Menurut analis ING, EUR/USD tampaknya akan uji level 1.0800 dalam beberapa hari mendatang, 18 menit lalu, #Forex Teknikal   |   Indeks dolar AS bertahan positif di sekitar level 104.00, menanti data PDB AS, 20 menit lalu, #Forex Teknikal   |   USD/CHF beralih pulih menjelang ekspektasi survei ZEW Swiss, diperdagangkan di dekat level 0.8800, 1 jam lalu, #Forex Teknikal   |   USD/CAD naik dekati level tertinggi dua pekan, harga minyak bullish akan membatasi kenaikan menjelang data AS, 1 jam lalu, #Forex Teknikal   |   NZD/USD mencoba menguji level psikologis 0.6100 setelah level tertinggi Februari, 1 jam lalu, #Forex Teknikal   |   PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menambah modal ke salah satu anak usahanya, PT AKR Sea Transport (AST) sejumlah Rp 200 miliar, 5 jam lalu, #Saham Indonesia   |   BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham dan waran seri I PT Mitra Pedagang Indonesia Tbk (MPIX & MPIX-W) pada hari ini karena terjadi penurunan harga kumulatif yang signifikan, 5 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Top gainers LQ45 pagi ini adalah: PT Astra International Tbk (ASII) +3.38%, PT United Tractors Tbk (UNTR) +1.26%, PT Harum Energy Tbk (HRUM) +1.25%, 5 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan hari ini, naik 0.12% ke 7,294, 5 jam lalu, #Saham Indonesia
Selengkapnya
Forum  > Investasi

Cara Meminimalisir Risiko Investasi

  Joko Winarno |   17 Mar 2021 |   269

Bagaimana cara meminimalisir risiko investasi ya min, mengingat saat ini sedang marak berita investasi bodong?

  Aisha   |   19 Mar 2021

Ada banyak cara meminimalisir risiko investasi terkait investasi bodong. Berikut ini tiga diantaranya yang paling penting:

  • Hanya berinvestasi pada hal yang kamu pahami. Jika kamu ingin sekali berinvestasi pada sesuatu, maka pelajarilah dulu hingga kamu benar-benar paham. Jika kamu tidak paham dan tidak mau belajar, ya janganlah berinvestasi di situ.
  • Hanya berinvestasi dengan menggunakan uang dingin. Uang dingin adalah dana sisa yang tidak akan dipergunakan untuk kebutuhan dalam waktu dekat, bukan dana pinjaman, dan bukan dana cadangan darurat.
  • Memahami bahwa semua investasi dan bisnis itu pasti mengandung potensi untung dan risiko kerugian. Jangan percaya pada orang yang mengklaim bisa menghasilkan "investasi pasti untung" atau "investasi anti rugi" hanya dengan setor uang saja. Tidak ada yang seenak itu. Para investor sukses saat ini, semuanya pernah mengalami masa-masa susah payah belajar dan sewaktu-waktu tetap bisa mengalami rugi.
  Nur Halimah   |   8 Mar 2022

mohon infonya min, investasi apa yang bagus dan risiko rendah untuk pemula, mengingat saat ini banyak sekali produk investasi? Trims

  Aisha   |   10 Mar 2022

Reksa dana adalah investasi yang bagus dan berisiko rendah untuk pemula. Beberapa keunggulannya:

  • Siapa saja bisa mulai berinvestasi reksa dana, hanya dengan mengunduh aplikasi investasi reksa dana seperti Tanamduit, Bibit, Bareksa, Ajaib, dll. Pendaftaran dan setor-tarik dana sudah online sepenuhnya.
  • Kita tidak perlu repot menganalisis sendiri, karena dana akan dikelola oleh Manajer Investasi yang sudah punya ijin OJK.
  • Kita bisa memantau portofolio Manajer Investasi sebagai bahan belajar, khususnya jika kelak ingin investasi saham sendiri.
  • Kita bisa mulai investasi reksa dana dengan modal mulai dari Rp10 ribu saja, sehingga sangat terjangkau.
  • Setor dan tarik dana bebas biaya.
  • Setor dan tarik dana hanya butuh waktu singkat. Setoran biasanya masuk dalam satu hari, sedangkan pencairan dana antara 2-12 hari.
  Hasna Afiyah   |   6 Jun 2023

Aisha: saya mau tanya soal poin terakhir kak. Kenapa ya koq bisa pencairannya lama sekali sampai 12 hari, memang apa saja yang bisa menghambat pencairan tersebut? Adakah tips biar WD reksadana kita nggak molor2 amat? trimz.

  Aisha   |   15 Jun 2023

Hasna Afiyah:

Proses pencairan reksa dana itu dipengaruhi oleh tiga faktor: mekanisme pasar, prosedur transfer antarbank, dan aturan platform.

Proses pencairan paling cepat untuk reksa dana pasar uang, yaitu bisa secepat 2 hari kerja saja, atau maksimal 4 hari kerja. Sedangkan proses pencairan paling lama adalah reksa dana campuran dan reksa dana saham, yaitu bisa sampai 12 hari kerja.

Perhatikan: hari kerja ya, bukan berdasarkan tanggal kalender.

Di belakang layar, kurun waktu masa pencairan itu terbagi menjadi lima:

  • Instruksi pencairan reksa dana dikirim dari platform investasi kamu ke Manajer Investasi.
  • Manajer Investasi memproses penjualan unit reksa dana sesuai mekanisme pasar yang berlaku. Dalam tahap ini, pencairan reksa dana campuran dan saham paling rumit, sehingga butuh waktu paling lama.
  • Manajer Investasi mengirim instruksi pembayaran hasil penjualan unit reksa dana ke bank kustodian.
  • Bank kustodian mentransfer hasil penjualan unit reksa dana ke bank yang ditunjuk untuk pencairan dana.
  • Bank yang ditunjuk untuk pencairan dana akan mentransfer dana ke bank kamu.

Langkah kedua sampai ketiga itu tidak bisa dipercepat sama sekali. Karena hubungannya dengan mekanisme pasar dan prosedur perbankan.

Yang bisa dipercepat hanyalah untuk tahap pertama dan terakhir. Bagaimana caranya?

Untuk mempercepat tahap pertama, pilihlah platform investasi yang proses pencairannya relatif lebih cepat daripada yang lain. Contohnya, berdasar pengalaman, pencairan reksa dana ke bank yang sama di platform Tan***** bisa 2 hari saja, sedangkan pencairan di platform lain sampai 4 hari. Maka kalau ingin cair lebih cepat, berinvestasilah di platform Tan***** saja.

Untuk mempercepat tahap terakhir, pilihlah bank yang sama dengan bank pemroses dana yang ditentukan oleh Manajer Investasi atau platform investasi kamu. Ini setidaknya bisa mempercepat satu hari.

Jadi, adakah tips agar WD reksa dana tidak terlalu lama? Simpulannya ada tiga:

  • Pilih jenis reksa dana pasar uang.
  • Pilih reksa dana yang punya bank yang sama dengan bank kamu.
  • Pilih platform investasi yang pemrosesannya cepat.
  Ananta   |   24 Jun 2023

Nur Halimah:

Selain reksadana, ada beberapa investasi risiko rendah untuk pemula. Antara lain:

Deposito: Cara kerjanya Anda menempatkan sejumlah dana pada bank untuk jangka waktu tertentu dengan suku bunga tetap. Risiko dalam deposito umumnya rendah karena dana Anda diasuransikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga batas tertentu.

Obligasi Pemerintah: Investasi ini berbentuk surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah. Anda dapat membeli obligasi pemerintah melalui penawaran umum atau lewat perantara seperti bank atau sekuritas.

Deposito Berjangka Syariah: Karena prinsip-prinsip syariah melarang riba (bunga), maka deposito berjangka syariah didasarkan pada prinsip bagi hasil yang adil.

Jika ingin tahu lebih banyak soal syariah vs konvensional, bisa baca artikel berikut:

  Hamka Yahya   |   18 Mar 2022

Jenis investasi apa yang bagus untuk karyawan?

  Aisha   |   20 Mar 2022

Semua jenis investasi bisa jadi bagus untuk karyawan. Yang perlu kamu perhatikan saat akan memilih investasi itu bukan profesi kamu, melainkan bagaimana toleransi risiko dan apa target investasi kamu.

Toleransi risiko itu berkaitan dengan pertanyaan: Apakah kamu siap menanggung kerugian atas seluruh dana investasi kamu?

  • Jika kamu siap menanggung rugi total, berarti kamu tergolong "risk-taker". Kamu bisa coba investasi saham atau bahkan forex dan kripto. Strategi trading/investasi dapat dirancang dengan target investasi jangka pendek maupun panjang.
  • Jika kamu merasa tidak siap menanggung kerugian dalam jumlah banyak, berarti kamu tergolong "safe-seeker". Kamu lebih cocok dengan investasi riil seperti properti dan emas, atau investasi keuangan berisiko rendah seperti Surat Berharga Negara dan reksa dana. Produk reksa dana pasar uang cocok untuk jangka pendek; Surat Berharga Negara cocok untuk untuk jangka menengah; sedangkan properti dan emas cocok untuk jangka panjang.

Investasi mana pun yang kelak jadi pilihanmu, kamu harus paham bahwa tidak ada kesuksesan instan. Butuh proses pembelajaran agar kamu benar-benar memahami pilihan investasimu, baru kemudian kamu bisa mulai menyetorkan modal untuk investasi. Sisihkan waktu di luar jam kerja karyawan biasa untuk belajar dan berlatih hingga mahir, serta jangan ragu untuk bertanya pada ahlinya jika ada yang tidak dipahami.

  Ananta   |   11 Jun 2023

Hamka Yahya: kalau karyawan berarti ekspektasi ada penghasilan rutin setiap bulan ya. Jika mau ambil investasi high risk mungkin bisa, tapi untuk pemula sebaiknya pilih yang low risk, contohnya:

Reksa Dana: fleksibel dan dapat diakses dengan modal yang relatif kecil.

Saham: memiliki potensi keuntungan yang tinggi dalam jangka panjang

Deposito: Meskipun keuntungan deposito cenderung lebih rendah, tapi risikonya rendah

Obligasi: Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Investasi obligasi dapat memberikan pendapatan tetap dalam bentuk bunga secara berkala.

Ada juga investasi-investasi yang syariah. Bisa dibaca di sini:

  Almaluna   |   28 Mar 2022

Baiknya berapa persen dari penghasilan kita yang perlu kita sisihkan untuk investasi?

  Aisha   |   29 Mar 2022

Setiap penasihat keuangan mungkin memiliki pendapat berbeda tentang berapa persen penghasilan yang perlu disisihkan untuk investasi. Bisa jadi 10%, 20%, 30%, dan seterusnya. Namun, pada dasarnya semua itu tergantung juga pada berapa besar pendapatan dan pengeluaran kamu.

Umpama kamu punya pemasukan Rp10 juta per bulan dan pengeluaran Rp8 juta per bulan, maka cukup masuk akal untuk menyisihkan Rp2 juta untuk berinvestasi (20%).

Tapi seandainya kamu punya pemasukan Rp100 juta per bulan dan pengeluaran Rp8 juta per bulan, maka menyisihkan 20% saja (Rp20 juta) menjadi kurang masuk akal, karena akan ada dana puluhan juta yang menganggur dan tentunya tidak baik jika dipakai untuk foya-foya saja.

Jadi, sebenarnya tidak penting berapa persen penghasilan yang digunakan untuk investasi. Teknis menyisihkan dana untuk berinvestasi yang tepat adalah:

  • Pertama, kamu sudah mampu memenuhi kebutuhan pokok dan melunasi pinjaman dengan penghasilan kamu.
  • Kedua, kamu sudah punya persediaan dana cadangan yang memadai untuk persiapan situasi darurat (sebesar minimal 3x pengeluaran bulanan).
  • Ketiga, jika ada sisa dari poin pertama dan kedua tadi, maka kamu bebas menggunakannya untuk investasi.

Lalu, bagaimana jika kita ingin segera mulai berinvestasi padahal masih belum mampu memenuhi kebutuhan pokok dan belum punya dana darurat? Ya, dalam situasi ini, tentu tidak masuk akal pula jika kamu mengalokasikan sekian persen penghasilan untuk berinvestasi. Sebaiknya coba menabung atau berinvestasi receh yang tidak akan membebani kantong kamu, misalnya mulai dari Rp10 ribu per minggu pada reksa dana.

  Almaluna   |   30 Mar 2022

selain reksa dana, investasi apa saja ya kak yang bisa mulai dari nominal kecil, dibawah 100ribu?
Terima kasih

  Aisha   |   30 Mar 2022

Berikut ini beberapa investasi yang bisa dimulai dengan nominal kecil, selain reksa dana:

  • Saham: Sekuritas yang merakyat seperti IPOT dan Ajaib memperbolehkan investor untuk mendaftar tanpa syarat setoran minimal. Jadi, kita bisa menyetor setara nilai satu lot saham yang ingin dibeli saja. Sedangkan ada banyak sekali saham yang nilai 1 lot-nya kurang dari Rp100 ribu, seperti saham BJTM, PWON, ELSA, dan lain-lain.
  • Emas: Nabung emas di Pegadaian atau aplikasi digital lain dapat dimulai dari 0,01 gram atau Rp10 ribu.

Selain saham dan emas, trading forex juga bisa dimulai dengan investasi di bawah 100 ribu. Tapi trading forex membutuhkan ilmu tingkat lanjutan, sehingga sebaiknya hanya dipilih jika sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan di dunia keuangan.

  Aisha   |   30 Mar 2022

Berikut ini beberapa investasi yang bisa dimulai dengan nominal kecil, selain reksa dana:

  • Saham: Sekuritas yang merakyat seperti IPOT dan Ajaib memperbolehkan investor untuk mendaftar tanpa syarat setoran minimal. Jadi, kita bisa menyetor setara nilai satu lot saham yang ingin dibeli saja. Sedangkan ada banyak sekali saham yang nilai 1 lot-nya kurang dari Rp100 ribu, seperti saham BJTM, PWON, ELSA, dan lain-lain.
  • Emas: Nabung emas di Pegadaian atau aplikasi digital lain dapat dimulai dari 0,01 gram atau Rp10 ribu.

Selain saham dan emas, trading forex juga bisa dimulai dengan investasi di bawah 100 ribu. Tapi trading forex membutuhkan ilmu tingkat lanjutan, sehingga sebaiknya hanya dipilih jika sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan di dunia keuangan.

  Keanu Tiger   |   1 Apr 2022

Apa saja jenis investasi jangka panjang?

  Aisha   |   5 Apr 2022

Semua jenis investasi dapat ditujukan untuk jangka panjang. Bahkan, "investasi" itu sendiri sejatinya merupakan aktivitas menanamkan modal dengan harapan untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang. Jika hanya menginginkan untung jangka pendek, itu bukanlah "investasi" melainkan "trading".

Istilah "jangka panjang" dan "jangka pendek" itu sendiri bersifat relatif. Apa yang "panjang" bagi sebagian orang, bisa jadi "pendek" bagi yang lain. Karenanya, kita semestinya mengukur jangka waktu investasi bukan berdasarkan standar waktu yang abstrak seperti itu, melainkan berdasarkan pada berapa lama persisnya kita ingin mempertahankan suatu aset investasi.

Berikut ini prakiraan rentang waktu investasi bagi beberapa jenis investasi hingga menghasilkan profit:

  • Reksa dana pasar uang: sekitar 1 tahun
  • Deposito, valas, kripto: sekitar 1 tahun
  • Reksa dana pendapatan tetap: antara 1-5 tahun
  • Reksa dana saham: di atas 5 tahun
  • Saham: di atas 5 tahun
  • Emas: di atas 5 tahun
  • Properti: di atas 10 tahun
  • Obligasi: tergantung jangka waktu hingga maturitas, terdapat obligasi 1 tahun, 3 tahun, 25 tahun, dan masih banyak lagi.
  Lala   |   30 Dec 2022

Dari pemaparan kakak diatas berarti untuk Forex sendiri bukan termasuk kategori investasi ya kak? Atau sebenarnya masuk? Berarti beda dong ya antara trading dengan investasi, dan yang lebih beresiko antara investasi dan Forex itu sendiri lebih risky mana kak? Sedangkan banyak juga yang bilang saham beresiko juga.

  Aisha   |   1 Jan 2023

@Lala:

Lho, kata siapa forex tidak termasuk investasi?

Trading pada forex, kripto, saham, dll itu juga termasuk suatu bentuk investasi. Namanya, "investasi jangka pendek".

Semua investasi (termasuk trading) punya risiko masing-masing. Hanya saja, tingkat risikonya berbeda-beda.

Deposito itu merupakan investasi berisiko sangat rendah. Kenapa dibilang sangat rendah? Karena deposito terjamin oleh perbankan dan LPS. Uang kita dalam deposito hampir tidak mungkin hilang, melainkan akan terus berbunga. Seandainya bank kolaps sekalipun, uang kita akan diganti oleh LPS.

Bagaimana dengan saham? Saham termasuk investasi berisiko tinggi, tetapi ada aset yang mendasarinya.

Aset apa yang mendasari saham? Ya, aset milik perusahaan emitennya. Seandainya perusahaan bangkrut sekalipun, investor saham mungkin bisa memperoleh lagi sejumlah kecil dananya dari sisa penjualan aset perusahaan (apabila ada sisa).

Bagaimana dengan forex? Risiko forex itu lebih besar daripada saham, karena trading forex biasanya menggunakan leverage.

Ketika kamu trading forex dengan leverage, kamu menggunakan dana lebih besar daripada uang yang sebenarnya kamu punya. Jadi, ketika kamu loss dalam forex, semua uangmu bakal ludes. Tidak ada kemungkinan uang kembali sepeserpun.

  Sonny   |   1 Jun 2023

Lala: Klu menurut saya sndiri, Forex itu lebih ke trading daripada investasi. Jadi, lu ngambil untung dari pergerakan harga mata uang dalam waktu singkat. Beda banget sama investasi yang fokusnya jangka panjang buat pertumbuhan modal.

Forex trading itu seringkali dianggap lebih berisiko. Pasar forex sering kali volatile dan harga bisa berubah cepat. Plus, ada leverage yang bisa bikin keuntungan gede, tapi juga risiko rugi lebih besar.

Tapi, di sisi lain, bila menaganggap Forex sbagai investasi juga ga salah karena trading Forex bsa dengan cara jangka panjang jga, maka bisa disebut sebagai investasi daripada Trading.

  Ardianto   |   12 Jun 2023

Mau tanya. Sbagai seorang penghasilan pas2an seperti saya. APakah investasi itu penting? Dlm arti gini, sy sndiri penghasilan pas2an utk kebuthan sehari2 dan klu ada uang lebih pun kyknya ga seberapa. Mengingat dalam investasi itu ternyata juga ada resiko yg mengintai dan resikonya pun kehilangan uang gitu.

Nah, utk suhu2 disini, kira2 apakah dengan kondisi sy saat ini (msh single + pas2an) bsa melkukan investasi? dan klu bsa, kira2 apa investasi yg mngkn sesuai dngn keadaan saya? Kmudian apabila ga perlu mealkukan investasi, kira2 berapa target keuangan yg dbutuhkan agar bsa memulai suatu investasi?

Mohon bantuannya ya, para suhu2 di Inbizia.... makasih bnyk sblmnya

  Aisha   |   13 Jun 2023

Ardianto:

Kalau penghasilan pas-pasan, maka investasi itu belum perlu dilakukan.

Hanya saja, tetap perlu menyisihkan pendapatan untuk tiga tujuan:

  • Dana Darurat
  • Asuransi Kesehatan (sesuai keyakinan saja, dan seandainya tidak menyukai asuransi pun tidak perlu dilakukan)
  • Dana Pensiun (apabila berstatus PNS/polisi/tentara maka dapat diabaikan)

Dana Darurat itu sangat penting untuk menghadapi situasi tak terduga di masa depan, seperti kecelakaan, bencana alam, kebakaran, dan lain-lain. Para penasihat keuangan biasanya menyarankan dana darurat sekitar 3x sampai 6x pengeluaran bulanan untuk karyawan bergaji tetap, atau sekitar 12x pengeluaran bulanan untuk freelancer dan wiraswasta.

Bagaimana cara mengumpulkan dana darurat? Dana darurat itu bisa dikumpulkan secara bertahap dari gaji bulanan, ataupun sekaligus banyak dari bonus atau THR. Silakan pilih mana yang paling sesuai dengan kondisi keuangan saja.

Setelah itu, simpanlah dana darurat dalam wadah investasi yang mudah dicairkan dan berisiko rendah. Contohnya: deposito bank tenor 1 bulanan dan reksa dana pasar uang. Keduanya memungkinkan uang kita bertumbuh selaras dengan inflasi, mudah dicairkan dalam tempo 1-2 hari, serta hampir tidak mungkin rugi (ada risiko, tetapi risikonya tidak besar).

Kategori Forum
  • Terpopuler
  • Banyak Dibaca
  • Reply Terakhir
  • Terbaru
  • Saham
  • Analisa Fundamental
  • Strategi Intraday
  • Investasi
  • Indikator Moving Average
  • Kripto
  • Broker Mancanegara