Kenali 3 Risiko Investasi Di Sukuk Ritel SR012

Wahyudi 16 Jun 2020 545
Dibaca Normal 4 Menit

Sukuk ritel merupakan salah satu sarana investasi berbasis syariah yang dikeluarkan pemerintah. Apa saja yang perlu diperhatikan saat akan investasi?



Sukuk ritel merupakan salah satu sarana investasi berbasis syariah yang dikeluarkan pemerintah. Sukuk ritel tergolong dalam surat berharga syariah negara atau SBSN. Berbeda dengan investasi konvensional, sukuk ritel bisa jadi alternatif investasi bagi Anda yang kurang cocok dengan keuntungan dari bunga bank. 

sukuk ritel sr12

Baru-baru ini, pemerintah mengeluarkan Sukuk ritel SR012 yang merupakan produk investasi syariah dan bisa Anda gunakan sekaligus untuk membantu membangun perekonomian negara. Sukuk ritel ini diterbitkan sebagai upaya untuk meningkatkan minat masyarakat dalam berinvestasi. Investor bisa memiliki sukuk ritel dengan modal mulai dari 1 juta rupiah saja, dengan imbal hasil sebesar 6.3% per tahun. 

Seperti layaknya bentuk investasi lain, investasi di sukuk ritel SR012 ini tentu memiliki risiko selain keuntungan yang menyertainya. Sebagai seorang calon investor, tentunya Anda tidak ingin dengan gelap mata begitu saja menginvestasikan uang pada metode investasi yang baru. Berikut ini adalah risiko investasi sukuk ritel SR012.

 

Pahami Risiko-Risiko Investasi Di Sukuk Ritel

1. Risiko Gagal Bayar

Risiko gagal bayar bisa terjadi apabila penerbit dari surat berharga (dalam hal ini: pemerintah) tidak dapat melakukan pembayaran imbalan kepada investor pada saat jatuh tempo. Hal ini bisa saja terjadi apabila penerbit surat mengalami kebangkrutan.

Namun anda tidak perlu khawatir, sukuk ritel SR012 merupakan salah satu sarana investasi yang bebas risiko. Investasi sukuk ritel SR012 ini sudah dijamin oleh pemerintah dalam undang-undang SBSN dan juga tertera dalam peraturan APBN.

Investasi menggunakan sukuk ritel SR012 sangat cocok untuk Anda yang baru belajar dalam dunia investasi. Anda sebagai investor akan dijamin keamanannya oleh negara, dan sebisa mungkin negara akan menjamin pembayaran imbalan Anda setiap tanggal jatuh tempo.

investasi syariah terjangkau

(Baca Juga: Investasi Syariah Dengan Budget Murah, Apa Sajakah?



 

2. Risiko Pasar

Risiko pasar terjadi apabila Anda sebagai pemegang surat berharga memutuskan menjual surat berharga yang dimiliki sebelum tanggal jatuh tempo. Akibatnya, Anda melepas surat berharga tersebut di harga yang lebih rendah dari harga beli, sehingga terjadi kerugian. 

Penurunan harga dari surat berharga yang Anda miliki ini dapat terjadi apabila tingkat suku bunga bank naik melebihi imbal hasil. Jika hal tersebut terjadi, investor tentu akan memilih untuk berdeposito yang jangka waktunya lebih fleksibel antara 3-12 bulan, dibandingkan sukuk ritel yang masa jatuh temponya 3 tahun.

investasi syariah

(Baca Juga: Deposito Syariah, Seperti Apa Praktik Dan Ketentuannya?)

 

Sebagai pencegahan, Anda dapat melakukan penjualan setelah tanggal jatuh tempo dan ketika surat berharga berada dalam posisi yang lebih baik. Penjualan sukuk ritel sebenarnya bukan inti dari investasi sukuk ritel. keuntungan dari investasi sukuk ritel ini lebih pada Capital Gain yang memberikan Anda imbalan/kupon. Ketika Capital Gain berada dalam posisi yang baik, maka imbalan yang Anda dapatkan juga ikut naik.



 

3. Risiko Likuiditas

Risiko likuiditas merupakan potensi kerugian yang Anda alami ketika kesulitan mencairkan aset investasi. Hal ini dapat terjadi ketika Anda sebagai investor memerlukan dana dan berniat menjual surat berharga, namun kesulitan menemukan harga pasar yang wajar.

Untuk menghindari hal ini, Anda bisa menggunakan surat berharga sebagai jaminan pengajuan pinjaman ke bank. Dengan begitu, Anda bisa dengan mudah mengajukan pinjaman ke bank karena sukuk ritel SR012 sudah dijamin oleh negara.

Sebagai salah satu metode investasi yang dijamin oleh negara, sukuk ritel SR012 juga bisa digunakan sebagai jaminan dalam transaksi pada pasar modal. Di samping itu, Anda juga bisa menjaminkan surat berharga tersebut pada mitra distribusi yang telah diberi lisensi oleh negara.

 

Pertimbangkan Ini Sebelum Investasi Di Sukuk Ritel

Investasi menggunakan sukuk ritel SR012 merupakan salah satu solusi investasi syariah dan bebas riba untuk Anda yang selama ini menghindari investasi menggunakan surat berharga karena ragu dengan riba. Sukuk ritel dijual dan dikelola dengan mengikuti kaidah-kaidah syariah dan menggunakan sistem bagi hasil, bukan perhitungan bunga konvensional. 

Sukuk ritel merupakan instrument investasi dengan risiko rendah dan imbal hasil yang moderat, sehingga cocok bagi para investor pemula. Sebaliknya, bagi Anda yang tertarik dengan instrumen keuangan bersifat high risk-high return, trading forex adalah salah satu alternatif yang layak dicoba. 



Forum

Aroy (21 Jul 2014)

selamat pagi masta, salam prpit. AQ mau tanya nih masta knp ya MACD yg masta tampilkan pda analisa teknikal memiliki 2 garis histogram merah dan biru bull dan bear, sedangkn MACD pda MT4 saya cma 1 warna histogram, apa ada setingan khususnya mohon pencerahan newbie...

Selengkapnya...

BANK 1 Bulan
BNI 46 2.85
BANK MAYORA 5.00
STANDARD CHARTERED BANK 4.25
BANK KB BUKOPIN 4.75
BANK CIMB NIAGA 3.25
BANK ICBC INDONESIA 4.00
BANK COMMONWEALTH 4.50
KESELURUHAN 8.75
BANK PERMATA 4.00
BANK OCBC NISP 3.50

Kirim Komentar/Reply Baru

Reply Pembaca : 1    

Imam Bashori
16 JUN 2020

wlo brlabel "syariah" prlu dpastikan lg ttg kaidah/prinsip2 syariah dlm penerapanx krna kdg aplikasi d lap beda dgn kaidah/prinsip yg brlaku & dtntukan dlm fatwa dsni dewan syariah / ahli syariah hrs hdir untk mmstikan bhwa sukuk ini bnr2 syariah



Apakah Keuntungan Bitcoin Kena Pajak Di Indonesia?
Memperkirakan Kecepatan Pergerakan Harga
halo master..

bisa tidak jika di analisa teknikal perkiraan berapa lama waktu aud akan berpeluang ke 0,8000 dan faktor apa saja yg mempercepat ke posisi tersebut?


Terima kasih

Akang 4 Nov 2015

Reply:

M Singgih (05 Nov 2015 00:29)

@ akang:
Saat ini (4 Nopember 2015 malam) AUD/USD berada pada sekitar level 0.7160. Untuk mencapai level 0.8000 masih 800 pip lebih, jadi masih relatif jauh. Secara teknikal dari chart weekly berikut meski trend keseluruhan cenderung bearish tetapi menunjukkan kemungkinan koreksi bullish:



1. Titik indikator Parabolic SAR (parabolic Stop And Reverse) masih berada dibawah harga, menunjukkan pergerakan masih cenderung koreksi bullish.
2. Kurva indikator MACD bergerak diatas kurva sinyal (warna merah), dan garis histogram OSMA juga bergerak diatas level 0.00, menunjukkan sentimen bullish yang masih kuat.
3. Kurva indikator RSI bergerak uptrend.
Uptrend akan berlanjut jika harga menembus garis resistance downtrend dan kurva indikator RSI bergerak diatas level 50.0.

Faktor yang bisa mempercepat AUD/USD menuju level 0.8000 adalah faktor fundamental, yaitu jika USD melemah, karena AUD saat ini sulit untuk menguat. USD akan melemah jika data-data fundamental penting AS melemah terutama data tenaga kerja, inflasi dan pertumbuhan karena data-data tersebut akan mempengaruhi The Fed dalam menaikkan suku bunga. Jika The Fed selalu menunda kenaikan suku bunga maka AUD/USD bisa menuju ke level tersebut. Keterangan: The Fed tidak akan membatalkan kenaikan suku bunga, tetapi mungkin saja menunda jika data fundamental masih dianggap belum memungkinkan.

Perbandingan Bunga P2P Lending
Perbandingan Bunga P2P Lending
Sistem   9 Apr 2021   107  
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Ngabuburit Bersama Finex Lewat Live Webinar
Melati   9 Apr 2021   61  
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Strategi Scalping Dengan Candlestick 1 Menit
Linlindua   31 Mar 2021   466  
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Peluang Bisnis Untuk Gamer Yang Terbukti Cuan
Wahyudi   31 Mar 2021   139  
Panduan Lengkap Cara Membaca Candlestick Cryptocurrency
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Cara Membaca Stochastic Saham Untuk Pemula
Linlindua   30 Mar 2021   214  
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
10 Tips Sukses Menjadi Pengusaha Muda
Nandini   30 Mar 2021   122