Dianggap Sinyal Akurat, Apa Itu Golden Cross Dan Death Cross?

SAM 19 Jul 2017 2081

Saat membaca analisa-analisa mengenai trading forex maupun trading saham, boleh jadi Anda menemukan kalimat seperti "Chart cukup positif dengan Golden Cross" atau "Harga masih bullish, tapi harus hati-hati karena ada Death Cross". Apa itu Golden Cross? Apa pula artinya Death Cross? Mengapa dianggap penting?

 

Pengertian Golden Cross

Golden Cross adalah pola breakout bullish yang terbentuk dari perlintasan antara Moving Average berperiode rendah ke atas Moving Average berperiode lebih tinggi. Momen Golden Cross menandakan bahwa pasar bullish (bull market) sudah di depan mata. Contoh Golden Cross misalnya: MA 15-day bergerak melintas ke atas MA 50-day, MA 50-day bergerak melintas ke atas MA 100-day, dan seterusnya.

Meski Golden Cross bisa terjadi pada periode Moving Average berapa saja, tetapi ada kombinasi-kombinasi yang paling umum digunakan. Berikut diantaranya:

Dalam menggunakan Golden Cross, ada tiga hal perlu perhatikan:

Cukup banyak trader maupun analis yang secara rutin memeriksa apakah terjadi Golden Cross di chart. Tujuannya bukan sebagai trigger untuk buy, melainkan memastikan bahwa sentimen pasar condong pada bullish.

 

Pengertian Death Cross

Death Cross adalah sinyal permulaan pasar bearish; terbentuk dari perlintasan antara Moving Average berperiode rendah ke bawah Moving Average berperiode lebih tinggi. Contoh Golden Cross misalnya: MA 15-Day bergerak melintas ke bawah MA 50-Day, MA 50-day bergerak melintas ke bawah MA 100-Day, dan seterusnya.

Bersama dengan terbentuknya Death Cross, Moving Average berperiode lebih tinggi akan secara otomatis menjadi level resisten baru di pasar bearish yang akan datang. Misalkan MA-5 bergerak melintas ke bawah MA-15, maka ketika harga benar-benar merosot, garis MA-15 akan menjadi resisten bergerak yang baru.

Dibandingkan Golden Cross, sinyal yang diberikan Death Cross umumnya dianggap lebih lemah. Pada jangka pendek, sinyal Death Cross bisa lebih mudah batal ketika ada faktor-faktor lain yang bermain di pasar. Selain itu, sinyal Death Cross pada timeframe besar biasanya dipandang temporer (hanya sementara), berkebalikan dengan sinyal Golden Cross yang dianggap makin valid di timeframe besar.

 

Contoh Golden Cross Dan Death Cross

golden cross

 

Golden Cross terjadi pada tanggal 23 Mei 2017. Meskipun harga sempat agak tertekan, tetapi secara umum hingga hari ini, EUR/USD masih bullish.

Melihat contoh pertama ini, Anda barangkali bertanya, "Kok sinyal terlambat sih? EU sudah reli duluan tuh". Ya, perlu diingat bahwa sinyal ini menandakan breakout, bukan permulaan trend. Apalagi, Golden Cross berbasis pada Moving Average yang sifatnya lagging.

Meski demikian, tingginya akurasi sinyal ini menandakan kuatnya sentimen bullish di pasar. Apabila Anda berniat untuk membuka posisi sell saat Golden Cross muncul, maka sebaiknya urungkan niat tersebut.

death cross

 

Terlihat bahwa pergantian arah terjadi cukup sering. Antara awal Juli hingga hari ini saja, sudah terjadi enam kali perlintasan Moving Average, termasuk satu kali fake Death Cross.

Perhatikan bahwa reliabilitas sinyal di timeframe intraday itu rendah, apalagi bila tidak disertai dengan lonjakan volume. Sebaiknya, Anda melengkapi penggunaannya dalam trading dengan indikator tipe Oscillator,  seperti Stochastic, Moving Average Convergence Divergence (MACD), atau Relative Strenth Index (RSI), agar bisa memperoleh titik entry dan exit yang lebih akurat.

Dari screenshot contoh kedua, nampak Golden Cross sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Seandainya Anda sudah buka posisi buy saat sinyal trading itu muncul, girang ketika Golden Cross tercipta, lalu sekarang mulai ketar-ketir karena grafik sudah menurun. Kapan posisi sebaiknya ditutup? Jika dilihat sepintas dengan indikator yang sudah ada saat ini, Anda bisa close ketika harga menyentuh garis MA-15. Akan tetapi, apabila menginginkan analisa yang lebih akurat, maka intip juga indikator tipe Oscillator atau candle-candle yang akan terbentuk ke depan.

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1

Adjie 25 JAN 2018
bagaimana mendeteksi "fake" cross?
reply
Admin 26 JAN 2018
Umumnya ada dua cara. Pertama, dilihat volume ada peningkatan atau tidak. Jika volume menurun, kemungkinan tidak akan breakout.Kedua, dilihat dari candle. Jika candle belum sepenuhnya melintas garis MA yang membatasi, maka bisa dibilang ada kemungkinan fake.



Sebaiknya ditunggu hingga ada satu candle utuh yang lepas dari garis MA, atau dengan kata lain posisi harga benar-benar di atas MA jika Golden Cross, atau posisi harga benar-benar di bawah garis MA jika Death Cross.
Apa Maksud Volume Pada Candle?

di chart mv kalau pointer di letakkan di candle dan di biarkan muncul harga O,H,L, Close. dan ada Volume, apa maksud dari volume? dan apa kegunaannya dalam trading?. terima kasih. salam sukses

Wisnu 15 Mar 2012

Reply:

Basir (15 Mar 2012 12:06)

Volume bisa diartikan ukuran dari candle tersebut. Semakina panjang kita lihat candle tersebut, Maka ini menunjukan volume Pembelian / Penjualan sangat tinggi. Ada sebagian trade yang menjadikan ukuran / Volume trade sebagai patokan untuk open / close dan menjadikannya sebagai patokan untuk memasang stop loss

Thanks

M Singgih (21 Jun 2019 13:00)

@ Wisnu:

- …. apa maksud dari volume? dan apa kegunaannya dalam trading?

Volume untuk mengetahui besarnya transaksi pada suatu waktu. Semakin besar volume maka akan semakin mendorong pergerakan harga ke arah yang sesuai dengan transaksi. Misal jika harga sedang naik (buyer mendominasi), maka jika volume naik, pergerakan harga juga akan semakin ke utara (naik). Sebaliknya untuk selling.

Tetapi hal tsb terjadi pada pasar yang ada bursanya, seperti pasar saham. Untuk pasar forex, karena tidak ada bursa yang terpusat, maka perubahan volume hanya berpengaruh pada broker dimana Anda trading, tidak mempengaruhi pergerakan harga secara keseluruhan.

Untuk keterangan yang lebih lengkap, silahkan baca: Indikator Volume Dalam Pasar Forex

Febrian Surya 162
Forex