Indikator SMA VS EMA

SAM 20 Aug 2011
Dibaca Normal 5 Menit
forex > indikator >   #ema   #indikator   #sma
Moving Average mana yang lebih baik untuk digunakan trader? Antara indikator SMA dan EMA ternyata masing-masing memiliki kegunaannya sendiri.

Sudah pengalaman trading pasti pernah pakai indikator Moving Average, dong? Tapi sudah tahu belum, kalau Moving Average itu ada ragam macamnya? Ada indikator SMA dan EMA. Mana yang lebih baik? Analoginya, seperti persneling, Moving Average punya beberapa mode yang bisa diganti-ganti untuk menyesuaikan kondisi pasar. Nah, supaya analisa teknikal makin tajam, Anda patut mempelajari perbandingan mode dari Moving Average (MA) tersebut.

 

Macam-Macam Moving Average

Pada pengembangannya Indikator Moving Average memiliki banyak ragam, tapi hanya dua macam tipe yang paling populer, yaitu:

  • Simple Moving Average (SMA)
    Indikator SMA merupakan setting default dari Moving Average. Artinya, saat kali pertama menggunakan indikator Moving Average, umumnya terminal trading akan menampilkan SMA sebagai pilihan pertama (dasar). Jadi kemungkinan besar, trader pemula akan terbiasa menggunakan indikator SMA daripada varian lainnya.

    Seperti namanya, indikator SMA menampilkan garis visual yang diformulasikan dari perhitungan rerata sederhana. Perhitungan tersebut hanya meng-input daftar harga-harga (dari harga tertinggi, terendah, harga pembukaan, atau penutupan), lalu dibagi seberapa lama periode ditentukan, misalnya seperti contoh berikut:
    formulasi dari indikator simple moving average
  • Exponential Moving Average (EMA)
    Indikator EMA adalah varian kedua terpopuler setelah indikator SMA. Umumnya, trader menggunakan mode ini untuk mengantisipasi volatilitas pada timeframe rendah, terutama pada saat rilis berita berdampak tinggi.

    Berbeda dengan indikator SMA, EMA menggunakan formulasi di mana harga pada candlestick terakhir lebih berpengaruh. Tujuan dari formulasi tersebut adalah untuk memberikan "dorongan" agar garis EMA lebih sensitif pada perubahan harga. Jadi umpamanya setir pada mobil, indikator EMA lebih cepat "mengkol" daripada indikator SMA.
 

Perbandingan Indikator SMA dengan EMA

Perlu dicatat bahwa perbandingan ini bukan bertujuan untuk mencari indikator terbaik dalam segala situasi. Soalnya, masing-masing indikator tersebut sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangan. Lebih tepatnya, tiap indikator tadi akan lebih efektif jika digunakan pada situasi tertentu.

Supaya lebih jelas, mari kita cek detail-nya satu per satu:

  • Pada situasi apa indikator SMA lebih efektif untuk digunakan?

Garis indikator SMA umumnya bergerak agak lambat (lagging) mengikuti perubahan harga terkini, sehingga sekilas garisnya terlihat menjauh dari titik harga terkini. Karena hal tersebut, indikator SMA lebih efektif digunakan sebagai garis batas support dan resistance, atau penanda pantulan harga. Misalnya seperti contoh di bawah ini:

indikator SMA sebagai support resistance dinamis

Dari gambar di atas, terlihat jelas bahwa indikator SMA periode 50 berfungsi lebih baik dibandingkan EMA berperiode sama sebagai garis batas support dan resistance dinamis.

Karena alasan itulah, indikator SMA lebih berguna jika digunakan pada timeframe dan periode tinggi. Investor dan analis umumnya akan menggunakan SMA berperiode 50 ke atas (100 dan 200) pada timeframe Daily (D1) untuk membantu proses analisa teknikal mereka. Bahkan, SMA 200 sering dianggap sebagai indikator trend jangka panjang yang krusial.

  • Berikutnya, dalam situasi apa indikator EMA lebih efektif untuk dipakai?

Garis pada indikator EMA lebih cepat merespon perubahan harga. Dengan kata lain, garis EMA akan tampak lebih luwes mengikuti pergerakan harga terkini dibanding garis indikator SMA. Karena faktor tersebut, indikator EMA lebih efektif digunakan sebagai sinyal trading, terutama untuk trading jangka pendek di time frame kecil.

Salah satu sinyal trading tersebut adalah persimpangan antara dua atau lebih garis-garis Moving Average (MA Crossover. Contohnya seperti berikut:

indikator EMA sebagai konfirmator sinyal trading

Gambar di atas menunjukkan tiga garis EMA dengan periode berbeda-beda. Sinyal trading pada indikator EMA lebih cepat terpicu daripada indikator SMA karena garis-garis pada EMA lebih responsif pada perubahan harga. Dengan kata lain, kalau Anda tidak mau terlambat pasang posisi, pakailah EMA, kalau pakai SMA malah telat.

 

Kesimpulan

Secara umum, tidak bisa dikatakan bahwa indikator SMA lebih baik daripada EMA, ataupun sebaliknya. Masing-masing indikator tersebut memiliki formulasi tertentu, di mana hasilnya akan lebih optimal jika digunakan pada situasi yang tepat. Oleh karena itu, pelajarilah dan cobalah kedua varian Moving Average tersebut. Setelah itu, tentukan mana yang paling cocok untuk kebutuhan dan gaya trading Anda. Jika Anda belum pernah menggunakan indikator ini, maka Anda bisa menyimak ulasan cara trading dengan menggunakan Moving Average berikut. 

 

FAQ Seputar Indikator SMA Vs EMA

Bingung menentukan antara indikator SMA atau EMA? Pertanyaan dan jawaban berikut berisi rangkuman materi di atas agar lebih mudah dipahami khususnya untuk pemula. 

 

Apa itu Indikator Moving Average?

Moving Average adalah indikator yang menghitung harga rata-rata suatu aset dalam periode waktu tertentu, kemudian menghubungkannya dalam bentuk garis. Nilai rata-rata bisa berasal dari harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high), terendah (low), ataupun pertengahan (median).

 

Apa Saja Jenis-Jenis Indikator Moving Average?

Indikator Moving Average adalah salah satu indikator paling populer digunakan hingga saat ini. Namun tahukah Anda, indikator Moving Average memiliki beberapa jenis yaitu Simple Moving Average dan Exponential Moving Average yang keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

Apa Fungsi Utama Indikator SMA?

Garis indikator SMA umumnya bergerak lebih lambat (lagging) mengikuti perubahan harga terkini, sehingga sekilas garisnya terlihat menjauh dari titik harga terkini. Sehingga, indikator SMA lebih efektif dan lebih diperuntukkan digunakan sebagai garis batas support dan resistance, atau penanda pantulan harga. Oleh karena itu, indikator SMA lebih berguna jika digunakan pada timeframe atau periode tinggi.

 

Apa Fungsi Utama Indikator EMA?

Garis pada indikator EMA lebih cepat merespon perubahan harga. Dengan kata lain, garis EMA akan tampak lebih luwes mengikuti pergerakan harga terkini dibanding garis indikator SMA. Karena faktor tersebut, indikator EMA lebih efektif digunakan sebagai sinyal trading, terutama untuk trading jangka pendek di time frame kecil.

 

Jadi Mana yang Terbaik Antara SMA dan EMA?

Secara umum, tidak bisa dikatakan bahwa indikator SMA lebih baik daripada EMA, ataupun sebaliknya. Karena masing-masing indikator memiliki formulasi tertentu, di mana hasilnya akan lebih optimal jika digunakan pada situasi yang tepat.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Husain |  30 Apr 2012

Salam Master, apa yg di maksud dgn pola divergence? dan kapan pola tsb terjadinya dan karena apa? Terima Kasih ats jwbannya Master!!!

Lihat Reply [21]

Divergence merupakan pola analisis yang cenderung memperluas lingkup analisa kita, pola divergence yang terbentuk merupakan konfirmasi yang mempunyai probabilitas yang baik, ketika secara keseluruhan dari Price Action yang terjadi telah kita amati. Ketika terdapat penyimpangan (divergence) antara harga dan indicator (MACD,Stochastic,CCI/RSI) terjadi di puncak atau lembah, maka kemungkinan akan terjadi reversal memiliki probabilitas yang tinggi. Analisa menyeluruh terhadap pergerakan harga dan momentum yang mengindikasikan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada pergerakan harga selanjutnya, membuat keputusan Entry/Exit akan memiliki probabilitas yang baik pula. Seperti chart dibawah ini ;

divergence8tg
Thanks

Basir   30 Apr 2012

@ Husain:

- … apa yg di maksud dgn pola divergence?

Divergensi bukan pola, tetapi suatu keadaan tertentu pada rentetan pergerakan harga yang sedang berlangsung. 

- …. dan kapan pola tsb terjadinya

Keadaan divergensi (bukan pola) bisa terjadi kapan saja.

- ….. dan karena apa?

Karena adanya perubahan sentimen pasar yang terdeteksi oleh indikator teknikal. Dalam hal ini penunjukan indikator teknikal berlawanan dengan arah pergerakan harga.

M Singgih   14 Aug 2019

Banyak trader profesional yang menggunakan pengamatan divergensi dari beberapa indikator yang berbeda sebagai salah satu alat konfirmasi sebelum melakukan transaksi. Cara trading dengan pengamatan divergensi tidak hanya digunakan di pasar forex, tetapi juga populer diterapkan di pasar saham dan komoditas karena para pelaku yang menggerakkan harga pasar mempunyai karakteristik yang hampir sama.

Thanks.

Basir   3 Nov 2014

Konvergen ini diambil dari bahasa inggris yaitu convergent artinya mengumpul. Konvergen merupakan kondisi dimana harga semakin rendah namun tidak diikuti dengan grafik indikator yang ikut melemah. Begitu juga pada saat harga harga semakin meninggi namun signal pada indikator malah menunjukkan pelemahan.

Sementara divergen atau divergent, artinya bisa jadi berbeda, berbeda-beda, ataupun berlainan.

Kondisi konvergen dan divergen ini biasanya umum ditemukan pada signal indikator. adanya bentuk konvergen maupun divergen disebabkan karena grafik yang berbeda antara chart dengan grafik di indikator.

Basir   6 Nov 2014

Setiap indikator memiliki keterbatasan. Memang adabaiknya kita padukan dengan indikator. Untuk mengurangi keterbatasan dari indikator tersebut.

Thanks

Basir   8 Dec 2014

@ Agil :
- analisa dg pola divergence apa selalu bisa diterapkan dr penggunaan oscillator?
Ya, selalu bisa. Divergensi (divergence) memang hanya terjadi pada indikator oscillator. Yang populer adalah divergensi pada stochastic, RSI, CCI dan MACD (MACD bisa menunjukkan keadaan overbought dan oversold, tetapi bukan pure indikator oscillator).

- apa dengan itu sudah cukup yakin untuk bisa diandalkan sebagai cara menentukan entry position?
Tidak, harus dikonfirmasi dengan price action dan indikator lain yang bukan jenis oscillator (misalnya moving averages).
Divergensi mempunyai probabilitas tinggi (kemungkinan besar benar), kegagalan biasanya karena terlambat entry atau masuk pada keadaan divergensi yang lemah (kurang akurat). Divergensi ada yang kuat dan ada yang lemah (terutama untuk divergensi regular). 

M Singgih   10 Feb 2015

@Parkel: Hal ini karena setiap metode apapun yang digunakan dalam trading termasuk divergen hasilnya bersifat kemungkinan/probability. Harga yang sedang terjadi divergen artinya sedang menunjukkan tanda-tanda akan berbalik, namun tidak pasti akan berbalik

Untuk menilai bagus tidaknya metode divergen yang kita pakai, kita harus menggunakan teori peluang. Tidak bisa hanya dari berpatokan pada satu atau beberapa kejadian/sampel, lihatlah dalam populasi kejadian yang lebih banyak seperti 30 kali atau 100 kali. Dari sini kita akan mengetahui berapa peluang suksesnya (Win Rate) dan peluang gagalnya (Loss Rate)

Kiki R   3 Apr 2020

@ Mumun:

Aman, asal dikonfirmasi oleh faktor fundamental dan juga oleh indikator yang lain dan price action (indikator sentimen pasar).
Konfirmasi oleh faktor fundamental misalnya: GBP/USD saat ini sedang dalam trend bearish. Data fundamental ekonomi Inggris pada jeblok dan BoE diperkirakan akan menahan suku bunga. USD sedang menguat oleh ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Jadi GBP/USD tentunya masih akan bearish, paling tidak sampai BoE meeting besok. Kalau terjadi divergensi indikator teknikal (biasanya indikator jenis oscillator) maka akan bersifat koreksi / sementara, atau dalam hal ini dalam jangka pendek bisa saja bullish akibat divergensi indikator teknikal.

Seperti halnya price action, sinyal dari divergensi bersifat leading (bukan lagging atau terlambat), dan akurasinya cukup tinggi pada semua time frame. Probabilitas kebenarannya besar, tetapi kapan entry-nya sebaiknya dikonfirmasi oleh indikator teknikal, dan juga kalau mungkin price action. 

M Singgih   9 May 2018

Bagaimana caranya agar lebih memahami indikator pivot point??

RAHMAT ROMANDANI   25 Mar 2022

@ Rahmat Romandani:

Pada dasarnya pivot point adalah harga tengah pada periode waktu tertentu, misal pivot daily berarti harga tengan harian, pivot weekly adalah harga tengah mingguan, dsb.
Turunan dari pivot point adalah level-level support dan resistance yang penting untuk diperhatikan pada periode waktu tsb.

Untuk penjelasan mengenai pivot point, silahkan baca:
Strategi Pivot Point Dengan Price Action

M Singgih   28 Mar 2022

@Adam Maulana

Divergensi indikator itu pengertian mudahnya adalah perbedaan data yang dihasilkan oleh indikator teknikal dengan data pada harga . Cuma memang penggunaan yang terkenal dan sering digunakan adalah dengan menggunakan indikator berbasis Oscillator seperti RSI, Stoch, maupun MACD. Yang banyak orang tidak tahu divergensi ini sebenarnya bisa diaplikasikan dengan indikator apapun pak, bahkan indikator Moving Average juga bisa dijadikan patokan. Contohnya, saat indikator Moving Average menunjukkan kenaikan, namun harga berhasil ditutup justru Bearish maka hal tersebut juga sudah bisa disebut divergen.

divergen-simpel

Divergen yang sering diajarkan pada buku atau artikel-artikel di internet sendiri biasanya tergolong lebih kompleks karena banyaknya variabel yang digunakan sebagai penyusun.

divergen-kompleks

Mengenai mana indikator yang paling baik untuk mendeteksi divergensi sendiri jawaban saya secara subjektif adalah Moving Average Convergence Divergence atau MACD. Selain karena memang indikator ini khusus dibuat untuk melihat Konvergensi dan Divergensi pada market, MACD juga mempunyai kelebihan lain yaitu memberitahukan kekuatan pergerakan trend saat itu. Berbeda dengan indikator seperti RSI dan Stoch yang hanya memposisikan dirinya di atas/bawah level Overbought dan Oversold tanpa memberi tahu kita kondisi kekuatan harga saat itu.

Mohon diingat bahwa ini pendapat saya pribadi secara subjektif. Untuk hasil yang lebih objektif, bapak bisa coba melakukan Backtest pada masing-masing indikator untuk melihat performanya langsung secara statistik.

Terima kasih atas pertanyaannya, semoga bisa membantu.

Nur Salim   29 Apr 2022

Knp saat terjadi divergent harga naik tp indikator turun? yg mana sdh seharusnya terjd reversal tp harga msh ttp naik? Trima kasih

Parkel   27 Mar 2020

oscillator apa yg plg bgs untuk mengidentifikasi divergensi?

Agustono   3 Nov 2014

apa beda teori konvergen dan divergen?

Bang Kadir   6 Nov 2014

Analisa dg pola divergence apa selalu bisa diterapkan dr penggunaan oscillator?

Apa dengan itu sudah cukup yakin untuk bisa diandalkan sebagai cara menentukan entry position?

Agil   8 Dec 2014

selamat siang, saya melihat adanya workshop SF seputar trading divergen. Seberapa aman sebenarnya kita trading dengan metode itu ya? mengingat hakikatnya kita bertarung melawan tren. tx

Mumun   8 May 2018

selamt malam master, indikator untuk mendeteksi divergensi pada market yang baik apa ya? Di contoh buku yg saya baca banyak yang menggunakan RSI atau Stochastics adakah indikator lain yang bisa?

Adam Maulana   29 Apr 2022

Selamat pagi pak, apakah setiap market bisa terjadi divergensi ini dan profitable? 

Vania Salsabilla   14 Jul 2022

@Vania Salsabilla: Setiap market bisa terjadi divergensi namun belum tentu profitable.

Untuk mengetahui profitable kita harus mengujinya terlebih dahulu.

Namun secara teknis, peluang profitable terjadinya divergensi meningkat apabila level tempat terjadinya divergensi adalah level penting/kuat.

Kiki R   15 Jul 2022

Apakah divergensi dapat dideteksi tanpa bantuan dari indikator?

Arifin   15 Jul 2022

@Arifin: Divegence artinya perbedaan. Dalam hal ini, divergence melihat perbedaan antara dua komponen.

Oleh karena itu divergensi harus ada pembanding atau dengan kata lain harus ada dua komponen.

Komponen pertama adalah harga.

Komponen kedua adalah indikator teknikal yang berjenis oscillator.

Kalau cuma harga saja, itu artinya tidak bisa dibandingkan otomatis tidak bisa ada divergensi.

Kiki R   16 Jul 2022
 Sunar |  11 May 2012

apa kelemahan sistem range pada transaksi forex trading master?

Lihat Reply [3]

sistem range gimana? apa sistem rata-rata?
kalau sistem range adalah rata rata kalau tidak sesuai avarage pastinya false/meleset

Thanks

Basir   11 May 2012

@ sunar:
Mungkin yang Anda maksud trading dengan range atau sideways apa kelemahannya.
Kalau yang Anda maksudkan itu maka tergantung dari gaya trading Anda, ada yang suka dengan kondisi pasar trending ada yang suka ranging (sideways). Metode dan strategi untuk masing-masing kondisi berbeda. Ranging atau trending adalah kondisi pasar, jadi tidak bisa disebutkan keunggulan atau kelemahannya, tergantung dari cara trading Anda.

M Singgih   4 Oct 2015

Kelemahan sistem trading range atau sideways terletak pada banyaknya sinyal false apabila harga sudah memasuki trending. Salah satu indikator akurat dalam keadaan sideways adalah oscillator yang menunjukkan oversold dan overbought. Ketika harga sedang trending naik, maka oscillator akan selalu menunjukkan sinyal overbought. Sebaliknya ketika harga sedang trending turun, maka oscillator akan selalu menunjukkan sinyal oversold. Sinyal tersebut adalah false sinyal dalam keadaan trending.

Dengan memahami hal ini, kita bisa mengatisipasi dengan cara mengabaikan sinyal overbought ketika trend naik dan mengabaikan sinyal oversold ketika trend turun.

Kiki R   10 Sep 2019
 Octavianus |  7 Jul 2012

Selamat Siang Master, saya bingung maksudnya dari indikator trend, momentum dan support-resistant. apa bedanya master? lalu bagaimana cara memadukan ketiga indikator tersebut supaya dapat dipakaai hingga beroleh profit. terimakasih

Lihat Reply [15]

Indikator Trend adalah indikator untuk mendeteksi Trend. Sedang Momentum adalah moment untuk pengambilam keputusan BUY/SELL atau Exit Trading. Semunya perlu dilatih. Silahkan praktekan dan ulang ulang di account demo terlebih dahulu. selama beberpa minggu atau bulan.  Semunya butuh proses. secara pribadi saya sendiri butuh waktu untuk bisa memahami ini semua. Baru bulan ke 13 belas mulai ada titik terang tentang pergerakan harga.

Thanks

Basir   7 Jul 2012

Untuk Octavianus,

Indikator trend tentu saja adalah indikator yang mencerminkan atau menggambarkan trend yang sedang berlangsung. Indikator yang mencerminkan trend tersebut umumnya adalah Moving Average, ADX.

Sementara indikator momentum adalah indikator yang memberikan sinyal entry dan exit. Karena memberikan sinyal berupa titik entry maupun exit, maka kita bisa menemukan momentum yang tepat kapan sebaiknya memasuki dan keluar dari pasar. Indikator yang memberikan sinyal entry dan exit umumnya seperti Stochastic, MACD, OsMA, Persilangan dua (atau lebih) Moving Average, dll.

Sedangkan support dan resisten berguna untuk mengetahui seberapa jauh pergerakan harga dan juga sebagai indikator untuk mengetahui dimana titik tren akan terhenti sebelum akhirnya berbalik arah.

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   2 May 2019

@ Best:

Mungkin maksud Anda bisa dilihat dalam 1 layar.
Kalau itu yang dimaksud, di Metatrader 4 bisa dengan fasilitas Tile Windows.
Caranya buka untuk H1, H4 dan Daily, kemudian masuk ke Windows - Tile Horizontally atau Tile Vertically.

Berikut contoh GBP/USD H1, H4 dan Daily dengan indikator Ichimoku yang tampil dalam 1 layar dengan Tile Verically:

M Singgih   5 Oct 2018

Untuk Fadjar Setiadi

Warna-warna yang dimaksud adalah sebagai tanda atau kode untuk memudahkan trader untuk melihat arah, anda bisa bisa menggantinya dengan warna lainnya.

Untuk diketahui Indikator adalah alat untuk menganalisa harga. Indikator  bersifat leading atau lagging, kadang bisa true atau false

 

MACD

Indikator teknikal moving average convergence/divergence atau MACD sangat populer dan banyak digunakan oleh para trader di pasar forex. Ada beberapa versi tampilan MACD dalam platform trading namun pada dasarnya mewakili parameter yang sama.

Pada dasarnya MACD menunjukkan arah trend dan momentum pasar. Secara umum MACD digunakan sebagai:

- pengukur kekuatan trend yang sedang terjadi
- pengukur momentum pasar, apakah kondisinya telah overbought atau oversold
- indikator apakah sedang terjadi divergensi bullish atau bearish. Fungsi ini cukup populer karena hasilnya bisa akurat bila sinyalnya terjadi bersamaan dengan momentum pasar yang overbought atau oversold


RSI

Relative Strength Index (RSI) adalah salah satu indikator oscillator yang populer dan dianggap cukup handal. Secara tradisional RSI digunakan untuk menentukan waktu entry yang tepat dengan melihat level overbought dan oversold, serta mendeteksi kemungkinan pergantian arah trend dengan mengamati divergensi terhadap pergerakan harga.

Thanks.

Basir   10 Feb 2016

@ Fadjar Setiadji:

Kalau Anda selalu menggunakan indikator MACD dan RSI tentu tahu arti dari pergerakan masing-masing kurva atau histogram dari indikator tersebut. Mengenai warna bisa diubah sesuai keinginan.
Untuk indikator RSI hanya ada satu kurva, jadi warnanya terserah selera Anda.
Untuk MACD versi Metatrader standard ada 2 warna, yaitu warna histogram MACD (no:0) yang default-nya silver, dan warna kurva sinyal (no:1) yang default-nya red. Anda bisa ganti sesuai selera. Biasanya untuk kurva sinyal berwarna merah (red).


Untuk MACD versi tradisional yang mencakup OSMA (bisa didownload dari broker IBFX) ada 3 warna, yaitu warna kurva MACD (no:0) yang default-nya green, warna kurva sinyal (no:1) yang default-nya red, dan warna histogram OSMA yang default-nya blue. Anda juga bisa ganti sesuai selera. Biasanya untuk kurva sinyal berwarna merah (red).

M Singgih   21 Feb 2016

@Ardian W:

Secara umum, ada 2 cara pak untuk mencari nilai parameter yang optimal untuk sebuah indikator ataupun sebuah strategi/sistem trading secara umum. Keduanya ini didapat dari 2 jenis strategi  atau sistem trading. Keduanya bisa dipakai dan telah terbukti menghasilkan keuntungan di market.

Pertama, untuk strategi dan sistem trading yang dirancang dapat bekerja pada banyak instrument dan time frame. Contoh yang paling terkenal di sini adalah Ichimoku Kinko Hyo atau BBMA OA. Nilai-nilai ini didapat dari hasil pemikiran dan Research dalam waktu yang lama dan mendalam para pembuat strategi tersebut. Misalkan BBMA OA, dahulu dirancang pada time frame Daily dengan nilai indikator merepresentasikan hal-hal khusus seperti:

bbmaoa

  • Bollinger Bands Periode 20 Daily = Merepresentasikan jumlah hari di market selama 1 bulan penuh.
  • Exponential Moving Average Periode 50 = Merepresentasikan jumlah hari di market selama 2 bulan setengah.
  • Moving Average 5 dan 10 = Merepresentasikan jumlah hari di market selama 1 dan 2 minggu.

Dalam kasus BBMA OA karena rata-rata yang digunakan berbasis Moving Average, maka masing-masing indikator yang digunakan merepresentasikan rata-rata =waktu dalam market selama periode tertentu. Jika dipindahkan pada Instrumen lain, maka value tersebut tidak akan berubah dan tetap merepresentasikan hal yang sama. Meski saat dipindahkan ke time frame yang berbeda, nilai-nilai ini tidak perlu dirubah. Walau value yang direpresentasikan berbeda panjangnya, namun fungsinya tidak akan berubah secara signifikan.

  • Bollinger Bands Periode 20 di time frame H1 merepresentasikan 20 jam waktu market.
  • EMA Periode 50 di time frame H1 merepresentasikan 50 jam waktu market.
  • MA-5/10 di time frame H1 merepresentasikan 5 dan 10 jam waktu market.

Cara kedua untuk mencari nilai optimal dalam market adalah dengan menggunakan fitur optimasi atau penyesuaian. Fitur ini biasanya digunakan oleh sistem trading yang dirancang khusus bekerja untuk satu market dan time frame tertentu. Optimasi ini bisa dilakukan secara otomatis ataupun manual sesuai dengan kaidah sistem/strategi yang digunakan. Contohnya jika kita kembali menggunakan BBMA OA sebagai patokan, maka jika digunakan dalam time frame H1, nilai parameter yang akan digunakan akan berubah sebagai berikut:

bbmaoa2

  • Bollinger Bands Periode 24: Merepresentasikan pergerakan harga market selama 1 hari kerja.
  • EMA Periode 60: Merepresentasikan pergerakan harga market selama 2,5 hari kerja.
  • MA periode 6 dan 12 merepresentasikan pergerakan harga market selama seperempat (6jam) dan setengah hari (12 jam kerja)

Bisa juga digunakan Optimasi otomatis yang sudah tersedia pada berbagai macam Platform seperti Metatrader, Tradestation, dll.

Terima kasih, semoga membantu.

Nur Salim   23 Feb 2022

@ Mr. Dudung:

Pada umumnya trader menggunakan kombinasi indikator trend dan momentum, baik trader pemula maupun yang berpengalaman. Indikator trend digunakan untuk mengetahui arah pergerakan harga sementara indikator momentum digunakan untuk menentukan waktu entry yang tepat.

Indikator trend yang sering digunakan adalah moving averages, MACD, Bollinger Bands, parabolic SAR, dan juga ADX, sementara indikator momentum biasanya berupa oscillator seperti RSI, stochasctic dan CCI.

M Singgih   9 Mar 2022

Dalam trading saya selalu pake indikator macd atau rsi namun saya belum ngerti arti warna yg nampak seperti warna merah, hijau, kuning atau ungu dimana pergerakannya kadang searah kadang berlawanan arah mohon penjelasan tentang pergerakan indikator yg berwarna warna itu mas terima kasih

Fadjar Setiadji   6 Feb 2016

Selamat siang, jika menggunakan indikator darimana seorang trader tahu nilai parameter yang pas untuk digunakan? contohx nilai moving average yang terkenal seperti 20,50, dll. Terima kasih

Ardian W   22 Feb 2022

Untuk trader pemula yang bagus menggunakan indikator apa ya?

Mr. Dudung   8 Mar 2022

Bagaimana mengaplikasikan indicator kijun sen H1, H4 Dan kijun sen Daily dalam 1 layar..

Best   3 Oct 2018

Penentuan indikator Lagging dan Leading itu dilihat dari apanya? Dan mana yang terbaik digunakan untuk trading harian? Terima kasih

Sofyan   22 Aug 2022

@Sofyan: Penentuan indikator Lagging dan Leading itu dilihat dari apanya?

Penentuan indikator lagging dan leading dilihat dari perbedaan waktu antara sinyal yang diberikan oleh indikator terhadap perubahan harga yang terjadi di market.

Sebagai contoh, indikator MA termasuk indikator lagging karena sinyal entry dari persilangan garis antara MA periode besar dan kecil terjadi setelah harga sudah berbalik arah.

Seandainya sinyal MA ini terjadi sebelum harga berbalik arah maka indikator MA bisa dikatakan indikator leading.

Sedangkan indikator-indikator dengan sifat leading umumnya termasuk dalam golongan Oscillator, yakni jenis indikator teknikal yang bisa menunjukkan kondisi Overbought dan Oversold. Contohnya seperti Stochastic dan RSI.

Dan mana yang terbaik digunakan untuk trading harian?

Tidak ada indikator terbaik untuk semua karena masing-masing trader trading sesuai dengan gaya dan kepribadiannya masing-masing.

Saya sebagai trader price action meyakini cara trading tanpa indikator adalah yang terbaik untuk saya.

Sedangkan bagi trader lain yang menggunakan stochastic dan MA akan berkata lain dengan menyatakan bahwa indikator stochastic dan MA-lah yang terbaik untuk dia.

Oleh karena itu, saya pribadi menyarankan ke indikator yang sesuai dengan gaya dan kepribadian Anda.

Semua indikator bagus, tinggal Anda memahami cara menggunakannya.

Kiki R   23 Aug 2022

Mau tanya,....

Indikator apa ya

Itu indikator yang saya lingkari itu namanya apa ya? Dan fungsinya juga untuk apa?

Kalista   2 Sep 2022

@Kalista: Indikator tersebut adalah fraktal. Fungsinya sebagai pemberi sinyal/trigger entry market.

Kalau terbentuk di bawah artinya ada sinyal buy, sedangkan jika terbentuk di atas artinya sinyal sell.

Kiki R   3 Sep 2022
 Eric Suwandi |  19 Nov 2014

apa sebenarnya regresi linear itu dan bagaimana menggunakannya untuk trading?

Lihat Reply [1]

Secara sederhana, Linear Regression yang dapat membantu anda dalam memahami suatu trend dengan gambar layaknya sebuah kurva yang mengikuti perkembangan sebuah pergerakan harga. Dimana konsepnya hampir sama seperti ketika saat kita menggunakan Moving Average (MA).

Linear Regression merupakan sebuah data statistik yang dapat memprediksikan suatu harga kedepan dari data masa lalu, biasanya digunakan dimana saat pergerakan harga sedang mengalami kenaikan maupun penurunan yang sangat signifikan.

Perlu pengkajian lebih dalam tentang hal ini, bagi mereka yang bergelun dalam dunia ekonomi setidaknya memahami akan hal ini.

Thanks.

Basir   19 Nov 2014
 Abraham |  31 May 2015

permisi pak, saya mau tanya bagaimana cara menggabungkan indikator MACD dan MA agar menjadi satu. dulu kayaknya cukup di drag bisa sekarang kok enggak bisa? terimakasih.

Lihat Reply [22]

Coba download MT4 IBFX.COM.AU, disana banyak indikator yang sudah digabung (oplosan), seperti yang anda harapkan.

Thanks.

Basir   5 Dec 2013

@ aminur:
Caranya (pada platform Metatrader):
1. Tampilkan indikator MACD
2. Masuk ke: View - Navigator - Indicators - Trend - Moving Average
3. Drag & drop ‘Moving Average’ ke window indikator MACD
4. Setting indikator Moving Average tsb sesuai dengan keinginan, dan pilih Apply to : Previous Indicator’s Data
5. Klik ‘OK’
Berikut contoh tampilan simple moving average (sma) 55 pada indikator MACD:



Semoga bisa membantu.

M Singgih   5 Aug 2015

Ada kemungkinan indikator yang anda gunakan berbeda dengan indikator yang dulu dipakai. Dan untuk sekarang platfom / mql berbeda, dulu mql4, sekarang Mql5.

Thanks

Basir   3 Jun 2015

Tambahan,

Biasanya, Kalau mau gabungin beberapa indikator dalam satu windows, caranya pasang indikator pertama, kemudian buka jendela navigator. Lalu drag indikator yang ingin digabung ke jendela indikator yang pertama.

Indikator yang akan digabung harus dari jendela navigator, bukan dari menu indicators.

Thanks.

Basir   3 Jun 2015
ada yang menyebutkan kalau nggak semua indikator bisa digabungkan dalam 1 window. kira2 indikator mana saja yg bisa & nggak bisa? dan kenapa bisa ada yg nggak bisa digabungkan?
tx
Arvindo   3 Jun 2015

Untuk hal ini perlu dicoba satu persatu. menurut kami bisa digabungkan, jika tidak kemungkinan terjadi penumpukan.

Thanks

Basir   5 Jun 2015

@ abraham:
Bisa Pak, ini contoh penggabungan MACD dengan MA (dalam hal ini simple moving average atau sma), masing-masing untuk MACD traditional (dalam bentuk kurva dan + OSMA) dan MACD dari MT4 (dalam bentuk histogram).



Caranya: pertama tampilkan indikator MACD, kemudian masuk ke View - Navigator - Indicators - Moving Average, kemudian drag ke window indikator MACD, dan pada kolom “Apply to” pilih yang “Privious Indicator’s Data”.

          


M Singgih   10 Jun 2015

@ arvindo:
Setahu saya semua indikator yang ditampilkan di window dibawah chart harga misalnya ADX dan indikator oscillators (RSI, CCI, stochastics) bisa digabungkan dengan indikator yang biasanya ditampilkan di chart harga misalnya moving averages, Bollinger Bands, Standard Deviation dan Envelopes. Memang ada yang tidak bisa digabungkan misalnya indikator ichimoku, tetapi indikator yang simple dan umum digunakan rata-rata bisa digabung. Memang ada yang tidak bisa digabungkan dengan pertimbangan kegunaannya, misalnya apa gunanya mengukur titik-titik parabolic SAR dari indikator RSI?


M Singgih   10 Jun 2015

Saya tadi juga mencoba menggabungkan indikator stochostic dgn bolinger band masih tetap gak bisa.... Ada cara lain gak pak

Eko S   31 Dec 2018

Untuk Eko S,

Setau saya dulu memang bisa untuk menggabungkan beberapa indikator (misal Stochastic dengan Moving Average, RSI dengan P Sar, dll) didalam satu window. Namun kini setelah saya coba, hanya indikator tertentu saja yang dapat dikombinasikan ke dalam satu window. Apakah mungkin karena terdapat pembaruan dari sistem MQL atau bagaimana? Entahlah, saya tidak tau alasan pastinya kenapa kini tidak dapat menggabungkan beberapa indikator diluar chart window.

Indikator yang dapat digabungkan adalah indikator yang secara default memang diletakkan diluar chart window (window yang berisi grafik/candlestick harga). Indikator tersebut seperti ADX, AO, MaCD, OsMA, RSI, RVI, Stochastic, dll. Sehingga indikator tersebut dapat digabungkan dalam satu window. Misal, Stochastic dengan RSI. MaCD dengan RSI, ADX dengan MaCD, dll.

Sementara indikator yang secara default, penempatannya berada didalam chart window (seperti Bollinger Band, Fractals, Ichimoku, Moving Average, Parabolic Sar, dll) tidak dapat digabungkan dengan indikator manapun kecuali dengan sesamanya. Sehingga kini penggabungan indikator Stochastic atau RSI dengan Moving Average diluar chart window sudah tidak memungkinkan lagi.

Namun pada versi Meta Trader mobile (Android atau iOS), Anda masih dapat menggabungkan indikator apapun di dalam satu window (baik didalam atau diluar chart window).

Semoga bisa membantu.

Argo Gold Spotter   31 Dec 2018

@Eko bisa mas, saya udah coba di laptop semua bisa digabungkan ikuti seperti contoh yg dilakukan Master @m singgih kayaknya master @m singgih tau segalanya tentang trading forex kayak lampu aladin, apapun pertanyaan pembaca pasti dijelaskan dengan detail, mantap Master, saya mewakili newbie-newbie mengucapkan Terima kasih banyak buat para master-master semuanya. Salam Profit.

Rendy Shahputra   8 Oct 2019
terima kasih info untuk menggabungkan indikator
Aan   4 Mar 2020

@ Putranto:
Bisa langsung entry ketika kurva MACD telah memotong kurva sinyal, tidak perlu menunggu kurva MACD bergerak diatas atau dibawah level 0.00, tetapi sebaiknya dikonfirmasikan dengan indikator lainnya (misal ADX untuk konfirmasi trend), dan price action-nya.
Sebagai contoh, pada chart EUR/USD dibawah ini kita bisa entry buy ketika kurva MACD telah memotong kurva sinyal dari bawah dan bergerak diatasnya, dan indikator ADX berwarna hijau yang menunjukkan dominan bullish. Selain itu, harga juga tidak menembus level support 1.0800 dan terbentuk bullish engulfing bar.  (lihat area warna kuning):


Kalau Anda perhatikan, ketika kurva MACD telah memotong kurva sinyal dari bawah maka jarak antara ema 12 dan ema 26 yang meruppakan komponen utama MACD makin menyempit, dan histogram OSMA yang merupakan selisih antara MACD dan sinyal berada diatas level 0.00. Hal ini menunjukkan bahwa sentimen bullish sedang dominan.

Ketika ema 12 dan ema 26 berpotongan, maka kurva MACD tepat berada pada level 0.00, dan ketika MACD bergerak diatas level 0.00 berarti sentimen bullish semakin kuat, hal ini tampak dari garis histogram ADX yang berwarna hijau dan makin tinggi, tetapi untuk entry buy tidak harus menunggu kurva MACD berada diatas level 0.00.

M Singgih   7 Jan 2016

Terimakasih banyak untuk pertanyaan dan jawabanya pak

Newbie   5 Jun 2021

Sudah dicoba di Laptop dan bisa, bagaiaman kalo di HP Android, ato Iphone?

Mary   30 Dec 2021

Untuk Mary,

Penggabungan dua indikator juga bisa dilakukan pada platform mobile. Caranya pun juga hampir sama seperti yang ditunjukkan diatas. Hanya saja di platform mobile terbilang lebih mudah/simple, Anda hanya pelu tap tombol tambah indikator (f+) pada window indikator yang ingin Anda gabungkan.

Argo Gold Spotter   31 Dec 2021

@ Andrean:

|Amati kurva MACD dan kurva sinyal. Jika kurva MACD berada di atas kurva sinyal, maka sentimen sedang bullish, sebaliknya jika kurva MACD berada di bawah kurva sinyal, maka sentimen sedang bearish. Pada indikator MACD bawaan platform Metatrader, kurva MACD direpresentasikan dengan histogram.

Untuk penjelasan cara membaca indikator MACD yang lebih lengkap, silahkan baca:
Cara Membaca Indikator MACD Berdasarkan 4 Macam Fungsinya

 

M Singgih   5 Apr 2022

@Farida Ayu:

Selamat malam, untuk penggunaan MACD dan MA secara bersama-sama dalam sebuah sistem tentu saja memungkinkan bu. Cara penggunaannya ibu juga sudah tidak salah. Hanya saja mungkin untuk sedikit mempercepat sinyal yang dihasilkan, untuk posisi Buy contohnya, ibu tidak perlu menunggu Histogram MACD untuk Cross level 0. Kalau menunggu hingga Cross level 0 memang akan sedikit terlambat Timing masuk marketnya. Ibu bisa coba salah satu pendekatan berikut:

1. Value Histogram MACD meningkat

Jadi daripada menunggu hingga histogram MACD Cross level 0, ibu bisa menggantinya dengan menunggu value dari histogram tersebut meningkat. Jika tertarik dengan metode ini ibu bisa baca lengkap pada buku Trading For Living karangan Dr. Alexander Elder. Beliau secara aktif menggunakan MA dan MACD sebagai filter dari trend dan kapan posisi harus dibuka. Secara visualnya adalah sebagai berikut:

macd-value

Penjelasan: MACD pada dasarnya juga bisa digunakan untuk mengukur kekuatan trend. Oleh karena itu, jika terjadi penambahan atau pengurangan value, maka di sana sebenarnya terpampang kondisi kekuatan trend saat itu. Semisal value di bawah nilai 0 dan mengalami peningkatan, hal ini menandakan bahwa kekuatan pergerakan turun sedang berkurang saat ini. Contoh yang lain adalah value berada di atas nilai 0 dan mengalami peningkatan, hal ini menandakan bahwa kekuatan pergerakan naik sedang bertambah. Jadi ibu tidak perlu menunggu untuk value Cross level 0 terlebih dahulu untuk mengambil keputusan.

2. Mengamati Crossing Signal MACD

Cara lain yang bisa ibu gunakan adalah dengan mengamati Signal Line pada MACD. Mirip dengan histogram di atas, Crossing ini biasanya terjadi sebelum histogram MACD mampu Cross level 0. Sehingga posisi bisa dibuka dengan risiko yang lebih baik. Untuk lengkapnya ibu bisa mencoba membaca artikel kami tentang Scalping dengan MA dan MACD berikut. Meskipun pada artikel tersebut dibahas perihal Scalping, namun strategi tersebut bisa digunakan pada time frame berapapun dengan baik.

Semoga bisa sedikit mencerahkan, terima kasih atas pertanyaannya.

Nur Salim   27 Apr 2022

mohon ijin minta petunjuk, apakah MA dan MACD bisa digunakan bersama-sama? Saat saya coba praktekkan untuk Buy saat harga di atas MA lalu MACD naik ke atas level 0, tapi harga terkadang sudah terlalu tinggi dan akhirnya koreksi. Apakah penggunaan tersebut sudah tepat? Jika tidak bagaimana ya cara yang betul dalam menggunakan kombinasi keduanya?

Farida Ayu   27 Apr 2022

Bagaimana cara mudah membaca indikator MACD?

Andrean   4 Apr 2022

master, ane mau tanyak nich..
cranya untuk memasukkan indikator menggabungkan indikator MA ke dalam Indikator MACD tu gimana ya master....
terimakaish sebelum dan sesudanya,.. jawabannya saya tunggu

Aminur   5 Dec 2013
Saya ingin tau lbh banyak soal MACD, jd mohon pencerahannya..

Kapan kita entry jika kita menggunakan indi MACD sbg indikator entry, apakah kita langsung entry jika garis MACD motong garis signal atau tunggu garis MACD memasuki area positif/negatif trlbh dahulu?

Contoh: apa kita lgsung BUY jika garis MACD cross up garis signal?? Atau kita tunggu MACD memasuki area positif (bernilai positif) sblm kita OP BUY??

Trims..
Putranto   5 Jan 2016
 

Komentar @inbizia

@Tri Budi:
Untuk proses analisanya baiknya dari time frame yang besar terlebih dahulu untuk melihat posisi harga saat ini. Baru perlahan-lahan turun hingga ke time frame entry misalkan H1. Lalu kita tinggal mengikuti arah trend besarnya saja pada time frame entry.
Untuk MA sendiri periode yang saya bisa sarankan dan juga masih saya gunakan hingga saat ini adalah SMA 20 dan EMA-50. Terima kasih
 M Zainul |  4 Feb 2020
Halaman: Cara Trading Supply And Demand Untuk Trader Pemula
Hai admin, saya adalah newbie yang masih belajar teori dasar forex dan ada yang ingin saya tanyakan dibagian pelajaran tentang MACD ini;
Nilai default parameter MACD yakni slow EMA=26, fast EMA=12 dan SMA=9, apakah setingan nilai parameter tersebut bisa digunakan di semua timeframe ketika trading ?

Ataukah jika memakai timeframe tertentu maka ada nilai parameter tertentu pula agar indikatornya lebih akurat?

Dikatakan indikator ini bisa digunakan untuk melihat kapan sinyal untuk buy-sell lewat adanya momentum oversold & overbought. Lalu apakah sinyal dari indikator MACD sudah cukup untuk bisa digunakan ataukah ada indikator lain yang juga bisa digunakan untuk memperkuat konfirmasi sinyal buy-sell tersebut ? jika ada, lalu indkator apakah yang bisa digunakan untuk memperkuat sinyal konfirmasi dari MACD?

Saya sudah instal aplikasi MetaTrader 4 dari broker FBS dan baru melihat apa aja yang ada di dalam aplikasi tersebut karena saya juga belum mengerti caranya untuk trading. Namun ketika mencoba memunculkan indikator MACD, koq tidak nampak indikator MACD + OSMA seperti di atas ya? Bagaimana cara memunculkannya? Karena yang ada hanya indikator MACD berupa garis signal + histogram MACD
 Kurniawan |  9 May 2020
Halaman: Trading Dengan Indikator Macd
@ Kurniawan:

- …. Nilai default parameter MACD yakni slow EMA=26, fast EMA=12 dan SMA=9, apakah setingan nilai parameter tersebut bisa digunakan di semua timeframe ketika trading?
Ya, setting parameter tsb digunakan pada semua time frame. Tidak direkomendasikan untuk merubah setting parameternya.

- …. Ataukah jika memakai timeframe tertentu maka ada nilai parameter tertentu pula agar indikatornya lebih akurat?
Tidak. Setting parameter tetap default.

- …. koq tidak nampak indikator MACD + belum mengerti caranya untuk trading. Namun ketika mencoba memunculkan indikator MACD, koq tidak nampak indikator MACD + OSMA seperti di atas ya? Bagaimana cara memunculkannya? Karena yang ada hanya indikator MACD berupa garis signal + histogram OSMA seperti di atas ya?
Indikator yang menampilkan MACD berupa kurva, dan OSMA berupa histogram, namanya indikator MACD Traditional. Jika Anda berminat, silahkan menghubungi redaksi. Kita ada file indikator MACD Traditional dalam .ex4.

 M Singgih |  17 May 2020
Halaman: Trading Dengan Indikator Macd
@Yudha Bagas Selain Ethereum dan Solana, NFT juga ada di banyak Blockchain, seperti Polygon, Matic, Binance Smart Chain, EOS, dan lain-lainnya. Dan kenapa Blockchain bisa ada banyak, itu karena adanya pengembangan kegunaan Blockchain dan tentu saja persaingan bisnis. Apabila pengembang Blockchain ingin menciptakan koin sendiri, maka harus memiliki Blockchain sendiri. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa membaca dua artikel mengenai Blockchain, yaitu Mengenal Beragam Lapisan Pada Blockchain dan Apa Saja Jenis Blockchain Yang Perlu Diketahui?
 Evan |  2 Jun 2022
Halaman: Mengenal Ekosistem Nft Berbasis Blockchain Solana
proses perpindahan kepemilikan dan sertifikasi semuanya secara otomatis sudah diproses dengan smart contract di atas blockchain, jadi prosesnya berjalan dengan sangat cepat dan instan. tak perlu ada pihak ketiga ataupun bank intermediary.

Ga perlu kuatir dengan legalitas kepemilikan tanah, karena dengan smart contract, keamanan dan autentitas kepemilikan sudah dapat dipastikan terjamin oleh sistem blockchain itu sendiri.

Kalo ada orang yang bilang smart contract bisa dihack, itu antara dia cuma omongkosong atau dia investasi di blockchain yang memang reputasinya sudah buruk dari awal.
 Danank |  30 Jun 2022
Halaman: Apakah Investasi Tanah Metaverse Layak Dicoba
Iya memang kyk gitu persyaratannya bro. Sebenarnya masuk akal sih. Kan tahu sendiri Smart Contract itu jalannya otomatis ga pake lama, jadi buat meminimalisir resiko, jaminannya kudu bener-bener bisa ngecover kalo rugi. Setau saya sich kalo pinjeman kripto tanpa agunan belom ada. Kalau pinjaman tanpa agunan bt modal usaha gitu ada, contohnya dari aplikasi Modalku. Cuma krn judulnya "Modal Usaha", ente kudu bisa tunjukkin bukti aktivitas usahanya. Kalo gak gitu, coba aja pinjeman personal alias pinjem ke temen sendiri yang gabut minjemin kripto tanpa jaminan, xixixi.
 Finland |  26 Jul 2022
Halaman: Pro Kontra Pinjaman Kripto Yang Perlu Anda Tahu

Kamus Forex

Indikator Ekonomi

Data statistik yang digunakan oleh analis dan pelaku pasar untuk mengetahui kondisi ekonomi terkini maupun memproyeksikan peluang ekonomi di masa depan. Indikator ekonomi juga dapat digunakan untuk menentukan sehat-tidaknya perekonomian suatu negara.

Indikator Teknikal

Alat yang dibuat berdasarkan perhitungan matematis atas histori harga, volume, atau minat pasar terhadap sebuah instrumen investasi atau kontrak keuangan. Penggunaan indikator teknikal bertujuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

Emas Hitam

Sebutan untuk komoditas minyak mentah. Emas hitam juga disebut sebagai minyak bumi, dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan Crude Oil.


Komentar[9]    
  Triasamirull   |   31 Dec 2011
kl dr yg sederhana / eksponensial. g usah dicari2 lagi. kan dr namax ja udah keliatan. simple=sederhana exponential=eksponensial. yg dicari kan dr 2 MA itu mana yg paling oke buat dipake?
  Ari Nugraha   |   16 Apr 2012
kalau ema kurang cocok buat konsolidasi harga, ya jangan diandalkan buat open posisi saat harga lagi konsolidasi. disini tinggal butuh usaha utk belajar mengenali tren utama dan konsolidasi itu sendiri. supaya kita nggak salah ambil sinyal dari crossing yang muncul entah sebagai penanda dimulainya tren utama atau cuma sekedar konsolidasi dari tren yang udah ada aja. cara paling simpel, ya liat di timeframe atas, pasti bakal keliatan lebih jelas
  Ech0   |   6 May 2012
Apa sinyal palsu dari EMA itu bisa sangat membahayakan sehingga kelebihannya untuk mendeteksi harga dg lebih cepat jadi tertutupi sama kelemahannya ini?
  Desna Fajrianto   |   10 May 2012
@Echo: Hal seperti itu sebenarnya memiliki arti yang berbeda tergantung dari cara trader menilai kebutuhan tradingnya. Kalau dilihat dari perspektif umum, mungkin sinyal trading yang lambat tapi lebih aman akan lebih unggul daripada sinyal yang muncul cepat tapi banyak kesalahan.

Bagaimanpun yang dicari disini adalah peluang trading yang bisa membawa keuntungan, kalau salah kan bisa menimbulkan loss. Namun dalam prakteknya, keterlambatan entry juga bisa membawa kerugian, terutama bila trader tidak membatasi ordernya dengan manajemen resiko dan mengatur stop ordernya dengan benar.

Jadi bisa dipilih sendiri, apa anda termasuk tipe trader yang menyukai kecepatan atau ketepatan? Dan lakukan uji coba juga tentang kedua karakter indikator itu, yang mana yang paling bisa mendatangkan profit secara konsisten? karena suka belum berarti akan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anda nantinya...
  Ari Nugraha   |   15 May 2012
ane lebih cocok ema, tapi setelah dipasang dua2nya nggak terlalu nampak sih perbedaannya, cuman memang ema lebih keliatan dinamis aja kalo dibanding sma, itupun cuman sedikit lebih dinamis. toh sma yang diperodekan rendah atau ema yang diperiodekan tinggi juga bakal punya karakter yang beda dari apa yang disebutin disini. cuman karna ane udah terbiasa pake ema aja, jadinya ya lanjut terus pake indi ini. kalo coba2 pasang sma khawatirnya malah bikin bingung sendiri, meskipun kalo periodenya sama mungkin nggak terlalu banyak bedanya. yang paling penting enjoy sama indinya
  Peter   |   12 Nov 2017
bagaimana saran untuk pemula om? kira2 utk recommend di angka brp utk pengaturan EMA & SMA?apakah RSI dan MACD juga dibutuhkan utk informasi yang akurat? jika memang akurat utk recommend di angka brp utk pengaturan?terima kasih
  Reyhan S   |   13 Nov 2017
Dari pengalaman saya trading, untuk setting MA, periode pendek itu simple MA 20, dan periode panjangnya simple MA 50, settingan ini tepat digunakan sebagai support dan resistance dinamis pada timeframe h1, h4 dan daily. RSI dan MACD bisa digunakan sebagai sinyal konfirmator, tidak wajib digunakan, tapi cukup membantu untuk memperkuat akurasi sinyal.

Sedangkan untuk EMA, saya sudah lama tidak menggunakan EMA, karena menurut saya, lebih baik menggunakan simple MA 20 dan 50 serta MACD.
  Porto   |   5 Aug 2022

Berapa settingan EMA yang bagus untuk trading harian?

  Nur Salim   |   15 Aug 2022

@Porto:

Trading harian ini maksudnya apa pak? Trading dengan posisi yang tidak boleh menginap atau trading dengan menggunakan time frame harian/Daily?