Cara Trading Forex Di Pasar Sideways

Wiji Purnama 17 Feb 2017 4480

Dalam mencari peluang terbaik dan menetapkan cara trading forex, pola pergerakan harga kerap kali menjadi perhatian utama. Kondisi trending pun menjadi favorit, mengingat keuntungan trading dihitung dari seberapa besar harga telah naik atau turun dari level entry.

Namun faktanya, pasar lebih didominasi oleh pola ranging (sideways) ketimbang trending. Jika sudah seperti itu, apakah ini artinya kesempatan jarang sekali muncul? Apabila Anda trader yang benar-benar berpacu pada trend, maka bisa dibilang begitulah adanya. Namun jika Anda tipe trader yang lebih fleksibel, ketahuilah bahwa pasar sideways pun menyimpan peluang yang dapat dimaksimalkan dengan cara trading forex tertentu.

Cara Trading Forex Di Pasar Sideways

Pada dasarnya, potensi market sideways memang tak setinggi pasar trending. Namun ada keuntungan tersendiri dari cara trading forex di kondisi ini, yaitu kemudahan. Harga yang bergerak dalam ranging, normalnya berada dalam batasan support resistance. Jadi secara teori, cara trading forex sederhana di pasar ranging adalah: entry buy diambil ketika harga memantul dari support, sementara entry sell diposisikan saat harga turun dari resistance.

Prinsip Sederhana Cara Trading Forex Sideways

Tak hanya persoalan entry, perkiraan exit pun dapat terpecahkan dengan mudah pada cara trading forex di pasar sideways. Ingin tahu tekniknya? Berikut ini penjelasan lengkap yang tersaji dalam 3 langkah trading, plus beberapa kiat ekstra.

 

1. Kenali Support Resistance

Sesuai prinsip pasar sideways yang telah disebutkan di atas, harga cenderung bergerak dalam range support resistance. Oleh karena itu, tahap pertama dalam cara trading forex di market ranging adalah identifikasi support resistance.

Ada beberapa strategi forex mengenali support resistance, di mana ide dasarnya adalah dengan menghubungkan titik-titik high atau low harga yang terlihat gagal menembus suatu level.

Mengenali Support Resistance

Dalam memasang support resistance, Anda dapat menggunakan beberapa cara trading forex seperti:

Level Psikologis

Pivot Point
Dalam mengenali support resistance, Anda bisa mengaplikasikan salah satu metode di atas. Sebaiknya, pilih strategi forex yang Anda rasa paling mudah dipahami dan mampu mengidentifikasi support resistance secara ideal.

 

2. Ikuti Pola Price Action

Setelah mendapatkan support resistance, cara trading forex berikutnya adalah dengan mengikuti pola price action. Mengapa harus demikian? Karena bagaimana bentuk harga di chart dapat mencerminkan aksi para pelaku pasar. Jika bounce harga dari support atau resistance didukung dengan pola price action reversal (pembalikan), maka hal itu akan lebih memastikan peluang entry Anda.

Contoh pola reversal yang paling terkenal di berbagai cara trading forex dan sering muncul di chart adalah pin bar. Candlestick ini ditandai dengan penolakan pada level harga tertentu, dengan ciri body yang kecil dan sumbu panjang melebihi besar body-nya. Jika sebuah pin bar muncul di puncak uptrend dan memiliki sumbu atas yang panjang, maka hal itu menandakan potensi reversal bearish.

Pin Bar

Dalam cara trading forex di pasar sideways, Anda dapat mengamati sumbu atas pin bar yang membentur resistance. Ketika candle pin bar tersebut di tutup di bawah resistance, saat itulah peluang entry sell muncul.

Cara Trading Forex Dengan Pin Bar

 

Selain pin bar, beberapa pola price action reversal yang penting dalam cara trading forex ini adalah:

Engulfing

Engulfing

Hammer, Hanging Man, Inverted Hammer, dan Shooting Star

Hammer

Evening dan Morning Star

Evening Dan Morning Star

Inside Bar

Inside Bar

3. Entry Setelah Sinyal Terkonfirmasi

Tahap strategi forex ini sebenarnya relatif, karena dalam pasar sideways yang range pergerakan harganya sempit, trader perlu memanfaatkan sinyal seawal mungkin agar mendapat profit terbaik. Namun demikian, filter menjadi aturan wajib bagi trader konservatif, karena dapat difungsikan sebagai strategi forex untuk mengantisipasi false reversal.

Cara trading forex paling sederhana untuk konfirmasi adalah dengan menunggu hingga candle berikutnya selesai tertutup. Jadi misalkan Anda sudah mendapat sinyal sell dari bearish pin bar yang gagal menembus resistance, maka konfirmasi entry dapat ditunggu hingga candle setelah pin bar tersebut tertutup di level yang lebih rendah.

Di samping itu, Anda juga bisa memanfaatkan sinyal dari indikator teknikal sebagai cara trading forex alternatif untuk mendapatkan konfirmasi. Oscillator seperti RSI, Stochastic, dkk. biasanya seing diandalkan dalam cara trading forex di kondisi sideways, karena dapat memberikan sinyal jenuh jual (oversold) dan jenuh beli (overbought).

Konfirmasi Dengan RSI

 

Kiat Ekstra Untuk Cara Trading Forex Saat Pasar Sideways

Berdasarkan pola pergerakan harga di pasar forex setiap harinya, kondisi sideways lebih sering terjadi di sesi Asia. Dengan demikian, cara trading forex di atas agaknya kurang tepat untuk diaplikasikan dalam metodologi trading jangka pendek yang masuk di sesi Eropa dan Amerika.

Dalam mengolah cara trading forex di pasar sideways, trader juga perlu belajar membedakan antara kondisi sideways dan choppy. Sama-sama terlihat datar, kedua kondisi pergerakan harga itu sebenarnya sangat berbeda. Jika sideways dapat diidentifikasi dari pola harga yang bergerak mematuhi aturan support resistance, maka choppy tidaklah demikian.

Sideways VS Choppy

Kondisi choppy merefleksikan pergerakan pasar yang tidak trending, tapi tidak juga sideways. Harga memang cenderung bergerak datar, tapi pergerakannya tak bisa diukur dengan support resistance sebaik apapun. Karena bergerak tak beraturan dan susah diprediksi, maka saran cara trading forex terbaik dalam hal ini adalah: hindari trading di pasar choppy.

Satu lagi kiat tambahan dalam cara trading forex di pasar sideways adalah strategi exit. Karena pergerakan sideways ditentukan dalam batas support resistance, maka sebenarnya mudah saja untuk mengukur level exit potensial. Katakanlah Anda open sell setelah harga memantul dari resistance, maka target take profit bisa ditentukan pada support terdekat. Sementara untuk stop loss, tinggal mengukurnya sesuai batas toleransi risiko Anda.

Kirim Komentar/Reply Baru
Advertisement


Apa Bedanya ECN Dan Tidak ECN?
saya pemula di forex, apa bedanya ECN dan tidak ECN, apakah benar ada pergerakan yang diatur jika dalam trading yang tidak ECN?
saya kurang pede dengan long time trading atau swing, lebih pede dengan scalper , untuk scalper yang biasa dipakai indikator apa ya?
dengan modal <5jt max pakai lot brp?
tks bnyk atas pencerahannya....

Edgar 9 Sep 2015

Reply:

M Singgih (11 Sep 2015 01:01)

@ edgar:
Broker jenis ECN bukan market maker, order Anda akan diteruskan ke berbagai jenis likuiditor pasar uang seperti bank-bank besar dan institusi keuangan besar, sehingga Anda bisa bertransaksi langsung ke pasar uang yang sesungguhnya, dan Anda bisa mendapatkan harga bid dan ask yang terbaik, bahkan kadang-kadang spread-nya bisa nol jika pasangan mata uang yang Anda tradingkan sedang sangat likuid. Jika trading pada broker ECN, Anda akan dikenakan biaya komisi setiap kali melakukan transaksi, dan ada yang tidak memperbolehkan hedging, disamping dana deposit awal (minimum deposit) yang biasanya lebih tinggi dari broker yang non-ECN.

Setahu sy tidak ada pengaturan pergerakan harga di broker yang non-ECN. Jika diatur maka harganya bisa menyimpang jauh dari harga pasar dan broker tersebut bisa tidak laku. Tetapi memang ada isu tentang software tertentu yang bisa mengacaukan posisi trading semisal stop loss yang cepat kena (stop loss hunter) dsb.

Untuk scalping:
Dari pengalaman sy, selalu gunakan analisa price action (formasi candlestick) dikombinasi dengan indikator.
Jika volatilitas sedang rendah gunakan indikator Bollinger Bands, exponential moving average (ema) 8 dan 21, dan stochastics atau RSI.
Jika volatilitas sedang agak tinggi atau tinggi gunakan indikator ema 55 pada time frame tingginya, dan ema 8 dan 21 serta MACD pada time frame untuk entry (bisa juga ditambahkan Bollinger Bands).
Untuk penjelasan bisa baca: Scalping Dengan MA Dan MACD

Katakan modal Anda Rp 5 juta, atau sekitar USD 350.00 (USD 1 = Rp.14.300,-), maka jika Anda trading pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD) untuk amannya sebaiknya trading di micro lot dimana nilai per pip-nya = USD 0.1,-, sehingga total ketahanan Anda adalah sekitar USD 350 / 0.1 = 3500 pip. Dikurangi dengan margin dsb katakan total ketahanan Anda sekitar 3000 pip, masih sangat aman dibandingkan jika Anda trading di mini account yang nilai per pipnya USD 1,- dimana ketahanan Anda hanya kurang lebih sekitar 300 pip.
Untuk memperbesar profit, jika kondisi pasar sedang bagus Anda bisa menggandakan ukuran lot-nya, misal entry dengan 0.2 lot atau 0.3 lot dsb.

Febrian Surya 254
Tokoh