Cara Membaca Candlestick Smash Bar

Nandini 24 Nov 2020 509

Pernahkah Anda mendengar pola candle Smash Bar? Pola ini disinyalir mirip dengan Pin Bar yang cocok digunakan untuk pasar sideways. Bagaimana cara menggunakannya dalam trading?

Dalam dunia trading, kita pasti akan menjumpai istilah candlestick, salah satu jenisnya adalah Smash Bar. Lantas, apa itu candlestick Smash Bar? Dan, bagaimana cara untuk membacanya? Mari kita simak penjelasannya berikut ini.

 

Berkenalan Dengan Candlestick

Secara umum, pengertian candlestick adalah jenis grafik harga (chart) yang digunakan untuk menampilkan, memetakan, dan membaca pergerakan harga pasar finansial dalam suatu periode tertentu. Bagi Anda yang berkecimpung di dunia trading, pastinya tidak asing lagi dengan pola candlestick, bukan?

Mengenal Candlestick(Baca Juga: Cara Membaca Candlestick Layaknya Trader Profesional)

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1955 silam, candlestick dianggap menjadi favorit atau primadona di kalangan trader. Hal ini dikarenakan pola candlestick mudah dipahami serta informasi harga pasar yang disajikan cukup lengkap. Candlestick sendiri ditemukan oleh seorang trader Jepang bernama Munehisa Homma. Ide cemerlang Homma ini nyatanya sangat berguna untuk memprediksi pergerakan harga pasar.

Ada banyak sekali pola candle yang dapat ditemukan dalam chart. Namun secara umum, pola-pola tersebut dikelompokkan menjadi tiga, di antaranya:

  1. Pola candlestick single (terdiri dari satu batang), yang termasuk di dalamnya adalah Spinning Top, Marubozu, Doji, Pin Bar, Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer, dan Shooting Star.
  2. Pola candlestick double (terdiri dari dua batang), yang termasuk dalam kelompok ini di antaranya Bullish Engulfing, Bearish Engulfing, Tweezer Bottoms dan Tweezer Tops, dan Harami.
  3. Pola candlestick triple (menghadirkan tiga candlestick dengan karakter yang berbeda dari kedua pola sebelumnya), yang termasuk di dalamnya antara lain Evening Star dan Morning Star, Three White Soldier dan Three Black Crows, dan Three Inside Up dan Three Inside Down.

Selain jenis-jenis di atas, candlestick juga memiliki pola-pola baru yang beragam sehingga membutuhkan hafalan untuk menandainya. Kendati demikian, para trader masih menggunakan grafik satu ini untuk melakukan analisa. Lantas, pernahkah Anda mendengar pola Smash Bar dalam chart? Pola baru ini disinyalir mirip dengan Pin Bar. Lalu, apakah perbedaan dari pola baru ini dengan pola Pin Bar?

 

Mengenal Pola Smash Bar

Mengutip dari LazyTrader, pola baru candlestick yang mirip dengan Pin Bar disebut dengan pola candle Smash Bar. Pola ini biasa digunakan saat market dalam kondisi ranging atau sideways. Pola Smash Bar ini dianggap sebagai pola yang memberikan sinyal reversal dengan akurasi yang tinggi.

Cara kerja pola Smash Bar yang sekaligus menjadi perbedaannya dengan Pin Bar adalah pola ini membutuhkan body candleuntuk tepat menyentuh level-level penting, seperti level Support dan Resistance atau Supply dan Demand saat harga sedang datar atau sideways. Biasanya, pola-pola yang terbentuk pada level-level tersebut mengindikasikan sinyal reversal berakurasi tinggi. Contoh dari pola Smash Bar dalam sideways bisa dilihat pada gambar di bawah ini:

Pola Candle Smash Bar

Pada chart AUD/USD di atas, pola candle Smash Bar sekilas mirip dengan Pin Bar; sama-sama memiliki body dan sumbu yang panjang. Namun dari segi penamaannya, justru pola Smash Bar dan pola Pin Bar ini terbalik; Bullish Pin Bar berarti Bearish Smash Bar, sementara Bearish Pin Bar berarti Bullish Smash Bar.

 

Cara Membaca Candlestick Smash Bar

Pada dasarnya, pola Smash Bar dan Pin Bar memang dinilai sama, tetapi ada satu alasan kenapa pola ini disebut Smash Bar. Sesuai dengan namanya, istilah "smash" berasal dari bagian body candle yang terkena smash oleh level penting dalam grafik pergerakan harga.

Perlu diingat bahwa Anda perlu jeli memperhatikan pola titiknya. Kuncinya ada dua:

Pola Pin Bar(Baca Juga: Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar)

Pola Smash Bar -atau disebut juga Smash Day- pertama kali diperkenalkan oleh Larry Williams dalam bukunya yang berjudul "Long Term Secrets to Short-Term Profits". Jika Anda bertanya-tanya apa itu Smash Day, Larry menjelaskannya sebagai berikut:

  1. Close hari terakhir harus di bawah Close hari sebelumnya.
  2. Posisikan order Buy Stop di atas harga tertinggi hari terakhir.
  3. Jika tidak ada trigger di keesokan harinya, batalkan order tersebut.

Di lain sisi, John Scott menginterpretasikan Smash Day dari Larry dengan metode yang berbeda. Jika Larry Williams memiliki preferensi Smash Day dengan bar chart (chart batang), John sendiri lebih condong ke candlestick. Menurutnya Smash Day adalah sebagai berikut:

  1. Close bar terakhir harus memiliki Close yang lebih rendah daripada saat posisi Open.
  2. Posisikan Buy Stop di bar terbaru.
  3. Jika tidak ada trigger dalam satu bar, batalkan order.

Di sini, John lebih menekankan bahwa sebenarnya setup-nya hanya menempatkan Buy Stop beberapa poin di atas satu bar merah. Sementara Larry Williams lebih menekankan pada Close harian di bawah Close hari sebelumnya.

John juga menambahkan jika menurut pengalamannya, Smash Bar sendiri bekerja paling baik jika digunakan:

 

Trading dengan Pola Smash Bar

Sudah pasti dalam bertrading Anda menginginkan profit. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa cara berikut ini bila ingin trading menggunakan pola Smash Bar:

 

1. Tentukan Kondisi Sideways Yang Bisa Ditradingkan

Anda bisa bertrading dalam kondisi sideways jika harga dibatasi dalam range yang jelas. Kondisi yang stabil biasanya ditandai dengan pergerakan harga di antara level Support dan Resistance secara beraturan. Sebelum melakukan trading, penting bagi Anda untuk mengubah chart ke time frame lebih tinggi agar pergerakan harga bisa terbaca lebih jelas, sehingga Anda tidak terjebak di dalam kondisi market sideways yang tidak bisa ditradingkan.

Trading di Pasar Sideways

Memangnya seperti apa contoh sideways yang tidak bisa ditradingkan?

Kondisi sideways yang tidak bisa ditradingkan biasanya bergerak choppy atau alias tidak beraturan. Penyebab dari choppy adalah konsolidasi pasar di mana para pelaku saling menunggu. Praktis hal ini menyebabkan candlestick bergerak tidak menentu, sehingga sulit untuk menetapkan Risk/Reward Ratio yang memadai.

 

2. Identifikasi Pola Smash Bar

Setelah Anda menentukan kondisi sideways yang bisa ditradingkan, langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah mengidentifikasi pola candlestick yang terbentuk di chart pergerakan harga. Anda harus bisa memastikan bahwa Smash Bar yang berhasil ditemukan itu memiliki dua komponen utama, yaitu posisi body candle tepat berada di level-level terpenting dan sumbu dari candle-nya panjang.

 

3. Lakukan Entry Setelah Terbentuk Konfirmasi

Cara termudah untuk melakukan konfirmasi dalam Price Action adalah menunggu candle berikutnya ditutup. Misalnya saja Anda sudah mendapatkan sinyal sell dari Bearish Smash Bar, maka untuk melakukan konfirmasi entry tunggulah sampai candle setelah Smash Bar ditutup di level yang lebih rendah.

Trading dengan Metode Price Action(Baca Juga: Trading Dengan Metode Price Action)

Memang cara trading dengan candlestick termasuk dalam strategi Price Action, tetapi tidak ada salahnya untuk menambahkan sedikit tool tambahan sebagai konfirmatornya. Gunakan saja indikator Oscillator seperti RSI atau Stochastics. Kedua indikator itu biasanya digunakan dalam kondisi market sedang sideways karena bisa memberikan sinyal jenuh jual (oversold) dan jenuh beli (overbought).

 

4. Tentukan Level Stop Loss Dan Take Profit

Kiat tambahan untuk trading dalam keadaan market sideways adalah strategi exit. Karena pergerakan sideways ditentukan dalam batas Support dan Resistance, level Stop Loss dan Take Profit juga bisa ditetapkan berdasarkan dua level penting itu. Akan tetapi, ada cara lain untuk menentukan level Stop Loss dan Take Profit, yaitu dengan mengacu pada Risk Reward Ratio yang sudah ditetapkan.

Gambar berikut ini adalah tampilan chart apabila Anda sudah melakukan keempat aturan trading dengan Smash Bar di atas (langkah 1-4).

Cara Trading Smash Bar

 

5. Selalu Kontrol Emosi Anda

Lagi-lagi dalam bertrading, Anda harus bisa mengontrol emosi. Ini juga menjadi poin penting yang harus diperhatikan ketika trading di market sideways. Para trader pastinya sudah memahami kondisi pasar sideways dengan segala aksi tarik-menarik antara seller vs. buyer. Jika emosi tak bisa stabil, Anda bisa terpengaruh bahkan mencaci maki chart harga yang tiba-tiba berbalik arah melawan posisi entry.

Untuk mensiasatinya, Anda sebaiknya memiliki Sistem Manajemen Emosi (SME) agar emosi destruktif (emosi yang merugikan) bisa teredam, sementara emosi yang menguntungkan (beneficial emotions) bisa diperkuat. Untuk mencapai tujuan ini, hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah membuat sistem trading. Selanjutnya, pastikan Anda benar-benar berpegang teguh pada sistem trading tersebut.

Cara Mengatur Emosi

Jangan terpengaruh dan bereaksi pada harga-harga yang tampak menggiurkan di chart jika sistem trading tidak menunjukkan sinyal entry. Anda harus menanamkan bahwa sistem trading dan Money Management yang Anda gunakan ini akan tampak hasilnya dalam jangka panjang.

 

Penutup dan Sekilas tentang Pola Smash Bar Reversal

Selain pola Smash Bar di atas, ada pola candlestick lain yang merupakan pengembangan pola Smash Bar, yaitu pola Ultimate Smash Bar (USB). Pola ini juga dinilai ampuh dan memiliki karakteristik yang sama dengan pola Smash Bar klasik. Pola USB ini biasanya memiliki body candle berwarna merah, sumbunya panjang, body-nya pendek, serta posisi Close mendekati bar terendah. Banyak yang menyebut pola USB ini seperti palu terbalik.

Pola Ultimate Smash Bar

Untuk menerapkan pola ini, ada beberapa aturan setupnya, antara lain:

Pola Ultimate Smash Bar ini bekerja paling baik di chart harian. Jika Anda ingin melakukan Swing Trade jangka pendek, pola USB ini bisa menjadi tambahan senjata Anda dalam bertrading.

Kirim Komentar/Reply Baru


Jual Obat Pelancar Haid Di Wilayah Jakarta W@ : 081229199908

www.kesehatanjamansekarang.com

Fahmirieta 11 Jan 2021

Reply:
Menuju Support 1, CAD/JPY Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan 56
Forex  
AUD/USD Sinyalkan Sell Menuju R1
Jujun Kurniawan 89
Sempat Terkoreksi, EUR/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan 95
Forex  
Berusaha Menguat, Dolar AS Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan 87
Menguat Menuju R1, GBP/JPY Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan 86