Jenis-Jenis Pembiayaan Syariah Dan Manfaatnya

Anna 26 Jan 2017
Dibaca Normal 5 Menit
bisnis > kredit >   #syariah
Masyarakat banyak yang belum menyadari banyaknya ragam pembiayaan syariah. Padahal, produk ini memiliki manfaat yang tak kalah dengan kredit dari bank konvensional.

Untuk mendapatkan modal usaha sebenarnya tidak sulit bagi Anda yang yang sudah memahami bagaimana caranya. Namun, mendapatkan modal usaha untuk masyarakat awam tentu akan membingungkan. Sebenarnya, Anda bisa menggunakan banyak cara untuk memperoleh modal usaha dengan mudah, salah satunya dengan memanfaatkan produk pembiayaan dari bank syariah. Berikut ini adalah jenis-jenis pembiayaan syariah yang bisa digunakan sebagai sumber modal usaha dan keperluan lain.

Jenis-Jenis Pembiayaan Syariah Dan Manfaatnya

 

1. Pembiayaan Modal Kerja Syariah

Pada dasarnya, pembiayaan modal kerja syariah adalah pembiayaan dengan periode waktu pendek atau panjang untuk pengusaha yang memerlukan tambahan modal kerja sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Modal kerja ini biasanya diperlukan untuk kebutuhan membayar biaya produksi, membeli material untuk bahan baku, perdagangan barang dan jasa, serta pengerjaan proyek. Fasilitas pembiayaan syariah ini bisa diberikan untuk semua usaha yang dinilai memiliki prospek, juga tidak melanggar syariat islam dan peraturan perundangan yang berlaku.

 

  • Pembiayaan Syariah Dengan Skema Jual Beli

Terdapat dua jenis kontrak pembiayaan syariah untuk modal kerja. Pertama adalah pembiayaan syariah untuk modal kerja dengan skema murabahah (jual beli). Dengan skema pembiayaan syariah ini, pihak bank syariah akan membiayai pembelian barang kebutuhan modal kerja yang dibutuhkan nasabah. Pembiayaan tersebut adalah sebesar harga pokok ditambah dengan margin keuntungan bank syariah yang sudah disetujui oleh pihak nasabanh dan bank. Perlu diketahui bahwa untuk tingkat keuntungan bank sudah ditentukan di awal, dan keuntungan ini menjadi bagian harga atas barang yang dijual.

Sebagai contoh, jika suatu pebisnis yang bergerak di industri manufaktur memperoleh pesanan barang dengan total modal yang diperlukan adalah satu miliar, sedangkan dana untuk modal yang dimiliki saat ini hanya Rp500 juta, maka pengusaha tersebut dapat melakukan pengajuan pembiayaan syariah untuk tambahan modal kerja sebesar Rp500 juta.

Apabila bank menilai kebutuhan pengusaha cenderung ke kebutuhan material, maka bank syariah akan memberikan pembiayaan modal kerja dengan skema jual beli. Di awal perjanjian, bank akan menetapkan margin keuntungan jual beli, misalnya sebesar Rp85 juta, sehingga total pembiayaan adalah senilai Rp585 juta.

 

  • Jenis Pembiayaan Syariah Skema Kerja Sama

Jenis kontrak pembiayaan syariah kedua adalah dengan skema kemitraan bagi hasil atau mudharabah dan musyarakah. Pembiayaan syariah pada skema ini didasarkan pada kemauan kedua pihak (bank dan nasabah) untuk melakukan kerja sama dalam upaya menaikkan nilai aset mereka. Dalam kontrak perjanjian, tertulis pula skema pembagian hasil keuntungan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

Sebagai contoh, ada kontraktor yang mendapatkan nilai kontrak pembangunan infrastrukturdengan total modal yang diperlukan untuk melaksanan kontrak tersebut adalah Rp2 miliar. Namun, pengusaha jasa konstruksi ini hanya mempunyai modal sebesar Rp1.5 miliar, masih kurang R 500 juta. Dalam hal ini, jika pihak kontraktor lebih memerlukan kas, maka bank syariah akan menyediakan pembiayaan syariah dengan skema bagi hasil. Dalam skema ini, pihak bank dan kontraktor tersebut bekerja sama dan membentuk kesepakatan nisbah bagi hasil.

Perbedaan kedua skema pembiayaan syariah modal kerja bisa dilihat pada tabel berikut:

pembiayaan syariah

Melalui pembiayaan syariah dengan skema jual beli (murabahah), nasabah bisa merasakan manfaat lebih daripada kredit di bank konvensional karena nilai angsuran tetap sampai periode perjanjian berakhir. Kondisi ini juga sangat memudahkan nasabah dalam melakukan perencanaan keuangannya. Sedangkan manfaat menggunakan pembiayaan syariah dengan skema bagi hasil adalah mekanisme pembayaran yang fleksibel sesuai dengan keuntungan usaha.

 

2. Pembiayaan Konsumtif Syariah

Pembiayaan konsumtif syariah adalah pembiayaan yang diperuntukkan nasabah dengan tujuan di luar usaha dan bersifat perorangan. Berbeda dengan pembiayaan syariah untuk modal kerja yang bersifat produktif, pembiayaan konsumtif diperlukan oleh nasabah untuk memenuhi kebutuhan sekunder (Baca juga: Mengenal Macam-Macam Kredit Konsumsi Dan Kredit Usaha).

Jenis akad yang paling sering digunakan dalam produk pembiayaan konsumtif syariah ada dua, yaitu akad murabahah dan akad ijarah.

 

  • Pembiayaan Syariah Untuk Kebutuhan Konsumtif Dengan Skema Murabahah

Perlu diketahui bahwa dalam dunia perbankan syariah di Indonesia, akad murabahah adalah salah satu akad utama dalam pembiayaan syariah. Hal itu karena sistem serta cara kalkulasi perhitungan dengan skema akad ini lebih mudah. Salah satu bank syariah yang menawarkan fasilitas pembiayaan syariah konsumtif murabahah adalah BNI Syariah. Bank ini menyediakan pembiayaan syariah untuk pembelian kendaraan bermotor. Untuk agunannya adalah kendaraan bermotor yang dibiayai dengan fasilitas pembiayaan ini.

 

  • Pembiayaan Syariah Dengan Skema Ijarah

Pada dasarnya, prinsip dalam akad ijarah hampir serupa dengan prinsip jual beli, tapi perbedaannya terletak pada obyek transaksi. Jika dalam transaksi jual beli obyek transaksinya adalah jenis barang, maka dalam akad ijarah, pembiayaan diberikan untuk suatu jasa.

Misalnya adalah fasilitas pembiayaan konsumtif untuk memenuhi kebutuhan pembelian jasa paket perjalanan ibadah umroh. Dalam hal ini, biasanya bank syariah sudah melakukan kerja sama dengan agen travel sesuai dengan prinsip syariah.

Tabel di bawah ini akan menjelaskan lebih rinci tentang perbandingan skema pembiaayaan konsumtif syariah:

pembiayaan syariah

 

3. Pembiayaan Investasi Syariah

Pembiayaan investasi syariah adalah suatu pembiayaan dengan periode jangka pendek atau jangka panjang untuk melakukan pembelian barang-barang modal yang dibutuhkan dalam pendirian proyek/usaha baru, ekspansi, relokasi proyek yang sudah ada, dan rehabilitasi atau penggantian mesin-mesin pabrik. Akad yang biasanya diterapkan dalam jenis pembiayaan investasi syariah adalah akad murabahah dan Ijarah Muntahia Bit Tamlik (IMBT).

pembiayaan syariah

Salah satu bank yang menyediakan fasilitas investasi syariah adalah bank BCA syariah. Bank ini menawarkan pembiayaan investasi yang bertujuan untuk modernisasi dan ekspansi usaha-usaha produktif seperti pembelian tempat usaha atau pembelian kendaraan operasional.

Selain menawarkan produk pinjaman, bank syariah juga menawarkan banyak produk perbankan lainnya, misalnya jasa kartu pembiayaan yang berfungsi sebagai kartu kredit berdasarkan prinsip syariah. Dengan adanya banyak jenis pilihan kontrak pembiayaan syariah dan produk-produknya, Anda bisa memilih jenis pembiayaan yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhan.

Terkait Lainnya
 

Komentar @inbizia

Saat ini semua bank syariah milik BUMN, seperti BSM, Bank BNI Syariah, BRI Syariah dan lainnya sudah merger menjadi BSI. Walaupun sudah merger beberapa produk milik bank-bank tersebut masih ada. Salah satunya adalah layanan gadai emas. Di BSI juga memiliki produk layanan gadai emas. Untuk nilai taksiran gadai emas, kemungkinan masih sama yaitu maksimal 90 persen dari nilai emas. Misalnya kamu menggadaikan emas seberat 10 gram. Harga emas = Rp1.000.000,00 per gram.
Nilai emas = Rp1.000.000,00 x 10 gram = Rp10 juta
Nilai taksiran = 90% x Rp10 juta = Rp 9 juta Kemudian untuk biaya penyimpanan atau biasa disebut Ujrah di BSI berbeda dengan BSM. Jika dulu BSM memberikan tarif sebesar 1,25 persen dari nilai taksiran per bulan, saat ini BSI sudah memiliki ketentuan lain. Untuk nilai gadai antara Rp500 ribu hingga Rp20 juta akan dikenakan 1,80 persen dari nilai gadai untuk perbulannya. Jadi perhitungannya: 1,80% x 9.000.000 = Rp 162.000,00 per bulan = Rp 648 ribu / 4 bulan Sedangkan untuk nilai gadai antara Rp 20 juta hingga Rp 100 juta akan dikenakan biaya penyimpanan sebesar 1,5 persen. Kemudian untuk nilai gadai di atas Rp 100 juta akan dikenakan 1,1 persen terhadap pembiayaan. Selain biaya tersebut, nasabah juga wajib membayar biaya administrasi yang besarnya sudah ditentukan pihak BSI.
 Antasena |  23 Jan 2023
Halaman: Simulasi Penghitungan Gadai Emas Di Bank Syariah Mandiri
Saya hanya ingin menambahkan jawaban dari @Antasena. Untuk biaya administrasi, saat ini BSI juga menerapkan besaran yang berbeda dari bank-bank syariah milik BUMN sebelumnya. Untuk biaya administrasi juga dibagi menjadi tiga yaitu: Untuk nilai gadai antara Rp500 ribu hingga Rp20 juta akan dikenakan biaya administrasi sebesar Rp25 ribu. Sedangkan nilai pinjaman di atas Rp20 juta hingga Rp100 juta dikenakan biaya sebesar Rp80 ribu. Sedangkan di atas nilai tersebut dikenakan biaya sebesar Rp125 ribu. Jadi semakin besar nilai pinjaman atau nilai gadai yang akan diambil semakin kecil biaya administrasinya. Dan perlu diingat bahwa biaya administrasi hanya dibayarkan sekali saja, yaitu pada saat awal gadai emas. Dan biasanya biaya tersebut dipotong dari jumlah pinjaman gadai emas nasabah. Sedangkan untuk biaya perpanjangan, jumlahnya sesuai dengan nilai ujrah atau biaya penyimpanan selama empat bulan. Jadi jika ingin memperpanjang masa pinjaman, saat jatuh tempo Anda hanya perlu membayar biaya penyimpanan selama empat bulan untuk dapat memperpanjang masa peminjaman. Mungkin itu saja tambahan dari saya, jika ada yang mau menambahkan lagi, silahkan. Terima Kasih.
 Nando |  23 Jan 2023
Halaman: Simulasi Penghitungan Gadai Emas Di Bank Syariah Mandiri
Saya salah satu mantan nasabah BSM, tapi sejak semua Bank Syariah milik BUMN merger menjadi BSI, saya sudah tidak lagi menjadi nasabah BSM dan tidak mengetahui perkembangannya lagi. Jadi saya tidak update lagi baik itu untuk produk-produknya atau jenis layanannya. Dan yang ingin saya tanyakan, apakah untuk syarat dan peraturan gadai emas di BSM yang dulu berubah atau sama dengan aturan BSI yang sekarang? Terima kasih.
 Bunda Rita |  24 Jan 2023
Halaman: Simulasi Penghitungan Gadai Emas Di Bank Syariah Mandiri
Pitha: Di dunia ini pandangan hidup, tujuan hidup, atau keinginan orang satu dengan yang lainnya pasti berbeda. Begitu juga dengan pandangan orang tentang deposito, reksadana, atau tabungan. Ada orang yang lebih suka menggunakan deposito, ada yang memilih reksadana, bahkan ada yang hanya memilih tabungan biasa. Dan pilihan tersebut tergantung dari tujuan yang hendak mereka capai. Ada beberapa orang (tidak semua) yang menganut agama tertentu, memilih menggunakan deposito baik itu konvensional maupun syariah hanya sekedar untuk menyimpan uang saja, tidak peduli berapa hasil di kemudian hari yang akan mereka dapatkan. Bahkan beberapa di antara orang-orang tersebut, ketika mengambil uang mereka setelah jatuh tempo hanya mengambil uang pokok sejumlah yang mereka setorkan di awal. Sedangkan imbal hasil atau bunga yang mereka dapatkan dikembalikan lagi ke pihak bank. Jadi semua pilihan kembali ke diri nasabah masing-masing, sesuai keinginan, kecocokan atau hanya karena kenyamanan. Begitu juga dengan deposito, mau konvensional atau syariah juga terserah pada pilihan masing-masing.
 Bunga |  26 Jan 2023
Halaman: Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa
Memang benar semua sesuai dengan pilihan individu masing-masing, mau deposito konvensional maupun syariah. Karena semua juga tergantung dengan tujuan membuka deposito tersebut. Saya termasuk orang yang ingin mendapatkan keuntungan ketika menaruh uang sebagai deposito di bank. Dan semua deposito memang terlihat menguntungkan, baik itu syariah atau konvensional. Tapi jika saya mau membuka deposito dengan jangka waktu satu atau dua tahun, manakah yang lebih menguntungkan dalam jangka panjang tersebut, syariah atau konvensional?
 Elisa |  26 Jan 2023
Halaman: Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa
Elisa: Menurut saya, jika memang Anda ingin membuka deposito dalam jangka panjang satu hingga dua tahun, dan ingin mendapatkan keuntungan, lebih baik menggunakan deposito bank umum atau konvensional. Karena menurut saya, Anda atau siapa pun belum tentu bisa memprediksi kondisi ekonomi dan iklim investasi ke depannya. Seperti yang sudah disebut dalam artikel di atas bahwa indeks keuntungan bank syariah bisa berubah setiap bulannya. Jangankan satu atau dua tahun, dalam satu bulan saja bisa berubah. Mungkin jika kondisi ekonomi bagus dan kinerja investasi binaan bank syariah juga bagus, keuntungan bisa menjanjikan. Tapi ketika terjadi penurunan sudah pasti hasil yang akan Anda terima juga akan jauh berkurang. Artinya bagi hasil yang Anda peroleh dari deposito syariah tidak bisa diprediksi dan belum terjamin. Sedangkan untuk deposito bank umum, Anda sebagai nasabah bisa langsung menghitung berapa bunga yang akan Anda peroleh nantinya, bahkan sebelum Anda memutuskan membuka deposito. Mungkin itu saja saran dan masukan dari saya, terima kasih.
 Fahrul |  26 Jan 2023
Halaman: Perbedaan Deposito Syariah Dan Deposito Berjangka Biasa

Komentar[4]    
  Pardede   |   13 Aug 2021

Apakah bank syariah hanya untuk muslim saja..

  Isyara   |   13 Aug 2021

Bank syariah terbuka bagi semua kalangan, baik yang muslim maupun yang non muslim

  Garin   |   23 Nov 2022

Kalau pembiayaan syariah ini, tagihan per bulannya lebih rendah ketimbang bank konvensional nggak sih Kak?

  Aisha   |   1 Dec 2022

Tagihan pembiayaan syariah maupun bunga dari bank akan tergantung pada evaluasi pihak bank. Kita sebagai orang luar tidak dapat menghitungnya sendiri tanpa mengetahui kebijakan bank, nominal pinjaman/pembiayaan, masa pinjaman, dan lain-lain. Jadi, silahkan konsultasi langsung dengan bank syariah dan bank umum secara terpisah untuk mendapatkan hitung-hitungannya.