Chart Pattern

3 Chart Pattern Terbaik Untuk Trading Kripto
Evan     28 Apr 2022
Mudahnya penerapan chart pattern membuat strategi ini kerap digunakan oleh para trader. Dari sekian banyak pola grafik, ada 3 jenis bentuk yang dianggap terbaik. Apa saja itu? Berikut ulasan lengkapnya.
Teknik Analisa Chart Pattern Dalam Strategi Trading Forex
Wiji Purnama     8 Mar 2017
Apa manfaat teknik chart pattern bagi strategi forex trading Anda? Temukan ulasan lengkap mengenai jenis dan penggunaan chart pattern di sini.
4 Strategi Swing Trading Crypto Bagi Trader Pemula
Evan     8 Apr 2022
Mulai dari penggunaan Bollinger Bands hingga berbagai Chart Pattern, berikut adalah 4 strategi swing trading crypto yang wajib diketahui bagi pemula.
Kamus
Chart

Grafik yang menunjukkan pergerakan harga suatu aset finansial, bisa berupa Bar, Line, atau Candlestick. Chart pada forex merepresentasikan harga pembukaan (Open), tertinggi (High), terendah (Low), dan penutupan (Close).

Forum

Kumpulan Forum @inbizia #chart #pattern

Gunawan   30 May 2012

Salam Masta..mo minta bantuan ni master ane newbi pngn masang trendline di chart tp bingung nentuinnya pd saat itu trendnya apa start narik garisnya dr mana ama di TF mn aja..kasih contoh ya master maklum msh belajer.. terima kasih master..

basir   30 May 2012

 Trend line terkait dengan pergerakan Harga sendiri. Trendline hanya lukisan atau coretan coretan area area perkiraan harga yang didasarkan High Low open close harga sebelumnya.

/


/


/

tidak ada yang bisa memastikan  bahwa harga bisa menembus area area tersebut.


thanks

kiki r   19 Sep 2019

@gunawan: penggunaan sistem trading dengan metode trendline biasanya menggunakan time frame besar seperti Daily ke atas. Time frame H1 ke bawah memiliki noise yang banyak, sehingga sangat berpengaruh terhadap winrate dan Risk/reward yang dihasilkan.

Contoh penggunaan trendline Daily.

AUD/JPY Daily

Terdapat area sell berdasarkan trendline Daily yang ditarik dari dua Top sebelumnya. Entry sell dapat dilakukan di time frame H4 atau H1.

Reply >Lihat[2]
Aris Hakim   3 Feb 2022

master, apakah kita bisa menggunakan chart pattern di bitcoin? lalu kira-kira chart pattern apa yang bisa kita manfaatkan untuk trading intraday di bitcoin

Nur Salim   3 Feb 2022

@Aris Hakim:

Tentu saja bisa pak. Chart Pattern umumnya hanya sebuah kumpulan dari Candelstick atau Bar yang membentuk suatu pola tertentu. Jadi bisa digunakan secara mandiri atau dengan perpaduan konfirmasi dengan pola Candlestick seperti Engulfing, Morning/Evening Star ataupun Pin Bar dalam analisa BTC/USD.

Kalau mengenai jenis-jenis yang paling sering saya lihat sih biasanya ada Flag, Wedge, Channel, HnS, Rectangle, dll. Biasanya pola-pola ini cukup sering muncul kok di time frame Daily ke bawah. Sebagai contoh berikut Chart BTC/USD Time Frame H1 ketika jawaban ini dituliskan. Di sini cuma saya bisa melihat 3 pola, tapi seharusnya ada lebih dari itu.

chart-pattern

Sebagai pedoman, mungkin bisa coba dibaca-baca artikel 3 pola yang menguntungkan di Intraday. Pola ini juga bisa digunakan tidak hanya di BTC, tapi pada semua koin kripto pada umumnya, serta pasar lain seperti Forex, Stock, dll.

Reply >Lihat[1]
saprol   19 Jul 2018
gimana caranya tau mana yang gap runaway atau breakaway, mana yg common? saya baca2 letaknya semua dekat dgn supoort resistance soalnya
m singgih   20 Jul 2018

@ saprol:

Runaway gap (continuation gap)
: terjadi di pertengahan trend dan biasanya tidak tertutup. Tidak tertutup maksudnya harga tidak bergerak kembali pada area gap yang kosong. Gap ini menandakan trend pergerakan harga yang kuat.

Breakaway gap: terjadi saat dalam keadaan konsolidasi (sideways) setelah bergerak trending. Ada kemungkinan terjadi trend reversal. Gap ini bisa tertutup atau tidak, tergantung dari kekuatan trend reversalnya.

Common gap: sering terjadi dalam proses pergerakan harga, baik ketika trending ataupun sideways. Biasanya lompatannya tidak besar dan akan tertutup.
Baca juga: Macam-Macam GAP Forex

Kita tidak tahu jenis gap sebelum gap tersebut terjadi dan dikonfirmasi oleh pergerakan harga berikutnya.

Reply >Lihat[1]
Komentar

Kumpulan Komentar @inbizia #chart #pattern

  Praditya Putra   |   24 Mar 2012   |   Reply   |   Artikel
Sebenernya trading jangka pendek kayak gini bener nggak sih? Kok dikata cuman pengen masuk karena tangannya gatel lihat chart atau udah puas dapet profit yang dikit aja? Ini kesannya jadi trading jangka pendek ini kayak kurang bener ....
  Iwan Syarifudin   |   8 Apr 2012
metode-metode trading saya rasa tidak ada yang benar ataupun salah. yang bisa dikatakan benar atau salah adalah cara melakukan tradingnya. apakah trader bisa disiplin dengan aturan pada metode itu, atau apakah metode itu sudah sesuai dengan kepribadiannya.

contohnya seperti ini, seorang scalper yang merasa sudah sangat cocok dengan gaya trading scalping, bisa meraih profit secara konsisten dan selalu menerapkan aturan-aturan tradingnya dengan disiplin, ini adalah cara trading yang benar.

sebaliknya, seorang scalper kadang masih suka menahan posisi tradingnya dalam waktu yang lama, dan kurang yakin apakah ini sebenarnya cocok dengan gaya tradingnya, tapi masih memilih trading dengan cara seperti ini, ini adalah cara trading yang tidak benar.

pada akhirnya ini akan terlihat di profit rata-rata yang dihasilkan dalam jangka waktu tertentu. jadi jangkan khawatirkan apakah trading jangka pendek, menengah, atau jangka panjang itu benar atau salah, tapi cukup ambil yang sekiranya sesuai dengan gaya dan kemampuan, lalu uji apakah itu bisa mendatangkan profit yang diharapkan.
  Bintang Kejora   |   17 Sep 2012   |   Reply   |   Artikel
Ichimooku bisa juga disebutny sebagai indikator teknis terkomplit kalau entry sudah bisa nyaman sama indikator ini aja. banyak aspek dari ichimoku ini sebetulny bisa banget dibuat konfirmator-konfirmator tambahan sebelum entry. tapi kalau akirny masi butuh indikator lain macam oscillator malah nantiny bikin chart tamba ribet
  Intan Sukmaw   |   5 Oct 2013   |   Reply   |   Artikel
utk yg suka mengandalkn ma sptx fine2 aja dgn sifatx yg lagging itu, krn lagging indi bkn cm ma aja. tp biasax yg suka bkn ribet ma ni klo maw nentuin level2x, trus tampilan d chart jd serasa penuh, pdhl ni cm indi tren doang.
  Rifs Musz   |   12 Jul 2014   |   Reply   |   Artikel
Gimana carax trading tanpa indikator? Mungkin maksudx tanpa indikator teknis yang bisa dipasang diplatform kali... Tiap komponen yang dipake patokan untuk trading kayak candle atau bahkan berita fundamental juga disebut sebagai indikator, jadi trading tanpa indikator ya bisa-bisa sama sekali g liat apa2, cuma langsung order aja begitu buka platform, kalau masih lihat candle atau pola chart ya sama aja boong, itu kan juga indikator.
  Asep Nugraha   |   16 Nov 2014   |   Reply   |   Artikel
Wah master...
Apa cukup nie trading breakout cuman ama SMA 20 aje?
Yg banyak diperhatiin buat ngonfirmasi breakout ada banyak kan bahkan sampe ke fibonacci pola candel & pola chart juga.
Bahkan yg dicantumin disini cuman satu jenis SMA. Cukup valid ya master kalau caranya cuman lihat posisi SMA sama tunggu harga balik ke area awal?
Ane kok rada sangsi, jangan2 ini sama sekali enggak cocok buat pemula.
  M Singgih   |   16 Aug 2015
@Asep Nugraha:
Kalau mau jujur saya juga kurang mantap kalau hanya menggunakan sma 20 aja. Penulis artikel ini (Sam Seiden) memang menggunakan kurva sma sebagai support dinamis sekaligus indikator arah trend. Ia lebih menekankan pada pengamatan level dan area keseimbangan dan kapan terjadi sentimen buy atau sell (permintaan atau penawaran yang dominan).
  Admin   |   11 Feb 2015   |   Reply   |   Artikel
Cara instan untuk menetapkan stop loss adalah: - Saat buka posisi buy, pasang stop loss dekat support terakhir (level terendah sebelumnya). - Saat buka posisi sell, pasang stop loss dekat resisten terakhir (level tinggi yang pernah tercapai sebelumnya). Ada banyak cara untuk mengetahui support dan resisten ini, dibahas lengkap di artikel ini.

Tetapi untuk memutuskan kapan exit suatu posisi itu memang tidak mudah, dan setiap trader biasanya punya kiat sendiri agar profit dan terhindar dari loss. Diantaranya:

- Trader yang menggunakan indikator MACD, misalnya, disarankan agar tutup posisi saat MACD sudah mulai mendatar selama beberapa candle, karena itu artinya pasar sudah tidak trending lagi dan bisa jadi akan berbalik arah. Dengan begitu maka posisi yang sudah profit tidak berubah loss.

- Trader pengguna Fibonacci Retracement bisa jadi saat buy di level 50.0 akan memasang TP di garis Fibonacci berikutnya (61.8) dan SL di garis Fibonacci sebelumnya (38.2). Lebih jelas tentang Stop Loss Fibonacci. Setiap indikator biasanya mengandung tips tersendiri untuk menetapkan stop loss dan kapan harus take profit.

- Ada juga yang menggunakan manajemen risiko. Jadi ini tergantung berapa dana yang dimiliki, setting risk management, lot yang dipakai, dan saat memilih leverage-nya. Dalam hal ini, stop loss itu selaras dengan Take Profit. Jadi contohnya misal Anda pasang target take profit 20 pips, maka jangan pasang stop loss 100 pips, karena nanti akan floating terlalu jauh; jadi pasang SL 30-40 pips saja.

Kemudian tentang pending order. Trader pengguna strategi apapun biasanya akan berhati-hati menjelang rilis berita berdampak besar, karena saat rilis bisa terjadi gejolak harga yang tak normal. Trader juga bisa cut loss ataupun take profit sebelum pasar tutup akhir pekan karena di hari senin bisa terjadi gap.

Atau sebaliknya, pasang pending order dengan ekspektasi tertentu. Pending order dilakukan saat analisa mengekspektasikan harga akan bergerak ke arah tertentu, tetapi saat ini harga belum tercapai. Daripada harus memelototi chart terus-terusan, maka dipasanglah pending order.
Kirim Komentar Baru
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip