Reksadana bisa menjadi pintu masuk investor pemula yang ingin belajar dunia pasar modal. Reksadana kerap diminati newbie karena lebih terkontrol risikonya serta tidak membutuhkan banyak analisa seperti saham. Modal awal yang dibutuhkan juga relatif kecil, mulai dari ratusan ribu rupiah saja.

Reksadana merupakan jenis investasi di mana investor menitipkan sejumlah dana ke manajer investasi untuk dikelola ke dalam saham, obligasi, dan lain-lain. Ada banyak alasan reksadana makin diminati investor, terutama milenial.

Jenis risiko reksadana

Mengapa Orang Memilih Investasi di Reksadana?

Reksadana adalah pilihan populer di kalangan investor karena mereka umumnya menawarkan fitur berikut:

Meski terbilang relatif aman, instrumen investasi ini juga tentu memiliki risiko. Sebagai investor, Anda perlu mengenal beberapa risiko dari reksa dana berikut ini:

 

Nilai Aktivasi Bersih (NAB) Turun

NAB adalah jumlah total dana investasi Anda yang dikelola manajer investasi. NAB yang naik mengindikasikan profit dan sebaliknya. NAB bisa turun atau berkurang karena adanya penurunan harga aset dalam suatu portofolio reksadana karena banyak faktor. Di antaranya adalah kinerja emiten, situasi ekonomi nasional maupun global, kondisi politik yang tidak stabil, hingga terjadi bencana alam yang mengganggu aktivitas ekonomi.

 

Risiko Cidera Janji

Investor reksadana juga menghadapi risiko cidera janji. Risiko ini timbul karena salah satu pihak yang terlibat dalam suatu transaksi reksadana gagal memenuhi kewajiban. Akibat mangkir dari kewajiban, dana yang ditanamkan oleh investor bisa hilang dari nilai investasi.

Oleh karena itu penting bagi investor mengenal dan mempelajari profil Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang akan mengelola produk reksadana Anda.

 

Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas muncul akibat Manajer Investasi gagal melakukan pembayaran hasil penjualan unit penyertaan reksadana. Dengan begitu bisa dikatakan bahwa reksadana tidak likuid alias sulit dicairkan. Sulit bukan berarti tidak bisa, tapi hanya tertunda saja. Hal ini tentu mengganggu cash flow investor yang membutuhkan dana mendesak.

 

Risiko Umum Investasi di Pasar Modal

Selain risiko reksdana di atas, secara umum calon investor yang akan terjun di dunia pasar modal harus memahami risiko umum investasi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

 

Risiko Bisnis

Risiko bisnis, juga dikenal sebagai "risiko spesifik portofolio saham". Risiko ini berkaitan dengan perusahaan atau saham tertentu, termasuk yang kita beli dalam bentuk reksadana. Risiko bisnis biasanya mempengaruhi beberapa perusahaan dari sektor yang sama. Sebagai contoh, semua perusahaan manufaktur gula akan terganggu jika produksi tebu rendah pada tahun tertentu karena curah hujan yang buruk.

Mengelola portofolio investasi

Skenario yang mungkin terjadi adalah pendapatan perusahaan bisa turun, utang bertambah atau yang terburuk perusahaan bisa bangkrut. Hal itu bisa menyebabkan jatuhnya harga saham, penerbit obligasi atau reksadana tidak mampu membayar bunga yang dijanjikan atau bahkan jumlah pokoknya. Solusi termudah untuk menghindari risiko bisnis adalah melakukan diversifikasi. Misalnya, ketika Anda berinvestasi, kelola portofolio Anda dalam obligasi, reksadana, dan saham.

 

Risiko Mata Uang

Risiko mata uang adalah risiko yang timbul akibat adanya perubahan nilai satu mata uang terhadap mata uang lainnya. Risiko mata uang tetap ada untuk semua investasi yang dilakukan dalam mata uang lain selain mata uang lokal Anda (tak terkecuali dampaknya bagi perusahaan yang sahamnya Anda beli) dan terutama menonjol dalam hal investasi jangka pendek.

 

Risiko Inflasi

Risiko ini mengacu pada risiko bahwa investasi dan arus kas Anda akan turun daya belinya karena inflasi. Cara terbaik untuk menghindari risiko inflasi adalah dengan berinvestasi di instrumen yang memberikan bunga atau return lebih tinggi daripada inflasi dalam jangka panjang.

Kunci sukses investasi adalah bukan terletak pada seberapa besar dana yang bisa Anda masukkan dalam portofolio investasi tapi seberapa kuat Anda bisa mentoleransi risiko yang terjadi. Selamat berinvestasi!