Cara Meningkatkan Omset Bisnis dengan Email Marketing

Linlindua 26 Nov 2020 249

Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan bila ingin memasarkan bisnis secara online, salah satunya yakni melalui email marketing. Tahukah Anda apa itu?

Di era yang serba digital seperti saat ini, hampir setiap orang memiliki akun email untuk berbagai keperluan. Mulai dari mengurus pekerjaan, membuat akun sosial media, mendaftar event, dan sebagainya. Belum lagi bagi Anda yang beraktivitas menggunakan teknologi komputer di kesehariannya, alamat email sudah pasti dimiliki.

Email sendiri terdiri dari berbagai jenis dan layanan yang bisa diakses secara gratis ataupun berbayar seperti email marketing. Tahukah Anda apakah itu email marketing? Simak penjelasannya di bawah ini.

Mengenal Metode Email Marketing

 

Definisi Email Marketing

Dalam dunia bisnis, istilah marketing adalah satu hal yang tidak bisa diabaikan. Pasalnya, metode marketing digunakan untuk menarik lebih banyak pelanggan dan meningkatkan omset bisnis. Ada berbagai metode marketing yang bisa dilakukan oleh pebisnis, salah satunya email marketing. Strategi ini sudah banyak digunakan oleh perusahaan atau bisnis skala besar karena dianggap cukup efektif.

Sesuai namanya, email marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan email untuk menginformasikan produk atau jasa yang dijual. Tujuan email marketing sendiri untuk membangun koneksi dengan calon pelanggan, lalu mengarahkannya supaya menjadi pelanggan setia dengan langkah yang mudah. Email marketing dapat dikirimkan kepada pembeli yang sudah menjadi pelanggan, ataupun orang-orang baru yang dijadikan target pembeli. Dengan demikian, diharapkan akan ada interaksi secara terus menerus.

Content Marketing dalam Bisnis(Baca Juga: Alasan Konten Marketing Untuk Bisnis Sangat Diperlukan)

 

Manfaat Email Marketing Dalam Bisnis

Selain mampu membangun koneksi secara lebih akrab, metode email marketing juga dapat bereaksi langsung terhadap tindakan pelanggan. Misalnya, apabila pelanggan telah melakukan proses transaksi, maka akan ada pemberitahuan lewat email untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Lebih lanjut, berikut uraian beberapa manfaat email marketing untuk meningkatkan omset bisnis Anda.

 

1. Bersifat Personal

Seperti halnya ketika seseorang mengirimkan surat kepada orang lain, maka akan dibaca secara seksama. Inilah yang diharapkan dari metode email marketing yang bersifat personal karena calon pembeli dapat memberikan perhatian lebih besar saat menerima email masuk. Apabila calon pembeli merasa nyaman, maka akan lebih mudah untuk menawarkan produk apapun melalui email.

 

2. Informasi Cepat dan Praktis

Segala hal dapat diakses secara cepat dan praktis berkat kemajuan teknologi saat ini. Dulu, promosi produk gencar dilakukan melalui media pos. Kini, metode tersebut dianggap tidak praktis karena membutuhkan waktu lebih lama. Dengan email marketing, pesan dapat mudah dan cepat diterima oleh calon pembeli, dimanapun ia berada.

Manfaat Email marketing

 

3. Hemat Biaya

Inilah satu hal yang patut dipertimbangkan saat memutuskan beralih metode email marketing yaitu hemat biaya. Menariknya lagi, calon pelanggan juga jauh lebih responsif daripada promosi lewat pos atau surat fisik lainnya.

Dengan demikian, pengeluaran dapat ditekan seminimal mungkin. Selain itu, masih ada banyak manfaat yang dapat diperoleh dari metode ini, antara lain mudah dibagikan, customizable, kampanye yang terukur, interaksi yang kuat, terintegrasi dengan channel marketing lainnya, dan pastinya meningkatkan traffic ke portal bisnis online Anda.

 

Tips Menggunakan Email Marketing Untuk Bisnis

Mungkin, Anda sudah mulai tertarik untuk menggunakan metode email marketing atau bahkan sudah pernah mengirimkan email marketing. Akan tetapi, hasilnya masih belum berjalan baik sesuai harapan. Nah, agar penggunaan email marketing berjalan lebih efektif, berikut kami berikan tipsnya untuk Anda.

 

1. Identifikasi Target Penerima Email

Tips pertama agar email marketing Anda tepat sasaran adalah mengidentifikasi target penerima email yang sesuai. Dengan demikian, calon pelanggan dapat mendapatkan solusi dari problem yang sedang dialaminya. Masalahnya, bagaimana cara mengenali target email yang sesuai? Lakukan survei sederhana melalui email apa yang diharapkan dari produk dan jasa yang Anda miliki. Ketahui pula sampai mana target mengenal perusahaan Anda.

Melakukan Survey

 

2. Segmentasi Penerima Email

Tips selanjutnya, lakukan segmentasi target penerima email, mulai dari konten, judul, dan isi email sesuai yang dibutuhkan target. Jika perlu, lakukan segmentasi sesuai status dan perilaku pelanggan, jenis produk yang disukai, hingga lokasi geografis. Dengan demikian, email marketing akan diterima oleh target yang tepat.

 

3. Atur Email Tidak Masuk dalam Folder Spam

Terkadang, email marketing masuk ke dalam spam sehingga tidak diketahui oleh target. Lalu, bagaimana cara mencegah agar email tidak masuk ke folder spam?

 

4. Perhatikan Pemilihan Judul yang Menarik

Biasanya, seseorang akan memutuskan membuka email ketika melihat judul email yang menarik. Untuk menerapkan hal tersebut, buatlah judul yang membuat orang lain penasaran. Selain itu, gunakan kosa kata yang mudah dipahami, dan libatkan penggunaan data statistik untuk memperkuat kepuasan pelayanan Anda.

Cara Mempromosikan Bisnis(Baca Juga: Cara Jitu Mempromosikan Usaha Secara Online)

 

5. Mengatur Isi Email

Aturlah isi email marketing supaya terkesan Anda hanya menghubungi satu orang tersebut saja. Dengan demikian, penerima email akan merasa teristimewakan. Akan tetapi, pada nyatanya email terebut dikirimkan pada lebih dari satu penerima.

Mungkin, Anda sudah mencoba menggunakan email marketing dan merasakan buah manisnya dalam bisnis. Akan tetapi, seiring berkembangnya bisnis Anda, justru waktu akan habis untuk mengurus beragam hal teknis yang berulang seperti mengirim broadcast, membuat segmentasi, autoresponder, menghapus list tidak aktif, dan lain-lain.

Untuk menghemat waktu, Anda bisa mempercayakan urusan tersebut pada email marketing autoresponder. Dengan demikian, Anda bersama tim dapat menangani hal penting lain yang lebih strategis.

 

5 Tanda Sebuah Bisnis Membutuhkan Email Marketing Automation

Kapan bisnis Anda diharuskan menggunakan email marketing automation? Berikut tanda-tanda yang harus diperhatikan.

 

1. Kekurangan Waktu

Saat bisnis sudah berkembang, waktu akan digunakan untuk berbagai hal yang lebih diprioritaskan. Jika Anda sudah mulai kekurangan waktu untuk mengurus hal teknis yang berulang, gunakanlah email marketing automation.

Kekurangan waktu

 

2. Marketing Tidak Lagi Efektif Dan Operasional Tidak Lagi Efisien

Tanda lain bisnis Anda membutuhkan email marketing automation adalah marketing tidak lagi berjalan efektif dan kegiatan operasional bisnis menjadi tidak efisien. Memang, suatu bisnis membutuhkan marketing untuk memasarkan produk dan menarik perhatian calon pelanggan. Akan tetapi, jika marketing tidak berdampak terhadap pemasukan bisnis Anda, berarti tanda bahwa marketing tidak lagi efektif. Sebab, uang cenderung keluar tanpa dimbangi pemasukan. Hal ini bisa terjadi karena target sudah bosan dengan apa yang Anda tawarkan.

Lain halnya dengan email marketing automation yang akan mengirimkan email sesuai segmen yang telah ditentukan. Dengan demikian, konten yang dikirimkan akan selalu berubah dan sesuai dengan target pasar secara otomatis.

Email marketing automation

Dari segi operasional, bisnis yang semakin berkembang tentu membutuhkan lebih banyak SDM dan gaji untuk membayarnya. Namun, email marketing automation memungkinkan bisnis Anda berkembang lebih besar dengan jumlah staff yang sama, bahkan lebih sedikit. Dengan demikian, penambahan biaya tidak terlalu banyak dengan sisa dana dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis.

 

3. Terjebak Rutinitas

Mungkin ada sebagian dari Anda yang terus-menerus berkutat dengan rutinitas seperti broadcasting email, segmentasi, dan autoresponder sampai tidak sempat melakukan hal kreatif lainnya. Nah, melalui email marketing automation, Anda dapat keluar dari rutinitas tersebut dan melakukan hal kreatif yang diinginkan.

 

4. Kontak Bertambah, Tetapi Metric Email Tidak Bertambah

Tanda lain bahwa bisnis Anda membutuhkan email marketing automation adalah ditemukan banyaknya alamat email yang masuk ke dalam list, sementara metric email berupa click rate, open rate, dan conversation rate hanya sedikit dengan bounce rate yang tinggi. Hal itu terjadi karena banyak alamat email tidak aktif, sehingga perlu dihapus dan diperbarui.

Faktanya, banyak orang lebih memilih upgrade kapasitas kontak, ketimbang menghapus daftar email tidak aktif. Walaupun demikian, waktu untuk menghapus data secara manual tidaklah sebentar.

Menghapus Email Tidak Aktif

Dengan adanya email marketing automation, proses yang memerlukan waktu lama tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dan mudah. Tinggal tentukan batasan waktu untuk membuka broadcast dan autoresponder, apabila sesuai maka daftar email dapat dipertahankan. Sedangkan jika lebih, sistem akan otomatis menghapusnya dari daftar email Anda.

 

5. Tidak Ada Repeat Order

Bisnis yang baik dan sukses adalah ketika memiliki tingkat repeat order yang tinggi. Untuk mencapai hal tersebut, lakukan interaksi dengan pelanggan mulai dari menyapa, menanyakan kabar, hingga memberikan informasi produk. Email adalah salah satu cara terbaik untuk berinteraksi dengan pelanggan selain channel lainnya. Akan tetapi, email marketing jauh lebih efektif dan efisien.

Nah, jika saat ini bisnis Anda memiliki tingkat repeat order yang rendah, sebaiknya mulai gunakan jenis email marketing automation. Bagaimana cara memulainya? Simak terus ulasannya di bawah ini.

 

Ingin Memulai Bisnis Dengan Email Marketing?

Ada beberapa alasan mengapa email marketing banyak dipilih orang untuk memasarkan produknya, diantaranya mudah dilakukan, tidak perlu riset dan optimasi terhadap email yang Anda kirim, serta tidak membutuhkan banyak uang. Jika Anda hendak memasarkan produk dengan metode email marketing, berikut beberapa point yang perlu dipersiapkan lebih dulu.

 

1. Punya Bisnis

Sebelum menggunakan email marketing, tentu hal utama yang harus Anda siapkan adalah memiliki bisnis terlebih dulu. Misalnya, bisnis online, affiliate, dropship, Adsense, dan sebagainya. Intinya, ada nilai tambah dari produk atau jasa yang Anda jual, sehingga nilai tambah tersebut bisa memberikan peningkatan finansial untuk diri Anda sendiri.

Membangun bisnis startup(Baca Juga: Ingin Membangun Bisnis Startup? Simak Cara dan Tipsnya Berikut)

 

2. Punya Website

Jika Anda sudah memiliki bisnis, selanjutnya harus memiliki website. Website ini tidak hanya harus yang berbayar, sebab Anda juga bisa menggunakan layanan gratis dari blogspot, wordpress, medium, atau yang lain. Tujuannya adalah agar pelanggan dapat dengan mudah menemukan seperti apa produk atau jasa yang Anda tawarkan secara rinci.

 

3. Berlangganan Layanan Email Marketing

Selanjutnya, segera berlangganan email marketing. Keunggulan yang dimiliki email marketing daripada aplikasi Google atau Yahoo adalah mampu mengirimkan lebih banyak email hingga jutaan dalam satu kali klik tanpa takut ditandai sebagai spam. Menariknya lagi, email marketing ini mampu mengetahui siapa saja yang membuka email Anda, perbandingan email yang dibuka dengan yang dikirimkan, serta berbagai indikator lainnya.

 

Hal yang Perlu Dipelajari Saat Berbisnis dengan Email Marketing

Selain ketiga hal di atas, berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda pelajari.

 

1. Cara Mendatangkan Banyak Pengunjung ke Website

Cobalah mendatangkan lebih banyak pengunjung ke website Anda. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan seperti menggunakan layanan berbayar Facebook Ads, Google Ddwords, SEO, Instagram, hingga Facebook Marketing.

Cara promosi melalui Instagram(Baca Juga: Ingin Menghasilkan Uang Dari Instagram? Begini Caranya!)

 

2. Menyiapkan Lead Magnet Yang Relevan

Tujuan dari lead magnet sebagai alat tukar supaya pengunjung website bersedia memberikan alamat email kepada Anda. Bentuk lead magnet ini dapat berupa voucher diskon, ebook, dan video yang bersifat gratis serta bermanfaat.

 

3. Memasang Form Opt-in

Form opt-in berfungsi sebagai form para pengunjung website untuk memasukkan alamat email mereka.

 

4. Memberikan Edukasi Melalui Broadcast Email

Setelah pengunjung memberikan alamat email mereka kepada Anda, selanjutnya berikan edukasi terkait produk yang Anda tawarkan melalui broadcast email. Dengan demikian, pengunjung sekaligus calon pelanggan akan mengetahui secara detail produk Anda dan segera menentukan untuk membelinya atau tidak.

 

5. Lakukan Monetisasi

Tujuan dari cara ini yaitu mendapatkan list email pengunjung yang akan dijadikan sebagai calon pelanggan. Apabila calon pelanggan berhasil dipengaruhi, maka akan menjadi sumber uang yang akan membeli produk Anda. Selain itu, Anda juga bisa menawarkan berbagai produk affiliate kepada daftar email yang Anda miliki.

Lakukan Monetisasi

Email marketing merupakan salah satu bentuk teknik marketing untuk memasarkan sekaligus menarik perhatian para pelanggan. Dapat dikatakan, marketing adalah kunci utama keberhasilan sebuah bisnis. Seorang pengusaha harus benar-benar paham cara promosi yang baik sehingga produknya dapat dikenal dan digunakan oleh pembeli. Ada beberapa bentuk email marketing yang bisa digunakan untuk memasarkan sebuah produk. Selengkapnya, simak ulasannya berikut ini.

 

Jenis-jenis Email Marketing Yang Efektif Untuk Bisnis

Media online adalah bentuk promosi yang paling efektif dan sering digunakan oleh banyak pengusaha. Salah satunya melalui email marketing. Email marketing merupakan salah satu bentuk kegiatan promosi dengan cara mengirimkan email langsung kepada calon pelanggan. Ada beberapa jenis email marketing yang efektif digunakan untuk keperluan bisnis, diantaranya:

 

1. Invitation Email

Jenis email marketing yang pertama adalah Invitation Email. Sesuai namanya, Invitation Email berupa undangan kepada calon pelanggan untuk menghadiri acara yang Anda buat. Tentu saja, bentuk acara yang dibuat tidak terlepas dari promosi bisnis Anda, misalnya seminar, webinar, pelatihan, ataupun workshop. Jika Anda ahli dalam hal ini ataupun bisnis yang relate terhadap sebuah event, maka bisa coba gunakan jenis Invitation Email.

 

2. Digest Email

Jenis email marketing berikutnya yaitu Digest Email. Metode pengiriman Digest Email dilakukan secara otomatis oleh mailing list elektronik. Melalui Digest Email, Anda bisa menyebarkan, menerima, hingga mengikuti perkembangan produk yang ditawarkan. Dengan demikian, Digest Email bisa dijadikan sebagai media riset.

Jenis-jenis Email

Jenis email ini juga memungkinkan kapan periode email akan digunakan, misalnya berlangsung dalam beberapa hari, minggu, ataupun bulan. Jumlah penerimanya juga dibatasi mulai dari 10 sampai 100 penerima dalam satu pengiriman.

 

3. Newsletter

Daftar email yang telah Anda peroleh harus dimanfaatkan dengan baik terkait keberlangsungan bisnis Anda. Salah satu jenis email marketing yang bisa Anda gunakan yaitu newsletter. Metode ini memungkinkan Anda untuk menginformasikan update mengenai produk yang Anda tawarkan kepada pelanggan ataupun calon pelanggan.

Newsletter dapat dikirimkan kepada pelanggan yang pernah membeli produk Anda ataupun hanya sekedar mendaftarkan email ke website bisnis Anda. Jenis email marketing ini akan dikirimkan secara rutin setiap seminggu atau sebulan sekali. Dengan demikian, pelanggan dapat mengetahui perkembangan info terbaru yang terdapat pada produk Anda.

 

4. Email Transaksional

Jenis email marketing ini akan dikirimkan kepada pelanggan yang telah bertransaksi sampai tahap checkout. Dengan tujuan meningkatkan kepercayaan pelanggan, email transaksional dikirimkan sebagai konfirmasi untuk melanjutkan pembayaran hingga selesai. Apabila Anda hendak menggunakan jenis email ini, maka rekap, invoice, dan metode pembayaran harus segera dikirimkan kepada pembeli untuk segera diselesaikan transaksinya. Biasanya, metode email ini telah digunakan berbagi marketplace besar yang ada saat ini.

Email Transaksional

Setelah Anda menentukan jenis email marketing yang digunakan, maka perhatikan poin yang terdapat dalam jenis email tersebut. Sebab, tidak semua orang membaca dengan teliti apa yang terdapat pada email yang diterima. Nah, agar pelanggan mendapatkan informasi yang Anda kirimkan, berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat membuat email marketing.

 

Perhatikan Poin Berikut Saat Membuat Email Marketing Untuk Bisnis

1. Subjek Email

Poin utama saat Anda membuat email marketing adalah subjek email yang digunakan. Subjek atau judul email harus benar-benar menarik perhatian pelanggan, boleh berupa ajakan untuk melakukan sesuatu atau lainnya. Sebagai pebisnis yang mengandalkan media online untuk promosi, jangan sampai Anda meremehkan keberadaan subjek email.

Dengan subjek email yang menarik, baik pelanggan atau calon pelanggan akan tertarik untuk membuka, membaca, dan memberikan tanggapan terhadap email tersebut.

 

2. Tampilan Email

Selain subjek email, hal lain yang perlu diperhatikan saat membuat email marketing untuk bisnis adalah tampilan emailnya. Pasalnya, tidak semua orang tertarik membuka email karena subjek. Berdasarkan penelitian oleh Direct Marketing Association, sebanyak 88% orang membuka email karena tampilannya yang berupa konten HTML, sementara 12% sisanya karena tampilannya yang berupa teks.

Oleh karena itu, buatlah tampilan email yang menarik perhatian pelanggan, misalnya memberikan button untuk mendapatkan info terkait promo produk dan sebagainya.

 

3. Permintaan Data Diri

Umumnya, email marketing menyuguhkan formulir yang meminta pelanggan untuk mengisi data diri. Informasi ini digunakan sebagai database untuk marketing berikutnya. Nah, dalam pemberian formulir permintaan data diri, usahakan untuk mengambil data seperlunya saja, seperti alamat email. Sebab, apabila permintaan database terlalu banyak, akan membuat pelanggan malas mengisi bahkan ragu untuk memberikan info secara detail mengingat banyaknya penyalahgunaan data diri melalui media online saat ini.

Pencurian data pribadi secara online

 

4. Testimoni Pelanggan

Siapapun yang belum terlalu mengenal suatu produk, pasti akan melirik testimoni pelanggan terlebih dulu sebelum membelinya. Untuk itu, cantumkan poin ini ke dalam email marketing yang Anda kirimkan. Jika usaha yang Anda jalankan masih dalam skala kecil, tambahkan foto pelanggan yang puas dengan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Tujuannya, untuk memberikan informasi kepada calon pelanggan bahwa produk atau jasa yang Anda tawarkan benar-benar memuaskan.

 

5. Promo Hadiah

Satu lagi yang tak boleh ketinggalan yaitu informasi promo hadiah. Tidak dipungkiri, setiap orang pasti mengincar poin ini ketika hendak membeli suatu produk atau jasa. Misalnya, dengan melakukan subscribe, pelanggan akan mendapatkan kode diskon atau spesial promo lainnya. Pertimbangkan win-win solution yang menguntungkan pelanggan dan perusahaan.

 

Kesimpulan

Email marketing menjadi salah satu media promosi yang patut dipertimbangkan ketimbang media lainnya. Pasalnya, selain tidak membutuhkan banyak biaya, email marketing mampu menjangkau lebih banyak pelanggan apabila dilakukan dengan strategi yang tepat dalam satu kali kirim. Selain media promosi melalui email marketing, perhatikan pula cara pengelolaan keuangan yang baik dan rapi supaya pengeluaran dan pemasukan dalam bisnis Anda dapat dikalkukasi dengan benar.

Kirim Komentar/Reply Baru
Candlestick Beda Di Akun Demo Dan Akun Real

Pak/bu maaf saya mau tanya, di accoun real saya harga GBPUSD 1.28503 sedangkan di accoun demo saya harga di GBPUSD 1.28165 apakah ini suatu kecurangan broker ? Atau memang candlestic di accoun real dan accoun demo itu berbeda ? Tolong jawabannya 

Rizal 15 Feb 2019

Reply:

Erik T (18 Feb 2019 12:28)

Untuk Rizal,

Server akun demo dan server akun real memang berbeda, oleh karena itu memang terjadi perbedaan harga running. Meskipun begitu, perbedaan harga running antara server demo dan sever real harusnya tidaklah terlalu jauh. Hal yang dapat Anda lakukan adalah memeriksa dan mencocokkan jam Meta Trader pada kedua server tersebut. Jika harga sebuah pair pada server demo dan server real bergerak di jam yang sama, dan terjadi selisih harga yang tidak wajar, maka Anda dapat melaporkan hal tersebut pada broker yang bersangkutan. Namun setelah Anda mencocokkan jam dari kedua server tersebut, dan terjadi perbedaan waktu yang berjalan, maka bisa dipastikan salah satu server tersebut sedang mengalami gangguan.

Semoga bisa membantu.

Cara Memanfaatkan Tiktok Untuk Bisnis
Febrian Surya 229
Bisnis  
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Wahyudi 240
Fintech