Forex

3 Macam Manajemen Risiko Terbaik Menurut MIFX
Evan     30 Jan 2023
Tanpa adanya penerapan manajemen risiko yang baik, cepat atau lambat Anda akan kesusahan meraih profit konsisten dari trading. Berikut adalah beberapa macam manajemen risiko terbaik menurut broker MIFX.
Mengapa The Fed dan Kebijakannya Sering Jadi Sorotan?
Septiyani Tin     30 Jan 2023
The Fed merupakan lembaga yang mengatur kebijakan moneter Amerika Serikat. Mengapa kebijakannya sering menjadi sorotan? Apa pengaruhnya ke perekonomian dunia?
Arti Penting Safe Haven yang Perlu Anda Tahu
Septiyani Tin     30 Jan 2023
Safe haven menjadi aset yang banyak dicari oleh investor karena tetap menguntungkan di tengah krisis. Bagi Anda yang masih asing dengan istilah ini, mari belajar arti penting safe haven di artikel berikut.
Kamus

Kamus Trading

Regulator Forex

Lembaga yang berperan memantau operasional usaha dan menjaga ketaatan hukum broker forex di bawah naungan regulasinya. Karena perannya, regulator dianggap menyediakan jaminan perlindungan bagi trader.

Regulator seringkali adalah lembaga pemerintah bersifat otonom atau bisa juga berupa asosiasi swadaya. Regulator forex yang memiliki dasar hukum sebagai bentukan pemerintah contohnya Bappebti (Indonesia), ASIC (Australia), dan FCA (Inggris). Regulator seperti ini memiliki legitimasi lebih kuat daripada asosiasi swadaya.

Forex

Adalah Foreign Exchange atau pertukaran mata uang asing (valas). Sementara trading forex merujuk pada aktivitas perdagangan valas secara online untuk mendapatkan keuntungan.

Broker Forex

Adalah perusahaan, institusi, agen, ataupun individu yang bertugas mempertemukan pihak penjual dan pembeli. Broker forex secara khusus artinya perusahaan yang menghubungkan trader dengan pasar interbank untuk bertrading forex.

Deposit, Deposit Forex

Sejumlah dana yang harus diberikan kepada broker sebagai modal trading dan menikmati layanan yang diberikan (oleh broker tersebut).

Kalender Forex, Kalender Ekonomi

Kalender yang memuat jadwal rilis berbagai data ekonomi maupun peristiwa penting terkait kebijakan moneter dan fiskal dari negara-negara yang mata uangnya diperdagangkan dalam pasar forex.

Forum

Kumpulan Forum @inbizia #forex

supriono   6 Apr 2012

trading yang bagai mana yang master gunakan hingga dapat menghasilkan profit secara kontinu dalam jangka panjang. trimkasih atas jawabannya akan sangat berguna bagi saya yang telah 3x MC

basir   6 Apr 2012

Loss atau MC bisa mengincar siapa saja jika tidak hati hati. Letak dan Kunci trading sebetulnya bukan dari kehebatan menganalisa dengan menggunakan indikator tertentu. Tetapi kunci trading adalah pada kemampuan dalam mengatur keuangan. maka mulailah untuk terampil dalam mengatur modal anda. yang perlu jadi catatan, ketika anda melakukan BUY / SELL sebetulnya anda telah melakukan pinjaman kepada broker. uang yang masuk pasar adalah uang broker. Sedang dana anda adalah menjadi jaminannya dari setiap Open BUY/SELL anda.

Maka disanalah anda akan melihat berapa margin yang di kunci oleh beroker. Ketika ketika margin anda tidak mencukupi,  free margin dan margin level anda berkurang dan menipis dan floating minus sangat besar, maka anda akan terkena margin call. jadikalh pengalaman dari MC yang pernah anda alami. Mulailah pandai pandai mengatur dana anda. Ingat lah, Trading adalah ilmu dan seni mengatur uang untuk mendapatkan uang. Thanks

Eris   2 Oct 2015

Cara mengatur dana yg bagaimana yg bapak sarankan? Seingat saya cara mengatur dana di forex trading ada banyak. Nah yang bisa memungkinkan profit berkelanjutan dalam jangka panjang yang bagaimana pak?

basir   2 Oct 2015

Untuk Eris

Trading forex termasuk trading margin, dimana saat seorang trader melakukan BUY/ SELL ia menggunakan uang pinjaman dari broker dan dana yang ia depositkan menjadi margin atas transaksi yang dilakukan, dimana besarnya tergantung dari contract size (jenis account).

Ada banyak cara mengelola keuangan / money managment dalam mempertahankan atau meningkatkan balance. Tiap trader mempunyai cara tersendiri dalam hal ini, diantarannya:

1. Memakai persentase

Trader yang menggunakan cara ini,  membuat resiko sebesar yang direncanakan. Jika ia membuat resiko sebesar 5% dari modal $100 yang ia miliki, artinya ia menyisihkan resiko sebesar $5 dari open trade yang ia buka.

2. Resiko berdasarkan margin

Dalam hal ini seorang trader akan membuat resiko atau memasang stop loss berdasarkan margin. Jika ia membuka posisi BUY/ SELL dan marginnya sebesar $ 5, maka ia akan menempatkan stop loss berdasarkan besarnya margin dari kenaikan dan penurunan harga (hitungan pips/point)

3 Resiko berdasarkan satuan lot

Ada trader yang menggunakan resko berdasarkan satuan lot yang ia buka. Misalkan ia trade dengan lot 1 yang nilainya sebesar 10.000 kontak size,  atau lot 0.10 yang nilainya sebesar 1.000 kontrak size ataulot 0.01 yang nilainya sebesar 100 kontak size

Maka saat ia membuka open trade dengan lot 0.01, ia floating sebesar 100 pips, atau hanya minus sebesar $1.

Dari resiko tersebut cara mengambil keuntungnya pun berbeda-beda. Ada yang:

  • 1 : 1 ( keuntungan sebanding dengan resiko)
  • 2 : 1 ( keuntungan lebih besar dari resiko )

Namun demikian, cara pengelolan resiko tersebut bisa berbeda hal berdasarkan cara trade yang di gunakan.

Mungkin cara trade diatas berlaku bagi trader Daily atau Long-term namun tidak berlaku bagi para scalper dan para m singgihgale yang trading di hari tersebut.

Berdasarkan pengalaman secara pribadi saya menggunakan no 3,  karena disamping daily saya menggunakan pola long-term/swinger yang kadang menerapkan juga pola averaging. Saya menggunakan satuan lot yang terukur sekalipun harus floating dalam beberapa hari.

Thanks.

Zulkifli Hasan   1 Aug 2018

Kalau menggunakan Risiko berdasarkan prosentase modal yang dibuka bagaimana dengan akun yang sedang dalam fase drawdown pak? Bukankah akan semakin susah mengembalikan modal yang sudah hilang? Mohon pencerahannya.

admin   2 Aug 2018

Betul sekali, dengan menggunakan risiko berdasarkan %modal, maka saat strategi trading sedang tidak manjur maka untuk mencapai nilai modal yang telah hilang juga dibutuhkan waktu yang sedikit lama. Namun, coba pertimbangkan kembali. Meski membutuhkan waktu lama untuk mengembalikan modal, namun dengan metode money management seperti ini, maka tingkat drawdown pun atau terkurasnya akun hingga habis juga menjadi lebih lama.

Mari mencoba menghitung. Misalkan modal awal dengan 1,000 USD, dengan 5% modal sebagai risiko. Coba kita hitung jika sistem trading mengalami loss sebanyak 5x secara beruntun.

Trade 1: 5% x 1000 USD = 50 USD. Modal berkurang 50 USD menjadi 950 USD.

Trade 2: 5% x 950 USD = 47.5 USD. Modal berkurang 47.5 USD menjadi 902.5 USD.

Trade 3: 5% x 902.5 USD = 45.1 USD. Modal berkurang 45.1 USD menjadi 857.375 USD.

Trade 4: 5% x 857.375 USD = 42.8 USD. Modal berkurang 42.8 USD menjadi 814.575 USD.

Trade 5: 5% x 814.575 USD = 40.7 USD. Modal berkurang 40.7 USD menjadi 773.8 USD.

Total kerugian = 1000-773.8 = 226.2 USD atau hanya sekitar 22.6% dari total modal Anda.

Hasilnya akan sangat berbeda jika Anda menggunakan Fixed Equity sebagai jenis management modal Anda. Kerugian 5x secara beruntun dapat menyebabkan kerugian total sebesar 250 USD atau 25% dari modal.

Jauh lebih enak menggunakan prosentase bukan? Apalagi jika saat Anda memasuki periode keuntungan yang beruntun. Keuntungan yang Anda dapatkan juga akan berlipat dengan sendirinya.

Zulkifli Hasan   3 Aug 2018

Jadi dengan menggunakan metode ini jauh lebih baik pak ya intinya? Terima kasih pak.

Lalu bagaimana dengan perhitungan lotnya pak? apakah lebih baik dibagikan dengan Stop Loss yang fixed atau dengan Stop Loss yang berubah-ubah sesuai sistem tradingnya?

admin   5 Aug 2018

Betul sekali pak. Metode managament dengan %modal ini lebih baik karena sifatnya yang dapat berfungsi sebagai boost saat dalam fase keuntungan beruntun, dan menjadi rem saat fase kekalahan beruntun.

Menengai perhitungan Lot dengan menggunakan SL fixed maupun berubah-ubah itu tergantung sistem tradingnya pak. Beberapa sistem trading bekerja dengan Fixed SL, beberapa lagi memang mengamati perubahan dan struktur market untuk menentukan SL-nya. Keduanya juga memiliki kelenihan dan kekurangan masing-masing. Lebih baik Anda mencoba untuk backtest terlebih dahulu dengan akun demo selama satu bulan untuk melihat mana yang lebih baik.

Abu Al-Maida   8 Nov 2019

@Supriono
berlatih lagi mas di akun demo, kalau kena MC artinya tidak pakai stop loss? wajib pakai stop loss karena sekalipun Don Juan disamping kita tetap aja harus ada stop loss untuk jaga-jaga. Mau profit? kuncinya ikuti trend, pintar baca berita fundamental, pintar baca indikator. Belajar juga gunakan multi time frame minimal 3 time frame. gunanya itu untuk melihat trend. buat pemula hindari pair XAUUSD terlalu ganas. berlatih adalah kuncinya, sabar dan terus belajar. Salam profit.

Kiki R   31 Mar 2022

@Eman_eman: Berikut beberapa cara penerapan manajemen risiko dengan benar.

  • Selalu menggunakan stoploss dalam setiap entry posisi
  • Menetapkan risiko per transaksi tidak lebih dari 2% dalam setiap posisi
  • Jika terjadi 3 kali loss berturut-turut, stop trading pada hari tersebut dan lakukan evaluasi.
  • Tidak boleh ada lebih dari 3 transaksi yang berjalan bersamaan dalam satu waktu.
  • Jangan entry sekaligus 2 pair yang memiliki korelasi tinggi
M Singgih   14 Apr 2022

@ I Nyoman Miasa:

Maksud Anda kalkulator untuk position sizing (menghitung besarnya lot)?
Sretahu saya untuk akun Cent tidak ada, tetapi Anda bisa coba menghubungi broker Anda barang kali menyediakan kalkulator tsb untuk akun Cent.

Selain itu, Anda bisa coba menggunakan kalkulator MM ini, masuk ke akun micro, dan mengkonversi perhitungan nilai per pip-nya ke Cent lot dengan membaginya dengan 100, karena jika Anda trading pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD), maka 1 micro lot (0.01 lot) nilai per pip-nya adalah USD 0.1, sedang untuk 1 Cent lot pair XXX/USD nilai per pip-nya adalah USD ¢ 0.1 atau 0.1 sen USD atau USD 0.001.

eman_eman   31 Mar 2022

Cara management resiko yang benar dalam trading?

I nyoman Miasa   13 Apr 2022

Apakah ada kalkulator MM utk menghitung akun cent?

Agustian   4 Aug 2022

Apakah money management dan risk:reward ratio itu sama saja?

Kiki R   5 Aug 2022

@Agustian: Beda, risk/reward ratio adalah perbandingan antara jarak SL terhadap TP.

Sedangkan money management sangat luas dan mencakup seluruh aturan menggunakan risiko dan uang dalam trading Anda.

Money management mencakup banyak hal, termasuk berapa batas maximum drawdown yang Anda inginkan, berapa risiko per transaksi yang Anda gunakan, dst.

Ganendra Tristan   29 Aug 2022

selamat malam pak, keuntungan yang kita dapat dalam trading apakah sebaiknya konsisten ditarik atau justru lebih baik didiamkan saja agar semakin besar modal yang dimiliki? 

Kiki R   31 Aug 2022

@Ganendra Tristan: Saya pribadi menyarankan ditarik sebagian. Bisa ditarik 30-50% bergantung pribadi.

Alasan penarikan uang ini ada 2 hal.

1. Menghindari kejadian luar biasa yang bisa terjadi di market.

Contohnya seperti kejadian 2015 saat bank sentra Swiss (SNB) memutuskan untuk melepas pegging terhadap CHF, seluruh mata uang CHF naik dengan sangat kuat dalam waktu cepat.

Harganya lompat, stoploss tidak berfungsi. Bukan hanya trader yang bangkrut, namun juga banyak broker bangkrut.

2. Memberikan reward kepada diri sendiri

Tujuan kedua penarikan dana adalah karena Anda harus memberikan reward kepada diri sendiri. Dengan memberikan reward kepada diri sendiri diharapkan Anda bisa konsisten dan berusaha lebih baik lagi.

Ganendra Tristan   31 Aug 2022

Terima kasih banyak pak atas penjelasan detailnya. Untuk penarikan ini dalam jangka berapa lama baiknya pak? Karena modal saya yang cenderung kecil (200 usd), rata-rata saya hanya dapat 10 USD tiap bulannya. Kalau dengan jumlah segitu, apakah penarikan per-bulan baik? atau lebih baik tunggu hingga 2-3 bulan saja?

Kiki R   1 Sep 2022

@Ganendra Tristan: Dengan akun 200 USD dan profit $10 per bulan, lebih baik penarikan per beberapa bulan saja sambil melihat perkembangan performa trading.

Reply > Lihat[18]
Ghani   20 Jan 2022

Beberapa waktu lalu ketika trading, ada transaksi pemotongan dana di akun trading saya dengan tulisan: “Custody Fee aff. adjusment”. Itu maksutnya apa ya?

M Singgih   30 Jan 2022

@ Ghani:

Forex custody fee adalah biaya penitipan atau biaya penyimpanan, yaitu sejenis fee atau biaya komisi yang dikenakan broker forex untuk layanan terkait nilai dana deposit trader yang disimpan atau dititipkan di akun broker sebagai penyelenggara perdagangan forex.

Forex custody fee sendiri baru diterapkan mulai Oktober 2021 di beberapa broker, sehingga masih belum banyak keterangan lengkap mengenainya, seperti berapa fee yang dibebankan dan sebagainya. Yang jelas forex custody fee ini akan memotong saldo trading yang memiliki transaksi menginap selama 7 hari meskipun itu akun bebas swap.

Reply > Lihat[1]
sunar   11 May 2012

apa kelemahan sistem range pada transaksi forex trading master?

basir   11 May 2012

sistem range gimana? apa sistem rata-rata?
kalau sistem range adalah rata rata kalau tidak sesuai avarage pastinya false/meleset

Thanks

m singgih   4 Oct 2015

@ sunar:
Mungkin yang Anda maksud trading dengan range atau sideways apa kelemahannya.
Kalau yang Anda maksudkan itu maka tergantung dari gaya trading Anda, ada yang suka dengan kondisi pasar trending ada yang suka ranging (sideways). Metode dan strategi untuk masing-masing kondisi berbeda. Ranging atau trending adalah kondisi pasar, jadi tidak bisa disebutkan keunggulan atau kelemahannya, tergantung dari cara trading Anda.

kiki r   10 Sep 2019

Kelemahan sistem trading range atau sideways terletak pada banyaknya sinyal false apabila harga sudah memasuki trending. Salah satu indikator akurat dalam keadaan sideways adalah oscillator yang menunjukkan oversold dan overbought. Ketika harga sedang trending naik, maka oscillator akan selalu menunjukkan sinyal overbought. Sebaliknya ketika harga sedang trending turun, maka oscillator akan selalu menunjukkan sinyal oversold. Sinyal tersebut adalah false sinyal dalam keadaan trending.

Dengan memahami hal ini, kita bisa mengatisipasi dengan cara mengabaikan sinyal overbought ketika trend naik dan mengabaikan sinyal oversold ketika trend turun.

Reply > Lihat[3]
Komentar

Kumpulan Komentar @inbizia #forex

  Endro   |   3 Oct 2017   |   Artikel
Lupakan forex hampir 100 juta habis di bisnis forex
  Wegan Condet   |   11 Oct 2017   |   Artikel
gan, tau sumber2 journal internasional ttg trading forex g? sy mau bikin tesis pakai materi trading forex.. makasih
  Beryl Tri   |   11 Oct 2017
Coba agan cari-cari di sini ya gan. :)
  Wiwin Winarsih   |   11 May 2022   |   Artikel

bagaimana cara trading forex di pasar sideways?

  Azlainie Azaman   |   11 May 2022
  Suryanto   |   5 Nov 2022   |   Artikel

Dengan begitu banyaknya metode, pelatihan, serta informasi yang begitu mudah didapatkan di zaman serba modern ini, seharusnya menjadikan trading Forex maupun pasar berjangka lainnya lebih mudah dilakukan oleh kebanyakan orang. Alexander Elder dan orang-orang pada zamannya trading tidak semudah sekarang yang tinggal klik tombol open posisi.

Makanya saya terkadang takjub dengan orang pada zaman dulu, trading masih pakai cara "tradisional" dan hanya bisa diakses oleh orang yang memiliki capital/modal yang lumayan besar. Jadi, kita sebagai generasi Internet yang begitu dimudahkan seharusnya bisa lebih baik dan lebih bisa mempelajari Forex dan menciptakan kemandirian finansial.

  Dedy Kurniawan   |   8 Dec 2022   |   Artikel

Izin bertanya KBI kan dikatakan mengurus komoditas berjangka. Apakah komoditas yang dimaksudkan adalah seperti peedagangan minyak bumi, emas, perak, minyak sawit dan komoditas lainnya?

Terus ada dua lembaga lain yaitu Bappebti dan OJK. Perbedaannya apa aja ya? Kalau saya perhatikan, misalkan benar ya, Bappebti itu mengurus exchange money, dan OJK ngurus perbankan?

Kalau misalkan satu broker kalau membuka jasa komoditas dan forex gitu kalau hanya izin satu saja misalkan Bappebti tapi tidak dengan KBI, apakah komoditas berjangkanya tidak ada izin? Atau komoditas berjangka itu termasuk forex juga? Mohon penjelasannya, terima kasih

  Inbizia Support   |   12 Dec 2022

Bappebti dan KBI sudah menjadi satu paket syarat regulasi yang tidak bisa dan boleh dipisahkan. Sebab, forex termasuk perdagangan berjangka, jadi jika broker telah teregulasi oleh Bappebti, otomatis dia juga menjadi anggota KBI. tidak bisa dipisah-pisah.

  Taufan   |   22 Dec 2022

Oh iya min, saya kan sebetulnya agak kurang percaya sama broker mengingat saya ini sebetulnya awam di dunia investasi. Nah, kebetulan kan lagi ngebahas keamanan trading oleh kriling berjangka. Saya mau tanya, apakah syarat menjadi broker di Indonesia itu menurut admin sendiri sudah ketat belum dan syarat-syaratnya apa saja?, soalnya banyak banget iklan broker forex luar negerri gitu, serasa seperti jadi broker itu gampang kali dapat izinnya.

  Kenny   |   23 Dec 2022

Bantu jawab ya gan,syarat-syarat untuk menjadi broker forex di Indonesia sebenarnya cukup rumit dan perlu perizinan serta dana yang cukup. Saya jabarkan secara sederhana :

  • Pialang berjangka (termasuk broker forex) harus berbentuk PT, dengan kata lain harus mendirikan PT dan memenuhi syarat dan izin membangun PT
  • Punya 3 wakil dengan 1 direktur dan 2 pegawai
  • Ga boleh dikendalikan oleh orang yang sudah melakukan perbuatan kriminal/perbuatan yang membuat suatu perusahaan pailit selama 5 tahun terakghir
  • Buka kantor cabang bisa asal harus memenuhi syarat penambahan modal
  • Persyaratan modal harus memiliki dan menyetorkan Rp 1.25 M untuk perusahaannya sendiri dan Rp ! M untuk pengelola sentra dana berjangka

Terus masih ada NPWP , KTPm tanda keanggotaan bursa berjangka, bukti pembukaan rekening terpisah buat nasabah dan masih banyak hal lagi yang harus dipenuhi.

Apakah ketat atau tidak? Tentu menurut saya udah benar-benar ketat. dan apakah aman? Asal rekening terpisah uang anda akan aman, jadi keuangan broker dengan uang anda itu dipisah.

  Sisca   |   5 Jan 2023   |   Artikel

Permisi, saya agak bingung mengenai lot dalam trading, maksud dari lot standard, mini, micro tadi itu apakah ada pengaruhnya ke trading Forex? Dan maksudnya semakin besar lot perdagangan, semakin tinggi resiko yang dialami itu contohnya gimana ya? Saya masih awam banget soalnya, dari beberapa pembahasan perbandingan ini saya masih kurang mengerti. Selain itu yang dimaksudkan floating rate dan fix rate itu maksud ratenya sendiri itu apa, dan mengapa $1 bisa sama dengan Rp 10.000, bukannya Rp 15 ribuan ya? Terus satu lagi leverage itu apaan ya?

  Sandy   |   5 Jan 2023

Izin jawab mbak, untuk lot trading itu ibarat kita mau beli dalam jumlah berapa, apakah 1 lot, 2 lot, 0.5 lot, 0,1 lot dan seterusnya. Istilah simplenya lot bisa diibaratkan Kilogram, jadi mbak sendiri rencana mau beli berapa kilogram (Kg).

Nah dalam trading forex, satuan kilogram/liter/ sejenisnya satuannya lot seperti yang dijelaskan. Jadi standar/biasanya 1 lot itu jumlahnya 100.000 unit mbak cuma mbaknya ga wajib beli 100.000 unit, bisa dibeli per 10.000 unit misalnya. Nah Maxco dan Finex memiliki minimal pembelian 0.1 lot dalam arti bisa dibeli paling dikit 10.000 unit atau 0.1 lot.

Makanya dikatakan semakin besar lot perdagangan, mbak semakin mengeluarkan uang untuk membeli dan resiko kerugian mengambang mbak (floating loss, kerugian yang mungkin dialami ketika mbak menjual kembali sesuai nilai saat itu). Nah itu posisi kalau nilai yang mbak beli tadi dalam keadaan rugi, sedangkan kalau dalam keadaan untung, semakin besar jumlah lot yang mbak pegang maka untung juga semakin besar.

>>> Istilah floating rate mengikuti nilai uang dollar sekarang, fix rate mengikuti ketentuan nilai dollar dari broker

>>> Leverage ibarat dana pinjaman dari broker agar daya beli mbak berkali-kali lipat. Ibarat mbak punya $100 dengan leverage dari broker 1:100 misalnya, maka mbak punya daya beli sebesar $10.000.

  Sisca   |   5 Jan 2023

Oalah, ngerti pak kalau mengenai lot trading Forex. Kalau floating rate dan fix rate kan masuk ke pembahasan deposit dan penarikan dana ya. Kalau pake floating rate saya ngerti lah, tapi kalau pake fix rate berarti misalkan saya deposit $100 dengan fix rate misalkan Rp 12.000, maka deposit saya 1,2 juta ya. Berarti lebih murah dari floating rate ya pak, tapi itu pake dollar asli kan ya pak itungannya?

  Sandy   |   5 Jan 2023

Betul mbak, kalau fix rate mengikuti ketentuan $1 = berapa dari broker. Jadi dalam deposit, mbak akan menghemat lumayan besar dibanding mbak pakai floating rate. Tapi perlu diingat, dikarenakan hitungannya fix rate, maka setiap penarikan juga akan berlaku hal yang sama dengan deposit. Maka fix rate memang murah dideposit tetapi mahal di withdraw, tetapi kembali lagi tergantung dari tradernya apakah mau murah di deposit atau tidak.

  Sisca   |   5 Jan 2023

Maaf ini pak banyak tanya. Kalau leverage sendiri kan katanya bapak ibaratnya pinjaman dari broker ya buat bisa trading lebih banyak ya. Misalkan saya selesai trading apakah mau balikin dana tadi ke broker ya? Apakah seperti itu pak mengenai leverage yang ditawarkan, berarti makin besar nilai leverage maka saya bisa makin melakukan trading ya pak?

  Sandy   |   5 Jan 2023

Ga perlu membayar utang mbak. Leverage digunakan cuma saat mbak buka posisi, untung rugi mbak ntar mbak yang tanggung. Sederhananya gini mbak, misalkan mbak beli $10, dimana misalkan $1= 10.000, sedangkan mbak hanya punya uang Rp 50.000, jadi saudara mbak misalkan memberi pinjaman Rp 50.000 biar genap Rp 100.000. Karena dana cukup mbak beli $10. Beberapa hari kemudian nih, $1 = 11.000 maka mbak langsung menjual kembali $10 tadi sebesar Rp 110.000. Mbak untung Rp 10.000 kan, terus mbak mengembalikan ke saudara mbak tetap Rp 50.000, sisa modal mbak sebenarnya jadi Rp 50.000 + untung Rp 10.000

Begitu juga dengan rugi mbak, misalkan mbak rugi Rp 10.000 maka mbak tetap mengembalikan Rp 50.000 ke saudara mbak, sisa modal Rp 50.000- Rp 10.000.

Dalam leverage kan seperti yang dijelaskan memiliki daya sebesar berapa x modal mbak. Jadi semakin kecil, leverage yang bisa dipakai juga kecil. Ibarat saudara mbak yang awalnya pinjam Rp 50.000 kemudian berkurang menyesuaikan modal awal mbak. Kira-kira ilustrasi leverage seperti itu.

  Inbizia Support   |   6 Jan 2023

Halo kak Sisca,

Untuk setiap metode, mau floating rate atau fix rate, keduanya punya kelebihan dan kekurangan sendiri. Floating rate bisa menguntungkan ketika Anda deposit kurs dolar masih murah lalu penarikan di saat kurs dolar sedang naik di atas harga pas deposit. Tapi bisa rugi juga, kalau yang terjadi adalah yang sebaliknya, yaitu deposit di saat dolar mahal, tapi saat hendak wd dolar malah sedang melemah atau menjadi lebih murah dari harga deposit.

Sedangkan untuk fix rate, Anda bisa menjadi lebih terukur dalam menghitung keuntungan atau kerugian. Jadi, untuk pemula disarankan untuk menggunakan yang fix rate terlebih dahulu dibandingkan floating rate.

Kalkulator Pivot Point

Kalkulator Pivot Point




Kal. MM

Kalkulator Money Management



Waktu Forex

Waktu Forex

    Kalkulator Margin

    Kalkulator Margin



    5 Teknik Mengatur Risiko Trading Ala Broker Finex
    Damar Putra     29 Jan 2023
    Mulai dari rasio risk/reward hingga strategi hedging, broker Finex membeberkan 5 teknik paling ampuh untuk mengatur risiko trading.
    Broker Maxco Vs Asiapro, Mana yang Lebih Aman?
    Intan     29 Jan 2023
    Maxco dan Asiapro merupakan broker-broker yang cukup lama eksis di Indonesia. Dengan memahami aspek-aspek penunjang keamanannya, trader jadi lebih mudah memutuskan mana yang sesuai untuk mereka.
    Perbandingan Biaya Trading Broker Maxco Vs GKInvest
    Damar Putra     29 Jan 2023
    Untuk menekan biaya trading, tentu diperlukan kejelian dalam memilih broker. Antara broker Maxco dan GKInvest, mana yang lebih murah?
    Trading Anda Bermasalah di MIFX? Ikuti Panduan Ini
    Intan     28 Jan 2023
    Punya masalah ketika trading memang bisa bikin pusing. Untungnya, broker MIFX menyediakan berbagai solusi yang mudah diakses dan membuat trader lebih nyaman. Apa sajakah itu?
    Indikator EMA Terbaik untuk Chart 15 Menit
    Hadi Alexander     26 Jan 2023
    Ada banyak strategi yang memanfaatkan indiktor EMA. Salah satunya adalah teknik scalping pada chart 15 menit ini. Bagaimana cara menggunakannya?
    Trik Trading Menggunakan Fibonacci Retracement Versi Finex
    Evan     25 Jan 2023
    Hampir semua instrumen trading berpatokan pada Support dan Resistance, maka indikator Fibonacci Retracement bisa menjadi andalan. Untuk itu broker Finex telah membagikan trik penggunaannya untuk trading forex.
    Perbandingan Spread Broker HFX dan JavaFX
    Kiki R     24 Jan 2023
    Bingung mencari broker lokal dengan spread ketat? Perbandingan spread broker HFX dan JavaFX berikut mungkin bisa jadi referensi tepat untuk Anda.
    Kirim Komentar Baru