Ingin Membangun Bisnis Startup? Simak Cara dan Tipsnya Berikut

Nandini 19 Oct 2020 844
Dibaca Normal 15 Menit

Di zaman sekarang, bisnis startup sedang popular dan berkembang pesat di kalangan entrepreneur. Bagaimana cara membangun bisnis startup? Simak penjelasannya pada artikel berikut.



Dewasa ini, muncul berbagai istilah yang asing di telinga kita, contohnya dalam bisnis ada istilah bisnis startup. Apa itu bisnis startup? Apakah istilah ini asing di telinga Anda? Apabila Anda merasa asing dengan istilah ini, simak penjelasan berikut.

startup

Kata startup berasa dari Bahasa Inggris yang artinya rintisan atau baru beroperasi. Jadi, ini dapat didefinisikan bahwa bisnis startup adalah bisnis yang baru dirintis atau belum lama beroperasi.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, para entrepreneur, khususnya entrepreneur muda, berlomba-lomba membuat bisnis mereka.

 

 

Perlu diingat bahwa tidak semua bisnis yang baru dirintis bisa disebut dengan bisnis startup, istilah ini sendiri biasanya merujuk pada bisnis yang memanfaat perkembangan teknologi. Kesimpulannya, bisnis startup adalah bisnis yang baru dirintis oleh individu atau perusahaan yang berbau memanfaatkan perkembangan teknologi dan informasi.

Bagaimanakah bisnis startup di Indonesia? Di Indonesia sendiri, perkembangan bisnis startup berkembang dengan pesat di mana sekarang ini, banyak perusahaan-perusahaan baru yang muncul.

Menurut CEO DailySocial, terdapat tiga kelompok startup Indonesia, yaitu: startup pencipta game, aplikasi pendidikan, dan ecommerce. Di antara tiga kelompok tersebut, hanya startup aplikasi edukasi dan ecommerce yang memiliki jumlah pasar terbanyak di Indonesia.



Ada dua kendala yang masih harus dihadapi para founder startup di Indonesia, yaitu:

  • masalah sumber daya manusia (SDM). Seperti yang kita ketahui, Indonesia belum memiliki banyak ahli IT untuk mengembangkan teknologi.
  • Infrastruktur juga menjadi kendala karena belum semua wilayah terjangkau jaringan internet.

Namun, pemerintah sekarang ini sedang mengupayakan pemerataan pembangunan, sehingga diharapkan pembangunannya akan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang bisnis startup.

 

Ciri Bisnis Startup

Apakah Anda masih kesulitan untuk memahami bisnis startup? Jika iya, Anda perlu mengetahui beberapa ciri-cirinya, di antaranya sebagai berikut:

  1. Baru berdiri kurang dari 3 tahun;
  2. Penghasilan kurang dari $100.000/tahun;
  3. Masih dalam fase berkembang;
  4. Beroperasi di bidang teknologi;
  5. Jumlah pegawai kurang dari 20 orang;
  6. Produknya berupa aplikasi digital;
  7. Pemasaran melalui website.

 

Contoh Bisnis Startup

Di era generasi milenial ini, banyak orang yang berpikir bahwa generasi di masa ini cenderung bergaya hidup konsumtif. Mereka lebih suka menghambur-hamburkan uang dan tidak begitu mempedulikan hari esok.

Namun, faktanya tidak semuanya begitu. Banyak juga dari mereka yang masih memikirkan masa depan agar bisa hidup sukses. Oleh karenanya, mereka memiliki ide untuk membangun sebuah bisnis startup.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak bisnis startup yang muncul. Berawal dari sebuah bisnis rintisan, sekarang ini, mereka sudah menjadi bisnis yang sukses dan mapan. Beberapa bisnis yang sebelumnya dianggap sebagai bisnis startup terbaik di Indonesia, antara lain:



 

Go-Jek

Awalnya, ini merupakan bisnis rintisan yang didirikan oleh Nadiem Makarim (sekarang Menteri Kemendikbud Indonesia) tahun 2010 yang melayani jasa transportasi. Awalnya, ini termasuk bisnis rintisan yang hanya berkembang di dalam negeri, tetapi sekarang, sudah menyebar dan berkembang ke luar negeri, seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam. 

 

Tokopedia

Startup Tokopedia didirikan tahun 2009 oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison di mana bisnis ini melayani jasa jual-beli online. Sama seperti halnya dengan Go-Jek, Tokopedia menjadi marketplace yang bukan hanya berkembang di Indonesia saja, tetapi juga sudah menyebar di Asia Tenggara.

Marketplace ini mengelola bisnis individu, toko kecil sampai brand ternama dan membantu penggunanya berbelanja online dengan mudah.

tips belanja online di startup

(Baca Juga: Tips Aman Belanja Online Dengan Kartu Kredit)

Bukalapak

Seperti Tokopedia, Bukalapak juga merupakan startup ecommerce terbaik di Indonesia. Marketplace ini didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono dan Fajrin Rasyid tahun 2010.



Bukalapak ini ditujukan untuk membantu para pengusaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengembangkan bisnis mereka agar lebih maju lewat dunia maya. Dengan adanya Bukalapak, UKM Indonesia bisa tersambung sampai ke negara tetangga seperti Malaysia.

 

Traveloka

Selain melayani jasa transportasi dan jual-beli, ada juga startup Indonesia yang melayani jasa biro perjalanan wisata (tour and travel) online, salah satunya adalah Traveloka. Perusahaan ini berdiri sejak tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang.

Awalnya, Traveloka melayani jasa perjalanan domestik saja, tetapi sekarang mereka mengekspansi diri sampai ke luar negeri, bukan hanya di wilayah Asia Tenggara saja, namun ke seluruh dunia. Layanan yang diberikan pun beragam, Anda bisa membeli tiket pesawat atau kereta api, reservasi hotel, rental mobil dan lain sebagainya.

 

Kitabisa

Bisnis startup bukan hanya untuk menawarkan jasa saja, kita pun bisa memanfaatkannya untuk penggalangan dana (fundraising), salah satunya melalui kitabisa.com. Perusahaan ini didirikan oleh Muhammad Alfatih Timur sejak tahun 2013.

Platform ini sudah terbukti banyak membantu masyarakat lewat penggalangan dananya, seperti bantuan biaya medis, korban bencana alam, membangun jembatan atau tempat ibadah, dan masih banyak lagi.

bisnis startup untuk milenial

(Baca Juga: Bisnis Peer To Peer VS Crowdfunding, Mana Yang Lebih Menguntungkan)



Itulah beberapa perusahaan bisnis online Indonesia yang saat ini sudah menjadi perusahaan besar dan sukses. Tanpa bisa dipungkiri, mereka memang awalnya merupakan perusahaan startup. Namun, selain lima yang di atas, masih banyak perusahaan startup Indonesia yang berkembang dengan pesat dan sukses, di antaranya Ruangguru dan Zenius untuk bidang pendidikan, Halodoc dan Alodokter dalam bidang kesehatan, Modalku untuk bidang keuangan, dan lain sebagainya.

 

Cara Membangun Startup Digital

Banyak orang ingin memiliki bisnis sendiri, tetapi mereka bingung untuk memulainya. Sebenarnya, membangun bisnis startup itu mudah apabila kita menerapkan dapat menerapkan langkah-langkahnya. Apakah Anda tertarik untuk membangun bisnis startup? Kalau iya, simak langkah-langkahnya berikut ini.

 

Mulailah dengan mencari ide sederhana

Langkah pertama membangun startup digital adalah menentukan ide sederhana mengenai apa yang akan Anda berikan sebagai layanan bisnis Anda. Pastikan ide yang akan Anda kembangkan ini memiliki nilai positif atau bermanfaat bagi masyarakat.

Ide ini dapat muncul dari pengamatan masalah di sekitar lingkungan yang sekiranya akan membantu menyelesaikannya. Pastikan pula startup Anda ini memberikan inovasi dan keunikan di masyarakat. Misalnya saja, dahulu sebelum ada aplikasi Go-Jek, orang-orang yang ingin bepergian sangat kesulitan mencari kendaraan atau transportasi umum.

Mereka biasanya akan naik angkot atau ojek di mana mereka harus datang ke pangkalannya. Melihat hal ini, founder Go-Jek membuat aplikasi Go-Jek yang akan memudahkan masyarakat untuk memesan kendaraan dengan sekali klik saja di mana pun mereka berada. Apalagi, ada fitur Paylater yang membuat pembayaran semakin fleksibel. 

belanja di startup dengan paylater

(Baca Juga: Tips Bijak Gunakan Paylater Pada Dompet Digital)

Buat rencana bisnis

Langkah yang selanjutnya yaitu membuat rencana bisnis, jangan menyepelekan pembuatan rencana bisnis ini. Dengan Anda membuat rencana atau business plan, Anda bisa tahu apa saja langkah-langkah yang akan Anda lakukan secara bertahap guna mencapai kesuksesan berbisnis.

Business plan biasanya berisi hal-hal yang menyangkut model bisnis seperti apa yang Anda kembangkan, siapa targetnya, kualitas produknya harus bagaimana, rencana beberapa tahun ke depan harus bagaimana, dan lainnya. Untuk itu, membuat rencana bisnis ini dinilai sangat penting dan dianggap menjadi pedoman untuk startup Anda.

gagal bisnis startup

(Baca Juga: Penyebab Kegagalan Dalam Bisnis Online)

Cari sumber dana

Hal utama yang paling penting untuk membangun bisnis adalah uang. Anda membutuhkan uang untuk membangun, mengembangkan, menginovasi, dan maintenance bisnis, membayar pegawai apabila Anda memiliki pegawai, memenuhi kebutuhan bisnis, dan sebagainya.

Lalu, dari mana Anda mendapatkan sumber dana? Mencari sumber dana menjadi hal yang susah-susah gampang. Untuk memulai startup, Anda bisa menggunakan dana pribadi.

Tidak harus semuanya menggunakan dana pribadi, Anda bisa mendapatkan sumber dana lainnya dari dana keluarga atau teman, kredit, bantuan program pembiayaan, investasi, penggalangan dana atau crowdfunding, dan lain-lain.

 

Merekrut orang yang 'sepemikiran'

Dalam membangun usaha, tentu Anda membutuhkan bantuan dari orang lain, bukan? Untuk itu, temukan orang yang tepat untuk membantu Anda mengembangkan ide bisnis Anda. Orang yang tepat di sini bukan berarti mereka yang pintar dan selalu setuju dengan apa yang Anda kemukakan, melainkan mereka yang memiliki visi dan misi yang sepemikiran dengan Anda.

Berdiskusi dengan orang yang sepemikiran, akan memudahkan Anda membangun tim kerja yang solid dan positif. Memiliki partner bisnis yang baik dan solid, akan membuat Anda bisa mengembangkan ide-ide bisnis dan melakukan berbagai inovasi demi tercapainya tujuan bisnis.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan pengacara, akuntan, dan penasehat keuangan agar pondasi bisnis digital yang Anda bangun kuat.

 

Bangun keberadaan online dan offline

Setelah rencana Anda matang, tentunya Anda butuh pengakuan bukan? Untuk itu, Anda perlu kantor sebagai tempat untuk mengembangkan bisnis dan agar keberadaan bisnis Anda diakui dan diketahui masyarakat. Bangunlah kantor dengan nyaman dan memiliki fasilitas yang memadai agar para pekerja dapat bekerja dengan optimal.

Pastikan juga lokasi Anda strategis, Anda bisa menyewa atau pun membeli tempat tersebut. Untuk menyewa, sebaiknya perhatikan juga budget perusahaan yang Anda miliki karena menyewa biasanya memakan biaya yang tidak sedikit.

Untuk keberadaan online, tentunya Anda membutuhkan lokasi di dunia maya dengan membuat sebuah situs web. Dengan memiliki situs yang bagus, Anda bisa dengan mudah menawarkan dan memasarkan produk atau jasa, menambah penghasilan, dan memudahkan komunikasi dengan konsumen. Selain itu, manfaatkan juga media sosial seperti Facebook dan Instagram.

instagram bisnis

(Baca Juga: Panduan Membuat Instagram Bisnis)

Jaga hubungan dengan konsumen

Untuk membangun bisnis yang besar, tentunya Anda sudah memiliki target konsumennya. Langkah pertamanya, Anda pasti akan menghabiskan waktu dan biaya untuk mengiklankan produk Anda untuk menarik konsumen-konsumen baru.

Ya, mendapatkan banyak konsumen baru memang menggiurkan bagi startup Anda, tetapi jangan lupakan konsumen yang sudah lama menggunakan jasa atau membeli produk Anda.

Selalu ingatlah bahwa target penjualan tidak lebih penting dari menjalin hubungan baik dengan konsumen. Jagalah hubungan baik dengan mereka, para konsumen lama, agar mereka senantiasa menggunakan jasa bisnis Anda. Jangan lupa, layani mereka dengan baik.

Dengan pelayanan dan hubungan yang baik yang Anda berikan, ini memberikan banyak dampak positif bagi startup Anda, misalnya, jaringan relasi bisnis Anda akan semakin meluas karena konsumen bisa saja menawarkan jasa Anda ke orang lain, tidak perlu khawatir mereka akan mencari jasa yang lain, dan yang paling penting, profit bisnis Anda akan meningkat.

 

Jangan menyerah

Setiap bisnis pasti memiliki berbagai tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Untuk itu, sebagai seorang entrepreneur, Anda harus memiliki sikap yang pantang menyerah. Saat bisnis mulai sepi, stagnan, dan tidak ada kemajuan atau hampir bangkrut, jangan sekali-kali Anda menyerah.

Lalu, bagaimana cara memupuk sikap pantang menyerah ini? Caranya mudah sekali, yaitu dengan ingat kembali tujuan dan komitmen Anda membangun bisnis startup ini, bulatkan niat dan tekad lagi, dan jadikan kegagalan sebagai pelajaran di mana hal ini akan menuntut akan untuk membuat inovasi yang lebih.

Segera temukan ide-ide baru dan implementasikan di bisnis digital Anda, jangan lupa untuk selalu diskusikan dengan partner Anda.

 

Tips Mengembangkan Startup

Tujuan utama dalam berbisnis yaitu membuat startup yang dibangun bisa berkembang dan maju dengan baik dan pesat. Sebagai founder startup, Anda harus paham cara mengembangkan bisnis Anda. Berikut beberapa tips yang dapat kami berikan.

Jalin hubungan dengan pelanggan dan pasar potensial

Sama seperti halnya membangun bisnis startup, konsumen juga memegang peranan penting untuk membantu founder mengembangkan startup-nya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jalinlah hubungan yang baik dengan para pelanggan agar mereka terus memakai jasa startup kita.

Selain itu, konsumen juga memiliki peran sebagai brand advocates. Brand advocates adalah konsumen atau pihak lain yang membantu mengembangkan bisnis seseorang dengan cara merekomendasikan jasa atau produk yang ditawarkan kepada orang lain.

bisnis startup sukses

(Baca Juga: Ketahui Faktor Yang Membuat Bisnis Anda Laris)

Apakah brand advocates itu penting bagi perusahaan startup? Jawabannya tentu penting. Peran brand advocates ini memberikan keuntungan bagi founder di mana mereka tidak perlu menghabiskan biaya banyak untuk membayar seseorang guna mengiklankan produk startup.

Berbeda dengan jasa influencer atau orang-orang yang melakukan endorse di mana mereka harus dibayar agar bersedia mengiklankan produk kita. Brand advocates sendiri merupakan kumpulan dari orang-orang yang puas menggunakan jasa atau produk yang kita tawarkan.

Apabila mereka merekomendasikan produk kita ke orang lagi, kita tak perlu membayar mereka. Untuk mendapatkan banyak brand advocates, Anda perlu mengimplemetasikan strategi marketing yang baik.

 

Tingkatkan produk dan layanan Anda

Agar bisnis bisa terus-menerus eksis, Anda perlu memperhatikan produk atau layanan yang ditawarkan. Usahakan produk atau jasa Anda memiliki kualitas yang bagus. Kualitas menjadi nomor satu bagi startup karena ini akan meningkatkan reputasi, menarik konsumen dan pasar, dan mendapatkan loyalitas pelanggan.

Apabila Anda sudah mendapatkan konsumen yang banyak, pastikan Anda meningkatkan kualitasnya lagi agar bisnis Anda tidak stagnan. Hal ini dikarenakan persaingan bisnis di era digital ini semakin banyak. Nah, itulah pentingnya Anda meningkatkan kualitas produk dan layanan Anda agar tidak tersaingi oleh kompetitor.

Lalu, bagaimanakah cara meningkatkan kualitas produk dan pelayanan? Yang bisa Anda lakukan adalah perkuat layanan customer service startup Anda, perbaiki kekurangan startup Anda, mintalah feedback dan masukan dari konsumen, dengarkan keluh kesah mereka, berikan tanggapan yang cepat dan tepat apabila ada komplain, dan berikan program dan bonus cashback kepada konsumen yang loyal.

cashback dompet digital bisnis startup

(Baca Juga: Gelimang Cashback Dompet Digital, Begini Cara Agar Untung

Perlu diingat, untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan, Anda perlu melihat kompetitor Anda, jangan sampai Anda memberikan kualitas yang sama (usahakan untuk lebih baik dari mereka agar konsumen tetap percaya pada startup Anda). Jangan lupa untuk mendiskusikan dengan tim Anda.

 

Kembangkan jejaring atau networking bisnis Anda

Dalam berbisnis, ada satu hal yang perlu kita perhatikan yaitu jaringan atau network bisnis kita. Jejaring atau network ini nantinya akan membantu kita mengembangkan bisnis secara signifikan. Hal ini dikarenakan kita tidak akan bisa membangun bisnis hanya dengan mengandalkan kemampuan diri sendiri.

Mungkin di antara Anda akan ada yang menyangkal pernyataan ini, karena memiliki pedoman bahwa bisnis berkembang karena konsumen. Ya, pernyataan itu juga benar. Namun, bisnis bukan selalu mengenai konsumen. Bisnis juga disebut dengan investasi, jadi kita memerlukan jaringan atau network agar bisnis yang dibangun menjadi lebih besar.

Network di sini berupa pihak-pihak yang bisa menyokong bisnis kita, misalnya para investor, rekan bisnis, komunitas bisnis, supplier, dan competitor.

Dari mana Anda bisa mendapat networking?

Mudah sekali untuk menjawabnya, Anda bisa memiliki jejaring atau networking bisnis dengan ikut klub bisnis, komunitas hobi, arisan, acara seminar atau pesta, organisasi kemasyarakatan, dan yang pasti media social seperti Facebook, twitter, Instagram, dan lain-lain.

Lalu, manfaat apa saja yang didapat dari membangun jejaring bagi startup digital?

Yang pertama tentunya sebagai media mengiklankan produk dan layanan yang Anda bangun. Jadi, networking ini akan menjadi platform atau wadah pertama untuk mengenalkan dan mengembangkan usaha startup Anda agar mulai dikenal keberadaannya.

Selanjutnya, ini akan membukakan peluang kerjasama atau kolaborasi yang mudah. Bukankah itu sangat menguntungkan?

Berkolaborasi dengan pemilik bisnis lainnya akan membuat startup yang Anda bangun menjadi lebih kuat dan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Setelah bisnis Anda dikenal luas, tentu dampak nyatanya adalah profit perusahaan Anda akan bertambah banyak. Tak heran, banyak Startup yang berani "bakar duit" saat awal merintis.

bakar uang startup

(Baca Juga: Memahami Fenomena Bakar Duit Ala Dompet Digital)

Keuntungan lainnya yaitu memudahkan inovasi produk, di mana para pelaku bisnis bisa saling tukar pikiran mengenai ide-ide yang berguna untuk mengembangkan produk atau jasa mereka. Sehingga, bisnis startup Anda akan memiliki terobosan-terobosan baru.

Jadi, bagaimana? Membangun banyak jaringan untuk bisnis startup sangatlah penting, bukan? Satu hal yang perlu diingat, yaitu: bangunlah koneksi atau networking yang baik dan berkualitas agar mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat.

Membangun jaringan itu seperti pedang bermata dua, apabila yang Anda bangun itu koneksi yang baik maka Anda mendapat profit, apabila bukan maka bersiaplah untuk segala risikonya.


Kesimpulan

Itulah informasi mengenai pengertian, ciri, cara membangun dan tips mengembangkan bisnis startup. Apakah masih tertarik untuk membangun usaha startup Anda? Jangan ragu, yang perlu Anda lakukan adalah percaya diri dan lakukan langkah-langkah di atas.

Setiap bisnis tentu memiliki plus dan minusnya, seperti halnya memulai bisnis startup ini. Kelebihannya, seperti yang sudah kita ketahui dari penjelasan di atas, tentu kita akan memiliki pasar yang luas karena kita memanfaatkan internet di mana semua orang bisa mengakses dengan mudah.

Selain itu, kita tidak perlu mengeluarkan modal yang banyak karena kita bisa menawarkan jasa dari rumah tanpa harus menyewa tempat, bagi usaha mikro, tidak perlu membayar SDM yang mahal, tidak perlu membeli perlengkapan yang banyak, dan yang pasti, kita lebih bisa memainkan kreativitas untuk menciptakan inovasi.

Namun, perlu diingat juga, bisnis startup juga memiliki kekurangan, antara lain adanya tantangan akan semakin berkembangnya teknologi, di mana para pemilik dituntut untuk bisa menguasai perkembangan tersebut, misalnya adanya sistem software yang baru.

musuh bisnis startup digital

(Baca Juga: 7 Tren Teknologi Musuh Perbankan Di 2020)

Kemudian, waktu kerja yang fleksibel di mana biasanya kita akan bekerja sesuai dengan kehendak diri, bahkan kinerjanya dipantau selama 24 jam.

Satu kata untuk Anda yang akan memulai bisnis startup, jangan pernah menyerah dan lakukan dengan professional dan sebaik mungkin. Pastikan bisnis akan memberikan dampak positif untuk masyarakat.

Forum

Muhammad Yusuf (05 Dec 2017)

coach, boleh minta tolong berikan gambaran untuk suport resistance kunci maupun jangka pendek untuk EURUSD dan GBPUSD daily saat ini? lalu jika setup pin bar, inside, fakey terbentuk diarea antara EMA 8&21 ditambah adanya suport resistance kunci di area tersebut itu saat yang tepat untuk entry yh?

Selengkapnya...

BANKKPRRitel
Bank Amar Indonesia 13.00% 11.00%
Bank Artha Graha Internasional 10.90% 10.40%
Bank Artos Indonesia 30.23% 30.23%
Bank Bisnis Internasional 8.78% 12.35%
Bank Bukopin 9.31% 9.20%
Bank Bumi Arta 9.98% 10.55%
Bank Capital Indonesia 13.30% 13.30%
Bank China Construction Bank Indonesia 9.89% 9.89%
Bank Cimb Niaga 9.55% 10.10%
Bank Commonwealth 10.75% 10.75%

Kirim Komentar/Reply Baru


berapa 2,5 juta dolar amerika jika dirupiahkan?
berapakah 2,5 juta dolar amerika di indonesia?

Michael Owen 21 May 2018

Reply:

Basir (23 May 2018 08:35)

Untuk Michael Owen,

Saat ini, bisa dicek di sini.

7 P2P Lending Syariah Terbaik di Indonesia
7 P2P Lending Syariah Terbaik di Indonesia
Linlindua   29 Apr 2021   141  
Kalkulator P2P Lending
Kalkulator P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   171  
Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   293  
Tips Mengelola Dompet Digital Anti Boros
Tips Mengelola Dompet Digital Anti Boros
Wahyudi   30 Jan 2021   229  
Cara Memanfaatkan Tiktok Untuk Bisnis
Cara Memanfaatkan Tiktok Untuk Bisnis
Febrian Surya   31 Oct 2020   516  
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Kiat Bisnis Online Saat New Normal
Wahyudi   22 Oct 2020   425  
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Ingin Dapat Pinjaman Tanpa Takut Riba? Ini Caranya
Jujun Kurniawan   15 Sep 2020   686  
Aplikasi Transfer Uang Paling Mudah Digunakan
Aplikasi Transfer Uang Paling Mudah Digunakan
Jujun Kurniawan   21 Jul 2020   517