Investasi Reksa Dana Paling Menguntungkan dan Aman

Anna 19 Apr 2019 709
Dibaca Normal 4 Menit

Ada beberapa hal yang harus dipahami investor pemula agar dapat memilih reksa dana paling menguntungkan dan aman.



Banyak investor reksa dana pemula menyampaikan keluhan, kenapa keuntungan tetap minim, padahal sudah menanamkan dana secara rutin. Bahkan, ada investor yang bertanya mengapa grafik profit-nya langsung minus besar dalam sebulan setelah beli unit penyertaan. Berbagai keluhan dan pertanyaan semacam itu tak akan muncul jika Anda sudah memahami bagaimana cara memilih investasi reksa dana paling menguntungkan dan aman. Nah, untuk membantu Anda, kami mengompilasikan beberapa wawasan yang harus Anda ketahui terlebih dahulu.

Reksa dana paling menguntungkan

 

Ada 4 Jenis Reksa Dana dengan Prospek Keuntungan Berbeda-beda

Hal pertama yang harus diperhatikan oleh investor pemula: tak semua reksa dana diciptakan serupa. Secara umum, ada empat jenis reksa dana, yaitu reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Masing-masing memiliki tingkat keuntungan dan risiko berbeda-beda.

Diantara keempat jenis tersebut, investasi reksa dana paling menguntungkan adalah reksa dana saham. Namun, risikonya juga paling besar. Wajar saja bagi reksa dana saham untuk langsung naik sekian persen dalam seminggu, tetapi juga bisa terjadi minus sekian persen dalam seminggu. Sebelum membeli reksa dana saham, Anda harus memahami ini. Jangan keburu panik saat melihat nominal reksa dana susut.

Sebagai contoh, coba perhatikan grafik kinerja salah satu produk reksa dana saham ini. Sucorinvest Equity Fund mengalami -0.20% dalam 1 bulan. Namun, perolehan cuan sejak awal tahun mencapai 6.71%. Bahkan, jika Anda sudah menanamkan dana sejak awal peluncurannya (8 Mei 2012), berarti Anda sudah berhasil meraup keuntungan 115.19%!

Reksa dana paling menguntungkan

Sementara itu, investasi reksa dana paling aman (risiko terendah) adalah reksa dana pasar uang. Namun, potensi keuntungannya juga paling rendah. Apabila sudah lama berkecimpung, Anda tak akan asing menyaksikan profit investasi reksa dana pasar uang nol (0) selama seminggu beruntun, kemudian baru naik nol koma sekian persen pada minggu berikutnya. Anda takkan menyaksikan kenaikan drastis seperti pada reksa dana saham, karena cuan diperoleh secara amat perlahan.

Sebagai contoh, amati grafik kinerja Mandiri Investa Pasar Uang berikut. Hmm, grafiknya cantik sekali, bukan!? Kinerja 1 bulan hingga 1 tahun tak minus sama sekali. Namun, coba tengok kinerja sejak peluncuran (17 Maret 2005): cuma 41.76% saja. Memang lumayan gede jika dibandingkan dengan tabungan bank biasa. Namun, jelas kalah telak dibandingkan Sucorinvest Equity Fund di atas.

Reksa dana paling menguntungkan

 

Harus Menyesuaikan Jangka Waktu Investasi

Banyak investor pemula suka asal membeli reksa dana dengan hanya menilik grafik keuntungannya saja. Mereka tak mempedulikan data lain yang ditampilkan pada prospektus dan enggan menanyakan rincian jangka waktu optimal investasi kepada agen penjual. Padahal, setiap jenis reksa dana memiliki tenor ideal berbeda-beda.



Semakin besar prospek keuntungannya, maka makin tinggi risikonya, dan makin lama pula periode investasi yang disarankan. Sebaliknya, makin rendah risikonya, makin minim prospek keuntungannya, maka makin rendah pula periode investasi yang disarankan. Sebagai contoh, coba perhatikan kedua screenshot di bawah ini.

Reksa dana paling menguntungkan

Produk reksa dana paling menguntungkan diantara keduanya adalah Sucorinvest Equity Fund. Namun, Anda direkomendasikan untuk berinvestasi selama lebih dari 5 tahun. Di sisi lain, potensi keuntungan Mandiri Investa Pasar Uang lebih rendah, tetapi rekomendasi periode investasinya kurang dari 2 tahun.

Jika Anda dihadapkan pada pilihan semacam ini, maka Anda harus memilih produk reksa dana yang sesuai dengan lama rencana investasi Anda sendiri. Umpama Anda ingin menabung untuk kuliah anak yang sekarang baru masuk SMP, maka bisa memilih Sucorinvest Equity Fund. Sebaliknya, jika dana yang tersedia bakal ditarik dalam beberapa bulan untuk membeli motor baru, maka pilihlah Mandiri Investa Pasar Uang.

 

Diversifikasi: Kombinasi Beberapa Reksa Dana Paling Menguntungkan

Nah, sekarang pertanyaannya, bagaimana jika rencana investasi tak dikekang oleh batas waktu yang ketat? Misalnya ingin menabung agar bisa keliling dunia setelah pensiun. Atau tabungan untuk kuliah anak yang sekarang baru lahir. Apabila situasinya demikian, maka Anda bisa meragamkan jenis reksa dana yang dibeli.

Pilihlah beberapa produk reksa dana dari keempat jenis reksa dana, atau hanya dari tipe saham dan pasar uang saja. Lalu alokasikan dana investasi secara sama rata ke masing-masing produk. Dengan cara ini, maka sebagian akan mengejar keuntungan, sementara sebagian lainnya bisa memberikan jaminan bahwa dana tidak akan rugi hingga fatal. Saat butuh dana darurat, lepas secara bertahap.

Anda juga bisa merubah portofolio secara berkala (maksimal setahun sekali saja) untuk memastikan bahwa komposisi reksa dana paling menguntungkan dan aman. Jual dan ambil profit dari reksa dana yang kinerjanya melambat, kemudian cari produk baru yang kinerjanya moncer. Mudah sekali, bukan!? Apalagi reksa dana juga mengandung beragam keunggulan lain yang membuatnya cocok bagi berbagai kalangan.



Forum

Ginanjar (02 Dec 2020)

Oversold atau Overbought, seharusnya open posisi apa? Soalnya ketika oversold kan harga jenuh >> kemungkinan akan naik lagi>>Jadi saya buka BUY. Tapi kok harganya semakin jatuh ya pak, ga kunjung balik? Dan sebaliknya untuk overbought juga sama harga semakin naik. Apakah saya yang salah setting RSI nya?

Selengkapnya...

BANK 1 Bulan
BNI 46 2.85
BANK MAYORA 5.00
STANDARD CHARTERED BANK 4.25
BANK KB BUKOPIN 4.75
BANK CIMB NIAGA 3.25
BANK ICBC INDONESIA 4.00
BANK COMMONWEALTH 4.50
KESELURUHAN 8.75
BANK PERMATA 4.00
BANK OCBC NISP 3.50

Kirim Komentar/Reply Baru


Apakah Keuntungan Bitcoin Kena Pajak Di Indonesia?
Setting MACD Untuk Strategi Scalping

saya telah mnggunakan strategi scalping yg di dpt dari web SeputarForex ini. systemnya mnggunakan indikator EMA 8 & 21, RSI (9), dan PSAR. tapi sya prnah baca salah satu artikel dari website ini, ada yg menyarankan utk mnambah indikator MACD, kalo boleh tau setingan MACD-nya brpa yh? trus kalo boleh dsrtakan jg tips dan pengalaman master menggunakan strategi ini yh :D. terimakasih :)

Gio 24 Dec 2016

Reply:

M Singgih (28 Dec 2016 04:28)

@ Gio:
- Penambahan indikator MACD adalah untuk konfirmasi saat yang paling tepat untuk entry, yaitu ketika kurva MACD tepat berpotongan dengan kurva sinyal. Untuk keterangan lebih lanjut bisa baca: Scalping Dengan MA Dan MACD

- Setting MACD gunakan default, yaitu 12, 26, 9, atau ema 12, ema 26 dan sma 9. Parameter dalam MACD tidak seharusnya diubah-ubah karena akurasinya bisa berbeda, ini menurut penemunya (Gerald Appel). Selain itu MACD bisa digunakan dan valid pada semua time frame, hanya saja pada time frame yang rendah akan cenderung lagging (lebih lambat dalam merespon perubahan harga).

- Tips: kalau Anda trading di time frame 5 menit atau 1 menit tidak perlu dikonfirmasi dengan MACD, cukup ema 8 dan 21. Parabolic SAR dan RSI periode 9. Dengan ditambah MACD Anda akan terlambat entry karena respon MACD pada tf M5 dan M1 lambat, lebih cepat RSI. Tetapi jika trading di tf yang lebih tinggi (15 menit keatas) bisa dikonfirmasi dengan MACD.

Heri (13 Dec 2019 17:17)

cara menentukan untuk entry nya sperti apa ya.?

Kiki R (19 Dec 2019 18:43)

@Heri: Setelah mengetahui trend harga maka cara menentukan entry bisa menggunakan indikator MACD dan histogram OSMA. Entry tidak harus pada time frame 4-hour, tetapi bisa pada time frame yang lebih rendah sesuai dengan kebiasaan kita.

Setup Buy:

Buy jika kurva MACD telah memotong garis sinyal dari bawah ke atas dan pada saat yang bersamaan histogram OSMA bergerak di atas level 0.00. Dalam keadaan tersebut, momentum uptrend sedang kuat, dan semakin lebar jarak antara kurva MACD dan garis sinyal maka trend semakin kuat.

Scalping Dengan MA Dan

Exit ketika kurva MACD telah memotong garis sinyal dari atas ke bawah dan pada saat yang bersamaan histogram OSMA bergerak di bawah level 0.00. Pada kondisi tersebut, momentum uptrend sedang melemah dan kemungkinan harga akan berbalik arah.

Setup Sell:

Sell ketika MACD memotong garis sinyal dari atas ke bawah dan OSMA bergerak di bawah level 0.00. Kemudian, exit jika MACD memotong garis sinyal dari bawah ke atas dan OSMA di atas level 0.00.

Scalping Dengan MA Dan

Dengan metode ini level stop bisa ditentukan agak ketat, dan berapapun besarnya risk/reward ratio yang direncanakan, trader harus exit ketika momentum trend telah mulai melemah.

Terima Kasih

Ade Bf (28 Dec 2020 09:16)

Kok sama dgn saya? saya Psar, RSI (10) & EMA 50,100 & 150. trend jangka pendek = psar. jangka panjang EMA, & kekutaan momentum RSI. ada artikel kombinasi indikator, urutan terbaik ke terburuk : 1.EMA, MFI, dan RSI : 199 kejadian2.MA, MFI, dan RSI : 198 kejadian3.MA, MACD, dan MFI : 129 kejadian4.MA, MACD dan RSI : 95 kejadian5.EMA, MACD, dan MFI : 39 kejadian6.EMA, MACD, dan RSI: 30 kejadian. 

Utk MACD sudah ada artikelny kok, lupa settingannya.

Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   107  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   466  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   139  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   214  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   122