Formasi Doji Candlestick: Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading

SAM 13 Aug 2014 95198

Formasi doji adalah pola candlestick yang harga open dan harga close-nya sama atau hampir sama. Pembentukannya mensinyalkan kondisi konsolidasi.

Formasi doji termasuk salah satu sinyal trading yang paling nyata dalam pola candlestick. Sejak ratusan tahun lalu candlestick digunakan untuk trading komoditi beras di Jepang, hingga kini formasi ini tetap dianggap sebagai sinyal trading yang valid.

Doji adalah pola candlestick yang harga open dan harga close-nya sama atau hampir sama, sehingga candle ini bisa tidak mempunyai body atau body-nya sangat kecil. Formasi ini sering terlihat pada chart trading, tergantung pada time frame apa yang kita gunakan. Doji bisa terbentuk pada chart mingguan (weekly), harian (daily) atau 5-menit.

Formasi Doji

 

Arti Formasi Doji

Formasi doji termasuk pola candlestick yang hanya terdiri atas satu candle saja. Doji terbentuk ketika pasar sedang konsolidasi atau ragu-ragu mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Di sini tampak jelas sentimen bullish dan bearish berada dalam keadaan seimbang. Antara buyer dan seller saling menunggu pergerakan harga selanjutnya. Pasar berkonsolidasi dan belum menentukan apakah akan meneruskan pergerakan harga sesuai dengan arah trend sebelumnya, atau akan membuat harga bergerak ke arah yang berlawanan. Oleh karena itu, doji dianggap sebagai sinyal konsolidasi.

Formasi doji biasanya terbentuk paling tidak beberapa bar setelah harga bergerak naik atau turun. Pada saat itu, ada ketidakpastian di kalangan pelaku pasar mengenai akan dibawa kemana pergerakan harga selanjutnya. Bisa saja harga bergerak sesuai dengan arah trend sebelumnya, ataupun berbalik arah. Jadi, formasi doji tidak selalu mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) tetapi bisa juga mengisyaratkan penerusan trend (trend continuation), tergantung dari konfirmasi bar candlestick berikutnya.

 

5 Jenis Formasi Doji

Pada umumnya, ada lima (5) jenis formasi doji, yaitu Doji Star, Long-legged Doji (doji berekor panjang, yang dalam hal ini arah ekor bisa ke atas atau ke bawah), Gravestone Doji, dan Dragonfly Doji (kebalikan dari Gravestone Doji), dan Four Price Doji. Berikut ini penampilan masing-masing formasi doji:

5 Jenis Candle Doji

Formasi doji ini paling seimbang. Simpangan harga tertinggi dan terendah hampir sama, sehingga menunjukkan keseimbangan kekuatan buyer dan seller dalam satu periode. Jika Doji Star terbentuk pada area overbought dari pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah downtrend. Sebaliknya, jika Doji Star terbentuk pada area oversold dari pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend.

Jika formasi Long-legged Doji seperti gambar di atas terbentuk pada pergerakan downtrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend. Panjangnya ekor menunjukkan sentimen seller sebelumnya lebih kuat, tetapi telah berbalik mengikuti buyer. Harga yang telah mencapai level terendahnya dengan cepat berbalik arah. Sebaliknya bisa terjadi untuk pergerakan uptrend.

Jika formasi ini terbentuk pada pergerakan uptrend, maka kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah downtrend. Harga open dan harga close yang sama menunjukkan sentimen buyer sebelumnya sangat kuat, tetapi telah berbalik mengikuti seller. Harga yang telah mencapai level tertingginya dengan cepat berbalik ke level terendah. Formasi ini adalah bentuk khusus dari pola candlestick Shooting Star yang biasanya cukup valid. 

Sifatnya mirip dengan Gravestone Doji, tetapi terbentuk pada pergerakan downtrend. Dragonfly Doji menunjukkan kemungkinan besar pergerakan harga akan berbalik ke arah uptrend. Formasi ini adalah bentuk khusus dari pola candlestick Hammer.

Four Price Doji amat langka terjadi, jika dibandingkan dengan keempat jenis formasi doji lainnya. Bentuknya menyerupai garis horizontal tanpa ekor sama sekali pada sisi atas maupun bawah body, sedangkan body-nya amat tipis. Four Price Doji hanya akan muncul jika nilai harga open, high, low, dan close (OHLC) sama persis dalam satu periode pembentukan bar candlestik. Ada ketidakpastian sempurna (complete indecision) yang bertepatan dengan rendahnya volume perdagangan pada momen tersebut, sehingga tidak dapat dianggap sebagai indikasi menuju arah trend tertentu.

 

Panduan Utama Menggunakan Doji Dalam Trading Forex

Sekali lagi perlu diingat bahwa doji adalah sinyal konsolidasi, dan belum mengindikasikan pergerakan apapun. Walaupun ada beberapa jenis doji yang dianggap sebagai indikasi perubahan ke arah tertentu, tetapi validitasnya antara rendah-menengah saja. Jadi, sebaiknya jangan menggunakan doji sebagai acuan entry satu-satunya.

Untuk mengetahui kepastian arah pergerakan harga selanjutnya, diperlukan konfirmasi dari bar candlestick berikutnya setelah doji. Jika bar berikutnya searah dengan trend sebelumnya, maka kecil kemungkinan akan terjadinya pembalikan tren (trend reversal). Bilamana bar berikutnya bergerak ke arah yang berlawanan dengan trend sebelumnya, barulah kita dapat mengekspektasikan terjadinya pembalikan trend.

Kirim Komentar/Reply Baru


Apa Bedanya ECN Dan Tidak ECN?
saya pemula di forex, apa bedanya ECN dan tidak ECN, apakah benar ada pergerakan yang diatur jika dalam trading yang tidak ECN?
saya kurang pede dengan long time trading atau swing, lebih pede dengan scalper , untuk scalper yang biasa dipakai indikator apa ya?
dengan modal <5jt max pakai lot brp?
tks bnyk atas pencerahannya....

Edgar 9 Sep 2015

Reply:

M Singgih (11 Sep 2015 01:01)

@ edgar:
Broker jenis ECN bukan market maker, order Anda akan diteruskan ke berbagai jenis likuiditor pasar uang seperti bank-bank besar dan institusi keuangan besar, sehingga Anda bisa bertransaksi langsung ke pasar uang yang sesungguhnya, dan Anda bisa mendapatkan harga bid dan ask yang terbaik, bahkan kadang-kadang spread-nya bisa nol jika pasangan mata uang yang Anda tradingkan sedang sangat likuid. Jika trading pada broker ECN, Anda akan dikenakan biaya komisi setiap kali melakukan transaksi, dan ada yang tidak memperbolehkan hedging, disamping dana deposit awal (minimum deposit) yang biasanya lebih tinggi dari broker yang non-ECN.

Setahu sy tidak ada pengaturan pergerakan harga di broker yang non-ECN. Jika diatur maka harganya bisa menyimpang jauh dari harga pasar dan broker tersebut bisa tidak laku. Tetapi memang ada isu tentang software tertentu yang bisa mengacaukan posisi trading semisal stop loss yang cepat kena (stop loss hunter) dsb.

Untuk scalping:
Dari pengalaman sy, selalu gunakan analisa price action (formasi candlestick) dikombinasi dengan indikator.
Jika volatilitas sedang rendah gunakan indikator Bollinger Bands, exponential moving average (ema) 8 dan 21, dan stochastics atau RSI.
Jika volatilitas sedang agak tinggi atau tinggi gunakan indikator ema 55 pada time frame tingginya, dan ema 8 dan 21 serta MACD pada time frame untuk entry (bisa juga ditambahkan Bollinger Bands).
Untuk penjelasan bisa baca: Scalping Dengan MA Dan MACD

Katakan modal Anda Rp 5 juta, atau sekitar USD 350.00 (USD 1 = Rp.14.300,-), maka jika Anda trading pada pair XXX/USD (EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, NZD/USD) untuk amannya sebaiknya trading di micro lot dimana nilai per pip-nya = USD 0.1,-, sehingga total ketahanan Anda adalah sekitar USD 350 / 0.1 = 3500 pip. Dikurangi dengan margin dsb katakan total ketahanan Anda sekitar 3000 pip, masih sangat aman dibandingkan jika Anda trading di mini account yang nilai per pipnya USD 1,- dimana ketahanan Anda hanya kurang lebih sekitar 300 pip.
Untuk memperbesar profit, jika kondisi pasar sedang bagus Anda bisa menggandakan ukuran lot-nya, misal entry dengan 0.2 lot atau 0.3 lot dsb.

Trading Dengan Metode Price Action
Kiki R 1172
Ilmu Trading Dari George Soros Untuk Trader Pemula
Febrian Surya 2480
Forex