Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands

SAM 17 Aug 2013 38471
Dibaca Normal 4 Menit

Indikator Bollinger Bands digunakan untuk mengukur volatilitas serta trading forex saat pasar sideways. Sangat populer di kalangan trader dan layak dicoba.



Bollinger Bands adalah salah satu indikator teknikal untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend pergerakan harga. Selain arah trend, indikator ini juga digunakan untuk menentukan keadaan jenuh beli (overbought) dan jenuh jual (oversold). Ciri khasnya, dalam kondisi pasar sideways (ranging), harga bergerak diantara dua band (pita). Indikator ini diciptakan oleh John Bollinger, seorang technician trader pada tahun 1980. Kini, indikator ini sangat populer digunakan dalam perdagangan di berbagai jenis pasar finansial, termasuk pasar forex. 

Kunjungi juga: Pusat Belajar Trading Untuk Trader Indonesia

 

Elemen Dalam Indikator Bollinger Bands

Indikator Bollinger Bands terdiri dari sebuah Simple Moving Average (SMA) dengan dua band atau pita yang berada di atas dan di bawah garis SMA. Band sebelah atas dinamakan Upper Bollinger Band dan band sebelah bawah dinamakan Lower Bollinger Band. 

Upper dan Lower Band ditentukan berdasarkan penambahan dan pengurangan nilai SMA dengan standar deviasi. Sedangkan standar deviasi mengukur volatilitas hingga seberapa jauh harga bisa bergerak dari nilai yang sebenarnya (true value). Rumusannya:

Upper Band = SMA (n) + k*Standard Deviation (n)

Lower Band = SMA (n) - k*Standard Deviation (n)

n = periode pengukuran (default: 2)

Karena memperhitungkan pula pengukuran volatilitas, maka kedua band tersebut akan bergerak sesuai dengan kondisi pasar.

Bollinger Bands dapat ditemukan pada platform trading pada umumnya, termasuk Metatrader4 (MT4) dan Metatrader5 (MT5) dengan parameter default SMA: 20 periode, dan standar deviasi: 2. Untuk menempatkannya, carilah menu Insert >>> Indicators >>> Trend >>> Bollinger Bands.  Setelah diterapkan pada chart, Bollinger Bands akan tampil serupa pada screenshot EUR/USD Daily berikut:

Contoh Bollinger Bands

Pada umumnya, kondisi dinyatakan overbought terjadi bila harga telah menyentuh Upper Band, tetapi harga penutupan (Close) masih di bawah Upper Band. Sedangkan kondisi dinyatakan oversold bila harga sudah menyentuh Lower Band, tetapi masih ditutup di atas Lower Band.



 

 

Bollinger Bands Sebagai Pengukur Volatilitas

Ukuran volatilitas pasar tampak pada lebar band. Jika volatilitas sedang tinggi, maka jarak kedua band akan makin melebar, sebagaimana dapat dilihat pada sisi kiri gambar di atas. Biasanya terjadi ketika perubahan kondisi pasa sideways menjadi kondisi trending. Sebaliknya, volatilitas pasar yang rendah tampak pada jarak kedua band yang makin menyempit, dan biasanya terjadi ketika ada perubahan dari kondisi pasar trending menjadi sideways.

Trending artinya harga menunjukkan kecenderungan bergerak ke satu arah dengan, baik naik saja ataupun turun saja. Sedangkan sideways berarti harga cenderung bergerak naik-turun-naik-turun dalam kisaran tertentu saja (terbatas).

 

Trading Dengan Bollinger Bands Saat Sideways

Saat pasar cenderung sideways, maka open position (entry) dapat dilakukan ketika harga telah melewati (menembus) garis SMA-20 dengan target pada level band terdekat (contoh pada gambar di bawah). Aturannya:

  • Apabila harga menembus level SMA-20 ke arah atas, maka entry dilakukan saat candle ditutup di atas SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai Upper Band. 
  • Jika harga menembus level SMA-20 ke arah bawah, maka entry dilakukan saat candle ditutup di bawah SMA-20 dengan target close position (exit) ketika harga mencapai Lower Band.

usd jpy

 

Trading Dengan Bollinger Bands Saat Trending

Lazimnya, indikator Bollinger Bands digunakan untuk trading forex saat pasar sideways. Namun, sebenarnya dapat pula digunakan saat pasar trending, dengan aturan:



  • Kondisi uptrend terjadi bila harga telah melewati (menembus) upper band dan harga penutupan berada di luar band.
  • Kondisi downtrend terjadi bila harga melewati lower band dan ditutup di luar band.

Sebagai konfirmasi, bisa ditentukan dari formasi bar berikutnya. Apabila formasi bar berikutnya benar-benar di luar band, maka trend telah terbentuk. Selain itu, perhatikan juga bahwa pada kondisi trending, kedua band cenderung bergerak melebar.

usd/cad

Pada contoh di atas, USD/CAD menembus upper band pada 14 Juni 2018, dan harga ditutup di luar upper band. Harga pembukaan bar berikutnya masih di luar upper band dengan jarak kedua band yang melebar. Dengan sinyal tersebut, kita bisa entry buy dengan level exit ketika formasi doji yang mengisyaratkan pembalikan arah trend terbentuk, atau sesuai Risk/Reward Ratio masing-masing.



Forum

Kelvin (16 Jan 2019)

Saya pemula nih . Apakah melihat 1 buah candlestick naik atau turun itu diliat dari harga open atau close? Atau diliat dari sumbu?

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 20    

Anna Maria
18 DEC 2013
tolong di bahas cara memasukan indikator didalam indikator : cth kita buka CCI tapi di dalam cci itu kita mau masukan bollinger band ada caranya kah??
Rahma
19 DEC 2013
ga semua indi bisa digabung jadi satu window sis. pertama attach dulu indikator nya misal RSI yang di attach ke chart.terus klik navigator dah gtu pilih indicator , drag indi yang diinginkan ke window RSI (ga semua bisa di attach ke window RSI nya). dalam kasus ini CCI ga bisa digabungkan dengan bollinger band. mudah2 an membantu sis :)
M Singgih
22 APR 2015
@rahma:
Dengan platform Metatrader 4 versi terbaru bisa. Setelah indikator Bollinger Bands-nya di-drag ke indikator CCI, pilih apply to: Previous Indicator's Data, seperti berikut ini:
Anna Maria
19 DEC 2013
sudah nemu caranya , bisa di gabung cara nya buka indikator cci , lalu drag lagi indikator ke 2 , nah di tab parameter ada pilihan apply to : nah di pilih previous indicator data (note tidak semua bisa di gabung )
Lafendri
27 SEP 2014
Ada yg bisa menerangkan. saya lagi memperhatikan candlestick yg Bullish(putih) dan Bearish (hitam)..ketika bullish harga kok menurun atau sebaliknya mohon penjelasannya...
M Singgih
22 APR 2015
@Lafendri:
Gambar yang mana Pak? Mungkin bisa diperlihatkan gambarnya ke kami.
Ada kemungkinan settingnya dibalik, jadi hitam untuk bullish dan putih untuk untuk bearish..
Admin
29 SEP 2014
Ada beberapa yang perlu diperhatikan di sini. Pertama, warna candle bisa berbeda-beda atau dikustomisasi sendiri di MT4, jadi tidak selalu bullish=putih, bearish=hitam. Kedua, candlestick itu terbentuk dari harga open dan close. Jika harga close di atas harga open maka candlestick biasanya berwarna putih. Jika harga close berada di bawah harga open, maka yang muncul pada grafik biasanya candle berwarna hitam.
Thoriq
19 APR 2015
kalo trend lagi sideways g bisa d pake ya?
M Singgih
22 APR 2015
@thoriq:
Kalau sedang sideways maka upper band berfungsi sebagai resistance dan lower band berfungsi sebagai support. Jika harga menembus middle band keatas maka cenderung bullish (menuju upper band), dan jika menembus kebawah maka cenderung bearsish (menuju lower band).

Berikut contoh sideways pada USD/JPY 4H:

Thoriq
29 APR 2015
makash penjelasannya, sekarang udah paham. mau tanya lagi deh, itu yang kondisi trending, maksudnya konfirmasi diliat dari candle kedua tuh maksudnya candle kedua harus sama arahnya dengan candle yang tembus pertama melewati band gitu? kalo naik ya harus finish candle naik, kalo turun harus finish candle turun gitu maksudnya?
M Singgih
1 MAY 2015
@ thoriq:
ya, benar, dan harga penutupan candle kedua tsb harus diluar upper band (untuk uptrend) atau lower band (untuk downtrend).
Thoriq
15 MAY 2015
kalo kondisi overbought itu candle nya emang harus closingnya beneran nge cross band SMA ya? soalnya pernah kejadian main d demo sih, kondisi overbought, candlenya nge cross band SMA tapi closingnya masih d atas band SMA, ehh dia nya balik lg ke atas, padahal udah pasang sell pas d candle selanjutnya :D
M Singgih
16 MAY 2015
@ thoriq:
Ya, benar, harga closingnya harus dibawah middle band (kurva indikator sma 20) dan baru entry pada bar sesudahnya kalau harga opennya dibawah kurva sma-20. Kalau belum closing dibawah sma-20, atau bar sesudahnya tidak dibuka dibawah kurva sma-20 maka ada kemungkinan akan pull-back karena dalam hal ini kurva sma -20 berfungsi sebagai support. Anda juga bisa menggunakan indikator RSI sebagai konfirmator seperti contoh pada USD/JPY H4 berikut, dimana level 50.0 RSI sebagai acuan. Crossing kebawah level ini saat overbought adalah sinyal untuk sell, dan crossing keatas saat oversold adalah sinyal untuk buy.

Siti
17 JUN 2015
Menarik juga ya penggabungan 2 indi dalam 1 window. Tapi apa model seperti itu bisa maksimal bang? Apa nanti nya gak saling bertubrukan? Adakah yang bebar-benar melengkapi?
M Singgih
4 AUG 2015
@ siti:
Tujuan dari indi tambahan yang dipasang pada indi utama adalah untuk memprediksi pergerakan indi utama tersebut yang pada akhirnya juga untuk mengetahui arah pergerakan harga. Pembacaannya tidak berlawanan tetapi saling melengkapi asalkan indikatornya tidak sejenis, misalnya sama-sama oscillator seperti RSI dan stochastic. Pada contoh CCI dan Bollinger Bands diatas bisa diprediksi bagaimana arah pergerakan kurva CCI jika menyentuh upper band, middle band dan lower band, sementara pada chart harga kita bisa menggunakan indikator moving average untuk mengetahui arah trend.
Hermawan
30 JAN 2019

Selain memakai indikator BB, apakah perlu mengamati isu fundamental?

Admin
31 JAN 2019

Silahkan. Pada dasarnya selain menggunakan analisa teknikal, kita juga bisa menggunakan analisa fundamental untuk mengamati pergerakan pasar. Sebagaimana diketahui bahwa analisa fundamental merupakan analisis pergerakan mata uang yang didasarkan dari data-data ekonomi dan kondisi politik suatu negara. Ketika ada rilis sebuah berita forex, maka harga akan cenderung fluktuatif.

Kurniawan
9 MAY 2020
Hai admin, saya adalah newbie yang sedang belajar dasar dan teori forex, dan untuk pelajaran tentang indikator Bollinger Bands yang Anda tulis di atas, ada pertanyaan yang terlintas di pikiran saya;

Pada tulisan di atas disebutkan untuk nilai default parameter indikator Bollinger Bands adalah Periodnya 20 dan standar deviasinya adalah 2. Lalu apakah nilai default tersebut berlaku untuk semua timeframe (M1, M5, M15, H1, H4, dst) yang digunakan untuk trading ataukah ada suatu kaidah jika timeframe tertentu maka setingan nilai parameter Bollinger Bands nya yang optimal adalah sekian?

untuk nilai Shift-nya berapakah yang harus di isi, begitu juga dengan Apply to-nya mana yang harus dipilih, bila melihat di aplikasi MetaTrader?

Di atas dikatakan bahwa indikator Bollinger Bands lazimnya cocok digunakan saat pasar sedang sideways, karena upper dan lower band-nya bisa berfungsi sebagai support & resistance sehingga bisa terlihat ada peluang buy-sell jika candlesticknya menyentuh masing-masing band-tersebut, cmiiw.

Yang ingin saya tanyakan adalah jika terjadi perubahan trend menjadi uptrend atau downtrend, lalu apakah Bollinger Bands masih bisa di andalkan untuk melihat adanya sinyal peluang untuk buy-sell lewat terjadinya retracement harga (cmiiw)? Ataukah sebaiknya menggunakan indikator lain untuk mengkonfirmasi adanya sinyal peluang buy-sell jika terjadi perubahan menjadi trending? jika ya - maka indikator apa sebaiknya yang bisa dipakai ?

M Singgih
17 MAY 2020
@ Kurniawan:

- … Lalu apakah nilai default tersebut berlaku untuk semua timeframe (M1, M5, M15, H1, H4, dst)
Nilai parameter di-set default untuk semua time frame. Period = 20, Shift = 0, Deviations = 2.

- … Ataukah sebaiknya menggunakan indikator lain untuk mengkonfirmasi adanya sinyal peluang buy-sell jika terjadi perubahan menjadi trending?

Terjadinya pembalikan arah pergerakan harga bisa diamati dari sinyal yang diberikan oleh price action, yang dikonfirmasi oleh indikator trend lain selain Bollinger Bands, dan atau indikator momentum.
Indikator lain selain Bollinger Bands bisa indikator ADX, parabolic SAR, moving average, atau MACD. Indikator momentum bisa dengan indikator oscilator yaitu RSI, stochastic atau CCI.
Haposan
31 MAR 2021

Bagaimana cara buat agar tampak arsiran yg beda warna pad Bohlinger band?

Kirim Komentar/Reply Baru
Pulih Menuju R1, Pound Sinyalkan Buy
Pulih Menuju R1, Pound Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   4 May 2021   56  
Cara Mengatasi Grafik Berbalik Arah Dari OP

sore master....q mau tanya gmn cara mengatasi kalau grafik berbalik arah dg apa yg kita OP
mohon penjelasan dan solusinya
thks..

Arya Mahardika 27 Apr 2013

Reply:

Basir (27 Apr 2013 16:06)

Apa perlu dibalik PC Monitornya? he he

Hal tersebut bisa dilakukan / diantisipasi  dengan cara
1. Memasang Stop Loss
2. Melakukan Hedging
3. Melakukan Averaging
4. Melakukan Switching
5. Melakukan Cut Loss

Metodologi averaging sistem

Metodologi switching

Metodologi hedging

Thanks



 

 

Kiki R (29 Oct 2019 09:09)

@Arya Mahardika: Sebelum saya menjelaskan saya ingin beritahu bahwa semua yang terjadi dalam trading tidak ada yang sempurna. Baik itu entry maupun exit. Jadi untuk menghadapi kondisi trading yang penuh dengan ketidakpastian, kita mengambil keputusan berdasarkan konteks (kondisi) yang sedang terjadi karena kondisi trading tidak akan pernah sama antara satu dengan yang lain.

Jika harga berbalik arah dari posisi OP kita, ada beberapa pilihan yang bisa kita lakukan:

1. Jika posisi floating profit

- Geser stoploss ke harga open agar ketika harga berbalik modal tidak berkurang

- Close posisi jika Anda yakin trend sudah berubah

- Close posisi sebagian (50% atau 60%) dari ukuran posisi semula apabila Anda yakin bahwa harga masih akan kembali sesuai arah OP

- Biarkan saja apabila Anda yakin bahwa koreksi tidak jauh


2. Jika posisi masih di harga open

- Biarkan kena stoploss


3. Jika posisi floating loss

- Biarkan kena stoploss

Poin 2 dan 3 saya menganjurkan untuk membiarkan kena stoploss dengan alasan untuk melatih kedisiplinan trading Anda. Trading yang Anda lakukan haruslah sesuai dengan trading plan. Apabila tidak, maka Anda akan emosional di market karena pergerakan harga yang cepat. Trading dengan kondisi emosional seperti ini selalu berakibat buruk bagi akun trading Anda.

Terima Kasih

Lion Forex (30 Oct 2019 05:51)

@basir hahahaha lucu master.... 

@Arya Mahardika kalau harga berbalik harga hal pertama yg dilakukan coba cek Time frame di atasnya, misalnya kita gunakan time frame H1 open buy maka cek time frame H4 atau di atasnya apakah arah trend masih sama trend naik jika masih sama pertahankan saja posisi, tapi kalau sudah beda trend turun lebih baik cut loss. Saya pakai teknik arah trend dan hanya entry di pair-pair yg arah trendnya kuat. Saran saya kuasai dulu cara baca arah trend dan belajar ikuti arah trend. Sejauh ini saya winrate 100% dengan teknik itu, memang capeklah analisa sampai 30 pair, dari 30 pair itu saya hanya entry 1-2 pair. dengan kemungkinan 80% benar. Jadi dalam melihat arah trend saya gak mau berspekulasi, karena resiko trading forex ini besar sebaiknya kurangi teknik nebak-nebak dan mujur-mujuran. Salam profit.
Berpotensi Rebound, GBP/CHF Sinyalkan Buy
Berpotensi Rebound, GBP/CHF Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   3 May 2021   52  
Dolar Australia Sinyalkan Sell Setelah Tertahan Di R2
Dolar Australia Sinyalkan Sell Setelah Tertahan Di R2
Jujun Kurniawan   28 Apr 2021   104  
Terjun Dari S2, Dolar AS Kini Berpeluang Pulih
Terjun Dari S2, Dolar AS Kini Berpeluang Pulih
Jujun Kurniawan   27 Apr 2021   94  
GBP/JPY Berpotensi Menuju S2 Dan Sinyalkan Buy
GBP/JPY Berpotensi Menuju S2 Dan Sinyalkan Buy
Jujun Kurniawan   26 Apr 2021   78  
CAD/JPY Bangkit Setelah Konfirmasi Rebound
CAD/JPY Bangkit Setelah Konfirmasi Rebound
Jujun Kurniawan   23 Apr 2021   40  
Poundsterling Sinyalkan Sell Menuju S1
Poundsterling Sinyalkan Sell Menuju S1
Jujun Kurniawan   22 Apr 2021   93  
Sempat Menuju R1, Euro Kini Berpotensi Menguat
Sempat Menuju R1, Euro Kini Berpotensi Menguat
Jujun Kurniawan   21 Apr 2021   77  
NZD/CAD Berpeluang Terkoreksi Dan Sinyalkan Sell
NZD/CAD Berpeluang Terkoreksi Dan Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   16 Apr 2021   133  
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
EUR/CHF Berpotensi Melemah Dan Sinyalkan Sell
Jujun Kurniawan   15 Apr 2021   131