Dapatkah Slippage Broker Forex Dihindari?

Wiji Purnama 17 Apr 2017
Dibaca Normal 6 Menit
forex > broker > belajar >   #slippage   #broker-forex
Ditengarai sebagai ciri broker scam, slippage forex sebenarnya tidak selalu merugikan. Mengapa bisa demikian? Bagaimanakah cara menghindarinya?

Slippage forex adalah tereksekusinya suatu order di level harga yang berbeda dari harga yang dipesan. Jika requote terjadi pada direct order, slippage forex lebih sering mengganggu pending order, khususnya yang berkenaan dengan stop (buy stop, sell stop, stop loss).

Apa Itu Slippage Forex

Misalkan Anda menempatkan buy stop EUR/USD di level 1.1225, lebih tinggi dari harga saat ini yang baru mencapai 1.1220. Setelah ditunggu beberapa waktu, level 1.1225 sudah terlewati tapi order buy stop Anda belum juga tereksekusi. Tak berapa lama kemudian, broker mengeksekusi posisi tersebut tapi di level 1.2235. Dalam kasus ini, order Anda sudah terkena slippage 10 pips.

 

Bagaimana Pengaruh Slippage Forex Untuk Trading?

Slippage forex tak terlalu dirasakan efeknya jika terjadi dalam jumlah kecil. Namun apabila kisarannya sudah mencapai puluhan atau bahkan ratusan pips, slippage forex tentu saja sangat membebani trading Anda.

Selain dalam hal jumlah, efek slippage forex juga perlu dipertimbangkan dari segi frekuensi. Slippage yang kecil tapi sering dan konsisten juga kurang baik bagi trading. Mari kita ambil contoh dari penjelasan sebelumnya. Apabila Anda membuka 1 posisi dalam sehari dengan besar 1 lot yang bernilai $10 per pip, maka Anda jelas kehilangan $100 setiap hari. Jika diakumulasikan dalam 1 minggu sudah ada $700 yang harus Anda relakan terkena slippage forex. Kalau bulanan? Jelas kerugian bisa mencapai ribuan Dolar.

 

Slippage Forex Tak Selalu Merugikan

Percaya atau tidak, slippage forex justru bisa menambah keuntungan dalam keadaan tertentu. Hal itu bisa terjadi karena slippage forex sendiri disebabkan oleh tidak tersedianya harga yang dipesan, sehingga penyedia likuiditas akan mengisinya dengan harga terbaik yang tersedia, tak peduli apakah levelnya lebih tinggi atau lebih rendah dari harga yang awalnya dipesan.

Slippage Forex Tak Selalu Merugikan

Slippage forex yang cenderung merugikan seperti pada contoh sebelumnya disebut sebagai slippage negatif, sedangkan slippage forex yang menguntungkan dikenal dengan sebutan slippage positif. Contohnya, pada order buy yang dipesan di harga 1.1225, eksekusi di level yang lebih tinggi disebabkan oleh slippage negatif. Sebaliknya, order tersebut juga bisa dieksekusi di level yang lebih rendah, atau dengan kata lain, terkena slippage positif.

Peluang terjadinya slippage forex positif dan negatif tak bisa diperhitungkan secara pasti. Itulah mengapa, keuntungan lebih dari slippage forex positif tak bisa benar-benar diandalkan. Bagi trader risk-averse yang lebih banyak mengambil langkah aman, menghindari slippage forex, apapun bentuknya, adalah solusi paling tepat karena tak ada tolak ukur sama sekali untuk mengukur potensi slippage. Nah, cara apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindari slippage forex?

 

3 Teknik Menghindari Slippage Forex

Slippage forex cukup sering terjadi dan sudah dianggap sebagai hal yang wajar. Meski demikian, ada beberapa tips bermanfaat yang bisa Anda terapkan untuk menghindarinya.

 

1. Hindari Trading Di Waktu Rilis News Berdampak Tinggi

Tak jauh berbeda dengan requote, slippage forex terjadi saat harga bergerak terlalu cepat akibat sesaknya server oleh order-order yang dikirim di saat hampir bersamaan. Kondisi seperti itu umum terjadi ketika ada rilis fundamental berdampak tinggi, seperti pengumuman bank sentral, NFP AS, dan berita serta isu-isu penting lainnya.

Dalam hal ini, menghindari slippage forex sebenarnya sangat mudah. Anda cukup memperhatikan kalender ekonomi untuk mendapatkan jadwal rilis pengumuman dan berita fundamental yang perlu dihindari. Hal ini tentunya efektif jika Anda tidak mengandalkan strategi news trading. Sedangkan bagi Anda yang sudah terlanjur cocok dengan metode news trading, dua cara di bawah ini mungkin efektif untuk meminimalisir risiko slippage forex.

 

2. Gunakan Limit Order

Karena slippage forex banyak terjadi di pending stop order, Anda bisa beralih pada jenis lainnya, yakni limit order. Pending order ini pada dasarnya digunakan untuk mengaktifkan posisi buy di harga yang lebih rendah dari saat ini (buy limit). Sedangkan untuk posisi sell, limit order bermanfaat mengeksekusi order di harga yang lebih tinggi dari level saat ini (sell limit).

Menghindari Slippage Forex Dengan Limit Order

Karena berlawanan arah dengan esensi buy dan sell itu sendiri, limit order bisa dikatakan menjadi penyeimbang atas apa yang terjadi di market. Ketika harga yang dipesan tidak tersedia, order tidak akan dipaksa masuk sehingga mengalami slippage forex. Sebaliknya, status pending order akan kembali ke waiting mode.

Secara teknis, limit order bekerja maksimal untuk para trader yang mengantisipasi bounce harga di suatu level penting. Di sisi lain, limit order tak bisa menggantikan fungsi buy stop dan sell stop sebagai pelengkap strategi breakout. Jadi apabila Anda menggunakan teknik breakout, ada baiknya untuk menempatkan order secara manual saja.

 

3. Pilih Broker Forex Yang Mengedepankan Kecanggihan Teknologi

Bagi Anda yang menggunakan strategi news trading dan tak bisa melepaskan manfaat stop order, maka solusi terakhirnya adalah dengan memilih broker forex. Kuncinya, pilih broker yang mampu memberikan kecanggihan teknologi trading tingkat tinggi.

Sebagai contoh, broker forex dengan teknologi ECN bisa melempar semua order kliennya ke pasar dan karena itu lebih menjamin slippage forex minimum. Selain itu, ada beberapa broker forex yang menawarkan tool secara cuma-cuma untuk meminimalisir slippage.

Satu lagi fitur ekstra broker forex yang membantu menghindarkan Anda dari dampak slippage forex adalah guaranteed stop loss. Fasilitas ini bekerja secara khusus untuk memastikan stop loss selalu tereksekusi di level yang dipesan. Mengingat betapa pentingnya fungsi stop loss sebagai pengaman akun dari kerugian besar, peran guaranteed stop loss tentu tak bisa dikesampingkan begitu saja. Sayangnya, guaranteed stop loss masih menjadi fitur tersier yang hanya ditawarkan segelintir broker forex.

 

Akhir Kata

Sejatinya, slippage forex adalah suatu hal yang normal terjadi ketika volatilitas harga meningkat. Slippage tak bisa begitu saja dianggap sebagai bentuk kecurangan broker forex atau bahkan ciri-ciri scam. Pasar forex diikuti oleh pelaku pasar di seluruh dunia (mulai dari bank besar hingga trader retail), dengan jumlah transaksi yang sangat besar (mencapai triliunan Dolar dalam sehari). Jika sebagian besar dari mereka masuk di saat yang hampir bersamaan dan platform broker forex tak mengalami masalah apa-apa, justru hal itu yang lebih patut dicurigai. Bisa saja pasar tempat mereka melempar order klien bukanlah pasar forex yang sebenarnya.

Mempertimbangkan Slippage Broker Forex

Dalam hal ini, Anda cukup mengukur tingkat frekuensi dan besar slippage untuk menentukan layanan broker forex. Jika slippage forex terlalu sering terjadi (selalu negatif dan bahkan di saat pasar belum ramai), serta jarak eksekusi dari harga yang dipesan terlalu lebar, Anda mungkin perlu meningkatkan kewaspadaan. Bisa jadi, pemahaman slippage forex sebagai hal yang wajar dijadikan tameng oleh broker forex untuk menutupi beberapa tindakan yang cenderung merugikan klien.

Maka dari itu, lindungi trading sebaik mungkin dari risiko slippage forex. Tiga tips di atas sudah mewakili cara-cara menghindari slippage yang bisa diterapkan semua trader, terlepas dari strategi dan jenis order yang digunakan.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Ihsan Pangapora |  18 May 2016
Tanya om, kenapa kita pas masang SL trus harga gap(slippage) maka SL kita tereksekusi bisa lbh tinggi atau rendah (tidak sesuai order). Tapi klo pasang TP meskipun harga gap seberapapun TP selalu tereksekusi dgn baik. Ini kenapa ya?? Apa semacam permainan broker ato gmn??

Jika alasannya krna tidak tersedianya harga yg diminta saat terjadi gap lalu mengapa ini tidak berlaku untuk TP?? Bukankah ini bisa menguntungkan trader jika TP nya meleset lbh dari yang diharapkan krna adanya gap??

Sekian om.. mohon penjelasannya

Lihat Reply [11]

Untuk M. ROFIQ ALFAIZI,

Kejadian yang Anda alami itu disebut dengan slippage. Slippage bisa saja terjadi, terutama pada saat kondisi pasar sedang tidak seimbang. Maksudnya, jumlah volume trading dan permintaan harga antara buyer dan seller terpaut jauh. Sehingga, hal tersebut akan membuat order Anda tereksekusi jauh dari level yang sudah Anda tetapkan. Dan hal tersebut tentu saja membawa dampak buruk (terutama ketika Anda memasang order yang bersifat stop) terhadap posisi trading Anda.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   8 May 2019

Untuk Ihsan Pangapora...

Baik TP maupun SL bisa terjadi gap akan tereksekusi. masalah meleset atau tidaknya itu tergantung dari market itu sendiri. karena saat disalah satu nilai TP dan SL terdapat harga ASK dan BID yang salah satunya terjadi ketidaan harga.

Thanks.

Basir   20 May 2016

@ ihsan pangapora:
Bukan permainan broker Pak, semua broker yang menggunakan platform Metatrader memang begitu, baik broker yang bonafide maupun broker yang dianggap bandar. Jika kita order berdasarkan market price, maka ketika terjadi slippage kita akan mendapatkan requote, sedang untuk pending order yang bersifat stop kalau terjadi slippage (loncatan harga) pasti akan kena (terseret dan merugikan), tetapi pending order yang bersifat limit tidak terpengaruh slippage.
Order yang bersifat stop adalah pending order buy stop, sell stop dan stop loss (SL), sedang yang bersifat limit adalah pending order buy limit, sell limit dan target profit (TP).

Saya pernah tanyakan hal ini ke beberapa broker karena saya juga pernah mengalami beberapa kali terseret ketika terjadi slippage, jawabannya memang ketika slippage harga yang kita inginkan tidak tersedia sehingga tidak bisa stop pada harga tertentu yang tidak ada, tetapi limit adalah membatasi, dalam hal ini software-nya yang membatasi pada harga yang kita inginkan. Jika kita menggunakan limit order dan ternyata harga yang tersedia lebih buruk maka order tidak akan dieksekusi dan akan kembali ke waiting mode.
Jika Anda menggunakan EA (Expert Advisor) biasanya ada settingan untuk membatasi slippage.

Saya sendiri belum pernah mengalami ada pending order buy limit atau sell limit ketika terjadi slippage, tetapi kalau TP memang pasti tereksekusi dengan tepat meski ada slippage.

M Singgih   22 May 2016

Pada saat akan terjadi Slippage apakah brokernya akan memberi notifikasi ke klien?

Firmawan   18 Mar 2021

@ Firmawan:

Broker tidak tahu kapan slippage akan terjadi, sehingga tidak bisa memberi notifikasi ke klien. Klien sendiri yang harus berusaha agar tidak entry pada waktu yang memungkinkan terjadinya slippage seperti menjelang atau saat rilis data ekonomi berdampak tinggi.

 

M Singgih   21 Mar 2021

halo Pak, saya menggunakan ea, jenis pivot level, selama ini slippage saya atur ke 3 dan aman, kalau saya atur ke max slippage 10 apakah akan tetap aman atau akan ada masalah lain Pak..

Baron Kwok   10 Nov 2021

@ Baron Kwok:

Menurut saya akan aman karena pilihan itu adalah bagian dari settingan EA tsb.

 

M Singgih   13 Nov 2021

apa yang menyebabkan terjadinya slippage dalam trading?

Rahmat Tri   18 May 2022

tips bagaimana cara menghindari slippage?

Debby Shondak   18 May 2022

@Debby Shondak: Ada 3 cara yang efektif untuk menghindari slippage:

1. Hindari trading di waktu rilis news berdampak tinggi

Slippage forex terjadi saat harga bergerak terlalu cepat akibat sesaknya server oleh order-order yang dikirim di saat hampir bersamaan.

Kondisi seperti itu umum terjadi ketika ada rilis fundamental berdampak tinggi, seperti pengumuman bank sentral, NFP AS, dan berita serta isu-isu penting lainnya.

Dalam hal ini, menghindari slippage forex sebenarnya sangat mudah. Anda cukup memperhatikan kalender ekonomi untuk mendapatkan jadwal rilis pengumuman dan berita fundamental yang perlu dihindari.

2. Gunakan limit order

Karena slippage forex banyak terjadi di pending stop order, Anda bisa beralih pada jenis lainnya, yakni limit order. Pending order ini pada dasarnya digunakan untuk mengaktifkan posisi buy di harga yang lebih rendah dari saat ini (buy limit). Sedangkan untuk posisi sell, limit order bermanfaat mengeksekusi order di harga yang lebih tinggi dari level saat ini (sell limit).

Karena berlawanan arah dengan esensi buy dan sell itu sendiri, limit order bisa dikatakan menjadi penyeimbang atas apa yang terjadi di market. Ketika harga yang dipesan tidak tersedia, order tidak akan dipaksa masuk sehingga mengalami slippage forex. Sebaliknya, status pending order akan kembali ke waiting mode.

Secara teknis, limit order bekerja maksimal untuk para trader yang mengantisipasi bounce harga di suatu level penting. Di sisi lain, limit order tak bisa menggantikan fungsi buy stop dan sell stop sebagai pelengkap strategi breakout. Jadi apabila Anda menggunakan teknik breakout, ada baiknya untuk menempatkan order secara manual saja.

3. Pilih broker yang mempunyai eksekusi order yang lebih canggih.

Bagi Anda yang menggunakan strategi news trading dan tak bisa melepaskan manfaat stop order, maka solusi terakhirnya adalah dengan memilih broker forex. Kuncinya, pilih broker yang mampu memberikan kecanggihan teknologi trading tingkat tinggi.

Sebagai contoh,broker forex dengan teknologi ECN bisa melempar semua order kliennya ke pasar dan karena itu lebih menjamin slippage forex minimum. Selain itu, ada beberapa broker forex yang menawarkan tool secara cuma-cuma untuk meminimalisir slippage.

Satu lagi fitur ekstra broker forex yang membantu menghindarkan Anda dari dampak slippage forex adalah guaranteed stop loss. Fasilitas ini bekerja secara khusus untuk memastikan stop loss selalu tereksekusi di level yang dipesan.

Kiki R   18 May 2022

Malem master, saya mau tanya... saat ada news high harga akan berfluktuasi drastis... saat analisa, saya sudah input stoploss yang saya tentukan... tp ketika pasar ternyata lawan arah kenapa trading saya ga terjual di angka stoploss saya,, tp lebih jauh dr target risk yg saya tentukan... apa masalahnya? 

M. ROFIQ ALFAIZI   7 May 2019
 Ghani |  20 Jan 2022

Beberapa waktu lalu ketika trading, ada transaksi pemotongan dana di akun trading saya dengan tulisan: “Custody Fee aff. adjusment”. Itu maksutnya apa ya?

Lihat Reply [1]

@ Ghani:

Forex custody fee adalah biaya penitipan atau biaya penyimpanan, yaitu sejenis fee atau biaya komisi yang dikenakan broker forex untuk layanan terkait nilai dana deposit trader yang disimpan atau dititipkan di akun broker sebagai penyelenggara perdagangan forex.

Forex custody fee sendiri baru diterapkan mulai Oktober 2021 di beberapa broker, sehingga masih belum banyak keterangan lengkap mengenainya, seperti berapa fee yang dibebankan dan sebagainya. Yang jelas forex custody fee ini akan memotong saldo trading yang memiliki transaksi menginap selama 7 hari meskipun itu akun bebas swap.

M Singgih   30 Jan 2022
 

Komentar @inbizia

Deposit Anda melalui metode apa? Apakah dengan Wire Transfer, Kartu Kredit, atau E-currency? Jika dengan Wire Transfer, sebaiknya ikuti cara-caranya sesuai petunjuk Pembayaran Broker Forex Dengan Wire Transfer.
 Admin |  18 Dec 2017
Halaman: Daftar Swift Code Bank Indonesia
Bisa mas, Anda bisa menggunakan aplikasi platform trading bernama Meta Trader 4. Kemudian, Anda bisa memilih broker forex yang tersedia.
 Admin |  11 Jan 2019
Halaman: Apa Itu Trading Ini Cara Main Dan Mengatasi Risikonya
Halo pak/bu, Bisa dijelaskan maksud dari broker syariah? Jika yang ditanyakan adalah broker forex, Anda bisa mencari broker-broker penyedia akun islami (swap free). Jika broker saham, Anda bisa membuka akun di mana saja dan memilih saham-saham syariah. 
 Calvia |  16 Jul 2020
Halaman: Daftar Pp Syariah Terbaik Dan Terdaftar Di Ojk
Belum tentu. Slippage bisa terjadi jika volatilitas tinggi, mungkin karena news event, atau ketika trading mata uang di luar peak hours.
 Jessi |  13 Jan 2021
Halaman: Tips Pintar Mengatasi Broker Forex Bermasalah
Ada yang namanya positive slippage dan negatif slippage. Kalau positif, gara-gara slippage kita justru diuntungkan, tapi kalau negatif kita malah merugi. Kapanpun terjadi perbedaan harga dari yang kita inginkan dan yang dipasang, maka disebut slippage.
 Nasabah Bank |  21 Jan 2021
Halaman: Dapatkah Slippage Broker Forex Dihindari
Ya itu karena misalnya kita pengen beli emas sebesar 900rb. Tapi ga ada yang mau jual ke kita karena harganya terlalu murah. Otomatis kita harus menaikkan harga jadi 1 juta supaya ada yang mau jual. Ini namanya negative slippage.
 Bagus |  21 Jan 2021
Halaman: Dapatkah Slippage Broker Forex Dihindari

Broker Forex


Komentar[6]    
  Nasabah Bank   |   21 Jan 2021

Ada yang namanya positive slippage dan negatif slippage. Kalau positif, gara-gara slippage kita justru diuntungkan, tapi kalau negatif kita malah merugi. Kapanpun terjadi perbedaan harga dari yang kita inginkan dan yang dipasang, maka disebut slippage.

  Alya   |   21 Jan 2021

Kenapa bisa slippage ya?

  Bagus   |   21 Jan 2021

Ya itu karena misalnya kita pengen beli emas sebesar 900rb. Tapi ga ada yang mau jual ke kita karena harganya terlalu murah. Otomatis kita harus menaikkan harga jadi 1 juta supaya ada yang mau jual. Ini namanya negative slippage.

  Margaret   |   21 Jan 2021

Ada ga mata uang yang jarang slippage?

  Hendrawan   |   21 Jan 2021

Semakin likuid sebuah pair, maka dia semakin jarang slippage. Misalnya EUR/USD atau USD/JPY.

  Randy   |   17 Jun 2022

"..... ada beberapa broker forex yang menawarkan tool secara cuma-cuma untuk meminimalisir slippage"

Tool seperti apa yang dimaksud?