Jadi Sasaran Hoax, Indodax Tempuh Jalur Hukum

Crypholic 21 Sep 2022
Dibaca Normal 2 Menit
kripto > berita >   #indodax
Indodax melaporkan Dark Tracer dengan pasal pencemaran nama baik dan manipulasi informasi elektronik setelah dirumorkan mengalami kebocoran data server.

Salah satu exchange kripto terbesar di Indonesia, Indodax, memutuskan untuk menempuh jalur hukum atas kasus hoax yang merusak citranya di sosial media. Keputusan Indodax ini diambil lantaran isu yang disebarluaskan oleh akun Twitter Dark Tracer.

Isu Kebocoran Data Indodax

Perlu diketahui, Dark Tracer dikenal sebagai akun Twitter yang memang sangat gencar mengulas berbagai tindakan kriminal di darkweb. Perhatian netizen untuk akun ini tiba-tiba meningkat setelah mengunggah tweet mengenai peretasan Indodax beberapa waktu lalu.

Baca juga: Awas, Ini 5 Cara Hacker Mencuri Uang Kripto

Oscar Darmawan selaku CEO Indodax menyayangkan ulah Dark Tracer karena kabar tersebut sama sekali tidak benar dan hanya menimbulkan keresahan bagi pengguna Indodax serta pegiat kripto di tanah air.

"Setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, kami akhirnya memutuskan untuk membawa masalah ini ke jalur hukum. Kami dari pihak manajemen Indodax menilai tindakan Dark Tracer telah menyebarkan isu hoax tanpa meminta konfirmasi terlebih dahulu kepada kami. Dengan unggahan Dark Tracer di Twitter tempo hari yang dilihat oleh banyak orang, tentu saja merugikan reputasi brand yang sudah lama kami bangun sebagai perusahaan kripto terpercaya di Indonesia. Perlu kami tekankan lagi, sejak awal berdiri Indodax memprioritaskan keamanan dan kenyamanan pengguna," kata Oscar.

Oscar menambahkan bahwa pihaknya akan mempidanakan akun Dark Tracer dengan pasal pencemaran nama baik dan manipulasi informasi elektronik. Ia juga menyebutkan bahwa Indodax telah memegang tiga sertifikasi ISO sekaligus meliputi ISO 9001, ISO 27001 dan ISO 27017. Sejauh ini, exchange yang menaungi lebih dari 5 juta pengguna itu adalah satu-satunya perusahaan kripto Indonesia yang mendapatkan tiga sertifikasi ISO beserta lisensi Bappebti.

Selain itu, Indodax menjamin keamanan berlapis yang didukung oleh sistem MFA (Multi Factor Authentication), MPC (Multi Party Computation), dan TAP (Transaction Authorization Policy). Ketiga sistem tersebut akan melindungi data pengguna yang mendaftar di Indodax karena dapat menutup akses data tanpa persetujuan dari pengguna.

"Dengan didukung oleh sistem tersebut (MFA, MPC dan TAP) kami menjamin keamanan data pengguna. Berhubung dengan kabar hoax yang mengatakan terdapat kebocoran data 50,000 pengguna dari server Indodax seperti yang diberitakan, kami tegaskan kembali server kami aman," pungkas Oscar.

Terkait Lainnya
 

Komentar[1]    
  Gilang L.   |   22 Sep 2022

Dark Tracer ini juga sempat dipake sm pemerintah dulu kan?