Cara Trading Forex Di Pasar Sideways

Wiji Purnama 17 Feb 2017Dibaca Normal 6 Menit
forex>strategi>   #sideways   #cara-trading-forex
Jika Anda tipe trader yang lebih fleksibel, ketahuilah bahwa pasar sideways pun menyimpan peluang yang dapat dimaksimalkan dengan cara trading forex tertentu.

Dalam mencari peluang terbaik dan menetapkan cara trading forex, pola pergerakan harga kerap kali menjadi perhatian utama. Kondisi trending pun menjadi favorit, mengingat keuntungan trading dihitung dari seberapa besar harga telah naik atau turun dari level entry.

Namun faktanya, pasar lebih didominasi oleh pola ranging (sideways) ketimbang trending. Jika sudah seperti itu, apakah ini artinya kesempatan jarang sekali muncul? Apabila Anda trader yang benar-benar berpacu pada trend, maka bisa dibilang begitulah adanya. Namun jika Anda tipe trader yang lebih fleksibel, ketahuilah bahwa pasar sideways pun menyimpan peluang yang dapat dimaksimalkan dengan cara trading forex tertentu.

Cara Trading Forex Di Pasar Sideways

Pada dasarnya, potensi market sideways memang tak setinggi pasar trending. Namun ada keuntungan tersendiri dari cara trading forex di kondisi ini, yaitu kemudahan. Harga yang bergerak dalam ranging, normalnya berada dalam batasan support resistance. Jadi secara teori, cara trading forex sederhana di pasar ranging adalah: entry buy diambil ketika harga memantul dari support, sementara entry sell diposisikan saat harga turun dari resistance.

Prinsip Sederhana Cara Trading Forex Sideways

Tak hanya persoalan entry, perkiraan exit pun dapat terpecahkan dengan mudah pada cara trading forex di pasar sideways. Ingin tahu tekniknya? Berikut ini penjelasan lengkap yang tersaji dalam 3 langkah trading, plus beberapa kiat ekstra.

 

1. Kenali Support Resistance

Sesuai prinsip pasar sideways yang telah disebutkan di atas, harga cenderung bergerak dalam range support resistance. Oleh karena itu, tahap pertama dalam cara trading forex di market ranging adalah identifikasi support resistance.

Ada beberapa strategi forex mengenali support resistance, di mana ide dasarnya adalah dengan menghubungkan titik-titik high atau low harga yang terlihat gagal menembus suatu level.

Mengenali Support Resistance

Dalam memasang support resistance, Anda dapat menggunakan beberapa cara trading forex seperti:

    • Menempatkan garis horizontal secara manual di chart pada level-level yang diduga sebagai support dan resistance.
    • Menjadikan level psikologis (angka bulat) sebagai patokan. Dalam strategi forex umum, banyak trader memilih entry atau memposisikan pending order di sekitar level psikologis. Tak hanya trader retail, para pemain besar pun kerap menggunakan cara trading forex serupa. Dengan demikian, pola pergerakan harga di sekitar level angka bulat ini seringkali menggambarkan perilaku pasar dengan jelas, sehingga bisa digunakan sebagai acuan strategi forex dalam trading.

Level Psikologis

  • Mengandalkan cara trading forex dengan Fibonacci, tool teknikal yang ditarik manual dari swing-swing harga.
  • Menggunakan pivot point yang dihitung dari level open, high, low, dan close dari sesi trading terakhir. Hasil kalkulasi pivot point ini nantinya menjelma menjadi level-level harga yang bisa dijadikan sebagai support resistance.

Pivot Point

(Gunakan Kalkulator Pivot Point Untuk Menghitung Secara Otomatis)

Dalam mengenali support resistance, Anda bisa mengaplikasikan salah satu metode di atas. Sebaiknya, pilih strategi forex yang Anda rasa paling mudah dipahami dan mampu mengidentifikasi support resistance secara ideal.

 

2. Ikuti Pola Price Action

Setelah mendapatkan support resistance, cara trading forex berikutnya adalah dengan mengikuti pola price action. Mengapa harus demikian? Karena bagaimana bentuk harga di chart dapat mencerminkan aksi para pelaku pasar. Jika bounce harga dari support atau resistance didukung dengan pola price action reversal (pembalikan), maka hal itu akan lebih memastikan peluang entry Anda.

Contoh pola reversal yang paling terkenal di berbagai cara trading forex dan sering muncul di chart adalah pin bar. Candlestick ini ditandai dengan penolakan pada level harga tertentu, dengan ciri body yang kecil dan sumbu panjang melebihi besar body-nya. Jika sebuah pin bar muncul di puncak uptrend dan memiliki sumbu atas yang panjang, maka hal itu menandakan potensi reversal bearish.

Pin Bar

Dalam cara trading forex di pasar sideways, Anda dapat mengamati sumbu atas pin bar yang membentur resistance. Ketika candle pin bar tersebut di tutup di bawah resistance, saat itulah peluang entry sell muncul.

Cara Trading Forex Dengan Pin Bar

 

Selain pin bar, beberapa pola price action reversal yang penting dalam cara trading forex ini adalah:

Engulfing

Engulfing

Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer, dan Shooting Star

Hammer

Evening dan Morning Star

Evening Dan Morning Star

Inside Bar

Inside Bar

3. Entry Setelah Sinyal Terkonfirmasi

Tahap strategi forex ini sebenarnya relatif, karena dalam pasar sideways yang range pergerakan harganya sempit, trader perlu memanfaatkan sinyal seawal mungkin agar mendapat profit terbaik. Namun demikian, filter menjadi aturan wajib bagi trader konservatif, karena dapat difungsikan sebagai strategi forex untuk mengantisipasi false reversal.

Cara trading forex paling sederhana untuk konfirmasi adalah dengan menunggu hingga candle berikutnya selesai tertutup. Jadi misalkan Anda sudah mendapat sinyal sell dari bearish pin bar yang gagal menembus resistance, maka konfirmasi entry dapat ditunggu hingga candle setelah pin bar tersebut tertutup di level yang lebih rendah.

Di samping itu, Anda juga bisa memanfaatkan sinyal dari indikator teknikal sebagai cara trading forex alternatif untuk mendapatkan konfirmasi. Oscillator seperti RSI, Stochastic, dkk. biasanya seing diandalkan dalam cara trading forex di kondisi sideways, karena dapat memberikan sinyal jenuh jual (oversold) dan jenuh beli (overbought).

Konfirmasi Dengan RSI

 

Kiat Ekstra Untuk Cara Trading Forex Saat Pasar Sideways

Berdasarkan pola pergerakan harga di pasar forex setiap harinya, kondisi sideways lebih sering terjadi di sesi Asia. Dengan demikian, cara trading forex di atas agaknya kurang tepat untuk diaplikasikan dalam metodologi trading jangka pendek yang masuk di sesi Eropa dan Amerika.

Dalam mengolah cara trading forex di pasar sideways, trader juga perlu belajar membedakan antara kondisi sideways dan choppy. Sama-sama terlihat datar, kedua kondisi pergerakan harga itu sebenarnya sangat berbeda. Jika sideways dapat diidentifikasi dari pola harga yang bergerak mematuhi aturan support resistance, maka choppy tidaklah demikian.

Sideways VS Choppy

Kondisi choppy merefleksikan pergerakan pasar yang tidak trending, tapi tidak juga sideways. Harga memang cenderung bergerak datar, tapi pergerakannya tak bisa diukur dengan support resistance sebaik apapun. Karena bergerak tak beraturan dan susah diprediksi, maka saran cara trading forex terbaik dalam hal ini adalah: hindari trading di pasar choppy.

Satu lagi kiat tambahan dalam cara trading forex di pasar sideways adalah strategi exit. Karena pergerakan sideways ditentukan dalam batas support resistance, maka sebenarnya mudah saja untuk mengukur level exit potensial. Katakanlah Anda open sell setelah harga memantul dari resistance, maka target take profit bisa ditentukan pada support terdekat. Sementara untuk stop loss, tinggal mengukurnya sesuai batas toleransi risiko Anda. Infografis berikut ini dapat menjadi panduan Anda trading di pasar sideways. 

Infografis berikut ini dapat menjadi panduan Anda trading di pasar sideways.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Dian Natha |  27 Oct 2016
permisi admin, saya ada pertanyaan, apakah pair EUR/USD akan selalu mengalami kondisi sideways pada saat pagi hari waktu WIB atau pada saat market tutup? kalau iya, pada jam berapa saja biasa market mulai mengalami sideways dan sampai jam berapa? kalau tidak, kapan sih tren sideways bisa terjadi? apa yg mempengaruhinya? trimakasih admin.

Lihat Reply [1]

 Ibnu |  30 Nov 2020

Ketika pasar sedang sideways, apa yang terjadi di pasar gan? Apakah saat seperti itu tidak dianjurkan untuk trading? Apakah ada cara open posisi saat sideways? thanks

Lihat Reply [5]

 Denny Kurnia |  29 Apr 2022

berapa lama biasanya trend sideways bisa bertahan? apakah tergantung dari TF nya?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

@Bpk Rudy,
sekedar masukan saja, jika anda mencari saham yang bertipikal value investing pertama-tama kita harus mencari saham yang memiliki valuasi (PER rendah, PBV, rendah dan dividend yield yang tinggi) dengan begitu maka kita bisa mendapatkan (capital gain + Dividen) dan rasio margin of safety (MOS) yang kita harapkan sebelumnya.

Berdasarkan analisa teknikal, ketika anda masuk di 710, posisi tertinggi yang bisa dicapai oleh SIMP adalah 755 (+6.3%) pada (02/03). candlestick SIMP masih bergerak di Moving Average (MA) 20 dan MA 50, belum ada tanda-tanda perpotongan baik di MA20 maupun di MACD signal, dengan kata lain saham SIMP masih akan bergerak bearish cenderung sideways kedepannya.

Secara fundamental, biasanya investor value investing akan mengharapkan capital gain di atas 20-25% dalam jangka panjang (>1 tahun), sedangkan SIMP sendiri memiliki target harga hingga akhir 2015 di level Rp775/shr, atau hanya meningkat sekitar +11.5% jika kita ambil closing price di tanggal (24/03). Di sisi lain, saya melihat capex (belanja modal) di tahun ini akan flat pada angka Rp 2.3 triliun karena harga CPO yang masih melemah, penanaman baru selama 2014 relatif rendah. untuk tahun 2015 kegiatan penanaman masih akan sama dengan tahun lalu karena regulasi yang lebih ketat dan harga pembebasan lahan serta fokus perusahaan pada peningkatan produktivitas di daerah hilir.

Sejujurnya untuk saham SIMP ini rekomendasi saya adalah hold atau jika anda belum masuk lebih baik jangan dulu, karena capital gain yang diharapkan dibawah 20% hingga akhir tahun untuk saham SIMP. namun karena anda sudah masuk saya sarankan hold dulu, sembari menunggu momentum SIMP menyentuh level tertinggi-nya kembali lalu anda bisa langsung profit taking.

Terima Kasih. Semoga Membantu.

 Aditya Putra |  25 Mar 2015
Halaman: Lima Pantangan Warren Buffett Dalam Berinvestasi
@thoriq:
Kalau sedang sideways maka upper band berfungsi sebagai resistance dan lower band berfungsi sebagai support. Jika harga menembus middle band keatas maka cenderung bullish (menuju upper band), dan jika menembus kebawah maka cenderung bearsish (menuju lower band).

Berikut contoh sideways pada USD/JPY 4H:

 M Singgih |  22 Apr 2015
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands
Gw kira bakal ada tip divergensi.
Walaupun ndak dijelasin tapi sebetulny bisa juga kan trading divergensi pake RSI?
Apakah divergensi RSI lebih mendukung trending atau sideways?

Gw juga pengen nanya, itu kenapa chart atas sama bawah sepertinya beda ya?
Padahal sama2 GBP/USD 8H n harganya juga sama2 down trend.
Tapi kesannya ada perbedaan; Ato apa ini gw aja y yg salah liat? Hehe
 Luki Nurhadi |  8 Mar 2015
Halaman: Tips Trading Dengan Indikator Rsi
bagaimana cara mengetahui trend akan kuat atau tidak? karena katanya kalau trend lemah maka harga akan sideways dan banyak salah sinyal. apa dengan melihat trend di chart saja sudah cukup? atau kita harus menggabungkan dengan analisa fundamental
 Priyadi |  20 Nov 2015
Halaman: Metode Trading Dengan Ema Dan Ema
@Budi:

Secara teknikal, saya pribadi menggunakan analisa trend dan momentum, biasanya antara tf H1, H4 dan daily. Tf yang lebih rendah untuk cari momentum entry.
Kalau di tf tinggi sedang uptrend, antisipasinya buy, kalau sedang downtrend sell. Kapan saat untuk entry (buy atau sell) disesuaikan dengan momentum yang tepat.

Analisa trend menggunakan indikator trend, seperti moving average (sma, ema), MACD, ADX, Bollinger Bands, parabolic SAR. Analisa momentum menggunakan indikator oscillator seperti RSI atau stochastic.
Momentum entry bisa salah kalau misalnya saat harga bergerak uptrend, tetapi indikator oscillator menunjukkan divergensi bearish. Yang seperti ini harus dihindari.

Meski demikian, analisa teknikal hanya sebagai konfirmator dari kondisi pasar yang sedang terjadi, karena hampir semua indikator teknikal bersifat lagging atau terlambat dalam merespon pergerakan harga. Yang bersifat leading atau mendahului pergerakan harga adalah analisa sentimen pasar berdasarkan price action.

Intinya sbb:
1. Tentukan terlebih dahulu level-level resistance dan support. Kalau tidak jelas gunakan Fibonacci, baik retracement atau expansion.
2. Amati price action yang terbentuk, baik single candle maupun beberapa candle (chart pattern).
3. Amati indikator trend, apakah mengkonfirmasi price action yang terjadi.
4. Amati indikator oscillator, terjadi divergensi atat tidak. Kalau tidak, tentukan momentum entry yang tepat.
5. Kalau indikator trend tidak menunjukkan sedang trending, berarti harga sedang bergerak sideways. Ketika sideways, amati area overbought / oversold indikator oscillator, kalau overbought maka sell, dan kalau oversold buy.

 M Singgih |  14 Feb 2019
Halaman: Strategi Trading Dengan Indikator Ema Untuk Trader Harian
Hai admin, saya adalah newbie yang sedang belajar dasar dan teori forex, dan untuk pelajaran tentang indikator Bollinger Bands yang Anda tulis di atas, ada pertanyaan yang terlintas di pikiran saya;

Pada tulisan di atas disebutkan untuk nilai default parameter indikator Bollinger Bands adalah Periodnya 20 dan standar deviasinya adalah 2. Lalu apakah nilai default tersebut berlaku untuk semua timeframe (M1, M5, M15, H1, H4, dst) yang digunakan untuk trading ataukah ada suatu kaidah jika timeframe tertentu maka setingan nilai parameter Bollinger Bands nya yang optimal adalah sekian?

untuk nilai Shift-nya berapakah yang harus di isi, begitu juga dengan Apply to-nya mana yang harus dipilih, bila melihat di aplikasi MetaTrader?

Di atas dikatakan bahwa indikator Bollinger Bands lazimnya cocok digunakan saat pasar sedang sideways, karena upper dan lower band-nya bisa berfungsi sebagai support & resistance sehingga bisa terlihat ada peluang buy-sell jika candlesticknya menyentuh masing-masing band-tersebut, cmiiw.

Yang ingin saya tanyakan adalah jika terjadi perubahan trend menjadi uptrend atau downtrend, lalu apakah Bollinger Bands masih bisa di andalkan untuk melihat adanya sinyal peluang untuk buy-sell lewat terjadinya retracement harga (cmiiw)? Ataukah sebaiknya menggunakan indikator lain untuk mengkonfirmasi adanya sinyal peluang buy-sell jika terjadi perubahan menjadi trending? jika ya - maka indikator apa sebaiknya yang bisa dipakai ?
 Kurniawan |  9 May 2020
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Bollinger Bands
Komentar[6]    
  Opie   |   29 Jan 2021

apa setiap kali sideways worth it trading?

  Xavier   |   29 Jan 2021

Ada yang worth it, ada yang tidak. Sebaiknya ditentukan dulu sebelum trading. Ciri-cirinya jika range grafik naik-turun antara resistance dan support masih konstan dan teratur kayak di gambar atas.

  Jatno   |   29 Jan 2021

Yang ga worth it trading yang kayak gimana?

  Ernawan   |   29 Jan 2021

Yang naik-turun grafiknya ga teratur, putus2, kepotong-potong sehingga tidak bisa ditarik garis lurus resisten dan support

  Qalifa   |   29 Jan 2021

Cara mengientifikasi suatu pasar sideways atau tidak gimana?

  Citrananda   |   29 Jan 2021

Cari level support dan resistance. Sideways market terjadi ketika grafik naik turun sebatas level tersebut.

Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip