Indikator Volume Dalam Pasar Forex

SAM 23 Apr 2013Dibaca Normal 6 Menit
forex>indikator>   #indikator
Pernah menggunakan volume? Kebanyakan trader bahkan tidak tahu bagaimana cara menggunakan indikator volume. Simak panduan lengkapnya pada artikel berikut.

Indikator Volume dalam pasar forex menunjukkan minat para trader ataupun investor terhadap suatu pasangan mata uang tertentu. Volume dalam pasar forex tidak diukur dalam jumlah kontrak yang diperdagangkan atau ukuran besarnya kontrak, karena perdagangan forex tidak terpusat seperti halnya trading saham.

Karena itu, indikator Volume sebenarnya jarang digunakan di pasar forex . Kebanyakan trader menganggap keberadaannya asing, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali cara menggunakan indikator Volume. Beberapa ahli menganggap hal ini terjadi karena indikator Volume di pasar forex tidak benar-benar menunjukkan Volume pada pasar. Lalu sebenarnya indikator Volume menunjukkan apa?

volume perdagangan

 

 

Apa Sih Indikator Volume Itu?

Sejatinya, indikator Volume adalah indikator yang menunjukkan jumlah transaksi yang terjadi dalam suatu aktivitas perdagangan pada suatu sesi. Dalam bahasa awamnya: total kontrak yang terjual maupun berpindah tangan dalam suatu sesi tertentu.

Volume dicatat dalam bentuk batangan-batangan yang dikenal dengan nama Volume Bar. Indikator ini biasanya terpasang pada bagian bawah chart. Volume Bar yang tinggi melambangkan jumlah perdagangan besar pada saat itu, atau bisa pula disebut menujukkan minat partisipasi yang besar. Sedangkan Bar yang pendek mencerminkan jumlah aktivitas yang minim atau kurangnya minat dari pelaku pasar.

volume chartt

 

Dalam pasar saham, indikator Volume bisa menunjukkan secara tegas, berapa jumlah saham yang berpindah tangan di satu periode waktu. Pengukuran jumlah transaksi ini dapat dilakukan karena sifat pasar saham yang terpusat, sehingga bisa diketahui berapa jumlah saham total suatu perusahaan, serta jumlah saham yang sedang ditransaksikan saat itu.

Pengertian tersebut tidak dapat diberlakukan dalam pasar forex. Indikator Volume dalam forex tidak betul-betul menujukkan hal tersebut karena perdagangannya bersifat terdesentralisasi. Tidak ada orang di dunia ini yang benar-benar tahu ada berapa banyak USD yang terjual saat ini.

 

beda broker beda volume

 

Indikator Volume yang selama ini ditampilkan pada platform trading semacam Metatrader hanyalah Volume yang dihitung dan didapat di broker Anda sendiri. Coba perhatikan gambar di atas. Gambar ini diambil dari dua buah broker yang berbeda, sehingga didapatkan pula hasil Volume yang berbeda. Pada chart sebelah kiri, di broker OANDA menunjukkan Volume sejumlah 6.858K, sedangkan pada broker FXCM sejumlah 53.73K.

 

Cara menggunakan Indikator Volume pada pasar Forex

Lalu sebenarnya untuk apa ada indikator Volume jika tingkat validasinya hanya pada satu broker? Bagaimana sebenarnya cara menggunakan indikator Volume? Mari simak penjelasan singkat berikut.

 

Deteksi Market Yang Telah Jenuh

Masih bingung mana puncak dan mana lembah pada forex? Bukan hanya Anda yang merasakannya. Memang tidak ada yang benar-benar bisa memprediksi kapan puncak maupun lembah terbentuk. Namun dengan menggunakan indikator Volume, dapat diketahui indikasi akan terbentuknya puncak maupun lembah tersebut.

Suatu pergerakan market tidak akan berjalan ke satu arah saja. Akan ada waktunya pergerakan tersebut melemah hingga menimbulkan reversal atau bahkan pembalikan tren. Hal ini dapat dideteksi lebih awal dengan cara menggunakan indikator Volume. Saat harga terus bergerak ke atas diiringi dengan Volume yang terus mengecil, maka kemungkinan besar market akan reversal. Hal ini juga sering dikenal dengan dengan market yang telah jenuh atau capek.

 

volume market kurang

 

 

Mengukur Kekuatan Tren Market

Kegunaan selanjutnya dari indikator Volume dalah untuk mengukur kekuatan tren market. Volume market yang meningkat menunjukkan tingginya minat dari pelaku pasar akan pergerakan harga saat ini. Jika tingginya minat ini searah dengan perjalanan tren, maka tren tersebut memiliki kekuatan yang besar di balik pergerakannya.

 

meningkatnya volume

Saat pergerakan market menguat ke satu arah, biasanya akan terlihat pula peningkatan nilai pada indikator Volume. Lalu ketika terjadi reversal ke arah yang berlawanan, maka Volume-nya juga akan berkurang. Searahnya market dan Volume ini bisa menjadi sinyal bahwa kemungkinan besar tren masih akan berlanjut.

 

Konfirmasi Trading Breakout

Breakout adalah salah satu sistem trading trend following yang banyak digunakan trader. Namun terdapat kelemahan besar pada sistem trading ini. Kelemahan tersebut adalah breakout palsu. Pasalnya, breakout palsu ini lebih sering terjadi dari breakout sesungguhnya.

Untuk mengurangi risiko, biasanya trader menunggu pullback dari harga ke daerah awal sebelum masuk ke market. Namun ada cara lain untuk mengetahui tingkat validitasnya. Dengan menggunakan indikator Volume, breakout palsu dapat diminimalkan sehingga kerugian pun bisa berkurang. Lalu bagaimana cara konfirmasinya? Perhatikan gambar berikut.

 

indikator volume

(Baca juga: Penjelasan Tentang Strategi Breakout)

 

Secara garis besar, urutan prosesnya sama dengan cara menggunakan indikator Volume dalam konfirmasi tren. Hanya saja, cara ini digunakan sesaat setelah harga melakukan break pada support dan resistance tertentu. Namun dalam kenyataannya, sangat sulit menganalisa kenaikan Volume ini karena sifatnya yang cenderung fluktuatif. Selain itu, harus ditunggu terlebih dahulu hingga candle benar-benar Close agar Volume-nya bisa diketahui dengan tepat.

 

Indikator Volume Lainnya

Selain indikator Volume, indikator yang dibuat berdasarkan perubahan Volume dan yang umum digunakan adalah On Balance Volume (OBV). Konsep dasar indikator OBV adalah besarnya Volume yang mengindikasikan perubahan harga.

Perhitungan OBV:

Jika penutupan harga hari ini lebih besar dari penutupan kemarin, maka:

OBV(i) = OBV(i-1) + Volume(i)

Jika penutupan harga hari ini lebih kecil dari penutupan kemarin, maka:

OBV(i) = OBV(i-1) – Volume (i)

Jika penutupan harga hari ini sama dengan penutupan kemarin, maka:

OBV(i) = OBV(i-1)

 

Dengan keterangan sebagai berikut: OBV(i) adalah nilai OBV saat ini, Volume(i) adalah Volume saat ini, dan OBV(i-1) adalah nilai OBV pada periode sebelumnya.

 

nilai-obv-dan-harga

 

Naik atau turunnya tren OBV sesuai dengan arah tren pergerakan harga. Karena OBV dianggap mendahului pergerakan harga, maka jika tren OBV break ke arah atas adalah sinyal untuk buy, sedangkan jika OBV break ke arah bawah adalah sinyal untuk sell.

 

 

Penutup: Belajar Lebih Lanjut Dari Ahlinya

Masih ingin belajar lebih lanjut perihal Volume dan pengaruhnya pada pergerakan market serta posisi trading? Anda bisa belajar langsung dari ahlinya. Pada artikel ini telah kami lampirkan buku karangan John J. Murphy dengan judul Technical Analysis Of The Financial Markets.

 

technical-analisys-for-financial-markets-ebook

Dalam buku ini telah dibahas lengkap berbagai macam pembahasan menarik tentang indikator Volume. Pembahasannya sangat dalam hingga kepada Open Interest maupun sentimen pada pasar. Selain itu, banyak juga pembahasan indikator-indikator lain yang dibahas lengkap pada buku ini.

Terkait Lainnya
 

Forum Terkait

 Asep Wawan |  29 Jul 2012

salam master! saya baru trading $8 loss. saya pake indicator yang dari custum itu psar 0.02 dan 0.2 dan bolinger band 20 dan 2,dan rsi dan stoc dan ma 14 dan ma100?

apa indicator itu tidak mngdukung dalam setingan m1? apa baik nya buat pemula pake m1 atau h1? trus kalo kita pertama pake m1 terus kedua op h1 , pergerakan setiap menitnya yang ikut bergerak gak

Lihat Reply [4]

 Putranto |  5 Jan 2016
Saya ingin tau lbh banyak soal MACD, jd mohon pencerahannya..

Kapan kita entry jika kita menggunakan indi MACD sbg indikator entry, apakah kita langsung entry jika garis MACD motong garis signal atau tunggu garis MACD memasuki area positif/negatif trlbh dahulu?

Contoh: apa kita lgsung BUY jika garis MACD cross up garis signal?? Atau kita tunggu MACD memasuki area positif (bernilai positif) sblm kita OP BUY??

Trims..

Lihat Reply [1]

 Best |  3 Oct 2018

Bagaimana mengaplikasikan indicator kijun sen H1, H4 Dan kijun sen Daily dalam 1 layar..

Lihat Reply [1]

 Ardian W |  22 Feb 2022

selamat siang, jika menggunakan indikator darimana seorang trader tahu nilai parameter yang pas untuk digunakan? contohx nilai moving average yang terkenal seperti 20,50, dll. Terima kasih

Lihat Reply [1]

 Mr. Dudung |  8 Mar 2022

Untuk trader pemula yang bagus menggunakan indikator apa ya?

Lihat Reply [1]

 

Komentar @inbizia

Halo Agung. Entry Sell/Buy dapat dilakukan bila ada konfirmasi pada indikator Stochasitic. - Entry Buy, dapat dilakukan jika candle bergerak di atas garis EMA, dan terjadi oversold di indikator Stochastic. - Entry Sell, dapat dilakukan jika candle bergerak di bawah garis EMA, dan terjadi Overbought pada indikator Stochastic. Disarankan sebelum menggunakan strategi ini, pastikan trader sudah menguji di akun demo terlebih dahulu. Terima kasih.
 Damar Putra |  21 Mar 2022
Halaman: Cara Scalping Menit Dengan Ema Dan Stochastic
Kombinasikan indikator RSI dengan Bollinger Bands untuk memperoleh sinyal trading terkonfirmasi
indikator RSI menunjukkan impuls pergerakan harga
Bollinger Bands mengindikasikan arah pergerakan pasar
 Erik Ihza ... |  11 Apr 2022
Halaman: Cara Trading Candlestick Jitu Dengan Rsi
seperti yang sudah diinfokan dalam artikel, candlestick marubozu bisa di kombinasikan dengan indikator Fibonaci Retracement, Stochastic Oscillator, pola chart, dan lain sebagainya
 Michelle Fox |  13 Apr 2022
Halaman: Strategi Trading Kripto Dengan Marubozu Candlestick
@Indra: Seperti yang tertampil pada artikel di atas, pada pada dasarnya, indikator MACD kurang bagus apabila digunakan untuk melihat kondisi overbought dan oversold. Jenis indikator ini penggunaannya untuk trend (struktur market) dan momentum. Cara mengetahui overbought dan oversold dengan menggunakan indikator MACD adalah dengan melihat akselarasi naik/turun dari garis MACD. Jika garis MACD naik/turun secara cepat, hal ini menunjukkan (memberikan signal) harga sudah overbought/oversold dan akan kembali ke normal. Cara ini kurang akurat karena akan banyak false signal. Untuk lebih akurat, pasangkan dengan indikator oscillator seperti RSI.
 Kiki R |  21 Apr 2022
Halaman: Cara Menggunakan Indikator Macd Untuk Day Trading
Kalau berdasarkan artikel, indikator Ichimoku sudah bagus tanpa perlu ada tambahan indi lainnya, pak. Karena selain sudah cukup lengkap, tampilan Ichimoku sendiri sudah cukup memenuhi layar Anda, sehingga kalau ada tambahan indikator, bisa-bisa Anda jadi susah dan pusing sendiri.
 Sandy Pratama |  26 Apr 2022
Halaman: Indikator Pilihan Untuk Analisa Cryptocurrency
Pada dasarnya, setiap pola candlestick memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sehingga tidak ada jaminan mana yang lebih akurat dibanding yang lainnya. Untuk mendapatkan sinyal yang lebih akurat, disarankan trader juga menggunakan indikator teknikal untuk mengkonfirmasi sinyal tersebut. Dan gunakan Money Managemet serta stop loss untuk meminimalisir kerugian.
 Damar Putra |  26 Apr 2022
Halaman: Pola Candlestick Shooting Star Cara Ampuh Penanda Reversal

Kamus Forex

Indikator Teknikal

Alat yang dibuat berdasarkan perhitungan matematis atas histori harga, volume, atau minat pasar terhadap sebuah instrumen investasi atau kontrak keuangan. Penggunaan indikator teknikal bertujuan untuk memprediksi pergerakan harga di masa depan.

Indikator Ekonomi

Data statistik yang digunakan oleh analis dan pelaku pasar untuk mengetahui kondisi ekonomi terkini maupun memproyeksikan peluang ekonomi di masa depan. Indikator ekonomi juga dapat digunakan untuk menentukan sehat-tidaknya perekonomian suatu negara.

Komentar[8]    
  Rory Apriliano   |   20 Apr 2014
Memang masih perlu OBV biar bisa entry posisi dari volume ini, soalnya dari indikator volume sendiri ndak biaa nunjukin arah tren. Lagipula karena dibilang OBV ini bisa lebih awal dari pergerakan harga jadi masih tergolong leading juga dan entry posisi di awal tren
  Erfandi   |   26 Apr 2014
@Rory, Tp karna obv peritunganx dari penutupan harga kemarin apa masih bs trmasuk sbg leading indikator? Dan apa harga juga nantix bisa merespon pergerakan dr obv ini?
  Rory Apriliano   |   1 May 2014
Kalau dilihat dari sistem perhitungannya, semua indikator teknikal pasti diperoleh dari perhitungan pada pegerakan harga sebelumnya, karena analisa teknikal memang berdasarkan pencapaian harga di periode sebelumnya.

Sepertinya pergerakan atau respon yang bisa mengimbangi pergerakan harga itu sudah cukup bisa diandalkan untuk menempatkan poisisi trading secara lebih awal
  Untung2_an   |   8 Jun 2014
emg indi vol biasa agak krg bs diandlkn bwt op alias msh prlu indi lain spy sinyalnya mkn jls
  Hafid.zzz   |   13 Jul 2014
OBV apa ada level2 khusus ya yang mensinyalkan break itu? Disini kita masih belum tahu level mana yang mesti ditembus untuk order buy atau order sell. Soalnya disini juga bilangnya sinyal trading dapetnya dari breakout ke atas atau bawah. Mestinya kan ada barrier di level2 khusus kayak di oscillator biar jelas kapan mesti buy dan kapan mesti sell
  M Singgih   |   2 Feb 2015
@ Erfandi: perhitungannya tetap mengacu pada volume sekarang, nilai OBV kemarin untuk ditambah atau dikurangkan dengan volume sekarang. OBV dihitung berdasarkan besarnya volume, dan dianggap leading indicator yang bergerak mendahului pergerakan harga, jadi OBV yang merespon pergerakan harga. Misal kalau pergerakan harga uptrend kemudian sideway tetapi OBV bergerak uptrend maka kemungkinan harga akan bergerak uptrend. Hal ini bisa terjadi karena OBV yang naik berarti volumenya juga naik.
  M Singgih   |   2 Feb 2015
@ untung2_an: indikator volume yg biasa itu setahu saya untuk tiap-tiap broker tampilannya beda-beda tergantung dari frekuensi tick yg dihasilkan pd tiap-tiap pasangan mata uang. Jadi makin banyak yg trading pada platform suatu broker maka semakin tinggi frekuensi tick dari pasangan mata uangnya...
  M Singgih   |   2 Feb 2015
@ Hafid.zZz: indikator OBV bukan oscillator jadi tidak ada batas2 khusus, dan juga tidak ada level tertentu sebagai patokan karena besarnya volume tidak bisa dibatasi. Untuk level2 break keatas atau kebawah dilihat dari level high atau low sebelumnya, jadi sama seperti kalau kita menentukan resistance dan support pada pergerakan harga..
Info Karir
Kontak Kami
Tentang Kami
Peraturan
Terms Of Use
Privacy Policy
Arsip