Ide Bisnis Online Untuk Mahasiswa

Nandini 31 Jan 2021 176
Dibaca Normal 12 Menit

Bisnis online bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk dari kalangan mahasiswa. Untuk itu, berikut penulis jabarkan 8 bisnis yang mungkin dilakukan oleh mahasiswa sembari kuliah.

Mendirikan sebuah bisnis bisa dibilang susah-susah gampang. Poin utama yang harus dimiliki adalah memiliki konsep untuk menciptakan kesan serius bagi customer. Melalui suatu konsep pula, bisnis yang Anda jalankan bisa jadi lebih terarah dan berjalan baik berdasarkan strategi-strategi yang tengah dikembangkan.

Selain dua manfaat di atas, adanya konsep bisnis juga dapat membantu Anda mengestimasi perkiraan modal usaha serta kredibilitasnya di masa mendatang. Lantas, bagaimanakah konsep bisnis yang tepat dan benar?

 

Cara Membuat Konsep Bisnis

Secara umum, ada 5 cara yang bisa Anda lakukan bila ingin membuat konsep bisnis, di antaranya:

 

1. Menentukan Produk Dan Nama Bisnis

Sebelum mengenalkan bisnis, Anda harus menentukan dulu produk apa yang akan ditawarkan, baik berupa barang maupun jasa. Setelah produk ditentukan, langkah selanjutnya adalah siapkan namanya. Akan lebih baik jika nama yang disematkan pada produk mencirikan keunikan serta mewakili produk Anda. Hal ini bertujuan agar masyarakat atau calon konsumen lebih mudah mengenalinya.

Memberikan nama produk

 

2. Tetapkan Filosofi Bisnis

Filosofi bisnis akan menjadi rujukan sepanjang masa dalam berbisnis. Filosofi bisnis berisi visi, misi, tujuan, dan target yang akan dicapai. Dengan adanya filosofi ini, bisnis Anda akan lebih mudah berkembang karena Anda telah mengetahui bagaimana cara mempromosikannya.

 

3. Tentukan Target Market

Anda harus melakukan analisis pasar untuk menentukan target market, mulai dari usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan lain sebagainya. Dengan menentukan target market, Anda bisa memperkirakan strategi seperti apa yang harus diterapkan.

 

4. Lakukan Riset Pasar

Riset sangatlah penting dalam mengawali bisnis. Dengan melakukan riset, Anda bisa tahu selera konsumen di pasaran seperti apa berdasarkan tren yang sedang berkembang.

Pentingnya Riset Pasar

Misalnya, Anda melakukan riset mengenai selera muda-mudi masa kini. Hasilnya, mereka menyukai penampilan yang simpel nan elegan. Jika Anda ingin membangun bisnis tas, maka sesuaikanlah model tasnya dengan selera anak muda yang simpel, misalnya tas bahu kecil atau sling bag dengan beberapa aksesoris sederhana.

 

5. Lakukan Analisis Keuangan

Jangan sekali-kali menyepelekan analisis keuangan! Bukankah ada banyak bisnis yang gulung tikar akibat kekurangan modal, yang disebabkan oleh buruknya analisa keuangan mereka?

 

Bisnis Online Bisa Dilakukan Siapa Saja

Di era yang serba modern ini, sudah banyak orang melakukan bisnis online. Bisnis online sendiri adalah segala jenis bisnis yang pemasarannya dilakukan melalui internet, alias online. Kini, meng-online-kan bisnis offline Anda adalah hal bijak dan cerdik yang bisa dilakukan.

Lho, emang kenapa kalau saya ga beralih ke bisnis online?

Faktanya, toko fisik alias jualan offline dirasa kurang maksimal, sebab customer hanya akan berada di daerah tempat Anda membuka toko. Lain halnya bila jualan Anda di-upload di internet; pengunjungnya bisa dari mana saja!

Bila dijelaskan secara rinci, berikut adalah beberapa perbedaan antara toko offline dengan toko online:

Penilaian Toko Offline

Mengenai toko online

Memiliki bisnis online di zaman yang sudah serba digital ini pasti menjadi sebuah poin plus tersendiri. Apalagi di masa pandemi COVID-19 seperti ini, masyarakat diharuskan untuk tetap di rumah saja. Bagi mereka yang masih mengandalkan toko offline, dampaknya mungkin terasa cukup signifikan. Namun bagi mereka yang sudah memiliki online store, tentu tak perlu khawatir lagi konsumen akan kabur.

Tak perlu muluk-muluk untuk memulai bisnis online. Anda bisa membagikan produk yang Anda jual melalui media sosial sehari-hari, seperti Facebook, Instagram, dan lain sebagainya. Selain itu, e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak juga bisa dijadikan pertimbangan untuk mengiklankan produk Anda.

Sebenarnya, siapa sih yang boleh melakukan bisnis, apakah hanya orang dewasa saja?

Pada dasarnya, setiap orang berhak memiliki bisnis dari usia muda sampai orang tua sekalipun. Bahkan bisnis online kini banyak didominasi oleh golongan milenial yang melek teknologi dan finansial sejak dini, salah satunya dari kalangan mahasiswa. Lantas, seperti apa sih bisnis online untuk mahasiswa yang bisa dijalankan?

 

Ciri Bisnis Online Bagi Mahasiswa

Sebagai seorang mahasiswa, terutama yang hidup di indekos, pastinya butuh tambahan uang saku, kan? Oleh karena itu, mereka akan dituntut kreatif agar bisa menghasilkan uang sendiri; salah satunya dengan berbisnis online. Seperti apakah ciri-ciri bisnis online yang bisa dilakukan oleh mahasiswa?

 

1. Tidak Memakan Banyak Waktu

Ya, bisnis online untuk mahasiswa tidak boleh memakan banyak waktu. Selain karena ada tanggungan SKS yang harus dikejar dari tugas-tugas yang diberikan, mahasiswa juga seringkali membutuhkan work life balance dengan kongkow-kongkow bersama teman se geng-nya. Untuk itu, bisnis online yang dijalankan sebaiknya memiliki waktu fleksibel, tetapi tetap dijalankan dengan tekun dan sungguh-sungguh.

Pekerjaan Paruh Waktu

 

2. Dapat Dilakukan Dengan Mudah

Siapa bilang bisnis online untuk mahasiswa itu sulit? Faktanya justru sangat mudah lho!

Tak perlu memikirkan besarnya modal awal yang digunakan. Seorang mahasiswa bahkan bisa memulai bisnis tanpa modal sama sekali, dengan memanfaatkan skill yang dimilikinya. Pun, keberadaan smartphone dengan fitur-fitur kecenya masa kini bisa menjadi "senjata" untuk memulai bisnis online. Mereka bahkan tak perlu menyewa tempat, membeli barang untuk display toko, bahkan menyewa karyawan. Jadi, di mana letak kesulitannya?

 

3. Sesuai Dengan Passion

Agar tak membosankan, sebaiknya bisnis yang digeliuti sesuai dengan passion. Selain karena linier dengan bidang atau kemampuan si mahasiswa, bekerja berdasarkan passion juga membuat mereka lebih senang dan legowo saat melakoninya. Bukankah ada pepatah "pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar"? Jadi apabila Anda senang bermain-main di bidang penulisan, maka bisa mencoba bisnis online sebagai penulis. Atau jika gemar mendalami finansial, bisnis online yang berkaitan dengan pasar forex, pasar saham, dan semacamnya dapat menjadi solusi.

 

Ide Bisnis Online Bagi Mahasiswa

Ada banyak sekali bisnis online di luar sana yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa. Berikut adalah beberapa ide bisnis online untuk mahasiswa:

 

1. Blogger Atau YouTuber

Siapa sangka profesi YouTuber atau Blogger bisa menjadi lahan bisnis? Ya, Anda hanya perlu membuat tulisan untuk diunggah ke situs Blog, atau membuat video dan diunggah di YouTube. Bukankah itu sangat simpel?

Cara Dapatkan Uang dari YouTube(Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang Dari Youtube)

Sebagai seorang Blogger, memang hasilnya tidaklah instan. Anda harus sabar berproses hingga Blog Anda bisa menghasilkan uang, misalnya melalui Google Adsense atau jualan produk pribadi.

Sementara sebagai seorang YouTuber, perlu proses yang lumayan panjang agar pengikut (subscriber) Anda naik. Saat ini, YouTube sudah menjadi salah satu platform terbesar di dunia dan banyak dimanfaatkan sebagai ladang rezeki oleh para penggunanya. Menjadi seorang YouTuber itu sama dengan menjadi seorang Blogger; Anda harus membuat konten menarik dan berkualitas, sehingga para viewers akan tertarik untuk menonton atau membaca konten tersebut.

Untuk menghasilkan pundi-pundi Rupiah dari YouTube, sistemnya pun mirip; Anda perlu menyisipkan iklan yang sudah mendapatkan AdSense Youtube. Dari iklan yang diklik pengunjung itulah Anda akan mendapatkan komisi.

Untuk gajinya sendiri, rata-rata Blogger bisa mendapatkan Rp1,000,000 per bulannya, tergantung visitor dari Blog terkait. Sementara untuk YouTuber, rata-rata pemula bisa mengantongi Rp1,300,000,-. Dengan nominal yang tertera, bukankah hasilnya lumayan? Apalagi di masa pandemi seperti ini, malah makin banyak orang yang mencoba peruntungan menjadi YouTuber.

 

2. Penulis Freelance

Apakah Anda hobi menulis? Jika iya, coba manfaatkan hobi tersebut untuk menghasilkan uang dengan menjadi penulis lepas (freelancer) untuk beberapa situs. Anda bisa menulis di mana saja, baik di rumah, di kafe, di taman, di manapun. Anda pun tidak perlu memakai kemeja atau baju formal lainnya; tidak perlu rapi, dan berdandan seperti pekerja lainnya. Tidak ada aturan dan tidak ada bos, karena Anda-lah bosnya!

Menjadi penulis lepas

Untuk rata-rata gajinya pun bervariasi, tergantung kontrak yang sudah Anda sepakati dengan pihak pemberi kerja. Anda bisa mendapatkan Rp500,000 per bulan bahkan lebih. Tulisan yang Anda buat pun bisa bermacam-macam; bisa artikel, konten tertentu, atau tulisan untuk iklan (copywriting).

Di internet, banyak sekali bertebaran lowongan menulis konten dan copywriting. Bahkan, seorang copywriter ada yang dibayar hingga Rp250,000 per jamnya. Jadi, apakah Anda tertarik?

 

3. Translator

Punya skill berbahasa asing, tetapi tidak dimanfaatkan? Anda justru rugi sekali. Kenapa tidak mencoba menjadi penerjemah saja? Penerjemah sendiri dibedakan menjadi dua, yaitu penerjemah lisan (interpereter) dan penerjemah dokumen (menyangkut tulis-menulis).

Ada banyak sektor pekerjaan yang membutuhkan jasa translator, seperti menjadi tour guide (pemandu wisata), penerjemah artikel, jurnal, bahkan subtitle film.

Untuk mengawali karir menjadi penerjemah tidaklah sulit. Cukup ketahui dan pahami istilah-istilah asing dan penulisannya dengan tepat. Dengan banyaknya persaingan translator di internet, Anda harus berusaha membangun portofolio yang bagus.

Menjadi Translator

 

4. Desain Grafis

Menjadi desain grafis freelance, kenapa tidak? Di zaman sekarang ini, banyak sekali orang yang membutuhkan jasa desain grafis, mulai dari membuat brosur, undangan pernikahan, cover buku, logo, dan lain sebagainya. Apalagi dengan adanya media sosial sekarang ini, banyak orang membutuhkan jasa desain grafis untuk mempercantik konten.

Jika dilihat-lihat, peluang pekerjaan desain grafis sangatlah besar. Oleh karena itu, mahasiswa bisa memanfaatkannya untuk menambah uang saku, terutama mahasiswa desain grafis itu sendiri. Cukup manfaatkan laptop atau komputer dan koneksi internet pribadi, kemudian tuangkan ide desain Anda di sana, dan voila! Daripada buang-buang kuota dan menggunakan komputer untuk hal yang kurang penting, lebih baik dimanfaatkan untuk membuat desain 'kan?

Bagaimana dengan bayarannya? Tak tanggung-tanggung, seorang desain grafis bahkan bisa mengantongi upah sebesar Rp2,000,000 hingga Rp4,000,000 per proyek yang dikerjakan. Nominal yang cukup fantastis, bukan?

Mengelola gaji ala freelancer(Baca Juga: Cara Cerdas Mengelola Gaji Ala Freelancer)

 

5. Programmer

Nah, menjadi seorang Programmer ini sangat cocok untuk mahasiswa yang jago IT. Untuk menjadi seorang Programmer freelance, Anda tak perlu terlalu ribet dengan bahasa pemrograman yang jumlahnya seabrek; cukup mengetahui dasar-dasarnya saja dan mulai tunjukkan kemampuan Anda.

Berbicara mengenai gaji, seorang Programmer freelance biasa dibayar berdasarkan durasi kerjanya, mulai dari Rp30,000 per jam. Nah jika dalam sehari Anda menjadi freelance selama 5 jam, Anda sudah bisa menghitungnya sendiri kan berapa totalnya? Belum lagi dihitung dalam seminggu, bahkan sebulan? Jadi, apa Anda berminat untuk jadi seorang Programmer?

 

6. Tutor Online

Pekerjaan freelance lainnya untuk mahasiswa adalah menjadi tutor online. Untuk Anda yang ingin berbagi ilmu, bisa lho menjadi tutor online. Selain bermanfaat untuk orang lain, menjadi tutor juga kian menambah daya ingat Anda terhadap materi yang pernah diajarkan sebelumnya, sehingga ketajaman otak semakin terasah.

Menjadi Tutor Online

Sejak awal pandemi hingga kini, kegiatan belajar mengajar banyak dilakukan secara daring alias Learn From Home (LFH). Manfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan diri Anda sebagai pelengkap Bapak/Ibu Guru dengan menjadi seorang tutor online. Anda bisa membuka kursus online atau ikut di lembaga pendidikan tertentu sebagai tenaga pengajar. Pun, banyaknya platform edukasi berbasis digital juga turut mendongkrak kebutuhan akan seorang tutor online. Jadi, jangan ragu dan takut untuk mendaftar

 

7. Reseller

Ide bisnis lain yang bisa dilakukan oleh mahasiswa adalah menjadi Reseller. Reseller adalah orang yang menjual produk dari tangan pertama (supplier) kepada konsumen. Saat ini, ada banyak sekali mahasiswa yang kuliah sambil jualan (menjadi Reseller), mulai dari produk kecantikan, baju, sampai peralatan rumah tangga.

Sayangnya untuk menjadi seorang Reseller, Anda harus menyetok barang terlebih dahulu, sehingga perlu mengeluarkan modal. Namun, Anda taik perlu khawatir dengan besar keuntungannya. Sebab, rata-rata keuntungan yang didapatkan oleh Reseller berkisar 10-30% dari harga barang.

Contohnya di masa pandemi ini, banyak orang membutuhkan masker. Oleh karena itu, mahasiswa A menjadi Reseller masker dari supplier B. Harga masker dari supplier B sekitar Rp3,500 per buah. Mahasiswa A tersebut kemudian menjualnya kembali dengan harga Rp5,000 per buah.

Dari satu masker yang terjual, mahasiswa A mendapatkan keuntungan sebesar Rp1,500. Jadi, bisa dibayangkan kan kalau ia berjualan masker hingga 10, 20, bahkan 100?

 

8. Fotografer

Jika Anda mahasiswa yang hobi fotografi, tidak ada salahnya mencoba menjadi seorang fotografer freelance. Selain menyalurkan hobi, Anda akan dapat uang saku tambahan. Jangan salah, penghasilan dari seorang fotografer sangatlah lumayan, mulai dari Rp300,000-Rp500,000. Bahkan untuk fotografer yang sudah professional, mereka bisa dibayar jutaan lho!

Untuk menjadi fotografer freelance, Anda butuh tim setidaknya dua atau tiga orang sebagai asisten. Jika tidak ingin membentuk tim, Anda pun bisa mencoba bergabung dalam agensi fotografi lainnya.

 

Kesimpulan

Dari informasi di atas, sudahkah Anda berminat untuk memiliki bisnis sendiri? Saran saja, agar bisnis yang dijalani lebih optimal, menyenangkan dan bertahan lama, sebaiknya pilih yang sesuai dengan passion masing-masing. Banyak kok orang yang mengubah hobi menjadi cuan. Namun, bukan berarti ide bisnis yang lain terkesan buruk yaa; semua tergantung minatnya masing-masing.

Ada beberapa tips memulai bisnis yang bisa Anda jadikan pertimbangkan, antara lain:

  • perdalam ilmu terkait passion Anda,
  • bergabunglah dengan komunitas yang sesuai,
  • jangan takut keluar dari zona nyaman,
  • kumpulkan modal,
  • pantang menyerah, dan
  • selalu lakukan yang terbaik dan mau belajar.

Nah bukankah bisnis untuk mahasiswa mudah untuk dilakukan? Jangan terlalu banyak berpikir, segeralah lakukan. Dengan niat dan usaha keras, semuanya pasti akan berjalan dengan lancar. Selain contoh-contoh di atas, bisnis online lain yang menarik dicoba adalah investasi di pasar keuangan. Anda bisa belajar investasi saham, reksadana, atau bahkan trading forex dengan cara mudah.

Mulai trading

Kirim Komentar/Reply Baru

Forum

Musliaty Mmahmud (23 May 2016)

Apa kelebihan dan kekurangan antara Trader Harian (day trader), dengan Swing Trader ? Terima kasih.

Selengkapnya

Posisi acount saya apa masih bisa selamat?
Posisi account saya buy 1333.10 2 lot, 1329.20 1lo,t sel masing-masing 1lot  di 1288.90, 1289.10, dan 1290.40. Mohon solusinyaa

Endy Susiyanto 4 Jun 2018

Reply:

M Singgih (05 Jun 2018 05:09)

@ Endy susiyanto:

Menurut saya di-close semua. Usahakan sebisa mungkin jangan main locking. Dengan locking seperti itu berarti Anda sudah mengalami kerugian tetapi belum direalisasikan.

Membuka locking tidak mudah, apa lagi yang jaraknya sudah ribuan pip seperti posisi trading Anda. Pada dasarnya membuka locking sama saja dengan membuka posisi baru, yang mana Anda harus bisa memperkirakan arah trend. Kalau meleset atau salah buka maka jarak kuncian akan bertambah lebar yang berarti kerugiannya akan tambah besar. Jadi lebih baik tutup semua posisi dan cari momentum untuk membuka posisi baru.

Saran kami selalu gunakan money management, yaitu tentukan stop loss sesuai dengan resiko yang Anda sepakati, dan tentukan target profit dengan risk/reward ratio minimal 1:1.

Tetapi kalau tetap ingin membuka locking, amati trend harga saat ini. Misal saat ini sedang uptrend, maka closed semua (atau salah satu) posisi sell Anda, dan biarkan yang buy. Tetapi ketika nanti harga kembali turun hingga melebihi posisi saat Anda membuka locking, maka Anda harus lock lagi di harga tersebut karena kalau tidak kerugian Anda akan bertambah atau lebih besar dari sebelum membuka posisi locking.
Kalau harga berlanjut naik biarkan hingga setidaknya kerugian Anda yang di posisi sell (yang telah direalisasikan) tertutupi atau impas dengan profit yang didapat dari posisi buy.

Contoh cara membuka locking bisa Anda baca di sini.
Baca juga:
Strategi Hedging Dalam Trading Forex
Beberapa Catatan Untuk Trik Hedging

Febrian Surya 361