Ingin Beli Obligasi Tapi Belum Punya SID? Berikut Langkahnya

Febrian Surya 30 Dec 2019 317

Obligasi merupakan salah satu produk investasi di pasar modal yang bisa kamu beli melalui bank atau agen penjual obligasi. Obligasi juga bisa disebut sebagai sebuah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi yang bisa kamu beli dengan jangka waktu dengan imbalan bunga.

Jadi, skema pembelian obligasi sama halnya seperti teman kamu yang sedang membutuhkan dana pinjaman sebanyak Rp 50 juta. Kemudian ia menawarkan kepada kamu sebuah jaminan seperti surat-surat berharga (contohnya saja sertifikat rumah) bila kamu mau meminjamkan sejumlah dana. Ia menjanjikan dana itu akan dikembalikan jangka waktu tertentu beserta bunganya.

Jika kamu ingin memberikan pinjaman uang Rp 50 juta, kamu memegang sertifikat rumah tersebut sebagai jaminan dan juga persentase bunganya ketika ia melunasi utang-utangnya tersebut. Yang mana, dalam jangka waktu tertentu ia harus melunasi utang Rp 50 juta tersebut beserta bunganya. Namun, agar tak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kamu dan temanmu bisa membuat ikatan atau kontrak secara hukum dengan melibatkan pihak ketiga, yakni lembaga penjamin obligasi. Itulah contoh skema pembelian obligasi yang mudah untuk kamu mengerti dan pahami sebagai investor pemula.

kartu SID yang diterbitkan KSEI

Nah bagi kamu yang ingin membeli obligasi, kamu harus memiliki SID. Apa itu SID? SID yang merupakan singkatan dari Single Investor Identification adalah kode tunggal dan khusus yang diterbitkan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) selaku lembaga penyimpanan dan penyelesaian.

SID ini bisa kamu ibaratkan seperti kartu pengenal investor di pasar modal. Nomor unik SID akan terus melekat pada investor, meski investor membeli obligasi, reksadana, atau saham di beberapa perusahaan sekuritas atau agen penjual. Satu investor hanya memiliki satu SID, baik investor domestik maupun investor asing yang menanamkan uangnya di pasar modal Indonesia. Dengan memiliki SID berarti kamu sudah resmi menjadi salah satu investor di pasar modal tanpa takut dana investasimu disalahgunakan oleh manajer investasi yang mengelola produk obligasi.

Bukan hanya itu, memiliki SID juga bersifat wajib dan menjadi salah satu syarat utama dalam berinvestasi Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Surat Berharga Negara Lainnya. Berikut langkah-langkah mudah mendaftar SID:

Melakukan pendaftaran Single Investor Identification (SID) bisa melalui lembaga keuangan seperti bank dengan membawa dokumen persyaratan seperti e-KTP dan NPWP:

  1. Kamu bisa datang langsung ke bank terkait melalui Kantor Cabang Utama (KCU) atau Kantor Cabang Pembantu (KCP).
  2. Setelah itu, kamu bisa melakukan registrasi ke Customer Service (CS) di bank terkait.
  3. Buatlah Single Investor Identification (SID) atau rekening Sub Registry.

Ilustrasi obligasi

Biasanya pendaftaran SID memakan waktu hingga 2-3 hari. Calon investor perlu menunggu notifikasi email balasan dari pihak bank di mana kamu mendaftar, email balasan tersebut akan berisikan nama investor dan nomor unik SID. Dengan nomor tersebut kamu bisa membuka akses portofolio investasimu melalui aplikasi, layanan Internet Banking atau Mobile Banking. Selain SID, kamu juga perlu membuat rekening efek. Rekening efek berguna sebagai tempat menyimpan portofolio investasimu (reksadana, saham, dan obligasi).

 

SID Menjamin Dana Investor Tidak Disalahgunakan

Kepemilikan nomor SID atau kartu SID semata-mata memang difokuskan untuk melindungi dana investor di pasar modal. SID mencegah dana yang diinvestasikan melalui manajer investasi untuk obligasi tidak disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak seharusnya. Sebab dengan sistem investasi yang terintegrasi lewat SID, akan mempermudah proses identifikasi, pengawasan, dan akses data secara terkonsolidasi dan transparan oleh regulator

Bagi kamu yang berminat atau ingin membeli obligasi, pastikan terlebih dahulu bahwa kamu sudah memiliki nomor SID yang bisa didapatkan melalui bank ataupun Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai syarat melakukan transaksi di pasar modal.

Kirim Komentar/Reply Baru
Setting MACD Untuk Strategi Scalping

saya telah mnggunakan strategi scalping yg di dpt dari web SeputarForex ini. systemnya mnggunakan indikator EMA 8 & 21, RSI (9), dan PSAR. tapi sya prnah baca salah satu artikel dari website ini, ada yg menyarankan utk mnambah indikator MACD, kalo boleh tau setingan MACD-nya brpa yh? trus kalo boleh dsrtakan jg tips dan pengalaman master menggunakan strategi ini yh :D. terimakasih :)

Gio 24 Dec 2016

Reply:

M Singgih (28 Dec 2016 04:28)

@ Gio:
- Penambahan indikator MACD adalah untuk konfirmasi saat yang paling tepat untuk entry, yaitu ketika kurva MACD tepat berpotongan dengan kurva sinyal. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Scalping Dengan MA Dan MACD

- Setting MACD gunakan default, yaitu 12, 26, 9, atau ema 12, ema 26 dan sma 9. Parameter dalam MACD tidak seharusnya diubah-ubah karena akurasinya bisa berbeda, ini menurut penemunya (Gerald Appel). Selain itu MACD bisa digunakan dan valid pada semua time frame, hanya saja pada time frame yang rendah akan cenderung lagging (lebih lambat dalam merespon perubahan harga).

- Tips: kalau Anda trading di time frame 5 menit atau 1 menit tidak perlu dikonfirmasi dengan MACD, cukup ema 8 dan 21. Parabolic SAR dan RSI periode 9. Dengan ditambah MACD Anda akan terlambat entry karena respon MACD pada tf M5 dan M1 lambat, lebih cepat RSI. Tetapi jika trading di tf yang lebih tinggi (15 menit keatas) bisa dikonfirmasi dengan MACD.

Heri (13 Dec 2019 17:17)

cara menentukan untuk entry nya sperti apa ya.?

Kiki R (19 Dec 2019 18:43)

@Heri: Setelah mengetahui trend harga maka cara menentukan entry bisa menggunakan indikator MACD dan histogram OSMA. Entry tidak harus pada time frame 4-hour, tetapi bisa pada time frame yang lebih rendah sesuai dengan kebiasaan kita.

Setup Buy:

Buy jika kurva MACD telah memotong garis sinyal dari bawah ke atas dan pada saat yang bersamaan histogram OSMA bergerak di atas level 0.00. Dalam keadaan tersebut, momentum uptrend sedang kuat, dan semakin lebar jarak antara kurva MACD dan garis sinyal maka trend semakin kuat.

Scalping Dengan MA Dan

Exit ketika kurva MACD telah memotong garis sinyal dari atas ke bawah dan pada saat yang bersamaan histogram OSMA bergerak di bawah level 0.00. Pada kondisi tersebut, momentum uptrend sedang melemah dan kemungkinan harga akan berbalik arah.

Setup Sell:

Sell ketika MACD memotong garis sinyal dari atas ke bawah dan OSMA bergerak di bawah level 0.00. Kemudian, exit jika MACD memotong garis sinyal dari bawah ke atas dan OSMA di atas level 0.00.

Scalping Dengan MA Dan

Dengan metode ini level stop bisa ditentukan agak ketat, dan berapapun besarnya risk/reward ratio yang direncanakan, trader harus exit ketika momentum trend telah mulai melemah.

Terima Kasih

Jujun Kurniawan 49
Kredit  
Febrian Surya 246
Forex