Forex Signal, Fitur Spesial Pelengkap Persiapan Trading Anda

Wiji Purnama 13 Dec 2016 3421

Saat pertama kali trading, banyak kesulitan pemula berasal dari kurangnya kemampuan untuk mengenali peluang. Akibatnya, forex signal untuk entry dan exit posisi pun sulit terbaca. Padahal, mengetahui kapan saat yang tepat untuk membuka dan mengakhiri posisi trading adalah salah satu kunci sukses menjadi trader yang profitable. Anda bisa mengolah kemampuan analisa forex untuk mendapatkan sinyal, tapi terkadang hal itupun masih sulit dilakukan dan terasa membingungkan, khususnya jika masih dalam tahap belajar trading forex.

Untuk mempermudah cara mengenali sinyal forex, ada alternatif menarik yang kini mulai banyak digunakan trader. Solusi itu datang dari forex signal yang secara khusus diberikan oleh provider, untuk membantu melengkapi persiapan trading Anda sebelum masuk pasar.

Forex Signal Sebagai Pelengkap Trading
Forex signal ada yang berbayar tapi ada juga yang bisa diperoleh cuma-cuma. Anda bisa membeli sinyal forex dari provider-provider yang secara khusus menjual produk tersebut, atau memanfaatkan fitur gratis dari broker forex. Apapun pilihan Anda, sangat penting untuk menerapkan pemahaman bahwa sebagus atau semahal apapun suatu signal, tak ada prediksi yang 100% akurat. Selain itu, perlu dilakukan seleksi cermat agar Anda nantinya tak salah memanfaatkan forex signal.

Untuk memandu pencarian Anda, berikut ini 5 hal yang perlu Anda ketahui tentang forex signal:

 

1. Ketahui Dasar Analisa Sebuah Forex Signal

Forex Signal bisa memberikan rekomendasi buy dan sell, bahkan di level mana Anda bisa menempatkan stop loss dan take profit. Namun tentunya, semua itu haruslah didasarkan pada suatu metode analisa agar bisa dianggap valid.

Apakah itu analisa teknikal dengan indikator, price action, ataupun gabungan antara keduanya, Anda perlu mengenali metode analisa apa yang digunakan penyedia dalam menghasilkan forex signal. Lebih dari itu, Anda juga bisa belajar trading forex untuk menggali informasi mengenai jenis strategi trading yang diaplikasikan.

Untuk mempermudah pemahaman, ada baiknya Anda memilih forex signal dengan metode analisa yang mudah Anda mengerti. Dengan demikian, Anda bisa mengenali dasar rekomendasi yang diberikan, sembari belajar trading forex untuk meningkatkan kemampuan Anda dalam menerapkan metode analisa.

Semakin lengkap sebuah sinyal forex menjelaskan dasar metode analisa yang digunakan, semakin baik pula layanan forex signal tersebut. Sekali lagi, rekomendasi buy dan sell yang valid tidak muncul begitu saja tanpa dilatarbelakangi oleh suatu metode analisa. Oleh karena itu, pilihlah sinyal forex yang menjelaskan dasar-dasarnya, dan bisa Anda pahami pengolahan strateginya.

 

2. Sesuaikan Dengan Cara Trading Anda

Macam-macam metode analisa dan strategi yang digunakan penyedia forex signal juga diiringi dengan variasi fitur dan teknologi. Ada sinyal forex yang sudah menggunakan sistem otomatis, ada pula yang dikirimkan secara manual lewat email atau bahkan SMS.

Selain itu, beberapa forex signal memiliki frekuensi pengiriman yang bisa dicocokkan dengan gaya trading Anda. Sinyal forex yang dapat menampilkan peluang trading harian misalnya, tentu lebih sesuai bagi Anda yang mengadopsi cara trading intraday.

 

3. Persiapkan Rencana Trading Anda Sendiri

Memperoleh peluang-peluang trading dari forex signal bukan berarti Anda terbebas dari pengolahan rencana trading sendiri. Forex signal memang bisa memberikan rekomendasi trading, tapi sebaiknya Anda tak sepenuhnya bergantung pada sistemnya.

Mengapa demikian? Dalam proses belajar trading forex, setiap trader dianjurkan memiliki manajemen risiko yang sesuai dengan batas toleransi masing-masing. Pengaturan seperti itu tentunya tak bisa dicocokkan begitu saja dengan sistem forex signal yang dibagikan untuk banyak trader.

Oleh karena itu, gunakanlah rekomendasi dari forex signal sebagai pelengkap, tapi aturlah sendiri rencana manajemen risiko Anda. Dalam hal ini, pilihlah forex signal yang bisa diadaptasikan dengan rencana trading Anda. Jika sinyal telah menyertakan saran stop loss dan take profit, perhitungkan dulu apakah level-level tersebut masih ada dalam batas toleransi risiko Anda.

 

4. Uji Coba Efektivitas Forex Signal

Sesudah mempelajari metode analisa dan kesesuaian suatu forex signal bagi cara dan rencana trading, mungkin Anda sudah yakin jika keberhasilan sudah ada di depan mata. Namun hal itu belum tentu benar terjadi, karena sebelum dilakukan uji coba, itu semua hanyalah teori yang bisa saja tak sesuai dengan praktek trading secara real.

Pada dasarnya, setiap metode trading, bahkan yang memberikan tanda sejelas forex signal sekalipun, perlu diuji coba dulu sebelum benar-benar dipakai untuk trading real. Kinerja forex signal bisa berbeda untuk setiap trader, dan ada juga yang hanya sesuai di kondisi pasar tertentu. Suatu provider forex signal bisa saja menyatakan punya tingkat akurasi 70%, 80%, dst. Namun hal itu tidak bisa menjadi patokan untuk potensi keberhasilan trading Anda.

Bisa jadi sebuah forex signal justru tak memberikan rekomendasi yang memuaskan, sehingga membuat loss trading Anda makin membengkak. Agar tak menyesal di kemudian hari, uji dulu performa sinyal forex sebelum menggunakannya secara live. Anda bisa menerapkannya di akun demo, atau memanfaatkan masa percobaan gratis yang disediakan oleh provider forex signal berbayar.

 

5. Forex Signal Dari Broker

Saat ini, mencari forex signal tak harus repot karena banyak broker telah menyediakan fitur-fitur spesial yang bisa Anda pergunakan sebagai rekomendasi trading andalan. Biasanya, sinyal forex broker ditawarkan gratis tanpa biaya ekstra, dimana untuk mendapatkannya, Anda hanya perlu mendaftar akun trading dan melakukan deposit dana.

Forex signal dari broker bisa disuguhkan lewat akses ke layanan Trading Central, Autochartist, atau layanan spesial dari analis broker. Apapun jenis forex signal yang Anda pilih nantinya, terapkan pemahaman bahwa sinyal terbaik adalah yang sesuai dengan pemahaman analisa, kebutuhan dan rencana trading Anda, serta terbukti efektif setelah diuji coba. Dengan demikian, forex signal bisa benar-benar memberikan manfaatnya sebagai pelengkap persiapan trading Anda.

Lebih lanjut lagi, Anda juga bisa memanfaatkan dukungan forex signal sebagai pemandu belajar trading forex. Jika Anda dapat memahami cara forex signal mencari peluang entry dan exit di pasar, maka bukan tidak mungkin Anda nantinya bisa melepaskan diri dari bantuan sinyal forex, dan mulai percaya diri untuk sepenuhnya menggunakan metode analisa trading sendiri.

Kirim Komentar/Reply Baru
Advertisement


Cara ambil TP pada posis teknik lock

Mau tanya terkait penjelasan bapak mengenai teknik lock/hangging tersebut, bagaimana cara nya untuk melakukan take profit ( TP) agar tidak rugi atau draw?

Indra 4 Jul 2019

Reply:

Erik T (07 Jul 2019 22:36)

Untuk Indra,

Mohon maaf sebelumnya pak, bisa disebutkan artikel mengenai lock/hedging mana yang bapak maksud?

Umumnya, teknik lock atau hedge sering digunakan untuk mengantisipasi atau menunda kerugian. Berbeda dengan Stop Loss yang langsung merealisasikan kerugian yang ada, teknik lock/hedge memungkinkan Anda untuk menunda kerugian dengan cara mengunci posisi yang merugi. Caranya bagaimana? Yakni dengan cara mengambil posisi yang berlawanan dengan jumlah ukuran yang sama.

Misalnya, Anda mengambil posisi Buy EUR/USD sebesar 1 lot pada harga 1.1250. Lalu ketika harga turun ke level 1.1240 (10 pips) maka Anda mengalami kerugian sebesar USD 100. Mengantisipasi akan adanya kerugian yang lebih besar, Anda berencana menggunakan teknik hedging dengan mengambil posisi Sell pada harga 1.1240 sebesar 1 lot. Dengan begitu, kerugian Anda akan tetap terjaga (tidak bertambah dan tidak pula berkurang) atau terkunci sebesar 10 pips atau sebesar USD 100 meskipun harga bergerak turun sejauh apapun.

Sedangkan untuk membuka posisi yang terkunci sebenarnya sama dengan membuka posisi yang baru. Yakni ketika Anda memperkirakan harga akan naik, posisi Buy lah yang tetap dipertahankan (posisi Sell harus ditutup). Sebaliknya, ketika Anda memperkirakan harga akan turun, maka posisi Sell lah yang harus dipertahankan (posisi Buy yang harus ditutup).

Meskipun terdengar sederhana, nyatanya membuka posisi yang terkunci menyimpan resiko yang jauh lebih besar. Ketika Anda salah dalam menganalisa pasar, dan salah membuka arah kuncian, maka yang ada adalah kerugian yang makin membesar. Oleh karena itu, teknik lock atau hedge ini sangat tidak disarankan untuk digunakan (kecuali jika Anda telah terbiasa). Jika belum terbiasa, alangkah baiknya menggunakan metode Stop Loss atau Cut Loss saja.

Semoga bisa membantu.