Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 9 jam lalu, #Forex Fundamental   |   GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 9 jam lalu, #Forex Teknikal   |   EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 12 jam lalu, #Forex Teknikal   |   Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 12 jam lalu, #Emas Fundamental   |   Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 15 jam lalu, #Saham Indonesia   |   IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Investasi Reksadana Terbuka Atau Tertutup, Pilih Mana?

Yuvita 30 Dec 2021
Dibaca Normal 8 Menit
bisnis > reksadana >   #investasi-reksadana
Investasi reksadana terbuka memang jauh lebih populer, namun apakah aset tersebut lebih menguntungkan? Berikut pertimbangan memilih reksadana terbuka atau tertutup yang bisa Anda gunakan.

DI

Bagi sebagian besar investor, reksadana masih menjadi salah satu dari sekian banyak instrumen investasi yang banyak digunakan. Alasannya, investasi dengan reksadana sangatlah mudah dan dapat diakses siapapun. Untuk memulai, Anda tidak membutuhkan dana yang besar.

Selain kemudahan dalam memulai investasi, ada juga beberapa hal lain yang dapat Anda rasakan ketika berinvestasi dengan reksadana. Investasi reksadana menawarkan risiko yang kecil, likuiditas tinggi, diversifikasi akun, serta Manajer Investasi (MI) yang akan mengelola keuangan Anda dengan transparan.

Diketahui dari UU Pasar Modal, reksadana didefinisikan sebagai sebuah wadah untuk mengumpulkan dana masyarakat pemodal yang selanjutnya akan diinvestasikan ke portofolio efek oleh manajer investasi.

Apabila Anda tertarik dengan reksadana, artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara reksadana terbuka dan tertutup agar investasi Anda menjadi lebih tepat sasaran. 

 

Pengertian Reksadana Terbuka (Open End-Fund)

Reksadana terbuka atau open end-fund merupakan jenis reksadana yang mengizinkan investor pemula untuk membeli sebuah unit kapan saja dan tidak terikat pada suatu periode waktu tertentu.

Setelah membeli sekian unit reksadana melalui Manajer Investasi, Anda bisa langsung menjualnya kapan pun saat bursa dibuka melalui MI yang sama.

investasi reksadana

Reksadana terbuka dapat dijual dalam jumlah yang tidak terbatas kepada investor. Oleh karena itu, jenis reksadana terbuka selalu diperdagangkan di penghujung hari. Ketika transaksi perdagangan berhenti, saat itulah harga penutupan akan dihitung.

Untuk saat ini, ada empat jenis investasi reksadana yang dapat Anda pilih, yaitu:

 

Reksadana Saham (Equity Fund)

Apakah Anda ingin mencari saham yang dapat digunakan untuk investasi jangka panjang dalam waktu 3 hingga 10 tahun? Mungkin Anda dapat mencoba reksadana saham yang 80% fokus dananya ada pada portofolio efek saham atau ekuitas. Secara umum, efek saham akan memberikan Anda potensi return dengan lebih tinggi berupa meningkatnya harga saham serta pembagian dividen.

Simak Juga: Daftar Reksadana yang Memberikan Dividen

 

Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)

Reksadana campuran dapat Anda gunakan sebagai investasi dalam jangka waktu 5 tahun atau lebih. Portofolionya fokus pada campuran antara obligasi, sukuk, pasar uang, serta saham. Sedangkan untuk return-nya sendiri, reksadana campuran dapat memberikan Anda return sebesar 10% dan bisa jadi lebih per tahunnya.

Jika Anda ingin menikmati keuntungan investasi saham, reksadana campuran bisa menjadi pilihan yang tepat. Tapi, Anda juga harus aktif juga mengikuti perubahan di obligasi atau sukuk.

reksadana terbuka vs tertutup

 

Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)

Selanjutnya, ada juga reksadana yang cocok bagi Anda yang ingin investasi hanya untuk jangka menengah sekitar 3 tahunan, yaitu reksadana pendapatan tetap. reksadana pendapatan tetap berfokus pada obligasi dan pasar uang dengan return bisa mencapai lebih dari 10% setiap tahunnya.

Untuk risikonya sendiri, reksadana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih kecil dibandingkan dengan deposito yang sewaktu-waktu tidak dibayarkan bunganya oleh Bank. Namun apabila Anda membandingkan reksadana pendapatan tetap dengan reksadana pasar uang, risikonya jelas lebih besar.

 

Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)

Jenis reksadana terbuka yang terakhir adalah reksadana pasar uang yang investasinya hanya untuk jangka pendek sekitar 6 bulan hingga 1 tahun. Maka dari itu, reksadana pasar uang hanya berfokus pada deposito dan surat berharga seperti deposito berjangka (time deposit), sertifikat deposito (certificate of deposit), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), dan lainnya.

Karena reksadana pasar uang lebih cocok bagi Anda yang ingin melakukan investasi jangka pendek, risiko investasinya tentu lebih kecil dan hanya memberikan return sebesar 1% hingga 5% per tahunnya. Namun, bukan berarti investasi jenis ini jelek ya. Reksadana pasar uang memiliki likuiditas yang cukup tinggi sehingga sangat cocok bagi Anda yang memang masih belajar investasi.

Simak Juga: Jenis-Jenis reksadana Berdasarkan Tingkat Risikonya

 

Pengertian Reksadana Tertutup (Close End-Fund)

Berbeda dengan reksadana terbuka, reksadana tertutup mempunyai mekanismenya sendiri. Bagi Anda yang ingin membeli unit menggunakan reksadana tertutup, Anda hanya bisa berinvestasi saat periode penawaran sedang dibuka. Oleh karena sifatnya yang tertutup, Anda jelas tidak akan bisa berinvestasi di luar masa periode yang telah ditentukan.

Selain itu, jika Anda mencapai target dana yang telah direncanakan atau periode penawaran telah berakhir, maka unit tersebut tidak akan dapat dibeli lagi. Cara kerja reksadana tertutup juga berbeda, yaitu investor hanya akan melakukan transaksi penjualan ke investor lainnya melalui bursa efek.

Unit yang telah dibeli juga tidak akan bisa dijual kembali ke perusahaan Manajer Investasi yang menerbitkan unit tersebut. Meski demikian, harga unit dalam reksadana tertutup kemungkinan bisa lebih mahal atau lebih murah daripada Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit.

Alasannya, unit hanya diperdagangkan antar investor alias dalam pasar sekunder. Oleh karena itu, harga jual sangat bergantung pada permintaan dan penawaran di pasar dan tentu saja mempengaruhi naik turunnya harga unit.

Dua jenis reksadana tertutup antara lain:

 

Reksadana ETF

Reksadana ETF memang tidak sepopuler reksadana saham Namun, bukan berarti reksadana ETF adalah alternatif yang tak menguntungkan. Faktanya, reksadana jenis ini dapat memberikan Anda return kompetitif dan sesuai dengan indeks yang Anda gunakan. Indeks yang digunakan sebagai acuan antara lain indeks saham maupun indeks obligasi.

Beberapa keuntungan yang dapat Anda nikmati dengan reksadana ETF adalah biaya transaksinya yang relatif kecil, pengelolaan secara pasif, dan kinerja aset dapat diukur menggunakan indeks acuan.

 

Reksadana Terproteksi

Reksadana terproteksi lebih fokus pada efek utang atau obligasi. Perlu diingat, proteksi nilai investasi awal hanya berlaku jika pemegang unit penyertaan memegang reksadana hingga jatuh tempo. Dalam periode tertentu, investor menerima pembagian hasil berupa dividen.

Adapun beberapa ciri-ciri reksadana terproteksi antara lain:

  • Masa dan unit terbatas.
  • Terdapat jatuh tempo.
  • Ada indikasi atau perkiraan return.
  • Risiko kredit atau wanprestasi.

Simak Juga: Belajar Investasi Aman di Reksadana Terproteksi

 

Perbedaan Investasi Reksadana Terbuka dan Tertutup

Dari penjelasan di atas, tampak bahwa reksadana terbuka dan tertutup memiliki mekanisme yang sangat berbeda. Untuk diketahui, masih ada beberapa perbedaan lain yang sebaiknya Anda pahami baik-baik:

 

Sifat dan Prinsip Penawaran

Reksadana terbuka dapat menawarkan unitnya pada investor secara terus menerus, sedangkan pada reksadana tertutup, hal ini menjadi terbatas dikarenakan sifatnya yang hanya memperdagangkan suatu unit dalam periode tertentu dan hanya melalui right issue.

jenis reksa dana

 

Alur Penjualan Unit

Jika Anda melakukan investasi menggunakan reksadana terbuka, harga jual unit akan sesuai dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) harga pertama telah ditetapkan, misalkan sebanyak Rp1,000 per unitnya. Nilai tersebut akan dihitung mulai dari pembukaan pasar hingga penutupan. Dengan begitu, Anda sebagai pemegang aset terbuka dapat menjual kembali unit yang dimiliki jika Anda menginginkannya.

Hal tersebut berbeda dengan reksadana tertutup. Pasalnya, Anda tidak akan bisa menjual saham yang Anda miliki ke Manajer Investasi. Jika ingin menjual saham, Anda harus melakukan penjualan melalui bursa efek.

 

Aliran Dana

Seperti yang dijelaskan di atas, karena perhitungan Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada reksadana terbuka dilakukan setiap hari, aliran dana reksadana terbuka jelas akan berlangsung secara terus menerus. Pada reksadana tertutup, aliran dana tidak akan terjadi setiap hari karena perhitungan NAB dilakukan setiap satu minggu sekali.

 

Alur Pembelian Kembali

Ketika Anda ingin membeli kembali suatu unit, reksadana terbuka memberikan Anda akses untuk melakukannya ke perusahaan Manajer Investasi yang menerbitkan unit tersebut. Akan tetapi, alur pembelian kembali pada reksadana tertutup hanya dapat Anda lakukan melalui bonus.

 

Keuntungan

Baik reksadana terbuka maupun tertutup akan membuat Anda memperoleh cuan yang sama dengan keuntungan berupa capital gain, pendapatan dividen, serta Net Change NAV.

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Keuntungan Reksadana

Capital gain adalah imbal hasil yang didapatkan investor dari transaksi efek. Pendapatan dividen adalah bagi hasil per saham yang akan diberikan pada investor, sementara Net Change NAV merupakan keuntungan bersih NAV yang terjadi dalam satu hari.

 

Pengaruh Transaksi Terhadap Harga Aset

Meskipun reksadana terbuka dapat Anda beli dalam jumlah yang banyak tanpa ada limit periode waktu pembelian, unit yang ada pada reksadana terbuka tidak akan dapat mempengaruhi harga unit. Harga yang ada pada reksadana terbuka telah disesuaikan dengan NAV/NAB. Sedangkan pada reksadana tertutup, transaksi yang terjadi akan mempengaruhi harga suatu unit.

Simak Juga: Cara Menghitung NAB reksadana

 

Lebih Baik Investasi Reksadana Terbuka atau Tertutup?

Reksadana terbuka memang lebih populer dibandingkan dengan reksadana tertutup karena lebih banyak ada di pasaran. Sementara itu, produk reksadana tertutup hanya ada di di perdagangan bursa seperti ETF. Dari sisi harga dan pajak yang dikenakan, ETF cenderung lebih murah. 

perbandingan reksa dana terbuka dan tertutup

Untuk memilih antara reksadana terbuka atau tertutup memang sebaiknya disesuaikan dengan profil investasi. Jika Anda tidak ingin terlalu banyak melakukan riset dan belum terlalu berani ambil risiko jangka panjang, reksadana terbuka bisa menjadi solusi simpel dan ideal.

 

Harga naik dan turun adalah hal yang wajar dalam suatu investasi. Namun bagaimana jika yang turun adalah reksadana? Ikuti ulasannya di Reksadana Turun? Ini yang Wajib Dilakukan Investor.

Terkait Lainnya
 
Data inflasi Inggris mendukung Poundsterling, dolar AS menguat sebelum pidato the Fed, 9 jam lalu, #Forex Fundamental

GBP/JPY menarik beberapa pembeli di atas level 192.00 setelah data IHK Inggris, 9 jam lalu, #Forex Teknikal

EUR/USD: Level rintangan utama terlihat di area 1.0600-1.0605, 12 jam lalu, #Forex Teknikal

Harga emas tetap menguat karena ketegangan Geopolitik masih berlanjut, 12 jam lalu, #Emas Fundamental

Dow Jones Industrial Average naik 0.17% menjadi 37,798, S&P 500 kehilangan 0.21% menjadi 5,051, dan Nasdaq Composite kehilangan 0.12% menjadi 15,86, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Menilik laporan keuangan tahun buku 2023, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8.54 triliun, terkoreksi 15.70% secara tahunan dari Rp10.14 triliun. , 15 jam lalu, #Saham Indonesia

Saham-saham top gainers LQ45: PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) +3.48%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) +2.41%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) +2.34%, 15 jam lalu, #Saham Indonesia

IHSG rebound pada perdagangan Rabu (17/April), naik 0.82% ke level 7,223, 15 jam lalu, #Saham Indonesia


Komentar @inbizia

Reksadana memang jadi salah satu cara berinvestasi yang simpel dan murah. Bahkan, semua orang bisa menyisihkan uangnya agar tiap bulan bisa memperbaharui portfolionya. Tapi, tolong diingat ya teman-teman, kalau dalam berinvestasi apapun, jangan menggunakan uang dapur. Istilahnya, pastikan dulu uang yang digunakan itu benar-benar uang yang sudah tidak terpakai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bukan apa-apa, kayak yang dibilang mimin di artikel di atas, kita harus siap dengan risiko-risiko yang kemungkinan akan timbul. Bukan hanya siap dapat cuan berkali-kali lipatnya. Tapi siap juga untuk teliti, smart, dan tahu bidang apa yang kita masuki tersebut. Jadi, harus mau belajar banyak agar dapat meminimalkan risiko-risiko yang mungkin akan terjadi. Yang lebih ditekankan lagi; kita juga harus mengenal diri kita sendiri, sebagai tipe investor yang mana. Risk taker, risk averse atau moderat. Kalau kita agresif (risk taker) dalam mengejar cuan tanamkan prinsip: siap kaya dari reksadana, berarti harus siap miskin juga dari ini. Kalau yang moderat, biasanya memilih reksadana jenis campuran. Biasanya jenis investor ini paham kalau investasi reksadana bisa bergerak naik dan turun. Ini tipe yang berjaga-jaga kalau pasar sedang turun, setidaknya ada jenis lain yang mendapatkan pasar naik. Jadi meskipun keuntungannya nggak drastis banget gitu, tetap ada cuannya bos. Nah, tapi yang ane bingung nih yang tipe konservatif alias main aman gini, dapat keuntungannya biasanya dalam jangka waktu lama, apa bisa juga dalam jangka dekat dapat keuntungan yang tinggi?
 Doni |  16 Nov 2022
Halaman: Cara Investasi Reksadana Untuk Pemula Mulai Dari Nol
Deposito penalti adalah denda yang dikenakan kepada nasabah bank jika nasabah tersebut menarik dana deposito sebelum jatuh tempo yang telah ditentukan. Denda ini dikenakan untuk mengurangi kerugian bank yang disebabkan oleh penarikan dana sebelum jatuh tempo, karena bank memperoleh pendapatan dari bunga deposito. Nah, ini yang perlu digarisbawahi: deposito penalti hanya dikenakan jika dana ditarik SEBELUM jatuh tempo. Jadi kalau kita menaruh deposito dan tetap hold sampai masa jatuh tempo selesai, tidak akan kena penalti. Jadi memang sebenarnya deposito itu investasi untuk orang yang dananya sudah cukup gede, punya banyak uang dingin yang tidak butuh dipakai urgent. Untuk yang dana masih terbatas tapi ingin memutar dana, bisa diversifikasi investasi ke Reksadana online saja yang lebih fleksibel, modalnya kecil, dan tidak ada penalti penarikannya. Cara Investasi Reksadana Online Dengan Modal Kecil
 Sefiana |  14 Jan 2023
Halaman: Perhitungan Dan Pengelolaan Bunga Deposito
Yang Anda @Tiara sebutkan dan sarankan tersebut sudah termasuk jenis investasi emas digital. Karena si Investor tidak secara langsung menyimpan emas fisik. Dan mungkin emas digital bisa menjadi alternatif lain untuk @Ratu. Karena nantinya dalam jangka waktu yang sudah ditentukan Anda bisa mencetak emas tersebut dan tetap mendapatkan emas fisik, yang benar-benar murni, tanpa campuran logam apa pun. Dan memang risikonya jika Anda sudah memiliki emas secara fisik, harus ada tempat penyimpanan yang aman, dan itu tidak bisa dihindari lagi. Mungkin @Ratu juga bisa mencoba investasi emas yang lain, misalnya seperti reksadana emas. Jenis investasi reksadana emas merupakan investasi bagi Anda yang memang tidak ingin ribet, tapi bisa mendapatkan keuntungan lumayan besar. Jika memang memerlukan alternatif lainnya, Anda mungkin bisa cek di sini
 Meimei |  25 Jan 2023
Halaman: Kesalahan Investasi Emas Dan Cara Menghindarinya
Mau numpang nanya nih min, gw emang sering denger ttng reksadana dan itu mrpkan slh satu jenis investasi, tp gw blm paham2 bener nih ttg investasi itu. Jd gw mo nanya gimna sih crnya investasi reksadana? Trus apa investasi reksadana itu langkah2nya ribet ya? Itu sih yg gw denger dr temen, ktrnya butuh macem2 utk bs inves reksadana, gak smudah klo kita inves emas, dolar, forex atau saham. Kata temn gw lg nih, klo inves reksadana ktnya jg dikit untungnya jd gak cocok utk investor pemula apalgi yg utk org br mau mulai masuk ke dunia reksadana ini. Bener gak sih min? mhon ptnjuk dan informasinya ya min. thanks.
 Martha |  13 Sep 2023
Halaman: Peluang Investasi Saat Dolar As Melemah
Martha: hai kak... jd gini kak, sbnrnya reksadana itu sederhananya mrpkan tmpat dana kolektif dr bbrapa org atau investor yg kmudian dikelola utk investasi. bntuk investasinya mcem2 kak, bs deposito, obligasi, atau saham melalui prusahaan manager investasi yg lgsung diawasi oleh OJK. nah di perusahaan investasi itu ada org yg sangat ahli dan bersertifikasi dan dipercaya utk mengelola kumpulan dana investasi. Nah untuk memulai investasi mungkin kakak bs belajar investasi reksadana di sini sebenernya gak perlu pake ribet kok klo mau investasi reksadana, apalagi saat ini udah bnyk aplikasi online yg nyediain fitur investasi reksadana, tinggal klik aja dan gak perlu modal yg banyak. klo masalah untung atau rugi sbnrnya semua jenis investasi sama kok, bisa untung dikit, untung banyak, bahkan bisa rugi jd wlpun msh pmula gak perlu takut deh kak utk coba inves reksadana.
 Okky |  15 Sep 2023
Halaman: Peluang Investasi Saat Dolar As Melemah
pagi semuanya, artikelnya cukup menarik dan menambah wawasan ttg investasi reksadana. Setlah bc2 artikel di atas sy sbnrnya ckp tertarik utk investasi reksadana, sptnya slh satu investasi yg menjanjikan dan aman. tp jujur aja nih klo sy blm tau bener utk mulai bisnis atau investasi reksadana ini. Jd gw pengen tau nih gmn langkah awal utk sy bs investasi di reksadana ini. jika ada senior2 yg udah pnglamn di bdng ini mhn sharing donk ilmunya. Trus sy juga mau tanya nih, sbnrnya apa sih manager investasi itu? apa tempat perusahaan yg nyediain reksadana atau gimana? trus apa bener kita bisa mulai investasi reksadana ini melalui berbagai aplikasi? apakah bener2 aman tuh jika kita investasi lewat aplikasi?
 Nina |  19 Sep 2023
Halaman: Potensi Keuntungan Investasi Reksadana

Kirim Komentar Baru