Cara Trading Menggunakan Pola Candle Three Bar Inside Bar

Rida 13 Apr 2022Dibaca Normal 6 Menit
forex>candlestick>   #candle   #inside-bar   #pola-candle
Apa keunggulan Three Bar Inside Bar dibanding Inside Bar biasa? Bagaimana cara tepat membaca pola candlestick ini agar keuntungan maksimal?

Pola pergerakan harga (price pattern) di pasar forex, saham, maupun kripto memiliki beragam kemungkinan alias tanpa batas. Secara alami, pelaku pasar yang mumpuni akan berupaya menafsirkan ulang makna pola harga yang dihadapinya. Tentu saja, sebelum sampai pada kemampuan ini, yang bersangkutan harus memahami konsep trading menggunakan strategi price action.

Hal inilah yang diperkenalkan oleh Johnan Prathap dalam tulisannya berjudul "Analisis Teknikal Saham dan Komoditi" yang terbit pada Maret 2012. Posisi seorang trader di pasar, baik jual maupun beli, dapat merujuk pada serangkaian candle yang ia sebut Pola Three Bar Inside Bar (Three Bar Inside Bar Pattern).

 

Sekilas Tentang Inside Bar

Sebelum mendalami apa itu pola candle Three Bar Inside Bar, terlebih dulu mari kenali makna dari Inside Bar, yang secara visual memiliki tampilan seperti berikut:

Pola Inside Bar

Posisi candle kedua terlihat sepenuhnya berada dalam rentang bar sebelumnya. Candle pertama disebut sebagai induk sementara yang kecil di sebelahnya disebut Inside Bar; ciri utamanya adalah sumbu atas membentuk lower high dan sumbu bawah bawah membentuk higher low.

Baca juga: 4 Cara Mengenali Pola Inside Bar Yang Menguntungkan

 

Formasi Three Bar Inside Bar

Berikut ini adalah tampilan kondisi bullish pola Three Bar Inside Bar:

Three Bar Inside Bar

Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait gambar di atas:

  • Terdapat higher close, yakni harga penutupan yang lebih tinggi dari harga sebelumnya.
  • Terdapat Inside Bar. Bila keberadaannya berhasil dideteksi dan diikuti oleh sejumlah bar dengan higher close, maka terdapat indikasi pasar cenderung mulai bullish. Sebaliknya, situasi bearish muncul ketika Inside Bar dikelilingi sekelompok bar dengan lower close.
  • Terdapat potensi sinyal breakout bila pada visualisasi bullish di atas trader memantau tren harga secara keseluruhan.

 

Aturan Trading dengan Three Bar Inside Bar

Setelah berhasil menemukan pola Three Bar Inside Bar, trading dilakukan dengan fokus pada harga penutupan.

Pada bullish pattern, trader direkomendasikan untuk mengambil posisi beli dengan 3 syarat berikut:

  1. Higher close bar di muka Inside Bar
  2. Inside Bar
  3. Higher close bar di belakang Inside Bar

Adapun bearish pattern mengindikasikan posisi sell dengan 3 syarat ini:

  1. Lower close bar di muka Inside Bar
  2. Inside Bar
  3. Lower close bar di belakang Inside Bar

Baca juga: Teknik Day Trading Dengan Kombinasi Inside Bar

 

Contoh Trading dengan Three Bar Inside Bar

Ada beberapa skenario yang perlu dipertimbangkan saat menguji pola candle Three Bar Inside Bar. Peluang trading tidak hanya keuntungan, tapi ada juga kerugian dan hal-hal lain yang bisa terjadi di luar kendali. Berikut 4 contoh trading yang bisa terjadi jika Anda trading dengan Three Bar Inside Bar.

 

  • Contoh 1: Kondisi Profit (Winning Trade)

Perhatikan chart di bawah ini:

Contoh trading 1

Tampak di atas, higher close bar yang diikuti oleh Inside Bar. Harga bergerak naik melewati Inside Bar dan ditutup membentuk higher close baru. Nah, trader disarankan mengambil posisi beli pada higher close yang kedua. Garis horizontal adalah referensi open buy (entry price).

Perhatikan dua long bearish bar yang terjadi sebelum kondisi bullish terbentuk. Di sini ada upaya untuk menekan harga namun penurunan lebih jauh tidak terjadi karena tertolong oleh support yang sebelumnya sudah terbentuk. Di situlah bullish reversal bar muncul, yang diikuti oleh pola Three Bar Inside Bar. Kesemuanya itu menunjukkan penguatan tren dan mengindikasikan waktu yang tepat untuk masuk pasar.

Cermati juga bahwa Inside Bar telah mengalami gap down (penurunan tiba-tiba) sebelum kemudian perdagangan ditutup dengan kondisi bar berubah menjadi bullish. Inilah situasi yang menguntungkan pelaku pasar. Meski demikian, patut diingat bahwa kondisi bullish sangat beragam dan tidak harus selalu identik seperti penggambaran pada contoh ini.

 

  • Contoh 2: Pergerakan Harga yang Harus Menunggu Konfirmasi

Chart berikut ini adalah candle H4 dari spot market EUR/USD:

Contoh trading 2

  1. Meskipun ditutup lebih rendah dari Inside Bar, kondisi bearish belum terkonfirmasi karena ekor yang panjang justru mengindikasikan potensi bullish.
  2. Kondisi Three Bar Inside Bar kemudian muncul, namun candle terakhir adalah pola doji yang lagi-lagi menunjukkan bahwa momentum bearish belum terkonfirmasi.
  3. Bar terakhir ditutup di atas Inside Bar, sehingga peluang breakout terbuka dan situasi bullish sudah terkonfirmasi.

Contoh di atas menunjukkan perlunya kemampuan menganalisa pola harga secara manual. Di sinilah jam terbang seorang trader memainkan peran.

Baca juga: Apa yang Membedakan Trader Profesional dari Pemula?

 

  • Contoh 3: Kondisi Rugi (Losing Trade)

Perhatikan daily chart berikut:

Contoh trading 3

Tampak bullish Inside Bar muncul setelah lower bar close. Trader mengambil posisi short sehingga situasi bearish diharapkan berlanjut.

Sayangnya, market kemudian bergerak di luar dugaan hingga mengharuskan posisi yang diambil untuk segera ditutup. Bullish Inside Bar terlihat dikelilingi oleh dua bar dengan kecenderungan yang berlawanan. Yang terjadi di sini adalah choppy trading di mana pembeli dan penjual sama-sama kuat diiringi dengan tingginya gejolak harga.

 

  • Contoh 4: Pentingnya Memahami Konteks

Contoh trading 4

  1. Bearish gap menandakan bahwa bear market mulai melemah, dan harga bergerak naik setelah tiba-tiba anjlok (gap down).
  2. Bearish gap berubah menjadi support kuat dan market berupaya meloncat ke atas gap.
  3. Upaya mendorong harga ke arah support mendapat perlawanan.
  4. Bullish Three Bar Inside Bar terbentuk di mana bar terakhir terbilang sangat bullish dan mengakhiri situasi bearish di pasar.

Pada kondisi seperti ini, trader harus mengambil posisi dan memanfaatkan support kuat yang terbentuk pada saat gap down.

 

Kesimpulan

Pola Three Bar Inside Bar yang diperkenalkan oleh Johnan Prathap dapat dipandang sebagai penyempurnaan dari metode trading Inside Bar sederhana. Pada saat pasar sedang bullish, maka:

  • Ingatlah bahwa tren adalah teman Anda dan cobalah mengidentifikasi munculnya higher close induk atau yang pertama kali muncul.
  • Temukanlah situasi pullback dan volatilitas yang menurun dengan melokalisir keberadaan Inside Bar.
  • Tunggu hingga muncul konfirmasi breakout pada higher close bar di sisi kanan Inside Bar.

Patut diingat bahwa sebaik apapun penerapannya, tidak ada jaminan trading dengan pola Three Bar Inside Bar ini akan selalu menghasilkan profit. Mengapa demikian? Jawabnya, karena di samping kemampuan melihat tren, yang juga berperan adalah timing, strategi masuk dan keluar, berikut pemahaman akan konteks, serta kemampuan memprediksi situasi secara manual.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Wisnu |  15 Mar 2012

di chart mv kalau pointer di letakkan di candle dan di biarkan muncul harga O,H,L, Close. dan ada Volume, apa maksud dari volume? dan apa kegunaannya dalam trading?. terima kasih. salam sukses

Lihat Reply [1]

 Arwidya N |  24 Oct 2014

Cara2 apa saja yang bisa digunakan untuk naked trading selain dari pengamatan pola candlestick?

Lihat Reply [8]

 Nur Cahyo |  11 Nov 2014

Kenapa saat melihat sinyal trading dari pola candlestick, oscillator lebih sering diajukan sebagai indikator yg dapat mengkonfirmasi sinyal tsb?

Lihat Reply [1]

 Sudirman |  13 Feb 2015

Maaf Gan ganggu lagi ini.. saya belum paham gan tentang pola-pola Candle stick itu, karena contohnya gak di pasang gan.. mohon kirimkan contoh pola-pola candle Stick gan..

Thank..

Lihat Reply [2]

 Farid Dwiyo |  10 Feb 2016
masta sy lagi belajar candlestick. sy ingin tanya bagaimana y cara membedakan candle inside bar sm harami? krn sy lihat kok keduanya mirip sekali. apa yg membedakan & mana yg lebih sering muncul di chart juga sinyalnya lbh oke? thks

Lihat Reply [4]

 

Komentar @inbizia

@ Syamsir:
Untuk entry sebaiknya Anda konfirmasikan juga dengan price action-nya. Dalam hal ini ketika RSI sudah tembus center line 50% price action masih menunjukkan inside bar
 M Singgih |  3 Jan 2016
Halaman: Tips Trading Dengan Indikator Rsi
hmm kalo buat trading jangka pendek emang bener sih, pengunaan price action pd timeframe rendah (h1-h4) mungkin bisa merefleksikan harga lebih tepat, aplg kalo muncul pola inside bar tadi, sipdeh
 Seupetoengfx |  20 Jun 2016
Halaman: Tips Trading Jangka Pendek Dari Barbara Rockefeller
Nih artikel yang jelasin apa itu inside bar, ciri khasnya itu satu bar lebih besar dari bar yang satunya lagi, itu biasanya pertanda reversal akan terjadi, ampuh bener, sering banget sesuai prediksi apalagi kalo deket garis support ma resistance
 Seupetoengfx |  21 Jun 2016
Halaman: Tips Trading Jangka Pendek Dari Barbara Rockefeller
@Dhimas: Untuk akurasi murni menggunakan pola candlestick, time frame yang lebih besar lebih besar akurasinya daripada time frame dibawahnya, contohnya akurasi pola candlestick di Daily lebih besar daripada di time frame H1.

Management resiko sebaiknya mengikuti aturan maksimal 2% resiko dari modal. 
 Kiki R |  14 Jul 2020
Halaman: Tips Membaca Candlestick Simpel Dan Akurat Tak Perlu Hafalan
Selamat Sore  Salam Sejahtera, saya mengucapkan banyak terima kasih atas konten yang sangat sangat bermanfaat dlam memperluas wawasan dalam hal trading online dengan mengenal salah satu approach analisis teknikal. Salah satu konten yang sangat bermanfaat dari blog anda bagi saya adalah Pengenalan Candlestick. Terima kasih dan saya akan selalu blogwalking ke web anda.   Salam Denie Nurzdaeni
 Denie Nurzadaeni |  22 Sep 2021
Halaman: Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
seperti yang sudah diinfokan dalam artikel, candlestick marubozu bisa di kombinasikan dengan indikator Fibonaci Retracement, Stochastic Oscillator, pola chart, dan lain sebagainya
 Michelle Fox |  13 Apr 2022
Halaman: Strategi Trading Kripto Dengan Marubozu Candlestick

Kamus Candlestick

Three Line Strike
Three Line Strike
Akurasi :

Terdiri dari 4 candlestick. Tiga candlestick pertama adalah candle bullish yang ditutup menguat secara berturut-turut, sementara candlestick keempat adalah candlestick bearish panjang yang dibuka di harga lebih tinggi, tapi ditutup jauh di bawah harga penutupan tiga candlestick sebelumnya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Bullish Hammer
Bullish Hammer
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang ditutup di dekat atau pada harga tertingginya (High), sehingga menandakan pelemahan momentum downtrend. Semakin panjang sumbu bawah dan semakin kecil body candlestick, maka semakin signifikan pula sinyal bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Hanging Man
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip