Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham


Ryandy H 18 Oct 2019 854Dibaca Normal 5 Menit

Setiap aset kekayaan memiliki nilai zakat yang berbeda. Termasuk investasi saham. Anda dapat menghitung zakat investasi saham dengan metode berikut ini.



Bagi seorang muslim, membayar zakat menjadi kewajiban. Nilai zakat yang dibayarkan bergantung terhadap jenis aset kekayaan yang dimiliki, termasuk juga dalam investasi saham. Bagi investor saham yang muslim, silakan cermati ulasan penghitungan zakat untuk investasi saham berikut ini.

 

Apa Itu Zakat?

Zakat adalah rukun Islam yang keempat, sekaligus harta wajib yang dikeluarkan oleh seorang muslim, baik pria maupun wanita, dalam kondisi normal dan memiliki setidaknya jumlah minimum kekayaan bersih. Zakat bertujuan untuk memberikan bantuan keuangan atau meringankan beban dari seseorang yang berhak menerimanya atau kurang mampu. Selain itu, zakat juga dapat digunakan sebagai indikator untuk memastikan bahwa aset yang dimiliki seseorang tetap produktif.

zakat investasi saham

 

Siapa Yang Harus Membayar Zakat?

Ada beberapa persyaratan yang berlaku bagi seorang muslim dalam membayar zakat, yaitu nisab dan hawl. Nisab adalah tingkat kekayaan bersih minimum yang harus dicapai seseorang sebelum zakat menjadi kewajiban. Seseorang yang memiliki kekayaan kurang dari nisab, maka tidak diwajibkan membayar zakat. Nisab setara dengan nilai 3 oz emas atau 21 oz perak (tergantung dengan nilai tukar ke bentuk Rupiah hari ini). Persyaratan lainnya adalah hawl. Seseorang harus memiliki kekayaan bersih sesuai dengan persyaratan nisab, dalam jangka waktu satu hawl atau 12 bulan sebelum zakat berlaku.


Bagaimana Cara Menghitung Zakat?

Jumlah zakat yang harus dibayarkan oleh seseorang berbeda-beda, tergantung pada proporsi dari kekayaan bersih dan jenis aset yang dimiliki. Misalnya, seseorang memiliki tabungan di bank sebesar Rp10 juta. Maka jumlah zakat yang harus dibayarkan adalah 2.5% dari jumlah tabungan itu. Penghitungan berbeda jika aset yang dimiliki bukan uang, seperti hewan ternak, tanah pertanian, dan lainnya. Pada zaman modern seperti ini, jenis aset semakin beragam. Salah satunya investasi saham. Lantas, bagaimana cara menghitung zakat dari investasi saham yang dimiliki? Berikut ulasannya.

zakat investasi saham(Baca Juga: Pengertian Saham Dan Cara Mendapatkannya)

 

Cara Menghitung Zakat Dari Investasi Saham

Beberapa akademisi menganggap trader saham sama dengan pedagang jangka pendek suatu komoditas, seperti emas, perak, minyak mentah, dan biji-bijian. Ketika Anda menjadi pedagang komoditas, Anda perlu membayar zakat atas nilai komoditas yang dimiliki. Hal tersebut juga berlaku bagi investor saham. Mereka harus membayar zakat sesuai dengan nilai saham yang dimiliki saat ini. Berikut ini adalah beberapa metode yang telah dirumuskan para akademisi untuk menghitung jumlah zakat pada investasi saham.



 

1. Metode Menandai Nilai Pasar

Cara paling sederhana untuk menghitung zakat atas investasi keuangan adalah dengan menghitung nilai pasar saat ini dari aset atau portofolio investasi saham. Asumsikan, investor sudah memiliki saham A selama satu tahun dan zakat sudah jatuh tempo, seorang muslim akan menandai asetnya di pasar dan perlu membayar 2.5% dari jumlah nilai di pasar sekarang. Contohnya, seseorang memiliki 1,000 lembar saham A yang dibeli pada tahun lalu dengan harga awal Rp50 ribu per lembar, maka total nilai sahamnya adalah Rp50 juta. Selanjutnya, jika harga saham mengalami kenaikan pada saat ini ke Rp100 ribu per lembar, maka total nilai sahamnya menjadi Rp100 juta.

Berdasarkan kasus ini, zakat yang harus dibayarkan adalah 2.5% dari Rp100 juta, yaitu Rp2.5 juta. Menandai nilai pasar dalam metode ini berarti seseorang harus mengabaikan biaya investasi awal dan menggunakan harga terbaru sesuai dengan pasar saat ini. Saham bersifat likuid, yang mudah dikonversi menjadi uang tunai saat kapan pun. Meski begitu, beberapa akademisi cenderung lebih menyukai pendapat yang memperlakukan investasi seperti uang tunai.

menghitung zakat saham

 

2. Metode Persentase Aktiva Lancar

Aset perusahaan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu aset lancar (dikenal juga dengan aset jangka pendek) dan aset tetap (aset jangka panjang). Dalam metode ini, pembayaran zakat dinilai berdasarkan persentase investasi Anda dalam aset jangka pendek. Bagian investasi ini dianggap likuid dan dikenakan zakat sebesar 2.5%. Pada metode persentase aset, modal dari investasi jangka panjang atau aset tetap tidak perlu dizakati.

Aset tetap adalah aset yang diperoleh untuk menghasilkan pendapatan di masa depan dan tidak dijual dalam jangka pendek. Misalnya, jika Anda memiliki toko roti. Anda tidak perlu membayar zakat untuk peralatan di toko (misalkan, oven). Namun, Anda harus membayar zakat atas keuntungan dari toko roti (hasil penjualan roti yang dimasak dengan oven). Dalam kasus pemegang saham A di atas, mari kita asumsikan bahwa aset emiten A terbagi menjadi 65% aset jangka panjang, dan sisanya 35% merupakan aset jangka pendek. Dengan begitu, zakat yang harus dibayarkan oleh pemegang saham A adalah hasil penghitungan dari 35% x 2.5% x Rp100 juta (jumlah total saham yang dimiliki saat dengan penyesuaian harga terbaru), yaitu sebesar Rp875 ribu.

 

Setelah mengetahui metodenya, Anda dapat mulai melakukan penghitungan zakat dari jumlah saham yang dimiliki saat ini. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), ada banyak jenis saham. Salah satunya saham syariah, yang bisa menjadi pilihan investasi saham Anda selanjutnya.

Forum

Karina (14 Apr 2021)

Mau coba-coba ikut investasi yang lagi ngetren sekarang, antara investasi reksadana dan P2P Lending, mana yang lebih menguntungkan dan recommended ya kak? Kebetulan saya ingin mengalokasi dana saya ke salah satu investasi tersebut antara Reksadana atau P2P Lending. Budget estimasi 20jt. Mohon sarannya.

Selengkapnya...


Kirim Komentar/Reply Baru
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
3 Saham Asing Terbaik Untuk Swing Trading
Tomy Zulfikar   16 Feb 2021   437  
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Alasan Saham Blue Chip Direbutkan Para Investor
Ryandy H   8 Nov 2019   1110  
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Dogs Of The Dow, Strategi Unik Investasi Saham AS
Ryandy H   31 Oct 2019   772  
Untung Rugi Saham Gorengan
Untung Rugi Saham Gorengan
Satrya Heli Oriza   30 Oct 2019   1233  
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Membeli Saham Yang Baru IPO, Apakah Aman?
Satrya Heli Oriza   23 Oct 2019   1118  
Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah
Cara Investasi Saham Dengan Volatilitas Rendah
Ryandy H   21 Oct 2019   1260  
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Investasi Saham Online Yang Menguntungkan
Tiffany   19 Oct 2019   151