Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Rupiah Melemah

Anna 5 Feb 2014 116725

Berbagai peristiwa telah diungkapkan oleh pemerintah dan analis ekonomi, disebut-sebut sebagai alasan kenapa Rupiah melemah. Realitanya, Rupiah memang salah satu mata uang terlemah di Dunia.

Sejak akhir tahun 2013, nilai tukar Rupiah terus melemah, bahkan hingga mencapai level di atas 12,000 Rupiah per Dolar AS. Berbagai peristiwa telah diungkapkan oleh pemerintah dan analis ekonomi, disebut-sebut sebagai alasan kenapa Rupiah melemah.

Realitanya, Rupiah memang salah satu mata uang terlemah di dunia, yang nilainya mudah ditekan oleh perubahan kondisi ekonomi, baik di luar maupun di dalam negeri. Tapi sebenarnya, masih ada beberapa mata uang yang lebih lemah dari rupiah. 

mengapa nilai rupiah melemah

(Baca Juga: 5 Mata Uang Dengan Nilai Tukar Lebih Rendah Dari Rupiah)

 

Perekonomian Yang Kurang Mapan

Rupiah termasuk soft currency, yaitu mata uang yang mudah berfluktuasi atau terdepresiasi, karena perekonomian negara asalnya relatif kurang mapan. Mata uang negara-negara berkembang umumnya adalah mata uang tipe ini. Sedangkan, mata uang negara maju seperti Amerika Serikat disebut hard currency, karena kemampuannya untuk mempengaruhi nilai mata uang yang lebih lemah.

Karakteristik khusus mata uang soft currency adalah sensitivitasnya terhadap kondisi ekonomi internasional. Krisis finansial, spekulasi di pasar finansial, dan ketidakstabilan ekonomi bisa mengakibatkan jatuhnya nilai soft currency. Contohnya saat krisis tahun 1997-1998, ketika perekonomian Indonesia dalam bahaya. Begitu pula, ketika terjadi krisis Subprime Mortgage di Amerika Serikat, Rupiah sempat terkena imbasnya.

Selain itu, sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia berbagi sentimen dengan negara berkembang lainnya. Artinya, ketika sentimen terhadap negara-negara berkembang secara umum baik, maka nilai Rupiah akan cenderung menguat. Sebaliknya, ketika di negara-negara berkembang yang lain banyak kerusuhan, bencana, dan lain sebagainya, maka nilai Rupiah akan melemah.

 

Pelarian Modal (Capital Flight)

Modal yang beredar di Indonesia, terutama di pasar finansial, sebagian besar adalah modal asing. Ini membuat nilai Rupiah sedikit banyak tergantung pada kepercayaan investor asing terhadap prospek bisnis di Indonesia. Semakin baik iklim bisnis Indonesia, maka akan semakin banyak investasi asing di Indonesia, dan dengan demikian Rupiah akan semakin menguat. Sebaliknya, semakin negatif pandangan investor terhadap Indonesia, Rupiah akan kian melemah.

Mari ambil contoh pemotongan stimulus yang dilakukan oleh Bank Sentral Amerika Serikat, The Fed, baru-baru ini. Kebijakan uang ketat (tight money policy) tersebut membuat investor memindahkan investasinya dari Indonesia kembali ke Barat. Selain kejadian tersebut, sudah sering Indonesia mengalami Capital Flight, yang kemudian diikuti oleh pelemahan nilai Rupiah.

 

Ketidakstabilan Politik-Ekonomi

Dari dalam negeri, faktor yang paling mempengaruhi Rupiah adalah kondisi politik-ekonomi. Di masa-masa ketidakpastian menjelang pemilu sekarang, investor cenderung was-was dan akan menunggu hingga terpilih pemimpin baru untuk menunjukkan sentimen ekonomi yang lebih meyakinkan. Akibatnya, musim menjelang pemilu umumnya ditandai oleh pelemahan nilai Rupiah.

Performa data ekonomi Indonesia, seperti pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product), inflasi, dan neraca perdagangan, juga cukup mempengaruhi Rupiah. Pertumbuhan yang bagus akan menyokong nilai Rupiah, sebaliknya defisit neraca perdagangan yang bertambah akan membuat Rupiah terdepresiasi. Dua sisi dalam neraca perdagangan, impor dan ekspor, sangat penting disini. Inilah sebabnya kenapa sangat penting bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.

 

Demikianlah uraian singkat mengenai tiga faktor utama penyebab melemahnya nilai Rupiah. Ketiga faktor tersebut menggambarkan garis besar kondisi Indonesia saat ini. Namun, seiring dengan menguatnya perekonomian Indonesia, niscaya nilai Rupiah juga akan ikut menguat.

Kirim Komentar/Reply Baru
Semakin Kecil SL, Makin Yakin Bakal Profit?
Apa master setuju dengan ini?:
Besaran range SL akan berpengaruh pada derajat keyakinan kita akan keberhasilan pencapaian TP
Jadi semakin kecil SL kita makin kecil juga keyakinan kita bakal profit?
Tks.

Ari Nuh 11 Dec 2015

Reply:

Basir (11 Dec 2015 10:47)

Untuk Ari Nuh

Trader yang menerapkan perhitungan risk/reward ratio pada setiap posisi tradingnya dan dilakukan dengan disiplin akan mendapatkan profit yang konsisten. Kita bisa bebas memilih strategi apa saja untuk diterapkan dalam trading, tetapi dengan setting risk dan reward yang memadai sangat mungkin diperoleh profit yang konsisten walaupun setup strategi trading kita belum benar-benar matang.

Penerapan risk/reward ratio memberi trader kesempatan yang sama untuk memperoleh profit yang konsisten, oleh karena itu bisa dikatakan bahwa metode risk/reward adalah holy grail dalam trading, dan hal yang paling utama disamping faktor disiplin dan pengendalian emosi.

Anda bisa menyimak tentang rasio Risk - reward ini di :

1. Risk/Reward Ratio Adalah Holy Grail Dalam Trading Forex

2. Jumlah Posisi Trading Dan Risk/Reward Ratio

Thanks.

M Singgih (17 Dec 2015 03:02)

@ Ari Nuh:
Besar kecilnya range stop loss (SL) ditentukan berdasarkan keadaan riil di pasar. Ketika pasar sedang trending dan volatilitas sedang tinggi maka stop loss relatif lebih besar (lebar) dibandingkan ketika pasar sedang sideways. Acuan untuk menentukan batas-batas level stop loss bisa dari level support atau resistance, level Fibonacci retracement atau expansion, kurva dari indikator Bollinger Bands atau level tertinggi atau terendah sebuah bar candlestick (price action).
Untuk keterangan lebih lanjut Anda bisa baca:
Beberapa Cara Menentukan Stop Loss
Menentukan Stop Loss Dan Target Dengan Price Action (1)

Target profit (TP) juga ditentukan berdasarkan keadaan riil di pasar. Acuan batas-batas level TP juga bisa dari level support atau resistance, level Fibonacci retracement atau expansion, kurva dari indikator Bollinger Bands atau dari price action. Untuk keterangan bisa baca: Menentukan Target Profit Yang Sederhana Dan Efektif (1)

Tidak ada hubungan antara pencapaian TP dengan besar kecilnya SL. Kemungkinan keberhasilannya ditentukan oleh penyesuaian kita terhadap keadaan riil di pasar. Selain itu kita juga harus mempertimbangkan risk/reward ratio, yaitu SL dibanding dengan TP. Biasanya minimal perbandingannya 1:1, atau minimal SL=TP. Kalau bisa usahakan TP lebih besar dari SL.

Daftar Swift Code Bank Indonesia
Sistem 4923
Rupiah  
Konversi Indonesian Rupiah
Sistem 1883
Rupiah  
Suku Bunga Deposito Bank
Sistem 1378
Rupiah  
Kalkulator Kurs
Sistem 3360
Rupiah  
Kurs Rupiah Hari Ini
Sistem 6576
Rupiah