Hati-Hati Investasi Emas Bodong, Sorotan Atas Kasus GTIS


SAM 14 Mar 2013 8093Dibaca Normal 4 Menit

Dana nasabah investasi emas di perusahaan GTIS dibawa kabur oleh mantan Direkturnya yang bernama Michael Ong. Pengembalian dana nasabah menjadi semakin tidak jelas.



Kasus pembobolan uang nasabah yang diduga dilakukan manajemen PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) mencuat ke permukaan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Diharapkan bisa memberikan kejelasan tentang pengembalian dana nasabah GTIS yang diduga dilarikan oleh Michael Ong itu. Banyak nasabah yang tertipu dengan bisnis berlabel syariah itu. MUI diharap tak melempar tanggung jawab dalam kasus pembobolan uang nasabah GTIS itu.

Hati-Hati Investasi Emas Bodong, Sorotan Atas
Tren investasi emas, baik fisik maupun derivatif, kian mencorong menyusul krisis finansial yang beberapa kali menghantam perekonomian global. Dalam kondisi itu, emas dianggap sebagai sarana lindung nilai yang efektif, sekaligus memberikan peluang memperoleh laba, baik dari selisih harga beli-jual emas fisik maupun kontrak derivatif.

Para penjaja skema money game dan ponzi, dalam tiga tahun sampai empat tahun terakhir, agaknya menangkap peluang ini. Sebelumnya, banyak pelaku money game berkedok tawaran investasi memakai aset dasar produk agribisnis. Contohnya, Koperasi Langit Biru yang memakai komoditas daging sapi untuk kedok investasi. Lalu, ada pula yang membonceng usaha multilevel marketing.

Karena dibangun di atas fondasi dana nasabah dan bukan bisnis yang nyata, skema ini pun dipastikan akan menemui titik jenuh hingga akhirnya macet sama sekali. Modus, seperti tawaran investasi berkedok daging sapi dan produk kesehatan MLM, fondasi investasi emas di tangan pelaku yang diduga menerapkan skema money game ini pun mulai rontok. Dua perusahaan yang menawarkan high yield investment program (HYIP) berbalut emas dan sudah memasuki tahap scam adalah Raihan Jewellery dan Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS).

Raihan berhenti membayar dana ribuan nasabahnya di Langsa, Banda Aceh, Medan, Jakarta, dan Surabaya sejak 3 Januari 2013. Diperkirakan, dana nasabah yang masih tersangkut di perusahaan milik Muhammad Azhari ini mencapai angka Rp 300 miliar sampai Rp 400 miliar. Mantan juru bicara Lapindo Brantas ini membiakkan duit di Raihan lewat Maxsie, pengelola Raihan Jewellery Surabaya. Maxsie adalah keponakan Azhari. Diaz masuk awal Desember 2013 dengan skema fisik dan membeli satu kilogram emas seharga Rp 705 juta. Harganya Rp 705.000 per gram. Diaz memilih kontrak selama enam bulan dengan iming-iming cashback 2,5% per bulan. Naas baginya, baru sekali mendapatkan cashback, program investasi Raihan mandek sejak 3 Januari 2013 lalu.

Sementara itu, GTIS tak bisa membayar atthoya, istilah untuk hadiah atau bonus, kepada nasabah dan agen sejak 25 Februari 2013. Direktur Utama GTIS Michael Ong disebut membawa kabur emas dan uang investor ke luar negeri. Ong kabur bersama Direktur GTIS Desmond Yap dan dua kerabatnya yang bekerja di bagian keuangan GTIS.

 

Dana Nasabah Dibawa Kabur

Berapa jumlah dana nasabah yang ditilep Ong masih belum jelas. Dewan Pengawas Syariah GTIS Ma’ruf Amin menyebut, informasi yang ia terima, dana yang dibawa lari Ong cuma Rp 10 miliar. Namun, rumor yang menyebar via broadcast BBM sebelumnya menyebutkan angka Rp10 triliun.

Meski nasabah jelas-jelas sudah tidak menerima imbal hasil yang dijanjikan, penyelesaian kasus ini nyatanya berjalan lambat. Boleh jadi, ini lantaran dua nama institusi ternama ikut terbawa-bawa. Yang pertama, kasus ini juga melibatkan petinggi Partai Demokrat. Marzuki Alie, Ketua DPR, seperti disebut di depan adalah penasihat GTIS. Sementara, Azidin pernah menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat sebelum dipecat gara-gara terlibat kasus dugaan suap permukiman haji, 2006 silam.



Institusi lain yang terseret kasus ini adalah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN–MUI) yang memberikan label syariah kepada GTIS. DSN sendiri mengakui, sertifikat syariah kepada GTIS diberikan tanpa ada kewajiban melengkapi lebih dulu izin usahanya. Yang penting GTIS berkomitmen mengurus perizinannya segera setelah mendapatkan sertifikat halal. Kemudahan GTIS memperoleh stempel syariah sebetulnya mengherankan. Direktur Legal Bappebti Alfons Samosir berkisah soal sulitnya bekerjasama dengan DSN MUI berkaitan dengan pelaksanaan kontrak derivatif syariah di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Melenggangnya PT Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) menawarkan produk Islami juga tak lepas dari keputusan Dewan Syariah Nasional (DSN) memberi label syariah bagi produk mereka. Banyak yang kaget, mengapa DSN bisa memberikan rekomendasi yang akhirnya disalahgunakan oleh GTIS. Wakil Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr. H. Maulana Hasanuddin, M.Ag menegaskan, sertifikat pergadangan syariah yang dijalankan Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) otomatis tercabut, begitu yang bersangkutan melakukan pelanggaran hukum syariah yang merugikan orang lain.

 

Agar tak mudah tertipu oleh modus-modus investasi yang merugikan, ada baiknya Anda mempelajari gejala investasi bodong lewat artikel ini.

Kemarin1796.15
Minggu Lalu1784.30
1 Bulan Lalu1763.90
2 Bulan Lalu1763.65
3 Bulan Lalu1833.70
6 Bulan Lalu1892.55
Setahun Lalu1836.60

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota
Kirim Komentar/Reply Baru
Kesalahan Investasi Emas dan Cara Menghindarinya
Kesalahan Investasi Emas dan Cara Menghindarinya
Cahyaning   29 Jul 2021   70  
5 Perusahaan Tambang Emas Terbesar Di Dunia
5 Perusahaan Tambang Emas Terbesar Di Dunia
Tiffany   4 Nov 2019   1552  
Mengenal Investasi Emas Halal Dan Non-Halal
Mengenal Investasi Emas Halal Dan Non-Halal
Ryandy H   22 Oct 2019   3088  
3 Alasan Untuk Investasi Perak Dibandingkan Emas
3 Alasan Untuk Investasi Perak Dibandingkan Emas
SAM   12 Aug 2014   13240  
Hati-Hati Dengan Emas Sepuhan (Imitasi)
Hati-Hati Dengan Emas Sepuhan (Imitasi)
SAM   1 Apr 2013   16656