Umroh menjadi makin populer dalam satu dekade terakhir ini. Tak heran, karena antrian untuk bisa berangkat Haji mencapai rata-rata 25 tahun di Indonesia. Karena waktu tunggu untuk menjalankan rukun Islam yang ke-5 ini masih lama, maka banyak orang mengisinya dengan ibadah umroh. Hal ini dapat dipahami, karena umroh sering disebut sebagai haji kecil. Hal ini yang membuat biro umroh dan haji makin menjamur, produk umroh juga bervariasi serta dukungan pembiayaan dalam bentuk tabungan, investasi maupun dana talangan juga makin gencar.

Pertanyaannya sekarang, manakah tabungan atau investasi yang paling cocok dipilih agar cita-cita berkunjung ke tanah suci bisa terwujud? Artikel kali ini akan membahas mengenai cara menabung umroh lewat investasi reksadana, dilihat dari keuntungan dan kerugian serta pertimbangan-pertimbangan lainnya. 

 

 

Berapakah Biaya Umroh Rata-Rata Saat Ini?

Berapa sih biaya umroh rata-rata saat ini? Biaya umroh tergantung paket yang diambil. Secara umum, ada 3 paket umroh yang disediakan yaitu: hemat, standar atau premium. Untuk paket murah berkisar di harga 23-25 juta rupiah, paket standar 25-27 juta rupiah, sedangkan premium bisa dimulai dari 28 juta hingga 30 juta rupiah ke atas. Yang membedakan adalah waktu perjalanan (apakah 9 hari, 12 hari atau full sebulan), kelas pesawat (ekonomi/bisnis/eksekutif) dan hotel tempat menginap (apakah jarak 300 m, 500 m, atau persis di depan halaman masjid). Anda tinggal menyesuaikan saja, mau ambil paket umroh kelas yang mana. Dananya tinggal menyesuaikan sehingga bisa dilakukan persiapan mulai sekarang.

 

Bagaimanakah Cara Terbaik Untuk Menyiapkan Biaya Umroh?

Untuk menyiapkan biaya untuk keperluan ibadah umroh, hal yang lazim dilakukan oleh umat islam adalah menabung. Hanya saja, harga umroh yang fluktuatif akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi yang sering berubah seringkali membuat tabungan umroh tidak sepenuhnya bisa mencukupi biaya umroh. Solusi lain adalah dengan menggunakan investasi reksadana syariah. Seperti apakah reksadana syariah tersebut?

 

Fitur Produk Reksadana Syariah

Reksadana syariah merupakan produk investasi pasar modal yang paling tepat untuk menyiapkan dana umroh Anda. Ada beberapa kategori yang bisa Anda pilih sesuai profil resiko Anda. Tak perlu khawatir, semuanya dijalankan sesuai dengan prinsip syariah. Saya ambil contoh saja, reksadana syariah jenis pasar uang (resiko paling rendah, imbal balik juga rendah).

Reksa Dana Syariah ini bisa memberikan proyeksi Imbal Hasil dalam bentuk 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan hingga 1 tahun. Biasanya bisa memberikan imbal balik sebesar  0.46% untuk 1 Bulan, 1.42% untuk 3 Bulan, 2.80% untuk 6 Bulan. Nah, Anda bisa prediksi berapa besar nilai awal yang perlu diinvestasikan untuk mengambil paket umroh idaman. Tentukan juga kapan rencana waktu Anda untuk berangkat umroh. Dengan cara seperti itu, perhitungan dana yang Anda siapkan untuk ibadah umroh akan semakin akurat.

reksadana syariah

 

Mengapa Reksadana? Apakah Tabungan Atau Deposito Tidak Cocok?

Produk tabungan bank bisa memberikan bunga rata-rata maksimal tidak sampai 2% per tahun. Biasanya hanya 1.5-1.75 %, sedangkan deposito juga berkisar di 6.5 % per tahun. Sedangkan reksadana diatas sebenarnya juga tidak beda jauh. Produk reksadana pasar uang syariah diatas, ambil contoh yang paling moderat juga "hanya" memberikan imbal balik 2,8% per 6 bulan atau 5,6 % per tahun. Hampir setara dengan deposito.

Hanya saja untuk reksadana, Anda bisa pilih sesuai profil resiko. Jika ingin imbal balik besar, Anda bisa pilih produk yang lebih agresif. Pertimbangan lain adalah, beberapa produk reksadana syariah sudah bekerja sama dengan biro perjalanan umroh sehingga memudahkan Anda untuk proses administrasi dan keberangkatan. Anda tinggal fokus untuk investasi saja sedangkan urusan teknis ibadah sudah diatur oleh biro yang bekerjasama dengan penyedia reksadana. Dan satu lagi yang perlu diingat: Reksadana syariah sudah dijamin sesuai syariah oleh dewan pengawas syariah. Jadi, Anda tak perlu ragu lagi untuk ambil produk ini.

 

Untuk mengikuti syariat agama, umat Muslim perlu mengetahui jenis-jenis investasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Salah satu instrumen investasi yang diminati adalah emas. Tapi tahukah Anda, ternyata tidak semua investasi emas itu halal untuk dilakukan. Artikel mengenai beda investasi emas halal dan tidak halal perlu dipelajari agar Anda semakin mantap dalam menentukan rencana jangka panjang.