Jangan Boros! Ini Cara Menahan Belanja Impulsif

Febrian Surya 15 Jan 2020 332

Belanja impulsif adalah keputusan yang tidak terencana untuk membeli suatu produk atau jasa, atau secara tiba-tiba. Hal ini pasti pernah terjadi dan dirasakan oleh semua orang. Awalnya sih cuma mau cuci mata dan jalan-jalan saja, namun tiba-tiba melihat bazar, akhirnya nggak kuat juga untuk melihat produk-produk yang dijual dan lansung membelinya.

Hal ini merupakan belanja impulsif, saat tidak sesuai dengan rencana awal, yaitu mau jalan-jalan saja, tetapi tergoda dengan barang-barang yang dijual di event bazar tersebut. Terjadilah transaksi pembelian.

Sadar atau tidak sadar, sebetulnya belanja impulsif dianggap sebuah pemborosan karena tak sesuai dengan kebutuhan saat ini yang kamu perlukan. Jika hal ini terus terjadi, maka kesehatan keuanganmu juga bisa semakin memburuk. Hal ini juga mampu mengganggu perencanaan keuangan yang sudah dibuat sebelumnya berdasarkan skala prioritas.

Oleh karena itu, kamu perlu menahan diri agar tidak langsung tergoda untuk membeli produk atau jasa secara tiba-tiba. Berikut cara menahan belanja impulsif agar tidak boros:

 

Jangan Takut Ketinggalan Tren

Seringkali matamu tidak kuat jika harus melihat sahabat terbaikmu membeli barang baru yang sedang nge-trend saat itu juga. Terlebih lagi, timbul rasa takut dan gengsi jika kamu tidak memiliki barang tersebut juga. Rasa takut yang muncul seperti takut dijauhkan oleh teman dan sebagainya pasti ada dipikiranmu.

Jika kamu bisa mengendalikan emosi dan dirimu tersebut dengan berpikir jernih, pasti kamu bisa menganggap bahwa hal tersebut "biarkan saja berlalu", karena masih ada hal lain yang lebih besar daripada itu, yaitu biaya kehidupan kamu hari lepas hari.

Selain itu, kamu dan temanmu tersebut pasti memiliki permasalahan yang berbeda-beda. Mungkin saja memang dia lebih memiliki uang dari kamu. Jadi, dia bisa dengan mudah dan cepat secara spontan untuk membeli produk yang sedang nge-trend tersebut. Ingat ya! Semua manusia memiliki zona waktunya masing-masing, sehingga kamu perlu menahan diri dan bersabar sejenak.

 

Komitmen Yang Kuat

Seberapa besar godaan untuk kamu memiliki suatu barang atau jasa tersebut, tampaknya tidak akan mempengaruhi diri kamu jika memiliki komitmen yang kuat.

belanja impulsif

Komitmen itu bisa datang ketika kamu lebih memilih tidak menghabiskan uangmu, terutama untuk hal-hal yang bersifat spontanitas atau pemborosan. Karena, mungkin saja saat ini kamu sudah berkeluarga, sehingga penghasilanmu tersebut dibagi ke berbagai pos keuanganmu. Belum lagi, ada kebutuhan darurat lainnya. Ini cara menahan belanja impulsif agar tidak membebankan keuanganmu.

 

Kurangi Sifat Shopaholic

Shopaholic adalah sifat seseorang yang tidak mampu menahan dirinya untuk berbelanja. Walaupun barang yang dibeli tersebut dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan. Apakah kamu ingin menjadi seseorang yang seperti ini? Pikiranmu hanya dipenuhi oleh pemenuhan rasa senang sesaat saja saat kamu bisa berbelanja terus-menerus tanpa mengenal waktu dan uang yang dikeluarkan.

Ini merupakan kebiasaan dan sifat yang mendorong belanja impulsifmu. Lantas, bagaimana cara untuk mengurangi sifat shopaholic?. Kamu bisa berkonsultasi dengan psikolog atau keluarga untuk penjelasan mengenai hal tersebut. Jika sudah dirasa begitu kecanduan, kamu perlu melakukan terapi secara rutin.

 

Beri Reward Kepada Dirimu

Jika kamu seorang karyawan di perusahaan, kamu bisa membuat dirimu nyaman dan senang tanpa harus membelanjakan uang yang dimiliki untuk hal yang boros. Kamu bisa melayani dirimu sendiri dengan pergi ke restoran favorit seminggu sekali atau sebulan sekali. Hal tersebut bergantung dari kondisi keuangan kamu juga tentunya.

 

Kurangi Pergi Ke Tempat Perbelanjaan

Dengan mengurangi frekuensi kunjungan ke tempat perbelanjaan, tentu saja hal ini juga akan mampu menahan belanja impulsifmu.

belanja imoulsif

Hal ini juga berlaku ketika kamu browsing produk melalui website. Cobalah cari cara lain yang bisa mengalihkan perhatian dan fokus kamu tersebut. Namun, bukannya tidak boleh sama sekali ya guys! Kamu bisa berbelanja dengan melakukan riset harga terlebih dahulu sebelum membeli produk tersebut.

 

Memiliki Rencana Keuangan

Mendaftar skala prioritas barang yang perlu dibeli menjadi hal penting untuk menahan belanja impulsif. Jika kamu sudah memiliki daftar yang ingin dibeli, kamu hanya akan fokus terhadap barang-barang yang ada di daftar skala prioritas saja. Dan, jika kamu membeli barang tersebut, usahakanlah mengurangi keterlibatan penggunaan kartu kredit secara berlebihan. Kamu juga bisa mengalokasikan pendapatanmu untuk hal-hal non konsumtif seperti menabung dan berinvestasi. Jika kamu berniat mengembangkan dana dengan modal kecil dulu, pilihan investasi di pasar forex bisa menjadi solusi.

 

Itulah beberapa cara untuk menahan belanja impulsifmu. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan dapat dipraktikkan mulai dari sekarang, agar tidak terbelenggu dengan kebiasaan gaya hidup boros. Kamu juga bisa mulai menyusun resolusi keuangan tahun ini.

Kirim Komentar/Reply Baru
Di akun demo sukses, Tapi di akun ril malah rugi

Banyak trader yang sudah sukses di akun demo, tapi setelah masuk di akun ril malah sering merugi. Mungkin nggak sih platform trading yang digunakan beda? Atau ini hanya masalah mental trader aja yang belum siap trading dengan uang asli?

Arif B Setiawan 17 Sep 2014

Reply:

Basir (17 Sep 2014 13:11)

Akun demo merupakan fasilitas dari broker untuk latihan mengenal pasar. Antara demo dan real bedanya adalah di psikologis saja. BUY SELL di akun demo dengan lot berapa saja bebas, anda minus tidak berpengaruh. Namun saat di akun real, grogi bisa terjadi karena yang di gunakan adalah nilai dollar real. Namun bisa jadi kebiasaan saat diakun demo terbawa di akun real.

Thanks.

M Singgih (20 Jun 2019 00:45)

@ Arif B Setiawan:

- …. Mungkin nggak sih platform trading yang digunakan beda?

Pada broker yang sama, platform antara akun demo dan akun riil tidak berbeda. Pergerakan harganya juga tidak berbeda. Yang berbeda hanya alamat servernya. Antara server demo dan server riil (live) dipisah.

Pada akun riil kemungkinan bisa terjadi requote, dan eksekusi order bisa lebih lambat dari akun demo, karena memang ada delay di server riil untuk melempar order ke broker afiliasi atau penyedia likuiditas dari broker tersebut.

- … Atau ini hanya masalah mental trader aja yang belum siap trading dengan uang asli?

Benar, secara psikologis memang berbeda antara trading di akun demo dan akun riil. Oleh karena itu bagi mereka yang masih baru terjun di akun riil (akun live), disarankan untuk menggunakan dana yang relatif kecil terlebih dahulu.
Baca juga: Bedanya Trading Di Account Demo Dan Di Account Live

Sistem 82
Sistem 14
Rupiah  
Sistem 21
Sistem 22
Data  
Sistem 53
Forex  
Sistem 19
Rupiah  
Sistem 15
Kredit  
Sistem 28
Saham