Cara Trading Candlestick Jitu dengan RSI

Fatma Adriana 11 Aug 2021 Dibaca Normal 6 Menit
forex > candlestick >   #candlestick   #rsi   #indikator
Cara trading dengan canldestick bisa dilakukan melalui berbagai metode, salah satunya adalah lewat bantuan indikator RSI. Selain memperhatikan overbought dan oversold, apalagi metode yang menarik diterapkan?

Candlestick dengan segala macam polanya merupakan unsur penting dalam strategi Price Action. Meski dinilai cukup akurat dalam memprediksi pergerakan harga, faktanya pola candlestick tak bisa digunakan sebagai satu-satunya alat bantu dalam analisa teknikal. Karena itu, tak heran jika kemudian banyak bermunculan cara trading candlestick yang dikombinasikan dengan indikator.

Cara trading candlestick dengan RSI

RSI (Relative Strength Index) adalah salah satu indikator teknikal populer yang banyak diandalkan trader. Baik sebagai indikator momentum ataupun oscillator, RSI ternyata tidak kalah ampuh dibanding indikator lainnya untuk diduetkan dengan analisa candlestick.

Seperti apa pembahasan strateginya? Mari kita simak bersama di bawah ini:

 

Manfaatkan Overbought dan Oversold RSI

Level overbought dan oversold adalah komponen yang paling menonjol dalam penggunaan indikator RSI. Jadi, cukup wajar jika cara trading candlestick yang dipadukan dengan level-level tersebut menjadi strategi yang paling mudah dipelajari.

Baca juga: Apa Fungsi Overbought Dan Oversold Dalam Trading Forex?

Level overbought RSI biasanya berada di level 70, sedangkan titik oversold umumnya terpantau di 30. Level-level ini bersifat relatif, karena ada pula beberapa strategi yang menjadikan level 80 sebagai overbought dan 20 sebagai oversold. Terlepas dari perbedaan interpretasi tersebut, cara membaca sinyal overbought dan oversold RSI cukup sederhana.

  • Harga dikatakan dalam kondisi overbought apabila RSI berada di atas level 70 atau 80, dan berpotensi turun karena kenaikan sebelumnya dianggap sudah mencapai jenuh beli.
  • Harga dikatakan dalam kondisi oversold apabila RSI berada di bawah level 30 atau 20, dan berpotensi naik karena penurunan sebelumnya dianggap sudah mencapai jenuh jual. Untuk lebih mudah memahami hal ini, perhatikan infografis berikut.

    RSI

Meskipun simpel, bukan berarti metode ini kacangan. Faktanya, pembalikan dari overbought dan oversold RSI seringkali menjadi indikasi reversal penting yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang trading. Akan tetapi, ketika harga membentuk trend yang kuat, sinyal RSI bisa bertahan di atas area overbought atau oversold dalam waktu lama. Ini merupakan kelemahan indikator RSI yang cukup fatal jika tidak difilter dengan baik.

Dalam hal ini, pola candlestick pembalikan menjadi konfirmator untuk mengurangi kesalahan sinyal overbought dan oversold RSI. Dengan memastikan adanya pola reversal yang terbentuk bersamaan dengan kondisi jenuh beli atau jual, Anda bisa mengeliminasi kemungkinan terjebak kondisi trending yang merugikan.

Baca juga: 3 Teknik Paling Ampuh Untuk Mengukur Kekuatan Trend

 

Aturan Buy

  • Pastikan garis RSI telah naik menyebrangi level 30.
  • Tunggu sampai pola candlestick yang menandakan bullish reversal terbentuk, bisa berupa Pin Bar, Inside Bar, Morning Star, Bullish Engulfing, dan semacamnya.
  • Pasang order Buy Stop sekitar 2 pips di atas level tertinggi candlestick yang menandakan bullish reversal.
  • Stop Loss bisa ditargetkan sekitar 2 pips di bawah level terendah candlestick acuan. Apabila dirasa terlalu dekat, Stop Loss juga bisa diposisikan sesuai Swing Low sebelumnya.
  • Untuk Take Profit, Anda bisa mengacu pada Swing High sebelumnya.

Cara trading candlestick dengan RSI - Buy Setup

 

Aturan Sell

  • RSI telah turun melintasi level 70.
  • Terbentuk pola candlestick bearish reversal, bisa berupa Shooting Star, Inside Bar, Evening Star, Bearish Engulfing, dan sejenisnya.
  • Tempatkan Sell Stop 2 pips di bawah level terendah candlestick yang mengindikasikan bearish reversal.
  • Untuk mengantisipasi kerugian, posisikan Stop Loss 2 pips di atas level tertinggi candlestick acuan, atau sesuai dengan Swing High sebelumnya.
  • Take Profit dapat ditargetkan di sekitar Swing Low sebelumnya.

Cara trading candlestick dengan RSI - Sell Setup

 

2. Cara Trading Candlestick Dengan RSI Divergence

Selain mengandalkan sinyal overbought dan oversold, divergence juga menjadi metode analisa teknikal yang memanfaatkan indikator RSI.

Teorinya cukup mudah. Jika arah pergerakan harga berlainan dengan arah garis sinyal RSI, maka ada potensi divergensi yang menandakan perubahan momentum. Umumnya, arah harga kemudian akan berbalik mengikuti sinyal RSI. Namun demikian, hal ini biasanya tidak berlaku jika yang terjadi adalah hidden divergence.

Anda tidak perlu bersusah payah menghafal jenis-jenis divergence terlebih dulu jika ingin menggunakan cara trading candlestick dengan RSI. Kuncinya, pastikan jika divergence yang dijadikan acuan sama-sama berasal dari Low harga dan RSI atau High harga dan RSI.

 

Contoh Penerapan Analisa Candlestick dan Sinyal Divergence RSI

Grafik di bawah ini menunjukkan bagaimana Low harga dan RSI bergerak di arah yang berbeda. Ketika titik-titik Low harga semakin naik (Higher Low) sementara titik-titik Low RSI malah menurun (Lower Low). Tak lama kemudian, terbentuk pola candlestick Bearish Engulfing yang biasanya menandakan bearish reversal. Indikasi ini bisa menjadi setup sell yang dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan dari penurunan harga.

Baca juga: Pola 3 Candle Terbaik Penanda Reversal

Cara trading candlestick dengan divergence RSI - Sell

 

Mari ambil contoh lagi untuk mempelajari skenario divergence dari High harga dan RSI. Pada chart USD/JPY berikut, terlihat bahwa High harga membentuk penurunan (Lower High) ketika High pada garis RSI sedang naik (Higher High). Pada saat yang sama, harga membentuk gap naik dengan Pin Bar yang muncul dan menandakan ketidakpastian. Ketika candle berikutnya ditutup menguat dan membentuk pola bullish dengan body besar, bisa dipastikan bahwa bullish reversal telah terkonfirmasi.

Baca juga: Kupas Tuntas Strategi Trading Reversal Dengan Pin Bar

Cara trading candlestick dengan divergence RSI - Buy

Yang perlu diperhatikan, cara trading candlestick dengan divergence tidak memperhatikan apakah RSI sedang overbought atau oversold. Karena pengamatan divergence biasanya bersifat subyektif, metode ini biasanya kurang ideal bagi trader yang belum banyak pengalaman dalam analisa teknikal.

 

Manakah Strategi Yang Lebih Baik?

Apabila Anda masih pemula, menjalankan cara trading candlestick dengan overbought dan oversold indikator RSI bisa menjadi strategi awal yang lebih mudah untuk dipelajari. Jika nantinya Anda tertarik mengaplikasikan teknik divergence, sebaiknya berlatihlah dulu di akun demo agar terhindar dari risiko sinyal palsu.

Berlatih di akun demo(Baca juga: Mulai Trading Di Forex Demo, Kenapa Tidak?)

Apapun sinyal RSI yang nantinya Anda gunakan, pastikan bahwa pola candlestick yang menjadi acuan di sini adalah formasi reversal untuk mencari sinyal pembalikan. Jadi apabila Anda belum familiar dengan pola-pola candlestick penanda reversal, sebaiknya pelajari dulu bentuk-bentuknya, baik yang menandakan bullish maupun bearish reversal. Anda juga bisa memonitor pola candlestick yang terbentuk di berbagai pair secara real-time agar tidak melewatkan peluang trading.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Alam |  7 Mar 2018

Bagaimana cara mudah membaca candlestick yang akan terbentuk selanjutnya?

Lihat Reply [18]

dalam hal ini tentu anda perlu mengetahui pola dan dasar dari candelstick tersebut. Pola candelstick  berikutnya  akan terbentuk dari TF yang digunakan. Jika TF H1 yang digunakan, maka setiap 1 jam sekali, Candel baru akan terbentuk. Ada sebagian Trader yang melakukan trade hanya bermodalkan candel saja. karena menurutnya dia bisa dancing with market hanya dengan bermodal candel. Teori yang sederhana, adanya penutupan candel dengan tubuh / batang yang panjang di salah satu TF yang digunakan, maka akan semakin kuat harga bergerak kearah mengikuti candel sebelumnya.

Candlestick

candlestick

Thanks

Basir   8 Mar 2018

Untuk Alam,

Materi-materi seputar candlestick, dapat Anda baca di artikel berikut ini.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   19 Jun 2019

@ Zufar:

Pola candle tidak harus dihafal. Kalau lupa, Anda bisa lihat di artikel dsb. Hanya saja Anda harus tahu ketika pergerakan harga membentuk pola tertentu yang mengisyaratkan sinyal untuk membuka posisi. Itu bisa dilakukan dengan cara berlatih sesring mungkin mengamati chart.

Untuk menghasilkan profit tidak hanya dengan mengandalkan pola candle, tetapi dengan sistem trading yang profitable. Sistem trading terdiri dari metode entry dan exit, strategi entry dan money management.

Metode entry dan exit menggunakan analisa teknikal, strategi entry bisa berdasarkan analisa teknikal atau analisa fundamental, sedang pengaturan money management terdiri dari risk management dan risk/reward ratio setiap kali entry.

Metode entry dan exit yang umum adalah kombinasi antara price action dan indikator. Misal terjadi bullish engulfing dan pada saat yang bersamaan kurva indikator MACD diatas kurva sinyal, maka bisa entry dengan open buy, dsb.

Strategi entry adalah cara yang Anda gunakan untuk entry. Untuk strategi entry yang berdasarkan analisa teknikal misalnya entry ketika pasar trending (strategi breakout), atau ketika terjadi bouncing (strategi buy the dip / sell the rally). Strategi entry yang berdasarkan analisa fundamental adalah entry beberapa saat setelah rilis news data berdampak tinggi.

M Singgih   9 Oct 2018

@ Zio:

Tidak bisa dilacak, karena kita tidak bisa menebak arah sentimen pelaku pasar. Kita entry setelah tahu arah sentimen pasar. Dalam hal ini kita akan entry setelah tahu kondisinya bouncing (di-reject), atau breakout (lanjut).

Jadi harus menunggu sebuah candle akan membentuk formasi apa di sekitar support atau resistance, atau beberapa candle akan membentuk pola apa di sekitar support atau resistance. Formasi sebuah candle misalnya pin bar, doji, dsb, sedangkan pola dari beberapa candle misalnya morning star / evening star, tweezer top / bottom dsb. Untuk itu Anda harus mengamati price action yang terjadi.

Sebagai contoh:

  

Anda tidak harus entry sebelum pin bar selesai terbentuk. Setelah tahu terjadi rejection pin bar (oleh kurva sma 200 day dan level resistance 1306.00), Anda baru masuk pada bar berikutnya, yang mana mengkonfirmasi sifat rejection pin bar tersebut.

Selain konfirmasi melalui candle setelahnya (level terendah pin bar tsb ditembus), juga sebaiknya dikonfirmasi oleh indikator trend (MACD, parabolic SAR, Bollinger Bands, ADX). Minimal 2 indikator sudah confirm, maka rejection pin bar tsb bisa dianggap valid.

M Singgih   25 Jun 2018

@ Bujel:

Mengenai cara membaca pergerakan candlestick.

M Singgih   6 May 2020

di sesi pasar mana biasanya pak klo kita mau lht candle reverse? yg paling banyak?

Khairullah   7 Oct 2020

@ Khairullah:

Tidak bisa ditentukan. Keadaan reversal bisa terjadi kapan saja, tergantung dari sentimen pelaku pasar, bisa disebabkan oleh faktor fundamental, faktor politik, peristiwa yang tidak terduga (misalnya bencana alam, serangan teror dsb), dan juga aksi profit taking.

Yang penting untuk mengetahui sentimen pelaku pasar adalah dengan mengamati price action.

M Singgih   8 Oct 2020

Dg kita mengamati price action, menurut master sudah ckup sbg sinyal utk entry belum? atau kah hrs ada pnggunaan indikator klau qt berbekal price action?

Sahila   22 Oct 2020

@ Sahila:

Agar valid, sinyal dari price action sebaiknya dikonfirmasi oleh penunjukkan minimal 2 indikator teknikal. Misal jika sinyal mengisyaratkan harga akan naik, bisa dikonfirmasi dengan penunjukkan indikator trend seperti MACD, ADX atau parabolic SAR.

M Singgih   27 Oct 2020

@Sugeng Budiman: Tidak perlu menghapal semua jenis pola candlestick. Anda hanya perlu mengetahui candlestick signifikan yang sering terjadi di market.

Untuk lebih jelasnya berikut ini artikel tips membaca candlestick tanpa perlu menghapal.

Kiki R   8 Mar 2022

@ Wahyudin:

Tidak harus menghafal semua bentuk candlestick dan pola chart (pattern), cukup yang penting saja yaitu yang sering muncul di chart seperti pin bar, doji, hammer, morning star, everning star, bullish / bearish engulfing, double top / bottom, head and shoulders dsb. Untuk selengkapnya silahkan simak artikel ini: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat, Tak Perlu Hafalan

M Singgih   9 Mar 2022

Bagaimana caranya baca pergerakan candlestick setiap pergantian sesi asia, eropa, london?

Bujel   29 Mar 2020

Bagaimana cara mudah untuk membaca pola cendlestick forex? Apakah harus dengan menghafal semuanya?

Sugeng Budiman   8 Mar 2022

Bagaimana cara trading dengan candlestick? Apakah pengguna candlestick harus menghafal semuanya? Padahal pola candlestick sangat banyak. Terima kasih

Wahyudin   3 Mar 2022

Apakah kita harus menghafal semua bentuk Candlestick Agar bisa tepat profitnya Mohon penjelasnnya

Zufar   5 Oct 2018
Apakah ada ciri khusus sebuah candel akan di reject atau lanjut ketika mau menyentuh area support dan resistance?
Zio   13 Jun 2018

Konfirmasi candlestick menggunakan Trendline apakah valid?

Radhigo   9 Jun 2022

@Radhigo: Valid atau tidaknya harus diuji untuk mengetahui winrate, RR dan nilai ekspektasinya.

Dengan demikian, parameter valid belum bisa ditetapkan sebelum pengujian dilakukan.

Kiki R   9 Jun 2022
 Sis |  15 Mar 2012

pagi master,apakah benar lebih mudah memprediksi dengan renko chart daripada dengan candle stick.di mana saya bisa mendapatkan free renko chart?trims.

Lihat Reply [6]

dalam cara kerjanya Renko chart menampilkan bentuk candle yang secara teori teratur karena ada set up Box size per candle nya selalu sama. Misalnya, kita set up box size 10, maka kita harapkan akan muncul candle dengan range 10 pips.

renko chart juga termasuk scrip scrip yang di buat kemudian di seting diMeta Trader. banyak trader yang kemudian membuatnya menjadi semacam EA. namun tetap saja dalam penggunaannya tak jauh berbeda dengan indikator / EA  yang mengharuskan kita tetap perlu melakukan analisa untuk melakukan Open. dan dalam  pergerakan harga  tak jauh berbeda sama  candle,

Basir   15 Mar 2012

@ Sisr:

Menurut saya indikator Renko chart kurang reliable karena tidak mencerminkan pergerakan harga real time yang sebenarnya, hanya mengindikasikan perubahan arah trend berdasarkan perubahan level high atau low harga sebelumnya. Indikator ini juga termasuk lagging karena box dibentuk setelah terjadi perubahan harga.

Seperti pada contoh EUR/USD daily berikut ini, jika dikombinasikan dengan Fibonacci retracement tampak kurang akurat dibandingkan harga real time-nya (chart yang atas). Selain itu dari indikator ADX (real time) juga lebih akurat menunjukkan perubahan trend dari harga yang real time. Juga untuk level support dan resistance, kalau untuk trading real time kurang akurat.


width=767

Menurut saya Renko chart bisa untuk perbandingan dalam menentukan arah trend, tetapi tidak untuk trading yang real time. Namun demikian ada trader yang lebih nyaman menggunakan Renko chart dibandingkan pergerakan harga yang real time.

Untuk indikator Renko chart pada Metatrader 4, silahkan download di sini.

M Singgih   20 Jun 2019

@ Aji:
- Menurut saya indikator Renko chart kurang reliable karena tidak mencerminkan pergerakan harga yang real time, dan hanya mengindikasikan perubahan arah trend berdasarkan perubahan level high atau low harga sebelumnya. Indikator ini juga termasuk lagging karena box dibentuk setelah terjadi perubahan harga.

Seperti pada contoh EUR/USD daily berikut ini, jika dikombinasikan dengan Fibonacci retracement tampak kurang akurat dibandingkan harga real time-nya (chart yang atas). Selain itu dari indikator ADX (real time) juga lebih akurat menunjukkan perubahan trend dari harga yang real time.

Juga untuk level support dan resistance, kalau untuk trading real time kurang akurat.
Menurut saya Renko chart bisa untuk perbandingan dalam menentukan arah trend, tetapi tidak untuk trading yang real time. Namun demikian ada trader yang lebih nyaman menggunakan Renko chart dibandingkan pergerakan harga yang real time.



- Untuk ukuran box tergantung dari time frame trading, tidak ada acuan yang baku. Makin rendah time frame trading maka digunakan ukuran box yang semakin kecil karena perubahan harga high dan low yang dimonitor akan terjadi pada jumlah pip yang semakin kecil. Untuk scalping bisa mengacu pada perubahan pip yang paling kecil misal 2 atau 3 pip.
- Karena lebih mengindikasikan perubahan trend maka bisa dikombinasikan dengan indikator trend terutama moving average. Seperti pada contoh gambar diatas, harga pullback setelah gagal menembus indikator sma 200.
Catatan: Renko chart diatas dibuat dari indikator Renko chart yang diunduh dari sini.

M Singgih   1 Sep 2016

Selamat sore SF, saya ingin bertanya perihal chart rengko. Bisakah chart rengko digabungkan dengan indikator bawaan MT4 seperti MA,BB, stoch atau MACD? 
Terima kasih

Yusron Setiawan   5 Mar 2018

@ Yusron Setiawan:

Bisa Pak. Renko chart adalah salah satu indikator yang bisa diterapkan pada platform Metatrader 4 sehingga bisa digabungkan dengan indikator Metatrader 4 lainnya.

Sebenarnya saya ingin memberikan contoh dari pergerakan pair terkini, tetapi indikator Renko chart untuk Metatrader 4 yang saya dapatkan dari berbagai sumber tidak bisa diterapkan di Metatrader 4 versi yang terbaru.
Dari sumber di MQL5 ini bisa, tetapi harus pada time frame M2 (2 menit) dan diamati dengan Open Offline.

Kalau Anda punya sumber Renko chart yang bisa dipasang di Metatrader 4 versi terbaru mohon diberikan infonya juga. Terima kasih.

M Singgih   5 Mar 2018
Min saya mncoba mendalami sistem indikator renko chart. Gimana pendapat anda tentang sistem ini.
Dan renko chart itu bagusnya pakai brapa box pips dan di kombinasikan dengan indikator apa.
Terimakasih.
Aji   29 Aug 2016
 Yuri Wijayanto |  11 Jun 2012

Menurut master, biasanya para big player menggunakan indikator teknikal apa? di tf berapa?

Lihat Reply [3]

@ yuri wijayanto:
Dari info yang saya dapatkan, kebanyakan trader profesional dan big boys hampir tidak menggunakan indikator teknikal kecuali moving averages untuk mengetahui harga rata-rata dalam periode tertentu dan arah trend. Hal itu disebabkan karena mereka tahu bahwa hampir semua indikator teknikal selalu terlambat dalam merespons pergerakan harga pasar. Time frame trading biasanya di tf tinggi (H4, daily, weekly), dan untuk tools biasanya menggunakan Fibonacci retracement dan pivot.

M Singgih   1 May 2016

Apa trik yg dipakai steve cohen main forex bos ku ?? Dan selain moving average apa gak ada trik lain untuk mengetahui posisi sell atau buy agar terkonfirmasi ke kita untuk masuk pasar dn mengambil posisi??

Fan   2 May 2019

Mengenai strategi trading Steve Cohen, silahkan baca: Investing: What is Steve Cohens Trading Strategy? 

- …. selain moving average apa gak ada trik lain untuk mengetahui posisi sell atau buy agar terkonfirmasi ke kita untuk masuk pasar dn mengambil posisi?

Yang akurat adalah dengan mengamati price action yang terbentuk, dan dikonfirmasi oleh indikator teknikal.

M Singgih   8 May 2019
 Andhy Kusyanto |  23 Apr 2016

Sensei, pertanyaan saya
1. berdampak apa stochastic dan rsi terhadap harga?
2. Terkadang kenapa RSI atau stochastic posisi oversold tapi harga belum mampu naik dan harga menunjukkan tren menurun terus?
Itu yang ingin saya ingin mengerti.
Mohon bantuannnya...

Lihat Reply [11]

@ andhy kusyanto:

1. Stochastics dan RSI adalah indikator oscillator yang mengukur pergerakan harga, jadi tidak mempengaruhi atau berdampak pada pergerakan harga. Yang mempengaruhi pergerakan harga terutama adalah sentimen para pelaku pasar.
2. Itu karena pergerakan harga sedang trending, dan kondisi ekstrem (overbought atau oversold) indikator oscillator seperti RSI dan stochastics memang tidak bisa diterapkan pada pasar yang trending. Pada keadaan pasar yang trending kita hanya bisa melihat adanya kemungkinan divergensi antara indikator oscillator dan pergerakan harga, sedang kondisi overbought dan oversold akan valid untuk kondisi pasar yang sideways (ranging).

Agar tidak terjebak Anda bisa menggunakan indikator kekuatan trend disamping indikator oscillator, biasanya moving averages atau ADX. Jika trend sedang kuat, abaikan overbought atau oversold dan amati kemungkinan divergensi.

Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca:

M Singgih   25 Apr 2016

Untuk Michael,

Yang di sebut Short Term ada trading jangka pendek, dalam satu hari perdagangan. Artinya tidak melebihi satu hari. Jika 3 – 5 hari sudah masuk katagori Long Term.

Demikin pun saat pengambilan data / analisa , time frame yang digunakan adalah berbeda. Untuk Short term biasanya menggunakan M5 – H1, sementara untuk Long Term menggunakan H4 keatas.

Untuk indicator Stoch dan RSI bisa di gunakan baik di Short atau Long Term.

Terima Kasih.

Basir   20 Apr 2018

@ Anggoro:

Indikator RSI termasuk oscillator yang bisa mengamati keadaan overbought dan oversold saat pasar dalam keadaan sideways, dan mengamati keadaan terjadinya divergensi saat pasar dalam keadaan trending. Saat pasar trending maka overbought dan oversold tidak berlaku. Selan divergensi, amati juga posisi kurva pada level 50 (center line).

Untuk mengetahui cara trading dengan indikator RSI, silahkan baca:
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI

 

M Singgih   3 Apr 2022

@ Narin Adiyaman:

Indikator stochastic termasuk oscillator, sehingga efektif digunakan ketika pergerakan harga sideways. Ketika pergerakan harga sedang sideways, amati area overbought dan oversold. Sell ketika harga berada di area overbought, dan buy ketika harga berada di area oversold. Konfirmasi saat buy atau sell diamati dari perpotongan kurva %K dan %D.

Ketika pergerakan harga sedang trending (uptrend maupun downtrend) maka keadaan overbought dan oversold tidak berlaku dan bisa diabaikan. Ketika sedang trending, yang penting diperhatikan adalah apakah terjadi keadaan divergensi atau tidak.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai penggunaan indikator stochastic, silahkan baca:
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya

 

M Singgih   24 Apr 2022

@ Ardhy Wiraatmaja:

Indikator stochastic termasuk oscillator, sehingga efektif digunakan ketika pergerakan harga sideways. Ketika pergerakan harga sedang sideways, amati area overbought dan oversold. Sell ketika harga berada di area overbought, dan buy ketika harga berada di area oversold. Konfirmasi saat buy atau sell diamati dari perpotongan kurva %K dan %D.

Ketika pergerakan harga sedang trending (uptrend maupun downtrend) maka keadaan overbought dan oversold tidak berlaku dan bisa diabaikan. Ketika sedang trending, yang penting diperhatikan adalah apakah terjadi keadaan divergensi atau tidak.

Untuk penjelasan yang lebih lengkap mengenai penggunaan indikator stochastic, silahkan baca:
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya

 

M Singgih   25 Apr 2022

saya mau tanya untuk strategi trading yang short term sekitar 3-5 hari open order itu pake stochastic atau rsi yang lebih baik dan periodenya berapa ya?

Michael   18 Apr 2018

Bagaimana cara membaca dang menggunakan indikator RSI yang benar?

Anggoro   31 Mar 2022

bagaimana cara mudah menggunakan indikator stochastic oscillator?

Narin Adiyaman   21 Apr 2022

bagaimana cara membaca indikator stochastic untuk menemukan signal entry?

Ardhy Wiraatmaja   22 Apr 2022

Ciri chart akan terjadi uptrend gimana pak tandanya? Makasih

Eko Adi   8 Jun 2022

@ Eko Adi:

Tidak ada isyarat yang pasti akan terjadinya uptrend ataupun downtrend.
Pergerakan reversal uptrend atau downtrend akan terjadi jika harga telah menembus level 50% Fibonacci retracement. Pengamatan juga dikombinasikan dengan pola chart tertentu yang mengisyaratkan pembalikan arah trend dan dikonfirmasikan dengan indikator teknikal serta level 50% Fibonacci retracement.

Misal pola head and shoulders yang telah terkonfirmasi mengisyaratkan pembalikan arah dari uptrend menjadi downtrend, dan pola inverse head and shoulders yang telah terkonfirmasi mengisyaratkan pembalikan arah dari downtrend menjadi uptrend.

 

M Singgih   10 Jun 2022
 Mas Sinar |  1 May 2018

Selamat sore SF, saya baru belajar tentang trading pada daerah ranging dan breakout. Dan saya menemukan indikator bollinger bands dan donchian channel. masing-masing punya parameter sendiri. Saya ingin bertanya, mana yang lebih baik ya? menggunakan level high/low seperti donchian atau standar deviasi seperti bb? thx

Lihat Reply [11]

@ Mas Sinar:

Untuk breakout berdasarkan daily range, Donchian channel lebih akurat. Richard Donchian merancang indikator ini berdasarkan level high / low periode 20 hari, jadi akurasinya akan lebih baik kalau digunakan pada time frame daily.

Kalau Bollinger Bands lebih ke volatilitas untuk melihat kekuatan trend. Standard deviasi perhitungannya tetap, tidak berdasarkan level high / low pada periode tertentu. Kalau harga melewati batas atas (upper band) atau batas bawah (lower band) maka harga sedang bergerak uptrend atau downtrend dengan kuat.

Entrynya dilihat dari breakout pada middle band, tetapi untuk kondisi sideways kurang akurat. Ketika harga break diatas middle band diasumsikan sedang bergerak uptrend dan sebaliknya. Jadi untuk deteksi arah trend. Pada kondisi sideways bisa untuk deteksi overbought dan oversold

Kalau Anda ingin trading dengan cara breakout berdasarkan daily range, bisa dibantu juga dengan indikator ADR (Average Daily Range)

M Singgih   3 May 2018

Kalau untuk strategi breakout support dan resistance trendline bagaimana pak?

Erwin Tembesi   23 Jun 2018

@ erwin tembesi:

Breakout garis trend (trendline) maupun breakout garis horisontal support dan resistance, harus dikonfirmasi oleh price action dan indikator teknikal, baik indikator trend (MACD, parabolic SAR, ADX, Bollinger Bands) maupun indikator momentum (RSI, stochastic, CCI). Minimal ada 2 indikator yang conform.

Kenapa indikator trend, karena kita membicarakan arah trend, apa lagi jika arah trend tampak jelas dari garis trend yang telah di-plot. Konfirmasi indikator momentum juga diperlukan karena kita ingin entry pada saat (momen) yang tepat.

Contoh:

Pada garis trend 1:

Price action: terjadi bullish engulfing candle yang menembus garis trend, berarti kemungkinan akan bullish. Dalam hal ini kita harus menunggu sampai engulfing candle selesai terbentuk, dan kita lihat candle berikutnya (candle A).. Jika dikonfirmasi oleh indikator, maka kita bisa entry buy. Tampak dari indikator MACD, parabolic SAR dan RSI telah conform (RSI di atas level 50), jadi kita bisa entry buy.

Pada garis trend 2, meskipun telah menembus garis trend (candle B), tetapi dari price action tidak jelas, dan ke 3 indikator tidak conform, jadi kita seharusnya tidak entry sell pada candle B.

M Singgih   26 Jun 2018

kalau dari sisi price action sendiri apakah ada pola candlestick trtentu yg menunjukkan harga akan breakout support/resistance??

Gio   6 Jul 2018

@ Gio:
Harga akan breakout jika formasi candlestick yang Anda maksudkan terjadi di dekat level support atau resistance.
Akan breakout level support jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bearish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi uptrend termasuk doji atau gravestone doji dan shooting star (1 candle)
- Formasi bearish engulfing (2 candle)
- Formasi dark cloud cover (2 candle)
- Formasi atau pola evening star (3 candle)
- Formasi atau pola three black crows (3 down bar yang berurutan)

Akan breakout level resistance jika formasi candlestick yang terjadi menunjukkan kemungkinan pergerakan bullish, yang sering terjadi adalah: 
- Bentuk pin bar yang terjadi pada kondisi downtrend termasuk doji atau dragonfly doji dan hammer (1 candle)
- Formasi bullish engulfing (2 candle)
- Formasi piercing line (2 candle)
- Formasi atau pola morning star (3 candle)
- Formasi atau pola three white soldiers (3 up bar yang berurutan)

M Singgih   7 Jul 2018

Halo pak, saya masih pemula jdi saya tidak ngerti apa breakout itu pak. Mohon info nya pak

Jefri   3 Aug 2018

Untuk Jefri,

Break artinya diam/istirahat, Out artinya keluar. Dalam istilah trading, Break Out diartikan penembusan pada suatu level harga, setelah bergerak diam, istirahat atau sideways pada area yang sempit.


sideways

Anda bisa memilih Mata uang apa saja, dengan menetukan Time Frame terlebih dahulu. Cari level – level sempit dimana harga bergerak. Sebagai contoh pada GBP/USD, di TF 30. 

Cara diatas adalah order pending, pada GBP/USD. Dengan Buy Stop di 1.40867 dan Sell Stop 1.40485. Dengan harapan harga bisa menembus salah satunya.

Terima kasih.

Basir   4 Aug 2018

Bagaimana mendeteksi terjadinya breakot tanpa menggunakan indikator trading?

Ihsan   23 Jun 2022

@Ihsan: Mendeteksi breakout tanpa menggunakan indikator artinya kita menggunakan harga itu sendiri atau biasa disebut dengan price action.

Cara paling sederhana mendeteksi breakout adalah dengan melihat 2 variabel: 1) Harga 2) Volume

1) Harga

Ciri-ciri breakout yang bagus ada 2, pertama break harga harus kuat dan ditandai dengan adanya candlestick dengan body panjang pada saat break. 

Kedua, tidak adanya shadow berlawanan yang panjang dengan arah body candle tersebut.

2 hal ini menandakan bahwa breakout tersebut valid dan kemungkinan harga akan melanjutkan arah breakout cukup besar.

2) Volume

Selain dari bentuk candlestick (harga), breakout yang valid biasanya ditandai dengan adanya volume yang membesar. Waspadai apabila breakout yang terjadi mempunyai volume yang rendah.

Kiki R   23 Jun 2022

Kalau breakout tapi volume kecil memang kenapa ya pak?

Ihsan   24 Jun 2022

@Ihsan: Breakout dengan volume kecil menandakan seller/buyer yang menjadi pendorong harga tersebut break tidak kuat.

Akibatnya breakout yang punya volume kecil punya kemungkinan besar berbalik (false breakout).

Oleh karena itu, jika Anda adalah trader yang tipe mengikuti trend dengan menggunakan breakout, perhatikan baik-baik saat harga break termasuk volumenya.

Breakout yang paling bagus terlihat dari candle break yang besar panjang dan shadow yang pendek serta volumenya besar.

Kiki R   24 Jun 2022
 

Komentar @inbizia

Jujur masih agak bingung dengan cara naked trading, saya sich ngerasa pusing kalau menghapal terlalu banyak candlestick. Apa ada bocoran, apa saja candlestick yang efektif? Makasi master
 Rully |  19 Apr 2022
Halaman: Cara Trading Tanpa Indikator Untuk Profit Maksimal
@Indra: Seperti yang tertampil pada artikel di atas, pada pada dasarnya, indikator MACD kurang bagus apabila digunakan untuk melihat kondisi overbought dan oversold. Jenis indikator ini penggunaannya untuk trend (struktur market) dan momentum. Cara mengetahui overbought dan oversold dengan menggunakan indikator MACD adalah dengan melihat akselarasi naik/turun dari garis MACD. Jika garis MACD naik/turun secara cepat, hal ini menunjukkan (memberikan signal) harga sudah overbought/oversold dan akan kembali ke normal. Cara ini kurang akurat karena akan banyak false signal. Untuk lebih akurat, pasangkan dengan indikator oscillator seperti RSI.
 Kiki R |  21 Apr 2022
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Macd Untuk Day Trading
Kalau trading dengan time frame segitu, lebih baik mbaknya ganti gaya aja jadi scalper. Karena setahu saya, pola candlestick akan akurat kalau dipakai di time frame minimal 4H, di bawah ini riskan karena banyak fake signal. Kalau tertarik scalping, bisa baca artikel ini.
 Uda Mamang |  27 Apr 2022
Halaman: Pola Candlestick Yang Paling Menguntungkan
@ Arif Ardiansyah:

Indikator stochastic akan akurat ketika digunakan pada pergerakan harga yang sideways, yaitu dengan mengamati area overbought dan oversold untuk menentukan momentum entry (buy atau sell).

Indikator yang biasanya digunakan sebagai kombinasi adalah indikator trend yaitu ADX, moving average, MACD dan juga parabolic SAR.

Jika pergerakan harga masih sideways, maka kurva indikator ADX akan menunjukkan angka di bawah level 20. Jika ADX naik di atas 20, maka pergerakan harga berubah jadi trending, dan overbought dan oversold tidak berlaku. Jika pasar berubah trending, amati divergensi dari indikator stochastic tsb, dengan dikonfirmasikan oleh indikator trend lainnya.
 M Singgih |  26 May 2022
Halaman: Cara Trading Kripto Dengan Indikator Stochastic
Ada banyak, pak. Ada Inside Bar, Hammer, Morning Star, Doji, Marubozu, dan lain-lainnya lagi. Mungkin Anda bisa coba klik link ini untuk membaca semua pola tersebut. Salam.
 Evan |  3 Jun 2022
Halaman: Belajar Candlestick Crypto Dengan Pola Bullish Engulfing
Jika memang ada uang dingin, boleh-boleh saja koq menambah porsi investasi. Tapi perlu diingat karena metode DCA ini lebih efektif digunakan untuk jangka panjang, sebaiknya Anda memprioritaskan angka tabungan yang cukup setiap bulannya.
 Ananta |  6 Jun 2022
Halaman: Teknik Investasi Kripto Aman Dengan Dollar Cost Averaging

Kamus Forex

Indikator Ekonomi

Data statistik yang digunakan oleh analis dan pelaku pasar untuk mengetahui kondisi ekonomi terkini maupun memproyeksikan peluang ekonomi di masa depan. Indikator ekonomi juga dapat digunakan untuk menentukan sehat-tidaknya perekonomian suatu negara.

Risk aversion, Risk Avoidance

Penghindaran risiko atau menurunnya sentimen pelaku pasar secara umum untuk berinvestasi pada aset-aset berisiko lebih tinggi. Biasanya, mereka akan berbalik memburu aset berisiko rendah atau bahkan safe haven seperti emas dan obligasi.

RSI

Relative Strength Index atau indikator teknikal bertipe oscillator yang populer dan dianggap cukup handal. Dibuat oleh Welles Wilder pada tahun 1978, RSI dikenal akan ciri khas grafiknya yang bisa dibatasi oleh level overbought dan oversold.

Indikator Teknikal

Alat yang dibuat berdasarkan perhitungan matematis atas histori harga, volume, atau minat pasar terhadap sebuah instrumen investasi atau kontrak keuangan. Penggunaan indikator teknikal bertujuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

Candlestick

Salah satu jenis grafik harga (chart) untuk memetakan dan membaca pergerakan harga di pasar finansial secara teknikal. Candlestick utamanya dibentuk oleh level-level OHLC (Open, High, Low, Close).

Kamus Candlestick

Three Black Crows
Three Black Crows
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick dan semuanya berbentuk bearish panjang. Harga penutupan candlestick pertama, kedua, dan ketiga harus membentuk penurunan secara berturut-turut.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Komentar[4]    
  Dedy Mulyadi   |   11 Apr 2022

Indikator RSI baiknya digunakan dengan indikator apa?

  Erik Ihza Mahendra   |   11 Apr 2022

Kombinasikan indikator RSI dengan Bollinger Bands untuk memperoleh sinyal trading terkonfirmasi
indikator RSI menunjukkan impuls pergerakan harga
Bollinger Bands mengindikasikan arah pergerakan pasar

  Muthadi Armandli   |   11 Apr 2022

bisa digunakan dengan indikator MACD

  Dedy Mulyadi   |   16 Jun 2022

Jadi lebih baik mana nih? Digabung dengan Bollinger Bands atau MACD. Jangan bikin bingung dong.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip