Formasi Doji Candlestick: Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading

SAM 13 Aug 2014
Dibaca Normal 6 Menit
forex > candlestick >   #doji
Formasi doji adalah pola candlestick yang harga open dan harga close-nya sama atau hampir sama. Pembentukannya mensinyalkan kondisi konsolidasi.

Formasi doji termasuk salah satu sinyal trading yang paling nyata dalam pola candlestick. Sejak ratusan tahun lalu candlestick digunakan untuk trading komoditi beras di Jepang, hingga kini formasi ini tetap dianggap sebagai sinyal trading yang valid.

Doji adalah pola candlestick yang harga open dan harga close-nya sama atau hampir sama, sehingga candle ini bisa tidak mempunyai body atau body-nya sangat kecil. Formasi ini sering terlihat pada chart trading, tergantung pada time frame apa yang kita gunakan. Doji bisa terbentuk pada chart mingguan (weekly), harian (daily) atau 5-menit.

Formasi Doji

 

Arti Formasi Doji

Formasi doji termasuk pola candlestick yang hanya terdiri atas satu candle saja. Doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi atau ragu-ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Di sini tampak jelas sentimen bullish dan bearish berada dalam keadaan seimbang. Antara buyer dan seller saling menunggu pergerakan harga selanjutnya. Pasar berkonsolidasi dan belum menentukan apakah akan meneruskan pergerakan harga sesuai dengan arah trend sebelumnya, atau akan membuat harga bergerak ke arah yang berlawanan. Oleh karena itu, doji dianggap sebagai sinyal konsolidasi.

Formasi doji biasanya terbentuk paling tidak beberapa bar setelah harga bergerak naik atau turun. Pada saat itu, ada ketidakpastian di kalangan pelaku pasar mengenai akan dibawa kemana pergerakan harga selanjutnya. Bisa saja harga bergerak sesuai dengan arah trend sebelumnya, ataupun berbalik arah. Jadi, formasi doji tidak selalu mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) tetapi bisa juga mengisyaratkan penerusan trend (trend continuation), tergantung dari konfirmasi bar candlestick berikutnya.

 

5 Jenis Formasi Doji

Pada umumnya, ada lima (5) jenis formasi doji, yaitu Doji Star, Long-legged Doji (doji berekor panjang, yang dalam hal ini arah ekor bisa ke atas atau ke bawah), Gravestone Doji, dan Dragonfly Doji (kebalikan dari Gravestone Doji), dan Four Price Doji. Berikut ini penampilan masing-masing formasi doji:

5 Jenis Candle Doji

  • Doji Star

Formasi doji ini paling seimbang. Simpangan harga tertinggi dan terendah hampir sama, sehingga menunjukkan keseimbangan kekuatan buyer dan seller dalam satu periode. Jika Doji Star terbentuk pada area overbought dari pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah downtrend. Sebaliknya, jika Doji Star terbentuk pada area oversold dari pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend.

  • Long-legged Doji (Doji Berekor Panjang)

Jika formasi Long-legged Doji seperti gambar di atas terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend. Panjangnya ekor menunjukkan sentimen seller sebelumnya lebih kuat, tetapi telah berbalik mengikuti buyer. Harga yang telah mencapai level terendahnya dengan cepat berbalik arah. Sebaliknya bisa terjadi untuk pergerakan uptrend.

  • Gravestone Doji

Jika formasi ini terbentuk pada pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah downtrend. Harga open dan harga close yang sama menunjukkan sentimen buyer sebelumnya sangat kuat, tetapi telah berbalik mengikuti seller. Harga yang telah mencapai level tertingginya dengan cepat berbalik ke level terendah. Formasi ini adalah bentuk khusus dari pola candlestick Shooting Star yang biasanya cukup valid. 

  • Dragonfly Doji

Sifatnya mirip dengan Gravestone Doji, tetapi terbentuk pada pergerakan downtrend. Dragonfly Doji menunjukkan kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend. Formasi ini adalah bentuk khusus dari pola candlestick Hammer.

  • Four Price Doji

Four Price Doji amat langka terjadi, jika dibandingkan dengan keempat jenis formasi doji lainnya. Bentuknya menyerupai garis horizontal tanpa ekor sama sekali pada sisi atas maupun bawah body, sedangkan body-nya amat tipis. Four Price Doji hanya akan muncul jika nilai harga open, high, low, dan close (OHLC) sama persis dalam satu periode pembentukan bar candlestik. Ada ketidakpastian sempurna (complete indecision) yang bertepatan dengan rendahnya volume perdagangan pada momen tersebut, sehingga tidak dapat dianggap sebagai indikasi menuju arah trend tertentu. 

Secara singkat, pengertian candlestick Doji dapat dilihat dalam infografis berikut.

Candlestick Doji

 

Panduan Utama Menggunakan Doji Dalam Trading Forex

Sekali lagi perlu diingat bahwa doji adalah sinyal konsolidasi, dan belum mengindikasikan pergerakan apapun. Walaupun ada beberapa jenis doji yang dianggap sebagai indikasi perubahan ke arah tertentu, tetapi validitasnya antara rendah-menengah saja. Jadi, sebaiknya jangan menggunakan doji sebagai acuan entry satu-satunya.

Untuk mengetahui kepastian arah pergerakan harga selanjutnya, diperlukan konfirmasi dari bar candlestick berikutnya setelah doji. Jika bar berikutnya searah dengan trend sebelumnya, maka kecil kemungkinan akan terjadinya pembalikan tren (trend reversal). Bilamana bar berikutnya bergerak ke arah yang berlawanan dengan trend sebelumnya, barulah kita dapat mengekspektasikan terjadinya pembalikan trend.

 

FAQ Tentang Doji Candlestick

Di bawah ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan seputar candlestick doji:

 

Apa itu candlestick doji?

Doji adalah pola candlestick di mana harga open dan harga close-nya sama atau hampir mirip, sehingga candle ini bisa tidak mempunyai body atau body-nya sangat kecil. Formasi doji sering terlihat pada berbagai time frame chart trading, baik mingguan, harian, bahkan 5-menit.


Apa kegunaan candlestick doji?

Sebenarnya formasi doji digunakan untuk mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal), namun bisa juga dimanfaatkan untuk menunjukkan penerusan trend (trend continuation), tergantung dari konfirmasi bar candlestick berikutnya.


Bagaimana cara menggunakan doji?

Karena doji adalah sinyal konsolidasi yang belum bisa mengindikasikan pergerakan, maka sebaiknya Anda menggunakan doji sebagai acuan entry, bukannya konfirmatUntuk mengetahui kepastian harga, diperlukan konfirmasi candle setelah doji. Jika bar berikutnya searah dengan trend sebelumnya, maka kecil kemungkinan akan terjadinya pembalikan tren (trend reversal). Bilamana bar berikutnya bergerak ke arah yang berlawanan dengan trend sebelumnya, barulah kita dapat mengekspektasikan terjadinya pembalikan trend.

 

Kapan formasi doji terbentuk?

Formasi doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi atau ragu-ragu akan arah pergerakan harga selanjutnya yang ditandai dengan seimbangnya sentimen bullish dan bearish. Anda bisa menemukan formasi doji paling tidak beberapa bar setelah harga bergerak naik atau turun.


Apa saja jenis formasi doji?

Ada lima jenis formasi doji, yaitu Doji Star, Long-legged Doji (doji berekor panjang, yang bisa mengarah ke atas atau ke bawah), Gravestone Doji, dan Dragonfly Doji (kebalikan dari Gravestone Doji), dan Four Price Doji.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Jawaban untuk Galih: Gravestone doji cocoknya pakai di timeframe berapa? Pola gravestone doji bisa terbentuk di semua time frame namun disarankan untuk menggunakannya pada time frame tinggi, minimal time frame (TF) H4. Alasannya, karena pada time frame rendah pola ini sering memberikan signal palsu. Sebagai contoh, kalau Anda menggunakan pola ini di time frame M5, maka Anda akan sering loss karena ternyata harga tidak langsung berbalik setelah pola ini terbentuk. Winrate atau peluang berhasilnya lebih tinggi jika Anda menggunakannya pada time frame tinggi, seperti Daily misalnya. Setelah pola ini terbentuk pada level yang penting, biasanya harga akan mulai berbalik.
 Kiki R |  30 Dec 2022
Halaman: Cara Menggunakan Gravestone Doji Untuk Trading
Jawaban untuk Mika: Tunggu konfirmasi. Kalau setelah membentuk pola candlestick gravestone doji harga malah naik melebihi harga tertinggi gravestone doji, maka sinyal buy valid. Namun, jika setelah terbentuk pola candlestick gravestone doji harga malah terus turun, artinya sinyal sell.
 Kiki R |  30 Dec 2022
Halaman: Cara Menggunakan Gravestone Doji Untuk Trading
Jawaban untuk Qilbi: Strategi trading ini tidak disarankan untuk scalping. Alasannya, karena pola candlestick doji di time frame kecil seperti M1 dan M5 mempunyai banyak sinyal palsu (fake signal).
 Kiki R |  30 Dec 2022
Halaman: Strategi Trading H Dengan Doji Candle
Jawaban untuk Sharon: Bisa enggak stop loss tidak sampai ujung candle, cuma setengah shadow candlen gravestone doji saja? Bisa, tapi sangat berisiko. Setelah harga membentuk candle gravestone doji, harga bisa saja pullback dalam sampai hampir mendekati harga tertinggi gravestone doji. Oleh karena itu, disarankan menggunakan stop loss di atas shadow gravestone doji.
 Kiki R |  30 Dec 2022
Halaman: Cara Menggunakan Gravestone Doji Untuk Trading
Jawaban untuk Raminah: Meskipun sama-sama memberikan sinyal bearish, pola shooting star dan pola gravestone doji mempunyai perbedaan di ukuran badan candlenya. Badan candle gravestone doji sangat kecil karena harga penutupan hampir sama dengan harga pembukaan. Sedangkan pada pola shooting star, terdapat badan candle yang bisa berwarna hijau (bullish shooting star) atau berwarna merah (bearish shooting star). Kedua candle ini mempunyai akurasi yang tinggi jika terbentuk di level resisten kunci atau level supply.
 Kiki R |  30 Dec 2022
Halaman: Cara Menggunakan Gravestone Doji Untuk Trading
Jawaban untuk Talita: Kelebihan dari strategi ini adalah: Doji dapat menunjukkan perubahan arah trend atau pembalikan harga, sehingga dapat digunakan sebagai sinyal untuk entry posisi. Menggunakan time frame H4 dapat memberikan sinyal yang lebih cepat dan akurat dibandingkan dengan time frame yang lebih besar. Kekurangan dari strategi ini adalah: Doji dapat muncul dalam berbagai kondisi pasar, sehingga dapat menimbulkan kebingungan dalam menentukan arah pergerakan harga. Doji seringkali muncul dalam kondisi pasar yang sideways atau ranging, sehingga dapat menyulitkan dalam mengambil keputusan untuk entry posisi. Sebagai tambahan, sebaiknya untuk menggunakan strategi ini dengan banyak konfirmasi dari indikator teknikal lain atau analisis fundamental untuk mengurangi risiko salah entry posisi.
 Kiki R |  12 Jan 2023
Halaman: Strategi Trading H Dengan Doji Candle

Kamus Candlestick

Bearish Doji Star
Bearish Doji Star
Indikasi : Bearish Reversal

Terdiri dari 3 candlestick. Pola pertama adalah candlestick bullish panjang, diikuti candlestick kedua berupa doji yang membentuk gap naik dan tidak memiliki body karena harga dibuka dan ditutup di level yang nyaris sama. Candlestick ketiga mengkonfirmasi pembalikan dengan membentuk bearish panjang dan gap turun dari doji.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Shooting Star
Shooting Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick dan terjadi di puncak uptrend. Formasi candle terdiri dari body yang kecil dan shadow atas panjang, sementara shadow bawahnya jauh lebih pendek atau bahkan tidak ada. Semakin panjang shadow atas dan semakin kecil body-nya, maka semakin valid pula formasi Shooting Star. Sinyal bearish terkonfirmasi apabila candlestick berikutnya dibuka lebih rendah dari body Shooting Star.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Falling Three Methods
Falling Three Methods
Akurasi :

Terdiri dari beberapa candlestick. Diawali dengan candlestick bearish panjang yang kemudian diikuti oleh beberapa candlestick pendek membentuk koreksi bullish. Pola terkonfirmasi apabila terbentuk lagi candlestick bearish panjang yang menyentuh harga terendah baru.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Harami Bearish
Harami Bearish
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 2 candlestick. Candlestick pertama bersifat bullish dan lebih besar sehingga menelan candlestick kedua yang bersifat bearish. Pola ini menandakan uptrend mulai kehilangan momentum. Sumbu-sumbu candlestick kedua tidak harus berada dalam range candlestick pertama, meski kondisi ini bisa menambah akurasi sinyal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.

Komentar[19]    
  Purnomo   |   6 Aug 2021

Maaf saya newbie.. mohon info untuk tips membaca candlestick?

  Faisal   |   6 Aug 2021

Coba ke link berikut ini pak
Semoga membantu

  Ig:ivycantik   |   23 Aug 2021
Cara mudah belajar indiktor candlestick? Bisa belajar lewat candlestick di investingid. Mungkin bisa langsung di cek.
  Mita   |   1 Jul 2022

Ada tips gak cara pake doji ini?

  Evan   |   1 Jul 2022

@Mita: Ada. Berikut saya berikan contoh tipsnya. Pertama Anda bisa entry open posisi berdasarkan kecenderungan peluang pergerakan harga. Semisal, bila muncul doji di downtrend/uptrend, maka entrylah dengan posisi berlawanan dengan trend pada candle setelah doji, sebab sebagai candlestick keraguan, maka munculnya doji bisa menjadi indikasi reversal, meski tak 100%. Langkah kedua, Anda bisa menentukan SL sesuai dengan shadow candle doji, setelah itu tentukan TP paling aman adalah dengan menggunakan besaran yang sama seperti Stop Loss, jadi menggunakan Risk and Reward 1:1. Di bawah itu, sudah saya lampirkan sekalian chartnya.

Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam

  Yohana   |   2 Aug 2022

Kalo doji masih mengindikasikan keadaan pasar yang gak pasti, lalu gunanya apa?

  Kiki R   |   9 Aug 2022

@Yohana: Dari kelimat pola candlestick doji di atas, ada 3 pola candlestick yang mengindikasikan keadaan pasar yang tidak pasti, yaitu doji star, long legged doji, dan 4 price doji.

Tiga pola candlestick ini menggambarkan keadaan seller dan buyer yang sama-sama kuat.

Ketika pola candlestick ini terjadi di market, kita belum bisa menentukan arah karena peluangnya sama besar antara buyer dan seller.

Namun, untuk dua pola yaitu dragonfly doji dan gravestone doji mempunyai arti yang lebih spesifik. Kedua pola candlestick ini punya arti reversal jika terbentuk pada level yang penting seperti di support/resisten atau supply/demand.

Pola dragonfly doji yang terbentuk di support atau demand menandakan adanya buyer yang menguat sehingga bisa menjadi sinyal untuk buy.

Sedangkan pola gravestone doji yang terbentuk di resisten atau supply menandakan adanya seller yang menguat sehingga bisa menjadi sinyal sell.

  Olan   |   9 Aug 2022

Kalau muncul ada double doji secara berurutan, apakah akan bisa diartikan sebagai sinyal penerusan harga?

  M Singgih   |   10 Aug 2022

@ Olan:

Tidak. Harus dilihat apakah dua candle doji (double doji) yang berurutan tersebut muncul di ujung trend atau di tengah-tengah pergerakan trend. Jika munculnya double doji di ujung trend, dan terkonfirmasi, maka bisa dianggap sebagai sinyal reversal (pembalikan arah trend). Tetapi jika munculnya double doji di tengah-tengah pergerakan trend, maka kemungkinan besar akan terjadi penerusan arah trend.

Untuk penjelasan mengenai hal ini, silahkan baca: Trik Menggunakan Dua Candle Doji untuk Strategi Breakout
Baca juga: Trading Dengan Memanfaatkan Doji

  Olan   |   12 Aug 2022

Terima kasih buat ilmunya master

  Ciro   |   15 Aug 2022

di grafik yield obligasi gw sering liat ada 4 price doji. terus caranya kalo mau trading yield gimana kalo candlenya sering kayak gitu? wkwkwkw

  Aisha   |   15 Aug 2022

4 price doji bukan sinyal trading tertentu, jadi memang bukan untuk di-trading-kan. 4 price doji hanya menjelaskan bahwa volume trading sangat rendah (atau bahkan nyaris nol), atau aktivitas jual-beli di pasar sangat minim).

  Yehuda   |   26 Aug 2022

Candle doji ini paling cocok digabung dengan strategi apa ya?

  Aisha   |   31 Aug 2022

Doji paling cocok digabungkan dengan pembacaan pola candlestick lain yang terbentuk pada level Support dan Resistance. Misalnya Morning Doji Star, Evening Doji Star, Shooting Star, dll.

  Roland   |   2 Sep 2022

Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam
Kalo cara trading yield kayak di atas bagaimana? Apakah ada tips atau tricknya, soalnya saya lihat banyak candle dojinya.

  Kiki R   |   3 Sep 2022

@Roland: Bukan trik, tapi lebih kepada pengetahuan dasar mengenai trading.

Pola candlestick apapun baik doji, hammer, dst adalah sebagai trigger entry. Trigger entry adalah bagian terakhir dari proses trading.

Sebelum masuk ke trigger, ada 2 langkah yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu arah dan level.

1. Arah >> struktur harga

2. Level >> area entry

3. Signal >> trigger entry

Jadi, yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu adalah melakukan identifikasi arah harga terlebih dahulu.

Arah naik >> buy

Arah turun >> sell

Setelah arah, baru Anda masuk ke level. Tentukan level area yang penting sebagai area entry.

Terakhir, baru Anda melihat pola candlestick (doji, hammer, dst) pada level area penting.

  Jessie   |   1 Nov 2022

Meski saya tidak terlalu mengerti, tapi Doji benar benar memberikan pengetahuan dasar tentang pergerakan pasar ya sehingga paling tidak melalui artikel ini saya bisa mengetahui apa yang terjadi di pasar dan kenapa doji bisa terbentuk. Oh iya saya pernah menemukan pola doji tapi sepertinya tidak ada di artikel ini.

Dia memiliki garis horizontal dan vertikal yang pendek sehingga membentuk tanda "+". Benarkah itu merupakan doji star? Dan untuk konfirmasi pergerakan pasar sesudahnya muncul pola seperti apa yang bagus untuk sinyal up atau down ya?

  Kiki R   |   2 Nov 2022

Benar doji star.

Pada dasarnya, candle doji star bermakna netral. Hal ini karena doji star terbentuk oleh kekuatan seller dan buyer yang hampir seimbang.

Namun, jika Anda ingin menggunakan doji star sebagai konfirmasi arah berikutnya, maka Anda perlu perhatikan hal berikut ini.

Pola doji star yang bagus mirip morning star dan evening star.

Setiap Anda melihat candle doji star cocokkan dengan pola morning/evening star.

Pola evening star menjadi valid kalau candle setelah doji star tutup lebih tinggi/lebih rendah dari candlestick sebelum doji star.

Untuk mempelajari pola candle morning star dan evening star, Anda bisa membacanya disini:

  Rendi   |   17 Jan 2023

Saya tidak suka menggunakan Formasi Doji untuk membaca sinyal trading. Seharusnya kan candlestick itu memudahkan kita dalam memahami pergerakan harga, makanya grafisnya dibuat sebagai gambaran visual.

Tapi ukurannya itu lebih kecil lho, tipis sekali. Jadi kadang-kadang suka salah mengartikan. Bentuknya juga tipis kayak salib. Kalau menurut saya sih, Doji ini tidak digunakan untuk mengambil keputusan bearish atau bullish. Lebih kepada kondisi netral di mana ada potensi terjadi pembalikan harga. Namun, bisa juga terjadi keberlanjutan trend, sehingga bisa bullish atau bearish juga.

Tidak rekomen mengambil keputusan hanya melihat berdasarkan grafik doji semata. Lebih baik padukan dengan tren pasar dan pembacaan candlestick lainnya.