Kapan Waktu Terbaik Investasi Reksadana?

Jujun Kurniawan 20 Jul 2020 146

Mungkin kita sudah menyadari betapa pentingnya berinvestasi untuk keperluan masa depan, karena investasi bukanlah sekedar menabung. Akan tetapi kita masih bingung kapan waktu yang tepat untuk melakukan investasi.

Karena kurangnya informasi, banyak orang-orang yang mengira bahwa investasi dilakukan ketika kita sudah mempunyai uang yang melimpah. Namun, definisi memiliki uang cukup banyak malah membuat kita semakin bingung karena itu mungkin membutuhkan waktu 3 tahun, 5 tahun atau 10 tahun lagi. Lalu instrumen apa yang sebaiknya dicoba?

waktu untuk investasi reksadana

 

Reksadana, Solusi Untuk Investasi Dengan Modal Terjangkau

Reksadana adalah kumpulan dana masyarakat pemodal (investor) yang dikelola oleh manajer investasi untuk dimasukkan ke dalam beberapa instrumen investasi seperti obligasi, saham, atau deposito. Reksadana juga diartikan sebagai salah satu alternatif investasi bagi masyarakat pemodal, khususnya pemodal kecil dan pemodal yang tidak memiliki banyak waktu dan keahlian untuk menghitung risiko atas investasi mereka.

Jadi, kapankah waktu yang tepat untuk investasi Reksadana?

Maka jawabannya, waktu yang tepat untuk memulai berinvestasi itu adalah dilakukan sejak sedini mungkin agar kita berpeluang mendapatkan hasil yang maksimal. Jadi, jika kalian sekarang belum melakukan investasi maka sekaranglah saat yang tepat kalian berinvestasi.

investasi reksadana pendapatan tetap

(Baca Juga: Panduan Reksadana Syariah Mulai Dari 100 Ribu)

Agar lebih memahaminya, mari kita gunakan ilustrasi seperti ini: Ada 3 orang bernama Ajeng, Bebi, dan Cika. Mereka bersahabat dan bersekolah bersama sejak SD sampai dengan lulus S1.

Pada tahun akhir 2019 lalu mereka lulus kuliah S1 dan pertengahan tahun 2020 telah bekerja. Dari ketiga orang tersebut Ajeng dan Bebi selalu menghabiskan uang gajinya untuk keperluan hidup dan menghamburkan sisanya untuk bersenang-senang. Namun, Cika setiap mendapatkan uang gajinya ia menyisihkan sebagian uangnya untuk berinvestasi di reksadana.

Cika setiap bulannya rutin menyisihkan Rp 100.000 untuk berinvestasi di reksadana, dan reksadana pilihannya adalah reksadana pendapatan tetap, yang mayoritas portofolionya adalah efek surat utang.

Berdasarkan data marketplace Bareksa, Top 5 reksadana pendapatan tetap bisa mencatatkan imbal hasil atau return rata rata 22.8 persen dalam tiga tahun terakhir (15 juli 2020). Berarti pertahun rata-rata top 5 reksadana pendapatan tetap tersebut memberikan return sebesar 7.6 persen per tahun.

 

Tabel Top 5 Reksadana Pendapatan Tetap Bareksa

tabel investasi reksadana

Per 15 Juli 2020, sumber: Bareksa.com

Ajeng akan memulai investasi pada tahun 2022, dengan jumlah modal yang sama yaitu Rp100,000 per bulan, Ajeng juga membeli reksadana pendapatan tetap dengan asumsi return yang sama 7.6 persen per tahun. Sedangkan Bebi baru akan mulai berinvestasi pada 2024. Dia juga ingin membeli reksadana pendapatan tetap tetapi dengan jumlah modal yang lebih besar, yaitu Rp200.000 per bulan.

 

Lalu, bagaimana hasilnya setelah 6 tahun mendatang?

Berdasarkan simulasi return diatas asumsi perkiraan investasi di reksadana pendapatan tetap:

Dilihat dari hasil simulasi diatas, kita dapat simpulkan bahwa semakin awal kita memulai investasi maka potensi keuntungan yang didapat pun akan semakin besar meskipun modalnya kecil, dibandingkan dengan modal besar namun waktu investasinya pendek.

biaya investasi reksadana

(Baca Juga: Sebelum Investasi Reksadana, Kenali Biayanya!)

Investasi dapat digambarkan seperti pohon, semakin lama semakin tumbuh besar dan merkembang selama kita bisa merawatnya dengan baik. Soo, sebelum semakin terlambat, waktu yang tepat untuk berinvestasi adalah sekarang, agar kita mendapatkan hasil yang maksimal dari investasi yang kita lakukan tersebut.

Berinvestasi lewat reksadana merupakan salah satu solusi untuk mengembangkan uang yang kita punya. Selain berinvestasi, kita juga bisa mulai mencoba trading jika menginginkan hasil yang lebih besar. Perlu diingat, potensi return besar juga mengandung risiko yang besar. Agar tidak salah langkah, pelajari dulu langkah-langkah belajar trading yang benar. 

Kirim Komentar/Reply Baru
Apa Maksud Trader Scalper?
Sorry master, ganggu, baru pemula ni,, ane mau tanya masalah trader scalper,, itu maksutnya gimana yaa, apa ane bertrading dg cara saat sudah profit dan di rasa cukup lalu ane tutup, seperti apa itu, mohon pencerahanya,, terima kasih .

Muhammad Husni Thamrin 27 Jan 2015

Reply:

Basir (28 Jan 2015 10:15)

Ya, seperti itulah. Anda BUY/ SELL, setelah mendapat keuntungan anda closed. Umumnya para Scalper bermain di TF1 - TF30. Perhatikan juga pantangan-pantangan jika anda ingin ber-scalping. Anda bisa simak urainnya di Scalper.

Thanks.

Didin Rosyidin (28 Jan 2015 10:58)

Yg jls scalper juga srng disebut sebagai short term trader. Artinya trader jenis ini nggak pernah menahan posisinya terlalu lama. Biasanya nggak ada yang lebih dari 1 hari. Bahkan dalam 1 hari bisa buka posisi beberapa kali, karna tiap posisinya udah profit biasanya langsung diclose tanpa mempertimbangkan potensi profit maksimalnya. Scalping memang umumnya nggak memerlukan ukuran trading yg besar, jadi profit yg dikumpulkan pun nggak terlalu banyak. Bisa banyak kalo posisi trading yg dibuka juga makin banyak. Makanya ini juga beresiko. Tapi kalau dilakukan dengan manajemen resiko mungkin bisa mengurangi potensi kerugiannya.

Bg Darwin (26 Feb 2015 08:50)

strategi exit posisi yg benar untuk scalping?
karena dibilang kita tutup posisi waktu dirasa profit sudah cukup, darimana kita tau kalau profit yg bisa didapat sudah maksimal?

Basir (26 Feb 2015 09:12)

Untuk para scalper BUY / SELL , profit close. Ukuran maksimal bisa di rencanakan. Misal 10 dollar perhari. Jika sudah mendapat 10 dollar, keluar pasar. Tutup PC/ Komputer. Dan scalping dilakukan kembali di hari esok. Mendapat 10 dollar bisa dengan beberapa kali BUY / SELL. Yang jelas jika sudah mendapat 10 dollar. trading berhenti.

Thanks.

M Singgih (01 Mar 2015 15:45)

@ muhammad husni thamrin :
Trading dengan cara scalping berarti Anda membuka dan menutup posisi dalam waktu singkat, tidak menahan posisi terlalu lama. Begitu ada kesempatan langsung masuk (entry). Anda bisa menggunakan indikator oscilator (RSI, stochastic atau MACD) untuk momentum entry, dan menggunakan moving average untuk mengetahui arah trend.
Sebagai referensi Anda bisa membaca disini dan disini.

@ bg darwin :
Itu tergantung dari money management Anda, yaitu berapa Dollar resiko yang Anda rencanakan per trade, dan berapa perbandingan profit yang Anda harapkan dengan resikonya, atau yang lazim disebut dengan risk/reward ratio.
Anda tidak bisa menjadi trade chaser (pemburu trade), bisa hancur account Anda karena tidak ada yang tahu dengan pasti kapan harga akan berbalik arah atau sampai sejauh mana harga akan bergerak sesuai dengan yang Anda harapkan. Yang bisa Anda lakukan adalah membatasi resiko dan mengharapkan profit yang wajar dengan menerapkan risk/reward ratio. Sebagai referensi bisa Anda baca disini.

Sistem 435
Forex  
Jujun Kurniawan 216
Jujun Kurniawan 429