Ingin Investasi Saham Syariah? Yuk Kenali ISSI Dan JII

Satrya Heli Oriza 14 Jun 2019 2216
Dibaca Normal 4 Menit

Salah satu kendala memulai investasi saham bagi sebagian besar orang adalah karena adanya faktor kepercayaan yang dianut. Saham-saham syariah dihadirkan sebagai salah satu solusi.



Halo rekan trader dan investor di seluruh Indonesia, apa kabar? Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kadang bergerak menurun, hal ini tak menyurutkan untuk semangat trading dan berinvestasi bukan? Justru ini kesempatan kita untuk mendapatkan harga saham yang lebih murah, terutama untuk sobat yang ingin investasi saham syariah. Sudahkah sobat tahu, bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) telah lama meluncurkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII)? Untuk lebih jelasnya yuk kita simak dulu artikel berikut ini.

indeks saham syariah indonesia

 

Apa Itu Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)?

ISSI merupakan gabungan saham-saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. ISSI diluncurkan tepat pada tanggal 12 Mei 2011 dan dijadikan indikator dari keseluruhan saham syariah. Ibaratnya, ISSI adalah Indeks Harga Saham Gabungannya saham syariah. Saham-saham yang termasuk dalam saham syariah tercatat dalam Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh OJK, jadi ISSI tidak diseleksi oleh BEI.

Saham-saham yang termasuk ke dalam ISSI direvisi setiap 2 tahun sekali, setiap bulan Mei dan November. Sama halnya dengan seleksi pada saham-saham LQ45, setiap periode seleksi tersebut ada saham yang masuk dan keluar dari daftar ISSI. BEI telah menyediakan daftar saham yang termasuk ke dalam ISSI. Perhatikan ilustrasi berikut ini:

indeks saham syariah indonesia
Ilustrasi 1: Daftar Indeks Saham

Jika mengakses link di atas, sobat dapat menemukan daftar saham yang termasuk ke dalam ISSI dengan cara mengganti kode indeks pada kolom yang disediakan menjadi "ISSI" setelah itu klik tombol "Cari". Website IDX akan menampilkan data-data yang bisa sobat unduh sesuai dengan keperluan.

 

Berkenalan Dengan Jakarta Islamic Index (JII)

Jika sobat sudah tahu apa itu ISSI, selanjutnya pahami juga soal JII. Di dalam daftar saham reguler, kita mengenal adanya istilah saham-saham LQ45, yaitu 45 saham yang paling likuid dan layak diinvestasikan untuk jangka panjang. Nah, di dalam daftar saham syariah, ada juga Jakarta Islamic Index (JII) yang merupakan LQ45 nya saham syariah. JII terdiri dari JII 30 dan JII 70. JII 30 diluncurkan pertama kali pada tanggal 3 Juli 2000 dan menampilkan 30 saham syariah pilihan yang paling likuid. Sementara itu, JII 70 diluncurkan pada 17 Mei 2018 dan berisikan 70 saham-saham syariah.



Sama dengan ISSI, JII di seleksi oleh OJK pada bulan Mei dan November setiap tahunnya. Kriteria pemilihan indeks JII 30 adalah sebagai berikut:

  1. Saham-saham tersebut masuk ke dalam kategori ISSI dan telah tercatat selama 6 bulan terakhir;
  2. Dipilih 60 saham yang memiliki kapitalisasi tertinggi dalam 1 tahun terakhir;
  3. Dari 60 saham tersebut, dipilih sebanyak 30 saham yang memiliki nilai transaksi harian tertinggi;
  4. Dari hasil seleksi tersebut tersisa sebanyak 30 saham yang terpilih.

Untuk memperoleh daftar saham yang termasuk ke dalam JII 30, sobat dapat melakukannya dengan cara yang dicontohkan pada ilustrasi 1 di atas, kemudian pada kolom indeks diganti dengan “JII” (bukan JII 70), setelah itu sobat tinggal klik tombol “Cari”.

 

Tips Memulai Investasi Saham Syariah

Sebagai tips dari penulis, jika sobat ingin berinvestasi pada saham-saham syariah, hendaknya sobat membuka akun syariah pada perusahaan sekuritas yang dipilih. Perbedaan akun syariah dengan akun reguler terletak pada penetapan bunga. Akun syariah tidak menetapkan bunga, sehingga ketika sobat mencoba membeli saham-saham yang tidak termasuk ke dalam kategori saham syariah, order sobat akan otomatis ditolak oleh sistem.

 

saham syariah atau tidak

Ilustrasi 2: Order Ditolak Oleh Sistem

 

Ilustrasi di atas menunjukkan order yang ditolak oleh sistem, saat penulis mencoba untuk membeli saham non-syariah dengan menggunakan akun syariah. Jadi, sobat tidak perlu khawatir apakah saham yang akan dibeli syariah atau tidak.



Tips berikutnya, jika sobat memilih untuk berinvestasi, pilihlah saham yang termasuk di dalam daftar JII 30 yang memiliki market capitalization di atas Rp. 10 triliun. Karena saham-saham yang berada pada daftar JII 30 merupakan 30 saham syariah yang paling likuid.

Nah itu dia sobat, saran-saran yang bisa penulis berikan. Jangan lupa untuk tetap terus belajar dan menambah wawasan khususnya tentang analisa teknikal dan fundamental. Jangan sampai salah jalur ya. Salam profit!

Forum

Bambang Priyono (02 Sep 2014)

Mau tanya pak, perhitungan stop loss & take profit yg benar itu bgmn? Untuk setiap order sell/buy itu saya masih bingung apakah sl atau tp yg lebih tinggi. Dan kira-kira berapa nilai yg sesuai yg bisa diajukan dr selisih harga order kalau ttp ingin mendapat profit yg diinginkan meskipun pake...

Selengkapnya...

BANK1 Bulan
BANK DBS INDONESIA4.25
BANK MAYBANK INDONESIA4.25
BANK MEGA2.50
BANK CENTRAL ASIA 2.85
BANK TABUNGAN NEGARA3.25
BANK MANDIRI2.00
BANK PERMATA 4.00
BANK RAKYAT INDONESIA2.85
STANDARD CHARTERED BANK4.00
BANK ANZ INDONESIA2.75

Kirim Komentar/Reply Baru


Tips Investasi Untuk Siapkan Dana Pernikahan
Tips Investasi Untuk Siapkan Dana Pernikahan
Nandini   11 May 2021   75  
bagaimana breakout yang valid?
malam coach SF.....
bagaimana breakout yang dikatakan valid, misalnya dg menggunakan pivot point dan candle sdh closed diatas R/dibwh S, apakah harus menunggu candle berikutnya yg closing diatas R/dbwh S lagi? terkadang sdh closed diatas R /bwh S tapi candle berikutnya closing dibwh R/diatas S lagi.mohon penjelasannya coach.mks

Ahmad 12 Dec 2017

Reply:

M Singgih (15 Dec 2017 01:52)

@ Ahmad:

Ya, harus menunggu candle berikutnya. Dalam trading, istilah valid bukan berarti benar 100% atau pasti, tetapi yang kemungkinan benarnya paling besar. Untuk memastikan validitasnya Anda harus mengkonfirmasikan dengan price action yang terbentuk pada bar berikutnya, dan juga dikonfirmasi oleh minimal 2 indikator teknikal.

Berikut contohnya pada USD/JPY daily:



Pada A:
Candle sebelumnya telah break resistance kuat 110.66. Candle di A sempat menembus 110.66 dan bergerak diatas kurva middle band indikator Bollinger Bands, tetapi tidak didukung oleh indikator MACD dan ADX, dan akhirnya ditutup dibawah middle band dan juga dibawah resistance 110.66, berupa bearish bar. Candle tsb adalah fakey bar (sinyal break yang palsu).

Pada B:
Candle sebelumnya telah break resistance kuat 110.66. Candle di B menembus 110.66 dan bergerak pada kurva upper band indikator Bollinger Bands, dan juga didukung oleh indikator MACD dan ADX, dan akhirnya ditutup diatas resistance 110.66, dan membentuk bullish engulfing bar. Candle di B tsb adalah sinyal breakout yang valid.

Jadi konfirmasi price action dan indikator teknikal dalam hal ini sangat penting.

- … terkadang sdh closed diatas R /bwh S tapi candle berikutnya closing dibwh R/diatas S lagi…

Komentar:

Candle yang berikutnya itu disebut dengan fakey bar atau sinyal palsu yang menyebabkan false break.

Untuk lebih jelasnya silakan baca:
Strategi Trading Ketika Terjadi False Break
Trading Dengan False Breakout

M Zainul (26 Jun 2018 08:19)

bounce dan breakout itu kadang terjadi secara bergantian dalam satu waktu. mana yang lebih baik ditunggu pak?

M Singgih (27 Jun 2018 08:21)

@m zainul:

Mungkin maksudnya sebuah candle bergantian break dan bounce level tertentu. Kalau memang demikian Anda harus menunggu sampai candle tersebut selesai dibentuk, dan lihat harga penutupan (closing price)-nya.

Untuk kondisi uptrend: kalau harga penutupannya (closing price) di atas level yang dimaksud berarti terjadi breakout, dan kalau closing price di bawah level yang dimaksud berarti terjadi rejection (yang berarti bouncing).
Sebaliknya untuk kondisi downtrend.

Edi Ismanto (03 Aug 2018 08:15)

kalau Time Frame dgn hasil yang terbaik untuk memprediksi terjadinya BreakOut dengan mencari Convergen dan ievergen pada chart candle dan RSI gimana pak?

Jenal (03 Aug 2018 13:20)

Bagaimana mengetahui kalau suatu harga akan breakout ke atas atau ke bawah?

M Singgih (06 Aug 2018 01:16)

@ Jenal:

Kalau pergerakan harga sedang uptrend tentunya akan break keatas (menembus resistance), dan kalau sedang downtrend akan break ke bawah (menembus support). Untuk mengetahui sedang uptrend atau downtrend bisa dengan indikator moving average, MACD, ADX dan atau parabolic SAR.

Tetapi untuk entry sebaiknya dikonfirmasi juga dengan price action dan indikator teknikal untuk menghindari terjadinya false break (gagal break ke atas / ke bawah), seperti pada contoh di atas.

M Singgih (06 Aug 2018 08:18)

@ edi ismanto:

Sebelumnya perlu diketahui bahwa istilah konvergensi pada indikator RSI sebenarnya sama dengan divergensi bullish indikator RSI, sedangkan divergensi pada indikator RSI sama dengan divergensi bearish indikator RSI.
Untuk keterangan bisa baca: Trading Dengan Divergensi Dan Konvergensi Indikator RSI
Istilah konvergensi dan divergensi mengacu pada arah trend pergerakan harga dan kurva RSI.

Divergensi sebenarnya valid pada semua time frame, artinya pada time frame berapapun kemungkinan keberhasilannya besar. Tetapi semakin tinggi time frame akan semakin tinggi juga validitasnya, karena pada time frame yang rendah (terutama di bawah H1) akan ada noise. Semakin rendah time frame akan semakin banyak noise yang menyebabkan kesalahan sinyal

Nikma (18 Sep 2020 11:18)

berapa candle sebuah saham baru dinyatakan Breakout Impulsif di atas level resistance?

Cara Aman Trading Bitcoin Untuk Pemula
Cara Aman Trading Bitcoin Untuk Pemula
Linlindua   5 May 2021   166  
Live Trading NFP Bareng Finex
Live Trading NFP Bareng Finex
Melati   4 May 2021   234  
Untung Rugi Bisnis Peer to Peer (P2P) Lending
Untung Rugi Bisnis Peer to Peer (P2P) Lending
Wahyudi   30 Apr 2021   147  
Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?
Bitcoin Vs Ethereum, Mana Yang Lebih Menguntungkan?
Wahyudi   30 Apr 2021   182  
7 P2P Lending Syariah Terbaik di Indonesia
7 P2P Lending Syariah Terbaik di Indonesia
Linlindua   29 Apr 2021   138  
3 Cara Trading Bitcoin Untuk Meraup Profit
3 Cara Trading Bitcoin Untuk Meraup Profit
Linlindua   29 Apr 2021   158  
10 Ide Bisnis Online Terbaik Dengan Modal 1 Juta
10 Ide Bisnis Online Terbaik Dengan Modal 1 Juta
Linlindua   28 Apr 2021   132