Custodial Vs Non Custodial Wallet, Apa Bedanya?

Intan 22 Sep 2022
Dibaca Normal 5 Menit
kripto > belajar >   #custodial   #wallet
Sebagai pengguna kripto, kita perlu mengetahui beda Custodial Vs Non Custodial Wallet dan memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Di pasar kripto, pengguna dapat menyimpan aset mereka di dompet digital. Kini, ada dua tipe dompet digital yang paling umum digunakan oleh investor yaitu Custodial atau Non-Custodial Wallet. Bagi pengguna baru, yuk pelajari apa beda dari kedua tipe Wallet tersebut dan mana yang paling cocok untuk kalian agar dapat keamanan maksimal.

 

Kenapa Crypto Wallet Dibedakan Jadi Custodial Vs Non-Custodial?

Waktu pertama kali Bitcoin mulai populer ditransaksikan, kebanyakan pemilik koin BTC hanya "menyimpan" aset mereka di Private Wallet atau dompet pribadi yang sering disebut juga sebagai Non-Custodial Wallet. Namun, seiring waktu, banyak exchange menawarkan jasa penyimpanan koin di dompet pribadi dengan manajemen terpusat (Custodial Wallet.)

wallet custodial vs non custodial

 

Cara Kerja Wallet Kripto

Masing-masing dompet pribadi memiliki akses dari dua sisi yaitu Private Key dan Public Key. Setiap kali pemilik Wallet menerima atau mengirim koin, mereka akan mencantumkan Address (alamat transaksi) dan Public Key agar dapat teridentifikasi oleh pihak lain. Sedangkan Private Key adalah kredensial yang dibutuhkan pemilik Wallet untuk mengakses "isi" dari dompet digital mereka.

Public Key dan Address dapat diakses oleh siapa saja yang terkoneksi pada jaringan Blockchain. Tentu saja ini berbeda dengan Private Key yang hanya diketahui oleh pemilik Wallet itu sendiri. Sebagai konsekuensi, jika pemilik Wallet melupakan kode Private Key, maka dia akan kehilangan akses untuk mencairkan atau mentransaksikan koin-koin pada Wallet-nya.

Baca Juga: Cara Memilih Bitcoin Wallet Yang Aman Dan Terpercaya

 

Apa Itu Custodial Wallet?

Custodial Wallet adalah jenis dompet digital yang berada di bawah manajemen suatu jaringan terpusat seperti exchange kripto (Binance, Indodax, dsb.). Pemilik koin "menitipkan" akses Private Key ke pihak ketiga tersebut untuk mempermudah proses transaksi dan pencairan aset, karena mereka juga biasanya melakukan jual beli atau transaksi kripto lainnya di platform exchange yang sama.

Sebagai catatan, kebanyakan exchange akan mensyaratkan verifikasi KYC untuk mengakses Custodial Wallet. Karena itu, pemilik Wallet wajib memeriksa keamanan dan privasi data dari platform yang memberikan jasa Custodial Wallet tersebut. Jika "menitipkan" aset pada Custodial Wallet yang salah, risikonya aset kalian akan hangus saat exchange tersebut terkena serangan hacker.

Baca Juga: Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto

Keuntungan utama dari Custodial Wallet adalah kemudahan, kenyamanan, dan kecepatan untuk mentransaksikan aset digital (koin atau NFT) dengan biaya administrasi kompetitif. Plus, kalian tak perlu lagi takut kehilangan atau lupa akses Private Key, karena platform penyedianya yang akan menyimpan data tersebut.

 

Apa Itu Non-Custodial Wallet?

Non Custodial-Wallet adalah jenis dompet digital yang umumnya hanya dimiliki secara pribadi. Satu-satunya pihak yang mengetahui dan menyimpan Private Key dari dompet ini adalah pemilik koin itu sendiri. Dari sisi keamanan, Non-Custodial Wallet memiliki tingkat privasi dan sekuritas paling tinggi karena hanya dapat diakses secara pribadi.

Kekurangan dari Non-Custodial Wallet adalah risiko kehilangan akses aset jika pemilik lupa kode Private Key, serta biaya administrasi cukup tinggi untuk transaksi dengan exchange. Karena itu, dompet pribadi ini kurang populer di kalangan investor ritel pemula yang menginginkan kenyamanan dan biaya rendah.

Seiring dengan perkembangan DeFi, Non-Custodial Wallet kembali populer karena pengguna dapat langsung mengkoneksikan dompet pribadi mereka ke DEX (bursa tak terdesentralisasi) atau DApp (aplikasi tak terdesentralisasi).

Baca Juga: Menelisik Decentralized Exchange (DEX) dan Cara Kerjanya

 

Wallet Custodial vs Non-Custodial, Bagaimana Cara Memilihnya?

Setelah memahami pengertian dasar dari kedua tipe Wallet kripto, kalian dapat menentukan mana yang paling sesuai untuk kebutuhan kalian masing-masing. Jika masih bingung, berikut adalah beberapa alasan yang layak kalian pertimbangkan.

 

Alasan Memilih Custodial Wallet

Custodial Wallet adalah tipe dompet digital yang direkomendasikan bagi investor pemula atau pemilik koin yang ingin terkoneksi dengan bursa kripto sentral besar seperti Binance dan sekelasnya. Dengan Custodial Wallet, aset kripto kalian langsung terkoneksi dengan exchange pilihan agar dapat menikmati kenyamanan dan biaya transaksi rendah.

Tak perlu kuatir lupa password atau Private Key, karena pihak ketiga (exchange) akan menyediakan Customer Service 24/7 agar pemilik akun dapat kembali mengakses dompet selama mereka dapat memberikan data-data valid (KYC, nomor handphone, dsb.).

Contoh Custodial Wallet populer:

 

Alasan Memilih Non-Custodial Wallet

Non-Custodial Wallet adalah pilihan dompet digital terbaik untuk investor veteran yang mengutamakan privasi dan keamanan. Di sisi lain, untuk menjamin kelangsungan akses, pemilik Non-Custodial Wallet perlu menyiapkan langkah-langkah ekstra seperti password yang kuat, 2FA, serta pengecekan link setiap kali bertransaksi agar tak terjebak Phising atau Scam.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Modus Pencurian Bitcoin

Intinya, sebagai pemilik Non-Custodial Wallet, kalian memiliki tanggung jawab penuh untuk menjaga kerahasiaan serta keamanan dompet pribadi tersebut. Jika kalian lengah, risikonya kalian akan kehilangan akses ke dompet atau dibobol hacker.

Contoh Non-Custodial wallet populer:

  • MetaMask
  • Trust Wallet
  • MathWallet

 

Dari penjelasan di atas, ternyata exchange-exchange di Indonesia telah menyediakan fitur Custodial Wallet dalam layanan mereka. Masih bingung memilih exchange mana untuk menyimpan uang kripto? Salah satu cara termudah untuk mengambil keputusan adalah dengan menggunakan exchange yang sudah teregulasi Bapebbti. 

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Resiko paling tinggi dari penyimpanan uang kripto adalah pencurian dana lewat hacking maupun phising. Perbedaan antara hacking dengan phising terletak pada behaviour pelakunya. Hacking adalah peretasan ketika orang lain mencoba membobol masuk ke dompet anda. Untuk mengantisipasinya, bisa dengan hal-hal berikut: menggunakan Cold Wallet (tidak terkoneksi ke internet) menyimpan private key di luar jaringan (dicatat di kertas atau ingatan) menggunakan backup wallet, serta keamanan multi signature (OTP dan email berlapis) Sementara itu, phising berbentuk formulir atau permintaan proses yang meminta Anda untuk memasukkan data pribadi atau info rahasia. Untuk mencegahnya, lakukan tips-tips berikut: Jangan sembarangan klik tautan mencurigakan yang meminta Anda memasukkan email dan password Ganti password secara berkala Hanya login pada device dan website yang Anda percaya Di Indonesia sendiri sudah banyak exchanger yang berintegrasi dengan wallet keamanan tinggi. Anda bisa membaca selengkpanya di artikel "Cara Memilih Wallet yang Aman dan Terpercaya"
 Ananta |  3 Jun 2022
Halaman: Kasus Penipuan Kripto Terbesar
Untuk aplikasi versi PC, sebaiknya Anda save dulu sesuai format gambar yang sesuai, lalu diupload secara manual ke platform-platformnya. Untuk upload di OpenSea, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut: Beli koin kripto terlebih dahulu (biasanya Ethereum), lalu buat dompet digital, salah satu yang recommended adalah MetaMask. Selanjutnya, koneksikan wallet Anda dengan akun OpenSea. Jika sudah ada akun, maka langkah selanjutnya: 1. Buka profil OpenSea Anda dan pilih "Koleksi Saya". 2. Pilih "Buat" untuk membuat koleksi baru. 3. Masukkan koleksi sesuai dengan desain Anda sendiri. 4. Klik "Tambah Item Baru". 5. Unggah NFT dan berikan Namanya. 6. Berikan isi, deskripsi, level, dan aspek lainnya yang dibutuhkan. 7. Jika sudah selesai, klik "Create", maka NFT Anda sudah terdisplay. Selain OpenSea, Anda juga bisa upload NFT ke Rarible atau situs lainnya. Bisa simak panduan selengkapnya di artikel: Cara Minting NFT di Berbagai Platform.
 Ananta |  7 Jun 2022
Halaman: Aplikasi Pembuat Nft Terbaik Untuk Pemula
halo suhu, maaf newbie numpang tanya. Kalo transaksi kripto fisik di luar exchanger, maksudnya jual e-wallet gitu kena pajak juga ga?
 Trader Baru |  28 Jul 2022
Halaman: Apa Itu Pedagang Aset Kripto
Apakah jual kripto sekarang bisa langsung dijadiin rupiah gan? sy dpt airdrop-an gt cuma masih di wallet, mau cairin bingung.
 Nurrahman |  31 Aug 2022
Halaman: Kapan Saat Tepat Jual Crypto
Sesuai dengan informasi di halaman review Triv, Anda bisa melakukan deposit rupiah melalui: Metode transfer bank Virtual account e-wallet (OVO, Gopay, ShopeePay, dan DANA) Jadi untuk Gopay dan Shopeepay bisa. Selain itu, tersedia juga pilihan 137 bank lainnya, jadi sangat fleksibel. Jangan lupa, untuk bisa melakukan transaksi di Triv, Anda harus melengkapi syarat KYC level 1.
 Vindya Amirah |  26 Jul 2022
Halaman: Cara Dapat Passive Income Di Fitur Staking Triv
Kalau ga mau rugi gara-gara harga BTC sekarang lagi turun, yah jangan dijual dulu, ditahan aja sampe harganya naik ke level yang sekiranya minimal bisa BEP lah. Kalo gakuat nahan koin lama-lama coba aja trading BTC ke koin lain yang lebih potensial gitu, misalnya koin-koin baru yang teknologi blockchainnya jauh lebih canggih dari BTC, contohnya, ETH atau BNB. Bisa juga coba cari koin-koin yang ada fitur staking atau yield gains. Jadi meski ditahan di wallet doang, u bisa dapet duit otomatis, macem nabung deposito gitu lah.
 Mayon |  2 Aug 2022
Halaman: Cara Tukar Bitcoin Yang Wajib Kalian Tahu

Kirim Komentar Baru