Hammer vs Doji Candlestick, Mana Lebih Akurat?

Cahyaning 5 Nov 2021
Dibaca Normal 6 Menit
forex > candlestick >   #doji   #hammer
Pola hammer dan doji sering disamakan karena bentuknya yang sedikit mirip. Di antara keduanya, manakah yang memiliki sinyal lebih akurat dan bisa diandalkan?
DI

Pola candlestick sering menjadi acuan trader karena merupakan cerminan pergerakan harga yang terjadi pada pasar. Dari sekian banyak bentuk candlestick yang kerap kali menjadi favorit trader, hammer dan doji adalah pola yang paling banyak ditemui dan dibahas akurasinya.

Jika dilihat sepintas, hammer dan doji memang memiliki bentuk yang mirip karena sama-sama ber-body kecil dan mempunyai ekor panjang. Sebagian trader menanggap pola hammer lebih akurat, namun ada pula yang lebih menyukai doji candlestick. Lalu, sebetulnya pola manakan yang bisa memberikan sinyal trading terbaik? Sebelum membahas lebih jauh tentang beda pola hammer dan doji, mari mengenal kembali tentang kedua pola tersebut.

 

Mengenal Pola Hammer

Seperti namanya, pola hammer digunakan untuk menyebut candlestick yang memiliki bentuk layaknya palu dengan body kecil dan ekor panjang melebihi ukuran body. Biasanya, pola hammer muncul selama harga sedang downtrend. Pola candlestick ini sering dinilai memiliki akurasi yang rendah karena merupakan pola satu candle. Namun sebetulnya, kemunculannya bisa menjadi sinyal perubahan kekuatan pasar sebelum terjadi reversal.

Pola hammer dianggap lebih efektif jika kemunculannya didahului dengan tiga atau lebih candle yang membentuk pergerakan lower low. Sinyal reversal bisa dikonfirmasi jika candle berikutnya ditutup lebih tinggi dari level penutupan pola hammer. Trader bisa membuka posisi selama pembentukan candle konfirmasi atau setelah candle tersebut ditutup. Sedangkan stop loss bisa dipasang di bawah ekor pola hammer. 

pola hammer

Pada contoh di atas terlihat pasar sedang downtrend yang ditunjukkan dengan kemunculan candle-candle yang membentuk lower low. Kemudian pola hammer muncul dengan bentuk body yang kecil dan ekor panjang. Candle kedua yang muncul setelah terbentuknya hammer menjadi konfirmator yang menunjukkan bahwa pasar memang benar-benar berubah menjadi bullish. Hal ini terlihat dengan pergerakan harga yang mendaki naik berlawanan dengan arah sebelumnya.

 

Bagaimana dengan Hanging Man?

Hanging man memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan pola hammer, yaitu body yang kecil dengan ekor panjang melebihi body candlenya. Tetapi, pola hanging man muncul selama harga sedang uptrend dan menjadi penanda bahwa harga akan berbalik turun.

Baca juga: Cara Deteksi Reversal Dengan Pola Hammer Dan Hanging Man


Apa Itu Doji?

Banyak trader yang sering tertukar saat mengenali pola hammer dan doji. Pada dasarnya, pola doji merupakan bentuk keseimbangan antara buyer dan seller di pasar. Body candlestick doji umumnya sangat kecil sehingga hampir tidak terlihat, sementara sumbu atau ekornya memiliki panjang yang melebihi besar body. Bentuk candlestick doji menunjukkan bahwa harga sempat naik turun secara ekstrem sebelum akhirnya ditutup di level yang hampir sama dengan harga pembukaan.

pola doji

Dalam pasar, ada beberapa jenis candlestick doji yang bisa ditemukan. Masing-masing menunjukkan kondisi pasar yang berbeda-beda. Apa saja jenis doji yang sering muncul?

Baca juga: Formasi Doji Candlestick: Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading

 

1. Doji Star

Doji star memiliki bentuk body yang sangat tipis dengan dua sumbu panjang di atas dan bawah body menyerupai bentuk bintang. Bentuk candlestick ini menunjukkan keseimbangan antara buyer dan seller. Untuk menambah kepastian sinyal, perhatikan juga pergerakan harga sebelumnya. Contohnya, candle ini bisa dijadikan penanda reversal jika muncul di area overbought dari pergerakan uptrend. Sebaliknya, jika kemunculannya tampak di area oversold dari downtrend, maka harga kemungkinan akan mengalami bullish reversal.

doji star

 

2. Long-legged Doji

Sepintas, bentuk long-legged doji mirip dengan doji star, namun dengan ekor lebih panjang dari sumbu atasnya. Pola ini terbentuk ketika harga bergerak menyentuh titik terendahnya, tapi tak lama kemudian berbalik arah dengan cepat. Jika pola ini muncul saat downtrend, maka pergerakan pasar kemungkinan berubah menuju uptrend. Sebaliknya, jika kemunculannya saat uptrend, pergerakan harga selanjutnya diperkirakan akan downtrend.

Long legged doji

 

3. Gravestone Doji

Bentuk gravestone doji sering disamakan dengan formasi shooting star. Bedanya, gravestone doji memiliki body yang lebih tipis. Kemunculan pola ini melambangkan kekuatan buyer lebih dominan di awal, namun segera dihempaskan oleh kekuatan seller yang lebih besar.

Gravestone doji

 

4. Dragonfly Doji

Pola ini memiliki bentuk yang berlawanan dengan gravestone doji. Kemunculannya menjadi tanda bahwa pergerakan harga akan bergerak dari downtrend menuju uptrend. Pola ini terbentuk karena adanya sentimen seller yang dominan di awal, tetapi ketika harga mencapai level terendahnya, tiba-tiba saja sentimen pasar berubah dan harga melesat ke atas.

Dragonfly doji


Apakah Hammer Lebih Baik dari Doji?

Perbedaan mendasar dari pola hammer dan doji terletak pada bentuk body-nya. Body dari candle doji cenderung lebih kecil dari hammer. Doji juga menandakan keraguan pelaku pasar dengan adanya sumbu di atas dan bawah body candle. Doji candle tidak hanya berfungsi untuk menjadi penanda trend reversal, namun juga menunjukkan kelanjutan trend pada pasar.

Sedangkan pola hammer adalah pola yang muncul setelah adanya penurunan harga, di mana kemunculannya menandakan potensi perubahan dari downtrend menjadi uptrend. Bentuk pola ini bisa dibedakan dengan bentuk body yang lebih tebal dari doji, serta memiliki ekor yang lebih panjang dari body maupun sumbu atasnya.

Pola hammer candlestick memiliki bentuk yang sederhana dan mudah dikenali. Trader yang sedang memiliki posisi sell untuk mendulang keuntungan di pasar forex bisa menggunakan kemunculan candle ini untuk dijadikan acuan exit. Selain itu, karena candle ini menjadi tanda bahwa tekanan seller mulai lemah, maka trader bisa memanfaatkannya sebagai penanda reversal untuk membuka posisi buy.

Namun, ada beberapa risiko yang dimiliki oleh pola hammer. Contohnya, pola ini membutuhkan tambahan konfirmator agar trader tidak terjebak tipuan sinyal palsu. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, misalnya dengan memastikan apakah kemunculan pola hammer ada di sekitar Pivot Point, area support, atau level Fibonacci. Trader juga bisa memanfaatkan indikator momentum seperti RSI, CCI, atau Stochastic.

Baca juga: Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum

Di sisi lain, pola doji sederhana dan mudah dipahami, namun pola ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pasalnya, doji tak selalu mengisyaratkan pembalikan arah trend atau reversal, namun juga menjadi tanda penerusan trend. Jika terburu-buru memasang posisi tanpa konfirmasi, risiko kerugian dari pola doji bisa dikatakan lebih tinggi. Agar tak tertipu, trader sebaiknya menunggu kemunculan candlestick konfirmator atau menggunakan indikator lain untuk memastikan reversal.

 

Kesimpulan

Pada dasarnya, pola hammer dan doji memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing. Tujuan utama dari pola-pola tersebut adalah untuk membantu trader mengenali apa yang sedang terjadi pada pasar dan kemana harga akan bergerak setelahnya. Tidak ada pola candlestick yang lebih baik dari pola lainnya; semua tergantung dari cara trader menginterpretasikan formasi candle dan strategi apa yang diterapkan saat trading. Hal penting yang perlu diingat bahwa pola hammer dan doji sama-sama  membutuhkan konfirmator tambahan. Oleh sebab itu, trader disarankan untuk menggunakan indikator teknikal sebagai konfirmator saat trading dengan pola candlestick.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

klo menurut gw sama2. baik hammer atau hanging man atau harami sama2 bisa akurat bisa juga ngasih false signal. cuma dgn banyak2 latian dn praktek kita bisa tau mana yg lebih bisa kita kenali n gunakan. Yg jelas adanya pola2 itu bisa jadi warning utk kita siap2 open order sesuai sinyal reversal. biar lebih yakin lgi bisa jg kita nggak cuma mengandalkan pola candlestick, tapi juga bantuan indikator oscillator. bagaimanapun caranya yg penting kita tdk lupa manajemen resiko, tetapkan stop loss sesuai batas rugi yg mampu ditanggung itu penting
 Francis Kurniawan |  27 Apr 2015
Halaman: Mengenal Pola Candlestick Harami
Iya walo pun pola single tapi selalu lebih disarankan ada candlestick kedua buat konfirmasi. Jadi seperti apapun macem pola single candlesticknya tetep kurang valid ye kalo belum dikonfirmasi sama candlestick kedua.

Tapi kalo cuman 1 candlestick aja misalkan hammer terus cari konfirmasi lewat oscilator apakah cukup? Jadi tdk perlu tunggu sampe ada candle berikutnya?
 Dimas Anggara |  25 Oct 2015
Halaman: Mencari Sinyal Buy Dengan Pola Bullish Engulfing
@Lusi Sinarsih:
Memang pin bar, yaitu candle yang ditengah. Dari gambar diatas: candle B untuk yang morning star dan candle E untuk yang evening star. Keduanya memang berbentuk pin bar, atau doji, atau hammer / shooting star yang mengisyaratkan pembalikan arah trend (trend reversal) dari arah trend sebelumnya, bukan penerusan trend.

Tidak tergantung dari resistance atau support, jika terbentuk pola morning star atau evening star kemungkinan akan terjadi pembalikan arah trend. Tetapi jika pola tersebut terbentuk dekat atau pada level resistance atau support maka akan lebih memperkuat kemungkinan tersebut (lebih valid). Yaitu pola evening star yang terbentuk pada atau dekat level resistance dan pola morning star yang terbentuk pada atau dekat level support.
 M Singgih |  16 Dec 2016
Halaman: Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star
Hammer memiliki body kecil dan sumbu panjang ke bawah, pola ini menandakan sebuah sinyal bullish di saat pasar bearish (pembalikan harga dari turun menjadi naik)
 Faiz Eka |  12 Apr 2022
Halaman: Cara Membaca Candlestick Saham Secara Tepat Dan Sederhana
Ada banyak, pak. Ada Inside Bar, Hammer, Morning Star, Doji, Marubozu, dan lain-lainnya lagi. Mungkin Anda bisa coba klik link ini untuk membaca semua pola tersebut. Salam.
 Evan |  3 Jun 2022
Halaman: Belajar Candlestick Crypto Dengan Pola Bullish Engulfing
4 price doji bukan sinyal trading tertentu, jadi memang bukan untuk di-trading-kan. 4 price doji hanya menjelaskan bahwa volume trading sangat rendah (atau bahkan nyaris nol), atau aktivitas jual-beli di pasar sangat minim).
 Aisha |  15 Aug 2022
Halaman: Formasi Doji Candlestick Pengertian Dan Cara Menggunakan Dalam Trading

Kamus Candlestick

Shooting Star
Shooting Star
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick dan terjadi di puncak uptrend. Formasi candle terdiri dari body yang kecil dan shadow atas panjang, sementara shadow bawahnya jauh lebih pendek atau bahkan tidak ada. Semakin panjang shadow atas dan semakin kecil body-nya, maka semakin valid pula formasi Shooting Star. Sinyal bearish terkonfirmasi apabila candlestick berikutnya dibuka lebih rendah dari body Shooting Star.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Down
Three Outside Down
Indikasi : Bearish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bearish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bearish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Three Outside Up
Three Outside Up
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 3 candlestick. Dua candlestick pertama adalah pola Bullish Engulfing, kemudian diikuti oleh pola candlestick ketiga yang mengkonfirmasi bullish reversal.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Dragonfly Doji
Dragonfly Doji
Indikasi : Bullish Reversal
Akurasi :

Terdiri dari 1 candlestick di akhir downtrend. Sell-off dalam skala besar terjadi setelah candlestick dibuka, sehingga harga membentuk sumbu bawah yang sangat panjang. Akan tetapi, harga kemudian justru ditutup dekat harga pembukaan atau bahkan harga tertingginya. Ini menandakan pelemahan dalam sentimen bearish dan beralihnya kendali pasar ke sisi buyer. Semakin kecil body dan semakin panjang sumbu bawahnya, maka semakin kuat pula sinyal pembalikan bullish-nya.

Contoh di Chart
(klik untuk memperbesar gambar)
Ingin mengetahui pola-pola Candlestick lainnya yang memiliki akurasi tinggi. Lihat Daftarnya Disini.

Komentar[11]    
  Ratih Apriasi   |   21 Apr 2022

bagaimana cara mengenali tanda perubahan trend?

  Nazar Ilham   |   21 Apr 2022

bisa menggunakan trendline
tembusnya trendline dapat dijadikan sbg indikasi awal bahwa harga kemungkinan berubah arah

  Mohamad Hanif   |   22 Apr 2022

Trendline dianggap tembus itu yang seperti apa?

  Elon Matana   |   22 Apr 2022

Trendline dianggap tembus apabila seluruh body candlestick yang terbentuk berada diluar garis trendline

  Ajib Marrof   |   25 Apr 2022

bagaimana cara menggunakan trendline?

  Satyawira Ardhianto   |   25 Apr 2022

hubungkan dua titik terendah atau tertinggi dalam sebuah pergerakan harga yang sedang di observasi.
Syarat untuk menarik garis trendline yang valid adalah paling tidak terdapat dua puncak dan dua bottom yang dapat dihubungkan

  Godiel Wisesa   |   28 Apr 2022

bagaimana cara agar tidak tertipu sinyal palsu?

  Jaka Parker   |   29 Apr 2022

Agar tak tertipu signal palsu, baiknya tunggu kemunculan candlestick konfirmator atau gunakan indikator lain untuk memastikan reversal

  Abriyana Bali   |   28 Apr 2022

perlukah candlestick di kombinasikan dg indikator lain?

  Ezra Sanape   |   29 Apr 2022

perlu banget, agar sinyal yang didapatkan lebih akurat dan terkonfirmasi

  Abdul   |   5 Nov 2022

Dapat disimpulkan seperti ini :

  • Hammer memiliki badan lebih besar dari Doji.
  • Hammer menandakan adanya potensi perubahan trend. Doji menandakan keraguan pasar jadi antara bisa sebagai penanda terjadinya pemabalikan harga maupun penerusan trend yang ada.
  • Bentuk hammer bisa dilihat dari body nya yang besar serta memilik ekor yang panjang jadi kalau digambarkan seperti sebuah palu. Mungkin karena ini jadi dinamakan hammer.
  • Doji memiliki badan tipis-tipis. Seperti pada gambar dia artikel diatas membentuk huruf T, T terbalik, tanda + dsb.
  • Dua bentuk candlestick diatas ga semata-mata benar-benar akurat jadi perlu konfirmasi/ kemunculan candlestick konfirmator atau menggunakan indikator lain untuk memastikan reversal.

Oh iya gan kalau palu terbalik apakah memiliki sinyal yang sama dengan hammer biasa?