Indikator Volume Dalam Pasar Forex


SAM 23 Apr 2013 13941Dibaca Normal 6 Menit

Pernah menggunakan volume? Kebanyakan trader bahkan tidak tahu bagaimana cara menggunakan indikator volume. Simak panduan lengkapnya pada artikel berikut.



Indikator Volume dalam pasar forex menunjukkan minat para trader ataupun investor terhadap suatu pasangan mata uang tertentu. Volume dalam pasar forex tidak diukur dalam jumlah kontrak yang diperdagangkan atau ukuran besarnya kontrak, karena perdagangan forex tidak terpusat seperti halnya trading saham.

Karena itu, indikator Volume sebenarnya jarang digunakan di pasar forex. Kebanyakan trader menganggap keberadaannya asing, bahkan ada yang tidak tahu sama sekali cara menggunakan indikator Volume. Beberapa ahli menganggap hal ini terjadi karena indikator Volume di pasar forex tidak benar-benar menunjukkan Volume pada pasar. Lalu sebenarnya indikator Volume menunjukkan apa?

volume perdagangan

 

 

Apa Sih Indikator Volume Itu?

Sejatinya, indikator Volume adalah indikator yang menunjukkan jumlah transaksi yang terjadi dalam suatu aktivitas perdagangan pada suatu sesi. Dalam bahasa awamnya: total kontrak yang terjual maupun berpindah tangan dalam suatu sesi tertentu.

Volume dicatat dalam bentuk batangan-batangan yang dikenal dengan nama Volume Bar. Indikator ini biasanya terpasang pada bagian bawah chart. Volume Bar yang tinggi melambangkan jumlah perdagangan besar pada saat itu, atau bisa pula disebut menujukkan minat partisipasi yang besar. Sedangkan Bar yang pendek mencerminkan jumlah aktivitas yang minim atau kurangnya minat dari pelaku pasar.

volume chartt

 

Dalam pasar saham, indikator Volume bisa menunjukkan secara tegas, berapa jumlah saham yang berpindah tangan di satu periode waktu. Pengukuran jumlah transaksi ini dapat dilakukan karena sifat pasar saham yang terpusat, sehingga bisa diketahui berapa jumlah saham total suatu perusahaan, serta jumlah saham yang sedang ditransaksikan saat itu.



Pengertian tersebut tidak dapat diberlakukan dalam pasar forex. Indikator Volume dalam forex tidak betul-betul menujukkan hal tersebut karena perdagangannya bersifat terdesentralisasi. Tidak ada orang di dunia ini yang benar-benar tahu ada berapa banyak USD yang terjual saat ini.

 

beda broker beda volume

 

Indikator Volume yang selama ini ditampilkan pada platform trading semacam Metatrader hanyalah Volume yang dihitung dan didapat di broker Anda sendiri. Coba perhatikan gambar di atas. Gambar ini diambil dari dua buah broker yang berbeda, sehingga didapatkan pula hasil Volume yang berbeda. Pada chart sebelah kiri, di broker OANDA menunjukkan Volume sejumlah 6.858K, sedangkan pada broker FXCM sejumlah 53.73K.

 

Cara menggunakan Indikator Volume pada pasar Forex

Lalu sebenarnya untuk apa ada indikator Volume jika tingkat validasinya hanya pada satu broker? Bagaimana sebenarnya cara menggunakan indikator Volume? Mari simak penjelasan singkat berikut.

 

Deteksi Market Yang Telah Jenuh

Masih bingung mana puncak dan mana lembah pada forex? Bukan hanya Anda yang merasakannya. Memang tidak ada yang benar-benar bisa memprediksi kapan puncak maupun lembah terbentuk. Namun dengan menggunakan indikator Volume, dapat diketahui indikasi akan terbentuknya puncak maupun lembah tersebut.

Suatu pergerakan market tidak akan berjalan ke satu arah saja. Akan ada waktunya pergerakan tersebut melemah hingga menimbulkan reversal atau bahkan pembalikan tren. Hal ini dapat dideteksi lebih awal dengan cara menggunakan indikator Volume. Saat harga terus bergerak ke atas diiringi dengan Volume yang terus mengecil, maka kemungkinan besar market akan reversal. Hal ini juga sering dikenal dengan dengan market yang telah jenuh atau capek.

 

volume market kurang

 

 

Mengukur Kekuatan Tren Market

Kegunaan selanjutnya dari indikator Volume dalah untuk mengukur kekuatan tren market. Volume market yang meningkat menunjukkan tingginya minat dari pelaku pasar akan pergerakan harga saat ini. Jika tingginya minat ini searah dengan perjalanan tren, maka tren tersebut memiliki kekuatan yang besar di balik pergerakannya.

 

meningkatnya volume

Saat pergerakan market menguat ke satu arah, biasanya akan terlihat pula peningkatan nilai pada indikator Volume. Lalu ketika terjadi reversal ke arah yang berlawanan, maka Volume-nya juga akan berkurang. Searahnya market dan Volume ini bisa menjadi sinyal bahwa kemungkinan besar tren masih akan berlanjut.

 

Konfirmasi Trading Breakout

Breakout adalah salah satu sistem trading trend following yang banyak digunakan trader. Namun terdapat kelemahan besar pada sistem trading ini. Kelemahan tersebut adalah breakout palsu. Pasalnya, breakout palsu ini lebih sering terjadi dari breakout sesungguhnya.

Untuk mengurangi risiko, biasanya trader menunggu pullback dari harga ke daerah awal sebelum masuk ke market. Namun ada cara lain untuk mengetahui tingkat validitasnya. Dengan menggunakan indikator Volume, breakout palsu dapat diminimalkan sehingga kerugian pun bisa berkurang. Lalu bagaimana cara konfirmasinya? Perhatikan gambar berikut.

 

indikator volume

(Baca juga: Penjelasan Tentang Strategi Breakout)

 

Secara garis besar, urutan prosesnya sama dengan cara menggunakan indikator Volume dalam konfirmasi tren. Hanya saja, cara ini digunakan sesaat setelah harga melakukan break pada support dan resistance tertentu. Namun dalam kenyataannya, sangat sulit menganalisa kenaikan Volume ini karena sifatnya yang cenderung fluktuatif. Selain itu, harus ditunggu terlebih dahulu hingga candle benar-benar Close agar Volume-nya bisa diketahui dengan tepat.

 

Indikator Volume Lainnya

Selain indikator Volume, indikator yang dibuat berdasarkan perubahan Volume dan yang umum digunakan adalah On Balance Volume (OBV). Konsep dasar indikator OBV adalah besarnya Volume yang mengindikasikan perubahan harga.

Perhitungan OBV:

Jika penutupan harga hari ini lebih besar dari penutupan kemarin, maka:

OBV(i) = OBV(i-1) + Volume(i)

Jika penutupan harga hari ini lebih kecil dari penutupan kemarin, maka:

OBV(i) = OBV(i-1) – Volume (i)

Jika penutupan harga hari ini sama dengan penutupan kemarin, maka:

OBV(i) = OBV(i-1)

 

Dengan keterangan sebagai berikut: OBV(i) adalah nilai OBV saat ini, Volume(i) adalah Volume saat ini, dan OBV(i-1) adalah nilai OBV pada periode sebelumnya.

 

nilai-obv-dan-harga

 

Naik atau turunnya tren OBV sesuai dengan arah tren pergerakan harga. Karena OBV dianggap mendahului pergerakan harga, maka jika tren OBV break ke arah atas adalah sinyal untuk buy, sedangkan jika OBV break ke arah bawah adalah sinyal untuk sell.

 

 

Penutup: Belajar Lebih Lanjut Dari Ahlinya

Masih ingin belajar lebih lanjut perihal Volume dan pengaruhnya pada pergerakan market serta posisi trading? Anda bisa belajar langsung dari ahlinya. Pada artikel ini telah kami lampirkan buku karangan John J. Murphy dengan judul Technical Analysis Of The Financial Markets.

 

technical-analisys-for-financial-markets-ebook

Dalam buku ini telah dibahas lengkap berbagai macam pembahasan menarik tentang indikator Volume. Pembahasannya sangat dalam hingga kepada Open Interest maupun sentimen pada pasar. Selain itu, banyak juga pembahasan indikator-indikator lain yang dibahas lengkap pada buku ini.

Advertisement


Forum

Ilung (04 Dec 2020)

Min, kalo melihat atau menganalisa pola candlestick apakah harus sama persis banget biar sinyalnya valid? Soalnya saya beberapa kali praktik, pake candlestick  dan bentuknya ga 100% mirip sinyalnya jadi salah. 

Selengkapnya...

Advertisement

Untuk pemula disarankan lebih baik trading saham dahulu, kalau sudah profit konsisten baru mencoba forex, emas, atau lainnya. Kalau dari awal sudah nekat trading forex, emas, apalagi indeks tanpa bekal ilmu yang cukup, boleh jadi sebentar saja uangnya langsung amblas,

Desmond Wira

Saya selalu percaya bahwa passion yang diikuti kerja keras dan doa akan membuahkan hasil yang baik di segala bidang, termasuk forex.

Buge Satrio

Untuk menjadi sukses, trading-lah seperti Anda memulai usaha, jangan perlakukan trading sebagai hobi atau pekerjaan rutin. Kalau cuma hobi, tak ada komitmen belajar, dan akhirnya Anda cuma buang-buang uang. Sedangkan kalau diperlakukan sebagai pekerjaan, trading bisa membuat Anda frustasi karena di sini tidak ada gaji bulanan.

Jean Folger

Charting itu agak mirip dengan berselancar. Anda tak perlu banyak tahu tentang fisik gelombang untuk menangkap sebuah ombak yang bagus. Anda hanya perlu mampu merasakannya ketika (ombak) itu terjadi dan memiliki keberanian untuk beraksi di saat yang tepat.

Ed Seykota

Ketika mendapat profit, kita jadi lebih berhati-hati. Sedangkan ketika mengalami kerugian, kita justru mulai mengambil risiko lebih banyak dan rugi lebih banyak lagi.... Jadi, trader perlu memutuskan apakah mereka bisa menanggung risiko dan apakah mereka bisa mengambil keputusan dengan cepat sebelum trading.

Paul Rotter

Saya akan selalu mengurangi posisi ketika loss. Dengan begitu, saya hanya akan memiliki posisi kecil saat trading berakhir buruk.

Paul Tudor Jones

Trader yang benar-benar (ingin) sukses haruslah berkomitmen untuk mendalami dunia trading, dan menganggap uang sebagai bonus sampingan.

Bill Lipschutz

Memilih time frame rendah untuk kemudian mengolah cara trading jangka pendek bukanlah tindakan memalukan apalagi sebuah dosa.

Barbara Rockefeller

Trading bukanlah hanya soal melindungi modal dari kerugian, melainkan juga melindungi diri dari diri sendiri.

Kim Krompass

Kehancuran emosional hampir sama buruknya dengan kehancuran finansial.

Kim Krompass

Tekunilah proses dari setiap proses, kerjakan, rencanakan, investasikan waktu Anda dengan bijak, jadilah produktif, dan jangan buang-buang waktu.

Chris Lori

Saya tahu kemana saya akan keluar bahkan sebelum saya masuk (pasar).

Bruce Kovner

Cara membangun return jangka panjang adalah dengan melindungi modal dan memaksimalkan profit.

Stanley Druckenmiller

Dalam berinvestasi Anda harus tahu betul apa-apa yang tidak Anda ketahui, dan berpeganglah hanya pada apa yang Anda ketahui.

Warren Buffett

Anda bisa memperkirakan apa yang terjadi. Tapi bila Anda tidak punya parameter trading, maka sebaiknya jangan masuk hanya karena peluangnya terlihat oke, atau karena seseorang mengatakannya.

Carolyn Boroden

Ketika Anda benar-benar percaya bahwa trading hanyalah sebuah permainan probabilitas yang sederhana, konsep seperti benar dan salah atau menang dan kalah tidak lagi memiliki makna yang sama.

Michael Covel

Saya hanya kaya karena saya tahu kapan saya salah. Pada dasarnya saya bisa bertahan dengan mengakui kesalahan-kesalahan saya.

George Soros

Pada dasarnya, forex dan saham tidak jauh berbeda. Yang membedakan adalah risikonya.

Ellen May

Saat Anda mengalami kerugian beruntun, segala keraguan dan ketidakpastian akan menyeruak dan membuat Anda sangat ragu untuk menarik pelatuk (entry). Rasanya tak ada satupun yang berjalan dengan benar. Itu adalah sesuatu yang harus Anda kontrol.

Bill Lipschutz

Orang yang tradingnya maksa seringkali berujung pada kegagalan. Disyukuri saja profit yang sudah didapat hari itu. Jangan kemaruk.

Desmond Wira

Trader cerdas akan selalu paham dan mengikuti latar fundamental dari instrumen tradingnya, namun untuk mengenali level entry dan exit, ia akan menggunakan analisa teknikal

Kathy Lien

Saya tak banyak melihat korelasi antara trading yang bagus dan kecerdasan. Beberapa trader terkemuka cukup cerdas, tetapi beberapa diantaranya tidak.

William Eckhardt

Masuklah pasar hanya saat pasar trending; jika bullish Anda harus buy, jika bearish masuk posisi sell. Cuma cara itu yang bisa menghasilkan keuntungan sebenarnya.

Jesse Livermore

Tak ada satupun aturan trading yang bisa 100% profit sepanjang waktu.

Jesse Livermore

Yang penting bukan masalah benar atau salah, tapi seberapa besar profit Anda ketika benar, dan seberapa banyak loss Anda ketika salah.

George Soros
Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 8    

Rory Apriliano
20 APR 2014
Memang masih perlu OBV biar bisa entry posisi dari volume ini, soalnya dari indikator volume sendiri ndak biaa nunjukin arah tren. Lagipula karena dibilang OBV ini bisa lebih awal dari pergerakan harga jadi masih tergolong leading juga dan entry posisi di awal tren
Erfandi
26 APR 2014
@Rory, Tp karna obv peritunganx dari penutupan harga kemarin apa masih bs trmasuk sbg leading indikator? Dan apa harga juga nantix bisa merespon pergerakan dr obv ini?
Rory Apriliano
1 MAY 2014
Kalau dilihat dari sistem perhitungannya, semua indikator teknikal pasti diperoleh dari perhitungan pada pegerakan harga sebelumnya, karena analisa teknikal memang berdasarkan pencapaian harga di periode sebelumnya.

Sepertinya pergerakan atau respon yang bisa mengimbangi pergerakan harga itu sudah cukup bisa diandalkan untuk menempatkan poisisi trading secara lebih awal
Untung2_an
8 JUN 2014
emg indi vol biasa agak krg bs diandlkn bwt op alias msh prlu indi lain spy sinyalnya mkn jls
Hafid.zzz
13 JUL 2014
OBV apa ada level2 khusus ya yang mensinyalkan break itu? Disini kita masih belum tahu level mana yang mesti ditembus untuk order buy atau order sell. Soalnya disini juga bilangnya sinyal trading dapetnya dari breakout ke atas atau bawah. Mestinya kan ada barrier di level2 khusus kayak di oscillator biar jelas kapan mesti buy dan kapan mesti sell
M Singgih
2 FEB 2015
@ Erfandi: perhitungannya tetap mengacu pada volume sekarang, nilai OBV kemarin untuk ditambah atau dikurangkan dengan volume sekarang. OBV dihitung berdasarkan besarnya volume, dan dianggap leading indicator yang bergerak mendahului pergerakan harga, jadi OBV yang merespon pergerakan harga. Misal kalau pergerakan harga uptrend kemudian sideway tetapi OBV bergerak uptrend maka kemungkinan harga akan bergerak uptrend. Hal ini bisa terjadi karena OBV yang naik berarti volumenya juga naik.
M Singgih
2 FEB 2015
@ untung2_an: indikator volume yg biasa itu setahu saya untuk tiap-tiap broker tampilannya beda-beda tergantung dari frekuensi tick yg dihasilkan pd tiap-tiap pasangan mata uang. Jadi makin banyak yg trading pada platform suatu broker maka semakin tinggi frekuensi tick dari pasangan mata uangnya...
M Singgih
2 FEB 2015
@ Hafid.zZz: indikator OBV bukan oscillator jadi tidak ada batas2 khusus, dan juga tidak ada level tertentu sebagai patokan karena besarnya volume tidak bisa dibatasi. Untuk level2 break keatas atau kebawah dilihat dari level high atau low sebelumnya, jadi sama seperti kalau kita menentukan resistance dan support pada pergerakan harga..
Kirim Komentar/Reply Baru
3 Cara Trading Dengan CCI Yang Wajib Anda Tahu
3 Cara Trading Dengan CCI Yang Wajib Anda Tahu
Cahyaning   5 Aug 2021   169  
5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD
5 Cara Trading Bitcoin Dengan MACD
Cahyaning   30 Jul 2021   145  
Cara Melihat Peluang Pasar dengan MACD dan RSI
Cara Melihat Peluang Pasar dengan MACD dan RSI
Cahyaning   19 Jul 2021   209  
Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Tips Pintar Menggunakan Indikator Momentum
Nandini   30 Jun 2021   304  
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
3 Tips Trading Dengan Indikator RSI
SAM   3 Jun 2020   22479  
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
Indikator Yang Sering Digunakan Trader
SAM   3 Jun 2020   15503  
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
Cara Membaca Indikator Stochastic Menurut 3 Macam Fungsinya
Wiji Purnama   24 Aug 2017   66772