Dapatkah Slippage Broker Forex Dihindari?

Wiji Purnama 17 Apr 2017 5328
Dibaca Normal 6 Menit

Ditengarai sebagai ciri broker scam, slippage forex sebenarnya tidak selalu merugikan. Mengapa bisa demikian? Bagaimanakah cara menghindarinya?



Slippage forex adalah tereksekusinya suatu order di level harga yang berbeda dari harga yang dipesan. Jika requote terjadi pada direct order, slippage forex lebih sering mengganggu pending order, khususnya yang berkenaan dengan stop (buy stop, sell stop, stop loss).

Apa Itu Slippage Forex

Misalkan Anda menempatkan buy stop EUR/USD di level 1.1225, lebih tinggi dari harga saat ini yang baru mencapai 1.1220. Setelah ditunggu beberapa waktu, level 1.1225 sudah terlewati tapi order buy stop Anda belum juga tereksekusi. Tak berapa lama kemudian, broker mengeksekusi posisi tersebut tapi di level 1.2235. Dalam kasus ini, order Anda sudah terkena slippage 10 pips.

 

Bagaimana Pengaruh Slippage Forex Untuk Trading?

Slippage forex tak terlalu dirasakan efeknya jika terjadi dalam jumlah kecil. Namun apabila kisarannya sudah mencapai puluhan atau bahkan ratusan pips, slippage forex tentu saja sangat membebani trading Anda.

Selain dalam hal jumlah, efek slippage forex juga perlu dipertimbangkan dari segi frekuensi. Slippage yang kecil tapi sering dan konsisten juga kurang baik bagi trading. Mari kita ambil contoh dari penjelasan sebelumnya. Apabila Anda membuka 1 posisi dalam sehari dengan besar 1 lot yang bernilai $10 per pip, maka Anda jelas kehilangan $100 setiap hari. Jika diakumulasikan dalam 1 minggu sudah ada $700 yang harus Anda relakan terkena slippage forex. Kalau bulanan? Jelas kerugian bisa mencapai ribuan Dolar.

 

Slippage Forex Tak Selalu Merugikan

Percaya atau tidak, slippage forex justru bisa menambah keuntungan dalam keadaan tertentu. Hal itu bisa terjadi karena slippage forex sendiri disebabkan oleh tidak tersedianya harga yang dipesan, sehingga penyedia likuiditas akan mengisinya dengan harga terbaik yang tersedia, tak peduli apakah levelnya lebih tinggi atau lebih rendah dari harga yang awalnya dipesan.

Slippage Forex Tak Selalu Merugikan

Slippage forex yang cenderung merugikan seperti pada contoh sebelumnya disebut sebagai slippage negatif, sedangkan slippage forex yang menguntungkan dikenal dengan sebutan slippage positif. Contohnya, pada order buy yang dipesan di harga 1.1225, eksekusi di level yang lebih tinggi disebabkan oleh slippage negatif. Sebaliknya, order tersebut juga bisa dieksekusi di level yang lebih rendah, atau dengan kata lain, terkena slippage positif.



Peluang terjadinya slippage forex positif dan negatif tak bisa diperhitungkan secara pasti. Itulah mengapa, keuntungan lebih dari slippage forex positif tak bisa benar-benar diandalkan. Bagi trader risk-averse yang lebih banyak mengambil langkah aman, menghindari slippage forex, apapun bentuknya, adalah solusi paling tepat karena tak ada tolak ukur sama sekali untuk mengukur potensi slippage. Nah, cara apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindari slippage forex?

 

3 Teknik Menghindari Slippage Forex

Slippage forex cukup sering terjadi dan sudah dianggap sebagai hal yang wajar. Meski demikian, ada beberapa tips bermanfaat yang bisa Anda terapkan untuk menghindarinya.

 

1. Hindari Trading Di Waktu Rilis News Berdampak Tinggi

Tak jauh berbeda dengan requote, slippage forex terjadi saat harga bergerak terlalu cepat akibat sesaknya server oleh order-order yang dikirim di saat hampir bersamaan. Kondisi seperti itu umum terjadi ketika ada rilis fundamental berdampak tinggi, seperti pengumuman bank sentral, NFP AS, dan berita serta isu-isu penting lainnya.

Dalam hal ini, menghindari slippage forex sebenarnya sangat mudah. Anda cukup memperhatikan kalender ekonomi untuk mendapatkan jadwal rilis pengumuman dan berita fundamental yang perlu dihindari. Hal ini tentunya efektif jika Anda tidak mengandalkan strategi news trading. Sedangkan bagi Anda yang sudah terlanjur cocok dengan metode news trading, dua cara di bawah ini mungkin efektif untuk meminimalisir risiko slippage forex.

 

2. Gunakan Limit Order

Karena slippage forex banyak terjadi di pending stop order, Anda bisa beralih pada jenis lainnya, yakni limit order. Pending order ini pada dasarnya digunakan untuk mengaktifkan posisi buy di harga yang lebih rendah dari saat ini (buy limit). Sedangkan untuk posisi sell, limit order bermanfaat mengeksekusi order di harga yang lebih tinggi dari level saat ini (sell limit).

Menghindari Slippage Forex Dengan Limit Order

Karena berlawanan arah dengan esensi buy dan sell itu sendiri, limit order bisa dikatakan menjadi penyeimbang atas apa yang terjadi di market. Ketika harga yang dipesan tidak tersedia, order tidak akan dipaksa masuk sehingga mengalami slippage forex. Sebaliknya, status pending order akan kembali ke waiting mode.



Secara teknis, limit order bekerja maksimal untuk para trader yang mengantisipasi bounce harga di suatu level penting. Di sisi lain, limit order tak bisa menggantikan fungsi buy stop dan sell stop sebagai pelengkap strategi breakout. Jadi apabila Anda menggunakan teknik breakout, ada baiknya untuk menempatkan order secara manual saja.

 

3. Pilih Broker Forex Yang Mengedepankan Kecanggihan Teknologi

Bagi Anda yang menggunakan strategi news trading dan tak bisa melepaskan manfaat stop order, maka solusi terakhirnya adalah dengan memilih broker forex. Kuncinya, pilih broker yang mampu memberikan kecanggihan teknologi trading tingkat tinggi.

Sebagai contoh, broker forex dengan teknologi ECN bisa melempar semua order kliennya ke pasar dan karena itu lebih menjamin slippage forex minimum. Selain itu, ada beberapa broker forex yang menawarkan tool secara cuma-cuma untuk meminimalisir slippage.

Satu lagi fitur ekstra broker forex yang membantu menghindarkan Anda dari dampak slippage forex adalah guaranteed stop loss. Fasilitas ini bekerja secara khusus untuk memastikan stop loss selalu tereksekusi di level yang dipesan. Mengingat betapa pentingnya fungsi stop loss sebagai pengaman akun dari kerugian besar, peran guaranteed stop loss tentu tak bisa dikesampingkan begitu saja. Sayangnya, guaranteed stop loss masih menjadi fitur tersier yang hanya ditawarkan segelintir broker forex.

 

Akhir Kata

Sejatinya, slippage forex adalah suatu hal yang normal terjadi ketika volatilitas harga meningkat. Slippage tak bisa begitu saja dianggap sebagai bentuk kecurangan broker forex atau bahkan ciri-ciri scam. Pasar forex diikuti oleh pelaku pasar di seluruh dunia (mulai dari bank besar hingga trader retail), dengan jumlah transaksi yang sangat besar (mencapai triliunan Dolar dalam sehari). Jika sebagian besar dari mereka masuk di saat yang hampir bersamaan dan platform broker forex tak mengalami masalah apa-apa, justru hal itu yang lebih patut dicurigai. Bisa saja pasar tempat mereka melempar order klien bukanlah pasar forex yang sebenarnya.

Mempertimbangkan Slippage Broker Forex

Dalam hal ini, Anda cukup mengukur tingkat frekuensi dan besar slippage untuk menentukan layanan broker forex. Jika slippage forex terlalu sering terjadi (selalu negatif dan bahkan di saat pasar belum ramai), serta jarak eksekusi dari harga yang dipesan terlalu lebar, Anda mungkin perlu meningkatkan kewaspadaan. Bisa jadi, pemahaman slippage forex sebagai hal yang wajar dijadikan tameng oleh broker forex untuk menutupi beberapa tindakan yang cenderung merugikan klien.



Maka dari itu, lindungi trading sebaik mungkin dari risiko slippage forex. Tiga tips di atas sudah mewakili cara-cara menghindari slippage yang bisa diterapkan semua trader, terlepas dari strategi dan jenis order yang digunakan.



Forum

Sita (28 Mar 2012)

apa sih kegunaan candlestick? kalau dibanding grafik lain, adakah keunggulan dimasing-masing chart? mohon jelaskan keunggulannya

Selengkapnya...

Pola Candlestick
Hanging Man
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick yang membentuk gap naik dari candlestick sebelumnya. Terjadi di akhir uptrend, Hanging Man memiliki sumbu bawah yang lebih panjang dari body-nya. Sinyal bearish reversal dari pola ini terkonfirmasi apabila candlestick selanjutnya bersifat bearish atau membentuk gap turun, dan ditutup melemah dari harga pembukaannya.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 5    

Nasabah Bank
21 JAN 2021

Ada yang namanya positive slippage dan negatif slippage. Kalau positif, gara-gara slippage kita justru diuntungkan, tapi kalau negatif kita malah merugi. Kapanpun terjadi perbedaan harga dari yang kita inginkan dan yang dipasang, maka disebut slippage.

Alya
21 JAN 2021

Kenapa bisa slippage ya?

Bagus
21 JAN 2021

Ya itu karena misalnya kita pengen beli emas sebesar 900rb. Tapi ga ada yang mau jual ke kita karena harganya terlalu murah. Otomatis kita harus menaikkan harga jadi 1 juta supaya ada yang mau jual. Ini namanya negative slippage.

Margaret
21 JAN 2021

Ada ga mata uang yang jarang slippage?

Hendrawan
21 JAN 2021

Semakin likuid sebuah pair, maka dia semakin jarang slippage. Misalnya EUR/USD atau USD/JPY.

Kirim Komentar/Reply Baru
Hedging Kalau dana tidak cukup
Posisi saya hedging mau closing tapi nggak bisa karena dana tidak cukup,
bagaimana cara menyelesaikannya?

Achmad 25 Jun 2018

Reply:

M Singgih (27 Jun 2018 04:47)

@ achmad:

Selama tidak terkena margin call, maka Anda tidak harus menambah dana.
Saya asumsikan Anda punya posisi hedging yang minus / loss (karena ada juga hedging yang plus / profit), dan Anda trading dengan swap free (tidak dikenakan swap / bunga ketika posisi Anda menginap).

Dengan melakukan hedging (locking), maka nilai kerugian Anda sudah terkunci. Dalam hal ini Anda punya floating loss yang nilainya tetap. Harga bergerak kemanapun besarnya kerugian akan tetap.

Kalau Anda close kedua posisi hedging tersebut secara bersamaan maka besarnya kerugian (floating loss) Anda realisasikan, sehingga balance (saldo) Anda akan berkurang sebesar nilai kerugian (floating loss) tersebut.

Equity = balance - floating loss
Margin Call level = (equity / margin total) x 100%
Misal broker Anda menerapkan aturan Margin Call level = 100% (tiap broker bisa berbeda), maka selama Margin Call level di atas 100%, Anda masih bisa lanjut.

Jadi selama tidak kena margin call, Anda masih bisa closing kedua posisi hedging tersebut. Tetapi belum tentu Anda bisa posisi baru kalau Free Margin Anda tidak mencukupi.
Free Margin = equity - margin total.

Achmad (27 Jun 2018 13:17)

Selamat siang Bos
Terima kasih pencerahannya.
Tapi bos, tadi saya coba tutup salah satu posisi, ada komentar dari mt4, dana tidak mencukupi, kenapa ya bos, apa ada yg kurang/salah???

Achmad (27 Jun 2018 13:31)

Bagaimana cara menutup posisi buy dan sell untuk EURJPY secara bersamaan

M Singgih (28 Jun 2018 04:03)

@ achmad:

Kalau equity masih cukup seharusnya bisa di-close. Anda bisa tanyakan ke customer support broker Anda.
Menutup posisi hedging bisa dilakukan secara manual dan bergantian. Close yang posisi buy dulu, kemudian segera setelah itu tutup yang sell, atau sebaliknya tutup yang sell dulu baru yang buy.

Caranya, kalau Anda menggunakan platform Metatrader 4,  bisa dengan klik kanan pada kolom Order di terminal Metatrader Anda, pilih order yang akan di-close, kemudian klik Close Order.

Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   54  
Rangkaian Promo Ulang Tahun Finex Berjalan Sukses
HFX Adakan Webinar Angkat Topik Price Pattern
HFX Adakan Webinar Angkat Topik Price Pattern
Melati   2 Mar 2021   168  
Sederet Pencapaian Finex Di Tahun 2020
Sederet Pencapaian Finex Di Tahun 2020
Melati   14 Jan 2021   290