-seller, di mana harga close menunjukkan kondisi terakhir dibandingkan harga open, dari situlah terbentuk body (badan) dari candlestick.



Sedangkan harga tinggi dan rendah membentuk shadow pada candlestick. Disini, panjangnya shadow menentukan seberapa kuat salah satu pihak berusaha mendorong harga. Bila lower shadow panjang, artinya seller berusaha keras untuk menjatuhkan harga. Sebaliknya, jika upper shadow panjang berarti buyer sedang berupaya menaikkan harga.

Nah, dari panjangnya shadow tadi bisa kita bandingkan dengan body-nya untuk mengetahui seberapa kuat salah satu pihak melawan pihak lain. Misalnya pada setup pin bar, umumnya price action setup tersebut digunakan untuk menandakan kontinuitas atau reversal suatu trend.

pinbar

Pada pola di atas (pin bar) umumnya body memiliki shadow panjang bergerak menjauh dari harga open, sedangkan harga close-nya bergerak tidak jauh dari harga tersebut. Artinya, salah satu pihak (buyer atau seller) berusaha mendorong harga naik atau turun namun dalam perjalanannya "kehabisan tenaga" untuk meneruskan upaya karena tekanan dari pihak lawan, bisa terlihat dari harga close yang tak mampu bergerak jauh.

Contoh kasusnya pada saat terjadinya uptrend, bullish pinbar digunakan sebagai indikasi bahwa seller berada di bawah tekanan buyer, dengan kata lain harga akan naik.

bullpinbar

 

Berikutnya saat terjadi downtrend, bearish pinbar adalah penanda bahwa buyer berada di bawah tekanan seller, atau harga akan turun kembali. 

bearpinbar

 

Contoh-contoh tadi hanya dasar dari cara membaca candlestick menurut para trader profesional. Pada perkembangannya, terdapat juga pola-pola lain mulai dari single bar pattern (satu bilah) sampai multiple bars pattern (lebih dari satu bilah).


Perhatian! Attention! Achtung!

Jika Anda benar-benar serius untuk menggunakan candlestick sebagai andalan dalam memperoleh profit konsisten layaknya trader profesional, berikut adalah poin-poin penting yang wajib Anda perhatikan:

1. Trending atau Ranging?
Beberapa setup price action, pinbar misalnya, sangat bergantung pada kondisi market trending untuk menjadi patokan efektif. Jika kondisi market masih sideways atau ranging, sebaiknya Anda menggunakan indikator lain untuk menentukan posisi entry dan exit. Karena itu, terlebih dahulu perlu dipahami mengenai kondisi trend di pasar.

2. Di mana support dan resistance-nya?
Beberapa pola, misalnya inside bar, akan memberikan akurasi lebih tinggi apabila berada di dekat level support atau resistance.

insidebar

 

3. Pada Time Frame apa sinyal muncul?
Telah disebutkan di atas bahwa setiap bilah candlestick muncul berdasarkan time frame pilihan. Jadi, jika kita pilih timeframe m30, maka bilah candlestick akan muncul dengan interval setiap 30 menit sekali. Perhatikan bahwa time frame rendah (di bawah h4) memunculkan banyak sekali candlestick dalam waktu relatif singkat, artinya resiko fake signal atau noise akan lebih sering terjadi apabila Anda menggunakan time frame tersebut. Apabila Anda masih belajar cara membaca candlestick, lebih baik bila menggunakan timeframe H4 atau D1 (daily).

 

Selain mengetahui cara membaca candlestick yang tepat, trader profesional biasanya tidak sembarangan memilih broker. Ingin tahu broker seperti apa yang biasanya dipilih mereka? Simak di artikel ini.

Advertisement


Forum

Putra (25 Apr 2012)

mas mau nanya, bagaimana menentukan suatu pair, bahwa pair tersebut sudah dalam kondisi jenuh beli atau jenuh jual. trims....

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Morning Star
Morning Star
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama merupakan candlestick bearish panjang, diikuti oleh candlestick kedua yang membentuk gap turun dan ber-body kecil (harga pembukaan dan penutupan nyaris sejajar). Candlestick ketiga merupakan konfirmator karena bersifat bullish. Semakin besar body candle ketiga, semakin tinggi akurasi sinyal bullish reversal Morning Star.
Advertisement

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 3    

Anonymous
10 JUN 2019

oh gitu

Ariyus
26 AUG 2019

Saya sudah melakukan semua jejak yang ada dalam materi ini namun selalu loss. Salahnya apa ya?

Admin
30 AUG 2019

Mohon maaf, penulis di atas saat ini sudah tidak aktif lagi. Jadi pertanyaan Anda tidak bisa kami sampaikan pada yang bersangkutan untuk di-follow up.

4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader
4 Pola Candlestick Yang Jarang Diketahui Trader
InvestBro   13 Jul 2021   234  
3 Cara Trading Inside Bar Ini Wajib Dihindari
3 Cara Trading Inside Bar Ini Wajib Dihindari
Nandini   25 Jun 2021   169  
Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline
Teknik Trading Candlestick Dengan Trendline
Novita   23 Jun 2021   314  
Pola Candle Abandoned Baby Dan Cara Tradingnya
Pola Candle Abandoned Baby Dan Cara Tradingnya
Nandini   19 Jun 2021   172  
Cara Membaca Candlestick Piercing Line Dan Kiat Tradingnya
Cara Membaca Candlestick Piercing Line Dan Kiat Tradingnya
Tomy Zulfikar   24 Feb 2021   835  
Cara Menggunakan Pola Candlestick Marubozu
Cara Menggunakan Pola Candlestick Marubozu
SAM   2 Jun 2020   20916  
Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal
Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal
SAM   1 Jun 2020   25409